cover
Contact Name
Achmad Suyono
Contact Email
achmad.suyono@polinema.ac.id
Phone
+62341-404425
Journal Mail Official
jlt@polinema.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Malang Jl. Soekarno Hatta No. 9 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Linguistik Terapan
ISSN : 20882025     EISSN : -     DOI : 10.33795
Core Subject : Education,
Jurnal Linguistik Terapan (JLT) terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan November yang berisi artikel ilmiah hasil penelitian atau kajian dalam bidang pengajaran bahasa, pembelajaran bahasa, pemerolehan bahasa, sosiolinguistik, psikolinguistik, penerjemahan, analisis wacana, pragmatik, bilingualisme, linguistik kontrastif, multilingualisme, komunikasi multilingual, leksikografi, linguistik komputasional, komunikasi berbantuan komputer, linguistik forensik, dan lain-lain, serta tinjauan buku dalam bidang-bidang tersebut.
Articles 178 Documents
Transkreasi puisi a Red Red Rose karya Robert Burns sebagai model penerjemahan kreatif karya sastra puisi dalam pengajaran kelas penerjemahan Sarif Syamsu Rizal
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 7 No 1, 2017
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menyajikan transkreasi puisi A Red, Red Rose karya Robert Burns. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data adalah teks puisi, sebagai teks sumber, yang ditulis oleh seorang penyair Skotlandia dengan bahasa Inggris berdialek Celtic yang disebut Scots Geilic. Unit analisis adalah kata, frasa, dan klausa yang terdapat dalam baris dan bait puisi tersebut. Dalam proses penerjemahan, penulis dan juga sebagai penerjemah melakukan tiga langkah-langkah, yaitu (1) membaca teliti teks sumber guna mengetahui arti, makna, pengertian, dan cerita dalam puisi, (2) Pemindahan arti dari teks sumber ke dalam teks sasaran. Langkah ini dapat digambarkan sebagai aktifitas revisi dan evaluasi didalam menentukankan kesesuaian arti, dan (3) merekonstruksi kesesuian arti antara teks sumber dan teks sasaran. Luaran yang penting sebagai implikasi dari studi ini adalah terjemahan kreatif puisi berbahasa Indonesia dari puisi A Red Red Rose karya Robert Burns dan model pembelajaran bagi para pengajar, peserta didik penerjemahan, dan penerjemah.
Berbagai kendala pengajaran pengalihbahasaan konsekutif dan cara mengatasinya Nuning Yudhi Prasetyani
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 7 No 1, 2017
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan menerjemahkan, baik tulis (penerjemahan) maupun lisan (pengalihbahsaan) menjadi sangat penting dan dibutuhkan sejak lama, walaupun banyak yang tidak tahu pasti kapan ilmu pengalibahasaan, diterapkan untuk pertama kalinya. Pengalihbahasaan merupakan peristiwa komunikasi interlingual yang melibatkan penutur dari suatu bahasa, alihbahasawan dan penutur dari bahasa lain. Peristiwa komunikasi interlingual ini dapat berlangsung di beragam tempat, dari lingkungan formal (pengadilan, konferensi atau seminar) hingga lingkungan informal (lokasi wisata, ditengah-tengah masyarakat, ruang praktik dokter) dan dapat dilakukan dengan berbagai cara (simultan, konsekutif, berbisik). Dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi, pengalihbahasaan juga dapat dilakukan dalam jarak jauh dan hal inilah yang nantinya akan mempengaruhi salah satu proses pengalihbahasaan itu sendiri.Makalah ini akan membahas tentang pengajaran pengalibahasaan konsekutif dengan mengusung rumusan masalah tentang: 1. Hal-hal apa sajakah yang perlu dipersiapkan dalam mempelajari pengalihbahasaan lisan konsekutif, 2. Kendala apa saja dan bagaimana cara mengatasinya dalam pembelajaran pengalihbahasaan lisan konsekutif. Secara garis besar, tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan pengenalan awal kepada mahasiswa tentang bagaimana belajar dan memahami teori pengalibahasaan lisan konsekutif dengan memperhatikan segala hal yang yang menjadi kendala dalam melakukan pengalihbahasaan lisan konsekutif.
Pemanfaatan kemasan produk sebagai materi otentik dalam pembelajaran imbuhan di kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Ratna Elizabeth
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 7 No 1, 2017
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengajarkan suatu bahasa asing memiliki tantangan tersendiri bagi pengajarnya. Seorang pengajar bahasa asing tentu akan memikirkan bagaimana proses pembelajaran menjadi lebih mudah dan lebih menyenangkan bagi pemelajarnya. Penggunaan materi otentik diyakini dapat menumbuhkan motivasi dan ketertarikan pemelajar dalam mempelajari suatu bahasa asing. Selain itu, materi otentik membantu pemelajar menyadari hubungan antara bahasa yang diperkenalkan di kelas dan bahasa yang digunakan di luar kelas. Materi otentik di sini dimaksudkan sebagai materi yang digunakan di dalam kelas bahasa, tetapi tidak secara khusus dibuat untuk tujuan pengajaran bahasa. Materi-materi itu merupakan fakta bahasa asli, baik lisan maupun tulisan, yang diperoleh dari berbagai sumber yang berbeda. Tulisan ini bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana memanfaatkan kemasan produk sebagai salah satu jenis materi otentik dalam pembelajaran imbuhan di kelas bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) tingkat madya. Untuk mencapai tujuan itu, tulisan ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian praktik yang memberi contoh rencana pelajaran yang telah diujicobakan di kelas berdasarkan pengalaman dan bagian pembahasan/refleksi. Pemanfaatan kemasan produk dalam pembelajaran imbuhan dapat menunjukkan perlunya mempelajari imbuhan dalam bahasa Indonesia karena imbuhan memang digunakan atau ditemukan dalam dunia nyata (kehidupan sehari-hari), bukan sekadar materi yang diajarkan di dalam kelas.
Penelusuran strategi metakognitif mahasiswa dalam membaca teks berbahasa Inggris Abidin Pammu; Sukmawaty Mumu; Hamsinah Yasin; Asniar Asiz
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 7 No 1, 2017
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menggunakan strategi membaca yang efektif akan menjamin pembaca dalam memahami isi teks dalam waktu singkat dengan hsil yang maksimal. Penelitian ini adalah sebuah investigasi di tingkat universitas untuk memahami tingkat kesadaran metakognitif mahasiswa-mahasiswi EFL dalam membaca teks dalam konteks pembelajaran di Universitas Hasanuddin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yaitu dengan memberi angket kepada mahasiswa secara acak yang mencakup 6 fakultas (3 fakultas jurusan eksakta dan 3 jurusan non-eksakta). Instrumen penelitian yang digunakan adalah Inventori Kesdadaran Metakognitif Strategi Membaca (MARSI) untuk mengumpulkan data kuantitatif dari 80 mahasiswa Universitas Hasanuddin. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesadaran metakognitif yang tringgi dalam tiga aspek, iaitu Global (M=3.52), Support (M=3.54), dan Problem Solving (M=3.79). Implikasi dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran metakognitif adalah aspek yang inheren dalam diri mahasiswa sebuah universitas yang diinvestigasi. Dapatan kajian tentu akan berkontribusi pada korpus pengetahuan yang sedang berkembang pada konteks pembelajaran khususnya pembacaan teks berbahasa Inggris di Indonesia timur pada khususnya. Hasil penelitian merekomendasikan perlunya pelatihan strategi metakognitif demi meningkatkan tingkat pemahaman yang memadai bagi para mahasiswa di Universitas Hasanuddin.
An analysis of translation techniques used to translate metaphors and similes in Eka Kurniawan’s Cantik Itu Luka into Beauty Is a Wound Agni Kusti Kinasih
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 6 No 2, 2016
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is a descriptive qualitative research implemented in the area of translation studies. It aimed to identify the translation techniques used in translating metaphors and similes in the national best-selling novel Cantik itu Luka authored by Eka Kurniawan (2015) into Beauty is a Wound translated by Anne Tucker. Purposive sampling was chosen to adjust to the researcher’s limitation and feasibility, where Chapter I of the two novels was selected as the source data. In translating similes and metaphors as figurative language, a translator must be able to maintain the imaginative pleasure, imagery, and emotional intensity without eliminating the exact meaning. This study employed two stages of analysis namely domain and taxonomic analyses. In the domain analysis, similes and metaphors from the two novels were identified, reviewed, and checked whether they had fulfilled the criteria of metaphors and similes covering topic, image, point of similarity, and nonfigurative equivalent. In performing the taxonomic analysis, the 18 translation techniques namely adaptation, amplification, borrowing, calque, compensation, description, discursive creation, established equivalent, generalization, linguistic amplification, linguistic compression, literal translation, modulation, particularization, reduction, substitution, transposition, and variation proposed by Molina & Albir (2002) used to translate the selected metaphors and similes were identified and discussed. Based on the analysis result, modulation and literal translation were the most frequently used techniques. Modulation was applied 14 times (19.44%), while literal translation was applied 15 times (20.83%) in the single technique. Meanwhile, in the double technique, modulation was the most frequently used one with 7-time occurrence (9.72%). In the triple technique, modulation was also the most frequently used one with 2-time occurrence (2.78%).
Analisis pelesapan frasa nomina konstruksi koordinatif bahasa Jepang dan bahasa Indonesia: sebuah analisis kontrastif Nadya Inda Syartanti
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 6 No 2, 2016
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan dan persamaan bentuk pelesapan frasa nomina konstruksi koordinatif dalam bahasa Jepang dan bahasa Indonesia. Penelitian ini mengkontraskan konstituen pembentuk pelesapan berupa konstituen pengendali yang ditinjau dari segi letak, fungsi sintaksis, dan peran semantisnya; dan konstituen terkendali yang ditinjau dari segi kemafhuman, keterpulangan, keforisan, dan sifat pelesapan. Data penelitian adalah model kalimat yang diperoleh dari novel dan majalah serta terjemahannya sebagai data utama; dan sumber acuan dari buku tata bahasa Jepang dan bahasa Indonesia sebagai data pelengkap.Hasil analisis menunjukkan bahwa letak konstituen pengendali subjek bahasa Indonesia dan bahasa Jepang memiliki kesamaan, yaitu berada sebelum konstituen terkendali. Begitu pula, letak konstituen pengendali objek bahasa Indonesia dan bahasa Jepang juga memiliki kesamaan, yaitu berada setelah konstituen terkendali. Lalu, peran semantis yang berlaku dalam pelesapan frasa nomina berbeda di tiap fungsi semantis subjek dan objek baik pada bahasa Indonesia maupun pada bahasa Jepang. Peran semantis yang berlaku pada fungsi subjek adalah peran agentif, experiencer, dan objektif, sedangkan peran semantis yang berlaku pada fungsi objek adalah peran benefaktif dan objektif. Baik pelesapan subjek maupun objek bahasa Indonesia dan bahasa Jepang dapat dipulangkan bila konstituen lesap dilakukan melalui penyebutan ulang maupun pemakaian pronomina. Namun, pelesapan objek bahasa Indonesia dapat dipulangkan bila konstituen lesap dilakukan melalui pemakaian pronomina –nya. Sebaliknya, pemakaian pronomina –nya dalam gramatika bahasa Jepang tidak ada, sehingga pelesapan objek tidak dapat dilakukan melalui pemakaian pronomina. Dilihat dari hubungan antarklausa dalam konstruksi koordinatif bahasa Indonesia, pelesapan frasa nomina subjek hanya bersifat anaforis, sedangkan pelesapan objek dapat bersifat anaforis dan kataforis. Sebaliknya, pelesapan frasa nomina subjek dan objek bahasa Jepang hanya bersifat anaforis, dan tidak dapat bersifat kataforis.
The order of communication acts in the online news (the application of the pragmatics' speeches in journalism) Zakie Asidiky
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 6 No 2, 2016
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article investigates the order of communication acts in online news as the applica-tion of Pragmatics on speech analysis in Journalism, This research aims to analyze and describe the communication acts used in a selected news on Jakarta Post and to find out the order of communication acts. In the news ‘Taxi protest turns violent as driv-ers target other drivers’, the writer found 5 (five) communication acts used in the narration. They are to describe, to report, to explain, to refer to and to tell. The speech act which is adopted by the used communication acts in the news narration is Representative. Meanwhile, the order of communication acts in the news is started by To tell and ended by To refer to.
Sensuality in perfume advertisements: an analysis of multimodality in Cosmopolitan and Cosmopolitan Men magazine Jatrifia Ongga Sinatrya
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 6 No 2, 2016
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper studies about sensuality in advertising, focusing on qualitative research and content analysis using the theory of multimodality as a reference. This study focuses on the perfume advertising that appeared in Cosmopolitan and Cosmopolitan Men, Indonesian edition of June, September, December 2013 and March 2014.The results of data analysis showed that the perfume ads in Cosmopolitan and Cosmopolitan Men Indonesia show the element of sensuality and sexuality. The use of female models in perfume advertising for women aims to encourage Indonesian women to change just as western models that exist in the perfume ads in Cosmopolitan Indonesia magazines and changing the beauty standards of Indonesian women. Men consumers no longer embarrassed to imagine about male models in perfume advertisements and want a body looks like the male model; it is what we called male erotic imagination. Cultural shift also occurs; perfume advertisements in Cosmopolitan and Cosmopolitan Men bring cultural modernization in Indonesia, where sensuality and sexuality is no longer a taboo for women and men in Indonesia.
“E-exhibition" a framework of students' project based learning Oktavia Widiastuti
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 6 No 2, 2016
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Project-based learning (PBL) hails from a tradition of pedagogy which asserts that students learn best by experiencing and solving real-world problems. Studies have proven that when implemented well, project-based learning results positive outcomes related to students’ learning in the areas of content knowledge, collaborative skills, engagement and motivation, and critical thinking and problem-solving skills. E-Exhibition “English Entrepreneur and Entertainment Exhibition” is chosen as a framework of students’ project based learning. The main focus of this exhibition is to assess students’ performance and progress through project as a practical and meaningful way of learning. This exhibition represents a multi-faceted assessment. Students get multiple opportunities by feedback and revise works, students receive multiple learning outcomes in term of problem-solving, content, and collaboration, students presentation in the exhibition encourage their communicative and social value skills.
Supporting language learning with TTS voice output integrated into epub e-books Achmad Suyono; Bambang Suryanto
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 6 No 2, 2016
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Text-to-speech (TTS) technology gains more popularity nowadays as computer and smart devices are becoming affordable and widely used. The adoption of this technology in language learning is also increasing. With the rise of mobile learning, an attempt to integrate this technology in EPub e-books is proposed. It is expected that the e-books incorporating TTS technology voice output can help teachers to efficiently produce and distribute learning materials, to reduce workload in dealing with individual students’ learning problems, to implement necessary learning guidance, to provide distraction-free mobile language learning materials, and to be more productive with technology to promote a better language learning in the students’ daily activities.

Page 5 of 18 | Total Record : 178