cover
Contact Name
Tahir Wasahua
Contact Email
ak.lldikti12@gmail.com
Phone
+6285243567790
Journal Mail Official
juste@lldikti12.id
Editorial Address
Jl. Tabea Jou, Kopertis, Karang Panjang,Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
JUSTE (Journal of Science and Technology)
ISSN : 27454371     EISSN : 27460878     DOI : prefix 10.51135
JUSTE (Journal of Science and Technology) presents articles on science and technology. The central theme of JUSTE is technology engineering for the convenience of human life. Therefore, we will present manuscripts in engineering, biology, environment, mathematical models, computers, and the development of advanced materials in each volume. Apart from these scopes, it is still possible to receive articles in science and technology if they fit the main theme. JUSTE is published twice a year, in April and October. We will also present article manuscripts according to the sub-themes determined by the editorial team for each volume and issue number.
Articles 27 Documents
Identification and Characteristics of Marine Debris on the Poka Beach Coast, Ambon Bay: A Quantitative Analysis of Material Composition Laole Laole; Aniesa Nabila; Kamal Mewar; Salim Souwakil
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 6 No. 1 (2025): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/xbc76s04

Abstract

Marine debris constitutes an anthropogenic pollutant, causing significant negative impacts on the structure and function of aquatic ecosystems. This research aimed to analyse the composition, spatial distribution, and quantitative characteristics of marine debris along Poka Beach, Inner Ambon Bay. Data collection was conducted in July 2025 using a 100-meter transect method divided into five observation plots measuring 5×5 meters each. Macro marine debris samples (2.5 cm– 1 meter) were identified, classified by material type, and analysed quantitatively for composition, density, and biomass. Results revealed 581 marine debris items with a total biomass of 7,098.62 grams, unevenly distributed across sampling locations. Plastic dominated the composition with 357 items (61.4%) and biomass of 3,382.56 grams (47.7%), followed by plastic foam with 185 items (31.8%) and biomass of 219.03 grams (3.1%). Debris density varied significantly between 1.8–8.8 items/m², averaging 4.64 ± 2.87 items/m². Plot 2 showed the highest accumulation (220 items, 8.8 items/m²), while Plot 4 showed the lowest (45 items, 1.8 items/m²). High-density materials such as wood (1.5% of items) and rubber (2.2% of items) contributed significantly to biomass at 26.2% and 15.2%, respectively. Spatial distribution heterogeneity (CV=61.9%) indicates the influence of local hydrodynamic factors and proximity to anthropogenic pollutant sources. Plastic dominance is consistent with global patterns; however, high spatial variability demonstrates the importance of adaptive management approaches. This research provides baseline data for developing marine debris pollution mitigation strategies in Eastern Indonesia and supports sustainable management program implementation.
Integrasi Budaya Lokal dalam Pengembangan (Lembar Kerja Siswa) LKS Matematika Fitraya Hayalan
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 6 No. 2 (2026): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jrpmps94

Abstract

Model yang digunakan dalam pengembangan LKS ini adalah model Thiagarajan yang dikenal sebagai model 4-D, yang terdiri atas empat tahap, yaitu: (1) Define (pendefinisian), (2) Design (perancangan), (3) Develop (pengembangan), dan (4) Disseminate (penyebaran). Namun, tahap disseminate tidak dilaksanakan karena keterbatasan waktu. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 50 Maluku Tengah. Pada tahap define, pengembangan LKS menghasilkan draf awal berupa LKS matematika berbasis budaya lokal Bangunan Istana Mini Banda Naira, serta instrumen penelitian yang meliputi lembar validasi LKS, lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi keterlaksanaan LKS, angket respons siswa, angket respons guru, tes hasil belajar, dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil validasi ahli, LKS memperoleh skor rata-rata 4,84, sehingga dapat disimpulkan bahwa LKS berada pada kategori sangat valid. Selanjutnya, uji coba lapangan dilakukan untuk menilai kepraktisan LKS. Hasil keterlaksanaan LKS pada dua pertemuan menunjukkan skor rata-rata 3,8 dan termasuk dalam kategori tinggi. Keefektifan LKS ditinjau dari beberapa indikator, yaitu: (a) hasil belajar siswa ≥ 70, (b) aktivitas siswa aktif, (c) respons guru positif, dan (d) respons siswa positif. Ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal mencapai 88,9%, dengan dua siswa (sekitar 12%) belum mencapai ketuntasan. Rata-rata aktivitas siswa pada dua pertemuan sebesar 3,85 dan berada pada kategori aktif. Respons siswa pada akhir pembelajaran memperoleh skor rata-rata 3,22 dan termasuk dalam kategori positif. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa LKS matematika dengan pendekatan etnomatematika berbasis budaya lokal Bangunan Istana Mini Banda Naira memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran matematika.
Pertumbuhan dan Indeks Kondisi Ikan Waulang (Priacanthus sp.) Berdasarkan Hubungan Panjang–Bobot di Desa Tanah Rata, Banda Tjameria La Ima; Jenny Abidin; Sudin Sahlan
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 6 No. 1 (2025): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/f7km6667

Abstract

Ikan Waulang (Priacanthus sp.) merupakan salah satu jenis ikan demersal yang banyak ditangkap oleh nelayan di Desa Tanah Rata, Kecamatan Banda, dan memiliki nilai ekonomi yang cukup penting dalam menunjang pendapatan masyarakat pesisir. Namun demikian, hingga saat ini belum tersedia data ilmiah yang memadai terkait aspek bioekologinya, sehingga penelitian ini perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik bioekologi ikan Waulang yang meliputi pola pertumbuhan serta indeks kondisi ikan. Metode penelitian meliputi pengumpulan data melalui observasi lapangan, analisis regresi untuk mengetahui pola pertumbuhan (isometrik atau alometrik), serta perhitungan indeks kondisi ikan (K) dengan rumus K = (W/L³) × 100 untuk menilai kondisi atau kesehatan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan panjang–bobot ikan Waulang (Priacanthus sp.) menghasilkan nilai koefisien b sebesar 1,6664 pada ikan betina dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,7708, sedangkan pada ikan jantan diperoleh nilai b sebesar 0,9055 dengan R² sebesar 0,0615. Persamaan hubungan panjang–bobot untuk ikan betina adalah W = 0,7282L¹·⁶⁶⁶⁴, sedangkan untuk ikan jantan adalah W = 7,9014L⁰·⁹⁰⁵⁵. Nilai indeks kondisi ikan betina sebesar 1,059 termasuk dalam kategori cukup sehat atau normal, meskipun mendekati batas bawah, sedangkan nilai indeks kondisi ikan jantan sebesar 1,153 juga tergolong cukup sehat dengan kondisi fisik yang relatif lebih baik dibandingkan ikan betina.
Implementasi Coaching Alur Tirta Dalam Meningkatkan Pembelajaran Kimia Dasar Universitas Banda Naira Ruliati Yusuf; Dewi Triani Parwak; Tini Rajab
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 6 No. 1 (2025): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/vjbmhg72

Abstract

Setiap manusia yang memasuki lingkungan yang baru akan selalu merasakan hal yang baru pula sehingga mereka perlu adanya tahapan untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan yang baru tersebut, ini juga berlaku pada dunia akademik, seorang mahasiswa yang baru masuk perlu adanya penyesuaian diri dengan lingkungannya agar mereka dapat terbiasa dan dapat membaur dengan lingkungan yang nantinya dapat mempengaruhi prestasi akademiknya. Tujuan dari penelitian  ini  adalah untuk mengimplementasikan metode Coaching Alur Tirta dan Meningkatkan Keterampilan Problem-Solving Mahasiswa untuk mengatasi permasalahan pada proses diskusi dalam Meningkatkan Pembelajaran Mata Kuliah Kimia Dasar Universitas Banda Naira. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi Kelas dengan menerapkan teknik coaching alur tirta dengan tiga tahapan dalam pembelajaran yaitu Pra Observasi, Observasi, dan Pasca Observasi, selain itu ada wawancara dan sumber lain yang dianggap mampu mengembangkan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan coaching model tirta dapat mengubah persepsi mahasiswa dan dosen mengenai tujuan dari pembelajaran kimia dasar yang tadinya dianggap sulit dalam bertanya dan menjawab pada saat proses berdiskusi menjadi jauh lebih bermakna bagi mahasiswa dalam pembelajaran, dan meningkatkan keterampilan problem solving dalam pembelajaran mata kuliah kimia dasar di Universitas Banda Naira jauh lebih meningkat dibandingkan dengan awal pertemuan semester satu.
Identifikasi Serangga Vektor Penyakit Di Kepulauan Tobelo, Halmahera Utara Nonice Manikome; Malik Yunus
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 6 No. 1 (2025): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/a007dm44

Abstract

Serangga vektor penyakit masih menjadi salah satu tantangan utama dalam kesehatan masyarakat di wilayah tropis, termasuk di gugusan Kepulauan Tobelo, Halmahera Utara. Pulau-pulau kecil di wilayah ini memiliki kondisi ekologis yang mendukung perkembangbiakan vektor sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies serangga vektor dominan, mendeskripsikan gejala klinis yang dialami wisatawan, serta menganalisis hubungan antara faktor lingkungan dan kepadatan vektor. Penelitian dilakukan menggunakan metode mixed methods, melalui survei entomologi lapangan untuk memperoleh data kuantitatif dan wawancara wisatawan untuk memperoleh data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan lima spesies utama yang teridentifikasi, yaitu Aedes aegypti, Aedes albopictus, Anopheles sundaicus, Culex quinquefasciatus, dan Culicoides spp. Spesies-spesies tersebut ditemukan dengan kepadatan tertinggi pada area berkelembapan tinggi dan vegetasi rapat. Wisatawan melaporkan gejala seperti gatal, kemerahan kulit, pembengkakan lokal, serta gejala ringan seperti demam dan sakit kepala. Analisis kualitatif menunjukkan bahwa paparan serangga dianggap sulit dihindari, penggunaan perlindungan pribadi masih terbatas, dan kenyamanan wisatawan menurun. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengendalian vektor berbasis ekosistem sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata sehat dan berkelanjutan di wilayah kepulauan.
Analisis larutan elektrolit dalam jeruk nipis (Citrus Aurantifolia Swingle) dan Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi) sebagai penghasil energi listrik alternatif Dian Anisa Rokhmah Wati; Retno Eka Pramitasari; Ivatul Laily Kurniawati; Noer Af'idah
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 6 No. 1 (2025): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/2eyvz336

Abstract

Jeruk nipis dan belimbing wuluh merupakan bahan makanan yang sering digunakan dalam masakan tradisional, seperti garang asem, masakan khas Jawa Tengah. Rasa asam pada jeruk nipis dan belimbing wuluh menunjukkan bahwa di dalamnya terkandung senyawa kimia tertentu, yaitu asam sitrat (C₆H₈O₇). Asam sitrat tersebut merupakan salah satu larutan elektrolit yang dapat menghantarkan listrik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar arus listrik dari air perasan jeruk nipis dan belimbing wuluh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan membandingkan berbagai volume air perasan terhadap arus listrik yang dihasilkan. Diketahui bahwa rata-rata arus listrik selama tiga hari dari air perasan jeruk nipis dengan volume 800 mL adalah 0,46 A, volume 600 mL adalah 0,39 A, dan volume 400 mL adalah 0,29 A. Sementara itu, arus listrik dari air perasan belimbing wuluh dengan volume 800 mL adalah 0,67 A, volume 600 mL adalah 0,55 A, dan volume 400 mL adalah 0,44 A. Kesimpulannya, air perasan jeruk nipis dan belimbing wuluh mengandung larutan elektrolit lemah yang hanya sedikit dapat menghantarkan listrik. Arus listrik terbesar diperoleh pada air perasan belimbing wuluh dengan volume 800 mL.
Analisis SWOT: Startegi Pengembangan Pasar Modern Mardika di Kota Ambon Farida Mony; Agung K Henaulu; Aminah Soleman; Reza Abdulmudy; Abdi Ansyah Solissa
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 6 No. 1 (2025): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/az0msf26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pedagang untuk berdagang di Pasar Modern Mardika (PMM) Kota Ambon serta merumuskan strategi pengembangannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara terstruktur, dan observasi terhadap 40 responden yang terdiri dari pedagang dan pengelola pasar, dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji statistik deskriptif, uji reliabilitas, korelasi Spearman's Rho, dan analisis SWOT melalui matriks Faktor Eksternal (EFE) dan Faktor Internal (IFE). Hasil analisis IFE menunjukkan skor total 3,50, yang mengindikasikan kekuatan internal PMM lebih dominan daripada kelemahannya. Faktor kekuatan terletak pada fasilitas fisik (skor 0,59), sedangkan kelemahan utama adalah biaya sewa (skor 0,25). Analisis EFE menghasilkan skor 3,43, menunjukkan kemampuan yang baik dalam merespons faktor eksternal. Peluang terbesar adalah dukungan pemerintah daerah (skor 0,62), sementara ancaman utamanya adalah kebijakan yang berubah-ubah. Berdasarkan matriks SWOT, dirumuskan empat strategi utama: SO (memanfaatkan kekuatan untuk merebut peluang), WO (mengatasi kelemahan dengan memanfaatkan peluang), ST (menggunakan kekuatan untuk menghadapi ancaman), dan WT (strategi bertahan untuk meminimalkan kelemahan dan ancaman).Pasar Modern Mardika memiliki posisi internal dan eksternal yang kuat. Keberhasilan pengembangannya bergantung pada optimalisasi faktor kekuatan seperti fasilitas dan lokasi, serta penanganan serius terhadap kelemahan seperti biaya sewa yang tinggi melalui strategi yang telah dirumuskan.

Page 3 of 3 | Total Record : 27