cover
Contact Name
Ristiani
Contact Email
ferdi@bbg.ac.id
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
ferdi@bbg.ac.id
Editorial Address
Jl. Bunga Ncole Raya Komp.Medan Permai No.100, Kemenangan Tani, Kec. Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara 20136, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20136
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30479584     DOI : 10.62710
Core Subject : Health,
JKKN: Jurnal Kebidanan & Kesehatan Nusantara adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Prodi Kebidanan Langsa Poltekkes Kemenkes Aceh dengan nomor ISSN (Online): , ISSN (Print) : . Terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). FJK memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian (original research), tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kebidanan. JKKN menerima manuskrip dari hasil penelitian bidang keilmuan kebidanan, yang meliputi: kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, bayi dan balita, masa remaja, Keluarga Berencana (KB), klimakterium, komunitas kebidanan, pendidikan kebidanan dan terapi komplementer dalam kebidanan.
Arjuna Subject : -
Articles 123 Documents
EDUCATIONAL AND SELF-MANAGEMENT STRATEGIES FOR PREVENTING CATHETER-ASSOCIATED URINARY TRACT INFECTION IN HOME CARE: A STRUCTURED NARRATIVE REVIEW Rani Salsabila Efendi; Muhammad Idham Lubis
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2jdtjz81

Abstract

Long-term indwelling urinary catheters are increasingly managed in home settings, yet most catheter-associated urinary tract infection prevention guidelines were developed for hospitals and long-term care facilities. This review aimed to synthesize evidence regarding family-centered education, caregiver education, and self-management strategies for preventing infection and reducing healthcare utilization among adults with long-term indwelling catheters at home. A structured narrative review was conducted through searches of PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, and Garuda in September 2026. The reviewed literature covered publications from 2014 to 2026, and evidence was synthesized using thematic analysis based on evidence proximity. Twenty-three sources were included, consisting of clinical guidelines, regulations, intervention trials, observational studies, and literature reviews. The synthesis identified four main domains: patient and caregiver education, self-management and self-monitoring, multicomponent organizational interventions, and implementation challenges in community and resource-constrained settings. No clinical trials directly evaluated family caregiver education for home catheter care. The largest home-based self-management trial involved 202 participants and demonstrated reduced catheter blockage during the first six months, although no significant reduction in catheter-associated urinary tract infection was observed. Family-centered education is supported by guidelines; however, direct empirical evidence remains limited. Structured training using the teach-back method, discharge planning, and community nursing follow-up should be further evaluated in future research.
DETERMINAN PENERIMAAN IMUNISASI CAMPAK DOSIS KEDUA PADA BALITA Anita Dewi Anggraini; Dwi Ardani Rochmaniah; Laksmitha Janasti; Cintika Yorinda Sebtalesy; Diyas Windarena; Maya Purwaningtyas
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ms2qeh90

Abstract

Secara global, kasus campak mengalami lonjakan kasus pada tahun 2024. Rendahnya cakupan imunisasi campak dosis kedua masih menjadi tantangan dalam mengeliminasi campak. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan imunisasi campak dosis kedua (MCV2) pada balita di Kota Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 336 ibu yang memiliki anak usia 18–59 bulan dipilih menggunakan proportional random sampling dari enam wilayah kerja UPTD Puskesmas di Kota Madiun pada Juli–Agustus 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan verifikasi status imunisasi berdasarkan buku kesehatan anak. Analisis meliputi uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Proporsi anak yang menerima MCV2 sebesar 91,4%. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin (p = 0,035; OR = 2,356; 95% CI= 1,040–5,339), status MCV1(p = 0,000; OR = 15,619; 95% CI=10,326-23,624), OPV4 (p = 0,000; OR = 53,33; 95% CI: 13,540-210,081), Penta-3 (p = 0,000; OR = 48,523; 95% CI: 9,508-247.640), dan pengetahuan ibu (p = 0,002; OR = 3,311; 95% CI: 1,520-7,210) dengan penerimaan MCV2. Analisis multivariat menunjukkan bahwa status OPV4 berhubungan signifikan dengan penerimaan MCV2 (p = 0,002; OR = 49.193; 95% CI=4,058-596.341). Penguatan edukasi, pemberian pengingat, dan pelacakan anak yang belum menerima MCV2 sejak kunjungan imunisasi sebelumnya diperlukan untuk meningkatkan penerimaan MCV2. Upaya tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan status imunisasi, komunikasi dengan ibu, serta tindak lanjut terhadap anak yang melewatkan jadwal imunisasi secara lebih terpadu.
EFEKTIVITAS PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI Euis Susanti; Hana Haryani; Qorry Wahyuni
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 4 (2026): Oktober-Desember, Inproggres
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/4rqdap31

Abstract

Berat badan merupakan salah satu indikator antropometri penting untuk menilai pertumbuhan bayi. Pertumbuhan yang tidak optimal pada masa bayi dapat berdampak terhadap tumbuh kembang anak apabila tidak dilakukan deteksi dan intervensi sejak dini. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang banyak diteliti untuk mendukung peningkatan berat badan bayi adalah pijat bayi (baby massage). Penelitian ini bertujuan untuk menelaah efektivitas pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi berdasarkan bukti ilmiah dari penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan pencarian literatur melalui database Garuda, SINTA, Google Scholar, Cochrane Library, dan PubMed. Artikel yang ditelaah mencakup publikasi tahun 2021–2025. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh tujuh artikel penelitian utama yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil telaah menunjukkan bahwa seluruh artikel melaporkan adanya hubungan signifikan antara pemberian pijat bayi dengan peningkatan berat badan bayi, dengan nilai p < 0,05. Efek tersebut diduga berkaitan dengan stimulasi nervus vagus, peningkatan fungsi pencernaan, penyerapan nutrisi, serta penurunan hormon stres. Namun, interpretasi hasil perlu mempertimbangkan keterbatasan bukti berupa variasi desain penelitian, jumlah sampel yang relatif kecil, serta sebagian studi yang belum menggunakan kelompok kontrol. Pijat bayi dapat menjadi intervensi pendamping yang aman dan mudah diterapkan dalam mendukung pertumbuhan bayi.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN KUNJUNGAN NIFAS Mega Octamelia; Donny Tri Wahyudi; Reza Bintangdari Johan; Selvia Febrianti
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/bskh3v42

Abstract

Masa nifas merupakan periode kritis bagi kesehatan ibu dan bayi. Kunjungan nifas yang lengkap diperlukan untuk mendukung deteksi dini komplikasi, dukungan menyusui, konseling keluarga berencana, dan tindak lanjut hingga akhir minggu keenam.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kelengkapan kunjungan nifas pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Sebanyak 84 ibu nifas dipilih dari populasi 106 ibu nifas menggunakan simple random sampling. Faktor yang dianalisis meliputi usia, pendidikan, paritas, pekerjaan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), sikap, dan dukungan keluarga. Kelengkapan kunjungan nifas didefinisikan sebagai terlaksananya empat kali kunjungan nifas. Analisis bivariat menggunakan Fisher’s exact test dua sisi dan analisis multivariabel menggunakan model regresi logistik multivariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil responden (27.4%) memiliki kunjungan nifas lengkap. Tidak ditemukan faktor yang berhubungan signifikan secara statistik dengan kelengkapan kunjungan nifas. Namun praktik IMD dan dukungan keluarga menunjukkan tren positif terhadap peningkatan kelengkapan kunjungan nifas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada faktor yang terbukti berhubungan signifikan secara independen secara statistik pada α=5% dengan kelengkapan kunjungan nifas. Implikasi praktis menekankan pentingnya penguatan sistem penjadwalan, pengingat, dan penelusuran aktif ibu nifas. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan desain prospektif dengan sampel lebih besar serta melibatkan variabel akses, kualitas, dan pengalaman pelayanan.
ANALISIS DISPARITAS GEOGRAFIS RISIKO KEMATIAN NEONATAL DINI DI INDONESIA BERDASARKAN DATA SDKI 2017 Samuel Hadjo; Telvie Kasenda; Nicely Hadjo
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/4qrfvh05

Abstract

Kematian neonatal dini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan variasi risiko antarwilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi dan perbedaan risiko kematian neonatal dini berdasarkan regional dan provinsi menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Kematian neonatal dini didefinisikan sebagai kematian bayi dalam enam hari pertama kehidupan. Desain penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Variasi geografis dianalisis pada tingkat regional dan provinsi menggunakan regresi logistik, dengan hasil disajikan sebagai odds ratio (OR), 95% confidence interval (CI), dan nilai p. Pada tingkat regional, tidak ditemukan perbedaan risiko yang bermakna secara statistik dibandingkan Sumatera sebagai referensi: Jawa (OR=0,93; 95% CI: 0,66–1,32), Nusa Tenggara (OR=0,95; 95% CI: 0,59–1,54), Kalimantan (OR=1,12; 95% CI: 0,70–1,79), Sulawesi (OR=0,99; 95% CI: 0,66–1,50), dan Maluku/Papua (OR=1,00; 95% CI: 0,68–1,68). Namun, analisis tingkat provinsi menunjukkan heterogenitas yang lebih jelas. Kalimantan Selatan memiliki risiko secara signifikan lebih tinggi (OR=2,76; 95% CI: 1,27–5,97; p=0,010), sedangkan Kalimantan Timur menunjukkan risiko lebih rendah (OR=0,12; 95% CI: 0,01–0,97; p=0,048). Temuan ini menunjukkan bahwa disparitas kematian neonatal dini lebih terlihat pada tingkat provinsi, sehingga diperlukan pendekatan berbasis wilayah yang lebih spesifik dalam perencanaan intervensi.
ANALISIS PERAN BIDAN DALAM PELAKSANAAN EARLY EXERCISE DALAM MENCEGAH HAEMORARGI POST PARTUM Hainun Nisa; Puri Kresnawati; Friska Junita; Lenny Irmawaty
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/rdt9nk15

Abstract

Perdarahan postpartum (Haemorrhagi Post Partum/HPP) merupakan salah satu komplikasi utama yang berkontribusi terhadap kematian ibu sehingga diperlukan strategi pencegahan melalui pelayanan postpartum yang optimal. Early exercise merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat mendukung pemulihan ibu melalui peningkatan mobilisasi, sirkulasi darah, dan proses involusi uterus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bidan dalam pelaksanaan early exercise dalam mencegah HPP. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 115 bidan yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan di tujuh provinsi Indonesia dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, pertanyaan terbuka, dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,5% bidan memiliki praktik early exercise kategori baik, sedangkan 43,5% masih dalam kategori kurang baik. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan bidan dengan praktik early exercise (p=0,0051). Selain itu, praktik early exercise berhubungan signifikan dengan kejadian HPP (p=0,0135), dengan hasil regresi menunjukkan praktik baik memiliki risiko HPP lebih rendah (OR=0,198; p=0,011). Peningkatan kompetensi bidan, edukasi ibu postpartum, dan penguatan sistem pelayanan diperlukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan early exercise sebagai bagian dari upaya pencegahan HPP.
HUBUNGAN PIJAT BAYI DENGAN KUALITAS TIDUR BAYI: LITERATURE REVIEW Siska Handayani; Shinta Utami; Kusuma Putri Pratiwi
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 4 (2026): Oktober-Desember, Inproggres
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/sw52cs15

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam pertumbuhan fisik dan perkembangan neurologis bayi. Gangguan kualitas tidur dapat memengaruhi proses tumbuh kembang bayi sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis bukti ilmiah mengenai hubungan atau efektivitas pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 0–12 bulan. Metode penelitian menggunakan literature review naratif berdasarkan kerangka PICO dengan proses pencarian dan seleksi artikel mengikuti alur PRISMA melalui database Google Scholar, PubMed, ResearchGate, dan Garuda periode 2021–2026. Sebanyak 1.240 artikel ditemukan pada tahap identifikasi awal, kemudian melalui proses seleksi diperoleh 10 artikel penelitian original yang dianalisis. Artikel yang dianalisis menggunakan berbagai desain penelitian, yaitu pre-experimental, quasi experimental, cross sectional, dan kohort. Pengukuran kualitas tidur bayi dilakukan menggunakan instrumen berupa kuesioner atau lembar penilaian kualitas tidur serta evaluasi perubahan kualitas tidur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pijat bayi secara konsisten berhubungan dengan peningkatan kualitas tidur bayi, dengan sebagian besar penelitian menunjukkan nilai p-value <0,05. Pijat bayi berpotensi diterapkan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang bayi.
PREVALENSI DAN DETERMINAN INTENSI UNTUK BERHENTI MEROKOK SELAMA COVID-19 DI ACEH Muhammad Muhammad; Asnawi Abdullah; Radhiah Zakaria; Hermansyah Hermansyah; Meutia Zahara
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 4 (2026): Oktober-Desember, Inproggres
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3qp65j63

Abstract

Merokok masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit kronis dan kematian yang dapat dicegah. Intensi berhenti merokok merupakan tahap penting dalam perubahan perilaku karena menjadi dasar seseorang untuk melakukan upaya penghentian merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan determinan yang berhubungan dengan intensi berhenti merokok pada masyarakat perokok aktif di Aceh selama pandemi COVID-19. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 593 responden yang dipilih menggunakan random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 367 responden (61,89%) memiliki intensi berhenti merokok. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, lingkungan, dukungan keluarga, dan media informasi berhubungan signifikan dengan intensi berhenti merokok. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa sikap merupakan faktor paling dominan dengan AOR 6,21 (95% CI: 3,97–9,70; p=0,000), diikuti oleh dukungan keluarga dengan AOR 5,13 (95% CI: 3,28–8,02; p=0,000). Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan sikap positif dan penguatan dukungan keluarga menjadi aspek penting dalam meningkatkan intensi berhenti merokok pada masyarakat.
PENINGKATAN PERILAKU KEBERSIHAN DIRI ANAK SEKOLAH DASAR MELALUI INTERVENSI EDUKASI PERSONAL HYGIENE DAN PAKET KEBERSIHAN DIRI: STUDI MIXED METHODS Wulandari; Tuti Rohani; Nimas Ayu Lestari Nurjanah
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ak6jk638

Abstract

Personal hygiene merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan anak sekolah dasar. Praktik kebersihan diri yang kurang baik dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi, mengganggu kenyamanan belajar, dan berdampak terhadap kehadiran siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan pengetahuan dan perilaku personal hygiene siswa setelah pelaksanaan edukasi kesehatan dan pemberian paket kebersihan diri. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sekuensial eksplanatori. Komponen kuantitatif menggunakan rancangan one-group pretest-posttest pada 56 siswa kelas IV-VI SDN 150 Talang Sebaris, Kabupaten Seluma. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner skor 0-20 dan perilaku dinilai menggunakan lembar observasi skor 0-10. Data kualitatif melalui diskusi kelompok siswa dan wawancara guru digunakan untuk menjelaskan hasil kuantitatif. Analisis menggunakan paired sample t-test dan uji Wilcoxon. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 11,63 menjadi 17,75 (p<0,001), sedangkan skor perilaku meningkat dari 5,18 menjadi 8,77 (p<0,001). Setelah intervensi, 87,5% siswa memiliki pengetahuan baik dan 75,0% menunjukkan perilaku hygiene baik. Ditemukan peningkatan pengetahuan dan perilaku personal hygiene setelah pelaksanaan edukasi dan pemberian paket kebersihan diri. Namun, desain tanpa kelompok kontrol membatasi interpretasi hubungan sebab akibat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMERIKSAAN TRIPLE ELIMINASI PADA IBU HAMIL: LITERATURE REVIEW Ina Nurmayanti; Lia Novianty; Fanny Sukmasari
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 4 (2026): Oktober-Desember, Inproggres
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/z2wkec18

Abstract

Triple eliminasi merupakan program kesehatan nasional yang bertujuan mencegah penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke anak melalui pemeriksaan skrining selama kehamilan. Meskipun telah menjadi bagian dari pelayanan antenatal terpadu, cakupan pemeriksaan triple eliminasi di Indonesia masih belum mencapai target yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil melalui pendekatan literature review. Penelusuran literatur dilakukan melalui database Google Scholar dan Garuda dengan kriteria artikel penelitian original berdesain cross sectional yang dipublikasikan tahun 2023–2026. Sebanyak sepuluh artikel dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengetahuan, sumber informasi, motivasi, dan sikap ibu hamil merupakan faktor yang paling konsisten berhubungan dengan pemeriksaan triple eliminasi. Dukungan suami, peran tenaga kesehatan, akses layanan kesehatan, serta karakteristik sosiodemografi juga memiliki hubungan terhadap pelaksanaan pemeriksaan, meskipun hasilnya bervariasi antarwilayah. Penguatan edukasi kesehatan, peningkatan keterlibatan keluarga, dan optimalisasi peran tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil secara merata dan berkelanjutan.

Page 12 of 13 | Total Record : 123