cover
Contact Name
Anditania Sari Dwi Putri
Contact Email
litbang.bappedakrw@gmail.com
Phone
+6285795340338
Journal Mail Official
adm_litbang@karawangkab.go.id
Editorial Address
BAPPERIDA Kabupaten Karawang - Bidang Riset dan Inovasi Daerah Gd. Rubaya Lt. 2 Kompleks Kantor Bupati Karawang, Jl. A. Yani No. 1, Kec. Karawang Barat, Kab. Karawang, Jawa Barat 41314
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik
ISSN : -     EISSN : 31237258     DOI : -
JURNAL ILMIAH DAN KAJIAN AKADEMIK (JIKA), merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan pada BAPPEDA Kabupaten Karawang untuk memfasilitasi khususnya para pegawai yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang dan umumnya bagi pemangku kepentingan lainnya seperti peneliti, praktisi, dosen, mahasiswa dan unsur masyarakat lainnya untuk mempublikasikan hasil karya tulis ilmiahnya. Jurnal ini dikelola dengan melibatkan para ahli dibidangnya yang berasal dari internal maupun eksternal Pemerintah Kabupaten Karawang. Hadirnya Jurnal Ilmiah Kabupaten Karawang yang dikelola dengan baik dan profesional diharapkan akan semakin meningkatkan minat menulis dan minat mempublikasikan hasil tulisan dan penelitian ASN Kabupaten Karawang, khususnya dengan semakin banyaknya Jabatan Fungsional yang ada dan memerlukan wadah untuk publikasi yang bersifat peer-review.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025" : 18 Documents clear
Implementasi E-Sistem Informasi Manajemen Untuk Meningkatkan Efektivitas Promosi Pemasaran UMKM d’Sruput Melalui Media Sosial Kelsha Berliana Rifty; Asep Maulana
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi E-Sistem Informasi Manajemen (E-SIM) dalam meningkatkan efektivitas promosi pemasaran pada d’SRUPUT, sebuah UMKM di bidang minuman. Di tengah persaingan digital, pengelolaan data promosi yang manual sering kali menghambat optimalisasi pemasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengembangan sistem Waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, desain, implementasi, dan pengujian. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan informan kunci (pemilik), informan utama (staf operasional), serta informan pendukung (konsumen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transisi dari pengelolaan promosi konvensional ke berbasis E-SIM memberikan peningkatan signifikan pada metrik media sosial, antara lain: jangkauan per posting (+220%), interaksi (+350%), dan tingkat konversi penjualan (+140%). Implementasi E-SIM juga berhasil meningkatkan efisiensi biaya pemasaran dengan kenaikan Return on Investment (ROI) dari 200% menjadi 533%. Secara keseluruhan, E-SIM terbukti efektif sebagai alat manajemen data untuk mengubah pola promosi dari sporadis menjadi terencana dan berbasis data (data-driven), yang secara langsung memperkuat daya saing UMKM di pasar digital
Identifikasi Klaster Pembangunan Wilayah Kecamatan di Kabupaten Karawang: Pendekatan dengan Metode K-Medoids Aditya Idris
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketimpangan pembangunan wilayah masih menjadi isu penting di Kabupaten Karawang, di mana sebagian wilayah berkembang pesat sementara wilayah lain tertinggal baik dari segi infrastruktur, pelayanan publik, maupun aktivitas ekonomi. Pemetaan kondisi pembangunan wilayah secara komprehensif diperlukan sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan memetakan wilayah kecamatan di Kabupaten Karawang menggunakan analisis klaster berbasis pendekatan K-Medoids, dengan mempertimbangkan lima indikator pembangunan, yaitu aksesibilitas, pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi, yang masing-masing diwakili oleh variabel-variabel terkait. Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam mengelompokkan data ke dalam klaster yang memiliki kemiripan karakteristik, meskipun terdapat data outlier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecamatan-kecamatan di Kabupaten Karawang terbagi ke dalam empat klaster dengan karakteristik pembangunan yang beragam. Salah satu klaster diisi hanya oleh satu kecamatan yang menunjukkan capaian pembangunan tertinggi hampir di seluruh indikator, sedangkan klaster lainnya memiliki variasi kondisi, mulai dari wilayah dengan aksesibilitas baik dan fasilitas cukup memadai, hingga wilayah dengan keterbatasan sarana publik serta akses ekonomi yang masih rendah. Perbedaan klaster ini memperlihatkan ketidakmerataan pembangunan yang nyata, sekaligus menunjukkan adanya potensi wilayah tertentu untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan baru. Penelitian ini menegaskan perlunya strategi pembangunan yang disesuaikan dengan kondisi spesifik tiap klaster agar tercapai pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih seimbang di Kabupaten Karawang.
Peran Ayah Terhadap Frekuensi Kunjungan ke Posyandu dan Status Gizi Balita Mardani; Dwi Cahya Rahmadiyah
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran seorang ayah menjadi salah satu faktor tidak langsung permasalahan gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran ayah terhadap kunjungan ke posyandu dan status gizi balita usia 2-5 tahun di Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan pengambilan sampel sebanyak 121 ayah dengan balita usia 2-5 tahun di wilayah kerja Posyandu Puskesmas Pangkalan Karawang menggunakan instrument Fatherhood Scale (FS) dan Standar Antropometri Kementerian Kesehatan RI. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan hasil p-value 0,006 terdapat hubungan yang signifikan antara peran ayah dengan kunjungan ke posyandu dan tidak terdapat hubungan yang signifikan peran ayah terhadap status gizi pada balita usia 2-5 tahun dengan p value=0.062. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat peran ayah maka semakin baik juga kunjungan ke posyandu dan peran ayah yang baik tidak berdampak secara langsung terhadap status gizi balita. Hal ini menjadi penting melibatkan ayah dalam pengasuhan gizi balita sebagai bentuk upaya preventif masalah status gizi anak dengan meningkatkan peran serta ayah dalam kunjungan ke posyandu.
Intervensi Mendongeng oleh Ayah Sebelum Tidur sebagai Strategi Pengembangan Sosio-Emosional Anak Prasekolah Meisya Rafacintya; Delfiana Irene Harya
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena fatherless menjadi masalah serius dalam pengasuhan anak di Indonesia, di mana peran ayah masih sangat minim. Menurut Global Fatherhood Index (2021), Indonesia berada di peringkat ketiga dengan tingkat fatherless tertinggi, yang dapat menghambat perkembangan sosio-emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan peran ayah melalui intervensi berbasis keluarga yang terstruktur. Penelitian menggunakan metodologi pre-experimental one group pre-post test design without control yang dilaksanakan pada Juni 2025 di PAUD Desa Tirtasari, Kabupaten Karawang, penelitian pra-eksperimen ini melibatkan 40 anak usia 5-6 tahun yang tinggal bersama ayah, diambil dari populasi 50 anak berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi dilakukan dengan mendongeng selama lima hari menggunakan Panduan Dongeng Ayah Utama (PANDU) dimana berlandaskan SDIDTK. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi orang tua sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor sosio-emosional, dari rata-rata 4,80 (±1,36) menjadi 7,78 (±1,56) dengan p-value 0,001. Temuan utama mencakup: (1) peningkatan regulasi emosi 61,7% (2) Anak mengalami peningkatan kemampuan sosial sebesar 75,1%, dan (3) Kemampuan empati meningkat 51,2%, berdasarkan observasi. Intervensi mendongeng oleh ayah terbukti efektif dalam mencegah dampak fatherless dan mendukung program pemerintah seperti Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Penelitian ini merekomendasikan mendongeng sebagai metode intervensi yang praktis, mudah diterapkan, dan terjangkau bagi berbagai kalangan masyarakat
Model Konseptual Penguatan Kapasitas Ekonomi Kabupaten Karawang Berbasis Komunitas Daring di Media Sosial DWI JATI MARTA
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah menjadi katalis penting bagi penguatan UMKM di Indonesia, terutama melalui peran komunitas daring dan aktivitas ekonomi digital. Namun demikian, dinamika literasi digital dan modal sosial yang berbeda di setiap daerah menimbulkan kesenjangan dalam pemanfaatan peluang ekonomi berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kausal antar faktor-faktor yang memengaruhi penguatan UMKM, khususnya komunitas daring, literasi digital, dukungan eksternal, dan kapasitas ekonomi daerah, dengan menggunakan pendekatan system dynamics. Metode penelitian menggunakan desain kualitatif meliputi wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang kemudian dipetakan melalui Causal Loop Diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa reinforcing loop (R1-R3) yang memperkuat pertumbuhan UMKM melalui peningkatan literasi digital, aktivitas komunitas daring, dan keterlibatan pihak eksternal. Di sisi lain, balancing loop (B1-B2) menghambat pertumbuhan ketika kapasitas pelaku UMKM terbatas atau akses infrastruktur digital tidak merata. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa penguatan UMKM memerlukan interaksi sinergis antara modal sosial digital, literasi digital dan dukungan kelembagaan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan literasi digital, perluasan infrastruktur, serta fasilitasi kolaborasi multipihak sebagai strategi kunci akselerasi ekonomi digital UMKM.
Budaya Kuliner Jalanan sebagai Interioritas Urban Sementara: Kehidupan Publik dan Adaptasi Spasial di Karawang Muhamad Miftahul Karim
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi perkotaan pasca-pandemi telah mendefinisikan ulang pentingnya ruang publik sebagai medium pemulihan kolektif, interaksi sosial, dan aktivitas ekonomi informal. Di berbagai kota Asia Tenggara, kebangkitan kultur kuliner jalanan mencerminkan tidak hanya revitalisasi ekonomi, tetapi juga bentuk adaptasi spasial terhadap keterbatasan ruang urban. Namun, meskipun sejumlah studi telah membahas peran sosial-ekonomi pedagang kaki lima, dimensi spasial, sensorik, dan atmosferik yang membentuk lingkungan informal ini masih jarang dieksplorasi secara mendalam. Penelitian ini mengkaji fenomena interioritas urban fana melalui studi kasus koridor kuliner jalanan di Karawang, Indonesia sebuah kawasan peri-urban yang tengah mengalami transformasi pesat akibat ekspansi industri dan fragmentasi sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus yang didukung observasi partisipatif, pemetaan sensorik, dan wawancara mendalam, penelitian ini menelusuri bagaimana konfigurasi material temporer, negosiasi kolektif, dan pengalaman afektif bersama membentuk kondisi spasial menyerupai interior di ruang publik terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang kuliner jalanan berfungsi sebagai infrastruktur adaptif yang memperkuat kohesi sosial dan ketahanan spasial melalui kolaborasi akar rumput serta fleksibilitas temporal. Studi ini berkontribusi terhadap wacana arsitektur dan perkotaan dengan menempatkan temporer dan informalitas sebagai bentuk kecerdasan desain, bukan ketidakteraturan urban. Konsep interioritas urban adaptif yang ditawarkan memperluas pemahaman teoretis tentang praktik spasial keseharian dan memberikan wawasan praktis bagi perancangan ruang publik yang inklusif serta kontekstual di wilayah yang mengalami urbanisasi cepat
Transformasi Pendidikan dan Kebijakan: Strategi Penanggulangan Isu Ketenagakerjaan di Karawang Tribuna Haiqal Rio Wijaya; Almas Zulfarika; Nadya Khalifa Prastawa
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Karawang yang berkembang pesat sebagai sentra industri di Jawa Barat menghadapi tantangan serius dalam penyediaan tenaga kerja terampil. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian output pendidikan menengah dengan kebutuhan industri, serta merumuskan model digital vokasi yang efektif. Metode yang digunakan adalah campuran (mix methods) dengan pendekatan historis dan sosiologis berbasis studi literatur dan analisis data sekunder APM–TPT. Hasil menunjukkan bahwa meski Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK/MA meningkat menjadi 59,04 % pada 2024, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga tinggi (8,04 %), khususnya pada lulusan SMA/SMK (12,07 %), disebabkan kurikulum teoritis, praktik industri terbatas, dan kemitraan DU/DI yang belum merata. Kesimpulan penelitian merekomendasikan implementasi platform e‑Vokasi Karawang berbasis cloud untuk integrasi kurikulum, e‑portfolio, micro‑credentialing, dan monitoring real‑time APM–TPT, dengan model pilot tiga fase selama tiga bulan. Pembanding internasional (Australia dan Seoul) membuktikan efektivitas sistem serupa dalam meningkatkan penyerapan lulusan hingga > 90 %.
Karawang Menuju Kabupaten Sehat : Pendekatan Spasial dalam Penanggulangan Penyakit Menular Arini Ratnasari, S.Stat.
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Karawang sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri di Jawa Barat, menghadapi tantangan serius dalam pengendalian penyakit menular di tengah meningkatnya kepadatan penduduk dan urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola spasial persebaran penyakit menular menggunakan metode K-Means Clustering berbasis data kesehatan masyarakat dari 30 kecamatan di Kabupaten Karawang pada Tahun 2024. Variabel yang digunakan meliputi jumlah kasus Tuberkulosis (TBC), Pneumonia, HIV, Diare, Kusta, Demam Berdarah Dengue (DBD), dan Filariasis. Hasil analisis menunjukkan terbentuknya dua klaster utama. Klaster 0 meliputi enam kecamatan (Cikampek, Karawang Barat, Karawang Timur, Klari, Rengasdengklok, dan Telukjambe Timur) yang dikategorikan sebagai wilayah dengan tingkat risiko tinggi karena memiliki kepadatan penduduk tinggi, aktivitas industri intensif, serta mobilitas masyarakat yang besar. Sementara itu, Klaster 1 mencakup 24 kecamatan lainnya yang tergolong wilayah risiko rendah hingga sedang, dengan karakteristik perdesaan dan tingkat kejadian penyakit menular yang relatif lebih rendah. Hasil ini menunjukkan adanya keterkaitan yang kuat antara kondisi spasial, kepadatan penduduk, dan aktivitas ekonomi terhadap penyebaran penyakit menular. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan dan intervensi kesehatan berbasis wilayah menuju terwujudnya Karawang sebagai Kabupaten Sehat.
Studi Karakterisasi dan Reusabilitas Katalis CaO/SiO₂ Berbasis Biomassa Lokal Karawang dalam Sintesis Biodiesel Eti Ayu Nurhana; Christin Octaviani Sitanggang; Amalia Dian Fadilla; Meka Saima Perdani; Hilman Imadul Umam
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan biomassa lokal sebagai bahan baku katalis menjadi salah satu pendekatan berkelanjutan dalam produksi biodiesel. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik dan performa katalis CaO/SiO₂ berbasis limbah biomassa lokal dari Pasir Jengkol, Klari, Karawang, dalam sintesis biodiesel dari minyak jelantah. Katalis disintesis dari cangkang telur dan sekam padi, kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM-EDX dan FTIR. Reaksi transesterifikasi dilakukan pada suhu 65 °C selama 90 menit dengan rasio molar minyak terhadap metanol 1:9 dan penambahan katalis sebesar 4% massa minyak. Hasil SEM menunjukkan morfologi berpori dan tidak teratur dengan ukuran partikel rata-rata 2.22 µm. Analisis EDX menunjukkan bahwa Area 1 didominasi unsur kalsium dan oksigen, sedangkan Area 2 menunjukkan dominasi silikon dan oksigen, yang mengindikasikan keberadaan dua komponen utama, yaitu CaO dan SiO₂, meskipun penyebarannya belum sepenuhnya homogen. Spektrum FTIR mengonfirmasi keberadaan gugus Si–O–Si, Si–O, dan Ca–O, serta indikasi karbonat. Katalis menunjukkan efektivitas tinggi dengan yield biodiesel sebesar 68% pada siklus pertama dan 53% pada siklus kedua. Biodiesel yang dihasilkan memiliki densitas 1.118 g/mL dan viskositas 2.07 cSt pada 40 °C, menunjukkan bahwa produk masih berupa crude biodiesel. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa biomassa Karawang berpotensi digunakan sebagai bahan baku katalis heterogen yang efektif untuk produksi biodiesel.
Solusi Mewujudkan Karawang Maju melalui Optimalisasi Pengembangan Ekonomi Putih (Ekonomi Berbasis Berkah) Yudi Kristanto
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Karawang maju bukan hanya sekedar jargon atau harapan serta do’a, melainkan juga visi yang perlu diwujudkan dengan aksi nyata. Salah satu indikator yang menunjukan Karawang adalah kota yang maju adalah salah satunya berdasarkan data bahwa pada Maret 2025, persentase penduduk miskin di Karawang adalah 7,08% atau sekitar 169,80 ribu orang, menunjukkan penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Angka ini turun sebesar 0,78 poin persentase dibandingkan Maret 2024 dan turun 0,79 poin dibandingkan Maret 2023. Penurunan ini didorong oleh program bantuan sosial seperti PKH, BPNT, BLT Desa, dan bazar pangan murah. Salah satu upaya untuk terus meningkatkan kemajuan Karawang yaitu penerapan dan pengembangn ekonomi putih yaitu ekonomi syari’ah berbasis berkah karena hanya dengan konsep syari’ah suatu bangsa/negeri (kabupaten/lkota) akan maju (berkah) sesuai dengan filosofis dan spirit Al Quran surat Al A’rof : 96 tentang iman dan taqwa yang akan mendatangkan keberkahan, realisasi iman dan taqwa itu adalah salah satunya dengan konsitensi terhadap penerapankaidah ekonomi syari’ah. Tujuan : Untuk mengembangkan sistem ekonomi putih yaitu ekonomi syariah berbasis berkah untuk lebih meningkatkan Kabupaten Karawang sebagai kota maju. Metode : Penelitian Kualitatif dengan pengembangan sektor ekonomi putih yaitu ekonomi syari’ah berbasis berkah. Luaran yang ditargetkan adalah Jurnal penelitian yang dipublish pada Jurnal Ilmiah Karawang (JIKA) serta seminar dan diseminasi nasional dan rule model ekonomi biru berbasis ekonomi putih (syari’ah). Hasil Kesimpulan : Kesenjangan yang menjadi temuan penelitian adalah harapannya Karawang sebagai kota industri yang dapat menumbuhkan ekonomi dan perputaran kegiatan ekonomi yag pesat semestinya dapat mengembangkan aspek dan praktek ekonomi putih yaitu ekonomi syariah, tetapi faktanya adalah sektor ekonomi syari’ah belum optimal dikembangkan, malah lebih dominan sector ekonomi konvensional seperti contohnya adalah property yang berkembang lebih ke property konvensional dibanding kredit perumahahan secara syari’ah. Hal ini jika dianalisis dalam ekonomi modern seharusnya dapat seimbang antara sektor ekonomi konvensional dan ekonomi syari’ah mengingat jumlah umat muslim lebih dominan jika dibandingkan dengan non muslim, hal ini dapat diatasi persoalannya dengan pembuatan perda yang mendorong pengambangan sector ekonomi syariah sebagai kebijakan daerah mengingat Ekonomi putih (ekonomi syariah berbasis berkah) berpotensi mendatangkan keberkahan karena menghindari maksiat dalam hal ini adalah terbebas dari praktik ribawi, gharar, dan kezoimandan akan menjadikan sebab suatu negeri (daerah) maju/lebih maju karena aspek keberkahan, namum demikian tidak dapat dipungkiri meskipun belum optimal dan belum seimbang dengan ekonomi konvensional tetapi ekonomi putih sudah terlihat menggeliat di Karawang hal ini terbukti dari beberapa unit usaha yang ada di seputar lokasi penelitian di Karawang seperti perbankan syari’ah, bank perkreditan syari’ah, koperasi syari’ah, pegadaian syari’ah, hotel dan akomodasi syari’ah, potensi ekonomi putih walau belum sepenuhnya mendapat perhatian masyarakat hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya ekonomi konvensial yang dijadikan preferensi dan pilihan masyarakat di bandingkan ekonomi syari’ah, Kebaruan (novelty) dari hasil penelitian ini adalah penerapan ekonomi putih yaitu ekonomi yang berbasis syariah dengan pembiayaan syariah yaitu pembiayaan menggunakan prinsip mudharabah (bagi hasil) dan menghindari pembiayaan ribawi, hal ini yang membedakan dengan penelitian lain yang belum pernah menerapkan sistem ekonomi putih

Page 1 of 2 | Total Record : 18