cover
Contact Name
-
Contact Email
indah@lecturer.uluwiyah.ac.id
Phone
+6289676201737
Journal Mail Official
indah@lecturer.uluwiyah.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Mojosari Mojokerto Km. 4 Mojokerto Telp. (0321) 592783 Fax. (0321) 592783
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Al Kayyis
ISSN : -     EISSN : 26207242     DOI : https://doi.org/10.47759/67whmf02
Core Subject : Education,
Al Kayyis adalah jurnal ilmiah yaang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto. Terbit dua kali dalam satu tahun yaitu di bulan April dan bulan Oktober. Jurnal ini mewadahi kajian penelitian ilmiah dalam bidang pendidikan dasar. Fokus dan ruang lingkup Jurnal Al Kayyis diantaranya: 1. Manajemen dan Inovasi Pendidikan di MI/SD. 2. Desain, Model, Strategi dan Metode Pembelajaran MI/SD. 3. Media Pembelajaran MI/SD. 4. Evaluasi Pembelajaran di MI/SD, Pengelolaan Kelas di MI/SD. 5. Profesionalisme Pendiidk di MI/SD. 6. Pendidikan Inklusif di MI/SD. 7. Penelitian yang terintegrasi dengan MI/SD. 8. Topik-topik yang berhubungan dengan sekolah dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 29 Documents
RELIGIOUS CULTURE DI MADRASAH IBTIDAIYAH PADA MASA PANDEMI COVID-19 Risalul Ummah; Nur Annisaa' Filmaulidah; Andika Adelia Kartika
AL KAYYIS Vol 4 No 2 (2021): Oktober - Maret
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/ztbqj097

Abstract

Pendidikan agama pada sekolah dasar menempatkan pada posisi yang paling penting. Hal tersebut didasarkan pada nilai-nilai agama dan budaya luhur bangsa sebagai semangat dalam proses pengelolahan dan pembelajaran yang mengutamakan keteladanan, dalam perilaku dan amalan keagamaan. pada pendidikan nasional dapat berevolusi dengan mengembangkan kurikulum pada sekolah dasar berbasis religious cultur yang mana pada pelaksanaan pendidikan bukan hanya transfer ilmu semata, namun dapat transfer kebudayaan dengan penananaman nilai-nilai, norma-norma, atau adat istiadat. Pengembangan kurikulum kultur budaya Islam dalam proses pembelajaran di kelas atau di sekolah diharapkan dapat dilaksanakan melalui kegiatan yang secara langsung melibatkan peserta didik. Peserta didik sebagai subyek atau pelaku utama akulturasi kebudayaan. Pendidikan moral ini bisa di aplikasikan pada penanaman nilai-nilai agama di sekolah. Perwujudan pendidikan tersebut dapat diselenggarakan pada pendidikan dengan memperhatikan penanaman nilai-nilai religious dalam segala aspek aktivitas belajar. Pada masa pandemi COVID 19 pendidik dapat menyelipkan kutur budaya Islam di sela-sela pembelajaran yang dilakukan secara daring ataupun luring.
PENERAPAN KARAKTER KEMANDIRIAN MELALUI KEGIATAN PRAMUKA PADA KELAS IV MI (STUDI KASUS DI MI NADLATUL ULAMA SUMOKALI) Risalul Ummah; Moch. Nurcholis Majid
AL KAYYIS Vol 5 No 1 (2022): April - September
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/mrpnx608

Abstract

Implementasi pembiasaan pendidikan karakter kemandirian pada peserta didik dapat dilakukan dengan keikutsertaan dalam ektrakulikuler kepramukaan. Kepramukaan merupakan proses pendidikan yang menarik dan menyenangkan bagi anak dan pemuda di bawah bimbingan dan tanggung jawab orang dewasa. Kegiatan pendidikan pramuka dilaksanakan dalam lingkungan non formal dan informal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter kemandirian melalui kegiatan pramuka pada kelas IV MI Nadlatul Ulama Sumokali. Dengan jenis penelitian pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus, Metode pengambilan data yang digunakan  dalam penelitian  ini,  yaitu  wawancara,  observasi,  dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Menghasilkan kesimpulan penerapan karakter Kemandirian yang dilakukan oleh siswa kelas IV MI Nadlatul Ulama Sumokali dalam kegiatan pramuka melalui dua kegiatan utama yakni pertama, kegiatan latihan rutin melalui beberapa ketrampilan tali temali, ketrampilan baris berbaris, ketrampilan Semaphore dan Morse,Serta Ketangkasan Pionering, Kedua, kegiatan Perkemahan yang dilakukan secara mandiri maupun kolektif seperti perkemahan Persemi (perkemahan Sabtu dan Minggu) dan perkemahan kolektif yang dilakukan oleh kwarda kecamatan maupun kabupaten.
STRATEGI HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS) DALAM MENINGKATKAN CITRA LEMBAGA DI SEKOLAH DASAR (SD) AL AZHAR SYIFA BUDI SURABAYA Nurul Hidayati
AL KAYYIS Vol 8 No 1 (2025): April - September
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/5vppy109

Abstract

Dalam penyelenggaraan proses Pendidikan diperlukan peran humas sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat agar dapat berkolaborasi dalam pengembangan penyelenggaraan Pendidikan. Focus penelitian ini yaitu strategi humas dalam meningkatkan citra sekolah di SD Al Azhar Syifa Budi Surabaya. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik Analisa data yang digunakan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi selanjutnya data tersebut akan dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh yaitu :  humas dikategorikan menjadi empat bagian yaitu :  Humas bagian media sosial, bagian PPDB, humas bagian pendaftaran dan humas yang bagian memantau keseluruhan kegiatan. Setiap bagian tentunya memiliki tugas dan peranan yang berbeda sesuai fungsinya.  Adapun strategi humas di SD Al Azhar Syifa Budi Surabaya dalam meningkatkan citra (image) Lembaga diantaranya : strategi promosi melalui media sosial, parents gathering, program trial class, dan parents get parents.
Keefektifan Pendekatan Pembelajaran Whole Language terhadap Kemampuan Membaca pada Peserta Didik Kelas 3 MIN 3 Mojokerto Hari Prastyo; Muhammad Ali Dlofir; Alfi agustiana; Tria Nandhia Khaula; Anik Muawanah
AL KAYYIS Vol 8 No 1 (2025): April - September
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/80tt1443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keefektifan Pendekatan Pembelajaran Whole Language dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 3 MIN 3 Mojokerto. Pendekatan Whole Language menekankan penggunaan bahasa secara holistik dalam konteks nyata, memungkinkan siswa belajar melalui aktivitas yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, seperti membaca cerita dan diskusi teks. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test pada satu kelompok. Sebanyak 28 siswa kelas 3 MIN 3 Mojokerto dipilih sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan membaca yang dilakukan sebelum dan sesudah penerapan Pendekatan Whole Language selama tiga minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca siswa, dengan rata-rata peningkatan sebesar 28%. Penerapan Pendekatan Whole Language memberikan hasil yang positif dalam memahami teks bacaan, terutama karena siswa terlibat aktif dalam berbagai kegiatan membaca dan analisis teks yang bermakna. Temuan ini merekomendasikan bahwa Pendekatan Whole Language dapat diterapkan secara lebih luas di kelas-kelas sekolah dasar untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa secara efektif. Guru di MIN 3 Mojokerto dan sekolah lainnya disarankan untuk mengintegrasikan pendekatan ini dalam pengajaran sehari-hari untuk mencapai hasil belajar yang optimal.
MANAJEMEN TATA USAHA DALAM MENDUKUNG LAYANAN AKADEMIK DI SD MUHAMMADIYAH 4 SURABAYA Nurul Hidayati; Tisa Maulida Denitasari
AL KAYYIS Vol 7 No 2 (2024): Oktober - Maret
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/ehg3yr18

Abstract

Manajemen tata usaha merupakan proses pendayagunaan sumber daya manusia yang ada disuatu sekolah dengan menerapkan fungsi manajemen melalui koordinasi antara kepala sekolah, kepala tata usaha, dan para staff tata usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang sudah dilaksanakan menunjukkan beberapa kesimpulan sebagai berikut: (1) Proses manajemen tata usaha di SD Muhammadiyah 4 Surabaya diawali dengan kegiatan perencanaan yang dilakukan oleh Kepala Tata Usaha yang sebelumnya berkoordinasi dengan Kepala Madrasah. Setelah seluruh program dan kegiatan direncanakan dilakukan pengorganisasian dengan pembagian tugas dan pengklasifikasian kegiatan. Agar staff dan karyawan bisa bekerja dengan baik maka harus ada motivasi dan pelatihan, dalam hal ini dilakukan pada proses penggerakan (2) Dampak dari penerapan manajemen tata usaha dalam mendukung layanan akademik siswa di SD Muhammadiyah 4 Surabaya adalah pelayanan yang lebih cepat dan muda dengan pelayanan terpadu satu pintu
IMPLEMENTASI RELIGIOUS CULTURE SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN AKHLAK DAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS 6 DI MI AL-AZIZIYAH BANGSAL MOJOKERTO Abdul Gofar
AL KAYYIS Vol 7 No 1 (2024): April - September
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/0aqthr94

Abstract

Pendidikan berperan penting dalam proses pembentukan karakter siswa, terutama ketika terjadi krisis moral generasi muda saat ini. Sebuah solusi yang bisa diterapkan yaitu dengan pelaksanaan religious culture. Religious culture bermakna pembiasaan berbagai nilai religius guna memunculkan akhlak mulia siswa. MI Al-Aziziyah Bangsal Mojokerto telah menerapkan strategi ini guna membekali siswa dengan kebiasaan positif dan karakter yang kuat. Pendekatan kualitatif deskriptif dijadikan sebagai metode penelitian dengan observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Observasi dilakukan untuk melihat langsung implementasi religious culture dan wawancara dengan kepala sekolah untuk menggali informasi lebih mendalam. Seluruh perolehan data dianalisis dengan model interaktif menurut Miles & Huberman. MI Al-Aziziyah Bangsal Mojokerto menerapkan religious culture sebagai upaya membentuk karakter siswa melalui berbagai kegiatan, mencakup salat dhuha berjamaah, membaca Al-Qur’an, doa bersama, istighotsah, tahlil, hingga kultum. Program ini bukan sekadar rutinitas, namun ditanamkan menjadi pembiasaan agar nilai religius dapat melekat dalam ke keseharian siswa. Kepala sekolah menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan bukan hanya berasal dari kecerdasan intelektual, melainkan dari akhlak yang baik. Penerapan religious culture ini sejalan dengan teori pendidikan Islam yang mencakup ta’lim, ta’dib, dan tarbiyah yang menekankan pembelajaran ilmu, pembiasaan perilaku, serta pembinaan moral dan emosional.
Inovasi Kelas Akhlak : Merekam Peran Diskusi dan Game Edukatif dalam Pembelajaran yang Bermakna Kelas VI di MI Darul Falah Sumberwono Bangsal Abdul Gofar; Himmatul Aliyah
AL KAYYIS Vol 6 No 2 (2023): Oktober - Maret
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/sk298795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa dalam belajar Akidah Akhlak dengan menerapkan metode diskusi dan game edukatif kepada siswa kelas VI MI Darul Falah Sumberwono Bangsal . Latar belakangnya berasal dari masalah kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran karena metode yang digunakan masih monoton, yaitu berupa ceramah dan pengerjaan tugas di LKS. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua tahap, yaitu penerapan metode diskusi dan penerapan game edukatif. Data dikumpulkan dengan cara mengamati, melakukan wawancara, dan mencatat dokumen, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk melihat perubahan dalam tingkah laku belajar, keaktifan, dan respons siswa terhadap kegiatan yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi dan permainan edukatif mampu membuat suasana belajar lebih interaktif, menyenangkan, dan bermakna. Dengan metode diskusi, siswa lebih aktif berbicara, bekerjasama, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta reflektif terhadap nilai-nilai akhlak. Sementara itu, permainan edukatif membuat siswa lebih antusias, termotivasi, dan mudah memahami materi karena pembelajaran terasa menyenangkan dan kompetitif. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa pembelajaran dengan pendekatan permainan lebih menarik dibandingkan metode konvensional. Dengan demikian, kombinasi metode diskusi dan game edukatif berdampak positif dalam meningkatkan motivasi, keaktifan, dan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Akidah Akhlak serta mendukung pembelajaran yang berfokus pada penguatan karakter peserta didik.
ANALYSIS OF THE INTEGRATION OF THE DINIYAH CURRICULUM AND THE INDEPENDENT CURRICULUM IN BOOK-BASED RELIGIOUS LEARNING AT PKBM AL WAFA ELEMENTARY SCHOOL, SIDOARJO  Mei Kalimatusyaro; Dwi Qurrota ‘Ayun; Muhammad Irfan Firdani; Nurul Hidayati; Rifdah Rusdania; Witris Salami
AL KAYYIS Vol 8 No 2 (2025): Oktober - Maret
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/67whmf02

Abstract

This study aims to analyze the integration of the Diniyah Curriculum and the Merdeka Curriculum in book-based religious learning at PKBM Al Wafa Elementary School. The integration is essential because the institution maintains its religious educational identity through classical Islamic texts while simultaneously adhering to national standards required by the Merdeka Curriculum. This research employs a qualitative approach using a case study design to explore the implementation process, teaching strategies, and supporting and inhibiting factors of curriculum integration. Data were collected through observations, interviews, and document analysis. The findings reveal that integration is carried out by aligning classical texts such as Akhlakul Banin and Khulashoh with the learning outcomes of the Merdeka Curriculum. Teachers adopt gradual instructional methods, including demonstrations, text reading, and vocabulary interpretation, supported by contextual activities that promote meaningful learning experiences. Key supporting factors include the school’s strong diniyah culture, parental involvement, and teacher competence. Challenges arise from students’ young age and varying levels of learning motivation. Overall, the integration process is effective and contributes positively to students’ understanding of moral values and the strengthening of religious character formation.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MENGGUNAKAN MEDIA QUIZIZZ UNTUK MATERI PERUBAHAN WUJUD BENDA PADA PESERTA DIDIK KELAS IV MIN 3 MOJOKERTO Hari Prastyo; Muhammad Ali Dlofir; Bunga Melati; Ayunin Uswatun Chasanah; Rifka Rahilla
AL KAYYIS Vol 7 No 2 (2024): Oktober - Maret
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/jybrpn17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan aplikasi Quizizz yang merupakan aplikasi game edukatif sebagai aplikasi evaluasi pembelajaran kelas pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi perubahan wujud benda dan melihat dampak penerapannya dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas IV di MIN 3 Mojokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang di lakukan melalui beberapa metode yaitu studi pustaka, angket, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Quizizz efektif dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan peran aktif peserta didik dalam proses pembelajaran melalui kuis interaktif yang menarik. Fitur-fitur beragam yang disediakan oleh Quizizz, seperti penggunaan gambar, video, dan audio, memperkaya pengalaman belajar peserta didik. Selain itu, batas waktu dalam menjawab pertanyaan kuis mendorong peserta didik untuk berpikir cepat dan membuat keputusan dengan cepat. Umpan balik instan setelah menyelesaikan kuis memungkinkan peserta didik untuk mengevaluasi pemahaman mereka dan memperbaiki kelemahan. Penggunaan Quizizz juga meningkatkan motivasi belajar peserta didik melalui pencapaian dalam kuis dan penghargaan dalam belajar. Secara keseluruhan, penggunaan aplikasi Quizizz menciptakan lingkungan belajar yang interaktif juga kondusif. Karena faktor tersebut, dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik, baik intrinsik maupun ekstrinsik. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa Quizizz dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik secara keseluruhan.

Page 3 of 3 | Total Record : 29