cover
Contact Name
Ratu Tsamarah Kusumaning Ayu
Contact Email
ratu.tsamarah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Brigjen Dharsono No. 12 B, Kedawung, Kabupaten Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : https://doi.org/10.38165/
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan is a health scientific journal under Lembaga Pengembangan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) of Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon. This journal is published as a platform for academics and healthcare practitioners to disseminate information about the development of science and technology in the healthcare sector. The scope of this journal covers: public health, nursing, midwifery, physiotherapy, radiodiagnostic, pharmacy, and health analysis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 224 Documents
MANAJEMEN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI COVID-19 DI RUMAH SAKIT DR. SOBIRIN KABUPATEN MUSI RAWAS Catherine Dwi Augusthi Putri; Rizma Adlia Syakurah
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i2.361

Abstract

Rumah Sakit Dr. Sobirin mengupayakan “Pelayanan Prima dan Berkeadilan” terutama selama pandemi COVID-19. Namun, kasus penularan COVID-19 di Kabupaten Musi Rawas, yang mungkin terkait dengan penularan oleh petugas kesehatan dan kelemahan sistem skrining, menyoroti Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) yang tidak optimal. Oleh karena itu, rumah sakit perlu membuat program IPC yang andal. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk melihat program PPI di RSUD Dr. Sobirin pada masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Musi Rawas. Informan meliputi berbagai tenaga kesehatan dan tenaga pengelola PPI, serta observasi kegiatan rumah sakit yang terkait dengan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Model pendekatan yang digunakan yaitu manajemen program. Inisiasi program melibatkan tiga tahap: permintaan dan analisis proyek, identifikasi pemangku kepentingan, dan otorisasi proyek. Perencanaan mencakup tujuh aspek: ruang lingkup, sumber daya, komunikasi, jadwal, tim, tim, rencana kerja, dan struktur rincian kerja. Kegiatan utama meliputi program PPI untuk staf, pasien COVID-19, keluarga/komunitas, dan lingkungan rumah sakit. Pemantauan mencakup anggaran dan manajemen risiko, dengan pelaporan data pengawasan harian. Evaluasi meliputi evaluasi proses dan hasil. Secara keseluruhan, Program PPI di RSUD Dr. Sobirin selama pandemi COVID-19 telah berhasil, terbukti dengan meningkatnya kepatuhan staf dalam hal kebersihan tangan, penggunaan APD, penanganan peralatan perawatan pasien, pengelolaan linen, dan pembuangan limbah berdasarkan hasil pemantauan dan audit. Diperlukan penerapan kewaspadaan standar dan peningkatan keamanan lingkungan melalui pengadaan sarana, pelatihan bagi petugas kesehatan, serta penyuluhan bagi pasien dan pengunjung.Kata Kunci: Covid-19; Infeksi; Manajemen Program; Pencegahan; PengendalianAbstract Dr. Sobirin Hospital strives for 'Excellent and Equitable Service,' especially during the COVID-19 pandemic. However, cases of COVID-19 transmission in Musi Rawas District, possibly related to healthcare workers and weaknesses in the screening system, highlight suboptimal Infection Prevention and Control (IPC). Therefore, hospitals need to establish a reliable IPC program. This descriptive qualitative research, conducted at Dr. Sobirin Hospital, Musi Rawas Regency, employs a case study approach to examine the IPC program during the Covid-19 pandemic. Informants include various health workers and PPI management personnel, alongside observations of hospital activities related to the Infection Prevention and Control (PPI) program. The program management model used involves three stages: project request and analysis, stakeholder identification, and project authorization. Planning covers seven aspects: scope, resources, communication, schedule, team, work plan, and work breakdown structure. Key activities include IOP programs for staff, COVID-19 patients, families/communities, and the hospital environment. Monitoring involves budget and risk management, with daily surveillance data reporting. Evaluation includes process and outcome evaluation. Overall, the IOP Program at RSUD Dr. Sobirin during the COVID-19 pandemic has been successful, as evidenced by increased staff compliance in hand hygiene, PPE use, patient care equipment handling, linen management, and waste disposal based on monitoring and audit results. It is necessary to implement standard precautions and improve environmental safety through facility procurement, health worker training, and counseling for patients and visitors.Keywords: Control; Covid-19; Infection; Program Management; Prevention
HUBUNGAN GLUKOSA DARAH PUASA DAN KOLESTEROL TOTAL PADA PEROKOK DI KAMPUNG JEMBATAN JAKARTA TIMUR Tri Prasetyorini; Syaeful Rahmad; Adia Putra Wirman; Elvyna Rizka Freshantyka
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i2.364

Abstract

Merokok dikaitkan dengan berbagai penyakit, terutama yang mempengaruhi paru-paru serta sistem kardiovaskular. Kebiasaan merokok dan paparan nikotin berkepanjangan dapat meningkatkan radikal bebas dalam tubuh dan mengurangi efektivitas insulin, kemudian akan meningkatkan kadar gula darah. Penggunaan nikotin jangka panjang juga dapat meningkatkan kadar trigliserida, kolesterol, dan VLDL sekaligus menurunkan kadar HDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan kadar glukosa darah puasa dan kolesterol total pada perokok di Kampung Jembatan Jakarta Timur. Desain yang digunakan dalam penelitian bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan cross sectional. Pemeriksaan sampel diuji menggunakan spektrofotometer. Analisis data yang digunakan berupa uji spearman. Sampel diambil dari 38 responden yang berusia 20 hingga 40 tahun. Terdapat 13 responden perokok ringan, 12 responden perokok sedang, dan 13 responden perokok berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok terhadap kadar glukosa darah puasa dan kadar kolesterol total dengan nilai Sig 0.000 pada kedua variabel. Semakin sering responden merokok, maka semakin tinggi kadar kolesterol dan kadar glukosa.  Untuk penelitian selanjutnya pengujian dengan sampel yang lebih banyak. Mempertimbangkan faktor lain yang dapat mempengaruhi kadar glukosa darah dan kolesterol total seperti aktivitas fisik, gaya hidup dan makanan yang dikonsumsi. Mengedukasi masyarakat akan dampak yang ditimbulkan rokok dan mengedukasi masyarakat untuk memperbaiki gaya hidupnya menjadi lebih baik.Kata kunci: Glukosa Darah; Kolesterol; Perokok Abstract Smoking is associated with various diseases, especially those that affect the lungs and cardiovascular system. Smoking habits and prolonged exposure to nicotine can increase free radicals in the body and reduce the effectiveness of insulin, which will then increase blood sugar levels. Long-term nicotine use can also increase triglyceride, cholesterol and VLDL levels while lowering HDL levels. This study aims to determine whether there is a relationship between fasting blood glucose levels and total cholesterol in smokers in Kampung Jembatan, East Jakarta. The design used in the research is descriptive analysis with a cross-sectional approach. The samples were tested using a spectrophotometer. The data analysis used was the Spearman test. Samples were taken from 38 respondents aged 20 to 40 years. There were 13 respondents who were light smokers, 12 respondents who were moderate smokers, and 13 respondents who were heavy smokers. The results of the study showed that there was a significant relationship between smoking habits for fasting blood glucose levels and total cholesterol levels, with a Sig value of 0.000 for both variables. The more often the respondent smokes, the higher the cholesterol and glucose levels. For further research, testing with larger samples. Consider other factors that can influence blood glucose and total cholesterol levels, such as physical activity, lifestyle and food consumed. Educating the public about the impacts of smoking and educating the public to improve their lifestyle for the better.Keywords: Blood Glucose; Cholesterol,;Smoker
RELAKSASI NAFAS DALAM KOGERTA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA KLIEN HIPERTENSI Mujito Mujito; Sri Mugianti; Andi Hayyun Abiddin
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.366

Abstract

Relaksasi nafas dalam kogerta salah satu terapi non farmakologis pada klien hipertensi yang dilakukan dengan cara menarik nafas melalui hidung secara maksimal dan lambat kemudian menghembuskan nafas melalui mulut secara perlahan dengan kombinasi berbagai gerakan tangan yang terdiri dari gerakan pemanasan, inti, dan pendinginan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi efektifitas latihan teknik relaksasi nafas dalam kogerta terhadap penurunan tekanan darah klien hipertensi. Desain penelitian yang digunakan pra eksperimental one group pretestt-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh klien hipertensi di desa Kesamben Kabupaten Blitar yang berjumlah 58 orang. Teknik sampling yang digunakan Purposive sampling, besar sampel sebanyak 30 klien hipertensi primer yang memenuhi kriteria inklusi diantaranya bersedia menjadi responden, rentang usia 45 tahuan – 70 tahun, pengukuran tekanan darah ≥ 140/90 mmHg dan tidak sedang mendapatkan terapi farmakologis. Sedangkan kriteria eksklusi yakni klien dengan penyakit kronis (jantung, diabetes mellitus, gagal ginjal, dan lain-lain). Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran tekanan darah saat pretest dan postes. Analisis menggunakan paired t-test dengan p: a<0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai tekanan darah untuk pretestt systole 162,33 mmHg dan diastole 94,55 mmHg dan posttest systole 147,17 mmHg dan diastole 86,36 mmHg. Hasil analisis didapatkan nilai p=0,000. Latihan teknik relaksasi nafas dalam kogerta efektif dalam menurunkan tekanan darah klien hipertensi. Klien hipertensi diharapkan menggunakan teknik relaksasi nafas dalam kogerta sebagai alternatif terapi non farmakologis untuk menurunkan tekanan darah.Kata Kunci: Relaksasi; Nafas Dalam; Hipertensi Abstract Deep breathing relaxation is a non-pharmacological therapy for hypertensive clients which is done by inhaling through the nose maximally and slowly then exhaling through the mouth slowly with a combination of various hand movements consisting of heating, core, and cooling movements. The purpose of this study is to identify the effectiveness of Kogerta deep breathing relaxation techniques in reducing blood pressure in hypertensive clients. The research design used was a pre-experimental one group pretestt-posttest design. The population were all hypertensive clients in Kesamben village with 58 respondents. The sampling technique used was purposive sampling, a sample size of 30 primary hypertension clients who met the inclusion criteria including willing to be respondents, age range 45-70 years, blood pressure measurement ≥ 140/90 mmHg and did not currently receiving pharmacological therapy. While the exclusion criteria were clients with chronic diseases (heart, diabetes mellitus, kidney failure, etc.). Data collection was carried out by measuring blood pressure during the pretest and posttest. Paired t-tests was used for analysis and obtained p = 0.000. The results showed an average blood pressure value for the pretestt systole was 162.33 mmHg and diastole by 94.55 mmHg, while the posttest systole was 147.17 mmHg and diastole was 86.36 mmHg. Kogerta deep breathing relaxation technique exercise is effective in reducing the blood pressure of the hypertensive clients. The hypertensive clients are expected to use the kogerta deep breathing relaxation techniques as an alternative to non-pharmacological therapy to reduce their blood pressure.Keywords: Relaxation; Deep Breathing; Hypertension
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS ILIOTIBIAL BAND SYNDROME DEXTRA DENGAN MODALITAS LOW LEVEL LASER THERAPY (LLLT), STRETCHING EXERCISE, DAN KINESIO TAPING TAHUN 2022 Teki Mahasih; Gina Fazrina; Adijanto Adijanto; Jaenudin Jaenudin; Uun Kurniasih; Ika Dwi Lestari
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.368

Abstract

Sebuah studi epidemiologi baru-baru ini di Amerika Serikat menyimpulkan bahwa insiden cedera lutut akut yang datang ke unit gawat darurat adalah 2,29 per 1000 penduduk dan bukti menunjukkan bahwa mungkin kira-kira setengah dari semua pasien dengan cedera lutut akut akan menunjukkan cedera pada saluran IT pada Magnetic Resonance Imaging (MRI). Tujuan penulisan untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi menggunakan modalitas Low Level Laser Therapy (LLLT), stretching exercise dan kinesio taping pada kondisi Iliotibial Band Syndrome. Subjek dalam penelitian ini adalah An. F berusia 15 tahun berjenis kelamin laki-laki dengan diagnosa Iliotibial Band Syndrome. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 1 klien. Metode pengumpilan data dengan cara pemeriksaan subjektik, pemeriksaan objektif, pemeriksaan gerak, Pemeriksaan kemampuan kognitif, keterampilan personal dan interpersonal, pemeriksaan fungsional dan lingkungan aktivitas, dan pemeriksaan spesifik. Penelitian menggunakan studi kasus deskriptif dengan metode observasi partisipasif. Prosedur intervensi fisioterapi dengan terapi Low Level Laser Therapy (LLT) dan stretching exercise. Teknik analisa data dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan cara tindakan fisioterapi pada pasien An. F di Poli Fisioterapi Klinik Utama Metro Kuningan sebanyak 4 kali terapi. Evaluasi tindakan fisioterapi berupa pemeriksaan nyeri dengan Visual Analog Scale (VAS), pemeriksaan Lingkup Gerak Sendi (LGS) dengan Goneometer dan pemeriksaan spasme dengan palpasi. Pasien dengan diagnosa iliotibial band syndrome setelah diberikan program fisioterapi dengan Low Level Laser Therapy (LLLT), stretching exercise dan kinesio taping selama 4 kali terapi dengan hasil berkurangnya nyeri, bertambahnya Lingkup Gerak Sendi (LGS) dan berkurangnya spasme. Pasien disarankan untuk melakukan terapi secara rutin dan melakukan latihan – latihan yang diberikan oleh fisioterapi seperti melakukan stretching exercise, selama 5-10 menit sebelum beraktifitas, dan menganjurkan mengompres dengan air hangat  jika merasakan nyeri, juga untuk keberlanjutan keberhasilan terapi pasienKata Kunci: iliotibial band syndrome; LLLT; stretching exercise; kinesio tapingAbstract A recent epidemiological study in the United States concluded that the incidence of acute knee injuries presenting to the emergency department was 2.29 per 1000 population and evidence suggests that perhaps approximately half of all patients with acute knee injuries will present an injury to the canal. IT on Magnetic Resonance Imaging (MRI). The purpose of writing is to find out the physiotherapy management using Low Level Laser Therapy (LLLT) modalities, stretching exercise and kinesio taping in the condition of iliotibial band syndrome. The subjects in this study were An. F, 15 years old male with a diagnosis of iliotibial band syndrome. The sample in this study amounted to 1 client. Methods of collecting data by way of subjective examination, objective examination, movement examination, examination of cognitive abilities, personal and interpersonal skills, functional examination, and activity environment. and specific examination This type of descriptive case study research uses participatory observation methods Physiotherapeutic intervention procedures with Low Level therapy Laser Therapy (LLT) and stretching exercises. Data analysis techniques with interview techniques, observation, and documentation studies. This study used a case study method by means of physiotherapy measures in patient An. F at the Metro Kuningan Main Clinic Physiotherapy Polytherapy for 4 times. Evaluation of physiotherapy measures in the form of examination of pain with the Visual Analog Scale (VAS), examination of the Scope of Motion of the Joints (LGS) with a Goneometer and examination of spasms with palpation. The patient diagnosed with iliotibial band syndrome after being given a physiotherapy program with Low Level Laser Therapy (LLLT), stretching exercises and kinesio taping for 4 times of therapy with the results of reduced pain, increased Range of Joint Movement (LGS) and reduced spasms. Patients are advised to do therapy regularly and do exercises given by physiotherapists such as doing stretching exercises, for 5-10 minutes before activity, and recommend compresses with warm water if they feel pain, also for the continued success of the therapy.Keywords: iliotibial band syndrome; LLLT; stretching exercise; kinesio taping
HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMPN 2 BANJARAN Ela Rohaeni; Iis Iis; Neng Siti Khodijah
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.370

Abstract

Perilaku seksual pada remaja dipengaruhi beberapa faktor diantaranya adalah pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual remaja pada siswa kelas 3 di SMP Negeri 2 Banjaran. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 60 orang dengan pengambilan sampel secara total sampling. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu kuesioner. Analisis yang digunakan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas 3 mempunyai pengetahuan baik sebanyak 33 responden (55%) dan berdasarkan perilaku seksual remaja didapatkan remaja mempunyai prilaku seksual tidak baik sebanyak 38 siswa ( 63%).  Berdasarkan hasil bivariat didapatkan terdapat hubungan yang signifikan anatara pengetahuan dengan perilaku seksual remaja dengan p value sebesar 0,003 artinya p value < 0,005. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pihak sekolah bisa berkerjasama dengan puskesmas untuk memberikan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja dan pendidikan seksual. Sehingga remaja menjadi peduli terhadap kesehatan reproduksinya.Kata Kunci: Pengetahuan; Kesehatan Reproduksi; Perilaku Seksual RemajaAbstractSexual behavior in adolescents is influenced by several factors including knowledge. This study aims to determine the relationship of reproductive health knowledge to adolescent sexual behavior in grade 3 students at SMP Negeri 2 Banjaran. The research design used is observational analytic. The approach used in this research is cross sectional. The sample in this study was 60 people with total sampling. The data collection method used is a questionnaire. The analysis used uses univariate and bivariate analysis. The results of the univariate study showed that most of the 3rd grade students had good knowledge of 33 respondents (55%) and based on adolescent sexual behavior it was found that 38 students (63%) had bad sexual behavior. Based on the bivariate results, it was found that there was a significant relationship between knowledge and adolescent sexual behavior with a p value of 0.003 meaning that the p value <0.005. Based on the research results, it is hoped that schools can work together with health centers to provide knowledge about adolescent reproductive health and sexual education. So that teenagers become concerned about their reproductive health.Keywords: Knowledge; Reproductive Health’ Adolescent Sexual Behavior
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA LIMA DIMENSI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RS CIREMAI KOTA CIREBON Nur Arofah; Laili Nurjannah Yulistiyana
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.371

Abstract

Menurut hasil evaluasi kepuasan pasien yang dilakukan oleh Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon yang dilakukan setiap tiga bulan diperoleh adanya komentar yang diberikan oleh pasien mengenai perlunya perbaikan sarana dan prasarana, meningkatkan penanganan dan keramahan petugas. Tujuan umum penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara lima dimensi kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian mixed methods. Subjek penelitian ini adalah pasien rawat inap yang tercatat pada tahun 2021 dengan populasi 11.474 pasien dan menggunakan teknik sampling purpossive sampling dan diperoleh sampel 99 responden untuk penelitian kuantitatif dan 15 informan untuk penelitian kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data kuantitatif dengan menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan uji Rank Spearman sedangkan analisis data kualitatif menggunakan reduksi data, triangulasi dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian univariat bahwa dari 99 responden, hampir setengahnya (44,4%) responden menilai tidak puas dan sebagian besar (55,6%) responden menilai puas. Hasil penilitian bivariat menunjukan bahwa ada hubungan kehandalan (reability) (p=0,005), jaminan (assurance) (p=0,001), bukti fisik (tangibel) dengan kepuasan (p=0,000), empati (empathy) (0,000), daya tanggap (responsiveness) (0,003) dengan kepuasan pasien rawat inap. Variabel kehandalan (reability) adalah variabel yang paling dominan dengan p value 0,005. Terdapat 5 variabel yang berhubungan dengan kepuasan pasien rawat inap, dimana dimensi yang paling dominan adalah kehandalan (reability). Rumah sakit diharapkan agar melakukan penilaian, pembinaan dan evaluasi terhadap petugas. Pasien diharapkan untuk melakukan komunikasi jika mendapatkan pelayanan yang tidak baik dan mengisi kotak saran yang telah disediakan oleh rumah sakit.Kata Kunci: kehandalan; jaminan; bukti fisik; empati; daya tanggap; kepuasan pasien AbstractAccording to the results of the evaluation of patient satisfaction conducted by the Ciremai Hospital in Cirebon City which is carried out every three months, it was found that there were comments given by patients regarding the need to improve facilities and infrastructure, improve handling and friendliness of staff. The general objective of this study was to analyze the relationship between the five dimensions of health service quality and inpatient satisfaction at Ciremai Hospital, Cirebon City. The research method used is mixed methods research. The subjects of this study were inpatients who were registered in 2021 with a population of 11,474 patients and used a purposive sampling technique and obtained a sample of 99 respondents for quantitative research and 15 informants for qualitative research. The research instrument used questionnaires and interviews. Quantitative data analysis used univariate, bivariate, and multivariate analysis with the Rank Spearman test while qualitative data analysis used data reduction, triangulation and drawing conclusions. The results of the univariate study showed that out of 99 respondents, almost half (44.4%) of respondents rated them as dissatisfied and most (55.6%) of respondents rated them as satisfied. The results of the bivariate research show that there is a relationship between reliability (p=0.005), assurance (p=0.001), physical evidence (tangible) with satisfaction (p=0.000), empathy (0.000), responsiveness (responsiveness) (0.003) with inpatient satisfaction. The reliability variable is the most dominant variable with a p value of 0.005. There are 5 variables related to inpatient satisfaction, where the most dominant dimension is reliability. Hospitals are expected to carry out assessments, coaching and evaluation of officers. Patients are expected to communicate if they receive poor service and fill in the suggestion box provided by the hospital.Keywords: reability; assurance; tangible; empathy; responsiveness; patient satisfaction
PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN ANAK USIA SEKOLAH DALAM PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN PADA SAAT PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS Yunita Sari; Abdurrahman Hamid; Maria Ulfah
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i2.372

Abstract

Kepatuhan menerapkan protocol kesehatan selama pandemi Covid-19 menjadi hal yang penting untuk membantu mencegah transmisi virus. Butuh peran serta dan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya kelompok dewasa melainkan juga kelompok anak usia sekolah. Mengingat anak usia sekolah (AUS) merupakan kelompok yang berisiko, pemberlakuan pembelajaran tatap muka terbatas akan meningkatkan status AUS menjadi kelompok rentan. Sejak ditetapkannya pemberlakuan pembelajaran tatap muka terbatas sejak Maret 2021 terdapat sebanyak 1.300 klaster sekolah  dengan sebanyak 15 ribu anak terpapar Covid-19 selama masa PTM. Kasus klaster sekolah paling banyak terjadi di jenjang Sekolah Dasar dan TK/PAUD. Sehingga perlu dilakukan identifikasi tingkat kepatuhan anak usia sekolah dalam menerapkan protocol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan AUS dalam menerapkan protocol kesehatan selama pembelajaran tatap muka terbatas. Merupakan penelitian korelasi dengan rancangan cross sectional dengan melibatkan sampel sebanyak 71 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument tentang pengetahuan dan kepatuhan AUS dalam menerapkan protocol kesehatan yang dikembangkan oleh peneliti dan dilakukan uji validitas serta reliabilitas. Data dianalisis secara bivariat dengan menggunakan spearman rho untuk mengetahui ada tidaknya hubungan. Hasilnya menunjukkan bahwa p value 0,034 (p<0,05) yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan AUS dalam menerapkan protocol kesehatan selama pembelajaran tatap muka terbatas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya menekankan kedisiplinan dalam penerapan protocol kesehatan bagi AUS untuk dapat mencegah penyebaran Covid-19 yang disesuaikan dengan karakteristik AUS.Kata kunci: kepatuhan anak usia sekolah; pembelajaran tatap muka terbatas; pengetahuan; protocol kesehatanAbstract Compliance with implementing health protocols during the Covid-19 pandemic is important to help prevent virus transmission. It requires participation and support from various levels of society, not only the adult group but also the group of school-age children. Considering that school-age children (AUS) are a group at risk, the implementation of limited face-to-face learning will increase the status of AUS to a vulnerable group. Since the enactment of limited face-to-face learning in March 2021, there have been 1,300 school clusters with as many as 15 thousand children exposed to Covid-19 during the PTM period. Most cases of school clusters occur at the elementary school and kindergarten/PAUD levels. So it is necessary to identify the level of compliance of school-age children in implementing health protocols to prevent transmission of Covid-19 in schools. This study aims to determine the relationship between knowledge and AUS compliance in implementing health protocols during limited face-to-face learning. This is a correlation study with a cross-sectional design involving a sample of 71 students. The results show that there is a relationship between knowledge and AUS compliance in implementing health protocols during limited face-to-face learning. The conclusion from this study is the importance of emphasizing discipline in implementing health protocols for AUS to be able to prevent the transmission of Covid-19 which is adjusted to the characteristics of AUS.Keywords: knowledge; compliance of school-age children; health protocols; limited face-to-face learning 
PENGARUH BERKUMUR DAUN UNGU (Graptophylum pictum L. Griff) TERHADAP pH SALIVA RONGGA MULUT Silvia Sulistiani; Ulliana Ulliana; Widi Nurwanti; Angelina Maya Puspita
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i2.378

Abstract

pH saliva adalah sebagai kontrol parameter lingkungan rongga mulut. Proses demineralisasi gigi dapat disebabkan oleh penurunan pH saliva yang terjadi secara teratur dan terus menerus selama jangka waktu tertentu. Karies gigi sangat dipengaruhi oleh jumlah sukrosa dalam karbohidrat. Sukrosa dan mikroorganisme mengakibatkan proses fermentasi yang dapat menurunkan pH saliva. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh pH saliva sebelum dan sesudah berkumur menggunakan daun ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) berdasarkan jenis kelamin dan usia. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian Quasi - Experimental with pre and post design. Sampel penelitian menggunakan teknik Total sampling yang berjumlah 32 responden. Analisa data dilakukan dengan  Uji Wilcoxson dan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berkumur daun ungu (Graptophylum pictum L. Griff) mempunyai pengaruh signifikan  terhadap perubahan pH. Tidak ada pengaruh yang signifikan pada jenis kelamin dan usia. Saran penelitian ini adalah menciptakan dan mengembangkan obat kumur dengan bahan herbal daun ungu (Graptophylum pictum L. Griff) yang dapat meningkatkan kesehatan manusia, terutama kesehatan gigi.Kata kunci: Daun ungu (Graptophyllum pictum L. Griff); pH saliva Abstract The salivary pH controls the mouth cavity's environmental parameters. The process of demineralizing teeth can be brought on by a drop in salivary pH that happens regularly over a set period of time. Dental caries is greatly influenced by the amount of sucrose in carbs. Sucrose and microorganisms cause a fermentation process that can lower the salivary pH.. The purpose is to know the effect of saliva pH before and after peeling using purple leaves (Graptophyllum pictum L. Griff) based on gender and age. This research uses Quasi research type - Experimental Design single group with Total sampling technique. Data analysis was done with the Wilcoxson and Mann Whitney tests. The results given that there is a significant influence on ph changes before and after purple leaf peeling treatment (Graptophylum pictum L. Griff. However, there is no significant influence on gender and age. The recommendation is to create and develop a cure for purple leaf with a herbal ingredient (Graptophylum pictum L. Griff) that can improve human health, especially dental health.Key words: Purple leaves (Graptophyllum pictum L. Griff); pH of saliva 
PERAN KETERJANGKAUAN ROKOK, ORANG TUA, TEMAN SEBAYA, PADA PERILAKU MEROKOK DI KALANGAN MAHASISWA Cucu Herawati; Triyana Widianto; Iin Kristanti; Herlinawati Herlinawati; Laili Nurjannah Yulistiyana
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i2.379

Abstract

Merokok merupakan faktor risiko berbagai macam penyakit yang dapat membahayakan baik bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya. Kebiasaan merokok dipengaruhi oleh faktor internal diantarnya usia, jenis kelamin, sikap, pengetahuan, dan motivasi. Sedangkan faktor eksternalnya antara lain orang tua, teman, dan keterjangkauan rokok. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peranan keterjangkauan rokok, orang tua, teman sebaya dengan perilaku merokok pada mahasiswa.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa laki laki Kampus X yang berjumlah 228. Sampel penelitian ini sebanyak 70 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian diperoleh keterjangkauan rokok dengan kategori mudah terjangkau lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 27 (58,7%) dan nilai p value 0,00, maka ada hubungan antara keterjangkuan rokok dengan perilaku merokok mahasiswa. Keterpaparan orang tua dengan kategori ada pengaruh lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 25 (53,2%) dan nilai p value 0,011 maka ada hubungan antara orang tua dengan perilaku mahasiswa. Keterpaparan teman sebaya dengan kategori ada pengaruh lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 19 (51,4%) dan nilai p value 0,001 maka ada hubungan antara teman sebaya dengan perilaku mahasiswa.Bagi kampus sebaiknya adanya kampanye rutin tentang bahaya merokok, baik melalui seminar, poster, dan sosial media serta adanya kebijakan aturan kampus untuk larangan merokok baik untuk mahasiswa dan civitas akademika di Lingkungan Kampus.
SKRINING HEPATITIS B PADA MAHASISWA YANG MEMENUHI SYARAT SEBAGAI CALON PENDONOR DARAH SUKARELA Adita Puspitasari Swastya Putri; Dina Afrianti; Umi Rosidah
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i2.382

Abstract

Hepatitis B merupakan penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan yang besar di masyarakat. Hepatitis B dapat ditularkan melalui penggunaan jarum suntik dan melalui transfusi darah. Perlu dilakukan skrining hepatitis B pada calon pendonor darah sukarela. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hepatitis B pada mahasiswa yang memenuhi syarat sebagai calon pendonor darah sukarela. Rancangan penelitian observasional dengan studi cross sectional. Sampel sebanyak 50 mahasiswa dengan teknik stratified random sampling. Penelitian dilakukan di Laboratorium Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang pada bulan juni 2023. Dilakukan penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, dan pemeriksaan hemoglobin. Memenuhi syarat donor darah apabila seluruh hasil pemeriksaan normal dan sesuai kriteria persyaratan. Data diolah dan di analisis secara deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi. Sebagian besar mahasiswa telah memenuhi syarat sebagai calon pendonor darah sukarela yaitu sebanyak 42 (84%) mahasiswa. Seluruh mahasiswa memiliki hasil non reaktif hepatitis B yaitu sebanyak 42 (100,0%) mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa memiliki riwayat vaksin hepatitis B yaitu sebanyak 27 (64,3%) mahasiswa. Hasil skrining merupakan pemeriksaan awal, sehingga masih diperlukan pemeriksaan tambahan untuk dapat memberikan kepastian terhadap status penyakit Hepatitis B. Vaksin dianjurkan untuk diberikan kepada seluruh mahasiswa kesehatan yang berisiko tinggi terhadap penularan virus hepatitis B.Kata Kunci: Skrining; Hepatitis B; Seleksi Donor; Donor Darah SukarelaAbstractHepatitis B is a contagious disease posing a significant health issue in the community. Hepatitis B can be transmitted through the use of syringes and through blood transfusions. Screening for hepatitis B is necessary for prospective voluntary blood donation. This study aimed to determine the prevalence of hepatitis B among students who fulfilled the criteria as potential voluntary blood donation. This study used an observation with a cross-sectional approach. Around 50 students were selected as the respondents using a stratified random sampling technique. The study was conducted at the Laboratory of the Department of Health Analysts at Semarang Polytechnic of Health in June 2023. Weight measurement, blood pressure measurement, and hemoglobin examination were performed on the respondents and they were eligible blood donation if all examination results were normal and met the criteria. Data were processed and analyzed descriptively to see the frequency distribution. Most of the students met the requirements as potential voluntary blood donation specifically 42 students (84%). All students had non-reactive hepatitis B results, totaling 42 students (100.0%). Most students had a history of hepatitis B vaccination, with 27 students (64.3%) having received the vaccine. The screening result represents an initial examination, therefore additional tests are still needed to provide certainty about the status of Hepatitis B. Vaccination is recommended to be administered to all students majoring in medicine who are at high risk of hepatitis B virus transmission.Keywords: Screening; Hepatitis B; Donor Selection; Voluntary Blood Donation