cover
Contact Name
-
Contact Email
dyah.rohma87@gmail.com
Phone
+6281317620486
Journal Mail Official
dyah.rohma87@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.stikestujuhbelas.ac.id/index.php/jurkestb/about/editorialTeam
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB)
ISSN : 20857098     EISSN : 27150976     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) merupakan media publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, Surakarta. Jurnal ini menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, studi literatur, konsep keilmuan, dan teknologi inovatif dalam bidang kesehatan. Ruang lingkup artikel meliputi bidang keperawatan, kebidanan, farmasi, dan bidang kesehatan lainnya. Jurnal Kesehatan Tujuh Belas terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan November dan Mei.
Articles 82 Documents
Penerapan Pembelajaran Matematika Kontekstual Terkait Kesehatan untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa di Sekolah Dasar Andri Imam Subekhi; Teguh Ardianto; Swastika Oktavia
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 4 No. 1 (2022): November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Classroom Action Research (CAR) aims to improve elementary school students' understanding in mathematics learning through the application of a contextual approach associated with health topics. The focus of the research is to see how the use of health problems in mathematics problems can motivate students to better understand mathematical concepts such as measurement, statistics, and basic arithmetic. This research was conducted in two cycles, with each cycle involving the planning, action, observation, and reflection stages. The results of the study indicate that the use of a health context in mathematics learning can increase students' active participation and their understanding of the material being taught.
“PERSEPSI HUBUNGAN TEHNIK BLINDSHOT TERHADAP KETEPATAN MENEMBAK PADA CABANG OLAHRAGA PANAHAN” Amrul Hayat
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 4 No. 1 (2022): November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to find out how much physical condition (power, endurance and strength) is related to the performance of West Java rowing athletes at PON Papua 2021. The population of this research is all canoing and TBR rowing athletes at West Java PON Papua 2021. The instrument used is observation. tests and measurements of physical condition abilities. The analysis technique is a correlational method. Based on the results of data analysis and discussion, the author obtained conclusions that can be drawn from research regarding the influence of power, endurance and strength on the performance of West Java rowing athletes at the 2021 Papua PON. The research results show that the significance value of each variable, namely power (X1), is Sig. 0.52 > 0.05, which means there is no relationship between power and the performance of West Java rowing athletes at PON Papua 2021, endurance (X2) is Sig. 0.01 < 0.05, which means there is a relationship between endurance and the performance of West Java rowing athletes at PON Papua 2021, strength (X3) is Sig. 0.21 > 0.05, which means there is no relationship between strength and the performance of West Java rowing athletes at PON Papua 2021 and simultaneously or jointly the Sig value. 0.049 < 0.050, which means that there is a relationship between physical condition and the performance of West Java rowing athletes at PON Papua 2021.
DAYA HAMBAT ENZIM TIROSINASE DARI FORMULASI SEDIAAN HAND SANITZER GEL SEBAGAI ANTIAGING BERBAHAN AKTIF TANAMAN KOMODITAS HORTIKULTURA BERUPA KOMBINASI EKSTRAK BUAH NAGA MERAH DAN BUAH LEMON Tri Yudianto; Arti Wahyu Utami; Rifkarosita Putri Ginaris; Nai’matul Retno Faizah; Octaviana Dyah Oentari; Alfina Nurrahman; Fitria Eka Resti Wijayanti; Sukardi Sugeng Rahmad; Reni Purbanova
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 4 No. 1 (2022): November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the long-term losses in homeostatic balance for any organism is a sign of aging skin. The state of hyperpigmentation caused by the activity of the tyrosinase enzyme is an indicator of aging. The solution that can be recommended to prevent premature signs of aging is by caring for the skin using the most affordable pharmaceutical preparation, namely Hand Sanitizer Gel. Hand Sanitizer Gel which has anti-aging properties can be produced from bioactive compounds from horticultural commodity plants because it has been proven and is quite popular. Apart from being able to be used as an active ingredient in functional food, it can also be used as a pharmaceutical, namely the preparation of active cosmetic ingredients. This is due to the content of vitamins, antioxidants, essential oils, proteins, even phenolic compounds and other environmentally friendly active ingredients found in horticultural commodity plants, especially the fruit group used in this research. Red dragon fruit has been proven to contain organic compounds such as gallic acid, elagic acid and ferulic acid which can inhibit the melanogenesis process both in vitro and in vivo from the results of previous findings. Lemons contain saponins, flavonoids, alkaloids and tannins so they can be designed to inhibit the tyrosinase enzyme. This research aims to determine the inhibitory power of the tyrosinase enzyme from extracts of horticultural commodity plants, both red dragon fruit and lemon peels in the form of hand sanitizer gel formulations and preparations. The results of this research have proven that based on the IC50 value, horticultural commodity plant extracts from lemon peel have better inhibitory power for the tyrosinase enzyme compared to red dragon fruit, namely 3,509 µg/mL. The conclusion in this research is that horticultural commodity plants in the form of lemon peel extract are more recommended as an active substance in inhibiting the tyrosinase enzyme when compared with red dragon fruit extract based on the IC50 value even though the hand sanitizer gel dosage form has the potential to inhibit the tyrosinase enzyme.
EVALUASI KEBIJAKAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DALAM MENINGKATKAN CAKUPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP: LITERATURE REVIEW Mega Andriani; Marniati Marniati
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk menumbuhkan serta meningkatkan kekebalan tubuh orang terhadap penyakit, sehingga tidak sakit atau hanya terkena sakit ringan setelah terpapar penyakit tersebut. Jika seseorang tidak melakukan atau mendapatkan imunisasi maka seseorang tersebut akan mengalami sakit yang akan menyebabkan kecacatan maupun kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui serta mengevaluasi kebijakan kesehatan ibu dan anak dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap. Dalam artikel ini menggunakan metode penelitian literature review / tinjauan pustaka dengan menggunakan dan mengumpulkan artikel yang terindeks nasional 20 artikel dan yang terindeks internasional 5 artikel dari Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 artikel bahwa kebijakan kesehatan ibu dan anak yang telah dilaksanakan dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap ada yang terlaksana dengan baik ada juga yang belum terlaksana, kebijakan yang dilaksanakan seperti program imunisasi, Program Indonesia Sehat, Program Kesehatan Masyarakat, Program Promosi Kesehatan Imunisasi, Posyandu. Kesimpulan yang didapat yaitu kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan terbukti bisa meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap, hal itu juga dipengaruhi oleh faktor kader kesehatan dan pemerintah, jangkauan pelayanan kesehatan, penyuluhan kesehatan imunisasi. Saran ke depannya pemerintah untuk mengevaluasi dan meningkatkan program-program sehingga bisa meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap untuk anak.
DAMPAK KEBIJAKAN KESEHATAN LINGKUNGAN TERHADAP PENURUNAN PENYAKIT BERBASIS AIR DI PERKOTAAN: LITERATURE REVIEW: PENDAHULUAN Putri Wulandari; Marniati Marniati
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan penyakit berbasis air di lingkungan perkotaan, seperti diare dan dermatitis, sering kali terkait dengan kualitas air dan sanitasi yang rendah. Kebijakan kesehatan lingkungan menjadi langkah strategis dalam upaya menurunkan insiden penyakit tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengkaji dampak berbagai kebijakan kesehatan lingkungan terhadap pengurangan penyakit berbasis air di kota-kota besar di Indonesia melalui pendekatan literature review dengan menggumpulkan artikel dan jurnal yang terindeks nasional sebanyak 25 artikel dari database Google Scholar. Data diperoleh dari berbagai penelitian nasional yang fokus pada intervensi kebijakan terkait air bersih dan sanitasi di perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang menekankan penyediaan akses air bersih dan sanitasi yang memadai memiliki dampak signifikan terhadap penurunan penyakit berbasis air. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa pendekatan kebijakan yang komprehensif, termasuk peningkatan infrastruktur dan edukasi kesehatan masyarakat, sangat penting untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih sehat dan mengurangi risiko penyakit berbasis air.
Formula Gel Ekstrak Daun Andong Merah (Cordyline Fruticose L.) Dengan Kombinasi Gelling Agent Karbopol 940 Dan HPMC Sebagai Antioksidan Irfan Bagus Setyawan; Alfina Nurrahman; Rifkarosita Putri Ginaris
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikal bebas adalah atom atau molekul dengan elektron tidak berpasangan, dan yang paling reaktif adalah radikal hidroksil (OH). Tanaman Andong Merah (Cordyline fruticosa L.) dikenal memiliki efek antioksidan, berkat kandungan saponin, tanin, flavonoid, polifenol, steroida, polisakarida, kalsium oksalat, dan zat besi. Flavonoid, salah satu senyawa dalam tanaman ini, efektif sebagai penangkap radikal bebas. Penelitian ini menilai efek kombinasi karbopol 940 dan HPMC sebagai agen pengental dalam gel ekstrak etanol daun andong merah terhadap sifat fisiknya. Metode penelitian yang digunakan yaitu maserasi menggunakan etanol 70%. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa gel stabil baik secara organoleptis maupun homogen sebelum dan setelah penyimpanan. Viskositas gel mengalami perubahan selama penyimpanan. Formula I dengan kombinasi karbopol 940 dan HPMC pada konsentrasi 1,50% dan 3,50% menunjukkan pH yang stabil dalam rentang fisiologis kulit (4,5-6,5). Daya sebar gel, baik pada Formula I, II, III, dan IV, juga stabil dengan diameter 3-5 cm. Kesimpulan analisis spektrofotometri UVVis FI menunjukkan absorbansi yang sesuai dengan hukum Lambert-Beer, dengan grafik linear dan nilai R² mendekati 1, menandakan hasil yang akurat.
Evaluasi kebijakan penggunaan kantong plastik terhadap pengurangan limbah plastik di sektor kesehatan Dwi Anggia; Marniati Marniati
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengulas efektivitas kebijakan pembatasan kantong plastik dalam mengurangi ketergantungan pada plastik di sektor kesehatan, terutama dalam pengurangan limbah plastik. Berbagai literatur menunjukkan bahwa meskipun terdapat kebijakan pembatasan plastik, penerapannya masih menghadapi tantangan dalam konteks sosialisasi dan infrastruktur pendukung. Artikel ini menyajikan evaluasi terhadap kebijakan ini berdasarkan 30 jurnal, dengan fokus pada kendala implementasi, dampak kebijakan, dan rekomendasi peningkatan efektivitas kebijakan melalui kolaborasi lintas sektor.
Kebijakan Pengendalian Vektor Penyakit Berbasis Lingkungan Dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue: Analisis Kebijakan Pengendalian Vektor Penyakit Berbasis Lingkungan Dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue Desti Zulianti Desti; Marniati Marniati
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegyti. Nyamuk jenis ini menyukai lingkungan dengan kualitas yang buruk seperti pemukiman pada penduduk yang kekurangan Cahaya matahari dan banyak genangan air sehingga menjadi tempat perkembangbiakan aedes aegyti. Demam berdarah dengue masih merupakan masalah Kesehatan terutama di negara yang beriklim tropis. WHO mengatakan pada tahun 2017, dilaporkan jumlah kasus DBD di Amerika menurun secara signifikat sebesar 73% dari 2.177.171 di tahun 2016 menjadi 584.263 kasus, selain Panama, Peru, dan Aruba merupakan negara yang terdaftar dengan peningkatan kasus selama 2017. Tujuannya yaitu untuk mengetahui seberapa besar masalah deman berdarah dengue (DBD) di suatu wilayah dan bagaimana cara menanggulangi masalah DBD di wilayah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian berupa literature review. Hasil dari penelitian ini yaitu Kasus DBD dapat dicegah dengan cara memutuskan daur hidup dari nyamuk Aedes tersebut. Daur hidup nyamuk Aedes dapat diputus dengan cara membersihkan tempat penampungan air di rumah maupun di lingkungan sekitar rumah dan pemberatasan sarang nyamuk (PSN). Pemberatasan sarang nyamuk dapat dilakukan dengan membunuh jentik-jentik nyamuk menggunakan ABETE. Demam berdarah dengue ialah tipe penyakit arbovirus yang didapatkan dari 2 jenis nyamuk, yaitu Aedes albopictus dan Aedes aegypti dinama kedua jenis nyamuk ini adalah permasalahan penting penyakit pada hamper seluruh negara-negara di dunia, khususnya pada negara yang beriklim lebih hangat. Demam berdarah dengue masih merupakan masalah Kesehatan terutama di negara yang beriklim tropis. Peneliti dapat mengatasi masalah Deman Berdarah Dengue (DBD) yang berada di suatu wilayah dan mengetahui cara untuk mengatasi masalah tersebut.
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KESEHATAN JIWA NASIONAL DI FASILITAS KESEHATAN PRIMER Nurul Fajeri; Marniati Marniati
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental adalah elemen vital dalam keseluruhan aspek Kesehatan yang sering kali terabaikan, terutama di layanan kesehatan primer. Di Indonesia, prevalensi gangguan jiwa mencapai sekitar 20% dari total populasi, atau sekitar 50 juta orang, yang berpotensi mengalami masalah kesehatan mental. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode literature melakukan tinjauan dengan menghimpun dan menganalisis data menelaah jurnal-jurnal yang telah terindeks nasional dan internasional. Implementasi kebijakan kesehatan jiwa nasional di fasilitas kesehatan primer di Indonesia mencerminkan komitmen kuat untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan, meskipun dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan sumberdaya, ketidak teraturan SOP, dan minimny akoordinasi lintas sektoral. Dukungan pemerintah dan kolaborasi lintas sektor yang lebih baik sangat diperlukan, terutama bagi ODGJ di wilayah terpencil. Upaya edukasi dan promosi yang lebih massif dapat mengurangi stigma, serta meningkatkan kesadaran masyarakat. Dengan penguatan system informasi, komunikasi, dan rehabilitasi, kebijakan kesehatan jiwa diharapkan dapat berjalan optimal dan merata di seluruh daerah.
Efektivitas kebijakan pembangunan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) dalam meningkatkan kualitas hidup fanieedmulana28 Fanieedmulana28; Marniati Marniati
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatkan kualitas hidup adalah upaya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan sejahterah bagi setiap individu atau masyarakat,dalam meningkatkan kualitas hidup juga memiliki beberapa upaya salah satunya ialah dengan melakukan edukasi.edukasi merupakan suatu intervensi dengan proses untuk mengembangkan keterampilan dan memiliki tujuan utama untuk meningkatkan tarap kesehatan pada pasien dengan mampu melakukan latihan-latihan ertentu.masalah yang sering terjadi dalam kasus ini ialah PJK,beberapa penyak itinfeksi yaitu diare,kolera,typhoid fever, dan paratyphoid fever,difteri,penyakit cacing tambang,ascariasis,hepatitis A dan E,penyakikulit,trakhome,schistonosomomiasis,cryptosporidiosis,malnutrisi, dan penyakit yang berhubugan denganmal nutrisi,hal ini bisa terjadi karena tidak terjaganta hygine dan sanitasi.Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui efektivitas kebijakan pembangunan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) dalam meningkatan kualitas hidup.Metode yang di gunakan ialah menggunakan metodelogi penelitian berupa literature review dengan mengumpulkan dan melakukan telaah jurnal yang telah terindeks nasional .pencarian artikel di lakukan melalui webside jurnal yang di akses pada Google scholer.Berdasarkan penelitian EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PEMBANGUNAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP terdapat dampak positif dalam membangun kebijakan pembangunan sanitasi total berbasis masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup, yang di mana masyarakat dapat lebih menerapkan pembangunan sanitasi total dari mulai dengan tidak membuang BAB sembarangan,meningkatkan kualitas air bersih,meningkatkan kebersihan lingkungan,kebersihan duru sendiri dan dapat mengurangi risiko terjadinya beberapaenyakit infeksi seperti diare,dan lain sebagainya yang di mana sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas hidup setiap individu. Dalam meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan agar lebih tinggi lagi dan menurun kan angka kesakitan salah satu risiko terjadinya penyakit seperti pjk,diare,infeksi dan lainnya yang dapat dilakukan ialah dengan menjaga kebersihan atau sanitasi lingkungan, kondisi sanitasi dapat mempengaruhi kualitas hidup setiap individu,dalam meningkatkan kualitas hidup.kualitas hidup adalah upaya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan sejahtera bagi individu maupun masyarakat,dengan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) adalah pendekatan,strategi dan program. Saran yang dapat di terapkan ialah dengan meningkatkan kualitas hidup dalam sanitasi ialah dapat melakukan dengan tidak BAB sembarangan,meningkatkan kualitas air bersih,meningkatkan kualitas air bersih,meningkatkan kebersihan lingkungan,kebersihan diri dan dapat mengurangi risiko terrjadinya kesakitan atau kematian.