cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
lppm@umku.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No. 1 Purwosari Kudus 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 20884451     EISSN : 24429902     DOI : doi.org/10.26751/jikk
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan contributes to the dissemination of information related to nursing and midwifery research and evidence-based study on nursing and midwifery issues. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing and midwifery areas such as Nursing Education, Midwifery Education, Clinical Practice in Nursing and Midwifery, Nursing and Midwifery Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing and Midwifery. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles and synthesized literature that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 530 Documents
PENGARUH LOMBA DESA/KELURAHAN TANGGUH BENCANA (DESTANA) TERHADAP KETANGGUHAN MASYARAKAT DI WILAYAH RAWAN BENCANA Zulfikar Muhammad; Muhasim Muhasim
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i1.768

Abstract

Secara geografis Indonesia adalah Negara yang terletak pada pertemuan tiga lempeng aktif bumi, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik. Pertemuan ketiga lempeng tersebut mengakibatkan Indonesia menjadi Negara yang berisiko tinggi terhadap berbagai ancaman bencana. Program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana yang dibentuk oleh Pemerintah diharapkan mampu untuk menyiapkan masyarakat ketika bencana itu terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lomba Desa/Kelurahan Tangguh Bencana terhadap tingkat ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pra-Experimental design, dan menggunakan pendekatan One Group pretest-posttest. Jumlah sampel pada penelitian adalah 47 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner ketangguhan masyarakat yang akan dianalisis dengan menggunakan Uji T. Hasil dari penelitian ini adalah nilai ketangguhan masyarakat sebelum dilakukan perlakuan rata-rata 96.19, sedangkan setelah dilakukan perlakuan nilai ketangguhan masyarakat mengalami kenaikan yaitu rata-rata 167.36. Nilai P value 0.05  yang berarti bahwa terdapat perbedaan ketangguhan masyarakat sebelum dilakukan perlakuan dan sesudah dilakukan perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara lomba Desa Tangguh Bencana terhadap tingkat ketangguhan masyarakat.
PELATIHAN KADER PENYAKIT TIDAK MENULAR WANITA USIA SUBUR DI MASA PANDEMI COVID-19 Bekti Putri Harwijayanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1280

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) memiliki dampak yang merugikan masyarakat, khususnya pada wanita usia subur. Penanggulangan penyakit tidak menular di masa pandemi COVID-19 menemui tantangan dan hambatan yang harus ditindaklanjuti. Pendekatan terhadap masalah dengan melibatkan peran serta masyarakat melalui pelatihan kader penyakit tidak menular dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan wanita agar lebih mampu menjaga kesehatannya dan melindungi diri dari penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelatihan kader penyakit tidak menular pada aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan dari subjek penelitian. Metode penelitian ini menggunakan desain quasy-experiment one group pre test-post test. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur 15-49 tahun di Desa Karangjati Kabupaten Blora. Sampel sejumlah 30 wanita usia subur yang memenuhi kriteria inklusi diperoleh melalui teknik purposive sampling.  Analisis dilakukan untuk menggambarkan karakteristik dan menyatakan pengaruh pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan adanya signifikansi peningkatan pengetahuan (nilai p=0,000; p0,05), sikap (nilai p=0,028; p0,05), dan tindakan (nilai p=0,011; p0,05). Hal ini bermakna bahwa pelatihan membawa dampak yang positif terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan kader. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan kader penyakit tidak menular secara terstruktur dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan kader sehingga mereka dapat berperan aktif dalam upaya penanggulangan penyakit tidak menular pada wanita di masa pandemi COVID-19. Pembentukan komunitas teredukasi melalui pengembangan kompetensi masyarakat ini dapat menjadi wawasan untuk pengembangan program kebijakan dalam pengendalian penyakit tidak menular.
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI PADA SISTEM RAWAT GABUNG DI RUANG BUGENVILE I RSUD KUDUS TAHUN 2012 Noor Hidayah; Yoni F faridah; henny Kasiyanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 4, No 1 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : ASI merupakan nutrisis terbaik bagi bayi. ASI mengandung berbagai zat gizi dan cairan yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan gizi bayi. Pemberian Asi di pengaruhi oleh beberapa factor antara lain : pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI,kondisi bayi dan kondisi bayi itu sendiri dan juga kemampuan dalam manajemen laktasi . keberhasilan dalam system Rawat Gabung salah satu indicator keberhasilannya dilihat dari keberhasilan ibu dalam memberikan Asi terhadap bayinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor – faktor  yang berhubungan dengan pemberian ASI  dengan sistem    Rawat gabung di Ruang neonatal Bugenvile I Rumah Sakit Umum Kudus Tahun 2012.Metode yang digunakan : Desain penelitian ini bersifat deskritif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan besar sampel 30 orang dengan metode pengambilan sampel total sampling. Penelitian ini di lakukan pada bulan desember 2012 sampai dengan januari 2013. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi data demografi dan kuesioner kondisi ibu dan kondisi bayi  terhadap pemberian ASI EksklusifHasil Yang Diperoleh : kondisi ibu baik sebanyak 25 ( 83,3 % ) responen dan kondisi ibu yang jelek sebanyak 5 ( 16,7 % ). kondisi  Bayi baik  sebanyak 24 (   80,0% )  sedangkan bayi dengan kondisi jelek sebanyak 6 ( 20,0% ). Pada kondisi ibu dengan uji chi squere didapatkan hasil X² hitung = 14,000 dengan taraf signifikan 5%  df = 1 didapatkan hasil X² tabel = 3,841 jadi  X² hitung lebih besar daripada X² tabel maka Ho di tolak dan Ha diterima sedangkan untuk P value = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05 Ho ditolak hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat  hubungan antara kondisi ibu dengan pemberian ASI di Ruang Bugenvile RSUD Kudus. Pada kondisi Bayi dengan uji chi squere didapatkan hasil X² hitung = 17,500 dengan taraf signifikan 5%  df = 1 didapatkan hasil X² tabel = 3,841 jadi  X² hitung lebih besar daripada X² tabel maka Ho di tolak dan Ha diterima sedangkan untuk P value = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05 Ho ditolak hal ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara faktor kondisi bayi  dengan pemberian ASI.
EFEKTIFITAS KOMPRES DINGIN COLD PACK TERHADAP NYERI TENGGOROKAN PASCA EKSTUBASI (POST EXTUBATION SORE THROAT) Imaningtyas Ridar; Kasmiatun Kasmiatun; Andi Kurniawan
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2470

Abstract

Nyeri tenggorokan pasca ekstubasi adalah nyeri yang dirasakan setelah dilakukan tindakan pelepasan Endotrakeal Tube. Nyeri tenggorokan pasca ekstubasi terjadi karena iritasi dan inflamasi lokal di daerah faring, laring dan trakea akibat trauma pada saat intubasi. Hal tersebut menyebabkan edema saluran napas, perforasi trakea dan peningkatan tekanan mukosa. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi nyeri pasca ekstubasi adalah dengan memberikan kompres dingin coldpack di area leher pasien setelah dilakukan ekstubasi. Desain penelitian ini menggunakan rancangan quasi-experiment dengan pendekatan non equivalent control group design. Sampel berjumlah 24 orang untuk kelompok intervensi dan 24 untuk kelompok kontrol. Kompres dingin diberikan selama 15 menit dan setelah itu dilakukan pengukuran ulang skala nyeri. Instrumen yang digunakan menggunakan numeric rating scale. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh kompres dingin coldpack terhadap nyeri tenggorokan pasca ekstubasi dengan nilai p=0,000 (p0,05).
GAMBARAN KEPUASAN KEBUTUHAN SEKSUAL WANITA DENGAN MASA KLIMAKTERIUM Tetti Solehati; Zakia Nurul Jannah; Dyah Setyorini
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i2.557

Abstract

Abstract: Description of sexual neeeded satisfaction of women with climacteric. The satisfaction of sexual needs is one of the basic human needs that ideally can always be fulfilled by someone. But normally women will experience problems in satisfying satisfactory sexual needs due to the completion of the reproductive period of women or so-called climacterium. This study aims to determine how the satisfaction of sexual needs of women with climacterium in women employee of Universitas Padjadjaran. The research uses quantitative descriptive with sampling inclusion-exclusion criteria technique on 138 Unpad education staffs who are entering the age of climacterium with age above 40 years. The research instrument used questionnaire Sexual Satisfaction Scale-Women where the questionnaire was using the likert scale 1-5. Data were analyzed using frequency distribution.The results showed that communication variables have the lowest average value that is equal to 21.25. While the the highest average value of sub-variable is personal concern, that is equal to 24.62. While for sub variable of contentment, compatibility, and relational concern each have average value equal to 23,01; 22.85; and 23.58. Based on this research got the result that most of the respondents showed the total value of satisfaction of sexual requirement very high. It is possible to expose information about the satisfaction of sexual needs in the climacterium at the employees of Universitas Padjadjaran. It is recommended that women undergoing a climacteric age maintain this positive attitude until they actually enter the menopause phase. Keywords: Sexual Satisfaction, Sexual Needs, Climacterium      Abstrak:Gambaran Kepuasan Kebutuhan Seksual Wanita Dengan Masa Klimakterium. Kepuasan kebutuhan seksual merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang idealnya dapat selalu terpenuhi oleh seseorang. Namun secara normal wanita akan mengalami masalah dalam pemenuhan kebutuhan seksual yang memuaskan akibat selesainya masa reproduktif wanita atau yang disebut juga dengan klimakterium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kepuasan kebutuhan seksual wanita dengan klimakterium pada tenaga kependidikan wanita Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik kriteria inklusi-eksklusi sampling pada 138 tenaga kependidikan Unpad yang tengah memasuki masa klimakterium dengan usia diatas 40 tahun. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Sexual Satisfaction Scale-Women dimana kuesioner ini menggunakan skala likert 1-5. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sub variabel komunikasi memiliki nilai rata-rata yang paling rendah yaitu sebesar 21,25. Sedangkan nilai rata-rata sub variabel yang paling tinggi adalah concern personal, yaitu sebesar 24,62. Sedangkan untuk sub variabel kepuasan, kecocokan, dan concern relational masing-masing memiliki nilai rata-rata sebesar 23,01; 22,85; dan 23,58. Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden menunjukan total nilai kepuasan kebutuhan seksual yang sangat tinggi. Hal ini terjadi kemungkinan baiknya paparan informasi mengenai kepuasan kebutuhan seksual dimasa klimakterium pada karyawan Universitas Padjadjaran. Disarankan agar wanita yang tengah mengalami masa klimakterium mempertahankan sikap positif ini hingga mereka benar-benar memasuki fase menopause. Kata kunci: Kepuasan Seksual, Kebutuhan Seksual, Klimakterium   
DUKUNGAN SPIRITUALITAS KELUARGA Minarni Minarni; Milka Milka; Maria Srihartiningsih
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1221

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat//Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).  COVID-19 telah banyak menelan korban jiwa, banyak orang harus kehilangan orang-orang yang dikasihi akibat terkonfirmasi Covid-19. Kebutuhan spiritualitas pada pasien terkonfirmasi Covid-19 merupakan hal yang sangat penting karena dapat mempengaruhi proses penyembuhan dari penyakit yang dideritanya. Keluarga memiliki peran yang sangat strategis dalam memberikan dukungan bahkan sebagai  motivator yang baik untuk menjadi pusat pembentukan rohani antar anggota keluarga dalam membangun kebutuhan spiritualitas  bagi pasien terkonfirmasi Covid-19.Tujuan:  Mengeksplorasi Dukungan Spiritualitas Keluarga Dalam Penyembuhan Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Di Desa Pasti Jaya Bengkayang Kalimantan Barat.Metode : Penelitian ini merupakan  penelitian deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan sampel dengan purposive sampling.  Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 6 orang partisipan .Hasil: Hasil penelitian ditemukan 3  tema: Takut, sedih dan khawatir,  Keluarga sebagai motivator dalam membangun kebutuhan spiritualitas pasien terkonfirmasi Covid-19,  Berdoa bersama, Membaca ayat Alkitab, membagi renungan Firman Tuhan. Kesimpulan: Keluarga merasa takut, sedih dan khawatir saat pertama kali mendapat  kabar bahwa salah satu anggota keluarga  dinyatakan positif Covid, Keluarga sebagai motivator dalam membangun kebutuhan spiritualitas pasien terkonfirmasi Covid-19, Ada dukungan spiritualitas Keluarga  terhadap penyembuhan pasien terkonfirmasi Covid-19 adalah dengan  berdoa bersama, membaca ayat Alkitab, membagi renungan Firman Tuhan secara online
KARAKTERISTIK REMAJA PUTRI DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN DI SMK MUHAMMADIYAH KUDUS Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 1 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Indonesia around 90% of women may experience leukhorrhea because Indonesia is a tropical areas, so that the fungus is growing which resulted in many cases of leukhorrhea. Leukhorrhea symptoms experienced by women sho are unmarried or girls aged 15-24 years is approximately 31.8%. This indicates a higher risk adolescents occur Leukhorrhea.Objective : To determine the knowledge of leukhorrhea, the type of underwear, vulva hygiene with students in SMK Muhammadiyah Kudus.Result : The results of bivariate p value on knowledge leukhorrhea of 0.417, frekuensi the underwear 0.123 and vulva hygien practice 0.123Conclusions : No relationship between knowledge leukhorrhea, vulva hygiene and type underwear, how vulva hygiene with leukhorrhea expected indicates of health workers and educators can run adolescent reproductive health programs in synergy with activities of the two sectors. Keywords : Knowledge leukhorrhea, vulva hygiene practice, underwear, leukhorrhea  Latar Belakang: DiIndonesia sekitar 90% wanita berpotensi mengalami keputihan karena Negara Indonesia adalah daerah yang beriklim tropis, sehingga jamur mudah berkembang yang mengakibatkan banyaknya kasus keputihan. Gejala keputihan juga dialami oleh wanita yang belum kawin atau remaja puteri yang berumur 15-24 tahunyaitu sekitar 31,8%. Hal ini menunjukkan remaja lebih berisiko terjadi keputihan.Tujuan :  Mengetahui pengetahuan tentang keputihan, jenis celana dalam, cara cebok dengan kejadian keputihan pada siswi SMK Muhammadiyah KudusMetode: Penelitian ini termasuk penelitian non eksperimental (observasional), dengan rancangan penelitian cross sectional. Hasil Penelitian: Hasil bivariat didapatkan nilai p value pada pengetahuan 0.417, cara cebok 0.123 dan ganti celana dalam 0.123Kesimpulan dan Saran: Tidak Ada hubungan antara pengetahuan, cara cebok dang anti celana dalam dengan kejadian keputihan Diharapkan petugas kesehatan dan tenaga pendidik dapat menjalankan program kesehatan reproduksi remaja secara bersinergi dengan kegiatan kedua sector.
PENERAPAN INTERVENSI INFORMATION MOTIVATION BEHAVIORAL SKILLS PADA PENDERITA HIV UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN ARV : SCOPING REVIEW Aris Nurkohilal; Suhartini Suhartini; Untung Sujianto
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1645

Abstract

Penderita HIV/AIDS memerlukan pengobatan dengan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh. Ketidak patuhan pengobatan dipengaruhi oleh jenuh, putus asa dan efek samping obat yang membuat tidak nyaman. Peningkatan kepatuhan ARV diperlukan melalui pemberian intervensi untuk meningkatkan kepatuhan yaitu melalui Motivational Behavioral Skills (IMB). Intervensi Information Motivational Behavioral Skills (IMB) bertujuan untuk mempengaruhi perilaku kepatuhan seseorang terhadap pengobatan dan perawatan. Melalui informasi, motivasi, dan keterampilan berperilaku untuk mengurangi risiko drop out pengobatan, perilaku pencegahan keparahan terhadap penyakit agar lebih mudah terwujud Tujuan: Tujuan dari review adalah mengidentifikasi penerapan intervensi information motivation behavioral (IMB) skills pada penderita HIV/AIDS untuk meningkatkan kepatuhan minum obat ARV. Metode: Penelitian ini menggunakan tinjauan sistematis melalui kajian artikel tentang Information Motivational Behavioral Skills. Pencarian artikel dilakukan menggunakan data base dari CINAHL, MEDLINE, Academic search ultimate, science direct, dan google schoolar) dalam kurun waktu 2012-2022. Hasil: Hasil penelitian ditemukan 3 tema, yaitu 1) manfaat pengaplikasian intervensi information motivation behavioral skills, 2) teknik pemberian intervensi information motivation behavioral skills, dan 3) Instrument intervensi information motivation behavioral skills. Kesimpilan: Information motivation behavioral skills yang sangat efektif  terhadap kepatuhan minum obat ARV pada penderita HIV
HUBUNGAN IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AKHLAK DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA PUTRI DI DESA RENDENG RW 2-5 KABUPATEN KUDUS Muhammad Abdur Rozaq; Endang Pujiyati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v8i2.287

Abstract

Background: Knowledge of adolescent reproductive health is still very low evidenced 83.7% of adolescent reproductive health and the lack of understanding of just 3.6% who know the importance of reproductive health. So also with the limited knowledge of adolescents about reproductive health often leads to premarital sex acts. City teenagers are increasingly daring sexual intercourse before marriage. Objective: To determine the relationship of adolescent dating behavior with adolescent premarital sexual incident in the village of the district Rendeng Kudus. Methods: This study was correlational. The approach used in this study was cross sectional. The population in this study were young in the village Rendeng totaling 140 people. Sample of 58 people. Data analysis using chi square.Results of the research Most teens have not suit the application value - the value of religion as many as 35 people (60.3%) and the appropriate application of value - the value of religion as much as 23 people (39.7%). Most teens have a negative sexual behaviors as many as 36 people (62.15) and was positive in 22 (37.9%). There is a relationship Application values of Islam with Genesis Premarital Sexual Teen in Village Rendeng RW 2-5 Kudus Regency (p value = 0.001).
POLA PEMBERIAN MAKAN OLEH IBU PADA ANAK BALITA STUNTING USIA 12–59 BULAN Meutya Nabilah Azzahirah; Dedah Ningrum; Delli Yuliana Rahmat
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2633

Abstract

Pola pemberian makan merupakan salah satu faktor penyebab tidak langsung status gizi pada balita. Balita dengan riwayat pola pemberian makan yang tidak tepat lebih besar kemungkinan terkena stunting. Padahal, stunting memiliki dampak negatif seperti berkurangnya kemampuan kognitif dan prestasi akademis, daya tahan tubuh menurun sehingga mudah terserang penyakit, besarnya peluang terkena penyakit tidak menular, dan gangguan kesehatan lainnya di usia lanjut. Berbagai dampak stunting tersebut melatarbelakangi untuk dilakukan penelitian ini. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pola pemberian makan oleh ibu pada anak balita stunting usia 12–59 bulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode cross sectional. Sampel penelitian sebesar 36 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik subjek penelitian sebagian besar anak balita berusia antara 36–47 bulan, berjenis kelamin perempuan, dan lahir urutan kedua dalam keluarga. Karakteristik responden penelitian sebagian besar adalah ibu pada kelompok usia produktif dan tidak berisiko, berpendidikan dasar, tidak bekerja, dan memiliki anak berjumlah dua orang. Selanjutnya, mayoritas status gizi anak balita masuk dalam kategori pendek (stunting). Sedangkan berdasarkan pola pemberian makan maka dapat digambarkan bahwa sepertiga dari total jawaban responden dalam memberikan makan pada anak balita stunting adalah tidak tepat. Implikasi keperawatan dari penelitian ini mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dalam mencegah dan menangani kejadian stunting pada anak balita. Selain itu, perlu adanya peningkatan kompetensi perawat dalam mendeteksi, mencegah, dan mengatasi masalah stunting sehingga dapat mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 2 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 1 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 1 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 2 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 1 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 3 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 2 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 1 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 3 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 2 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 1 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 1 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 2 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 1 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 2 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 1 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 1, No 1 (2010) More Issue