cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
eny_fapet@unud.ac.id
Phone
+62818555700
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Gedung AB Lt. 1, Jl. Kampus Bukit Jimbaran, Fakultas Peternakan Universitas Udayana
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 27227286     DOI : -
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) merangkum berbagai manuskrip di bidang peternakan seperti nutrisi, produksi, reproduksi, pasca panen (pengolahan dan teknologi) dan bidang sosial ekonomi peternakan.
Articles 100 Documents
PENGARUH PEMBERIAN KUNYIT TERFERMENTASI MELALUI AIR MINUM TERHADAP PERSENTASE KARKAS, EKSTERNAL OFFAL, DAN INTERNAL OFFAL PUYUH Srihandi R. I.; G. A. M. K. Dewi; M. Wirapartha
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study evaluated the effect of giving fermented turmeric from drinking water on carcass percentage, external offal percentage, and internal offal percentage in quail. This study was conducted at Sesetan Farm, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University for 2 months using a Completely Randomized Design (CRD) divided into 4 treatments (P0/control), (P1) 1%, (P2) 2%, (P3) 3% fermented turmeric extract in drinking water with 5 replications, each replication using 2 quails. The variables observed were: slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, external offal percentage and internal offal percentage. The results obtained did not show significant differences between treatments, namely (P0/control), (P1) 1%, (P2) 2% and (P3) 3% fermented turmeric extract in drinking water (P>0.05). However, there was a significant difference in the percentage of internal offal, where treatments P2 and P3 showed a decrease in the percentage of internal offal to 23.28% and 22.12% (P <0.05). It can be stated that the administration of fermented turmeric extract from drinking water at levels of 1%, 2%, and 3% did not affect the slaughter weight, carcass weight, carcass percentage and external offal percentage of quail, but did affect the percentage of internal offal. ABSTRAK Studi ini mengevaluasi pengaruh pemberian kunyit terfermentasi dari air minum terhadap persentase karkas, persentase eksternal offal, dan persentase internal offal pada burung puyuh. Studi ini dilangsungkan pada Farm Sesetan Fakultas Peternakan, Universitas Udayana sepanjang 2 bulan dengan mengguakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terbagi atas 4 perlakuan (P0/kontrol), (P1) 1%, (P2) 2%, (P3) 3% ekstrak kunyit terfermentasi dalam air minum dengan 5 kali ulangan, tiap-tiap ulangan memakai 2 ekor puyuh. Variabel yang diamati yaitu: bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, persentase eksternal offal dan persentase internal offal. Hasil yang diperoleh tidak menujukkan perbedaan signifikan antar perlakuan ialah (P0/kontrol), (P1) 1%, (P2) 2% dan (P3) 3% ekstrak kunyit terfermentasi dalam air minum (P>0,05). Namun, terdapat perbedaan signifikan pada persentase internal offal, di mana perlakuan P2 dan P3 menunjukkan penurunan persentase internal offal menjadi 23,28% dan 22,12% (P<0,05). Bisa dinyatakan jika pemberian ekstrak kunyit terfermentasi dari air minum pada level 1%, 2%, serta 3% tidak menghasilkan pengaruh terhadap bobot potong, bobot karkas, persentase karkas dan persentase eksternal offal puyuh, tetapi memberikan pengaruh terhadap persentase internal offal.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AIR DAUN GAMAL TERFERMENTASI MELALUI AIR MINUM TERHADAP LEMAK ABDOMEN ITIK BALI Dalem I. G. M. S. P.; N. W. Siti; D. P. M. A. Candrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The low interest of the public in consuming duck meat is due to the high abdominal fat which can affect the quality of the carcass produced. Fermented gamal leaf water extract has active compounds, which serve as antimicrobials and antioxidants. This study aims to determine the effect of giving fermented gamal leaf water extract through drinking water on the abdominal fat of male Balinese ducks. The experimental design used was a complete random design (RAL) with four treatments and five replicates, each replica consisted of three male Balinese ducks. The treatment given was the administration of drinking water to male Balinese ducks with 0% of fermented gamal leaf water extract as a control (P0), while in the P1, P2, and P3 treatments, fermented gamal leaf water extract was given with consecutive percentages of 2%, 4%, and 6%. The results showed that the administration of 2%, 4%, and 6% gamal leaf water extract significantly (P<0.05) significantly reduced the percentage of mecentrifus fat (mesenteric-fat), but indefinitely (P>0.05) reduced the percentage of ventricular fat (ventriculus-fat) and pad fat, while the administration of 4% and 6% fermented gamal leaf extract (P<0.05) significantly reduced abdominal fat. Based on the results of the study, it can be concluded that the administration of fermented gamal leaf extract at the level of 4%, and 6% through drinking water can reduce the abdominal fat of male Balinese ducks aged 8 weeks. ABSTRAK Rendahnya minat masyarakat dalam mengkonsumsi daging itik dikarenakan tingginya lemak abdomen yang dapat mempengaruhi kualitas karkas yang dihasilkan. Ekstrak air daun gamal terfermentasi mempunyai senyawa aktif, yang berfungsi sebagai antimikroba dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak air daun gamal terfermentasi melalui air minum terhadap lemak abdomen itik bali jantan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan terdiri dari tiga ekor itik bali jantan. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian air minum pada itik bali jantan dengan 0% ekstrak air daun gamal terfermentasi sebagai kontrol (P0), sedangkan pada perlakuan P1, P2, dan P3 diberikan ekstrak air daun gamal terfermentasi dengan persentase berturut - turut 2%, 4%, dan 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak air daun gamal 2%, 4%, dan 6% secara nyata (P<0,05) menurunkan persentase lemak mesentrium (mesenteric-fat), namun secara tidak nyata (P>0,05) menurunkan persentase lemak ventrikulus (ventriculus-fat) dan lemak bantalan (pad-fat), sedangkan pemberian 4% dan 6% ekstrak daun gamal terfermentasi secara nyata (P<0,05) menurunkan lemak abdomen. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun gamal terfermentasi taraf 4%, dan 6% melalui air minum dapat menurunkan lemak abdomen itik bali jantan umur 8 minggu.
PERTUMBUHAN KEMBALI DAN HASIL Asystasia gangetica (L) subsp. Micrantha YANG DIBERI PUPUK UREA DENGAN SUBSTITUSI PUPUK KOTORAN SAPI PADA PEMOTONGAN KETIGA Adinata I. B. P.; N. M. Witariadi; N. N. C. Kusumawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect substitution of urea fertilizer with cow manure on the regrowth and yield of Asystasia gangetica (L) subsp. Micrantha on the third cutting. This research was conducted in the greenhouse at Sading Village, Mengwi District, Badung Regency. The study were three months, using a complete randomized design (RAL) consisting of five treatments and each repeated four times, resulting in 20 experimental units. The substitution treatment of urea fertilizer with cow manure: D0: 0 tons ha-1, D1: 20 tons of cow manure ha-1, D2: 200 kg urea ha-1, D3: 150 kg urea ha-1 + 10 tons of cow manure ha-1 and D4: 100 kg urea ha-1 + 15 tons of cow manure ha-1 . The variables observed are growth variables, yield variables, and plant growing characteristics variables. The results showed that the substitution of urea fertilizer with cow manure was able to increase the regrowth and yield of plants Asystasia gangetica (L) subsp. Micrantha on the third cutting. At a dosage of 20 tons of cow dung ha-1 (D1) it can increase regrowth and provide the best results for Asystasia gangetica (L) subsp. Micrantha on the third cut. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi pupuk urea dengan pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan kembali dan hasil Asystasia gangetica (L) subsp. Micrantha pada pemotongan ketiga. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca, berlokasi di Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Penelitian ini berlangsung selama tiga bulan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari lima perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak empat kali, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Perlakuan substitusi pupuk urea dengan kotoran sapi tersebut yaitu: D0: 0 ton ha-1, D1: 20 ton kotoran sapi ha-1, D2: 200 kg urea ha-1, D3:150 kg urea ha-1 + 10 ton kotoran sapi ha-1 dan D4: 100 kg urea ha-1 + 15 ton kotoran sapi ha-1. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil, dan variabel karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi pupuk urea dengan kotoran sapi mampu meningkatkan pertumbuhan kembali dan hasil tanaman Asystasia gangetica (L) subsp. Micrantha pada pemotongan ketiga. Pada dosis 20 ton kotoran sapi ha-1 (D1) mampu meningkatkan pertumbuhan kembali dan memberikan hasil terbaik pada tanaman Asystasia gangetica (L) subsp. Micrantha pada pemotongan ketiga.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA DAN CIPLUKAN PADA AIR MINUM TERHADAP RECAHAN KOMERSIAL KARKAS ITIK BALI Purba E. G. H.; I. N. T. Ariana; G. A. M. K. Dewi
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali duck is a local poultry that has cultural and economic value, especially in Bali. Dragon fruit peel contains various vitamins, alkaloids, terpenoids, and flavonoids. Ciplukan contains flavonoids, saponins, and tannins. This study aims to determine the effect of dragon fruit peel extract (Hylocereus polyrhizus) and ciplukan (Physalis angulata) in drinking water on commercial fractions of Bali duck carcasses (Anas sp). The study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments, 4 replications and each replication consisted of 5 ducks. The treatments given were drinking water without dragon fruit peel extract and ciplukan (P0), drinking water with 5% dragon fruit peel extract (P1), drinking water with 5% ciplukan extract (P2), drinking water with 2.5% dragon fruit peel extract and 2.5% ciplukan (P3), drinking water with 5% dragon fruit peel extract and 5% ciplukan (P4). The observed variables included slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, and commercial carcass cuts. The results showed that the administration of dragon fruit peel extract (Hylocereus polyrhizus) and ciplukan (Physalis angulata) in drinking water to Bali ducks did not affect slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, and commercial carcass cuts. The results of this study can be concluded that the administration of dragon fruit peel extract (Hylocereus polyrhizus) and ciplukan (Physalis angulata) in drinking water at the level of 5% dragon fruit peel, 5% ciplukan, 2.5% dragon fruit peel extract and 2.5% ciplukan, 5% dragon fruit peel extract and 5% ciplukan has not been able to increase the commercial carcass cuts of 5 week old Bali ducks. ABSTRAK Itik Bali merupakan unggas lokal yang memiliki nilai budaya dan ekonomi, terutama di Bali. Kulit buah naga mengandung berbagai vitamin, alkaloid, terpenoid, dan flavonoid. Ciplukan mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) dan ciplukan (Physalis angulata) pada air minum terhadap recahan komersial karkas itik bali (Anas sp). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, 4 ulangan dan masing-masing ulangan terdiri dari 5 ekor itik. Perlakuan yang diberikan adalah air minum tanpa ekstrak kulit buah naga dan ciplukan (P0), air minum dengan 5% ekstrak kulit buah naga (P1), air minum dengan 5% esktrak ciplukan (P2), air minum dengan 2,5% ekstrak kulit buah naga dan 2,5% ciplukan (P3), air minum dengan 5% ekstrak kulit buah naga dan 5% ciplukan (P4). Variabel yang diamati meliputi berat potong, berat karkas, persentase karkas, dan potongan komersial karkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) dan ciplukan (Physalis angulata) pada air minum terhadap itik bali tidak berpengaruh terhadap berat potong, berat karkas, persentase karkas, dan potongan komersial karkas. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) dan ciplukan (Physalis angulata) pada air minum taraf 5% kulit buah naga, 5% ciplukan, ekstrak 2,5% kulit buah naga dan 2,5% ciplukan, ekstrak 5% kulit buah naga dan 5% ciplukan belum mampu meningkatkan recahan komersial karkas itik bali umur 5 minggu.
PENGARUH EKSTRAK AIR CIPLUKAN (Physalis angulata L.) MELALUI AIR MINUM TERHADAP KOMPOSISI FISIK KARKAS BROILER Putri N. L. I. W.; G. A. M. K. Dewi; M. Wirapartha
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Broilers have rapid growth that leads to health issues, which results in the use of Antibiotic Growth Promoters (AGP) that can cause resistance and residues in the meat. The negative effects of AGP use encourage the search for safer natural alternatives. This research aims to determine the effect of ciplukan (Physalis angulata L.) water extract through drinking water on the physical composition of broiler carcasses. The research employs a completely randomized design (CRD) with three treatments and six replications, which were statistically analyzed using one-way ANOVA and Duncan's multiple range test. The three treatments are: P0 (drinking water without additional ciplukan extract as control), P1 (2% ciplukan extract in drinking water), and P2 (4% ciplukan extract in drinking water). The observed variables include cutting weight, carcass weight, carcass percentage, meat percentage, bone percentage, subcutaneous fat percentage, and broiler skin percentage. The research results indicate that the 2% and 4% water extract of ciplukan administered through drinking water did not show a significant difference (P>0.05) in terms of carcass weight and physical composition (meat and bones) compared to treatment P0, and there was a significant difference (P<0.05) in the physical composition of carcasses (subcutaneous fat and skin) compared to treatment P0. Based on these research findings, it can be concluded that the water extract of ciplukan (Physalis angulata L.) at levels of 0%, 2%, and 4% administered through drinking water does not affect dressing weight, carcass weight, carcass percentage, meat percentage, and bone percentage. However, the 4% water extract of ciplukan administered through drinking water can reduce subcutaneous fat in broilers. ABSTRAK Broiler memiliki pertumbuhan cepat menyebabkan masalah kesehatan sehingga digunakannya AGP yang dapat menyebabkan resistensi dan residu pada daging. Efek negatif dari penggunaan AGP mendorong untuk mencari alternatif alami yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak air ciplukan (Physalis angulata L.) melalui air minum terhadap komposisi fisik karkas broiler. Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan yang dianalisis statistik dengan analisis varian (one way ANOVA) dan uji jarak berganda Duncan. Ketiga perlakuan yakni: P0 (air minum tanpa tambahan ekstrak ciplukan sebagai kontrol). P1 (air minum ditambahkan ekstrak 2%. P2 (air minum ditambahkan ekstrak ciplukan 4%). Variabel yang diamati adalah berat potong, berat karkas, persentase karkas, persentase daging, persentase tulang, persentase lemak subkutan dan kulit broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air ciplukan 2% dan 4% melalui air minum terhadap berat potong dan komposisi fisik karkas (daging dan tulang) tidak berbeda nyata (P>0,05) dibandingkan dengan perlakuan P0 dan berbeda nyata (P<0,05) komposisi fisik karkas (lemak subkutan dan kulit) dibandingkan dengan perlakuan P0. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ekstrak air ciplukan (Physalis angulata L.) pada level 0%, 2%, dan 4% melalui air minum tidak memberikan pengaruh pada bobot potong, berat karkas, persentase karkas, persentase daging dan persentase tulang. Namun ekstrak air ciplukan pada level 4% melalui air minum dapat menurunkan lemak subkutan broiler.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK CIPLUKAN (Physalis angulata L.) MELALUI AIR MINUM TERHADAP ORGAN DALAM BROILER Kukuh I. G. A. J. W.; G. A. M. K. Dewi; M. Wirapartha
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meat is a popular source of protein in Indonesia, and chicken is the most commonly raised livestock, especially broiler chickens. This reseach aims to determine the effect of administering ciplukan extract (physalis angulata L.) through drinking water on the percentage of internal organs in broilers. The study employed a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 6 replications, which were statistically analyzed using analysis of variance (one way ANOVA) and Duncan's multiple range test. The three treatments are PO (drinking water without the addition of ciplukan extract as a control), P1 (2% ciplukan extract in drinking water), and P2 (4% ciplukan extract in drinking water). The observed vanables include the percentage of liver, percentage of pancreas, percentage of spleen, percentage of bile, percentage of heart and percentage of small intestine. The research results indicate that the administration of 2% and 4% ciplukan extract through drinking water did not significantly affect the percentage of liver, pancreas, spleen, gallbladder, heart and small intestine. (P>0.05) Based on the research findings, it can be concluded that giving 2% and 4% ciplukan extract doesn't really have a significant effect on the percentages of the liver, pancreas, heart, spleen, bile and small intestine. ABSTRAK Daging merupakan sumber protein yang sangat digemari oleh masyarakat di Indonesia, ayam merupakan hewan ternak yang paling banyak dipelihara dengan jenis ayam broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak ciplukan (Physalis angulata L.) melalui air minum terhadap persentase organ dalam broiler. Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan yang dianalisis statistik dengan analisis varian (one way ANOVA) dan uji jarak berganda Duncan. Ketiga perlakuan yakni: P0 (air minum tanpa tambahan ekstrak ciplukan sebagai kontrol). P1 (2% ekstrak ciplukan dalam air minum. P2 (4% ekstrak ciplukan dalam air minum). Variabel yang diamati adalah persentase hati, persentase pankreas, persentase limpa, persentase empedu, persentase jantung dan persentase usus halus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak ciplukan 2% dan 4% melalui air minum terhadap persentase hati, pankreas, limpa, empedu, jantung, dan usus halus tidak berbeda nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian 2% dan 4% ekstrak ciplukan memberikan pengaruh yang tidak nyata pada persentase hati, pankreas, jantung, limpa, empedu dan usus halus broiler.
PENGARUH PEMBERIAN CAMPURAN SARI KUNYIT DAN MADU MELALUI AIR MINUM TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING BROILER Trisna I. G. A. G. W.; I. P. A. Astawa; S. A. Lindawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of administering a mixture of turmeric extract and honey through drinking water on the physical quality of broiler meat.The broilers were divided into four treatment groups: P0 (control, no turmeric extract and honey), P1 (1% mixture of turmeric extract and honey), P2 (2% mixture of turmeric extract and honey), and P3 (3% mixture of turmeric extract and honey) through drinking water. Observed parameters included meat pH, water-holding capacity (WHC), cooking loss, drip loss, and meat color. Increasing the level of turmeric extract and honey tended to enhance the meat color due to the absorption of curcumin into the tissues. The pH values remained within the normal range (5.6–5,9), indicating that the meat was in good condition and fit for consumption. Water holding capacity (27–32%), cooking loss (33–34%), and drip loss (12–14%) were all within the normal range, with a tendency for increased water holding capacity in treatments supplemented with turmeric and honey. In terms of meat color, a decrease in lightness (L*) and redness (a*) was observed in the turmeric and honey extract treatments compared to the control, although the differences were not statistically significant. However, the yellowness value (b*) in treatment P3 showed a significant decrease, possibly due to the degradation of curcumin pigments at high concentrations. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian campuran sari kunyit dan madu melalui air minum terhadap kualitas fisik daging broiler. Broiler diberikan perlakuan dengan empat kelompok, yaitu P0 (tanpa penambahan sari kunyit dan madu), P1 = 1% (campuran sari kunyit dan madu), P2 = 2% (campuran sari kunyit dan madu) P3 = 3% (campuran sari kunyit dan madu) melalui air minum. Parameter yang diamati meliputi pH daging, daya ikat air (DIA), susut masak, susut mentah dan warna daging. Peningkatan level pemberian sari kunyit dan madu cenderung meningkatkan warna daging akibat zat kurkumin yang meresap ke dalam jaringan. Nilai pH daging masih berada dalam kisaran normal (5,6–5,9), yang menunjukkan bahwa daging dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Daya ikat air (27-32%), susut masak (33-34%), dan susut mentah (12-14%) masing- masing juga berada dalam rentang normal, dengan kecenderungan peningkatan daya ikat air pada perlakuan dengan kunyit dan madu. Dari aspek warna, terjadi penurunan kecerahan (L*) dan kemerahan (a*) pada perlakuan sari kunyit dan madu dibanding kontrol, meskipun tidak signifikan. Namun, nilai kekuningan (b*) pada P3 mengalami penurunan signifikan, yang kemungkinan disebabkan oleh degradasi pigmen kurkumin dalam dosis tinggi.
PENGARUH PEMBERIAN CAMPURAN SARI KUNYIT (Curcuma domestica Val.) DAN MADU (Apis sp.) MELALUI AIR MINUM TERHADAP PERFORMA BROILER Wijaya I. G. M. D. S.; I. P. A. Astawa; D. A. Warmadewi
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the effect of adding a mixture of turmeric extract (Curcuma domestica Val.) and honey (Apis sp.) through drinking water on the performance of broiler chickens, as well as to identify the optimal supplementation level. The research was conducted in Cengolo Village, Tabanan District, Tabanan Regency, for a duration of 25 days. A Completely Randomized Design (CRD) was used, consisting of four treatments and five replications, with each treatment containing four broiler chickens. The study utilized a litter-type housing system, with each pen measuring 80 cm in length and 90 cm in width, and the pen dividers were made of plywood. The broilers were assigned to four treatment groups: P0 (without turmeric extract and honey), P1 (1% mixture of turmeric extract and honey), P2 (2% mixture), and P3 (3% mixture), all administered through drinking water. Observed variables included feed intake, water intake, initial and final body weight, weight gain, and feed conversion ratio (FCR). The results showed that supplementation with a 2% mixture of turmeric extract and honey significantly increased (P<0.05) weight gain and final body weight. However, there were no significant differences (P>0.05) observed in feed intake, water intake, and feed conversion ratio compared to P0, although the values were numerically higher. It can be concluded that supplementation with a 2% mixture of turmeric extract and honey through drinking water can improve weight gain and final body weight in broilers. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian campuran sari kunyit (Curcuma domestica Val.) dan madu (Apis sp.) melalui air minum terhadap performa broiler serta menentukan level pemberian yang terbaik. Penelitian dilaksanakan di Desa Cengolo, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, berlangsung selama 25 hari, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan serta setiap perlakuan diisi dengan 4 ekor ayam. Kandang yang digunakan dalam penelitian ini adalah kandang litter. Setiap petak kandang memiliki panjang 80 cm dan lebar 90 cm dan sekat pada kandang terbuat dari triplek. Broiler diberikan perlakuan dengan empat kelompok, yaitu P0 (tanpa penambahan sari kunyit dan madu), P1 = 1% (campuran sari kunyit dan madu), P2 = 2% (campuran sari kunyit dan madu) dan P3 = 3% (campuran sari kunyit dan madu) melalui air minum. Variabel yang diamati meliputi konsumsi ransum, konsumsi air minum, bobot badan awal dan akhir, pertambahan bobot badan, dan feed convertion ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari kunyit dan madu melalui air minum pada level 2% dapat meningkatkan secara nyata (P<0,05) pertambahan bobot badan dan bobot badan akhir broiler, namun pada variabel konsumsi ransum, konsumsi air minum, dan feed convertion ratio menunjukan hasil yang tidak berbeda nyata (P>0,05) lebih tinggi dari P0. Dapat disimpulkan bahwa penambahan campuran sari kunyit dan madu dengan level 2% melalui air minum dapat meningkatkan pertambahan bobot badan dan bobot akhir broiler.
PEMBERIAN JUS KULIT BUAH MANGGIS (Gracinia Mangostana L.) PADA AIR MINUM TERHADAP LEMAK ABDOMINAL BROILER Bimantoro S. S.; I. P. A. Astawa; I. G. L. O. Cakra
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Broiler meat is a strategic commodity that has shown increased production alongside milk, eggs, and beef. One of the advantages of modern broiler chickens is their rapid growth rate. However, this rapid growth comes with the consequence of increased body fat accumulation, particularly in the abdominal area. Excess abdominal fat not only reduces the percentage of carcass meat preferred by consumers but also decreases the economic value and health of broiler chickens. This study aimed to determine the effect of mangosteen peel juice (Garcinia mangostana L.) administered through drinking water on the abdominal fat of broilers. The study was conducted on Jalan Jalak Putih, Dajan Peken Village, Tabanan Regency, and lasted for 35 days. A completely randomized design (CRD) was used with four treatments and four replications, with each treatment unit consisting of 4 broilers, totaling 64 broilers. The observed variables included slaughter weight, cushion fat, mesenteric fat, gizzard fat, and abdominal fat. The treatments consisted of drinking water supplemented with 0% mangosteen peel juice (P0) as a control, 1% (P1), 2% (P2), and 3% (P3). The results showed that abdominal fat in broilers given P1, P2, and P3 treatments was not significantly different (P>0.05) from the control (P0). Based on these results, it can be concluded that adding mangosteen peel juice to drinking water at concentrations of 1%, 2%, and 3% does not have a significant effect on the abdominal fat of broilers. ABSTRAK Daging broiler merupakan komoditas strategis yang sedang menunjukkan kenaikan produksi disamping produk susu, telur dan daging sapi. Salah satu keunggulan ayam broiler modern adalah laju pertumbuhan yang sangat cepat, namun pertumbuhan yang pesat ini memiliki konsekuensi berupa akumulasi lemak tubuh, terutama di bagian abdominal. Lemak abdominal yang berlebih tidak hanya mengurangi persentase daging karkas yang disukai konsumen, tetapi juga menurunkan nilai ekonomis dan kesehatan ayam broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus kulit manggis (Garcinia Mangostana L.) melalui air minum terhadap lemak abdominal broiler. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Jalak Putih, Desa Dajan Peken, Kabupaten Tabanan yang berlangsung selama 35 hari. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan dan setiap unit perlakuan terdiri dari 4 ekor broiler, sehingga digunakan 64 ekor broiler. Variabel yang diamati adalah berat potong, lemak bantalan, lemak mesentrium, lemak empedal dan lemak abdominal. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian air minum yang ditambahkan 0% jus kulit buah manggis (P0) sebagai kontrol, 1% (P1), 2% (P2), dan 3% (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemak abdominal broiler pada perlakuan P1, P2 dan P3 tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dibanding P0. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan jus kulit buah manggis dalam air minum menunjukkan dengan dosis 1%, 2%, dan 3% tidak memberikan pengaruh nyata terhadap lemak abdominal broiler.
KOMPOSISI FISIK KARKAS BROILER YANG DIBERIKAN CAMPURAN SARI KUNYIT (Curcuma domestica Val.) DENGAN MADU (Apis sp.) MELALUI AIR MINUM Pratama I. G. N. A. W.; I. P. A. Astawa; D. A. Warmadewi
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turmeric is known to have antibacterial and antioxidant properties, while honey contains antimicrobial and immunostimulant compounds that have the potential to increase the growth and quality of broiler carcasses. This study aims to evaluate the Physical Composition of Broiler Carcasses Given a Mixture of Turmeric Juice (Curcuma domestica Val.) With Honey (Apis sp.) Through Drinking Water. The study used a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments and five replications. The treatments consisted of P0 = 0% mixture of turmeric juice and honey, P1 = 1% mixture of turmeric juice and honey, P2 = 2% mixture of turmeric juice and honey, and P3 = 3% mixture of turmeric juice and honey. The variables observed included carcass weight, carcass percentage, meat percentage, bone percentage, and fat and skin percentage. The results showed that the administration of a mixture of turmeric juice with honey had an effect on broiler carcass variables. The highest broiler carcass weight in treatment P2 was (1671.00g/head). The highest carcass percentage was also found in P2 (81.07%), significantly different between treatments (P>0.05), the highest meat percentage was found in P2 (59.91%), but not significant (P>0.05). The lowest bone percentage was found in P2 (28.93%), with a non-significant difference (P>0.05). The lowest subcutaneous fat percentage including skin was also found in P2 (11.16%), but the difference was not significant (P>0.05). The conclusion of this study is that giving a mixture of turmeric juice and honey through drinking water as much as 2% can improve the physical composition of broiler carcasses. ABSTRAK Kunyit dikenal memiliki sifat antibakteri dan antioksidan, sementara madu mengandung senyawa antimikroba dan imunostimulan yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan dan kualitas karkas broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komposisi fisik karkas broiler yang diberikan campuran sari kunyit (Curcuma domestica Val.) dengan madu (Apis sp.) melalui air minum. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan terdiri dari P0= 0% campuran sari kunyit dan madu, P1= 1% campuran sari kunyit dan madu, P2= 2% campuran sari kunyit dan madu, dan P3= 3% campuran sari kunyit dan madu. Variabel yang diamati meliputi berat karkas, persentase karkas, persentase daging, persentase tulang, dan persentase lemak dan kulit. Hasil penelitian menunjukkan pemberian campuran sari kunyit dengan madu berpengaruh terhadap variabel karkas broiler. Berat karkas broiler tertinggi perlakuan P2 sebesar (1671,00g/ekor). Persentase karkas tertinggi juga ditemukan pada P2 (81,07%), berbeda nyata antar perlakuan (P>0,05), persentase daging tertinggi terdapat pada P2 (59,91%), namun tidak signifikan (P>0,05). Persentase tulang terendah ditemukan pada P2 (28,93%), dengan perbedaan yang non signifikan (P>0,05). Persentase lemak sub kutan termasuk kulit terendah juga terdapat pada P2 (11,16%), tetapi perbedaannya tidak signifikan (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian campuran sari kunyit dengan madu melalui air minum sebanyak 2% mampu memperbaiki komposisi fisik karkas broiler.

Page 5 of 10 | Total Record : 100