cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
eny_fapet@unud.ac.id
Phone
+62818555700
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Gedung AB Lt. 1, Jl. Kampus Bukit Jimbaran, Fakultas Peternakan Universitas Udayana
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 27227286     DOI : -
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) merangkum berbagai manuskrip di bidang peternakan seperti nutrisi, produksi, reproduksi, pasca panen (pengolahan dan teknologi) dan bidang sosial ekonomi peternakan.
Articles 100 Documents
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA TERFERMENTASI TERHADAP KUALITAS TELUR BURUNG PUYUH UMUR 6-11 MINGGU MELALUI AIR MINUM Amanta Z. S.; G. A. M. K. Dewi; M. Wirapartha
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quail is one type of dual-purpose poultry that has the potential to be farmed because of its high egg production and can produce meat to meet the needs of animal protein for the community. This study aims to determine the quality of quail eggs that are given fermented dragon fruit skin extract through drinking water. The study was conducted at the Sesetan Farm, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University, and was carried out for five weeks. The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and five replications and each cage unit contained 3 quails. The treatments given were quail given water without fermented dragon fruit skin extract (P0) as a control, Giving fermented dragon fruit skin extract through drinking water with levels of 1%, 2%, and 3% as treatments P1, P2, and P3. The variables observed included: egg weight, egg index, egg yolk color, and Haugh Unit (HU). The results showed that egg weight, egg index, egg yolk color and Haugh Unit (HU) in the four treatments were not statistically significantly different (P>0.05) when compared to P0 (control). The conclusion of this study is the provision of fermented dragon fruit peel extract at 1%, 2%, and 3% concentrations through drinking water did not significantly affect the quality of quail eggs. ABSTRAK Burung puyuh merupakan salah satu jenis unggas dwiguna yang memiliki potensi untuk diternakkan karena produksi telurnya yang tinggi serta dapat menghasilkan daging untuk memenuhi kebutuhan protein asal hewani bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas telur burung puyuh yang diberi ekstrak kulit buah naga terfermentasi melalui air minum. Penelitian dilaksanakan di Farm Sesetan Fakultas Peternakan Universitas Udayana, dan dilaksanakan selama lima minggu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan serta pada setiap unit kandang berisi 3 ekor burung puyuh. Adapun perlakuan yang diberi adalah burung puyuh diberi minum tanpa ekstrak kulit buah naga terfermentasi (P0) sebagai kontrol, Pemberian ekstrak kulit buah naga terfermentasi melalui air minum dengan level 1%, 2%, dan 3% sebagai perlakuan P1, P2, dan P3. Variabel yang diamati meliputi: bobot telur, indeks telur, warna kuning telur, dan Haugh Unit (HU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot telur, indeks telur, warna kuning telur dan Haugh Unit (HU) pada keempat perlakuan secara statistik tidak berbeda nyata (P>0,05) jika dibandingkan dengn P0 (kontrol). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak kulit buah naga terfermentasi sebesar 1%, 2% dan 3% melalui air minum memiliki hasil yang sama terhadap kualitas telur burung puyuh.
PENGARUH MINYAK IKAN LEMURU (Sardinella lemuru) DALAM PAKAN TERHADAP KOMPOSISI FISIK KARKAS AYAM KAMPUNG JOPER Anggreni N. M. D.; I. M. Nuriyasa; D. P. M. A. Candrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lemuru fish oil (Sardinella lemuru) is a rich source of omega-3 fatty acids and has potential as a feed supplement for poultry due to its unsaturated fat content, which supports metabolism and immune function. This study aimed to evaluate the effect of adding lemuru fish oil to the feed on the physical carcass composition of Joper chickens (Jowo Super). The study was conducted over two months at the Sesetan Farm, Denpasar, using a completely randomized design (CRD) with four treatments and five replications. The treatments included P0 (control), P1 (2% oil), P2 (4% oil), and P3 (6% oil). Observed parameters were slaughter weight, carcass weight, and the percentages of carcass, meat, bone, and fat. The results showed that 2% and 4% lemuru fish oil significantly increased slaughter and carcass weights (P<0.05) compared to the control, while the 6% level caused a decrease. The highest fat percentage was found in P2, but meat, bone, and carcass percentages showed no significant differences among treatments (P>0.05). It can be concluded that 4% lemuru fish oil in the feed improves slaughter weight, carcass weight, and carcass fat percentage without affecting meat and bone composition. ABSTRAK Minyak ikan lemuru sebagai salah satu sumber asam lemak omega-3 merupakan bahan pakan tambahan yang potensial, karena memiliki kandungan lemak tak jenuh yang bermanfaat bagi metabolisme dan sistem kekebalan tubuh ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan minyak ikan lemuru (Sardinella lemuru) dalam pakan terhadap komposisi fisik karkas ayam kampung Joper (Jowo Super). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), di mana ayam kampung Joper dibagi ke dalam 20 kandang, dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, setiap petak kandang disi 5 ekor ayam kampung jopper yang dilaksanakan di Farm Sesetan, Denpasar Bali selama 2 bulan. Perlakuan yang diberikan P0 tanpa menggunakan minyak ikan lemuru, P1 dengan menggunakan 2% minyak ikan lemuru, P2 dengan menggunakan 4% minyak ikan lemuru, dan P3 dengan menggunakan 6% minyak ikan lemuru. Parameter yang diamati meliputi bobot karkas, bobot potong, persentase karkas, persentase daging, persentase tulang dan persentase daging. Penggunaan minyak ikan dalam pakan ayam joper pada perlakuan P1, P2 dan P3 menghasilkan berat potong, berat karkas dan persentase lemak karkas lebih tinggi (P<0,05) daripada P0 (kontrol). Persentase karkas, persentase daging, dan tulang pada perlakuan P1,P2, P3 tidak berbeda nyata (P>0,05) dibandingkan P0. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan minyak ikan lemuru 4% dalam pakan ayam joper dapat meningkatkan berat potong dan berat kaskas, dan persentase lemak karkas namun tidak berpengaruh pada persentase daging dan tulang karkas.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comous L.Merr) TERFEMENTASI MELALUI AIR MINUM TERHADAP KOMPOSISI FISIK KARKAS AYAM KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN (KUB) Faiz H. A.; N. L. P. Sriyani; I. N. S. Sutama
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Improving carcass quality can be achieved through the utilization of natural feed additives, one of which is by giving fermented pineapple fruit peel extract (Ananas comosus L. Merr). This study aims to determine the effect of giving fermented pineapple fruit peel extract (Ananas Comous L. merr) on the physical composition of Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) carcasses. This research was conducted at Sesetan Farm, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University, located at Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa No. 6, Denpasar, Bali for 8 weeks. The design used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replicates, so there were 20 experimental units. Each experimental unit contained 3 two-week-old KUB chickens. The four treatments were the level of fermented pineapple peel extract in drinking water, namely 0%, 11%, 12%, and 13% for treatments P0, P1, P2 and P3, respectively. The observed variables were carcass weight, meat percentage, bone percentage and subcutaneous fat percentage. The results showed that the physical composition of carcasses in treatments P1, P2, and P3 were not significantly different (P>0.05) compared to P0. Based on the results of the study, it can be concluded that the provision of fermented pineapple peel extract (Ananas Comous L. merr) through drinking water at the level of 11%, 12%, and 13% has no effect on the physical composition of the carcass of Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) Chicken. ABSTRAK Peningkatan kualitas karkas dapat diupayakan melalui pemanfaatan feed additive alami, salah satunya dengan pemberian ekstrak kullit buah nanas (Ananas comosus L. Merr) yang difermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit buah nanas (Ananas comous L. Merr) terfermentasi terhadap komposisi fisik karkas Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Penelitian ini dilaksanakan di Farm Sesetan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa No. 6, Denpasar, Bali selama 8 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Setiap unit percobaan berisi 3 ekor ayam KUB berumur dua minggu. Keempat perlakuan tersebut adalah level ekstrak kulit buah nanas terfermentasi dalam air minum yaitu 0%, 11%, 12%, dan 13% masing-masing untuk perlakuan P0, P1, P2 dan P3. Variabel yang diamati adalah bobot karkas, persentase daging, persentase tulang dan persentase lemak subkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi fisik karkas pada perlakuan P1, P2, dan P3 berbeda tidak nyata (P>0,05) dibandingkan dengan P0. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kulit nanas (Ananas Comous L. merr) terfermentasi melalui air minum pada level 11%, 12%, dan 13% tidak berpengaruh terhadap komposisi fisik karkas ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB).
PENGARUH PENGGUNAAN MINYAK IKAN LEMURU (Sardinella lemuru) DALAM PAKAN TERHADAP PERFORMA AYAM KAMPUNG JOPER Natha D. A. A. N.; I. M. Nuriyasa; A. A. P. P. Wibawa
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to accelerate the growth of native chickens aim to shorten the rearing period. Livestock practitioners in the country have innovated by crossbreeding native chickens or other superior local breeds with commercial laying hens (layers), resulting in “ayam kampung super” (in Javanese: ayam kampung jowo super/joper) whose growth rate is faster than that of ordinary native chickens. One of the poultry feed ingredients with usable energy content is fish oil. This study aimed to determine the effect of using lemuru fish oil in feed on the performance of joper chickens. The research was conducted at the Sesetan Farm, Faculty of Animal Science, Denpasar, Bali, for a period of two months. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments, five replications, and each replication consisted of four chickens. The treatments given were: joper chickens fed a diet without fish oil (P0), joper chickens fed a diet containing 2% fish oil (P1), joper chickens fed a diet containing 4% fish oil (P2), and joper chickens fed a diet containing 6% fish oil (P3). The observed variables included initial body weight, final body weight, total feed intake, body weight gain, and Feed Conversion Ratio (FCR). The results showed that the variables of final body weight and body weight gain were significantly affected; chickens fed diets containing fish oil had higher final weights and weight gains compared to those without fish oil. Meanwhile, the use of fish oil had no significant effect (P>0.05) on initial body weight, feed intake, and Feed Conversion Ratio (FCR). Based on the results of this study, it can be concluded that adding 2% - 4% lemuru fish oil to the diet can improve the performance of joper chickens, particularly in terms of final body weight and weight gain. ABSTRAK Usaha mempercepat pertumbuhan ayam kampung, sehingga waktu pemeliharaan menjadi lebih cepat, praktisi peternakan di dalam negeri berinovasi kawin silang antara ayam kampung atau ayam lokal unggulan lainnya dengan ayam ras petelur (layer) sehingga dihasilkan ayam kampung super (Jawa : ayam kampung jowo super/joper) yang pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan ayam kampung biasa. Salah satu pakan unggas yang memiliki kandungan energi yang dapat digunakan adalah minyak ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan minyak ikan lemuru dalam pakan terhadap performa ayam kampung joper yang dilaksanakan di Farm Sesetan, Fakultas Peternakan, Denpasar, Bali selama 2 bulan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, 5 ulangan dan masing – masing ulangan terdiri dari 4 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan adalah ayam joper yang diberi ransum tanpa menggunakan minyak ikan (P0), ayam joper yang diberi pakan menggunakan 2% minyak ikan (P1), ayam joper yang diberi pakan menggunakan 4% minyak ikan (P2), ayam joper yang diberi pakan menggunakan 6% minyak ikan (P3). Variabel yang diamati meliputi berat badan awal, berat badan akhir, jumlah konsumsi ransum, pertambahan berat badan, dan Feed Conversion Ratio (FCR). Hasil penelitian pada variabel bobot badan akhir dan pertambahan bobot badan menunjukan hasil yang signifikan, ayam yang diberikan pakan yang menggunakan minyak ikan lebih tinggi daripada tanpa menggunakan minyak ikan. Sedangkan pada variabel bobot badan awal, konsumsi ransum dan Feed Convension Ratio (FCR) penggunaan minyak ikan pada pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ayam joper yang diberi minyak ikan lemuru 2% - 4% pada ransum mampu meningkatkan performa (bobot akhir dan pertambahan bobot badan).
PENGARUH PENGGANTIAN KONSENTRAT KOMERSIAL DENGAN KONSENTRAT PROTEIN LIMBAH PETERNAKAN AYAM (KPLA) TERHADAP PERFORMA ITIK BALI (Anas sp.) Anisa W. D.; I. N. T. Ariana; M. Wirapartha
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ducks are one of the most productive poultry commodities in producing eggs and meat. This research aims to determine the effect of replacing commercial concentrate with chicken farm waste protein concentrate (KPLA) in the ration on performance of bali duck.This research used 90 male Balinese ducks. The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of three treatments and six replications with each replication consisting of five male Balinese ducks. The treatments given were male Bali ducks given commercial concentrate feed and rations without the addition of KPLA as a control (P0), male Bali ducks given a mixture of rations, 12.5% ​​concentrate and 12.5% ​​KPLA (P1), and male Bali ducks given rations and 25% KPLA (P2). The variables observed included initial body weight, final weight, body weight gain, feed consumption, and feed conversion ratio. The results of this study indicate that the replacement of commercial concentrate with 25% Chicken Farm Waste Protein Concentrate (P2) had a significant effect (P<0.05) on the final weight, body weight gain and ration consumption. Meanwhile, the use of KPLA in treatments P1 and P2 did not have a significant effect (P>0.05) on the FCR value. The results of this study can be concluded that replacing commercial concentrate with 25% KPLA (P2) can improve the performance of Bali ducks. ABSTRAK Itik menjadi salah satu komoditas ternak unggas yang produktif dalam menghasilkan telur dan daging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian konsentrat komersial dengan konsentrat protein limbah peternakan ayam (KPLA) dalam ransum terhadap penampilan itik bali jantan. Penelitian ini menggunakan 90 ekor itik bali jantan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan dan enam ulangan dengan masing-masing ulangan terdiri dari lima ekor itik bali jantan. Perlakuan yang diberikan, yaitu itik bali jantan yang diberikan pakan dengan campuran 25% konsentrat dan ransum tanpa penambahan KPLA sebagai kontrol (P0), itik bali jantan yang diberikan campuran ransum 12,5% konsentrat dan 12,5% KPLA (P1), dan itik bali jantan yang diberikan ransum tanpa konsentrat dan 25% KPLA (P2). Variabel yang diamati meliputi bobot badan awal, bobot akhir, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, dan feed conversion ratio. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggantian konsentrat komersial dengan 25% Konsentrat Protein Limbah Peternakan Ayam (P2) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot akhir, pertambahan bobot badan dan konsumsi ransum. Sementara itu penggunaan KPLA pada perlakuan P1 dan P2 tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai FCR. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggantian konsentrat komersial dengan 25 % KPLA (P2) dapat meningkatkan performa itik bali.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR FERMENTASI MELALUI AIR MINUM TERHADAP POTONGAN KOMERSIAL KARKAS BROILER Silaban M.; I. M. Suasta; A. A. Oka
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of fermented moringa leaves as an alternative natural antibiotic (feed additive) is due to the prohibition of the use of (AGP) Antibiotic Growth Promoter, due to the resistance caused in broilers. This study aims to determine the effect of giving fermented moringa leaf extract through drinking water on commercial cuts of broilers carcass and this study was conducted for 28 days at the Sesetan farm, Faculty of Animal Husbandry, Denpasar, Bali. This study used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of three treatments, six replications, and each replication consisted of five broilers. The treatments given consisted of N0 (broilers given drinking water without fermented moringa leaf extract (control)), N1 (broilers given drinking water with 3% fermented moringa leaf extract), N2 (broilers given drinking water with 6% fermented moringa leaf extract). The variables observed were the percentage of chest, percentage of thigh, percentage of back and percentage of wings. The results of this study indicate that the addition of fermented moringa leaf extract at concentrations of 3% and 6% did not differ significantly (P>0.05) on the percentage of chest, thigh, back and wing percentages. Based on the results of the study, it was concluded that the administration of fermented moringa leaf extract up to a concentration of 6% through drinking water gave the same results on commercial cuts broiler carcass. ABSTRAK Pemanfaatan daun kelor fermentasi sebagai salah satu alternatif antibiotik alami (feed additive) dikarenakan adanya pelarangan penggunaan (AGP) Antibiotic Growth Promoter, akibat resistensi yang ditimbulkan pada broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor fermentasi melalui air minum terhadap potongan komersial karkas broiler dan penelitian ini dilakukan selama 28 hari di farm sesetan Fakultas Peternakan, Denpasar, Bali. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan, enam ulangan, dan setiap ulangan terdiri dari lima ekor broiler. Perlakuan yang diberikan terdiri dari N0 (broiler yang diberi air minum tanpa ekstrak daun kelor fermentasi (kontrol)), N1 (broiler yang diberi air minum dengan 3% ekstrak daun kelor fermentasi), N2 (broiler yang diberi air minum dengan 6% ekstrak daun kelor fermentasi). Variabel yang diamati adalah persentase dada, persentase paha, persentase punggung dan persentase sayap. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun kelor fermentasi pada konsentrasi 3% dan 6% tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap persentase dada, persentase paha, persentase punggung dan persentase sayap. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun kelor fermentasi sampai konsentrasi 6% melalui air minum memberikan hasil yang sama terhadap potongan komersial karkas broiler.
PENGARUH PEMBERIAN EKSRTRAK KULIT BUAH NAGA (Hylcereus polyrhizus) DAN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) MELALUI AIR MINUM TERHADAP OFFAL EKSTERNAL ITIK BALI JANTAN Larasati T. D.; I. M. Nuriyasa; G. A. M. K. Dewi
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of giving dragon fruit peel extract and ciplukan extract through drinking water on the external offal of male Balinese ducks. This research was conducted at Sesetan Farm, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University, located at Jalan Raya Sesetan, Denpasar, Bali for 5 weeks. The design used was a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replicates and each replicate contained 5 one-week-old ducks. The treatments given are, P1: Giving drinking water without dragon fruit peel extract and ciplukan extract, P2: Giving drinking water with 5% dragon fruit peel extract, P3: Giving drinking water with 5% ciplukan extract, P4: Giving drinking water with a mixture of 2.5% ciplukan extract and 2.5% dragon fruit peel extract, P5: Giving drinking water with a mixture of 5% ciplukan extract and 5% dragon fruit peel extract. The variables observed were the percentage of head, neck, legs, blood, and fur. The results showed that the provision of dragon fruit peel extract and ciplukan did not have a significant effect (P>0.05) on the percentage of external offal (head, neck, legs, blood and feathers) of male Balinese ducks aged 6 weeksThe results of the study showed that the administration of 5% dragon fruit peel extract, 5% ciplukan, a mixture of dragon fruit peel and ciplukan extracts each 2.5%, and a mixture of dragon fruit peel extract and ciplukan 5% each did not have a significant effect (P>0.05) on the percentage of external offal (head, neck, feet, blood and feathers) of 6 week old male Bali ducks.. It can be concluded that the administration of 5% dragon fruit peel extract, 5% ciplukan extract, a mixture of dragon fruit peel and ciplukan extracts of 2.5% each, and a mixture of dragon fruit peel and ciplukan extracts of 5% each through drinking water had no effect on the percentage of external offal (head, neck, feet, blood and feathers) of male Balinese ducks aged 6 weeks. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit buah naga dan ekstrak ciplukan melalui air minum terhadap offal eksternal itik bali jantan. Penelitian ini dilaksanakan di Farm Sesetan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan, Denpasar, Bali selama 5 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan dan setiap ulangan berisi 5 ekor itik berumur satu minggu. Adapun perlakuan yang diberikan yaitu, P1: Pemberian air minum tanpa ekstrak kulit buah naga dan ekstrak ciplukan, P2 : Pemberian air minum dengan 5% ekstrak kulit buah naga, P3 : Pemberian air minum dengan 5% ekstrak ciplukan, P4 : Pemberian air minum dengan campuran 2,5% ekstrak ciplukan dan 2,5% ekstrak kulit buah naga, P5 : Pemberian air minum dengan campuran 5% ekstrak ciplukan dan 5% ekstrak kulit buah naga. Variabel yang diamati adalah persentase kepala, leher, kaki, darah, dan bulu. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak kulit buah naga 5%, ciplukan 5%, campuran ekstrak kulit buah naga dan ciplukan masing-masing 2,5%, dan campuran ekstrak kulit buah naga dan ciplukan masing-masing 5% tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap persentase offal eksternal (kepala, leher, kaki, darah dan bulu) itik bali jantan umur 6 minggu. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kulit buah naga 5%, ekstrak ciplukan 5%, campuran ekstrak kulit buah naga dan ciplukan masing-masing 2,5%, dan campuran ekstrak kulit buah naga dan ciplukan masing-masing 5% melalui air minum tidak berpengaruh terhadap persentase offal eksternal itik bali jantan umur 6 minggu.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT NANAS (Ananas comosus L.Merr) TERFERMENTASI MELALUI AIR MINUM TERHADAP SISTEM PENCERNAAN AYAM KAMPUNG UNGGUL BALITNAK (KUB) Pondaag A. A. E. R.; N. W. Siti; E. Puspani
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growth of KUB chickens is closely related to the health of their digestive system. If any of the digestive organs experience abnormalities, the overall health of the livestock may be disrupted. This study aims to determine the effect of administering fermented pineapple peel extract (Ananas comosus L. Merr) through drinking water on the digestive system of KUB chickens. The research was conducted at the Sesetan Farm, Faculty of Animal Science, Udayana University, over a period of eight weeks. A Completely Randomized Design (CRD) was used with four treatments and five replications, with each cage unit containing three KUB chickens. The treatments consisted of fermented pineapple peel extract administered at levels of 0%, 11%, 12%, and 13%, designated as P0, P1, P2, and P3, respectively.The observed variables included: percentage of liver, gallbladder, pancreas, proventriculus, ventriculus, small intestine, and the length of the small intestine. The results showed that administration of fermented pineapple peel extract at levels of 11%, 12%, and 13% had no statistically significant effect (P>0.05) on the digestive system percentages of KUB chickens. ABSTRAK Pertumbuhan ayam KUB tidak terlepas dari kesehatan sistem pencernaan. Apabila salah satu organ mengalami kelainan maka kesehatan ternak akan terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit nanas (Ananas comosus L.Merr) terfermentasi melalui air minum terhadap sistem pencernaan ayam KUB. Penelitian dilaksanakan di Farm Sesetan Fakultas Peternakan Universitas Udayana, dan dilaksanakan selama delapan minggu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan, serta pada setiap unit kandang berisi 3 ekor ayam KUB. Adapun perlakuan yang diberi adalah ekstrak kulit nanas terfermentasi dengan level 0, 11, 12 dan 13% masing-masing untuk perlakuan P0, P1, P2 dan P3. Variabel yang diamati adalah: persentase hati, persentase empedu, persentase pankreas, persentase proventrikulus, persentase ventrikulus, persentase usus halus, dan panjang usus halus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit nanas terfermentasi dengan level 11%, 12%, 13% secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase sistem pencernaan ayam KUB. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kulit nanas terfermentasi dengan level 11%, 12%, 13% melalui air minum tidak mempengarui sistem pencernaan ayam KUB.
PENGARUH PENGGANTIAN SEBAGIAN KONSENTRAT KOMERSIAL PROTEIN LIMBAH PETERNAKAN AYAM TERHADAP DIMENSI TUBUH BABI BALI Abi M.; I. N. T. Ariana; N. L. P. Sriyani
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of partial replacement of commercial concentrates of chicken farm waste protein on the body dimensions of Balinese pigs. This research was conducted on May 22 - July 16, 2023 at the pig farm bukit jimbaran faculty of animal husbandry, Udayana University, South Kuta, Badung Regency Bali. With three treatments and five replications. The first treatment, (Ration A) using 24% CP.152 Concentrate +0% KPLA (control). The second treatment, (Ration B) using 12% CP.152 Concentrate +12% KPLA. The third treatment, (Ration C) using 0% CP.152 Concentrate + 24% KPLA. Data analysis using variance analysis, if there is a significant difference between treatments, then the difference is continued with Duncan multiple range test with the help of SPSS 26. The research variables are body weight gain (BWG), body length of pigs, height of pigs, chest circumference of pigs, hip width of pigs. The results showed that the effect of partial replacement of commercial concentrates of chicken farming waste on the body dimensions of Balinese pigs is the variable of body weight gain (BWG) in treatment B produced the highest average of 28.88 kg. body length of Balinese pigs in treatment A was 52.70 cm, body height of Balinese pigs in treatment A produced the highest average of 45.00 cm, chest circumference of Balinese pigs in treatment A produced the highest average of 69.18 cm, and hip width of Balinese pigs in treatment A reached an average of 18.64 cm. It can be concluded that the effect of partial replacement of commercial concentrate with chicken farm waste did not affect the body dimensions of the pigs in the control group. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian sebagian konsentrat komersial protein limbah peternakan ayam terhadap dimensi tubuh babi bali. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 mei -16 juli 2023 dikandang babi farm Bukit Jimbaran Fakultas Peternakan, Universitas Udayana Kuta Selatan, Kabupaten Badung Bali. Dengan tiga perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan pertama, (Ransum A) dengan menggunakan 24% Konsentrat CP.152 +0% KPLA (kontrol). Perlakuan kedua, (Ransum B) dengan menggunakan 12% Konsentrat CP.152+12% KPLA. Perlakuan ketiga, (Ransum C) dengan perlakuan 0% Konsentrat CP.152 + 24% KPLA. Analisis data menggunakan sidik ragam, jika terdapat perbedaan yang nyata diantara perlakuan, maka perbedaan dilanjutkan dengan Duncan multiple range test dengan bantuan SPSS 26. Variabel penelitian yaitu pertambahan berat badan (pbb), panjang badan babi bali, tinggi badan babi bali, lingkar dada babi bali, lebar pinggul babi bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggantian sebagian konsentrat komersial limbah peternakan ayam terhadap dimensi tubuh babi bali adalah variabel pertambahan berat badan (pbb) pada perlakuan B menghasilkan rataan tertinggi sebesar 28,88 kg. panjang badan babi bali pada perlakuan A sebesar 52,70 cm, tinggi badan babi bali pada perlakuan A mengasilkan rataan tertinggi sebesar 45,00 cm, lingkar dada babi bali pada perlakuan A menghasilkan rataan tertinggi sebesar 69,18 cm, dan lebar pinggul babi bali pada perlakuan A mencapai rataan sebesar 18,64 cm. Maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh penggantian sebagian konsentrat komersial limbah peternakan ayam tidak mempengaruhi dimensi tubuh babi bali pada kelompok kontrol.
PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SIRIH (Betle piper L.) DAN DAUN JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) TERHADAP TINGKAT KESUKAAN DAGING BROILER Wahyudi I. M. D.; I. M. Mudita; N. W. Siti
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine whether the administration of a mixture of boiled water from betel leaves and red guava leaves can improve the organoleptic quality of broilers. This study was conducted in Br Suda, Tabanan Regency. The design used was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 7 replications. Each unit contains 3 DOC broilers and a total of 84. The four treatments are: P0 (without boiled water from betel leaves and red guava leaves). P1 (5% mixture of boiled water of betel leaves and red guava leaves 1:1), P2 (5% mixture of boiled water of betel leaves and guava leaves 2:1), P3 (5% mixture of boiled water of betel leaves and guava leaves 1:2) the observed variables were organoleptic quality of broiler meat using hedonic test of preference. conclusions from this research that the highest results in the variables of color, aroma, texture, taste, tenderness, and overall acceptance were in treatment P3 which received a score of 5 (very much like) of 15%, 20%, 20%, 15%, 20%, and 25% among other treatments, namely P0, P1, and P2. It was concluded that the administration of P3 with a ratio (5% mixture of boiled betel leaf water and red guava leaves 1:2) obtained the results most preferred by the panelists. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian campuran air rebusan daun sirih dan daun jambu biji merah dapat meningkatkan kualitas organoleptik broiler. Penelitian ini dilaksanakan di Br Suda, Kab Tabanan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 7 ulangan. Setiap unit berisi 3 ekor DOC broiler dan total keseluruhan 84 ekor. Keempat perlakuan tersebut yakni: P0 (tanpa air rebusan daun sirih dan daun jambu biji merah), P1 (5% campuran air rebusan daun sirih dan daun jambu biji merah 1:1), P2 (5% campuran air rebusan daun sirih dan daun jambu biji 2:1), P3 (5% campuran air rebusan daun sirih dan daun jambu biji 1:2). Variabel yang diamati adalah kualitas organoleptik pada daging broiler yang menggunakan uji hedonik kesukaan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa hasil tertinggi pada variabel warna, aroma, tekstur, citarasa, keempukan, dan penerimaan keseluruhan adalah pada perlakuan P3 yang mendapat skorsing 5 (sangat amat suka) sebesar 15%, 20%, 20%, 15%, 20%, dan 25% diantara perlakuan lainnya yaitu P0, P1, dan P2. Disimpulkan bahwa pemberian P3 dengan perbandingan (5% campuran air rebusan daun sirih dan daun jambu biji merah 1:2) mendapatkan hasil paling banyak disukai oleh panelis.

Page 6 of 10 | Total Record : 100