cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran
ISSN : 25805525     EISSN : 25805533     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The journal publishes articles about the research results in the field of education both in the broad sense (general education) or specific (refers to certain fields of study).
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2019)" : 11 Documents clear
DEVELOPING OF PERSONAL LEADERSHIP LEARNING MODEL FOR VOCATIONAL SCHOOL STUDENTS Dana Rizki Nur Adnan
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.182 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.17918

Abstract

This study was aimed at developing and investigating the feasibility of the personal leadership learning model for vocational students in the Mechanical Engineering Expertise Program. The personal leadership learning model used in this study is a learning model adapted from Scouller's personal leadership model. The subjects in this study were students of class X of the Mechanical Engineering Department of 2017/2018 and the teachers, while the object of research was the personal leadership model. Research and development approach was used in this study with the development procedure including data collection and analysis, initial product development, validation, product testing, revision, and final product. The data were gathered by interviews, observations, and survey. The data then were analyzed using qualitative descriptive method. The results of the study produce a personal leadership learning model which is declared by material experts and expert learning models, as a feasible and applicable model. Personal leadership learning model is effective in improving students' activity, especially in asking or giving opinion.PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PERSONAL LEADERSHIP PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUANPenelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kelayakan model pembelajaran personal leadership untuk siswa SMK Program Keahlian Teknik Pemesinan. Model pembelajaran personal leadership yang digunakan dalam peneltian ini merupakan model pembelajaran yang diadaptasi dari model personal leadership menurut Scouller. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Jurusan Teknik Pemesinan 2017/2018 dan Guru SMK, sedangkan objek penelitian adalah model personal leadership. Pendekatan penelitian dan pengembangan (Research Development) digunakan dalam penelitian ini dengan prosedur pengembangan mencakup analisis dan pengumpulan data, pengembangan produk awal, validasi, uji coba produk, revisi, dan produk akhir. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan survei. Data dianalisa dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa model pembelajaran personal leadership yang dikembangkan dinyatakan sangat layak oleh ahli materi dan ahli model pembelajaran, serta dinyatakan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran oleh siswa dan guru. Model pembelajaran personal leadership efektif dalam meningkatkan aktivitas siswa, terutama dalam aktivitas bertanya atau berpendapat.
THE DIFFUSION OF VALUE EDUCATION MODEL IN EARLY CHILDHOOD THROUGH TRADITIONAL SONGS AND GAMES Mami Hajaroh; Rukiyati Rukiyati; Joko Pamungkas
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.508 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.21385

Abstract

This study was aimed at diffusing the value education model through traditional songs and games for kindergarten teachers in Yogyakarta. This model is an early childhood learning innovation for value education. Diffusion research is a study to disseminate models to teachers; therefore the research subjects were kindergarten teachers. The subject of this study in Kindergarten Schools in DIY included 15 kindergarten schools in Bantul, Sleman, Kulonprogo, Bantul and Yogyakarta city regencies involving 32 teachers. The data were gathered using focus group discussions and questionnaires. The data then analyzed using mixed descriptive qualitative and quantitative methods. This study proves that the model of value education in early childhood through traditional songs and games has five characteristics as innovations which have the advantages of relative, compatibility, complexity, can be tested and can be observed. In addition, in the process of disseminating to the teacher through five stages of diffusion, namely: knowledge, persuasion, decision, implementation, and confirmation. Teachers also tend to use traditional songs and games to inculcate religious values which are the school's peculiarities.DIFUSI MODEL PENDIDIKAN NILAI PADA ANAK USIA DINI MELALUI LAGU DAN PERMAINAN TRADISIONALPenelitian ini bertujuan untuk mendifusikan model pendidikan nilai melalui lagu dan permainan (dolanan) tradisional pada guru taman kanak-kanak ‘Aisyiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Model ini merupakan inovasi pembelajaran anak usia dini untuk pendidikan nilai. Penelitian difusi merupakan penelitian untuk menyebarluaskan model kepada para guru; oleh karena itu subyek penelitian adalah guru taman kanak-kanak. Subjek penelitian ini di Sekolah Taman Kanak-kanak di DIY meliputi 15 sekolah Taman-Kanak-kanak di Kabupaten Bantul, Sleman, Kulonprogo, Bantul dan Kota Yogyakarta melibatkan 32 orang guru. Pengumpulan data menggunakan focus group discussion dan kuisioner. Analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini membuktikan bahwa model pendidikan nilai pada anak usia dini melalui lagu dan dolanan memiliki lima karakterisik sebagai inovasi yakni memiliki keunggulan relative, kompatibilitas, kompleksitas, dapat diujicoba dan dapat diamati. Selain itu dalam proses penyebarluasan kepada guru melewati lima tahap difusi yakni: pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Guru juga cenderung menggunakan lagu dan permainan tradisional untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan yang merupakan kekhasan sekolah.
ANALIZING ACADEMIC PROKRASTINATION CAUSING FACTORS IN DESIGNING THESIS OF ATHLETE STUDENTS Soegiyanto Soegiyanto; Ipang Setiawan; Moch Fahmi Abdulaziz; Dhimas Bagus Dharmawan; Vivi Septiana Parista
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.993 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.13282

Abstract

This study was aimed at identifying the factors that caused students of the athletes of the Faculty of Sport Sciences, Semarang State University (UNNES) to carry out procrastination actions in the preparation of the thesis and create a measure of academic procrastination in the preparation of thesis. This study used a mixed method with a sequential exploratory design. The population in this study were the students of Faculty of Sport Sciences, 2010, 2011 and 2012 UNNES who were preparing a thesis. The sampling method used was purposive random sampling. The qualitative data were gathered using questionnaires and interviews, while for quantitative data using the scale of academic procrastination made by the researchers themselves based on the results of qualitative data analysis. Qualitative data analysis technique used was interactive models while Lisrel item analysis was used to analyze quantitative data to confirm which factors had an influence on academic procrastination. The results show that 3 factors causing procrastination namely physical, psychological, and environmental factors. The factors that have the highest influence on academic procrastination are psychic aspects, namely internal factors in each athlete.ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PROKRASTINASI AKADEMIK DALAM PENYUSUNAN SKRIPSI PADA MAHASISWA ATLETTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab mahasiswa atlet Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan tindakan prokrastinasi dalam penyusunan skripsi serta membuat alat ukur prokrastinasi akademik penyusunan skripsi. Pendekatan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kombinasi (mixed method) dengan rancangan eksploratoris sekuensial. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa atlet Fakultas Ilmu Keolahragaan UNNES angkatan 2010, 2011 dan 2012 yang sedang menyusun skripsi, selanjutnya pengambilan sampel dengan menggunakan purposive random sampling. Perolehan Data kualitiatif dikumpulkan dengan instrumen berupa angket dan wawancara, sedangkan untuk data kuantitatif menggunakan Skala prokrastinasi akademik yang dibuat oleh peneliti sendiri berdasarkan hasil analisis data kualitatif. Teknik analisis data kualitatif menggunakan model interaktif sedangkan data kuantitatif menggunakan analisis item Lisrel untuk mengkonfirmasi faktor mana yang memiliki pengaruh terhadap prokrastinasi akademik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 3 faktor yang menyebabkan prokrastinasi yaitu fisik, psikis, dan lingkungan. Faktor yang memiliki pengaruh paling tinggi terhadap prokrastinasi akademik adalah aspek psikis yaitu faktor internal pada dalam diri mahasiswa atlet masing-masing.
DEVELOPING ASSESSMENT DEVICES ON DISASTER GEOGRAPHY COURSE TO IMPROVE CRITICAL THINKING ABILITY erna juita; Rahmi Zulva; Helfia Edial
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.217 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.18623

Abstract

This study was aimed at developing valid learning assessment device in Disaster Geography courses. The research method used was research and development model. The study was carried out at the College of Teacher Training and Education (STKIP) PGRI, West Sumatra. This study was conducted in 2017 with the subject of education students who took disaster geography courses. The development device in this study followed the general design proposed by Plomp which consists of 3 phases namely preliminary research, prototyping, and assessment phases. The result shows that product development need to be evaluated from the material and evaluation experts. The developed assessment must be equipped for all material. In the assessment of activities, self-assessment and peer assessment are an integral part of the evaluation process in disaster geography course. In order to develop practical product as demanded by university curricullum, the device must be harmonized with the assessment process contained in Indonesian National Qualifications Framework and National Standards and also focuses to all authentic aspects of assessment. PENGEMBANGAN PERANGKAT ASESMEN PEMBELAJARAN GEOGRAFI BENCANA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITISPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat asesmen pembelajaran yang valid dalam matakuliah Geografi Bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan. Tempat dilaksanakan penelitian ini di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat. Waktu dilaksanakannya penelitian yaitu pada tahun 2017 dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa pendidikan geografi yang sudah mengambil mata kuliah geografi bencana. Perangkat pengembangan dalam penelitian ini mengikuti perangkat umum desain penelitian menurut Plomp yang terdiri atas 3 fase yaitu preliminary research, prototyping, dan assessment phases. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pengembangan produk membutuhkan ahli evaluasi dan ahli untuk materi yang dikembangkan. Asesmen yang dikembangkan harus dilengkapi untuk seluruh materi. Pada asesmen aktivitas, penilaian diri dan penilaian teman sejawat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses evaluasi dalam perkuliahan geografi bencana. Agar produk yang dikembangkan praktis digunakan dan mengikuti proses asesmen yang dituntut oleh tujuan perkuliahan agar dalam menyusun perangkat menyelaraskan dengan proses penilaian dalam KKNI- SN Dikti dan memperhatikan seluruh aspek penilaian yang otentik.
CHARACTER EDUCATION VALUE IN FOLK GAMES ON MERAPI MOUNTAIN SLOPE Nani Solihati; Ade Hikmat; Abdul Rahman Jupri; Syarif Hidayatullah
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.315 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.22327

Abstract

This study was aimed at determining the value of character education in folk games on the slopes of Mount Merapi. This study used qualitative method. The subjects of this study were students, teachers, principals, and heads of Cangkringan and Pakem sub-education technical implementation unit. The instruments used were in-depth observations and interviews. The result shows that there are seventeen folk games, namely dakon, serak lidi, lompat tali, enggrang, bekelan, kelereng, bentengan, dan bola bakar, oya dodok, oya tembok, jamuran, cublak-cublak suweng, petak umpet, engklak, dingklik oglak-aglik, gobak sodor, and elang ayam.The game is used by teachers on the slopes of Mount Merapi to instill thirteen characters from eighteen educational characters. These characters, namely honesty, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, respect for achievement, friendship, caring for the environment, social care, and responsibility. Folk games should be integrated in learning in elementary school to develop student characterNILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERMAINAN RAKYAT DI LERENG GUNUNG MERAPIPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai pendidikan karakter dalam permainan rakyat di lereng gunung Merapi. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian ini adalah siswa sekolah dasar (SD), guru, kepala sekolah, dan kepala Unit Pelaksana Teknis sub pelayanan pendidikan di kecamatan Cangkringan dan kecamatan Pakem. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian mengidentifikasi tujuh belas permainan rakyat, yaitu dakon, serak lidi, lompat tali, enggrang, bekelan, kelereng, bentengan, dan bola bakar, oya dodok, oya tembok, jamuran, cublak-cublak suweng, petak umpet, engklak, dingklik oglak-aglik, gobak sodor, dan elang ayam yang berpotensi sebagai sarana penanaman nilai karakter pada siswa SD. Permainan tersebut dimanfaatkan oleh para guru yang ada di lereng gunung Merapi untuk menanamkan tiga belas karakter dari delapan belas karakter pendidikan. Karakter tersebut, yaitu jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Permainan rakyat semestinya dapat diintegrasikan dalam pembelajaran di SD untuk mengembangkan karakter siswa. 
CHARACTER EDUCATION IN FAMILY THROUGH PARENTING PATTERN Taat Wulandari; Agustina Tri Wijayanti; Saliman Saliman
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.271 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.22392

Abstract

This study was aimed at revealing the role and the capital of parenting towards children in an effort to shape the character of tolerance and caring for the environment. The study used qualitative naturalistic research methods. The techniques of collecting data used were observation, interviews, and documentation. The data then analyzed using interactive analysis proposed by Miles and Huberman. The results show that the role of parents in shaping the character of tolerance and caring for the environment through parents as motivators, as supervisors, as physical and spiritual protectors, as mentors, educating and as role models or role models to choose and shape children. The formation of the character of tolerance and caring for the children is given through debriefing skills to respect friends, stimulation activities, and positive habituation application. The pattern of positive habituation of parents is in the form of familiarizing children to do good activities. Parents provide firmness to the child's character of tolerance and caring for the environment. The model of parenting is applied as authoritarian parenting, democratic and situational.PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KELUARGA MELALUI POLA ASUH ORANG TUAPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peran dan modal pola asuh orang tua terhadap anak dalam upaya membentuk karakter toleransi dan peduli lingkungan. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif naturalistik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam membentuk karakter toleransi dan peduli lingkungan dapat melalui orang tua sebagai motivator, sebagai pengawas, sebagai pelindung jasmani dan rohani, sebagai pembimbing, mendidik dan sebagai panutan atau role model untuk memilihara dan membentuk anak. Pembentukan karakter toleransi dan peduli lingkungan pada anak diberikan melalui pemberin bekal keterampilan untuk saling menghargai dengan sesama teman, orang tua membentuk kegiatan yang merangsang karakter toleransi dan peduli lingkungan, orang tua menerapkan pembiasaan yang positif. Pola pembiasaan positif orang tua dilakukan dengan membiasakan anak melakukan kegiatan yang baik. Orang tua memberikan ketegasan terhadap anak karakter toleransi dan peduli lingkungan. Model pola asuh orang tua yang diterapkan seperti pola asuh otoriter; demokratis dan situasional.
THE EFFECT OF INQUIRY BASED LEARNING WITH SOCIOSCIENTIFIC ISSUES CONTEXT ON CRITICAL THINKING SKILLS AND SCIENTIFIC EXPLANATION Intan Mahanani; Sri Rahayu; Fauziatul Fajaroh
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.942 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.20972

Abstract

This study was aimed at investigating the application of inquiry learning in the context of socioscientific issues (SSI) influences students' skills in critical thinking and scientific explanation on the topic of reaction rates. This study was quantitative research used post test only control group design. A total of 90 students who were enrolled in the 3 classes from one public senior high school in Malang regency were selected as the research sample by convenience. The data of critical thinking ability were collected through critical thinking test. The data of scientific explanation were collected through scientific explanation test. The results of critical thinking test were categorized by Ennis’s critical thinking, while the results of scientific explanation test were categorized by SOLO taxonomy. The data were analysed quantitatively by statistical parametric. The result of One-Way ANOVA showed that there were significant differences in students' critical thinking skills and scientific explanation ability who were taught by inquiry with SSI learning, inquiry, and verification model. Students who were taught by inquiry with SSI learning had a higher average of critical thinking and scientific explanation skills than the students who were taught by inquiry and verification learning. PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI BERKONTEKS SOCIOSCIENTIFIC-ISSUES TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN SCIENTIFIC EXPLANATIONPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh penerapan pembelajaran inkuiri berkonteks socioscientific issues (SSI) terhadap keterampilan siswa dalam berpikir kritis dan scientific explanation pada topik laju reaksi. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan posttest only control group design. Sampel penelitian berjumlah 90 siswa yang terbagi ke dalam 3 kelas dari satu SMA Negeri di Kota Malang yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Data keterampilan berpikir kritis diperoleh dari tes keterampilan berpikir kritis. Data penjelasan ilmiah dikumpulkan dengan tes scientific explanation. Data kemampuan berpikir kritis dikategorikan menurut kategori berpikir kritis Ennis. Adapun data kemampuan scientific explanation siswa dikategorikan menurut taksonomi SOLO. One-Way ANOVA digunakan untuk menganalisis pengaruh perlakuan Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis dan scientific explanation pada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran inkuiri berkonteks SSI, inkuiri, dan verifikasi. Siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran inkuiri berkonteks SSI memiliki nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis lebih tinggi dan lebih mampu membangun explanation hingga level tertinggi yaitu level extended abstract, dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran inkuiri dan verifikasi.
DEVELOPING COMIC-BASED STUDENT WORKSHEETS ON POSTER AND SLOGAN WRITING MATERIALS Ninit Alfianika; Silvia Marni
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.925 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.13163

Abstract

This study was aimed at producing a valid, practical, and effective comic-based student worksheet for writing slogans and posters on Indonesian language learning. The development research was designed using a 4D model (define, design, develop, disseminate) and limited to the third stage. The subject of the study included experts in content validation, teachers in the practicality test and class VIII students as a trial of product use. The instruments used in data collection in this study were validation questionnaires, observation sheets, and performance tests. The data in the form of questionnaire validation, practicality, activity, and student learning outcomes then were processed quantitatively. The worksheet consists of 8 themes. The results show that the developed comic-based Indonesian worksheet for the material of writing slogans and posters is vaild, practical and effective to facilitate the development of activities and student learning achievement. This worksheet is able to be used as teaching materials to improve the quality of the process and results of learning Indonesian.PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS KOMIK PADA MATERI MENULIS POSTER DAN SLOGAN Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis komik yang valid, praktis, dan efektif untuk materi menulis slogan dan poster pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian pengembangan didesain dengan menggunakan model 4D (define, design, develop, disseminate) dan dibatasi sampai pada tahap ketiga. Subjek penelitian mencakup ahli dalam validasi konten, guru dalam uji praktikabilitas dan siswa kelas VIII sebagai uji coba penggunaan produk. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket validasi, lembar observasi, dan tes unjuk kerja. Data penelitian berupa skor angket validasi, praktikalitas, aktivitas, dan hasil belajar siswa dan diolah secara kuantitatif. LKS yang dihasilkan terdiri dari 8 tema Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa LKS bahasa Indonesia berbasis komik untuk materi manulis slogan dan poster yang dikembangkan sangat valid sangat praktis dan sangat efektif untuk memfasilitasi pengembangan aktivtas dan prestasi belajar siswa. LKS yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran bahasa Indonesia.
UNIVERSITY GOVERNANCE THROUGH WEBSITE DISCLOSURE Amelia Setiawan; Chatherine Melinda; Gery Lusanjaya; Damajanti Tanumihardja
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.528 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.16189

Abstract

This study was aimed at identifying university’s disclosure about their management through their websites. Completeness of information in this report should be made to improve transparency of information. This study was conducted through observation on the website and data collection on relevant regulations and literature studies to support this research. This study used 50 universities as samples. The sample selection used was purposive sampling method. The ten domains studied included identity, tridharma, governance, academics, public recognition, actuality, accessibility, stakeholders, internal facilities, and external facilities. The results show that the university website from Java region disclose more adequate than outside Java. While based on accreditation, universities with “A” accreditation disclose more adequate compared to “B” accreditation. Based on the type, State Universities disclose more adequate than private universities. Conclusions of this study, there are many universities that do not fully disclose the information on their website. And this should be a concern for every university and regulator.Transparansi Pengelolaan PERGURUAN TINGGI melalui Penyajian Informasi pada Situs webPenelitian ini bertujuan untuk mengamati transparansi perguruan tinggi (PT) mengenai pengelolaan operasinya melalui situs web. Kelengkapan informasi pelaporan ini perlu diperhatikan untuk meningkatkan transparansi informasi. Penelitian deskriptif dilakukan melalui observasi pada situs web dan pengumpulan data atas regulasi yang relevan serta studi literatur untuk mendukung penelitian. Penelitian ini menggunakan 50 PT sebagai sampel. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling method. Sepuluh domain yang diteliti mencakup identitas, tridharma, tata kelola, akademik, pengakuan publik, aktualitas, aksesibilitas, stakeholders, fasilitas internal, dan fasilitas eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situs web Perguruan Tinggi yang berasal dari wilayah Jawa mengungkapkan lebih memadai dibandingkan dengan wilayah di luar Jawa. Adapun berdasarkan akreditasi, Perguruan Tinggi yang memiliki akreditasi “A” mengungkapkan lebih memadai dibandingkan dengan yang memiliki akreditasi “B”. Berdasarkan jenisnya Perguruan Tinggi negeri memiliki kelengkapan informasi lebih memadai dibandingkan Perguruan Tinggi swasta. Kesimpulan penelitian ini, masih terdapat banyak Perguruan Tinggi yang tidak mengungkapan secara lengkap informasi pada situs web, dan semestinya menjadi perhatian bagi setiap Perguruan Tinggi dan juga regulator. 
THE RELEVANCE OF CIVIL ENGINEERING GRADUATE’S COMPETENCES TO WORK IN CONSTRUCTION INDUSTRY Metha Wijayanti; Amat Jaedun
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.861 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.18115

Abstract

This study was aimed at analyzing the competencies that are provided and the relevance of graduate competence of vocational schools to work in the construction industry. The evaluation study used was a discrepancy model by identifying gaps between the needs of construction industry competencies and the competencies of Building Engineering graduates. The objects of the study were company owners, heads of the Human Resources Department, and head of the Building Engineering Expertise Program. The data were retrieved using a questionnaire with 60 open statements. The instruments were prepared based on the Director General of Secondary Education Decree Number 7013/D/KP/2013 which is adjusted to the theory of competence and competency of the pre-survey results. The data then were analyzed using quantitative descriptive analysis technique. The results of the study showed that industry requires seven attitude competencies, seven knowledge competencies, and six skills competencies. Industrial competency requirements that are relevant to the competencies supplied by Vocational Schools are six attitude competencies, five knowledge competencies, and one skill competency with a level of relevance in the high category which shows that vocational school graduates are competent to work in the construction industry.RELEVANSI KOMPETENSI LULUSAN SMK TEKNIK BANGUNAN UNTUK BEKERJA DI INDUSTRI KONSTRUKSIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi yang dibekalkan dan tingkat relevansi kompetensi lulusan Sekolah Memengah Kejuruan (SMK) Teknik Bangunan untuk bekerja di industri jasa konstruksi. Penelitian evaluasi menggunakan model diskrepansi dengan mengidentifikasikan kesenjangan antara kebutuhan kompetensi industri konstruksi dan kompetensi lulusan Teknik Bangunan. Objek penelitian adalah pemilik perusahaan, kepala Human Resources Departement (HRD), dan kepala Program Keahlian Teknik Bangunan. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan 60 pernyataan terbuka. Instrumen disusun berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Nomor 7013/D/KP/2013 yang disesuaikan dengan teori kompetensi dan kompetensi hasil prasurvei. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi yang sangat dibutuhkan industri adalah tujuh kompetensi sikap, tujuh kompetensi pengetahuan, dan enam kompetensi keterampilan. Kebutuhan kompetensi industri yang relevan dengan kompetensi yang dibekalkan SMK adalah enam kompetensi sikap, lima kompetensi pengetahuan, dan satu kompetensi keterampilan dengan tingkat relevansi dalam kategori tinggi yang menunjukkan bahwa lulusan SMK kompeten untuk bekerja di industri konstruksi.

Page 1 of 2 | Total Record : 11