cover
Contact Name
MERIL VALENTINE MANANGKOT
Contact Email
merilvalentine@unud.ac.id
Phone
+6281237456666
Journal Mail Official
copingners.journal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Jln. PB Sudirman, Denpasar-Bali 80113
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Coping : Community of Publishing in Nursing
Published by Universitas Udayana
ISSN : 27151980     EISSN : 27151980     DOI : -
Core Subject : Health,
Community of Publishing in Nursing (COPING) merupakan e-journal yang disunting oleh Dewan Redaksi Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal ini merupakan salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan serta meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Naskah yang diterima oleh redaksi merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan / tidak sedang dalam proses seleksi maupun editing pada jurnal lain. Naskah yang diterima berupa hasil penelitian pada berbagai bidang kajian keperawatan, meliputi pendidikan keperawatan, keperawatan medikal bedah, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan gawat darurat kritis, keperawatan pariwisata, dan penggunaan teknologi dalam keperawatan. Naskah akan disunting oleh dewan redaksi dan mitra bestari sebelum diterbitkan.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024" : 15 Documents clear
GAMBARAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA PRASEKOLAH DI PAUD GANESWARA, KARANGASEM Galuh Suryati Nareswari; Luh Mira Puspita; Ni Luh Putu Eva Yanti; Kadek Cahya Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p06

Abstract

Perkembangan sosial emosional pada anak merupakan aspek penting yang dapat memengaruhi hubungan ataupun interaksi sosial individu dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya. Keterlambatan perkembangan sosial emosional dapat menyebabkan terjadinya masalah sosial emosional berupa penyimpangan perilaku seperti perilaku agresif, gangguan kecemasan, dan tidak mampu mengontrol emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan sosial emosional anak usia prasekolah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 42 orang. Instrumen pengambilan data yang digunakan adalah kuesioner The Ages and Stages Questionnaries Social Emotional 2 (ASQ-SE:2) versi Bahasa Indonesia dengan dua kategori usia yaitu tahapan usia 48 bulan dan 72 bulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sosial emosional anak usia prasekolah di PAUD Ganeswara dalam kategori normal yaitu 16 responden (38,1%), monitor 14 responden (33,3%), dan perlu rujukan ahli 12 responden (28,6%). Orang tua/wali diharapkan dapat meningkatkan interaksi untuk memberikan stimulus danmengoptimalkan perkembangan sosial emosional anak.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 I Kadek Jodi; Gusti Ayu Ary Antari; I Made Suindrayasa; Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p03

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 sering disebut silent killer disease, karena seringkali pasien tidak menyadari dirinya mengalami diabetes hingga muncul komplikasi. Salah satu pilar pengelolaan diabetes melitus yang penting adalah pengaturan diet. Pada penderita diabetes melitus tipe 2, diet merupakan dasar penatalaksanaan yaitu pengaturan makan dengan memberikan dan memperhatikan unsur makanan esensial sesuai dengan kebutuhan energi. Dukungan keluarga adalah salah satu faktor yang berkontribusi kuat untuk mempengaruhi akan kepatuhan diet pada pasien diabetes tipe 2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet diabetes pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas 1 Denpasar Timur. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study yang dilaksanakan pada Bulan April-Juni 2024. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan didapatkan 31 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Alat ukur yang digunakan adalah Hensarling Diabetes Family Support scale untuk mengukur dukungan keluarga dan Perceived Dietary Adherence Questionnaire untuk mengukur kepatuhan diet. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dukungan keluarga pada pasien diabetes melitus tipe 2 sebagian besar baik, yaitu sebanyak 28 orang (53,7%). Kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 tertinggi sebanyak 19 orang (61,3%). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif kuat yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet (p-value = 0,000 ; rₛ = 0,634). Dari penelitian ini, diharapkan bagi penelitian selanjutnya dapat menambahkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet.
GAMBARAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI PADA PENGEMUDI BUS DI KANTOR DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN GIANYAR Putu Ariyanti Swandewi; I Kadek Saputra; Ni Ketut Guru Prapti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p16

Abstract

Pengemudi bus di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar merupakan pekerjaan yang berisiko mengalami keluhan muskuloskeletal. Sebanyak 9 dari 14 pengemudi mengeluhkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya keluhan muskuloskeletal. Pengemudi yang mengalami keluhan muskuloskeletal dapat merasakan nyeri, kaku, dan kelemahan pada otot serta sendi, sehingga menurunkan konsentrasi mereka dalam mengemudikan kendaraan. Faktor yang dapat mempengaruhi keluhan ini antara lain usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, kesesuaian beban kerja, postur tubuh yang tidak ergonomis, durasi mengemudi, pajanan getaran, dan masa kerja. Situasi tersebut dapat membahayakan keselamatan pengemudi serta penumpangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keluhan muskuloskeletal dan faktor-faktor yang berkontribusi pada pengemudi bus di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif observasional. Populasi penelitian mencakup seluruh pengemudi bus yang bekerja di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Alat ukur dalam penelitian ini terdiri dari tiga bagian kuesioner, yaitu kuesioner data demografi, Nordic Body Map, dan kuesioner faktor risiko. Hasil penelitian menemukan bahwa sebanyak 71,4% responden mengalami keluhan muskuloskeletal dengan tingkat risiko tinggi. Berdasarkan hasil ini, saran yang dapat diberikan kepada instansi terkait adalah melakukan evaluasi terkait desain ergonomis dari kursi, roda kemudi, dan pedal bus untuk meningkatkan kenyamanan dan meminimalisir keluhan muskuloskeletal yang terjadi pada pengemudi bus.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN DIABETES DISTRESS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II DENPASAR BARAT I Kadek Wira Yoga Prasetya; Meril Valentine Manangkot; Kadek Eka Swedarma
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p10

Abstract

Pasien diabetes melitus tipe 2 sering mengalami stres dalam menghadapi penyakitnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan diabetes distress pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas II Denpasar Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 93 orang yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner Diabetes Management Self Efficacy Scale (DMSES) dan Diabetes Distress Scale (DDS). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki efikasi diri yang rendah (62,37%), sedangkan diabetes distress sebagian besar berada dalam kategori sedang (96,8%). Hasil analisis dengan uji Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara efikasi diri dengan diabetes distress (p value = 0,000, nilai r = -0,677). Berdasarkan hasil analisis ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan diabetes distress pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas II Denpasar Barat. Saran yang dapat diberikan adalah agar perawatan pasien dioptimalkan dengan mempertimbangkan tingkat distress yang dialami oleh pasien diabetes melitus.
GAMBARAN KESIAPSIAGAAN PARA NELAYAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KEJADIAN TENGGELAM (WATER RESCUE) DI PANTAI LABUHAN DESA ANTIGA Ni Putu Juliantari; I Gusti Ngurah Juniartha; I Kadek Saputra
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p14

Abstract

Keadaan darurat dapat terjadi kapan saja, termasuk di perairan. Salah satu kejadian darurat yang sering terjadi diperairan adalah tenggelam, yang kerap menimpa nelayan karena kurangnya persiapan saat melaut. Kematian akibat tenggelam bisa dicegah dengan pertolongan pertama yang cepat dan tepat, sehingga kesiapsiagaan sangat penting untuk mencegah dan menangani insiden tenggelam. Kesiapsiagaan tenggelam menjadi peran penting terhadap antisipasi maupun pemberian pertolongan pertama pada kejadian tenggelam. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik dan kesiapsiagaan nelayan dalam memberikan pertolongan pertama pada insiden tenggelam (water rescue) di pantai Labuhan, Desa Antiga. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional, dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 67 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki pengalaman buruk terkait insiden tenggelam, seperti pernah tenggelam, diterjang gelombang, terjatuh dari kapal, atau terseret ombak. Tingkat kesiapsiagaan mereka tergolong cukup siap (52,2%), namun pengetahuan dan sikap cenderung kurang siap (55,2%), serta sistem peringatan bencana cenderung kurang siap (46,3%). Sementara perencanaan keadaan darurat masuk kategori sangat siap (52,2%), dan mobilisasi sumber daya berada pada tingkat sangat siap (46,3%). Kesimpulannya, banyak nelayan Desa Antiga menganggap bahwa kematian akibat tenggelam termasuk hal yang biasa dan dapat terjadi pada nelayan yang memiliki pengalaman. Karena itu, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyarankan agar institusi keperawatan dan pemerintah mengadakan edukasi dan pelatihan terkait penanggulangan insiden tenggelam untuk meningkatkan kesiapsiagaan para nelayan.
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI PEMANTAUAN KESEHATAN JIWA (SIMANJA) TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA REMAJA KORBAN BULLYING DI SMP NEGERI 2 SUKAWATI I Wayan Sukarya; Kadek Eka Swedarma; Putu Ayu Emmy Savitri Karin
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p07

Abstract

Tingginya tingkat kecemasan pada remaja korban bullying memerlukan intervensi yang efektif melalui penggunaan teknologi informasi. Temuan ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan aplikasi pemantauan kesehatan jiwa (SIMANJA) terhadap tingkat kecemasan pada remaja korban bullying. Penelitian diterapkan dengan metode kuantitatif melalui desain quasi eksperimen, melibatkan 42 responden di SMP Negeri 2 Sukawati yang terbagi dalam kelompok kontrol serta intervensi melalui teknik simple random sampling. Data diperoleh dengan penyebaran kuesioner tingkat kecemasan, dan memberikan instalasi aplikasi SIMANJA pada kelompok intervensi. Hasil temuan menjelaskan dalam kelompok intervensi sebanyak 18% tidak cemas, 71% cemas ringan, 9% cemas sedang, terjadi penurunan proporsi tingkat kecemasan sebanyak 5 responden (23,80%), sedangkan pada kelompok kontrol menunjukkan 29% cemas ringan, 71% cemas sedang, terjadi peningkatan proporsi tingkat kecemasan sebanyak 12 responden (57,14%). Aplikasi pemantauan kesehatan jiwa (SIMANJA) memiliki pengaruh signifikan (p = 0.025) dalam mengurangi tingkat kecemasan pada remaja korban bullying. Oleh karena itu dapat direplikasi dan dikembangkan dalam penanganan kesehatan jiwa remaja, khususnya yang mengalami bullying.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU IBU HAMIL TERHADAP PENTINGNYA PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE DI ERA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS II DENPASAR BARAT Sartiana Hidayati; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ida Arimurti Sanjiwani; Ika Widi Astuti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p02

Abstract

Ibu hamil merupakan kelompok rentan yang berisiko terinfeksi Covid-19 yang disebabkan karena adanya perubahan fisiologis pada masa kehamilan. Pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pentingnya pemeriksaan antenatal care (ANC) di era pandemi Covid-19 merupakan faktor penting bagi ibu hamil karena dapat mempengaruhi perilaku ibu selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil terhadap pentingnya pemeriksaan ANC di era pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat dan diperoleh 30 sampel dengan menggunakan minimal sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu teknik Simple Random Sampling dengan analisis data univariat yang dilakukan terhadap setiap variabel dari hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mayoritas memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 17 responden (56.7%), mayoritas memiliki sikap cukup sebanyak 17 responden (56.7%) dan mayoritas responden memiliki perilaku cukup sebanyak 12 responden (40.0%) terhadap pentingnya pemeriksaan ANC di era pandemi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Diharapkan kepada ibu hamil lebih menyadari akan pentingnya pemeriksaan ANC serta Pusat pelayanan kesehatan lebih meningkatkan pelayanan ANC di era pandemi Covid-19.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN IDE BUNUH DIRI PADA LANSIA DI DESA PEMOGAN KECAMATAN DENPASAR SELATAN Baiq Elsa Astina Martiana; Kadek Eka Swedarma; Ni Made Dian Sulistiowati; Ni Luh Putu Eva Yanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p08

Abstract

Kecemasan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi ide bunuh diri pada lansia cenderung masih diabaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan ide bunuh diri pada lansia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan 97 responden yang didapatkan menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 97 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Geriatric Anxiety Inventory (GAI) untuk mengukur kecemasan dan Geriatric Suicide Ideation Scale (GSIS) untuk mengukur ide bunuh diri pada lansia. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Sebagian besar responden memiliki kecemasan pada kategori ringan (57,7%) dan tidak memilki ide bunuh diri (55,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dengan ide bunuh diri pada lansia (p=0,019) di Desa Pemogan Denpasar Selatan. Selain itu, pihak puskesmas diharapkan membuat program konseling yang berfokus pada manajemen cemas, konflik antar pasangan, serta edukasi terkait perkembangan lansia untuk mengatasi kecemasan dan mencegah ide bunuh diri pada lansia.
HUBUNGAN CULTURAL COMPETENCE DENGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PERAWAT DI RSUD BALI MANDARA Komang Chintya Trisna Devi; Ni Putu Emy Darma Yanti; Komang Menik Sri Krisnawati; Ni Made Dian Sulistiowati
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p12

Abstract

Komunikasi terapeutik perawat di wilayah medical tourism menjadi kompetensi yang wajib dimiliki. Adanya pasien yang berasal dari berbagai latar belakang budaya menyebabkan komunikasi terapeutik ini dapat dipengaruhi oleh cultural competence perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cultural competence dengan komunikasi terapeutik pada perawat di RSUD Bali Mandara. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari-Juni 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Sampel berjumlah 62 perawat yang diperoleh melalui teknik proportionate stratified random sampling. Cultural competence dan komunikasi terapeutik diukur menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar perawat berjenis kelamin perempuan, berpendidikan diploma keperawatan, beragama Hindu, bersuku Bali, berbahasa Bali, Indonesia, dan Inggris, pernah merawat pasien dari berbagai budaya hampir setiap hari, dan memiliki cultural competence serta komunikasi terapeutik yang cukup baik. Rata-rata perawat berusia 30,71 tahun dan lama kerja 7,82 tahun. Nilai tengah dari lama mengikuti pelatihan/seminar perawatan kompeten secara budaya adalah 2 jam. Uji statistik yang digunakan adalah Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan yang kuat dan bernilai positif antara cultural competence dengan komunikasi terapeutik perawat (nilai p = 0,000; r = 0,592; α = 0,05). Hubungan positif tersebut memiliki arti bahwa semakin baik cultural competence perawat maka semakin baik pula kemampuan komunikasi terapeutiknya, begitu sebaliknya. Perawat yang memahami budaya pasien dapat memberikan perawatan yang lebih optimal dan mampu menghindari terjadinya kesalahpahaman komunikasi dengan pasien dan keluarganya.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT DI RUANG PERAWATAN INTENSIF RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI Ida Ayu Putu Puspa Lestari; Meril Valentine Manangkot; Komang Menik Sri Krisnawati; Made Oka Ari Kamayani
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p05

Abstract

Efikasi diri adalah keyakinan bahwa seseorang memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri dalam mengatasi masalah dan melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu. Perawat dengan tingkat efikasi diri yang tinggi cenderung memiliki keyakinan terhadap kemampuannya, dapat mengantisipasi kemungkinan burnout, menemukan solusi terbaik, melaksanakan tugas dengan efektif, dan mendukung orientasi mereka untuk mencapai kesuksesan. Sebaliknya, perawat dengan tingkat efikasi diri rendah cenderung menghindari tugas dan masalah untuk mengurangi tekanan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan burnout pada perawat di Ruang Perawatan Intensif Rumah Sakit Umum Daerah Bangli. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasi dan pendekatan cross-sectional. Teknik yang digunakan yaitu total populasi, didapatkan 35 perawat di ruang perawatan intensif RSUD Bangli. Penelitian ini menggunakan uji uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan negatif yang sangat kuat antara efikasi diri dengan burnout perawat di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Umum Daerah Bangli (p-value=0,000 ; r = -0,868). Saran yang dapat diberikan peneliti adalah bagi perawat untuk meningkatkan efikasi diri melalui pelatihan pengembangan diri, menetapkan tujuan realistis, dan mencari dukungan sosial dari rekan kerja.  

Page 1 of 2 | Total Record : 15