cover
Contact Name
Irsal
Contact Email
bengkuluirsal@gmail.com
Phone
+6285381305810
Journal Mail Official
bengkuluirsal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Al-Khair Journal: Management Education
ISSN : 2808828X     EISSN : 28084632     DOI : 10.29300/al-khair.v5i2
Al-Khair Journal: Management Education di tahun 2022 telah merubah institusi/lembaga penerbit dari IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2021 tentang Perubahan status IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Al-Khair Journal: Management Education di tahun 2024 telah menggantikan/merubah nama dari Al-Khair Journal: Management, Education and Law MENJADI Al-Khair Journal: Management Education. Al-Khair Journal : Management Education pernah mengalami kerusakan servers jurnal secara total (di hack) pada awal tahun 2024, yang mengakibatkan semua artikel yang sudah dipublish mulai Vol.1 No.1 2021 s-d Vol. 3 No.2 2023 hilang semua. Maka untuk menghindari kekosongan artikel tim pengelola Al-Khair Journal : Management Education melakukan upload ulang artikel tersebut secara quicksubmite.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 93 Documents
Miskonsepsi Evaluasi Kelembagaan Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia Damas Ahmad Yunus; Hermansyah Hermansyah; Lia Kurniati
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 1 (2024): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i1.4624

Abstract

Abstract: The evaluation of Islamic education institutions in the national education system in Indonesia often occurs misconceptions, marked by some people still consider that the concept of evaluation used by Islamic educational institutions is still wrong. The purpose of this study is to describe and analyze misconceptions of institutional evaluation of Islamic education in the national education system. Using descriptive qualitative methods. The results of the study can be concluded that the misconception of institutional evaluation of Islamic education in the national education system is an assessment technique for the behavior of students based on comprehensive calculation standards and all aspects of mental, psychological and spiritual life, religion. The Indonesian education system consists of several levels according to the level of development, ability and goals achieved by students. Starting from basic education (SD), (SMP), (SMA), and higher education. Misconceptions about the evaluation of Islamic educational institutions in the national education system are misconceptions about the purpose of evaluation because there are some people who consider that the main purpose of evaluation is to assess the success of individuals or schools in achieving academic achievement only, so it can be suggested that to improve the understanding of the concept of evaluation in Islamic educational institutions so that there are no misconceptions in the national education system in Indonesia.Keywords: Misconception, Evaluation, Islamic education institutions, national education system  Abstrak: Evaluasi kelembagaan pendidikan Islam dalam sistem pendidikan nasional di Indonesia sering terjadi miskonsepsi, ditandai dengan beberapa orang masih menganggap bahwa konsep evaluasi yang digunakan Lembaga pendidikan Islam masih keliru. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis miskonsepsi evaluasi kelembagaan pendidikan Islam dalam system pendidikan nasional. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa miskonsepsi evaluasi kelembagaan pendidikan Islam dalam system pendidikan nasional merupakan teknik penilaian terhadap tingkah laku anak didik berdasarkan standar perhitungan yang bersifat komprehensip dan seluruh aspek-asepk kehidupan mental psikologi dan spiritual religius. Sistem pendidikan Indonesia terdiri atas beberapa tingkatan sesuai dengan level perkembangan, kemampuan dan tujuan yang di raih peserta didik. Mulai dari pendidikan dasar (SD), (SMP), (SMA), dan Pendidikan tinggi. Miskonsepsi tentang evaluasi Lembaga pendidikan Islam dalam sistem pendidikan nasional yaitu miskonsepsi tentang tujuan evaluasi disebabkan terdapat beberapa orang yang menganggap bahwa tujuan utama dari evaluasi adalah untuk menilai keberhasilan individu atau sekolah dalam mencapai prestasi akademik saja, sehingga dapat disarankan bahwa untuk meningkatkan pemahaman konsep evaluasi dalam kelembagaan pendidikan Islam agar tidak terjadi miskonsepsi dalam system pendidikan nasional di Indonesia.Kata Kunci: Miskonsepsi, Evaluasi, Kelembagaan pendidikan Islam, system pendidikan nasional
Evaluasi Peran Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Pesantren Qur’an Al Fida Ahmad Baihaqi M; Minallahi Ramadhan; Edi Ahmadi
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i1.2620

Abstract

Abstract: Leadership has experienced difficult roles such as educators, managers, administrators, supervisors, and motivators in improving the quality of education, characterized by difficulties recruiting new students even schools are closed or schools disband. The purpose of this study is to evaluate the role of leadership in improving the quality of education in Pesantren Qur'an Al Fida. Using descriptive-qualitative methods, with a CIPP (Context, Input, Process and Product) model approach. Primary data sources obtained through direct observation in the field, and secondary data obtained through pesantren leadership report documents, representatives, teachers, and pesantren administration personnel through interviews, observations, and documentation. Data analysis using library research, by studying, collecting and processing data from various literature sources, both journals and books. The results of the study concluded that the evaluation of the role of leadership in improving the quality of education in the Qur'an Al-fia Islamic Boarding School. The contex stage has been carried out its leadership role. The input stage of pesantren leaders has a good influence, namely, providing life examples, paying attention, developing the potential of education staff and teachers, through education and training both seminars, workshops, webinars, providing motivation and a better vision and mission for the future. At the stage of the process, pesantren leaders make adjustments between programs that have been planned to improve the quality of education including improving teacher performance, involving students. The product stage, has implemented a teacher performance improvement program, comfortable learning for students, so that students excel both provincially and nationally. So it can be suggested that if you want to improve the quality of Qur'an Al Fida pesantren education, then increase the role of leadership.Keywords: Evaluation, Leadership Role, Quality of Education, Pesantren Qur'an Al Fida. Abstrak: Peran kepemimpinan telah mengalami kesulitan sebagai educator, manajer, administrator, supervisor, dan motivator dalam meningkatkan mutu pendidikan, ditandai dengan sebagian kepemimpinan mampu berperan secara baik, dan sebagian yang lain tidak mampu menjalankan perannya seperti kesulitan merekrut murid baru bahkan sekolah mengalami penutupan atau sekolah bubar. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi peran kepemimpinan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Pesantren Qur’an Al Fida. Menggunakan metode deskriptif- kualitatif, dengan pendekatan model CIPP (Conteks, Input, Proses dan Produk). Sumber data primer yang diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan, dan data sekunder yang diperoleh melalui dokumen laporan kepemimpinan pesantren, para wakil, guru-guru, dan tenaga administrasi pesantren melalui wawancara, observasi (pengamatan), dan dokumentasi. Analisis data menggunakan library research, dengan mengkaji, menggumpulkan dan mengolah data dari berbagai sumber literatur, baik jurnal maupun buku. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa evaluasi peran kepemimpinan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Pesantren Qur’an Al-fia. Tahap contex telah di laksanakan peran kepemimpinannya. Tahap input pimpinan pesantren memberikan pengaruh baik yaitu, memberikan keteladanan hidup, memperhatikan, mengembangkan potensi tenaga kependidikan dan guru, melalui pendidikan dan pelatihan baik seminar, workshop, webinar, memberikan motivasi dan visi misi kedepan yang lebih baik. Tahap proses, pimpinan pesantren melakukan penyesuaian antara program-program yang telah di rencanakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di antaranya adalah peningkatan kinerja guru, melibatkan siswa. Tahap produk, telah melaksanakan program peningkatan kinerja guru, belajar yang nyaman bagi siswa, sehingga siswa berprestasi baik provinsi maupun nasional. Sehingga dapat disarankan jika ingin meningkatkan mutu pendidikan pesantren Qur’an Al Fida, maka tingkatkan peran kepemimpinan.Kata kunci: Evaluasi, Peran Kepemimpinan, Mutu Pendidikan, Pesantren Qur’an Al Fida.
Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Madrasah Aliyah di Bengkulu Lilis Merlita; Damas Ahmad Yunus; Rahmuje Emawanalu
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i2.2609

Abstract

Abstract: Madrasah human resources still create disparities in teacher competence as a profession, marked by some madrasah aliyah teachers experiencing difficulties in improving their competence and other teachers being able to work professionally according to the teaching profession. The aim of this research is to describe and analyze the application of human resource management in improving the competency of Bengkulu City Aliyah Madrasah teachers. Using descriptive qualitative methods. The sources of information in this research use various sources, both online media data and print media data. Includes scientific books, national and international scientific articles related to the application of human resource management in improving teacher competency. The research results show that; (1) human resource management has been implemented. It can be seen that there has been a planning program for developing teacher competency, organization has been carried out for teachers by giving them main tasks, functions and responsibilities as professional staff, the learning process has been carried out in accordance with the main tasks, functions and responsibilities of each teacher. , and supervision and control of teachers has been carried out; (2) teacher competence has increased in terms of personality, pedagogical, social and professional competence, but is not yet optimal because teachers are rarely given professional education or training; and (3) the application of human resource management can improve teacher competency through teacher academic qualifications, education and training, certification tests, and providing opportunities for learning improvement. Thus it can be concluded that the application of human resource management can increase teacher competence. So it can be suggested, to improve teacher competence, implement human resource management in madrasas.Keywords: Application, Human Resource Management, Teacher Competency, Madrasah Aliyah Abstrak: Sumberdaya manusia madrasah masih menciptakan ketimpangan dalam kompetensi guru, ditandai dengan sebagian guru madrasah aliyah mengalami kesulitan dalam meningkatkan kompetensinya dan sebahagian guru yang lain mampu bekerja secara profesional. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan manajemen sumberdaya manusia dalam meningkatkan kompetensi guru madrasah Aliyah di Kota Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber informasi dalam penelitian ini, menggunakan berbagai sumber, baik data media online maupun data media cetak. Meliputi buku-buku ilmiah, artikel ilmiah baik nasional maupun internasional yang terkait tentang penerapan manajemen sumberdaya manusia dalam meningkatkan kompetensi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) manajemen sumberdaya manusia telah diterapkan terlihat telah ada program perencanaan untuk pengembangan kompetensi guru, telah dilakukan pengorganisasian kepada guru melalui pemberian tugas pokok, fungsi dan tanggungjawabnya sebagai tenaga professional, telah dilaksanakan proses pembelajaran sesuai tugas pokok, fungsi dan tanggungjawab guru masing-masing, dan telah dilakukan pengawasan dan pengendalian terhadap guru; (2) kompetensi guru sudah meningkat dilihat dari kompetensi kepribadian, pedagogic, sosial dan kompetensi professional, namun belum optimal dikarenakan gruru-guru jarang diberi pendidikan profesi atau diklat; dan (3) penerapan manajemen sumberdaya manusia dapat meningkatkan kompetensi guru melalui kualifikasi akademik guru, pendidikan dan pelatihan, uji sertifikasi, dan memberikan kesempatan perbaikan pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen sumberdaya manusia dapat meningkatkan kompetensi guru. Sehingga dapat disarankan, untuk meningkatkan kompetensi guru, maka terapkanlah manajemen sumberdaya manusia di madrasah.Kata kunci: Penerapan, Manajemen Sumberdaya Manusia, Kompetensi Guru, Madrasah Aliyah
Peran Administrasi Keuangan dalam Mutu Pendidikan di SMK IT Arsitek Kota Bengkulu Chandra Novianto; Hamdan Junaidi
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i2.10004

Abstract

Abstract: Financial administration plays an important and strategic role in determining the quality of education, especially in vocational secondary schools. This study aims to map, describe, and analyze the role of financial administration in educational quality at the Integrated Islamic Vocational High School of Architecture in Bengkulu City. Using a qualitative approach with data collection techniques consisting of observation, interviews, and documentation. The research findings indicate that financial administration plays an important role in determining the quality of education. Financial constraints and suboptimal budget planning have a direct impact on educational quality, including educational input, process, output, and outcomes. The role of financial administration is crucial in determining educational quality. Effective, transparent, and accountable financial management is a key factor in supporting the smooth implementation of the learning process, enhancing the professionalism of educators, and ensuring the availability of adequate educational facilities. Thus, it can be concluded that financial administration plays an important role in improving the quality of education in schools. Therefore, it is recommended that in order to enhance educational quality, the role of financial administration in schools should be strengthened.Keywords: The Role of Financial Administration, Quality of Education, SMK IT Arsitek. Abstak: Administrasi keuangan memegang peran penting dan strategis dalam menentukan mutu pendidikan, terutama di sekolah menengah kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan, mendeskripsikan, dan menganalisis peran administrasi keuangan dalam mutu pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Islam Terpadu Arsitek Kota Bengkulu. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi keuangan berperan penting dalam menentukan mutu pendidikan. Keterbatasan keuangan dan kurang optimalnya perencanaan anggaran berdampak langsung pada mutu pendidikan seperti; input, proses, output, dan outcome pendidikan. Peran administrasi keuangan sangat menentukan mutu pendidikan. Pengelolaan keuangan yang efektif, transparan, dan akuntabel menjadi kunci utama dalam mendukung kelancaran proses pembelajaran, peningkatan profesionalisme pendidik, serta ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi keuangan berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, dapat disarankan bawa untuk meningkatkan mutu pendidikan, maka tingkatkan peran administrasi keuangan di sekolah.Kata kunci: Peran Administrasi Keuangan, Mutu Pendidikan, SMK IT Arsitek. 
Problematika Siswa dalam Proses Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Arab di Kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 01 Kota Bengkulu Maryam Maryam; Sri Sundari; Citra Adelina; Randi Akbar; Fery Ramadhan
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i1.7160

Abstract

Abstract: Students still experience problems in the learning process of Arabic subjects, it can be seen that students are not interested in taking Arabic subjects. The purpose of this study is to map and analyze student problems in the learning process of Arabic subjects in grade 5 MIN 1 Bengkulu City. Using a descriptive qualitative method. The results of the study show that Arabic learning for class V MIN 1 Bengkulu City faces several problems. The most common problems encountered are that students are not interested in learning Arabic, do not master Arabic vocabulary, and have an environment that does not support students' learning progress, teachers are not able to explain the goals and benefits of learning Arabic, students do not have the desire and motivation to learn Arabic, madrassas do not provide opportunities and infrastructure to students to develop their Arabic language skills. So it can be concluded that the learning process of Arabic subjects is still experiencing problems for students, such as students are not interested, and students have no motivation to learn Arabic in madrassas.Keywords: Student Learning Problems, Arabic Language Subjects, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 01 Bengkulu City. Abstrak: Siswa masih mengalami problematika dalam proses pembelajaran mata pelajaran Bahasa Arab, terlihat siswa tidak tertarik mengikuti mata pelajaran Bahasa Arab. Tujuan penelitian ini untuk memetakan dan menganalisis problematika siswa dalam proses pembelajaran mata pelajaran Bahasa Arab di kelas 5 MIN 1 Kota Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab bagi kelas V MIN 1 Kota Bengkulu menghadapi beberapa problematika yaitu lingistik dan non linguistik. Problematika yang paling umum dijumpai adalah siswa tidak tertarik untuk belajar bahasa Arab, tidak menguasai kosa kata bahasa Arab, dan lingkungan tidak mendukung kemajuan siswa belajar, sebagian guru juga tidak mampu menjelaskan karakter siswa dan tujuan serta manfaat pembelajaran bahasa Arab, siswa tidak memiliki keinginan dan motivasi untuk belajar bahasa Arab, madrasah tidak memberikan kesempatan dan sarana prasarana kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Arab mereka. Sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran mata pelajaran Bahasa Arab masih mengalami problematika bagi siswa, seperti siswa tidak tertarik, dan siswa tidak ada motivasi untuk belajar Bahasa Arab di madrasah.Kata kunci: Problematika Belajar Siswa, Mata Pelajaran Bahasa Arab, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 01 Kota Bengkulu.
Evaluasi Fungsi Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Sekolah Dasar Di Bengkulu Abd. Rahman Rabbani; Khairiah Khairiah
Al-Khair Journal: Management Education Vol 2, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v2i2.2646

Abstract

Abstract: The quality of learning in primary schools has created difficulties in the Leadership environment because some leaders have functioned professionally and others have difficulties in their professional functions. This study aims to evaluate the function of leadership in improving the quality of learning in elementary schools in Bengkulu. The research method used is descriptive qualitative. Sources of information in this study, using various sources, online media or print media. Such as books, and scientific articles, which exist nationally or internationally related to the function of leadership in improving the quality of learning in elementary schools. The results of the evaluation carried out show that the leadership function largely determines the quality of learning in elementary schools. Teachers as leaders in the classroom also greatly determine the quality of learning. So that researchers can suggest, if you want to improve the quality of learning in elementary schools, then increase the evaluation of leadership functions in elementary schools in Bengkulu.Keywords: Evaluation, Leadership function, Quality of Learning, Elementary School Abstrak: Mutu pembelajaran di sekolah dasar telah menciptakan kesulitan di lingkungan Kepemimpinan, dikarenakan sebahagian kepemimpinan telah berfungsi secara professional dan sebahagian yang lain mengalami kesulitan dalam fungsi keprofesionalannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi fungsi kepemimpinan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar di Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber informasi dalam penelitian ini, menggunakan berbagai sumber, media online ataupun media cetak. Seperti buku, artikel ilmiah, yang ada di nasional ataupun internasional yang berkaitan dengan fungsi kepemimpinan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Hasil dari evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa fungsi kepemimpinan sangat menentukan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Guru sebagai kepemimpinan di dalam kelas juga sangat menentukan mutu pembelajaran. Sehingga peneliti dapat menyarankan, jika ingin meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar, maka tingkatkan evaluasi terhadap fungsi kepemimpinan di sekolah dasar di Bengkulu.Kata Kunci : Evaluasi, Fungsi kepemimpinan, Mutu Pembelajaran, Sekolah Dasar
Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Madrasah Ibtidaiyah Musi Rawas di Sumatera Selatan Lilis Merlita; Hermansyah Hermansyah; Vera Nopianti; Kardiyo Kardiyo; Adisel Adisel
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i2.6478

Abstract

Abstract: The leadership style of the head of madrasah ibtidaiyah is still difficult to demonstrate the pedagogic competence of teachers, characterized by pedagogic competence is still mechanical and students tend to be dwarfed. The purpose of this study is to map and analyze the leadership style of madrasah heads in improving the pedagogic competence of madrasah ibtidaiyah Musi Rawas Sumatera Selatan. Using a descriptive qualitative method. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique is similar to Hubermen's theory through data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that the leadership of the head of the madrasah has applied a democratic leadership style in improving the competence of teachers, such as the leadership style has upheld togetherness, improved teachers' essential skills in learning management, motivated teachers, provided opportunities to participate in further education, training, seminars, and workshops, applied discipline and supervised classes. Therefore, it can be concluded that the leadership style of the head of the madrasah can improve the pedagogic competence of teachers. So it can be suggested, to improve the pedagogic competence of teachers, then improve the leadership style of madrasah heads in madrasas.Keywords: Leadership Style of Madrasah Heads, Pedagogic Competence of Teachers, Madrasah Ibtidaiyah. Abstrak: Gaya kepemimpinan kepala madrasah ibtidaiyah masih sulit mewujukan kompetensi pedagogic guru, ditandai dengan kompetensi pedagogik masih mekanis dan siswa cenderung kerdil. Tujuan penelitian ini untuk memetakan dan menganalisis gaya kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru madrasah ibtidaiyah Musi Rawas Sumatera Selatan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data mirip teori Hubermen melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala madrasah telah menerapkan gaya kepemimpinan demokratis dalam meningkatkan kompetensi pedaogik guru, seperti gaya kepemimpinan telah menjunjung tinggi kebersamaan, meningkatkan keterampilan esensial guru dalam pengelolaan pembelajaran, memotivasi guru, memberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan lanjutan, pelatihan, seminar, dan workshop, menerapkan disiplin dan melakukan supervisi kelas. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan kepala madrasah dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru. Sehingga dapat disarankan, untuk meningkatkan kompetensi pedagogic guru, maka tingkatkan gaya kepemimpinan kepala madrasah di madrasah. Kata kunci: Gaya Kepemimpinan Kepala madrasah, Kompetensi Pedagogik Guru, Madrasah Ibtidaiyah.
Problematika Kompetensi Di Kalangan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia Khairiah Khairiah; Diana Anggraini; Ulya Rahmanita; Okda Jumanti; Murudian Wijiati; Vevi Asri Lestari
Al-Khair Journal: Management Education Vol 1, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v1i2.2636

Abstract

Abstract: Teacher competence in Indonesia has created problems among Early Childhood Education (PAUD) teachers. Some PAUD teachers already have competence in line with the standards and professional code of ethics of teachers, and some others experience problems in carrying out their main duties, functions and responsibilities as professional teachers. The general objective, apart from mapping the problems of teacher competence, is also to analyze the reasons for the problems among PAUD teachers. While the specific purpose of analyzing; (1) the problem of pedagogic competence; (2) personality competence problems; (3) the problem of professional competence; and (4) the problem of social competence. Using descriptive qualitative methods to explore primary data and secondary data. The results showed: (1) there are still some PAUD teachers who have not met the pedagogic competency standards optimally; (2) there are still some PAUD teachers who have not met the personality competency standards optimally; (3) there are still PAUD teachers who have not met professional competency standards optimally; and (4) there are still some PAUD teachers who do not have optimal social competence standards. This paper can be concluded that there has been a problem of teacher competence among PAUD teachers due to the limited ability of teachers to carry out their main tasks, functions and responsibilities in carrying out their obligations and rights in learning. So that this paper can suggest, further research is needed by paying attention to comparative aspects of regionalism based on varied data, so that more accurate policies can be formulated in overcoming competency problems among PAUD teachers.Keywords: Problematics, Competence, Among PAUD Teachers, in Indonesia Abstrak: Kompetensi guru di Indonesia telah menciptakan problematika di kalangan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sebahagian guru PAUD telah memiliki kompetensi sejalan dengan standard dan kode etik professional guru, dan sebahagian yang lain mengalami problematika dalam menjalankan tugas pokok, fungsi dantanggungjawabnya sebagai guru professionalnya. Tujuan umum selain memetakan problematika kompetensi guru juga menganalisis alasan terjadinya problematika di kalangan guru PAUD. Sedangkan tujuan khusus menganalisis; (1) problematika kompetensi pedagogic; (2) problematika kompetensi kepribadian; (3) problematika kompetensi professional; dan (4) problematika kompetensi social. Menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggali data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan: (1) masih terdapat sebahagian guru PAUD yang belum memenuhi standar kompetensi pedagogic secara optimal; (2) masih terdapat sebahagian guru PAUD yang belum memenuhi standar kompetensi kepribadian  secara optimal; (3) masih terdapat guru PAUD yang belum memnuhi standar kompetensi professional secara optimal; dan (4) masih terdapat sebahagian guru PAUD yang belum memiliki standar kompetensi social secara optimal. Tulisan ini dapat disimpulkan bahwa telah terjadi problematikan kompetensi guru di kalangan guru PAUD yang disebabkan atas keterbatasan kemampuan guru dalam menjalankan tugas pokok, fungsi dan tanggungjawab dalam menjalankan kewajiban dan haknya dalam pembelajaran. Sehingga tulisan ini dapat menyarankan, diperlukan adanya peneliti lanjutan dengan memperhatikan aspek komparasi secara kewilayahan dengan bersumber pada data yang bervariasi, sehingga kebijakan yang lebih akurat dapat dirumuskan dalam mengatasi problematika kompetensi di kalangan guru PAUD. Kata kunci : Problematika, Kompetensi, Dikalangan Guru PAUD, di Indonesia
Prestasi Kerja Pendidikan Tinggi (PT) Menurun Dalam Manajemen Kinerja Era Sars-Covid-19 Khairiah Khairiah; Ade Riska Nur Astari; Eri Samsidar; Amar Solid Hidayat; Akhli Nur Mubiarto
Al-Khair Journal: Management Education Vol 1, No 1 (2021): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v1i1.2490

Abstract

Abstract: This study aims to describe the work performance of higher education (PT) in the SARS-Covid 19 era. The method used is a descriptive qualitative approach. The components that become benchmarks are the achievement of work performance and organizational goals such as learning in the Covid 19 era, and the application of e-performance through planning, organizing, controlling and monitoring. These four things are mentioned in the higher education management function, namely planning, organizing, actuating and controlling. E-performance is a web-based performance measurement information system, the e-performance application is the initial platform for global involvement in higher education performance management. Higher education work management can be seen from Webometrics as a database of international recognition on college index rankings. This article discusses the causes, impacts and consequences of decreased work performance in the SARS-Covid 19 era. Campus management in an effort to improve work performance through e-performance applications in guarding webometrics in the SARS-Covid-19 era. The results show that there has been a decline in work performance in the SARS-Covid 19 era.Therefore, it is recommended to improve the work performance of PT, so improve performance management in the PT environment in the SARS-Covid 19 era.Keywords: Management, Decreasing Performance Achievement, e-performance, SARS-Covid 19 Abstrak: Kajian tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan prestasi kerja Pendidikan tinggi (PT) di era SARS-Covid 19. Adapun metode yang digunakan dengan pendekatan kualitatif deskripsi. Komponen yang menjadi tolak ukur adalah pencapaian prestasi kerja dan tujuan organisasi seperti pembelajaran di era Covid 19, dan aplikasi e-performance melalui perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan pengawasan. Empat hal tersebut disebutkan dalam fungsi manajemen Perguruan Tinggi yaitu planning, organizing, actuating dan controlling. E-permormance adalah system informasi pengukuran kinerja berbasis web, aplikasi e-peformance adalah wadah awal adanya keterlibatan dunia global dalam manajemen kinerja perguruan tinggi. Manajemen kerja perguruan tinggi dapat dilihat dari Webometrics sebagai database pengakuan Internasional pada ranking indek perguruan tinggi. Artikel ini membahas penyebab, dampak dan akibat menurunnya prestasi kerja pada era SARS-Covid 19. Manajemen kampus dalam upaya meningkatkan prestasi kerja melalui aplikasi e-performance dalam mengawal webometric di era SARS-Covid-19. Hasilnya menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan prestasi kerja di era SARS-Covid 19. Oleh karena itu disarankan untuk meningkatkan prestasi kerja PT, maka tingkatkan manajemen kinerja di lingkungan PT pada era SARS-Covid 19.Kata Kunci: Manajemen, Prestasi Kinerja Menurun, e-performance, Era SARS-Covid 19
Evaluasi Program Supervisi Pengawas dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Kepala Madrasah di MTsN 2 Bengkulu Selatan Zulkarnain Dali; Wardatul Janah; Ermi Aprilia
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i2.8262

Abstract

Abstract: The supervisory program for overseeing the performance of madrasah principals still appears to be challenging; the program does not yet seem fully structured, sustainable, or well-aligned with stakeholders. The purpose of this study is to evaluate the supervisors’ supervision program in improving the quality of madrasah principals’ performance at MTsN 2 South Bengkulu. This research uses a qualitative descriptive method with the CIPP evaluation model approach (Context, Input, Process, Product). The research subjects include madrasah supervisors, madrasah principals, vice principals, and senior teachers. The research results show that: (1) The context of the supervisors' supervision program has provided guidance and coaching to madrasah principals in preparing programs and managing the madrasah; (2) The program inputs include supervisory oversight, limited number of supervisors, facilities and infrastructure, as well as information technology support, which become the main obstacles, in addition to human resources whose capacity still needs improvement; (3) The process of supervision has covered management functions such as planning, implementation, monitoring, and evaluation, although the frequency of supervision is still low and follow-up on supervision results has not been optimal; (4) As for the product, the supervisors' supervision program has made a positive contribution to improving the managerial competence of madrasah principals, although the results achieved are not yet optimal and improvements in the implementation of supervision as well as collaboration among stakeholders are still needed. Thus, it can be concluded that the evaluation of the supervisors' supervision program can improve the quality of the performance of madrasah principals. Therefore, it is recommended that, in order to enhance the performance quality of madrasah principals, the evaluation of the supervisors’ supervision program in madrasahs should be strengthened.Keywords: Supervisory Supervision Program Evaluation, Madrasah Principal Performance.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program supervisi pengawas dalam meningkatkan kualitas kinerja kepala madrasah di MTsN 2 Bengkulu Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Subjek penelitian terdiri dari pengawas madrasah, kepala madrasah, wakil kepala madrasah, dan guru senior di MTsN 2 Bengkulu Selatan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pada aspek konteks, program supervisi pengawas telah memberikan arahan dan pembinaan kepada kepala madrasah dalam menciptakan lingkungan madrasah yang kondusif serta mendorong inovasi kepemimpinan (2) Dari sisi input, keterbatasan jumlah pengawas, sarana prasarana, serta dukungan teknologi informasi menjadi kendala utama, di samping sumber daya manusia yang masih perlu ditingkatkan kapasitasnya; (3) Pada evaluasi proses, pelaksanaan supervisi telah meliputi fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi, namun frekuensi supervisi masih rendah dan tindak lanjut hasil supervisi belum maksimal; (4) Berdasarkan evaluasi produk, program supervisi pengawas telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi manajerial kepala madrasah, meskipun hasil yang dicapai belum optimal dan masih diperlukan perbaikan dalam pelaksanaan supervisi serta kolaborasi antar pemangku kepentingan.Kata kunci: Evaluasi Program Supervisi Pengawas, Kinerja Kepala Madrasah.

Page 8 of 10 | Total Record : 93