cover
Contact Name
Prof. Dr. Eli Rohaeti, M.Pd.
Contact Email
jpms@uny.ac.id
Phone
+62 822-2095-3934
Journal Mail Official
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta Jalan Colombo No 1, Karangmalang, Yogyakarta
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JPMS (Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains)
ISSN : 14101866     EISSN : 25491458     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas MIPA UNY, yang berisi tentang artikel hasil kajian dan penelitian di bidang Matematika dan Sains.
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
Evaluasi Kebaikan Model VAR Dibandingkan Model STAR pada Peramalan Produksi Teh di Jawa Barat Suhartono Suhartono; Dhoriva Urwatul Wutsqa
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains No 2 (2006): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XI
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.757 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v11i2.12407

Abstract

Data deret waktu dan lokasi adalah salah satu data multivariat yang seringkali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini membahas hasil evaluasi perbandingan pembentukan model VAR yang diaplikasikan untuk peramalan data deret waktu dan lokasi dengan studi kasus produksi teh di tiga lokasi perkebunan di Jawa Barat. Fokus pembahasan adalah pada tahap-tahap pembentukan model dan ketepatan hasil ramalan. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa model VAR memberikan tahapan-tahapan pembentukan model, meliputi tahap identifikasi, estimasi, dan cek diagnosa, yang lebih teliti secara statistik dan lebih fleksibel terutama pada penentuan orde model yang tidak harus autoregressive orde tertentu. Sebagai tambahan, hasil perbandingan ketepatan ramalan dari data produksi teh menunjukkan bahwa model VAR memberikan ketepatan ramalan yang lebih baik dibanding model STAR.Kata kunci: model VAR, model STAR, peramalan produksi teh
Penerapan Pendekatan Pembelajaran Sistemik untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Mahasiswa pada Kuliah Kimia Dasar I Suyanta Suyanta; Marfuatun Marfuatun; Endang Widjajanti LFX
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 1, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.569 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v1i1.12478

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui langkah-langkah penerapan pendekatan pembelajaran sistemik pada kuliah Kimia Dasar I dan mengetahui ada tidaknya peningkatan pemahaman konsep maha-siswa pada Kuliah Kimia Dasar I setelah menggunakan pendekatan pembelajaran sistemik. Penelitian ini di desain sebagai penelitian tindakan kelas yang meliputi empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Kimia yang mengikuti mata kuliah Kimia Dasar I. Obyek penelitian adalah pemahaman konsep mahasiswa. Penerapan pendekatan pembelajaran sistemik dilakukan dengan diskusi dan pemberian tugas. Mahasiswa diminta untuk membu-at diagram siklis yang menunjukkan keterkaitan antar materi kimia. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kemampuan berpikir komprehensif mahasiswa, dengan skor kemampuan konsep kimia mahasiswa pada siklus I sebesar 31,48 dan siklus II sebesar 35,48, dengan skor maksimal 50.Kata kunci: pendekatan sistemik, diagram siklis, kemampuan konsep kimia
Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Pada Pembelajaran Fisika SMA Dwikoranto Dwikoranto
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains No 1 (2009): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XIV
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.578 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v14i1.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar fisika di SMA. Sasaran pe-nelitian   adalah siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Kebomas Gresik. Penelitian ini tergolong pra-eksperimen, desain yang digu-nakan adalah The One-Shot Case Study. Perlakuan yang diterapkan adalah berupa pembelajaran kooperatif tipe Teams games Tournament (TGT). Data berupa aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa dikumpulkan menggunakan teknik observasi, tes, dan angket. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dinilai sangat baik oleh pengamat, dengan nilai sebesar 81,37, 2) Aktivitas guru selama proses pembelajaran telah sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, 3) Aktivitas siswa di kelas mencerminkan pembelajaran berpusat pada siswa, dan 4) Hasil belajar siswa telah mencapai ketuntasan belajar sebesar 88,6 dan 5 respon siswa positif terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif  tipe TGT.Kata kunci: pembelajaran kooperatif tipe TGT, fisika SMA
Keefektifan PBL setting STAD dan TGT ditinjau dari prestasi, berpikir kritis, dan self-efficacy Uun Yuni Armita; Marsigit Marsigit
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 4, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.977 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v4i1.12936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: keefektifan PBL setting STAD ditinjau dari prestasi, berpikir kritis, dan self-efficacy; keefektifan PBL setting TGT ditinjau dari prestasi, berpikir kritis, dan self-efficacy; perbandingan keefektifan PBL setting STAD dengan PBL setting TGT ditinjau dari prestasi, berpikir kritis, dan self-efficacy. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, dengan rancangan pretest-posttest non-equivalent comparison-group. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII MTs N Sleman Kota, dari populasi yang ada diambil secara acak dua kelas sebagai sampel penelitian. Untuk menguji keefektifan PBL setting STAD dan TGT digunakan one sample t-test. Selanjutnya, untuk membandingkan keefektifan PBL setting STAD dan TGT, dianalisis menggunakan uji T2 Hotteling’s. Karena terdapat perbedaan keefektifan, maka dilanjutkan uji t-univariat. Setiap analisis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: PBL setting STAD efektif ditinjau dari prestasi, berpikir kritis, dan self-efficacy; PBL setting TGT efektif ditinjau dari prestasi, berpikir kritis, dan self-efficacy; PBL setting TGT lebih efektif dibandingkan PBL setting STAD ditinjau dari berpikir kritis. Namun, PBL setting TGT sama efektif dibandingkan PBL setting STAD ditinjau dari prestasi dan self-efficacy.Kata Kunci: PBL setting STAD, PBL setting TGT, prestasi, berpikir kritis, self-efficacy The Effectiveness PBL of STAD and TGT Type In Terms Of The Achievements, Critical Thinking, and Self-Efficacy AbstractThis research aims to describe: the effectiveness PBL of STAD type in terms of the achievements, critical thinking, and self-efficacy; the effectiveness PBL of TGT type in terms of the achievements, critical thinking, and self-efficacy; comparative effectiveness the PBL of STAD type  with the PBL of TGT type in terms of the achievements, critical thinking, and self-efficacy. This research was a quasi-experimental research with the pretest-posttest non-equivalent comparison-group design. The research population included all 7th grade students of MTs N Sleman Kota, from the population two classes were randomly selected as the research sample. To test the effectiveness of PBL of STAD and TGT type, the one sample t-test was used. Furthermore, to compare the effectiveness of the PBL of STAD and TGT type, the data were analyzed using the multivariate test of the T2 Hotteling’s. Because there were differences in effectiveness, then further t-univariate test was done. Each analysis was performed at the significance level of 5%. The results show that: the PBL of STAD type is effective in terms of achievement, critical thinking, and self-efficacy; the PBL of TGT type is effective in terms of achievement, critical thinking, and self-efficacy; the PBL of TGT type is more effective than that using the PBL of STAD type in terms of critical thinking. But, the PBL of TGT type is as effective as that using the PBL of STAD type in terms of achievement and self-efficacy.Keywords: PBL of STAD type, PBL of TGT type, achievement, critical thinking, self-efficacy
Pengembangan Multimedia pada Pokok Bahasan Program Linier yang Menggunakan Metode Simpleks Rieno Septra Nery; Zulkardi Zulkardi; Nila Kesumawati
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 1, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.805 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v2i2.2480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia pada pokok bahasan program linear yang menggunakan metode simpleks yang valid, praktis, dan memiliki efek terhadap minat dan hasil belajar mahasiswa. Multimedia didesain menggunakan microsoft power point. Penelitian ini menggunakan meto-de penelitian pengembangan (development research). Tahap pengembangan terbagi dua yaitu tahap preli-minary yang meliputi analisis dan pendesainan, formative evaluation yang terdiri dari self evaluation, expert review, one to one, small group, dan field test. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah walkthrough (tahap expert review) untuk mengetahui validitas multimedia dari segi konten dan bahasa. Observasi untuk mengetahui kepraktisan multimedia (one to one, small group, field test), serta angket dan tes (tahap field test) untuk mengetahui minat dan hasil belajar mahasiswa. Dari hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Diperoleh multimedia yang dibuat dengan microsoft power point yang valid dan praktis. (2) Multimedia memiliki efek potensial terhadap hasil belajar dengan rata-rata nilai akhir mahasiswa 79,44 yang termasuk kategori baik dan persentase minat mahasiswa mencapai 79,62 % yang termasuk kategori tinggi.Kata kunci: pengembangan, multimedia, metode simpleks
Pengembangan instrumen asesmen pengetahuan fisika berbasis komputer untuk meningkatkan kesiapan peserta didik dalam menghadapi ujian nasional berbasis komputer suyoso suyoso; Edi Istiyono; Subroto Subroto
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 5, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.531 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v5i1.12461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan instrumen penilaian berbasis komputer yang layak untuk mengukur kemampuan kognitif  peserta didik SMA, 2) menguji efektivitas instrumen penilaian berbasis komputer yang dikembangkan untuk mengukur pengetahuan Fisika peserta didik SMA, 3) mengukur tingkat kesiapan peserta didik dalam menghadapi ujian nasional berbasis komputer.Penelitian ini menggunakan model Research and Development (RD). Model RD terdiri atas tiga tahap utama yaitu: tahap pendahuluan, tahap pengembangan dan tahap evaluasi. Pada tahap pendahuluan telah diidentifikasi permasalahan  penilain pembelajaran fisika berbasis komputer. Tahap pengembangan telah dilakukan pembatan disain instrumen peniliaian fisika berbasis komputer, validasi produk, revisi produk dan uji coba produk secara terbatas. Pada tahap evaluasi telah dilakukan uji coba secara luas, revisi produk, dan pembuatan produk akhir. Uji statistik deskritif digunakan untuk mendeskripsikan hasil aplikasi penilaian pengetahuan berbasis komputer.Hasil penelitian ini: (1) Instrumen soal yang dikembangkan layak untuk untuk mengukur kemampuan kognitif peserta didik SMA, (2)  instrumen penilaian  berbasis kompunter  lebih efektif dan efisien untuk mengukur kemampuan pengetahuan Fisika peserta didik SMA daripada paper and pencil test,  (3) Peserta didik 58,67% sudah siap menghadapi tes berbasis komputer ,34% peserta didik belum siap melakukan tes berbasis komputer dan 7,33 % tidak siap melakukan tes berbasis komputer. Kata Kunci: Penilain berbasis Komputer, FisikaThe Development of Computer–Based Assessment of Physics Science to Improve Readiness of Students in Dealing Computer–Based National Examanation AbstractThis research aims to 1) produce computer-based assessment instruments eligible to measure the cognitive abilities of senior high school students, 2) test the effectiveness of computer-based assessment instrument developed to measure the knowledge of physics in senior high school students, 3) measuring the level of readiness of students in dealing computer-based national examanation. This research  uses a model of Research and Development (R D) which consists of three main stages: the preliminary stage, the stage of development and evaluation phase. At the preliminary stage has been identified problems of computer-based assessment of learning physics. At the development stage has been carried out the design manufacture of computer-based assessment instrument physics, product validation, product revisions and testing of products on a limited basis. In the evaluation stage has been tested extensively, product revision, and the final product. Descriptive statistical test used to describe the results of the application of computer-based knowledge assessment. The results research show that : 1) computer-based assessment instruments eligible to measure cognitive abilities of senior high school students, 2) computer-based assessment instruments are more effective and efficient to measure the students knowledge of physics in senior high school rather than paper and pencil test, 3) 58.67% of students are ready to face computer-based test, 34% of students not yet ready for the computer based test and 7.33% are not ready to perform the test based computer.Keywords: Computer-Based Assessment, Physics  
Profil Proses Sains dan Keterampilan Sosial Mahasiswa pada Pembelajaran Sistem Digesti Melalui Penerapan Seven Jump Problem-Based Learning Kartika Ratna Pertiwi; Yuliati Yuliati; Tutiek Rahayu
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 2, No 1 (2014): June 2014
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.266 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v3i1.3893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Seven Jump PBL pada mata kuliah Biomanzi topik sistem digesti untuk meningkatkan kemampuan proses sains serta keterampilan sosial mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Biologi kelas Bilingual. Model pembelajaran Seven Jump PBL yang diterapkan merupakan modifikasi dari the Maastricht Seven Step Procedure. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menemukan kata kunci merupakan keterampilan yang paling baik dicapai oleh mayoritas mahasiswa (92,9%) diikuti oleh keterampilan menyusun konsep materi (71,4%). Keterampilan menyusun pertanyaan produktif dan jawaban mahasiswa paling rendah dalam mencapai katagori baik (51,7%). Keterampilan sosial mahasiswa menunjukkan nilai baik sekali tertinggi adalah keaktifan mengerjakan tugas (85,5%) dan terendah adalah keantusiasan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan belajar (36,2%). Persepsi baik dinyatakan seluruh mahasiswa pada separuh indikator (50%).Kata kunci: masalah, proses sains, sosial, keterampilan
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH LINGKARAN BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO PADA KELAS VIII Alviana Widyawati; Dian Septi Nur Afifah; Gaguk Resbiantoro
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 6, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.267 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam memecahkan masalah matematika, yakni meliputi: letak kesalahan, jenis kesalahan dan faktor penyebab kesalahan siswa dalam memecahkan masalah lingkaran. Kesalahan yang dilakukan siswa dalam memecahkan masalah matematika dapat diidentifikasi berdasarkan taksonomi SOLO. Taksonomi SOLO singkatan dari kata “Structure of the Observed Learning Outcome” yang berarti struktur dari hasil belajar yang diamati. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan tes untuk mengkategorikan siswa kedalam lima level taksonomi SOLO yakni level prastruktural, level unistruktural, level multistruktural, level relasional dan level extended abstrak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada kelas VIII-D SMP Negeri 1 Campurdarat ditemukan kecenderungan level yang memenuhi  level prastruktural, level unistruktural, level relasional dan level extended abstrak. Dalam penelitian ini tidak ditemukan adanya siswa dengan kecenderungan pada level multistruktural. Kesalahan pada keempat level taksonomi SOLO tersebut ditemukan bahwa subjek pada level prastruktural, cenderung melakukan kesalahan dalam memahami soal, membuat rencana, kesalahan dalam konsep, dan kesalahan dalam prinsip. Subjek pada  level unistruktural, cenderung melakukan kesalahan dalam melaksanakan dan menyelesaikan rencana, kesalahan dalam menuliskan jawaban akhir, kesalahan konsep dan kesalahan prinsip. Subjek pada level relasional dan level Extended abstrak, tidak ditemukan kesalahan dalam memecahkan masalah. Analysis Of Student Error in Solving Circle Problem Based On Solo Taxonomy In Class VIII AbstractThis study aims to describe students 'errors in solving mathematical problems, which include: the location of errors, types of errors and factors that cause students' errors in solving circle problems. Errors made by students in solving mathematical problems can be identified based on the SOLO taxonomy. SOLO Taxonomy stands for the word "Structure of the Observed Learning Outcome" which means the structure of observed learning outcomes. This research is a qualitative descriptive approach. In this study using a test to categorize students in the five levels of SOLO taxonomy, namely the level of prestructural, unistructural, multistructural, relational, and extended abstract. Based on the results of research conducted in class VIII-D, SMP Negeri 1 Campurdarat found the tendency of levels that meet prestructural, unistructural, relational, and extended abstract. In this study no students were found with a tendency at the multistructural level. Subject errors at the prestructural level tend to make mistakes in understanding the problem, making plans, mistakes in concepts, and errors in principles. Subjects at the unistructural level tend to make mistakes in implementing and completing plans, errors in writing the final answers, misconceptions and principle errors. Subjects at the relational and extended abstract levels, there were no errors in solving problems.Keywords: Error Analysis, Solving Problems, Circles, SOLO Taxonomy
Efektivitas Penggunaan Edutainment Konseling Gizi terhadap Pemahaman Pemenuhan Gizi Seimbang pada Remaja Putri Yuliati Yuliati; Drajat Pramiadi; Tutiek Rahayu
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.026 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v4i2.7167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan edutainment berupa video dan komik konseling gizi terhadap pemenuhan gizi seimbang seimbang pada remaja putri.Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif menggunakan desain pretest-posttest untuk menguji efektifitas edutainment antara media audio visual dengan media visual komik. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Pelaksanaan dilakukan pada Agustus-November 2014 bertempat di Kampus UPP 2 FIP UNY. Sampel adalah 64 remaja putri berumur 20-21 tahun berbadan sehat dan tidak sedang mengkonsumsi obat/suplemen, telah mengalami menstruasi dan yang menempuh mata kuliah Ilmu Kesehatan dan Gizi di Jurusan Pendidikan Guru PAUD FIP UNY 2014/2015. Instrumen penelitian menggunakan penggunaan soal pretest dan posttest masing-masing 20 butir yang disusun oleh tim peneliti. Teknik analisis data untuk menguji efektifitas media video dibandingkan dengan media komik digunakan rumus N-Gain.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan edutainment konseling gizi seimbang pada remaja putri untuk media video lebih efektif terhadap pemahaman tentang gizi seimbang remaja putri. Sedangkan media komik tidak efektif terhadap pemahaman tentang pemenuhan gizi seimbang yang diukur dari perbedaan besarnya N-Gain pretest dengan posttest video dan komik.Kata kunci: edutainment konseling gizi, pemahaman, kebiasaan, gizi seimbang
Perkembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Melalui Integrasi Pendidikan Karakter dalam Perkuliahan Kesehatan Lingkungan Tutiek Rahayu; Siti Maryam; Yuliati Yuliati
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 6, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.627 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v6i2.23960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter ilmiah yang dapat berkembang pada diri mahasiswa setelah terlibat dalam kegiatan Problem Based Learning (PBL); dan keterkaitan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan karakter ilmiah mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang tergolong studi perkembangan di bidang pendidikan yang berkaitan dengan tingkah laku. Subyek penelitian adalah mahasiswa jurusan pendidikan biologi FMIPA UNY peserta perkuliahan Kesehatan Lingkungan semester genap 2014/2015. Fenomena yang digali adalah PHBS dan karakter ilmiah mahasiswa serta kognitif mahasiswa tentang PHBS. Instrumen pengukuran PHBS diadopsi dari instrumen PHBS Depkes RI, serta pengukuran karakter ilmiah dengan instrumen yang dikembangkan dari deskriptor pengukuran karakter Depdiknas 2010. Pengukuran kognitif mahasiswa tentang PHBS dilakukan dengan memberikan pre test dan post test. Kegiatan PBL dilaksanakan dengan implementasi RPP model. Analisis data dengan statistik deskriptif dan tabulasi silang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa belum semua mahasiswa dapat mencapai Mulai Konsisten pada karakter ilmiah Kreatif dan Rasa Ingin Tahu; tidak ada keterkaitan antara PHBS mahasiswa dengan karakter ilmiah mereka. Mahasiswa dengan PHBS yang tergolong Sangat Baik masih memiliki karakter ilmiah yang belum mencapai kategori Mulai Konsisten.Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Integrasi, Pendidikan KarakterDevelopment Clean and Health Living Behavior Through The Integration of Character Education in Environmental Health EducationAbstractThis study aims is to determine the scientific characters that can develop in students after participating in the activities of Problem Based Learning (PBL); and the linkage between Clean and Healthy Behavior (PHBS) with students' scientific character. The type of this study is descriptive that classified as a study of development in education that related with behavior. The subjects of the study were students of biology education department of mathematics and natural science in Yogyakarta State University, especially the participants of Environmental Health lectures on 2014/2015. The phenomenon being excavated is PHBS and students' scientific character as well as cognitive students about PHBS. PHBS measurement instrument was adopted from PHBS instrument in health department of RI, and measurement of scientific character with instrument developed from descriptor of Indonesian Ministry of Education 2010 character measurement. Student cognitive measurement about PHBS was done by giving pre test and post test. PBL activities are implemented with the implementation of RPP models. Data analysis with descriptive statistics and cross tabulation. The results of this study indicate that not all students can achieve a Consistent Start on the scientific character of Creative and Want to Know; there is no correlation between PHBS students with their scientific character. Students with PHBS who are classified as Very Good still have a scientific character that has not reached the Consistent Start category.Keywords: Clean and Healthy Lifestyle, Integration, Character Education

Page 10 of 38 | Total Record : 373


Filter by Year

2005 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026): February 2026 Vol. 13 No. 2 (2025): December 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): June 2025 Vol. 13 No. Special_issue (2025): Integrasi Pendidikan Matematika dan Sains dalam Mendukung Sustaina Vol. 12 No. 2 (2024): December 2024 Vol. 12 No. 1 (2024): June 2024 Vol. 11 No. 2 (2023): December 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): June 2023 Vol 10, No 2 (2022): December 2022 Vol 10, No 1 (2022): June 2022 Vol 9, No 2 (2021): December 2021 Vol 9, No 1 (2021): June 2021 Vol 8, No 2 (2020): December 2020 Vol 8, No 1 (2020): June 2020 Vol 7, No 2 (2019): December 2019 Vol 7, No 1 (2019): June 2019 Vol 6, No 2 (2018): December 2018 Vol 6, No 1 (2018): June 2018 Vol 5, No 2 (2017): December 2017 Vol 5, No 1 (2017): June 2017 Vol 4, No 2 (2016): December 2016 Vol 4, No 1 (2016): June 2016 Vol 3, No 2 (2015): December 2015 Vol 3, No 1 (2015): June 2015 Vol 2, No 2 (2014): December 2014 Vol 2, No 1 (2014): June 2014 Vol 1, No 2 (2013): December 2013 Vol 1, No 1 (2013): June 2013 No 1 (2011): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XVI No 2 (2010): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XV No 1 (2010): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XV No 2 (2009): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XIV No 1 (2009): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XIV No 2 (2006): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XI No 1 (2006): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XI No 2 (2005): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun X More Issue