cover
Contact Name
Ima Fransiska
Contact Email
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Phone
+6285768587976
Journal Mail Official
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Editorial Address
Faculty of Public Health, Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32,Ogan Ilir, South Sumatra, Indonesia.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 20866380     EISSN : 25487949     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) is a scientific peer-reviewed journal. Its aims are to share out, to develop, to facilitate research findings in Public Health that it will give benefit to managers, decision makers, public health officer, health problem practitioners, lecturers, as well as students. The content of the journal includes literature review, research-based article dealing with: 1. Health policy and administration 2. Environmental health 3. Occupational health and safety 4. Public health nutrition 5. Health promotion and behavioral sciences 6. Epidemiology & Biostatistics 7. Others related to public health challenges
Articles 440 Documents
Gambaran Kebiasaan Makan pada Anak Prasekolah di TK Bhakti Asuhan dan TKIT Izzuddin Palembang Tahun 2009 Inda Karyani; Syarif Husin; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Usia prasekolah adalah usia dimana anak telah digolongkan sebagai konsumen aktif yang sudah dapat memilih makanan yang disukainya, namun anak belum dapat memilih sendiri makanan yang baik untuk dikonsumsi. Orang tua bertanggung jawab untuk perkembangan kebiasaan makan yang baik pada anaknya. Kebiasaan makan akan mempengaruhi keadaan gizi anak, dimana pada masa ini mereka memerlukan makanan dan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan.Metode: Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukkan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner dan Food Frequency Questionaire yang selanjutnya dianalisis menggunakan tabel distribusi frekuensi dan tabulasi silang.Hasil Penelitian: Anak-anak di TK Bhakti Asuhan dan TKIT Izzuddin telah memiliki kebiasaan makan yang baik yaitu keanekaragaman makanannya ≥ 3 jenis bahan makanan dalam seminggu dan frekuensi makannya ≥ 3 kali sehari (masing-masing sebesar 76,5% dan 54,8%). Anak-anak di TKIT Izzuddin lebih sering mengkonsumsi makanan fast food dan makanan kemasan buatan pabrik dibandingkan anak-anak di TK Bhakti Asuhan.Kesimpulan: Perlunya peningkatan pengetahuan guru-guru TK dan orang tua murid tentang makanan yang bergizi seimbang dan sejak dini anak mulai dikenalkan berbagai macam makanan yang bergizi dan dibekali pengetahuan untuk memilih makanan dan jajanan yang sehat. Selain itu, perlunya penelitian lanjutan mengenai kebiasaan makan pada anak prasekolah dengan ruang lingkup yang lebih luas, misalnya menghubungkan antara kebiasaan makan dengan status gizi anak prasekolah.Kata Kunci: Kebiasaan Makan, Anak Prasekolah
Analisis Pengendalian Potensi Bahaya di Crude Distiller Unit III PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit III Plaju Tahun 2011 Ade Matariani; Hamzah Hasyim; Achmad Fickry Faisya
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kegiatan di CDU III sangat rawan terhadap berbagai potensi bahaya, oleh karena itu perlu adanya identifikasi potensi bahaya dalam upaya pengendalian tehadap potensi bahaya untuk mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengendalian potensi bahaya di CDU III PT. Pertamina (Persero) RU III Plaju tahun 2011.Metode: Merupakan penelitian kualitatif. Cara-cara pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan observasi. Sumber informasi dalam penelitian ini berjumlah 7 orang.Hasil Penelitian: Potensi bahaya yang ada di CDU III, antara lain kebisingan, kebakaran, jatuh dari ketinggian, kejatuhan benda, tersengat listrik, bahaya gas H2S & CO, NH3, terjepit terpukul, kepala terantuk, tangan tergores, tersandung, terpeleset, dan flash. Upaya pengendalian potensi bahaya yang dilaksanakan oleh PT. Pertamina pada umumnya sudah baik, meskipun masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya.Kesimpulan: Upaya pengendalian teknis yang diterapkan oleh PT. Pertamina yaitu eliminasi, substitusi, isolasi, pemeliharaan dan perbaikan peralatan yang rusak. Upaya pengendalian adminstratif yang diterapkan oleh PT. Pertamina, antara lain SIKA, pelatihan, safety talk, pengaturan waktu kerja, tanda peringatan bahaya, dan CSMS. APD yang disediakan oleh PT. Pertamina, yaitu kacamata debu, kacamata las, goggles, face shield, safety helmet; ear plug, ear muff; masker penyaring udara, full masker, SCBA, coverall berbahan katun, flame retardant coverall, sarung tangan tahan bahan kimia, sarung tangan kulit, sarung tangan tahan panas, sarung tangan karet, safety shoes, safety boots, dan body harness.Kata Kunci: Pengendalian, Potensi Bahaya
Manajeman Risiko Keselamatan Kerja Kegiatan Pengelasan (Welding) PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk Tirta Agung Palm Oil Mill Shinta Rimvalia Sinulingga; Rico Januar Sitorus; Imelda G. Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Manajemen risiko merupakan alat untuk melindungi perusahaan dari setiap kemungkinan yang merugikan seperti kebakaran atau kerusakan 1. Dalam aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kerugian berasal dari kejadian yang tidak diinginkan yang timbul dari aktivitas organisasi. Tanpa menerapkan manajemen risiko perusahaan dihadapkan dengan ketidakpastian. Manajemen tidak mengetahui apa saja bahaya yang dapat terjadi dalam organisasi atau perusahaannya sehingga tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.Metode: Penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan observasional menggunakan metode analisis kualitatif, yaitu menggambarkan proses kegiatan kerja dengan melihat secara langsung pelaksanaan proses kerja dan dilakukan identifikasi resiko dengan metode generic model yang dilanjutkan dengan analisa tingkat risiko dengan menggunakan metode analisis semikuantitatif berdasarkan panduan dari AS/NZS 2004.Hasil Penelitian: Menunjukkan risiko-risiko keselamatan kerja yang ada pada kegiatan pengelasan antar lain tersengat aliran listrik, luka memar, iritasi mata, luka dan cidera tulang, gangguan pernafasn, luka bakar, peningkatan suhu tubuh yang memicu heat stress, nyeri pinggang dan bahu, serta kebosanan dan kejenuhan untuk pengelasan busur listrik. Sedangkan pengelasan dengan mesin diesel risiko lainnya adalah luka bakar akibat semburan air radiator dan gangguan pendengaran.Kesimpulan: Setiap tahap kegiatan pengelasan memiliki sejumlah risiko keselamatan kerja terhadap pekerja dengan tingkat risiko priority 3. Untuk tingkat conceqences, dampak yang paling banyak muncul yaitu important. Untuk tingkat exposure, tingkat pajanan terbanyak yaitu continously sedangkan tingkat likelihood, tingkat kemungkinan tertinggi yaitu likely.Kata Kunci: Manajemen risiko, keselamatan kerja, pengelasan
Evaluasi Program Keluarga Berencana Pria (Vasektomi) di Kecamatan Bukit Kecil Palembang Tahun 2011 Annisa Rahmawaty; Asmaripa Ainy; Nur Alam Fajar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Masalah utama yang dihadapi di Indonesia adalah di bidang kependudukan yang masih tingginya pertumbuhan penduduk. Oleh karena itu pemerintah terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan dengan program keluarga berencana (KB). Di Kota Palembang terjadi peningkatan peserta KB aktif yang menggunakan alat kontrasepsi vasektomi yang mengartikan bahwa adanya peningkatan minat pria dalam penggunaan alat kontrasepsi. Kepesertaan KB bagi kalangan miskin dinilai masih rendah, termasuk penduduk di daerah terpencil dan perbatasan, serta sosialisasi program bagi generasi muda menjelang usia nikah juga masih kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program KB pria (vasektomi).Metode: Penelitian evaluatif dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam, FGD, telaah dokumen, dan pengamatan. Jumlah informan 9 orang. Untuk menguji keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi sumber, metode, dan data. Analisis data dilakukan dengan content analysis.Hasil Penelitian: Sumber daya manusia, pengalokasian dana, pemanfaatan sarana, perencanaan program, pengorganisasian, penatalaksanaan, dan pencapaian program KB pria sudah berjalan dengan baik, serta persepsi mengenai vasektomi juga sudah bisa di terima dengan baik oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat itu sendiri.Kesimpulan: Saran terhadap program KB pria antara lain: petugas kesehatan harus rutin mengikuti pelatihan program untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, perlu ditambahkan lagi petugas untuk melakukan sosialisasi di lapangan, dan peserta vasektomi mampu menjadi motivator untuk mengajak kaum Bapak dalam menggunakan vasektomi.Kata Kunci: Evaluasi, keluarga berencana, vasektomi
Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dan Pelayanan Antenatal dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Masa Nifas di Puskesmas Simpang Timbangan Nurleka Yulastri; Suci Destriatania; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu masih cukup tinggi di Indonesia. Hal ini disebabkan banyaknya ibu yang meninggal karena komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas. Komplikasi pada masa nifas diharapkan dapat dicegah dan dideteksi melalui kunjungan masa nifas oleh tim medis. Namun berdasarkan pendataan RISKESDAS kunjungan masa nifas belum terlaksana dengan baik. Oleh karena itu ibu hamil perlu disiapkan pengetahuanya tentang masa nifas agar dapat melaluinya secara normal.Metode: Menggunakan metode survei analitik dengan desain studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang tercatat baik di bidan desa, di bidan praktik swasta di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan sebanyak 61 orang. Metode pengambilan sampel yaitu accidental sampling.Hasil Penelitian: Pengetahuan ibu hamil tentang masa nifas berhubungan dengan pendidikan (RP= 37,5; CI 95% = 4,549- 309,334), pemenuhan standar 7T (poin temu wicara) (RP= 3,491; CI 95%= 1,204-10,123) dan pemenuhan 7 hak ibu hamil (RP= 3,197; CI 95%= 1,108- 9,223).Kesimpulan: Diketahui bahwa ada 3 variabel yang mempunyai hubungan bermakna secara statistik dengan pengetahuan yaitu pendidikan, pemenuhan standar 7T (poin temu wicara), pemenuhan hak ibu hamil. Sedangkan yang tidak berhubungan yaitu umur, pekerjaan, dan jumlah anak.Kata Kunci: Sosiodemografi, pelayanan antenatal, ibu hamil, masa nifas
Determinan Ibu dalam Memilih Tenaga Penolong Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Saling Kabupaten Empat Lawang Tahun 2010 Fanny Indriyani; Najmah; Rini Mutahar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Salah satu faktor tingginya AKI di Indonesia karena masih rendahnya cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan. Angka cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Muara Saling sebesar 78,09%, jadi sekitar 21,91% persalinan masih ditolong oleh dukun bayi. Pencapaian masih belum sesuai dengan target indikator Kabupaten yaitu sebesar 95 %. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui determinan ibu dalam memilih tenaga penolong persalinan.Metode: Penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah ibu yang pernah melakukan persalinan dilihat dari persalinan anak terakhir baik dalam keadaan hidup ataupun mati dan termasuk ke dalam sasaran ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Saling pada Tahun 2010. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 84 orang (faktor non respon 10%). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Simple Random Sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis data univariat dan bivariate.Hasil Penelitian: Variabel tingkat perekonomian keluarga (p=<0,001), pengetahuan (p=0,020), persepsi sehat sakit (p=0,049), peran keluarga (p=0,012) dan biaya persalinan sebelumnya pada ibu dengan paritas > 1 (p=,0,01) berpengaruh terhadap pemilihan tenaga penolong persalinan.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa pemilihan tenaga penolong persalinan di wilayah kerja Puskesmas Muara Saling dipengaruhi oleh tingkat perekonomian keluarga, pengetahuan, persepsi sehat sakit, peran keluarga dan biaya persalinan sebelumnya. Kata Kunci: Tenaga penolong persalinan, persalinan
Hubungan antara Kualitas Bakteriologis Air Sumur Gali dan Faktor Perilaku Ibu dengan Kejadian Diare pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Prabumulih Tahun 2012 Vera Utami; Elvi Sunarsih; Anita Camelia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan salah satu penyebab angka kematian dan kesakitan tertinggi pada anak balita. Faktor lingkungan yang berinteraksi dengan faktor perilaku merupakan faktor yang paling dominan yang dapat menyebabkan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas bakteriologis air sumur gali, konstruksi sumur gali, perilaku ibu pengguna botol susu, penggunaan air bersih, kebiasaan cuci tangan dan perilaku buang air besar dengan kejadian diare pada anak balita.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak balita dan sumur gali yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pasar Prabumulih yang berjumlah 80 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi serta melakukan pengukuran laboratorium kualitas bakteriologis air sumur gali dengan menggunakan metode MPN.Hasil Penelitian: Dari 80 responden terdapat 33 responden (41,2%) yang mengalami kejadian diare. dengan α=0,05 tidak terdapat hubungan antara kebiasaan cuci tangan (p value=0,638), kualitas bakteriologis air (p value = 0,738), dan konstruksi sumur (p value = 0,241) dengan kejadian diare pada anak balita. Terdapat hubungan antara perilaku ibu pengguna botol susu (RP:3,088 CI:1,224-7,794 p value: 0015), penggunaan air bersih (RP:2,829 CI:1,119-7,151 p value: 0,026) dan perilaku buang air besar pada anak balita (RP:3,592 CI:1,286-10,034 p value: 0,012) dengan kejadian diare pada anak balita.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku ibu pengguna botol susu, penggunaan air bersih dan perilaku buang air besar pada anak balita dengan kejadian diare pada anak balita. Kata Kunci: Diare, Perilaku ibu, Kualitas bakteriologis
Implementasi Kebijakan Pelayanan Kesehatan Rujukan dalam Program Jamsoskes Sumsel Semesta Tahun 2011 (Studi Kasus di RSUD dr. Ibnu Sutowo Baturaja) Try Any Widyastuti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Program Jamsoskes Sumsel Semesta adalah program jaminan kesehatan daerah yang dikembangkan oleh Provinsi Sumatera Selatan. Sejak Program ini diselenggarakan terdapat adanya keluhan dari pasien peserta Jamsoskes terhadap pelayanan yang diberikan di RSUD dr.Ibnu Sutowo Baturaja, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan pelayanan kesehatan rujukan dalam program Jamsoskes Sumsel Semesta di RSUD dr.Ibnu Sutowo Baturaja.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Untuk melihat keabsahan informasi yang didapatkan uji validitas yang digunakan adalah triangulasi kemudian hasilnya akan disajikan dalam bentuk narasi. Teori yang digunakan untuk analisis data adalah teroi George C Edward III yang terdiri dari variable, komunikasi, Sumberdaya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi.Hasil Penelitian: Dari aspek komunikasi faktor transmisi sudah berjalan dengan baik namun faktor kejelasan dan konsistensi belum berjalan dengan optimal, dari aspek sumber daya masih ada beberapa kendala diataranya faktor sumber daya manusia, informasi, dan fasilitas, kemudian dari aspek disposisi faktor sikap pelaksana yang kurang mendukung dapat menghambat implementasi kebijakan, sedangkan dari aspek struktur birokrasi, pelaksanaan SOP belum berjalan dengan optimal, dan koordinasi dengan Puskesmas belum berjalan dengan baik.Kesimpulan: Implementasi kebijakan pelayanan kesehatan rujukan dalam program Jamsoskes Sumsel Semesta di RSUD dr. Ibnu Sutowo Baturaja belum berjalan dengan baik hal ini dikarenakan dalam pelaksanaannya masih ditemui adanya beberapa kendala baik dalam hal komunikasi, sumber daya, disposisi, maupun struktur birokrasi serta masih ada beberapa hal yang belum sesuai dengan pedoman pelaksanaan Jamsoskes Sumsel Semesta yang telah ditetapkan. Saran dalam penelitian ini sebaiknya sosialisasi program ini lebih ditingkatkan, baik kepada masyarakat maupun petugas pelaksana kebijakan, serta perlu meningkatkan pengarahan dan pengawasan secara kontinu dalam pelaksanaannya.Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Jamsoskes Sumsel Semesta
Perbandingan Kualitas Pelayanan pada Pasien Jamkesmas di Puskesmas Kenten dengan Puskesmas Dempo Palembang Fitrianti; Misnaniarti; Rico Januar Sitorus
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kesehatan yang berkualitas dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pemakai jasa pelayanan. Puskesmas Kenten dan Puskesmas Dempo telah melakukan peningkatan kualitas namun tidak diiringi dengan peningkatan pemanfaatannya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan di Balai Pengobatan Umum Puskesmas Kenten dan Puskesmas Dempo Palembang.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, data yang dikumpulkan adalah data cross-sectional. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan program SPSS dan dilakukan analisa univariat dan bivariat. Sampel pasien Jamkesmas di Balai Pengobatan Umum Puskesmas Kenten dan Puskesmas Dempo Palembang, bulan Januari – Maret 2011 yaitu sebanyak 97 orang.Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari hasil uji Mann-Whitney dari 5 dimensi kualitas diperoleh 2 dimensi yang ada perbedaan signifikan tingkat kepuasan pasien Jamkesmas yaitu dimensi kehandalan (p-value=0,002) dan bukti fisik (p-value=0,000) dan 3 dimensi yang tidak menunjukan hubungan yang signifikan yaitu dimensi ketanggapan (p-value=0,706), jaminan (p-value=0,494), dan empati (pvalue=0,054).Kesimpulan: Ada dua dimensi yang mempunyai perbedaan tingkat kepuasan yaitu dimensi Kehandalan dan Bukti Fisik. Saran kepada Puskesmas Kenten agar meningkatkan kinerja dari dimensi ketanggapan dan bukti fisik. Sedangkan Puskesmas Dempo dari dimensi kehandalan, ketanggapan, empati. Dengan cara melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pelayanan yang diberikan serta memberikan penghargaan kepada petugas yang berprestasi.Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Kualitas Pelayanan, Jamkesmas
Determinan Sosial dan Lingkungan Infeksi HIV pada Wanita Pekerja Seks di Indonesia Ni Wayan Septarini
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Infeksi HIV merupakan salah satu penyakit infeksi dengan prevalensi pada dewasa mencapai 1% dari total populasi di dunia. Wanita pekerja seks (WPS) merupakan salah satu grup yang berisiko tinggi tertular penyakit ini. Banyak faktor yang membuat WPS lebih rentan tertular HIV dibandingkan grup lainnya di populasi.Metode : Metode yang digunakan dalam makalah ini adalah review dari literatur yang ada untuk mempelajari tentang determinan social dan lingkungan dari infeksi HIV pada WPS di Indonesia.Hasil : Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Indonesia memperkirakan 333.200 orang hidup dengan HIV di akhir tahun 2009. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2007 menyatakan prevalen infeksi HIV dari 6-16% untuk WPS langsung dan 2-9% untuk WPS tidak langsung. Determinan sosial yang menyebabkan WPS lebih rentan tertular HIV diantaranya tekanan ekonomi dan kemiskinan, pendidikan dan latar belakang kehidupan pribadi, fungsi wanita, aspek legal dan aturan yang ada, serta kekerasan dan pejualan perempuan. Di lain pihak, faktor lingkungannya meliputi lokasi pekerjaan, pelayanan kesehatan yang tersedia, dan mobilitas.Kesimpulan: Beberapa determinan sosial dan lingkungan memebrikan kontribusi pada kerentanan WPS terhadap HIV, baik langsung maupun tidak langsung. Faktor tersebut biasanya saling berkaitan sehingga terjadi transmisi HIV. Beberapa faktor penghambat dan pendukung bagi WPS untuk mengubah perilaku berisiko mereka menjadi kurang berisiko juga dikenali, dimana hal ini penting dalam upaya pencegahan HIV khususnya pada WPS.Kata Kunci: Determinan, Lingkungan , Wanita pekerja seks, HIV, Indonesia, Sosial

Page 9 of 44 | Total Record : 440


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue