cover
Contact Name
Hilman Imadul Umam
Contact Email
babakti@unsika.ac.id
Phone
+6281310941700
Journal Mail Official
babakti@unsika.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang Jl. H.S. Ronggowaluyo, Kelurahan Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Babakti: Journal of Community Engangement
ISSN : 30477670     EISSN : 30476550     DOI : https://doi.org/10.35706/babakti
Babakti: Journal of Community Engagement is published by Universitas Singaperbangsa Karawang. The journal holds ISSN 3047-7670 (print) and ISSN 3047-6550 (online). The objective of this journal is to communicate conceptual frameworks, ideas, and research outcomes in community service related to science, technology, education, health, engineering, and agriculture. This journal is published twice a year (April and October). Authors who wish to submit manuscripts must follow the prescribed writing guidelines. Manuscripts that do not comply with the guidelines or use an alternative format may be rejected prior to further evaluation. All submissions undergo desk review and initial manuscript evaluation by the Editorial Board. Eligible manuscripts are then sent to reviewers through a double-blind peer-review process.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2 Documents
Search results for , issue "vol 3 no 2 (2026): october" : 2 Documents clear
Revitalisasi Elemen Fisik Kawasan Melalui Redesain Gate, Jalur Pedestrian dan Street Furniture di Kampung Kauman Heritage Banyumas Setiawan Dudi Prasetio; Iola Abi Gail; Erik Wahyu Palguna; Naufal Kresna Diwangkara
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 3 No 2 (2026): October
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v3i2.13222

Abstract

Kampoeng Kauman Heritage di Desa Sudagaran, Banyumas, merupakan desa wisata rintisan yang kaya akan potensi sejarah dan budaya, namun beberapa elemen infrastruktur pendukungnya belum optimal dalam merepresentasikan identitas kawasan. Tantangan utamanya adalah desain dua gerbang penanda yaitu Gate utama dan Gate Kepatihan yang sudah ada namun belum selaras dengan citra Heritage yang diusung. Selain itu, kondisi jalur Pedestrian yang belum tertata dan minimnya Street Furniture juga mengurangi kualitas pengalaman wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan redesain Gate utama dan Gate Kepatihan, serta merancang jalur Pedestrian yang terintegrasi dengan Street Furniture untuk memperkuat identitas visual serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan. Metode pelaksanaan meliputi survei kondisi eksisting, analisis kebutuhan, perancangan konsep, serta diskusi partisipatif dengan masyarakat. Hasil kegiatan ini adalah tiga konsep perancangan utama: (1) Redesain Gate Utama sebagai ikon kawasan; (2) Redesain Gate Kepatihan sebagai penanda zona historis; serta (3) Desain terintegrasi Jalur Pedestrian dan Street Furniture yang fungsional dan estetis. Konsep perancangan tersebut menghasilkan arahan desain yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan kawasan Kampoeng Kauman Heritage. Oleh karena itu, pemerintah desa dan pengelola kawasan direkomendasikan untuk mengimplementasikan desain secara bertahap melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait guna memperkuat identitas visual kawasan, meningkatkan kualitas pengalaman wisata, serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
Implementasi Sembilan Langkah Perencanaan Berbasis Kebutuhan Masyarakat pada Taman Bacaan Masyarakat: Praktik Baik Garda Cendekia Sidiq Nulhaq; Irvan Irvani; Fahmi Al Ghiffari
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 3 No 2 (2026): October
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v3i2.13271

Abstract

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Indonesia banyak didirikan dengan motivasi yang baik, tetapi sebagian menghadapi tantangan menjaga relevansi program dan keberlanjutan layanan. Artikel ini mendokumentasikan praktik baik Garda Cendekia di Kabupaten Lebak, Banten, dalam menerapkan sembilan langkah perencanaan berbasis kebutuhan masyarakat sejak perintisan pada 2018. Sembilan langkah tersebut meliputi asesmen kebutuhan partisipatif, analisis akar masalah, perumusan tujuan dan penerima manfaat, penyusunan kerangka kerja logis (logframe), perancangan aktivitas dan layanan, pemetaan dan pembangunan kemitraan, penyusunan anggaran-jadwal-tim, monitoring dan evaluasi, serta strategi keberlanjutan. Dokumentasi praktik disusun melalui penelusuran dokumen organisasi, profil Garda Cendekia, catatan layanan dan kunjungan, data koleksi dan peminjaman, struktur kepengurusan, dokumen kemitraan, serta dokumentasi kegiatan. Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa Garda Cendekia berkembang dari sembilan pemuda perintis menjadi organisasi dengan 21 pengurus pada lima departemen; koleksi perpustakaan masyarakat mencapai 2.277 judul; tersedia dua ruang milik sendiri untuk layanan perpustakaan dan kegiatan literasi; serta terbangun lebih dari dua puluh kemitraan dengan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi nasional dan internasional. Profil organisasi juga menunjukkan pencatatan layanan secara berkala dan pengembangan layanan yang ramah anak. Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana prinsip perencanaan berbasis kebutuhan dapat diterjemahkan menjadi praktik kerja yang sederhana, siklis, dan adaptif pada skala komunitas. Artikel ini menempatkan sembilan langkah bukan sebagai resep tunggal, melainkan sebagai kerangka belajar yang membantu Garda Cendekia menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan desain layanan, kemitraan, pengelolaan sumber daya, monitoring, dan keberlanjutan. Karena dokumentasi berasal dari satu organisasi dan tidak menggunakan desain eksperimen atau pembanding, hubungan kausal antara penerapan sembilan langkah dan setiap capaian organisasi tidak dapat dipastikan. Nilai utama praktik ini terletak pada dokumentasi proses, bukti perkembangan organisasi, serta perangkat kerja yang dapat diadaptasi oleh komunitas literasi lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 2