cover
Contact Name
Ahmad Faiz Muntazori
Contact Email
faiz.muntazori@gmail.com
Phone
+6288212348559
Journal Mail Official
desainjurnal@gmail.com
Editorial Address
Ruang Lembaga Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (LRPM) Universitas Indraprasta PGRI Address: Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Desain
ISSN : 23390107     EISSN : 23390115     DOI : https://doi.org/10.30998/jd.v13i1
Core Subject : Art,
Jurnal Desain focused to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding research and developments include research reports, conceptual ideas, studies, theories, using the qualitative approach in Design and Visual Communications, Interior Design, Fashion Design, Product Design, Fine Art, Photography, Animation and other related fields of Visual Art. The scope of this journal encompasses to a study of typography, branding, photography, media studies, design studies, advertising, animation, illustration, visual culture, nirmana, film, videography, etc.
Articles 94 Documents
Strategi transformasi desain interior PAUD berbasis geometri melingkar untuk perilaku eksploratif dan interaksi sosial anak Nadiyatu Alfi Azizah; Dhian Lestari Hastuti
Jurnal Desain Vol 13 No 4 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i4.3600

Abstract

Penelitian ini membahas keterbatasan ruang belajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) konvensional yang kurang responsif terhadap perilaku eksploratif dan interaksi sosial anak. Penelitian bertujuan mengembangkan alternatif strategi transformasi desain interior berbasis geometri melingkar untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif terhadap pola perilaku anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kerangka Design Thinking for Design Interior Learning (DT-DI) melalui observasi perilaku anak, wawancara pendidik, thematic coding, serta analisis literatur dan preseden Fuji Kindergarten. Hasil thematic coding menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara konfigurasi ruang persegi dengan pola pergerakan anak yang aktif dan menyebar, disertai keterbatasan kapasitas, kebutuhan fleksibilitas fungsi, dan stimulasi visual yang belum terkendali. Temuan tersebut dirumuskan menjadi permasalahan desain dan kriteria desain yang menghasilkan strategi geometri melingkar, sirkulasi kontinu, zoning aktivitas, tata letak fleksibel, dan strategi warna. Literatur dan preseden memperkuat potensi strategi tersebut dalam mendukung mobilitas, interaksi, fokus, dan kenyamanan anak. Penelitian menyimpulkan bahwa geometri melingkar dapat menjadi strategi transformasi desain interior PAUD berbasis perilaku. Tahap test-evaluation belum dilakukan sehingga efektivitas desain belum dapat dibuktikan secara empiris dan memerlukan pengujian lanjutan.
Nilai estetika visual dan makna filosofis wayang kulit purwa karya Mbah Glemboh di Wukirsari, Yogyakarta Arfiati Nurul Komariah; Novita Dwi Wulandari; Valdi Andreansyah
Jurnal Desain Vol 13 No 4 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i4.3602

Abstract

Wayang kulit purwa karya Mbah Glemboh tidak hanya berfungsi sebagai media pertunjukan, tetapi juga sebagai artefak desain tradisional yang menyimpan identitas visual, nilai estetika, fungsi peraga, dan makna filosofis visual. Penelitian ini bertujuan menjelaskan nilai estetika visual dan makna filosofis visual wayang kulit purwa karya Mbah Glemboh atau Atmo Karyo di Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis dan analisis estetika visual. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi artefak, dokumentasi visual, dan wawancara semi-terstruktur terhadap narasumber yang memiliki hubungan genealogis maupun pengetahuan lokal tentang perkembangan tatah sungging di Wukirsari. Tiga artefak yang dianalisis adalah Raden Wijasena, Prabu Salya, dan Arjuna. Analisis dilakukan melalui pendekatan estetika visual Edmund Burke Feldman yang meliputi tahap deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya Mbah Glemboh memiliki karakter visual berupa tatahan dan sunggingan sederhana, penggunaan warna dengan gradasi terbatas, bentuk kepala atau odhol, pemakaian kroncong, celana, serta motif naga ngrangsang. Ciri-ciri tersebut dibaca sebagai kecenderungan visual yang berkaitan dengan fungsi peraga, keterbacaan karakter, dan pewarisan keterampilan tatah sungging. Penggunaan celana dan motif naga ngrangsang dipahami sebagai indikasi visual awal yang masih memerlukan pembandingan lebih lanjut dengan gaya Yogyakarta dan Surakarta. Penelitian ini menegaskan bahwa karya Mbah Glemboh dapat dibaca sebagai artefak desain tradisional yang memuat hubungan antara sejarah lokal, keterampilan perajin, fungsi pedagogis, struktur visual, dan makna filosofis visual.
Perancangan VTuber kampus berbasis kearifan lokal Banyumas: Studi kasus Mayuh Isthika Ajeng Tita Negoro; Nurhadi Nurhadi
Jurnal Desain Vol 13 No 4 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i4.3741

Abstract

Era digital menuntut institusi pendidikan tinggi mengembangkan strategi komunikasi visual yang adaptif terhadap karakteristik Generasi Z, terutama dalam upaya pengenalan kampus kepada calon mahasiswa. Universitas Telkom Purwokerto merespons tantangan tersebut dengan merancang VTuber “Mayuh Isthika” sebagai identitas visual yang mengintegrasikan citra kampus dan kearifan lokal Banyumas. Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan dan menganalisis konsep karya VTuber Mayuh Isthika dengan fokus pada adaptasi tokoh Bawor dalam wayang Banyumasan, transformasi unsur kearifan lokal berupa Curug Baturraden, Kudi, dan Tempe Mendoan, serta integrasi identitas institusi melalui pendekatan Design Thinking. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi practice-based research melalui lima tahap Design Thinking. Hasil perancangan menunjukkan bahwa Mayuh Isthika berhasil memvisualisasikan filosofi cablaka melalui mata besar berwarna merah jingga, menerjemahkan Curug Baturraden ke dalam bentuk rambut bergelombang dengan gradasi hijau-putih dan aksen emas sebagai wordplay “Banyu-mas”, mengangkat filosofi laku adhi pada Kudi melalui bentuk ahoge, serta mengadaptasi tekstur Tempe Mendoan ke dalam kostum. Identitas kampus direpresentasikan melalui jepit rambut berbentuk logo Tel-U dan siluet rambut yang menyerupai logo ITTP. Pengujian dilakukan melalui wawancara dengan ahli desain karakter dan analisis isi terhadap tayangan serta engagement di media sosial. Ahli menyatakan bahwa desain Mayuh Isthika valid dan sangat layak, sedangkan unggahan peluncuran menjangkau 38.377 akun dengan 3.207 likes dan 2.554 shares pada periode awal peluncuran. Penelitian ini berkontribusi sebagai dokumentasi pertama perancangan VTuber kampus berbasis kearifan lokal daerah yang spesifik dengan pendekatan Design Thinking di Indonesia.
Identifikasi kerentanan entrance bangunan non-rekayasa sebagai dasar strategi desain fasad untuk mitigasi risiko gempa Nitih Indra Komala Dewi; Wahyu Buana Putra; Bambang Subekti; Utami Utami; Heru Wibowo
Jurnal Desain Vol 13 No 4 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i4.4910

Abstract

Aktivitas Sesar Lembang berpotensi memicu guncangan seismik hingga skala VIII MMI yang berisiko tinggi terhadap kerusakan dinding, plesteran, dan atap bangunan sederhana. Sebagian besar bangunan hunian di kawasan ini adalah bangunan non-rekayasa (non-engineered buildings) tanpa memiliki pertimbangan terhadap risiko gempa. Pada tipologi ini, pintu masuk pada bangunan umumnya menjadi satu-satunya jalur evakuasi sehingga kegagalan fungsionalnya berdampak langsung terhadap keselamatan jiwa penghuni. Meskipun demikian, literatur terdahulu cenderung memperlakukan pintu masuk sebatas elemen estetis atau selubung bangunan (building envelope) pasif, tanpa mengevaluasi performa spasial-tektoniknya sebagai sistem jalur mitigasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kerentanan spasial-konstruktif pintu masuk serta merumuskan kerangka kriteria perancangan bukaan aman gempa. Melalui pendekatan kualitatif-analitis, observasi berbasis purposive sampling dilakukan terhadap 12 unit hunian di Kelurahan Sariwangi (radius 3 km dari Sesar Lembang) yang ditelaah menggunakan tujuh indikator teknis-spasial aksesibilitas mitigasi. Hasil analisis mengungkapkan kerentanan sistemik: 58% bangunan bergantung pada akses tunggal (single-egress vulnerability), ketiadaan zona bebas reruntuhan (debris-free zone) akibat kerapatan antarbangunan yang tinggi, serta dominasi material fasad berbobot masif tanpa elemen pengaku struktural (kolom praktis dan ring balok) di sekitar bukaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegagalan fungsi pintu masuk bukan sekadar masalah komponen pintu secara terisolasi, melainkan akibat interaksi komposit antara materialitas fasad dan konfigurasi spasial mikro di sekitarnya. Penelitian ini berkontribusi menyediakan kerangka evaluasi awal (preliminary) kerentanan bukaan yang berpotensi menjadi dasar penyusunan pedoman preskriptif perancangan arsitektur tahan bencana di kawasan rawan gempa, dengan validasi lebih lanjut.

Page 10 of 10 | Total Record : 94