cover
Contact Name
Irjus Indrawan
Contact Email
jurnaljupik@gmail.com
Phone
+6282262540979
Journal Mail Official
jurnaljupik@gmail.com
Editorial Address
Jl. DT. Said Desa Belantaraya Kecamatan Gaung , Kab. Indragiri Hilir, Provinsi Riau, 29282
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pelita Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 30901200     DOI : https://doi.org/10.65226
Core Subject : Religion,
JUPIK: Jurnal Pelita Pendidikan adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Yayasan Pelita Negeri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau. Terbit 2 kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember. JUPIK: Jurnal Pelita Pendidikan sebagai sebuah jurnal ilmiah diharapkan dapat menunjukkan kepada publik akan kekayaan khazanah keilmuan melingkupi keilmuan bidang Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Pendidikan Nilai dan Karakter, Teknologi Pendidikan, Bimbingan dan konseling, Pendidikan Non-Formal, Psikologi Pendidikan, Penilaian dan Evaluasi Pendidikan, Pembelajaran dan Pengajaran, Pengembangan Kurikulum, Pendidikan Guru
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2025): 2025" : 10 Documents clear
STRATEGI DALAM KOMUNIKASI ORGANISASI Mahdayeni yeni; Albatwi Ahmat Baidowi; Zul Rahman; Ayu Mawarni; Bunga Fanesa
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.95

Abstract

Strategi dalam komunikasi organisasi memainkan peran penting dalam menciptakan hubungan yang efektif antara individu, tim, dan berbagai bagian dalam sebuah organisasi. Sering terjadi dalam sebuah lembaga atau organisasi permasalahan yang menumpuk dan mengakibatkan buruknya sebuah instansi dikarenakan komunikasi yang tidak baik, ketidak transparansian juga menyebabkan ketidakjelasan visi dan misi dalam sebuah instansi tersebut. Komunikasi yang jelas, terbuka, dan terstruktur dapat meningkatkan kinerja organisasi, memperkuat hubungan internal, serta memperlancar proses pengambilan keputusan. Penelitian ini mengkaji berbagai strategi komunikasi yang diterapkan oleh organisasi untuk mencapai tujuan Bersama. Selain itu, komunikasi informal seringkali menjadi sarana yang efektif dalam mempercepat aliran informasi dan memperkuat budaya organisasi. Dalam komunikasi organisasi penting untuk memperhatikan faktor budaya dan konteks sosial agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh berbagai pihak dalam organisasi.
Peningkatan Kinerja Guru Melalui Observasi Administrasi Kelas Refika; Idris Harun; Firza Alkhoiri; Nur Annisa; Ruhul Zikraini Syafitri
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.106

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang meningkatkan kinerja guru melalui supervisi teknik observasi kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang supervisi observasi kelas dapatmeningkatkan kinerja guru dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Negeri 024 Tambusai Kabupaten Rokan Hulu . Guru merupakan salah satu komponen utama dalam proses pendidikan. Dalam proses pendidikan di sekolah, guru memegang tugas ganda yaitu sebagai pengajar dan pendidik. Sebagai pengajar guru bertugas menuangkan sejumlah bahan pelajaran ke dalam otak anak didik, sedangkan sebagai pendidik guru bertugas membimbing dan membina anak didik agar menjadi manusia susila yang cakap, aktif, kreatif, dan mandiri. Oleh sebab itu, tugas yang berat dari seorang guru ini pada dasarnya hanya dapat dilaksanakan oleh guru yang memiliki kompetensi profesional yang tinggi. Jenis penelitian ini adalah tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan sekolah atau PTS memiliki peranan yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan kinerja guru. Hasil kajian ini menunjukan bahwa Peningkatan kinerja guru oleh kepala sekolah melalui supervisi observasi kelas menunjukan peningkatan pada tiap-tiap putarannya. Aktivitas guru menunjukan bahwa kegiatan pembinaan melalui supervisi observasi kelas bermanfaat dan dapat membantu meningkatkan kinerja guru, untuk lebih muda memahami konsep peran dan fungsi guru sehingga kinerja guru dapat meningkat, dengan demikian capaian mutu sekolah dapat ditingkatkan.
ADMINISTRASI PEMBELAJARAN GURU DALAM KURIKULUM MERDEKA Nur Aini; Salsa Bila Ivanda; Siti Patimah; Refika; Idris Harun
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya administrasi pembelajaran terhadap guru terkait kurikulum merdeka. Kurikulum Merdeka adalah konsep pendidikan yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kurikulum mereka agar sesuai dengan kebutuhan dan potensi siswa pada zaman ini. Selain itu, Kurikulum Merdeka juga memberikan kebebasan guru untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi pelajaran serta mengembangkan metode pengajaran yang inovatif. Sehingga pentingnya administrasi pembelajaran bagi guru tidak bisa diabaikan dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan efisien. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yaitu penelitian yang menggunakan bahan-bahan dari jurnal yang berkaitan dengan pendidikan, khususnya kurikulum. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis deskriptif. Analisis deskriptif merupakan metode yang melibatkan pengumpulan data, penyusunan atau pengklasifikasian, analisis, dan interpretasi data tersebut. Pentingnya Administrasi pada guru dalam proses pembelajaran yaitu dapat meningkatkan efisiensi dan aktivitas pengajaran dan memudahkan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan baik. Selain itu hubungan administrasi pembelajaran dengan kurikulum merdeka yaitu dapat memfasislitasi guru untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya sesuai kurikulum merdeka. Namun, terdapat tantangan dalam mengimplementasikannya, seperti keterbatasan sumber daya dan dukungan, dan terdapat juga solusinya yaitu dengan dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah. Selain itu, administrasi pembelajaran yang baik memungkinkan guru untuk lebih fokus dalam menyampaikan materi secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, peran semua pihak dalam mendukung dan terlibat dalam peningkatan administrasi pembelajaran sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas bagi siswa.
KOMPETENSI TENAGA ADMINISTRASI TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ARSIP DI LEMBAGA PENDIDIKAN Oktafia; Ardiansyah Maulana; Siti Naimah
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.162

Abstract

Transformasi digital dalam pengelolaan arsip di lembaga pendidikan menghadapi tantangan kompleks, terutama terkait kompetensi tenaga administrasi. Data menunjukkan 78% lembaga pendidikan di Asia Tenggara telah memulai digitalisasi arsip, tetapi hanya 35% yang berhasil mengoptimalkannya akibat keterbatasan kompetensi sumber daya manusia. Regulasi (UU No. 43/2009 dan ISO 15489-1:2016) menuntut standar kearsipan yang belum sepenuhnya terpenuhi, dengan kendala utama pada aspek sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi tenaga administrasi terhadap efektivitas pengelolaan arsip. Jenis penelitian ini menggunakan metode library research (studi kepustakaan) dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari sumber-sumber tertulis seperti jurnal, buku, peraturan perundang-undangan, laporan institusi, dan karya ilmiah terkait, sebagai bahan utama untuk mengumpulkan data dan menganalisis suatu masalah. Penelitian studi kepustakaan ini tidak melibatkan pengumpulan data secara langsung dilapangan (field research), tetapi berfokus pada eksplorasi dan sintesis informasi yang sudah ada. Kompetensi tenaga administrasi (meliputi aspek teknis kearsipan, teknologi informasi, manajerial, dan komunikasi) berkorelasi positif dengan efektivitas pengelolaan arsip. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tenaga administrasi berkompetensi tinggi mampu mengurangi waktu retrievial dokumen sebesar 83,3% (dari 30 menit menjadi 5 menit) dan menurunkan kehilangan arsip hingga 90%. Peningkatan kompetensi spesifik memberikan dampak signifikan yakni seperti kompetensi teknis meningkatkan akurasi dokumen (40%), kompetensi TI meningkatkan efisiensi digitalisasi (65%), dan kompetensi manajerial menurunkan biaya penyimpanan (30%). Strategi pengembangan kompetensi (pelatihan rutin, sertifikasi, mentoring, dan integrasi penilaian kinerja) terbukti memberikan Return on Investment (ROI) 300% dalam 3 tahun. Dengan Demikian, pengembangan kompetensi tenaga administrasi merupakan faktor kritis dalam menciptakan sistem pengelolaan arsip yang efektif dan berkelanjutan. Investasi dalam peningkatan kompetensi memberikan return on investment (ROI) tinggi, termasuk efisiensi waktu, pengurangan biaya, dan peningkatan akuntabilitas. Lembaga pendidikan perlu mengadopsi pendekatan holistik yang memadukan aspek teknis, manajerial, dan SDM untuk mengatasi tantangan yang ada.
Konsep Dasar Profesi Keguruan Nanang Romadi
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.163

Abstract

Profesi keguruan merupakan landasan utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami secara mendalam konsep dasar profesi keguruan, meliputi karakteristik, kompetensi, dan peran guru dalam sistem pendidikan. Alasan pentingnya penelitian ini adalah karena profesi guru tidak hanya menuntut penguasaan materi ajar, tetapi juga integritas moral, kemampuan pedagogis, dan komitmen profesional yang tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur yang relevan, termasuk buku, jurnal ilmiah, dan regulasi pendidikan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesi keguruan memiliki ciri khusus sebagai profesi yang memerlukan keahlian khusus, komitmen pada kode etik, dan tanggung jawab sosial. Guru yang profesional mampu menjadi fasilitator pembelajaran, pembimbing karakter, dan agen perubahan dalam masyarakat. Dengan memahami konsep dasar ini, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat secara berkelanjutan.
Implementasi Model Cooperative Learning Tipe Make A Match Dalam Memotivasi Siswa Pada Pembelajaran PPKn Kelas II SD Muhammadiyah 2 Sangatta Utara Samsina Samsinan; Mahfud Ifendi; Anggra Prima
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.181

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui bagaimana implementasi model cooperative learning tipe make a match dalam memotivasi siswa kelas II pada mata pelajaran PPKn di SD Muhammadiyah 2 Sangatta Utara serta apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaanya. Jenis penelitian yang penelti gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan penelitian yaitu kualitatif, dimana penulis mencari data yang akurat dengan cara turun langsung ke lapangan yaitu mencari informasi terkait penelitian yang dilakukan di SD Muhammadiyah 2 Sangatta Utara dengan mengamati fenomena yang terjadi di lapangan serta melakukan wawancara bersama informan dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi valid berdasarkan observasi yang dilakukan di lapangan. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Guru Kelas sebagai seorang tenaga pendidik yang menerapkan model pembelajaran dan Siswa yang merasakan dan melakukan suatu pembelajaran dan metode yang digunakan serta Waka Kurikulum sebagai penanggung jawab mengatur seluruh kegiatan pembelajaran guru di sekolah. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data dari Miles and Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwasannya Penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe make a match dalam memotivasi siswa ini, dikatakan cukup efektif dan sudah di terapkan dan berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas II SD Muhammadiyah 2 Sangatta Utara. Namun tentunya tetap banyak hal yang harus diperbaiki dan dikembangkan lagi oleh pihak sekolah untuk dapat mencapai keberhasilan pembelajaran yang lebih besar lagi.
Penilaian Kinerja Guru PAI Siti Rahma
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.182

Abstract

Penilaian kinerja guru Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan elemen penting dalam sistem pendidikan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran serta memastikan guru menjalankan perannya secara profesional dan amanah. Guru PAI tidak hanya bertugas menyampaikan materi ajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam kehidupan beragama siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam proses penilaian kinerja guru PAI, baik dari sisi kebijakan, implementasi teknis di lapangan, hingga dampaknya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta studi dokumentasi terhadap perangkat penilaian dan laporan kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perangkat penilaian telah tersedia dan pelaksanaan penilaian secara administratif berjalan, namun dalam praktiknya masih terdapat sejumlah kendala. Kendala tersebut meliputi rendahnya pemahaman kepala sekolah dan pengawas terhadap karakteristik mata pelajaran PAI, keterbatasan waktu pelaksanaan, serta belum adanya tindak lanjut yang terarah pasca-penilaian. Selain itu, proses penilaian cenderung bersifat formalitas dan belum sepenuhnya menjadi alat refleksi diri serta pengembangan profesionalisme guru. Oleh karena itu, diperlukan reformulasi sistem penilaian kinerja guru PAI yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memperhatikan dimensi spiritual, etis, dan kontekstual. Penilaian yang bersifat pembinaan, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran keagamaan menjadi kebutuhan mendesak dalam rangka membentuk guru PAI yang berkualitas, berintegritas, dan berakhlak mulia.
Sertifikasi Guru Pai Romadhon
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.185

Abstract

Sertifikasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan proses penting dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pendidik di bidang agama Islam. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa guru PAI memenuhi standar kualifikasi yang ditetapkan, baik dari segi pedagogik, kepribadian, sosial, maupun profesional. Melalui sertifikasi, guru PAI tidak hanya mendapatkan pengakuan formal tetapi juga berpeluang meningkatkan kesejahteraan melalui tunjangan profesi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sertifikasi terhadap kinerja guru PAI, tantangan dalam pelaksanaannya, serta solusi untuk meningkatkan efektivitas program. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi guru PAI berperan signifikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran, meskipun dihadapkan pada kendala seperti ketidakmerataan distribusi sertifikasi dan rendahnya kesadaran guru dalam pengembangan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi berkala dan pelatihan berkelanjutan untuk memaksimalkan manfaat sertifikasi guru PAI.
Kode Etik Profesi Guru PAI Hartati
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.186

Abstract

membentuk perilaku yang baik berdasarkan moral. Tujuannya adalah menjaga etika, serta meningkatkan harkat dan martabat guru agar menjadi pendidik yang profesional dan mampu mengembangkan potensi siswa secara optimal. Penelitian kualitatif ini, yang berfokus pada studi penelitian studi pustaka (library Research), dan analisis deskriptif, mengkaji bagaimana kode etik guru PAI. Kode etik guru adalah pedoman utama agar guru tetap profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab. Dengan memahami esensi profesi ini, guru diharapkan dapat bertindak secara profesional, etis, dan bermartabat di tengah perkembangan pendidikan. Kajian ini diharapkan bisa menjadi bahan refleksi dan penguat pemahaman bagi calon guru, guru yang aktif mengajar, dan pembuat kebijakan untuk memenuhi kode etik profesi guru terutama guru PAI. Oleh karena itu, penerapan kode etik profesi sangat penting untuk menciptakan pembelajaran berkualitas. Keberhasilan pendidikan secara keseluruhan sangat bergantung pada kemampuan profesional guru PAI dalam memfasilitasi pembelajaran yang efektif dan efisien. Selain itu, norma agama menjadi dasar kuat bagi guru untuk menjunjung tinggi perilaku baik dan menghindari perilaku buruk.
Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Riska Paulina
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.195

Abstract

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peran strategis dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Guru PAI diharapkan tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi khusus yang diperlukan oleh guru PAI dalam menghadapi tantangan pendidikan modern. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI yang kompeten harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam seluruh aspek pembelajaran, memanfaatkan teknologi pendidikan secara efektif, serta menunjukkan perilaku yang patut dicontoh dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kemampuan memahami kebutuhan spiritual siswa dan membimbing mereka secara holistik merupakan bagian penting dari kompetensi khusus guru PAI. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru PAI harus menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di sekolah.

Page 1 of 1 | Total Record : 10