cover
Contact Name
Paimun Karim
Contact Email
paimun.karim@socialinvestment.id
Phone
+628138808511
Journal Mail Official
jurnalcanting@socialinvestment.id
Editorial Address
Jl. Bendul Merisi Sel. Airdas No.18 A, Bendul Merisi, Kec. Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur 60239 Telepon: +62 31 8432 810
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Community Development and Social Investment Journal
ISSN : -     EISSN : 31103057     DOI : 10.64895
Core Subject : Social,
CANTING: Indonesian Community Development and Social Investment Journal merupakan jurnal transdisipliner dengan fokus pada pengembangan masyarakat dan investasi sosial dalam ranah dunia keberlanjutan, restorasi dan regeneratif, berpusat pada tata kelola pemangku kepentingan, juga berkaitan dengan keberlanjutan perusahaan, dampak sosial, HAM, praktik ketenagakerjaan, transisi yang berkeadilan, serta pelibatan dan pengembangan masyarakat.
Articles 10 Documents
CANTING: Koperasi Desa, BUMDes,  dan CSR Agusta, Ivanovich
CANTING: Indonesian Community Development and Social Investment Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Canting: Indonesian Community Development and Social Investment Journal
Publisher : PT Sahabat Investasi Indotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64895/mgkp7q46

Abstract

Program akbar Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) Prabowo-Gibran menargetkan 80.081 badan hukum untuk menyejahterakan masyarakat. Namun, implementasinya menghadapi tantangan seperti regulasi yang belum tuntas, informasi pejabat yang berubah-ubah, serta penolakan perangkat desa terkait pembiayaan pinjaman Himbara dengan agunan dana desa. Kekhawatiran muncul bahwa KDKMP dapat mematikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sudah ada. Keberhasilan operasional KDKMP memerlukan penguatan aspek bisnis, pelatihan pengelola, sintesa regulasi lintas kementerian, digitalisasi ekosistem ekonomi desa, dan meminimalkan campur tangan pemerintah untuk mencapai kemandirian dan keberlanjutan.
Dampak Desa Wisata Pulau Pangeran: Impact of Village Tourismof Pulau Pangeran Jumadi Wuja; Deni Ejar Irmawan
CANTING: Indonesian Community Development and Social Investment Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Canting: Indonesian Community Development and Social Investment Journal
Publisher : PT Sahabat Investasi Indotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64895/5953j253

Abstract

Abstract This study analyzes the impact performance of the Pulau Pangeran Belibak Tourism Village Program, initiated by PT Medco E&P Natuna, using the Social Return on Investment (SROI) method. This program is part of the company's Corporate Social Responsibility (CSR) commitment to improve community living standards. SROI measurement is evaluative, comparing the financial value of impact with the program's investment cost. Results show an average SROI ratio of 4.10 for the 2021-2023 period, meaning every IDR 1 invested yielded IDR 4.10 in benefits, or 410% of the investment value. The program delivered positive impacts to seven key stakeholders: Pokdarwis Management, homestay owners, local MSMEs, pompong boat owners, Belibak villagers, Belibak Village Government, and Medco E&P Natuna. Economic impacts were the largest (51.91%), followed by wellbeing (24.83%) and social impacts (23.26%). The most significant impacts were income generation from tourism activities (21.72%), increased awareness of environmental cleanliness (12.39%), and enhanced community cohesion (10.52%). These findings highlight the potential of community-based tourism village programs as an effective strategy for sustainable regional development. Keywords: Social Return of Investment, Corporate Social Responsibility, village tourism, Medco E&P Natuna, Pulau Pangeran
Dampak Inovasi Pertanian Berkelanjutan Panutan Banggai: Impact of Sustainable Agriculture Innovation of Panutan Banggai Ponco Nugroho; Fajar Kurniawan
CANTING: Indonesian Community Development and Social Investment Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Canting: Indonesian Community Development and Social Investment Journal
Publisher : PT Sahabat Investasi Indotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64895/b46ybt48

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak Program Pertanian Berkelanjutan Petani Banggai (Panutan Banggai) yang diinisiasi oleh JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi di Desa Sumberharjo, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai. Program ini bertujuan mengatasi permasalahan petani seperti hama tikus, rendahnya manfaat ekonomi, dan penggunaan bahan kimia berbahaya, dengan memperkenalkan konsep agroekologi dan pemanfaatan burung hantu (Tyto rosenbergii) sebagai predator alami hama tikus. Dua aktivitas utamanya meliputi pengembangan pertanian padi organik dan ekowisata agroekologi burung hantu. Menggunakan metodologi Social Return on Investment (SROI) evaluatif berdasarkan prinsip Social Value International, studi ini menganalisis capaian program dari tahun 2021 hingga September 2024 melalui wawancara mendalam, FGD, dan data sekunder dari 67 responden. Hasilnya menunjukkan rasio SROI sebesar 2,88, yang berarti setiap investasi Rp 1,- menghasilkan manfaat sebesar Rp 2,88,-. Dampak terbesar teridentifikasi pada penurunan pencemaran lahan pertanian, peningkatan reputasi perusahaan, dan peningkatan praktik pertanian ramah lingkungan. Petani organik menjadi pemangku kepentingan penerima dampak terbesar (41,92%), dengan kontribusi manfaat program dominan pada aspek sosial (47,79%). Temuan ini menegaskan kelayakan dan keberhasilan program dalam menciptakan nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan yang signifikan Kata kunci: Social Return of Investment, pertanian berkelanjutan, JOB Pertamina, Medco E&P Tomori, Banggai
Integrasi Ekonomi pada  Desa Wisata Sumber Maron: Economic Integration on Sumber Maron Village  Purnomo; Purnomo, Purnomo; Sugirahayu, Lilik
CANTING: Indonesian Community Development and Social Investment Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Canting: Indonesian Community Development and Social Investment Journal
Publisher : PT Sahabat Investasi Indotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64895/fmba3t85

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan konsep embeddedness dan bentuk integrasi ekonomi ala Polanyi di Desa Wisata Sumber Maron, Karangsuko, Malang. Berbeda dengan asumsi pasar bebas, aktivitas ekonomi di desa ini tidak digerakkan semata oleh logika keuntungan, melainkan sangat tertanam dalam struktur sosial, norma budaya, dan kelembagaan lokal yang kuat. Model dominan adalah resiprositas, terlihat dari praktik gotong royong dalam pembangunan fasilitas wisata dan harmoni antar pedagang. Redistribusi terjadi melalui peran sentral BUMDes yang mengelola pendapatan kolektif untuk pembangunan dan kesejahteraan warga. Pertukaran pasar hadir namun dibatasi oleh kesepakatan dan nilai-nilai komunitas. Studi ini menunjukkan bahwa keberlanjutan ekonomi Wisata Sumber Maron bergantung pada penguatan solidaritas sosial dan institusi lokal, menawarkan model pembangunan desa yang inklusif dan berkeadilan. Kata kunci: Desa Wisata, Partisipasi, Pengembangan Ekonomi Lokal, Ekonomi Inklusif, Ekonomi Komunitas
TELAAH BUKU: Kisah Para Perempuan Perkasa di Garda Depan Pertanian Regeneratif: BOOK REVIEW: The Story of Mighty Women at the Forefront of Regenerative Agriculture Jalal
CANTING: Indonesian Community Development and Social Investment Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Canting: Indonesian Community Development and Social Investment Journal
Publisher : PT Sahabat Investasi Indotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64895/he26bx75

Abstract

Buku "From the Ground Up" karya Stephanie Anderson mengisahkan para perempuan perkasa yang memimpin revolusi pertanian regeneratif di Amerika Serikat. Mereka menyoroti urgensi pertanian regeneratif sebagai solusi holistik krisis lingkungan dan pangan, meliputi kesehatan tanah, manusia, ketahanan masyarakat, keadilan sosial, dan vitalitas ekonomi jangka panjang. Kisah-kisah inspiratif dari berbagai latar belakang etnis, usia, dan orientasi menunjukkan bagaimana perempuan membawa perspektif kolaboratif dan empati yang sangat dibutuhkan, menantang sistem industrial, membangun rantai pasokan yang adil, dan mengadvokasi kebijakan. Buku ini menegaskan bahwa keberlanjutan sejati memerlukan tindakan kolektif dan mengatasi ketidakadilan historis, menawarkan harapan untuk masa depan pangan yang tangguh dan adil. Kata Kunci: pertanian regeneratif, perempuan, sistem pangan, keadilan sosial, ketahanan pangan, kepemimpinan
Analisis Tata Kelola dan Kepatuhan Syariah pada Investasi Wakaf Produktif: Studi Kasus Lembaga Nazir Dompet Dhuafa Alfaruq, Imam; Iqbal; Abidin, Zainal
CANTING: Indonesian Community Development and Social Investment Journal Vol. 1 No. 2 (2026): Canting: Indonesian Community Development and Social Investment Journal
Publisher : PT Sahabat Investasi Indotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64895/hytjfc67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab fundamental dari rendahnya kinerja investasi aset wakaf produktif di Dompet Dhuafa, salah satu lembaga filantropi terkemuka di Indonesia. Masalah penelitian berpusat pada kesenjangan signifikan antara potensi aset yang besar dan imbal hasil finansial yang minimal. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan metode campuran yang berpusat pada Analytic Network Process (ANP). Metode ini digunakan untuk menyusun dan mengukur faktor-faktor kompleks yang saling bergantung yang berkontribusi terhadap masalah, berdasarkan sintesis pendapat para ahli dari kalangan praktisi dan akademisi. Temuan utama menunjukkan bahwa surplus yang rendah (kurang dari 1% imbal hasil atas aset komersial pada tahun 2017) bukanlah semata-mata akibat kondisi pasar, melainkan merupakan gejala dari kegagalan sistemik yang mengakar dalam tata kelola dan kepatuhan. Model ANP mengidentifikasi empat klaster masalah utama berdasarkan urutan prioritas: (1) kompetensi sumber daya manusia (nazhir) yang tidak memadai, (2) erosi kepercayaan publik, (3) kelemahan sistem internal dan kerangka hukum, serta (4) pengawasan kepatuhan syariah yang tidak memadai. Isu-isu kritis spesifik, seperti dugaan penggunaan aset wakaf secara ilegal sebagai agunan dan penggunaan dana zakat yang dipertanyakan untuk pembangunan aset wakaf, disorot sebagai bukti kunci. Implikasi utama dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan wakaf yang berkelanjutan dan produktif bergantung pada implementasi prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara ketat dan pemberdayaan Dewan Pengawas Syariah yang independen. Temuan ini menjadi seruan kritis untuk reformasi tidak hanya di dalam lembaga studi kasus, tetapi juga untuk sektor wakaf Indonesia secara lebih luas.
Model Pembiayaan Konservasi Kolektif Berbasis Agensi Kultural: Studi Kasus Perhutana (Perusahaan Hutan Tanaraya) Sujai, Ade Ahmad
CANTING: Indonesian Community Development and Social Investment Journal Vol. 1 No. 2 (2026): Canting: Indonesian Community Development and Social Investment Journal
Publisher : PT Sahabat Investasi Indotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64895/svd85h92

Abstract

Artikel ini menganalisis inisiatif Perhutana (Perusahaan Hutan Tanaraya) oleh Jatiwangi art Factory (JaF) sebagai model baru pembiayaan dan tata kelola ekologi di tengah tekanan industrialisasi masif. Artikel ini berfokus pada analisis strategi JaF dalam merespons alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi kawasan industri, seperti yang terjadi di sekitar Bandara Kertajati, Majalengka. Dengan pendekatan konstruktivis dan metode studi kasus deskriptif-analitis, penelitian ini menggunakan lensa teori politik ekologi, commons, dan strategi artistik untuk membedah model inovatif Perhutana. Model ini mengakuisisi lahan terancam melalui penjualan kavling mikro (4x4 m²) dengan aturan kepemilikan kolektif (satu orang satu kavling) dan sertifikat material budaya dari tanah liat, lalu mengelolanya sebagai hutan kolektif melalui tata kelola pembentukan Dewan Adat. Temuan yang diharapkan mengungkap efektivitas strategi mimikri logika pasar real estat untuk tujuan menciptakan commons ekologis, serta potensi replikasi model modular ini di wilayah peri-urban lain. Signifikansi penelitian terletak pada kontribusinya terhadap wacana pembiayaan konservasi mandiri yang berdaulat, melampaui ketergantungan pada negara atau mekanisme pasar karbon global, dan mendemokratisasi aksi kolektif untuk ketahanan ekologis.
Seeing Like James C. Scott: Dari Perlawanan Petani Hingga ‘Perlawanan’ Sungai Jalal
CANTING: Indonesian Community Development and Social Investment Journal Vol. 1 No. 2 (2026): Canting: Indonesian Community Development and Social Investment Journal
Publisher : PT Sahabat Investasi Indotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64895/bgex1e64

Abstract

Tulisan ini mengulas secara komprehensif warisan intelektual James C. Scott dengan menelusuri benang merah pemikirannya, dari studi tentang ekonomi moral petani, infrapolitik, dan hidden transcripts, hingga kritik tajam terhadap negara modern dan high modernism. Melalui pembacaan atas karya-karya kuncinya, esai ini menunjukkan konsistensi Scott dalam membela pengetahuan lokal (métis) dan otonomi subsistensi. Analisis kemudian diperluas pada karya terakhir Scott, In Praise of Floods, yang memosisikan sungai dan banjir sebagai entitas ekologi politik yang ‘melawan’ Negara. Tulisan ini menegaskan relevansi pemikiran Scott bagi konteks Indonesia, terutama dalam isu agraria, pembangunan, dan pengelolaan sungai
Impelementasi Creating Shared Value dan Tingkat Kesejahteraan Peternak Sapi (Kasus: PT Great Giant Livestock di Desa Terbanggi besar, Lampung) Fatimah, Khansa Nabilah; Siwi, Mahmudi
CANTING: Indonesian Community Development and Social Investment Journal Vol. 1 No. 2 (2026): Canting: Indonesian Community Development and Social Investment Journal
Publisher : PT Sahabat Investasi Indotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64895/cvmych36

Abstract

This study analyzes the implementation of Creating Shared Value (CSV) and its relationship with the welfare of cattle farmers in Terbanggi Besar Village, Lampung. The research aims to identify CSV practices carried out by the company, measure farmers’ welfare levels, and analyze the relationship between the two. The study employed a quantitative approach supported by qualitative data through questionnaire and in-depth interviews with 30 partner farmers of PT Great Giant Livestock. Data were analyzed using cross-tabulation and Spearman’s Rank correlation test. The results show that CSV implementation has been in line with the concept, particularly in social innovation, new business models, and farmer participation, although external networking and entrepreneurship development remain limited. Farmers’ welfare is generally at a moderate level, with basic needs, education, housing, and income relatively fulfilled, while self-development aspects require further improvement. Correlation tests indicate a positive and significant relationship between CSV implementation and farmers’ welfare.
Laporan Indonesia Social Investment Forum 2025: Melampaui Batasan Sosial, Membangun Masa Depan Berkelanjutan dengan Inovasi dan Kolaborasi Agusta, Ivanovich; Ivanovich; Sulizar, Iqri
CANTING: Indonesian Community Development and Social Investment Journal Vol. 1 No. 2 (2026): Canting: Indonesian Community Development and Social Investment Journal
Publisher : PT Sahabat Investasi Indotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64895/5mj5wj98

Abstract

Indonesia faces stagnant SDG progress, requiring acceleration through social innovation. This report summarizes transformative strategies from ISIF 2025, emphasizing the integration of ESG frameworks and double materiality to mitigate corporate climate risks. It addresses integrated mine closure (closure-by-design) and community-based conservation utilizing ToC, LFA, and SROI instruments to ensure impact accountability. The financial sector, notably Sharia banking through Green Zakat innovations, serves as a vital driver for the net-zero transition. National sustainability success depends on the synergistic triangulation between the state, market, and society in managing systemic risks. Compliance with global standards such as IFRS S2 and OJK regulations forms the core foundation for environmental resilience and long-term welfare in Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 10