cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.tarbawi@ibi.ac.id
Phone
+628881542856
Journal Mail Official
jurnal.tarbawi@ibi.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H. Hasyim Ashari kav dpr 236 gg. ambon. Kec. Pinang Kota Tangerang Post Code: 15145
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Tarbawi Website
ISSN : 20885733     EISSN : 27154777     DOI : https://doi.org/10.51476/tarbawi
Core Subject : Religion, Education,
Tarbawi adalah Jurnal pendidikan dan pemikiran Islam yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Binamadani Indonesia. Bidang kajian jurnal ini meliputi : 1. Komponen-komponen pendidikan Islam, seperti: kurikulum, model atau metode pembelajaran 2. Manajemen dan sistem pendidikan Islam 3. Psikologi pendidikan Islam 4. Konsep dan pemikiran tokoh pendidikan Islam 5. pemikiran pendidikan Islam kontemporer
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 101 Documents
KUTTAB: SEJARAH, TUJUAN DAN RELEVANSINYA DENGAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PESANTREN TAHFIDZ AL-QUR’AN DI INDONESIA ahmad sujai
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 1 (2022): Tarbawi: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuttab merupakan lembaga pendidikan non formal yang telah ada sejak sebelum agama Islam hadir di Jazirah Arab, tempat proses belajar mengajar dilaksanakan di rumah-rumah pengajar, waktu belajar dilaksanakan secara tentatif, kurikulum atau bahan materi ajar terfokus pada baca tulis (umum), dan usia peserta didik tidak dibatasi. Pada awal kehadiran Islam, lembaga Kuttab tetap eksis dengan sistem yang masih sama, hanya dari sisi muatan kurikulum ditambah dengan materi baca tulis al-Qur’an. Dan pada masa berikutnya menjadi berkembang dengan adanya materi tambahan lain berupa ilmu hitung, ilmu hadits, berkuda, berenang dan memanah serta ilmu sains. Adapun pesantren menurut sebagian referensi adalah lembaga pendidikan Islam pertama di Indonesia, yang digagas oleh Sunan Maulana Malik Ibrahim dengan mendirikan pondok pesantren Ampel di Surabaya, terkait dengan pondok pesantren tahfizul Qur’an, maka KH. M. Munawwir adalah penggagas pertama di Indonesia, setelah sebelumnya beliau menimba ilmu di Mekkah dan Madinah selama 21 Tahun. Dan melalui alumni pesantren beliau kemudian banyak bermunculan pesantren tahfizul Qur’an di Indonesia. Melalui tulisan ini penulis ingin mengetahui sejauh mana relevansi antara Kuttab sebagai lembaga pendidikan klasik dengan pertumbuhan dan perkembangan pesantren Tahfiz Qur’an di Indonesia. Untuk melihat relevansi dua hal tersebut, penulis menggunakan metode Library Research, yang bersifat kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penulisan ini adalah kehadiran pesantren tahfidz Al-Qur’an di Indonesia memiliki relevansi dengan sistem pendidikan Kuttab yang berada di Makkah dan Madinah. Adapun pola transformasi sistem Kuttab sampai ke Indonesia adalah melalui proses thalabul ilmi para ‘alim ulama Indonesia kepada Masyaikh yang berada di Makkah dan Madinah. Meskipun pada masa berikutnya mengalami perkembangan baik dari sistem, metode, dan materi ajar atau kurikulumnya.
SEJARAH DAN DINAMIKA PEMIKIRAN ISLAM DI INDONESIA DARI MASA KLASIK HINGGA MODERN (AKHIR ABAD KE XIX-AWAL ABAD KE XX) Fuad Masykur
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 1 (2022): Tarbawi: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang sejarah dan dinamika pemikiran Islam, khususnya di Indonesia. Masa keemasan (golden age) nya Islam di segala bidang tinggal menjadi romantisme. Umat Islam yang awalnya memimpin peradaban dunia kemudian jauh tertinggal oleh Barat (Eropa). Pusat keilmuwan yang mulanya berpusat di dunia Islam kemudian pindah ke Barat. Padahal ketika ilmuwan muslim sedang giat-giatnya melakukan berbagai research dan kajian, Barat boleh dikatakan belum memberikan sumbangsih yang berharga dalam lapangan ilmu pengetahuan. Bahkan banyak ilmuwan Eropa yang datang belajar kepada ilmuwan muslim, dengan setting sosio-politik masyarakat muslim Spanyol abad ke-10. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dimana sumber datanya diperoleh dari literatur kepustakaan, seperti: buku, jurnal, dan lainnya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa ketika Islam datang ke suatu wilayah, di wilayah tersebut sudah terbentuk tradisi dan budaya yang dianut oleh masyarakat setempat. Maka hal ini akan menimbulkan perbedaan corak keislaman di daerah tertentu dengan daerah lainnya, seberapa besar tingkat perbedaannya itu tergantung seberapa dalam penetrasi Islam terhadap budaya dan tradisi yang melingkupinya.
IMPLIKASI ASESMEN NASIONAL TERHADAP PENGAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) Novrizal Novrizal
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 1 (2022): Tarbawi: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pelaksanaan penilaian pendidikan dengan asesmen nasional sebagai program Pemerintah untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah di Indonesia dan untuk mengetahui implikasinya terhadap pengajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data didapat dari literatur kepustakaan yang penyajiannya menggunakan pendekatan deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesemen nasional berimplikasi terhadap kebutuhan terhadap fokus pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah yang lebih mempertajam keterkaitan teks utama ajaran Islam, al-Qur’an dan Hadist, terhadap kontekstual lapangannya. Seperti halnya kemampuan numerasi (matematika) yang dibutukan dalam menyelesaikan kasus waris dalam kajian ilmu fikih. Terlebih lagi perihal kemampuan literasi yang sangat penting dalam memahami teks dengan benar. Implikasi lain dari asesmen nasional bagi pengajaran materi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan budi pekerti adalah bagaimana pengajaran dapat lebih fokus pada penguatan pendidikan karakter manusia yang berjiwa Pancasila.
PEMBELAJARAN IDEAL MASA KINI BERBASIS BLENDED LEARNING utami maulida; Muhamad Ridwan
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 1 (2022): Tarbawi: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi informasi telah mengalami akselarasi di seluruh bidang tanpa terkecuali di bidang pendidikan. Dalam lima tahun terakhir, bidang pendidikan telah mengoptimalkan model pembelajaran dalam jaringan. Tulisan ini bertujuan untuk menginterpretasikan secara ekstensif mengenai konsep blended learning yang menjadi model pembelajaran masa kini di era digital. Blended learning merupakan model pembelajaran campuran antara dua atau lebih yang digabung menjadi satu bentuk pembelajaran yaitu meliputi tiga komponen; 1) pembelajaran daring, 2) pembelajaran mandiri, 3) pembalajran tatap muka. Kebermaknaan tulisan ini sebagai pijakan mengenai blended learning yang dijadikan sebagai model pembelajaran masa kini untuk seluruh mata pelajaran dan seluru tingkat satuan pendidikan, sehingga model blended learning dapat diterapkan masif oleh guru.
MODERASI BERAGAMA DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN Abdul Rosyid
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 2 (2022): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v5i2.388

Abstract

Muncul perbedaaan sikap di kalangan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) terhadap kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia tentang moderasi agama, apakah dengan model isolated subject (mata kuliah tersendiri) atau integrated subject (bagian mata kuliah yang sudah ada). Penelitian ini berpandangan bahwa kebijakan moderasi beragama yang dikeluarkan pemerintah mendapatkan respon akademis dan sosial yang berbeda-beda dari civitas perguruan tinggi. Tujuan utama studi ini adalah menyuguhkan pemetaan dan analisa respon PTKI negeri dan swasta terhadap implementasi kebijakan moderasi beragama. Beberapa penelitian terdahulu telah memaparkan bahwa setiap perguruan tinggi mempunyai suasana dan budaya akademik yang unik dan tidak sama satu sama lain. Keunikan tersebut lahir dari kondisi sosio-kultural, visi-misi, dan kurikulum yang diterapkan. Senada dengan hal tersebut, perguruan tinggi tidak dapat mengimplementasikan kebijakan pemerintah tanpa pertimbangan akademik yang matang, karena akan berefek pada perubahan sektor dalam perguruan tingi lainnya. Namun demikian, di sisi lain, perguruan tinggi diperkaya dengan adanya sumber daya yang bermacam-macam yang berpotensi menimbulkan perbedaan pandangan dan sikap. Oleh karena itu, menjadi studi yang penting untuk menganalisa faktor-faktor yang melatar belakangi perbedaaan sikan PT dalam melaksanakan kebijakan moderasi agama di perguruan tinggi.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS KURIKULUM MERDEKA Utami Maulida
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 2 (2022): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v5i2.392

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas pengembangan modul ajar berbasis kurikulum merdeka belajar. Modul ajar merupakan badan kurikulum merdeka yang mana pengganti rencana pembelajaran. Modul ajar kurikulum merdeka merupakan pengganti dari RPP yang berformat dan bersifat variatif yang meliputi materi/ konten pembelajaran, metode pembelajaran, interpretasi, dan teknik mengevaluasi yang disusun secara sistematis dan memukau untuk mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan. Guru mengembangkan modul ajar sebelum melakukan pembelajaran di dalam kelas. Salah satu fungsi modul ajar untuk mengurangi beban guru dalam menyajikan konten sehingga guru dapat memiliki banyak waktu untuk menjadi tutor dan membantu siswa pada proses pembelajaran.
PENERAPAN SANKSI TA’ZIR UNTUK MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-MUSYARROFAH JAKARTA SELATAN Siska Oktavera; Rifki Alfarisi; Abdul Ghofur
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 6 No 2 (2023): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v6i2.399

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efek dari penerapan sanksi Ta’zir pada tingkat kedisiplinan santri di Pondok Pesantren al-Musyarrofah. Sering dijumpai di kalangan santri di banyak pondok pesantren yang melanggar peraturan-peraturan yang telah ditetapkan pengurus. Di antara hal yang menjadikan hal tersebut terjadi adalah kurangnya penanaman sikap disiplin pada santri dan tidak adanya konsekuensi terhadap peraturan-peraturan yang telah dilanggar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti mendapatkan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan ta’zir di Pondok Pesantren al-Musyarrofah disesuaikan dengan tingkatan pelanggaran yang telah dilakukan santri. Ta’zir yang diterapkan bentuknya bermacam-macam dan dikelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu: ringan, sedang, dan berat. Penerapan ta’zir tersebut memberikan efek baik berupa meningkatnya kedisiplinan santri. Santri menjadi lebih mentaati peraturan yang ada dan melaksanakan kegiatan pesantren dengan baik. Kelebihan dan kekurangan yaitu tidak stabilnya semangat pengurus, kedua perlakuan yang kurang adil antara santri junior dan senior dalam menerapkan ta’zir, serta kurangnya tauladan dari santri senior.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMIKIRAN K.H HASYIM ASY'ARI Mohamad Zaenal Arifin; Abdul Ghofur; Abdul Latif
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 2 (2022): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v5i2.400

Abstract

Pendidikan karakter bukan hal yang baru dalam sistem pendidikan Islam sebab roh atau inti dari pendidikan Islam adalah pendidikan karakter yang semula dikenal dengan pendidikan akhlak. Di antara tokoh yang concern dengan pendidikan karakter adalah K.H Hasyim Asy'ari. Dalam tulisan ini, penulis akan mengeksplorasi pemikiran-pemikiran beliau tentang pendidikan karakter, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif kepustakaan dan pendekatan deskriptif analitis. Penulis mengambil sumber data primer melalui penelusuran literatur-literatur kepustakaan, selanjutnya dibahas secara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik content analisis untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil pembahasan menyimpulkan bahwa pemikiran K.H Hasyim Asy'ari tentang pendidikan karakter bermuara pada tiga hal, yakni: Pertama, Pemaknaan dan tujuan pendidikan karakter yang dipandang sebagai upaya memanusiakan manusia secara utuh sehingga menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah Swt dan mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Adapun tujuan yang hendak diraih adalah berkisar pada dimensi keilmuan, pengamalan, dan religius; Kedua, Urgensi pendidik. Kriteria pendidik dalam pandangan K.H Hasyim Asy’ari adalah harus menjaga akhlak dalam pendidikan; Ketiga, Peserta didik, harus memiliki adab dan karakter yang baik, seperti: memurnikan niat, bersikap tawadhu’, menghormati guru, berperilaku sabar, qana'ah, zuhud, wara', dan menghindari hal-hal yang kotor dan maksiat.
IMPLEMENTASI PERENCANAAN STRATEGIS DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MADRASAH Imam Turmidzi; Istianah Istianah
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 2 (2022): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v5i2.403

Abstract

Tulisan ini membahas tentang implementasi perencanaan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Manajemen strategi merupakan manajemen sebuah perencanaan yang berskala besar untuk meraih tujuan jangka panjang organisasi. Pengelolaan pendidikan yang bermutu di madrasah tidak bisa lepas dari implementasi perencanaan strategis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pustaka. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa para ahli dan penulis manajemen strategis terkadang tidak membedakan antara perencanaan strategis dan manajemen strategis. Dalam penerapan rencana pengembangan madrasah yang dituangkan dalam dokumen atau disebut RPS/M harus diperhatikan prosesnya dan dievaluasi. Dalam implementasi rencana strategis kemungkinan besar banyak tantangan yang diperkirakan akan muncul selama implementasi strategi strategis. Hambatan tersebut dapat berkembang dari ketidaksesuaian antara hasil perencanaan (dokumen) dan kenyataan yang ada di lingkungan kelembagaan (madrasah), atau masalah yang timbul dari peran mitra dalam melaksanakan rencana strategis, yaitu tim manajemen atau kepala sekolah sebagai pemangku kebijakan.
PERAN ULAMA DAN ORMAS ISLAM DALAM PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Ahmad Suja'i; Muhammad Amir Baihaqi
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 2 (2022): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v5i2.404

Abstract

Perjuangan tokoh ulama’ di Indonesia tidak hanya sampai pada mensyiarkan dakwah. Kerisauannya dengan pendidikan Islam di Indonesia kala itu, membuat tokoh ulama’ berusaha untuk mendirikan sistem dan lembaga pendidikan islam seiring dengan organisasi yang telah didirikannya. Dalam tulisan ini, penulis akan mengeksplorasi peran ulama dan ormas Islam dalam upaya menumbuh-kembangkan pendidikan Islam di Indonesia. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif kepustakaan dan pendekatan deskriptif analitis. Penulis mengambil sumber data primer melalui penelusuran literatur-literatur kepustakaan, selanjutnya dibahas secara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik content analisis untuk menghasilkan kesimpulan. Tulisan ini menyimpulkan bahwa selain program dalam bidang dakwah dan sosial, pendidikan menjadi salah satu program yang sangat penting. Masuknya ide-ide pembaharuan pemikiran Islam dalam bidang pendidikan, menyadarkan organisasi Islam tersebut tentang pentingnya mengintegrasikan ilmu pengetahuan. Beberapa tokoh seperti K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Hasyim Asyari, K.H. Imam Az-Zarkasyi, Buya Hamka, Mahmud Yunus dan ulama lainnya sangat andil besar dalam memperbaharui konsep dan sistem pendidikan di Indonesia khususnya mengenai pendidikan Islam. Tokoh tersebut bersama organisasinya seperti Muhammadiyah, Nahdlatul ‘Ulama, Al Jami’at Al Khoriyah, dan Al Irsyad. juga mendirikan lembaga pendidikan yang sampai saat ini masih memberikan kontribusi dalam pendidikan di Indonesia.

Page 5 of 11 | Total Record : 101