cover
Contact Name
Fajar Indarsih
Contact Email
ihsancahayapustaka@gmail.com
Phone
+6285183177300
Journal Mail Official
ihsan.jppi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Randu, Wirolegi, Sumbersari, Jember, East Java 68124, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 31240496     DOI : 10.66031/ihsan
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh CV. Ihsan Cahaya Pustaka dengan mempublikasikan hasil penelitian empiris, kajian teoretis dan konseptual, serta refleksi ilmiah dalam bidang pendidikan dan kajian Islam. Jurnal ini berfokus pada pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI), inovasi kurikulum dan pembelajaran, integrasi nilai-nilai keislaman dalam pendidikan karakter dan spiritualitas, pemikiran tokoh pendidikan Islam, kajian Al-Qur’an dan Hadis terkait pendidikan, manajemen dan kebijakan pendidikan Islam, psikologi dan filsafat pendidikan Islam, serta pengembangan teknologi pembelajaran. Jurnal ini juga mengangkat isu-isu kontemporer seperti transformasi digital, Society 5.0, dan moderasi beragama dalam konteks multikultural. Artikel yang diterima harus memiliki kebaruan dan kontribusi ilmiah yang signifikan, serta ditelaah melalui proses double-blind peer review.
Articles 25 Documents
Transformasi dan Efektivitas Education Management Information System (EMIS) dalam Tata Kelola Data Pendidikan Islam di PAUD-RA Iftitah Al-Ikhlas La Tamsir Siompo; Muljono Damopolii; Mardhiah Hasan
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1: Mei 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/ihsan.v2i1.486

Abstract

Manajemen pendidikan Islam di era digital menuntut tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi, efektivitas, dan kendala penggunaan aplikasi Education Management Information System (EMIS) di RA Iftitah Al-Ikhlas. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan EMIS telah bertransformasi menjadi basis data strategis yang mengintegrasikan data lembaga, peserta didik, dan GTK sejak 2015. Efektivitas sistem tercermin dari percepatan administrasi dan kemudahan akses berbasis NISN. Namun, efektivitas ini belum optimal (skala 7/10) akibat bottleneck server pusat, kesenjangan kompetensi digital operator, dan minimnya pelatihan formal. Fenomena operator yang harus bekerja pada dini hari mengonfirmasi ketimpangan kapasitas infrastruktur. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi EMIS pada jenjang PAUD tidak hanya memerlukan peningkatan infrastruktur server, tetapi juga redefinisi kebijakan pelatihan berkelanjutan, serta desentralisasi helpdesk teknis guna mewujudkan tata kelola pendidikan Islam yang adaptif dan bermutu.
Rekonstruksi Pendidikan Islam Berbasis Nilai Lokal Madura dalam Menghadapi Disrupsi Media Digital Sholihin; Mohammad Muchlis Solichin
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1: Mei 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/ihsan.v2i1.496

Abstract

Era disrupsi media digital telah memicu pergeseran epistemologis yang mendasar, di mana otoritas keagamaan tradisional mulai tergerus oleh arus informasi siber yang fragmentaris dan instan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model rekonstruksi pendidikan Islam yang mampu mengintegrasikan spiritualitas lokal dengan rasionalitas digital guna menghadapi krisis identitas dan degradasi adab di era post-truth. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi pustaka (library research), penelitian ini mengeksplorasi falsafah masyarakat Madura, yaitu "Abantal Syahadat, Asapo’ Iman, Apajung Islam" sebagai basis etika digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa falsafah tersebut dapat ditransformasikan menjadi kerangka resiliensi digital: Abantal Syahadat sebagai filter teologis (integritas data), Asapo’ Iman sebagai kontrol afektif (moralitas siber), dan Apajung Islam sebagai pedoman aksiologis (legalitas etis). Penelitian ini menawarkan model pendidikan "Etno-Religio-Digital" yang mengedepankan hibridisasi otoritas di mana pendidik berperan sebagai kurator nilai dan penguatan kedaulatan digital lokal. Rekonstruksi ini penting untuk memastikan bahwa transformasi teknologi di lembaga pendidikan Islam tidak mencabut peserta didik dari akar budayanya, melainkan memperkuat karakter mereka sebagai subjek digital yang berintegritas dan moderat.
Bimbingan Manasik Haji Berbasis Nilai Lokal Kemaduraan Untuk Penguatan Moderasi Beragama Di Tengah Keberagaman Global Abdul Halim; Mohammad Muchlis Sholihin
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1: Mei 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/ihsan.v2i1.517

Abstract

Artikel ini membangun model konseptual bimbingan manasik haji yang mengintegrasikan nilai lokal Kemaduraan dengan moderasi beragama dan kesiapan menghadapi keberagaman global. Kajian ini berangkat dari kesenjangan praktis dalam manasik haji konvensional yang cenderung menekankan tata cara ibadah dan logistik perjalanan, tetapi belum cukup mengolah kemampuan jamaah dalam menghadapi perbedaan mazhab, budaya, bahasa, perilaku, dan tata kelola kerumunan pada ruang haji global. Dengan menggunakan kajian pustaka integratif dan sintesis konseptual, artikel ini memetakan empat rumpun literatur, yaitu pembelajaran haji dan perilaku informasi jamaah, pendidikan moderasi beragama, pendidikan Islam berbasis kearifan lokal, serta kompetensi antarbudaya. Hasil kajian merumuskan Model Bimbingan Manasik Haji Berbasis Kemaduraan yang terdiri atas tiga lapis: literasi fikih-manasik, internalisasi nilai moral Kemaduraan, dan kompetensi keberagaman global. Nilai seperti penghormatan pada otoritas yang sah, andhap asor, taretan dhibi, tanggung jawab komunal, dan wasatiyyah kepesantrenan diterjemahkan ke dalam pembelajaran berbasis skenario, refleksi, literasi informasi digital, dan mentoring kelompok. Model ini berkontribusi sebagai kerangka bimbingan haji yang berakar lokal sekaligus adaptif secara global.
Tradisi Nyabis Dalam Pendidikan Karakter Keluarga Madura: Resistensi Kultural Terhadap Ekstremisme Keagamaan Helyati Helyati; Mohammad Muchlis Solichin
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1: Mei 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/ihsan.v2i1.524

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tradisi Nyabis dalam pendidikan karakter keluarga Madura sebagai bentuk resistensi kultural terhadap berkembangnya ekstremisme keagamaan. Di tengah meningkatnya isu radikalisme dan menguatnya kecenderungan keberagamaan yang eksklusif, masyarakat Madura sebenarnya telah memiliki mekanisme budaya yang berfungsi sebagai sarana transmisi nilai-nilai sosial, moral, dan keagamaan yang moderat melalui tradisi Nyabis. Nyabis adalah budaya silaturrahim kepada tokoh agama atau tokoh yang dihormati di Madura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi untuk memahami makna, praktik, dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi nyabis yang masih dilestarikan oleh keluarga Madura di kecamtan Pragaan. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan anggota keluarga Madura, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nyabis berfungsi sebagai media internalisasi nilai-nilai kemaduraan yang mencakup penghormatan kepada orang tua dan ulama, solidaritas sosial, kerendahan hati, gotong royong, toleransi, serta religiusitas yang inklusif. Nilai-nilai tersebut ditransmisikan secara turun-temurun dalam lingkungan keluarga sehingga membentuk karakter individu yang berorientasi pada harmoni sosial. Temuan penelitian juga mengungkap bahwa tradisi Nyabis menjadi alternatif model resistensi kultural yang efektif dalam membangun ketahanan keluarga terhadap penetrasi ideologi ekstremisme keagamaan dengan memperkuat karakter individu dengan melestarikan kearifan budaya lokal yang selaras dengan nilai-nilai Islam wasathiyah yang humanis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal sebagai strategi pendidikan dan penguatan karakter keluarga dan pencegahan ekstremisme keagamaan dalam masyarakat di era disrupsi.  
Tantangan Dan Peluang Penerapan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Islam Di Man 1 Halmahera Utara Isti Amalia N. Ibrahim; Muljono Damopoli; Mardhiah Hasan
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1: Mei 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/ihsan.v2i1.525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan dan peluang implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Halmahera Utara, sebuah madrasah negeri yang berada di wilayah kepulauan Provinsi Maluku Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama implementasi SIM di MAN 1 Halmahera Utara meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi informasi dan konektivitas internet akibat kondisi geografis kepulauan, rendahnya kompetensi digital sebagian tenaga pendidik dan kependidikan, resistensi budaya kerja dari sistem manual menuju digital, keterbatasan anggaran pemeliharaan, serta belum terintegrasinya berbagai aplikasi manajemen yang digunakan. Di sisi lain, terdapat sejumlah peluang strategis, antara lain dorongan kebijakan digitalisasi dari Kementerian Agama melalui EMIS dan e-RKAM, karakter generasi muda yang lebih adaptif terhadap teknologi, potensi kemitraan dengan perguruan tinggi, serta peningkatan tuntutan transparansi dan akuntabilitas layanan pendidikan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi SIM tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia, dukungan kelembagaan, dan kondisi geografis madrasah. Penelitian ini merekomendasikan strategi peningkatan kapasitas SDM, penguatan infrastruktur secara bertahap, serta sinergi kebijakan lintas pemangku kepentingan agar implementasi SIM di madrasah wilayah 3T dapat berjalan optimal.

Page 3 of 3 | Total Record : 25