cover
Contact Name
Fajar Indarsih
Contact Email
ihsancahayapustaka@gmail.com
Phone
+6285183177300
Journal Mail Official
ihsan.jppi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Randu, Wirolegi, Sumbersari, Jember, East Java 68124, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 31240496     DOI : 10.66031/ihsan
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh CV. Ihsan Cahaya Pustaka dengan mempublikasikan hasil penelitian empiris, kajian teoretis dan konseptual, serta refleksi ilmiah dalam bidang pendidikan dan kajian Islam. Jurnal ini berfokus pada pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI), inovasi kurikulum dan pembelajaran, integrasi nilai-nilai keislaman dalam pendidikan karakter dan spiritualitas, pemikiran tokoh pendidikan Islam, kajian Al-Qur’an dan Hadis terkait pendidikan, manajemen dan kebijakan pendidikan Islam, psikologi dan filsafat pendidikan Islam, serta pengembangan teknologi pembelajaran. Jurnal ini juga mengangkat isu-isu kontemporer seperti transformasi digital, Society 5.0, dan moderasi beragama dalam konteks multikultural. Artikel yang diterima harus memiliki kebaruan dan kontribusi ilmiah yang signifikan, serta ditelaah melalui proses double-blind peer review.
Articles 25 Documents
Model Pola Internalisasi Nilai Karakter Serta Mekanisme Penerapannya Dalam Pembelajaran Fina Amaliatul Mahmudah; Dhiya Prima Khairyna Rosadi; Moh. Faizin
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1: Mei 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/ihsan.v2i1.176

Abstract

Pendidikan karakter merupakan komponen fundamental dalam sistem pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan kognitif, tetapi juga membentuk sikap, nilai, dan perilaku peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif model pendidikan karakter, proses internalisasi nilai, serta mekanisme implementasinya dalam pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan beberapa model utama pendidikan karakter, yaitu keteladanan, pembiasaan, penguatan, klarifikasi nilai, dan integrasi dalam mata pelajaran, yang masing-masing memiliki kelebihan dan keterbatasan. Proses internalisasi nilai berlangsung melalui tahap transformasi, transaksi, dan transinternalisasi yang menekankan pengalaman serta penerapan nyata. Implementasi dilakukan melalui perencanaan pembelajaran berbasis nilai, keteladanan guru, kegiatan reflektif, serta pembiasaan berkelanjutan dalam budaya sekolah. Keberhasilan sangat bergantung pada konsistensi, kompetensi pendidik, serta dukungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan karakter memerlukan pendekatan terpadu dan berkelanjutan untuk membentuk individu berintegritas moral tinggi.
Optimalisasi Kemampuan Membaca Al-Qur’an Melalui Metode Yanbu’a di SDIT Al-Azkar Pamulang Tangerang Selatan Luthfiyah Nabila; Siti Istiqomah
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1: Mei 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/ihsan.v2i1.177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi kemampuan membaca Al-Qur’an melalui metode Yanbu’a di SDIT Al-Azkar Pamulang Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), dan siswa kelas IV SDIT Al-Azkar Pamulang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Yanbu’a dilakukan secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilakukan melalui musyafahah, ardul qira’ah, dan pengulangan bacaan sehingga siswa dapat memperbaiki kesalahan secara langsung. Kemampuan membaca Al-Qur’an siswa mengalami peningkatan terutama pada aspek tajwid dan pelafalan makharijul huruf, meskipun masih terdapat beberapa siswa yang belum lancar membaca.
Etika Teknologi dalam Perspektif Islam: Tantangan Privasi dan Keamanan Data di Era Digital Saskia Intania Putri Sumarsono; Evy Nurmiati
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1: Mei 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/ihsan.v2i1.189

Abstract

Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan etika yang semakin kompleks, khususnya terkait privasi dan keamanan data di ruang siber. Fenomena kebocoran data dan penyalahgunaan informasi mengindikasikan perlunya pendekatan etis dalam penggunaan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan etika teknologi dalam perspektif Islam sebagai kerangka konseptual dalam merespons isu tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika teknologi dalam Islam dapat dipahami melalui empat prinsip utama, yaitu amanah, hifz al-‘irdh (perlindungan privasi), ‘adl (keadilan), dan maslahah (kemaslahatan umum). Prinsip-prinsip tersebut menunjukkan bahwa perlindungan data tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga memiliki dimensi etika dan tanggung jawab moral. Temuan ini mengindikasikan bahwa nilai-nilai Islam berpotensi memberikan kerangka konseptual dalam menghadapi tantangan privasi dan keamanan data serta memperkuat literasi digital berbasis nilai etika dan spiritual.
Penerapan Konsep Kecerdasan Linguistik Dalam Pembelajaran Pai Di Sekolah Dasar Islam Creative Banjarbaru Kalimantan Selatan Ananda Husniyyatuz Zahra; Kurnia Akbar
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1: Mei 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/ihsan.v2i1.208

Abstract

Kecerdasan linguistik merupakan salah satu aspek dalam multiple intelligences yang penting dikembangkan pada anak usia dasar, terutama dalam kemampuan berkomunikasi secara lisan dan tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan konsep kecerdasan linguistik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Islam Creative Banjarbaru, dengan fokus pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi lapangan (field research). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kecerdasan linguistik diawali dengan tes Multiple Intelligences Research (MIR) pada saat penerimaan siswa baru. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan pembuka, inti, dan penutup dengan menggunakan metode yang bervariasi berbasis kecerdasan linguistik. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan tersebut efektif dalam menstimulasi perkembangan kemampuan komunikasi siswa dalam pembelajaran PAI.
Menyemai Adab Dengan Kasih Sayang: Aktualisasi KBC Dalam Menginternalisasi Nilai-Nilai Karakter Pada Anak Usia Dini Misnawi; Mohammad Muchlis Solichin
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1: Mei 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/ihsan.v2i1.306

Abstract

Pendidikan AUD menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan pengembangan kognitif dengan pembentukan karakter. Kajian-kajian yang ada masih berfokus pada pendekatan behavioristik yang menekankan kepatuhan mekanis dan belum menyentuh bagaimana pedagogi kasih sayang dioperasionalkan secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kurikulum berbasis cinta dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada anak usia dini di RA Tarbiyatus Shibyan Lenteng Sumenep. Ini merupakan studi lapangan dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai karakter AUD diwujudkan melalui 4 strategi: 1) Perwujudan iklim sekolah dengan pola kasih sayang dan kepedulian; 2) Pembiasaan cinta lingkungan; 3) Sinergi komprehensif antara sekolah dan orang tua dalam memelihara kontinuitas habituasi anak melalui pendekatan cinta; dan 4) Pemanfaatan teknologi secara kreatif dan inovatif sebagai media penanaman karakter. Selain itu, penelitian ini juga menegaskan bahwa integrasi antara konsep Ta'dib (Naquib al-Attas), habituasi moral (Al-Ghazali), dan Ethics of Care (Nel Noddings) dapat menjadi dasar rekonstruksi paradigma pendidikan anak usia dini, dari sekadar transfer pengetahuan menjadi transformasi spiritual dan moral pada anak. Begitu juga dapat menjadi landasan filosofis dan praksis yang dapat ditiru oleh lembaga pendidikan Islam lainnya dalam mengoperasionalkan KBC secara efektif, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Penghargaan Moral melalui Pujian Guru dalam Reproduksi Perilaku Saleh Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Arzik Fikrian; Muh. Hanif
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1: Mei 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/ihsan.v2i1.337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penghargaan moral melalui pujian guru serta implikasinya terhadap reproduksi perilaku saleh siswa di MI Nurul Amin Al Hidayah Sidareja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru kelas V dan siswa kelas V MI Nurul Amin Al Hidayah Sidareja. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pujian guru digunakan sebagai bentuk penghargaan moral untuk meningkatkan motivasi belajar, rasa percaya diri, dan perilaku positif siswa. Pujian yang diberikan guru juga menciptakan pengakuan sosial yang mendorong siswa lain meniru perilaku baik di lingkungan kelas. Dalam perspektif sosiologi pendidikan Islam, praktik pujian guru menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan reproduksi perilaku saleh siswa melalui interaksi sosial sehari-hari di sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa penghargaan moral melalui pujian guru memiliki kontribusi penting dalam membangun budaya kelas yang positif dan mendukung pembentukan karakter siswa di Madrasah Ibtidaiyah.
Implementasi Manajemen Pendidikan Islam Dalam Program Tahfizh Berbasis Modernisme dan Budaya Lokal Madura: Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Ikrom Tampak Sari Karangpenang Sampang Abdul Hamid Bashori; Mohammad Muchlis Solichin; Atiqullah
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1: Mei 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/ihsan.v2i1.358

Abstract

Manajemen pendidikan Islam berperan penting dalam peningkatan mutu, keberlanjutan, dan daya saing pesantren melalui integrasi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta Total Quality Management (TQM). Penelitian ini bertujuan mengkaji pengelolaan program tahfizh yang mengintegrasikan modernisme dan kearifan lokal Madura untuk menghasilkan model manajemen adaptif, berkualitas, dan berkelanjutan dalam pembentukan karakter Islami santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di Pondok Pesantren Al-Ikrom dengan teknik triangulasi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memahami implementasi manajemen tahfizh berbasis modernisme dan budaya Madura. Kajian difokuskan pada fungsi manajemen planning, organizing, actuating, dan controlling. Perencanaan dilakukan secara partisipatif berbasis kebutuhan santri dengan integrasi budaya lokal dan dukungan teknologi. Pengorganisasian melibatkan kiai, ustadz, pengurus, dan LPM dengan pembagian tugas jelas dan fleksibel. Pelaksanaan menggunakan metode muroja’ah bertingkat, target hafalan terukur, serta pemanfaatan teknologi digital terbatas. Pengawasan dilakukan melalui evaluasi berjenjang, setoran hafalan, dan monitoring LPM. Seluruh proses mencerminkan TQM, perbaikan berkelanjutan, serta integrasi nilai pesantren dan budaya Madura untuk meningkatkan mutu, kedisiplinan, dan karakter santri secara holistik dan berkelanjutan.
Pendidikan Agama Islam Sebagai Transformasi Moderasi Beragama di Masyarakat S. Fathiyatul Jannah; Sauqi Futaqi
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1: Mei 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/ihsan.v2i1.380

Abstract

Tujuan penelitian untuk menjelaskan pendidikan agama Islam dalam kaitannya dengan moderasi beragama. Metode penelitian dengan kualitatif deskripstif. Teknik pengumpulan data dengan studi dokumentasi. Pengolahan data: reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: (1) pendidikan agama Islam: ilmu tentang ajaran agama Islam. (2) Moderasi beragama: sikap adil dan mengahrgai perbedaan agama. (3) Pendidikan agama Islam dan moderasi beragama: pembelajaran nilai Islam dalam keberagaman agama. (4) Bentuk pendidikan agama Islam dalam moderasi beragama: program pendidikan formal, kelompok diskusi, pelatihan pemimpin agama, media dan literatur agama moderat, dialog antaragama, kegiatan sosial dan kemanusiaan, layanan bimbingan agama. (5) Tantangan: pemahaman yang tidak tepat, polarisasi dan konflik, dan tantangan teknologi. Peluang: kebijakan pendidikan agama, dialog agama, kemitraan antar lembaga dan kampanye sosial. (6) Peran pendidikan agama Islam dalam moderasi beragama: Pemahaman yang Benar tentang Islam, Toleransi dan Penghargaan terhadap Perbedaan, Penekanan pada Nilai-nilai Kemanusiaan, Pencegahan Terhadap Ekstremisme, Pendidikan tentang Hak Asasi Manusia dan Kewarganegaraan.
Reconstruction of Islamic Education Based on Social Capital: a Sociological Analysis of The Transformation of The Relationship Between Kyai and Santri in The Digital Era Mohammad Muchlis Solichin; Muhammad Hasan; Ahmad Nadif Muhlisin; Tsaqif Fiqhan Muhammad
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1: Mei 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/ihsan.v2i1.437

Abstract

The traditional relationship between kyai (Islamic scholars) and santri (students) in the pesantren institution has long been the cornerstone of Islamic educational culture in Indonesia. However, the rapid penetration of digital technology has disrupted the conventional boundaries of this relationship, prompting a re-examination of authority, trust, and reciprocity as core dimensions of social capital. Drawing on a qualitative sociological approach with data sourced from in-depth interviews, participant observation, and documentary analysis across selected pesantren in East Java, this article argues that the kyai–santri relationship is undergoing a dual process of erosion and reinvention. While digitalization has weakened traditional forms of hierarchical bonding social capital, it has simultaneously opened new avenues for bridging and linking social capital that expand the educational reach and relevance of the pesantren. The findings suggest that Islamic education can be meaningfully reconstructed by integrating digital literacy into pesantren pedagogy without abandoning the ethical and spiritual foundations of the kyai–santri relationship. Theoretical and practical implications for Islamic educational policy are discussed.
Analisis Potensi Manusia Dalam Kajian Filsafat Pendidikan Islam Allya Farisha Azzahrani; Afniatul Nofriah
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1: Mei 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/ihsan.v2i1.483

Abstract

Manusia merupakan makhluk yang memiliki berbagai potensi yang dapat berkembang melalui proses pendidikan. Dalam pandangan Islam, potensi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir, kehidupan spiritual, dan hubungan sosial. Oleh karena itu, pemahaman mengenai potensi manusia menjadi bagian penting dalam filsafat pendidikan Islam karena berkaitan dengan arah dan tujuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep potensi manusia dalam perspektif filsafat pendidikan Islam serta relevansinya terhadap pelaksanaan pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang bersumber dari buku, jurnal, dan berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manusia memiliki potensi jasmani, intelektual, emosional, dan spiritual yang perlu dikembangkan secara seimbang. Setiap potensi tersebut saling berkaitan dan berperan dalam perkembangan diri manusia. Dalam pendidikan Islam, pengembangan potensi tidak hanya diarahkan pada pencapaian pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan penguatan keimanan. Dengan demikian, pendidikan diharapkan mampu membantu peserta didik berkembang menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak baik, serta mampu menjalankan tanggung jawabnya dalam kehidupan.

Page 2 of 3 | Total Record : 25