cover
Contact Name
-
Contact Email
Journal.Education@unigres.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Journal.Education@unigres.ac.id
Editorial Address
Jl. Arif Rahman Hakim No. 2B
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journal Education
Published by Universitas Gresik
ISSN : 30256097     EISSN : -     DOI : -
Journal Education Jurnal Manajemen Pendidikan (JE) is a scientific journal that publishes conceptual and research articles related to school management and leadership. The aim of the journal is to disseminate high-quality research of those topics. Particularly, it promotes the publication of relevant scholarly works to enhance the lingkages among and utility for research, educational policies and practices. JE is published by the Postgraduate Program in Education Management, Gresik University, Indonesia. This journal is in collaboration with the Professional Association of Education Management/Administration (Indonesian Association of Educational Management and Administration Scholars-ISMAPI) and the Association of Education Management and Administration Study Programs (Association of Indonesian Education Management and Administration Study Programs - APMAPI) Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership" : 15 Documents clear
Strategi Kepala Sekolah dalam Mengintegrasikan Pendidikan Karakter Melalui Ekstrakurikuler di Era Digital Pada UPT Satuan Pendidikan SDN Kalirejo Bangil Wanda Sulaksono; Muzamil Lubis; Sutinah; Ana Fikrotruzzakiyah
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter siswa. Pendidikan karakter tidak lagi cukup dilaksanakan melalui kegiatan intrakurikuler, melainkan membutuhkan strategi integratif yang relevan dengan era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler di UPT Satuan Pendidikan SDN Kalirejo Bangil, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru pembina ekstrakurikuler, siswa, dan orang tua, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sentral dalam manajemen ekstrakurikuler berbasis pendidikan karakter melalui kepemimpinan partisipatif, integrasi nilai religius, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Strategi tersebut diperkuat dengan kolaborasi guru dan orang tua, serta inovasi digital dalam dokumentasi dan koordinasi kegiatan. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional berbasis digital mampu membangun budaya sekolah berkarakter sekaligus meningkatkan motivasi siswa di era digital.
Model Kepemimpinan Orientasi Hubungan sebagai Kunci Keberhasilan Pengelolaan Sekolah Abad 21 Heni Maria Astutik; Sinta Mauludya; Mas'ud; Taufiq Harris
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah abad ke-21 menghadapi tantangan berupa perubahan sosial, kemajuan teknologi, serta tuntutan global yang menekankan kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis. Kondisi ini menuntut adanya kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada instruksi, tetapi juga membangun relasi yang sehat dengan seluruh warga sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis model kepemimpinan orientasi hubungan sebagai kunci keberhasilan pengelolaan sekolah abad ke-21. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen resmi sekolah. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepem- impinan orientasi hubungan ditandai dengan komunikasi terbuka, partisipatif, dan dialogis antara kepala sekolah dan guru, penguatan budaya sekolah yang kolaboratif, serta partisipasi aktif seluruh warga sekolah. Selain itu, teridentifikasi strategi utama berupa pengembangan sumber daya manusia, penguatan komunikasi dan kolaborasi, serta adaptasi teknologi. Dari hasil analisis, tersusun tipologi kepemimpinan yang menempatkan kepala sekolah sebagai fasilitator, motivator, mediator, dan inova- tor. Keseluruhan temuan menegaskan bahwa kepemimpinan orientasi hubungan merupakan model strategis yang relevan untuk mewujudkan pengelolaan sekolah yang efektif dan adaptif di era abad ke- 21. Kata Kunci: Kepemimpinan Orientasi Hubungan, Pengelolaan Sekolah, Abad 21, Budaya Sekolah, Kolaborasi.
Kepala Sekolah Visioner Sebagai Faktor Penentu Manajemen Perubahan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Abad 21 DIANA YULIA; Nurul Hidayati; Iis Megawati; Ratna Maksumah
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan visioner, strategi, pengaruh kepemimpinan, faktor pendukung dan penghambat serta menyusun rekomendasi praktis pengembangan kepemimpinan visioner kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah visioner mampu mendorong guru dan tenaga kependidikan untuk berinovasi, menciptakan budaya belajar adaptif, serta menata manajemen berbasis kolaborasi. Faktor-faktor seperti komunikasi terbuka, perencanaan strategis, dan pemanfaatan teknologi terbukti menjadi penggerak utama keberhasilan manajemen perubahan.
Tantangan dan Strategi Manajemen Kepemimpinan Situasional dalam Menghadapi Era Digitalisasi di SDN Kolursari I Bangil Sofiyatuz Zahroh; Lailatul Tarwikhi; Munifah; Niken Muji Suryaningsih; Ahmad Thohirin
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era digital membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, terutama di tingkat sekolah dasar. Digitalisasi menuntut kepala sekolah untuk mampu beradaptasi dengan teknologi serta mengelola sumber daya manusia dan sarana pembelajaran secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi kepala sekolah serta strategi manajemen kepemimpinan situasional yang diterapkan di SDN Kolursari I Bangil dalam menghadapi era digitalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara mendalam kepada kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur digital, kesenjangan literasi teknologi guru, dan resistensi terhadap perubahan. Untuk merespons tantangan tersebut, kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan situasional dengan menyesuaikan arahan sesuai kebutuhan guru, memperkuat kolaborasi, mengadakan pelatihan digital, serta mendorong motivasi agar warga sekolah siap menghadapi transformasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan teori kepemimpinan situasional Hersey-Blanchard dalam konteks sekolah dasar negeri di daerah, yang masih jarang dikaji secara mendalam. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi dalam memperkaya strategi kepemimpinan pendidikan di era digital.
Kepemimpinan Humanis di Tengah Disrupsi Teknologi Pendidikan ainul Yqin; Eprilia Rimadani; Robi’atul Adawiyah; Renyta Susiari; Ahmad Thohirin
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disrupsi teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, baik pada metode pembelajaran, pola interaksi, maupun arah kebijakan. Di satu sisi, teknologi membuka peluang melalui akses informasi yang luas, efisiensi, dan fleksibilitas; namun di sisi lain berpotensi menurunkan nilai kemanusiaan, seperti berkurangnya interaksi, munculnya kesenjangan digital, dan dominasi orientasi teknokratis. Kajian ini bertujuan menelaah urgensi kepemimpinan humanis dalam menjawab tantangan tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis telaah literatur, kajian ini mengkaji konsep kepemimpinan humanis yang menekankan penghargaan terhadap martabat manusia, empati, relasi interpersonal yang sehat, serta pembentukan karakter peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan humanis memiliki relevansi strategis di era disrupsi teknologi karena mampu menyeimbangkan inovasi digital dengan nilai-nilai kemanusiaan. Kesimpulannya, kepemimpinan humanis menjadi fondasi penting untuk memastikan transformasi digital dalam pendidikan tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga menjadi sarana pemerdekaan dan pemanusiaan peserta didik. Kata kunci: kepemimpinan humanis, disrupsi teknologi, pendidikan, humanisasi, transformasi digital. Abstract Technological disruption has brought significant changes to education, including learning methods, patterns of interaction, and policy directions. On the one hand, technology offers opportunities through broad access to information, efficiency, and flexibility; on the other hand, it has the potential to undermine human values, such as reduced social interaction, the emergence of digital inequality, and the dominance of technocratic orientation. This study aims to examine the urgency of humanistic leadership in addressing these challenges. Using a qualitative method based on literature review, this study explores the concept of humanistic leadership, which emphasizes respect for human dignity, empathy, healthy interpersonal relationships, and the character development of learners. The findings show that humanistic leadership holds strategic relevance in the era of technological disruption, as it balances digital innovation with human values. In conclusion, humanistic leadership becomes a crucial foundation to ensure that digital transformation in education is not merely technology-oriented, but also serves as a means of liberation and humanization for students..
Inovasi Kepemimpinan Pendidikan dalam Membangun Karakter Siswa Tangguh di Era Digital dalam Menjawab Krisis Moral Siswa di Era Teknologi Informasi Budhi Utami; Taufi Nurdyastutik; Aprilia Safitri; Muafifah
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi digital memberikan peluang besar bagi pendidikan, namun juga menimbulkan krisis moral di kalangan siswa, seperti penyalahgunaan media sosial, perundungan siber, plagiarisme, dan rendahnya empati sosial. Artikel ini membahas inovasi kepemimpinan pendidikan dalam membangun karakter siswa tangguh untuk menghadapi tantangan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi literatur dengan menelaah buku, artikel jurnal, prosiding seminar, serta kebijakan pendidikan Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa inovasi kepemimpinan efektif melalui penguatan visi karakter, integrasi nilai Profil Pelajar Pancasila, pembelajaran berbasis proyek, budaya sekolah berkeadaban digital, serta kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat. Temuan ini menegaskan pentingnya kepemimpinan transformasional yang berorientasi nilai, adaptif terhadap era digital, dan responsive terhadap krisis moral siswa.
Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Menumbuhkan Karakter Religius dan Sosial Siswa di UPT Satuan Pendidikan SDN Dermo II Bangil Ani Yanti Rosida; Dhatul Hikmah; Khusnul Setiya Anzasari; Rif’atul Khamdiyah; A. Faizin
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan karakter religius dan sosial di sekolah dasar memiliki urgensi tinggi dalam menghadapi degradasi nilai moral, intoleransi, dan rendahnya kepedulian sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam menumbuhkan karakter religius dan sosial siswa di UPT Satuan Pendidikan SDN Dermo II Bangil. Pertanyaan utama yang diajukan adalah bagaimana kepala sekolah merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi strategi tersebut dalam kultur sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, dan dokumen sekolah sebagai sumber data. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi, dengan analisis data dan uji keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah diwujudkan melalui lima strategi utama: keteladanan, pembiasaan, kolaborasi, penguatan budaya sekolah, serta pengawasan dan evaluasi. Strategi pembiasaan dan keteladanan menjadi pilar dominan dalam pembentukan karakter, sementara kolaborasi dan budaya sekolah memperkuat konsistensi nilai, dan evaluasi menjamin keberlanjutan program. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang mengintegrasikan nilai transformasional, spiritual, dan instruksional berkontribusi signifikan dalam menumbuhkan karakter religius dan sosial siswa. Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi pengembangan strategi kepemimpinan pendidikan karakter yang kontekstual. Abstract : Religious and social character education in elementary schools is of high urgency in addressing the degradation of moral values, intolerance, and the lack of social concern among students. This study aims to explore and describe the principal’s leadership strategies in fostering students’ religious and social character at UPT Satuan Pendidikan SDN Dermo II Bangil. The central research question is how the principal designs, implements, and evaluates these strategies within the school culture. Employing a qualitative approach with a case study design, the study involved principals, teachers, students, parents, and school documents as data sources. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, with data analysis and validity checks conducted through triangulation. The findings reveal that the principal’s leadership is manifested through five key strategies: role modeling, habituation, collaboration, strengthening school culture, as well as monitoring and evaluation. Habituation and role modeling serve as the dominant pillars in character formation, while collaboration and school culture reinforce value consistency, and evaluation ensures program sustainability. The study concludes that principal leadership integrating transformational, spiritual, and instructional values significantly contributes to the development of students’ religious and social character. These findings provide practical implications for the development of contextual leadership strategies in character education.
Inovasi Manajemen Kepemimpinan Pendidikan dalam Menghadapi Tantangan Society 5.0 melalui Transformasi Digital dan Penguatan Karakter Choirul Miftahul Huda; Anik Siti Khusniah; Muttaqin Nugroho; Bayu Widha Pranata
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era Society 5.0 menghadirkan tantangan kompleks bagi dunia pendidikan ketika kecerdasan buatan, big data, dan teknologi digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menuntut kepemimpinan pendidikan yang inovatif agar mampu menyinergikan transformasi digital dengan penguatan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kepemimpinan pendidikan inovatif dalam menghadapi Society 5.0. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menelaah buku, artikel jurnal nasional maupun internasional, serta laporan penelitian terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner, adaptif, dan transformasional merupakan kunci keberhasilan. Transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur teknologi, melainkan juga peningkatan literasi digital guru, siswa, dan pemangku kepentingan. Di sisi lain, penguatan karakter tetap menjadi prioritas agar lulusan tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan tanggung jawab sosial
Peran Kepala Sekolah Visioner Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di Era Transformasi Teknologi Anis Faizatul Imamah Imamah; Sarana sarana; Mujiati; Sulistyo Wulandari
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of visionary leadership of school principals in shaping students' character in the era of technological transformation. Using a qualitative approach and literature study methods, this study examines various relevant sources to identify strategies and challenges faced by school principals in integrating character values ​​with the demands of the digital era. The results show that visionary principals act as agents of change, innovators, and role models in building a character-based school culture. They not only formulate a clear, future-oriented vision but also communicate it effectively, improve teacher competency, encourage technological innovation, and build collaboration with all stakeholders. However, the implementation of visionary leadership still faces obstacles such as limited resources, low technological readiness, and resistance to change. This study concludes that visionary leadership is key to creating an adaptive, innovative, and character-based educational environment in the era of digital transformation.
Analisis Dampak Penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Di Sdn Jatra Timur Abdur Rofik; Sri Agustini; Supriatin; Miftachul Jannah; Iva Faizah
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of information and communication technology, particularly in education, demands that teachers and students be responsive and active in its use. This study aims to analyze the impact of Information and Communication Technology (ICT) use on increasing student learning interest at SDN Jatra Timur. The development of ICT has brought significant changes to the education sector, providing new opportunities for learning implementation, such as simplifying material delivery, helping students master concepts, and honing their technological skills. This study used a qualitative method with a field research approach, conducted at SDN Jatra Timur. The results showed that the implementation of ICT at SDN Jatra Timur, although limited to media, resources, and evaluation, has had a positive and significant impact on increasing students' interest in learning. ICT functions as a learning aid and integrated discipline across all subjects, in accordance with the demands of the Independent Curriculum. Students demonstrate greater enthusiasm and perceive ICT-based learning (e.g., using LCD projectors and the internet) as more modern and engaging, ultimately enhancing their enthusiasm for learning. Students exhibit a strong interest in learning, such as actively asking questions, diligently completing assignments, and enjoying independently problem-solving. However, several obstacles remain, including limited infrastructure (lack of computers and projectors), limited teacher and student skills and motivation, and limited teacher preparation time. To address these challenges, it is recommended to regularly intensify ICT training for teachers and students, and prioritize the provision of adequate facilities. With this optimization, it is hoped that the quality of learning will continue to improve, and students will be increasingly prepared to face the challenges of the digital world.

Page 1 of 2 | Total Record : 15