cover
Contact Name
ADDIN ZUHROTUL AINI
Contact Email
addinzuhrotul@upms.ac.id
Phone
+6282215081513
Journal Mail Official
lppm@upms.ac.id
Editorial Address
Jl. AR Saleh no 21 Nganjuk
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
Dharma Pendidikan
ISSN : 19072813     EISSN : 28290267     DOI : https://doi.org/10.69866/dp.vXXi1.XX
Dharma Pendidikan is a journal contains publications from researches and scientific studies. The publications intended to  contribute understanding and developing scientific theories and concepts, education and their application in education. 
Articles 189 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI CAHAYA DAN OPTIK KELAS VIII SMP NEGERI 1 REJOSO TAHUN PELAJARAN 2021/2022 Santi Purwiningsih
Dharma Pendidikan Vol 18 No 1 (2023): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v18i1.479

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) untuk mengetahui hasil belajar IPA siswa sebelum menerapkan model pembelajaran inkuiri menggunakan media audio-visual, 2) untuk mengetahui hasil belajar IPA siswa sesudah menerapkan model pembelajaran inkuiri menggunakan media audio-visual, 3) untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran inkuiri menggunakan media audio-visual terhadap hasil belajar siswa pada materi cahaya dan optik siswa kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian Pra-experimental. Tempat penelitian yang digunakan adalah SMP Negeri 1 Rejoso Tahun Pelajaran 2021/2022. Populasi yang digunakan adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 1 Rejoso dengan jumlah sebanyak 283 siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 1 kelas yaitu kelas VIII A yang berisi 32 siswa sebagai kelas eksperimen dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes tertulis dan dokumentasi. Teknik analisis data untuk menganalisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik yaitu uji-t berpasangan (Paired T-test). Berdasarkan hasil uji hipotesis, terdapat perbedaan yang signifikan dilihat dari hasil pretes dan postes menunjukkan nilai thitung 7,575 > ttabel 2,039 pada taraf signifikan 0,05 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Jadi ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Inkuiri menggunakan Media Audio-Visual terhadap hasil belajar siswa pada materi Cahaya dan Optik kelas VIII SMP Negeri 1 Rejoso tahun pelajaran 2021/2022.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI RASIO ATAU PERBANDINGAN KELAS VII DI SMP SAINS MIFTAHUL HUDA NGANJUK TAHUN PELAJARAN Kholifatul Nuraida
Dharma Pendidikan Vol 18 No 1 (2023): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v18i1.480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan letak kesulitan siswa dalam pemecahan masalah matematika pada materi Rasio atau Perbandingan Kelas VII di SMP Sains Miftahul Huda Nganjuk tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah 24 siswa kelas VII SMP Sains Miftahul Huda Nganjuk. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan soal tes, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan 14,94% siswa tidak dapat menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan, 17,24% siswa tidak dapat membuat model matematika berdasarkan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal, 19,54% siswa tidak dapat menuliskan penyelesaian dengan benar, 28,74% siswa tidak menuliskan kesimpulan yang diperoleh, 10,34% siswa dapat menuliskan penyelesaian tetapi prosedurnya masih salah, 2,3% siswa tidak melakukan pengecekan kembali/meneliti jawaban yang diperoleh, 2,3% siswa dapat menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan tetapi masih salah, 2,3% siswa dapat menuliskan penyelesaian tetapi tidak lengkap, dan 2,3% siswa melakukan pengecekan kembali tetapi hanya sebagian. Faktor kesulitan yang dialami siswa kelas VII Ibnu Sina di SMP Sains Miftahul Huda dalam pemecahan masalah matematika pada materi rasio atau perbandingan yakni: siswa kurang memahami konsep rasio atau perbandingan, kurang teliti, tergesa-gesa dalam mengerjakan soal, lupa, kurang waktu untuk mengerjakan soal, cepat menyerah, terkecoh dengan jawaban teman, dan cemas. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk melanjutkan dan mengembangkan penelitian selanjutnya.
KEEFEKTIFAN PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN E-MODUL TERHADAP PEMAHAMAN MATA PELAJARAN EKONOMI PADA SISWA KELAS X IPS DI SMA MUHAMADIYAH 1 NGANJUK TAHUN PELAJARAN 2021/2022 Dian Erika Ella Permata Sari
Dharma Pendidikan Vol 18 No 1 (2023): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v18i1.481

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui peningkatan pemahaman mata pelajaran ekonomi dengan sebelum menggunakan media pembelajaran E-Modul, 2) Untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa dengan sesudah menggunakan media pembelajaran E-Modul, 3) Untuk Mengetahui efektif atau tidaknya dalam penggunaan media pembelajaran E-Modul terhadap pemahaman mata pelajaran ekonomi. Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dan rancangan penelitiannya adalah One Group Pretest-Postest Design, Sedangkan pendekataan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekataan kuantitatif. Untuk itu variabel bebasnya adalah media pembelajaran E-Modul serta variabel terikatnya yaitu pemahaman mata pelajaran ekonomi. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS 1 SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk Tahun Pelajaran 2021/2022 yang berjumlahkan 30 siswa. Dan sampel yang digunakan adalah seluruh dari jumlah populasi yaitu siswa kelas X IPS 1 SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk Tahun Pelajaran 2021/2022 sebanyak 1 kelas yang berjumlahkan 30 siswa. Teknik yang dipakai dalam pengambilan sampel ini adalah teknik sampling jenuh atau sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis data penelitian ini adalah analisis data statistik t-test.Berdasarkan nilai tes. Siswa mendapatkan nilai rata-rata sebelum menerapakan media pembelajaran E-Modul (pre-test) sebesar 63 yang termasuk belum ada peningkatan pemahaman mata pelajaran ekonomi, sedangkan nilai rata-rata (post test) sebesar 89 yang termasuk sudah ada peningkatan pemahaman mata pelajaran ekonomi dari sebelumnya. Berdasarkan hasil analisis diketahui taraf signifikan 5% untuk Dk = 29 nilai thitung = 20,77 dan ttabel = 2,045, maka thitung >ttabel yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga “Media pembelajaran E-Modul efektif terhadap pemahaman mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas X IPS 1 di SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk Tahun Pelajaran 2021/2022”. Berdasarkan pengalaman pada bagian ini peneliti ingin memberikan beberapa saran yang mungkin berguna untuk penelitian selanjutnya. Pengembangan penelitian selanjutnya dapat menambah ruang lingkup penelitian serta lebih diperdalam melalui media pembelajaran atau penelitian kuantitatif, yaitu menyelidiki siswa dalam kasus-kasus tertentu, seperti kebosanan siswa dalam pembelajaran, rendahnya pemahaman siswa dalam mengerti materi. Hal ini juga terkait dengan konsep media yang mengambil siswa sebagai partisipan.
PENERAPAN PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA MATERI RANGKAIAN ARUS SEARAH PADA SISWA KELAS XII MIPA 3 SMA NEGERI 1 REJOSO KABUPATEN NGANJUK SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2018/ Nanik Yunarsih
Dharma Pendidikan Vol 18 No 1 (2023): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v18i1.482

Abstract

Metode Discovery Learning dalam pembelajaran Fsika ini dipadukan dengan menggunakan teknik diskusi yang dilakukan oleh guru dalam rangka memberikan variasi dalam kegiatan pembelajaran dikelas.Untuk lebih memahami secara konseptual dan terencana jarang dilakukan karena dianggap kurang praktis dan kurang efisien. Siswa yang diorganisir dalam diskusi kelompok kecil lebih terikat dengan tugas-tugas yang diberikan dibandingkan siswa yang diatur dalam diskusi kelompok besar. Diskusi kelompok kecil dan diskusi kelompok besar lebih baik hasil belajarnya dibanding bekerja secara individu (Rosenshine & Steven, 1984). Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui pembelajaran dan hasil pembelajaran Fisika dengan Pendekatan saintifik Model Discovery learning untuk meningkatkan kemampuan siswa pada materi rangkaian Arus Searah pada siswa kelas XII MIPA 3 SMA Negeri 1 Rejoso Kabupaten Nganjuk Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian tindakan ini merupakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Taggart (dalam Arikunto, Suhasini,2002:83), yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning(rencana), action(tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Setelah dilakukan penelitian hasilnya adalah Pada siklus pertama siswa bercanda terdapat 10 siswa atau 27,78%. Siswa yang memperhatikan 26 siswa atau 72,22%, siswa yang menyeleseikan tugas dengan baik 26 siswa atau 72,22%, siswa yang tidak dapat menyeleseikan tugas dengan baik 10 siswa atau 27,78%, siswa yang aktif dalam kegiatan kelompok 26 siswa atau 72,22%, siswa yang telah tuntas 26 siswa 72,22% dan siswa yang belum tuntas 10 siswa atau 27,78%. Pada siklus kedua siswa yang bercanda terdapat 3 siswa atau 8,33%, siswa yang memperhatikan 33 siswa 91,67%, siswa yang menyelesaikan tugas dengan baik 33 siswa atau 91,67%, siswa yang tidak dapat menyelesaikan tugas dengan baik 3 siswa atau 8,33%, siswa yangaktif dalam kegiatan kelompok 33 siswa atau 91,67%, siswa yang tuntas 330 siswa atau 91,67% dan siswa yang belum tuntas 3 siswa atau 8,33%.
PENGARUH PEMBELAJARAN DARING BERBASIS EMPATI TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN KELAS VII SMPN 1 REJOSO TAHUN PELAJARAN 2021/2022 Finna Puspita Indah Sari
Dharma Pendidikan Vol 18 No 1 (2023): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v18i1.483

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mendeskripsikan pembelajaran daring berbasis empati yang dilaksanakan pada mata Pelajaran PKN kelas VII SMPN 1 Rejoso Tahun Pelajaran 2021/2022. 2) Untuk mendeskripsikan pembentukan karakter siswa pada mata pelajaran PKN Tahun Pelajaran 2021/2022. 3) Untuk mendeskripsikan pengaruh pembelajaran daring berbasis empati terhadap pembentukan karakter siswa pada mata pelajaran PKN Kelas VII SMPN 1 Rejoso Tahun Pelajaran 2021/2022. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional untuk menguji hubungan antara dua variabel. Tempat yang digunakan dalam penelitian ini adalah SMP Negeri 1 Rejoso Nganjuk Tahun Pelajaran 2021/2022. Populasi penelitian yaitu kelas VII sebanyak 288 siswa, sedangkan sampel yang digunakan oleh peneliti yaitu kelas VIII B yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pembelajaran daring berbasis empati yang dilaksanakan pada mata Pelajaran PKN kelas VII SMPN 1 Rejoso Tahun Pelajaran 2021/2022 dari keseluruhan responden termasuk kategori baik. 2) Pembentukan karakter siswa pada mata pelajaran PKN Tahun Pelajaran 2021/2022 dapat disimpulkan bahwa termasuk kategori baik. 3) Dari hasil analisis korelasi product moment dapat diketahui korelasi yang sedang yaitu sebesar 0,5429 bernilai positif, sehingga terdapat pengaruh pembelajaran daring berbasis empati terhadap pembentukan karakter siswa pada mata pelajaran PKN Kelas VII SMPN 1 Rejoso Tahun Pelajaran 2021/2022. Berarti bahwa jika pembelajaran daing berbasis empati mengalami ditingkatkan maka pembentukan karakter siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2021/2022 akan mengalami kenaikan juga.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI IPA-1 SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2017-2018 SMA DIPONEGORO NGANJUK PADA KONSEP ELASTISITAS DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA SEDERHANA Siti Maisaroh
Dharma Pendidikan Vol 18 No 1 (2023): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v18i1.484

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Fisika siswa kelas XI IPA-1 SMA Diponegoro Nganjuk Semester Ganjil tahun pelajaran 2017-2018 pada Konsep Elastisitas dengan penggunaan alat peraga sederhana. Pembelajaran ini dikembangkan melalui 2 (dua) siklus tindakan dengan fokus utama pembelajaran dengan kegiatan eksperimen dan presentasi/diskusi. Penerapan pendekatan pembelajaran dengan bantuan alat peraga sederhana ini menghasilkan satu perubahan sikap siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran yang diikuti meningkatnya nilai hasil belajar mereka dengan ketuntasan belajar yang optimal. Hasil prestasi belajar siswa sebelum tindakan sebesar 53,57 % dan setelah tindakan meningkat menjadi 78,57 %. Hal ini juga telah memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan yaitu sebesar 75 % .Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas ini disarankan di atas: 1) Guru hendaknya menerapkan strategi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan siswa untuk memotivasi siswa agar aktif dalam pembelajaran fisika. (2) Guru fisika hendaknya membangun pengetahuan khususnya mata pelajaran fisika dari konsep abstrak menjadi lebih riil dengan sering melakukan eksperimen, terutama dengan menggunakan alat peraga sederhana yang mudah difahami dan dinalar oleh siswa
IMPLEMENTASI ADEBA (ALAT DETEKSI BANJIR) SEBAGAI UPAYA DINI SIAGA BENCANA Noventy Prasetyaningsih
Dharma Pendidikan Vol 18 No 2 (2023): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v19i2.486

Abstract

Praktik Baik ini bertujuan untuk (1) Merencanakan pemrograman, (2)Mengimplementasikan ADEBA (Alat Deteksi Banjir) pada Kompetensi Dasar Pemrograman Mikroprosesor dan Mikrokontroler siswa kelas XI TAV 1 di SMKN 1 Lengkong sebagai Upaya Dini Siaga Bencana. Bencana Banjir yang sering terjadi pada musim penghujan perlu sebuah alat sebagai pendeteksi dini sebelum terjadi bencana banjir di daerah rawan banjir. Praktik baik ini mempermudah siswa dalam mempelajari materi Pemrograman Mikrokontroler Arduino Uno. ADEBA (Alat Deteksi Banjir) merupakan sebuah alat berbasis Arduino Uno yang diprogram sedemikian rupa sehingga dapat menampilkan volume air pada posisi Aman, Siaga dan Bahaya. Dengan dilengkapi peringatan berupa lampu indikator, buzzer, LCD. Peringatan lampu dan LCD di tujukan bagi penderita tuna rungu sehingga bisa melihat jika debit air sudah memasuki aman, siaga, dan bahaya. Peringatan buzzer ditujukan bagu penderita tuna netra sehingga bisa mendengar tanda siaga dan bahaya. Hasil Praktik Baik Implementasi ADEBA (Alat Deteksi Banjir) menunjukkan bahwa (1) Perencanaan Pemrograman Mikrokontroler Arduino Uno dengan perintah LED menyalakan lampu tanda, BUZZER membunyikan sirine tanda dan LCD mengeluarkan text. Pemrograman tersebut rata-rata dikuasai oleh 87 % siswa (2) Implementasi selama pembelajaran yang dikelola oleh guru memperoleh hasil 3,58 dikategorikan sangat baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa dengan implementasi ADEBA (Alat Deteksi Banjir) dapat menjadi salah satu alternatif sebagai deteksi dini siaga bencana. Yang digunakan dalam pembelajaran dan dalam kehidupan sehari-hari. This Good Practice is aimed to (1) Plan programming, (2) Implement ADEBA (Flood Detection Tool) in the Basic Competency of Microprocessor and Microcontroller Programming for class XI TAV 1 students at SMKN 1 Lengkong as an Early Disaster Preparedness Effort. Flood disasters that often occur in the rainy season require a tool as an early detection tool before a flood disaster occurs in flood-prone areas. This good practice makes it easier for students to learn Arduino Uno Microcontroller Programming material. ADEBA (Flood Detection Tool) is an Arduino Uno-based tool that is programmed in such a way that it can display the volume of water in the Safe, Alert and Danger positions. Equipped with warnings in the form of indicator lights, buzzers, LCD. The warning lights and LCD are intended for hearing impaired people so they can see if the water flow has entered safe, alert and dangerous. The buzzer warning is intended for blind people so they can hear alerts and danger signs. The results of Good Practice Implementation of ADEBA (Flood Detection Tool) show that (1) Arduino Uno Microcontroller Programming Planning with the LED command turns on the warning light, the BUZZER sounds the warning siren and the LCD displays text. On average, 87% of students mastered this programming. (2) Implementation during learning managed by the teacher obtained a result of 3.58 which was categorized as very good. It can be concluded that the implementation of ADEBA (Flood Detection Tool) can be an alternative for early detection of disaster preparedness. Which are used in learning and in everyday life.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA TEMA 7 SUB TEMA 2 MENGGUNAKAN ALAT PERAGA KONKRIT PADA SISWA KELAS 1 SD NEGERI 3 BALETURI Jamilah
Dharma Pendidikan Vol 18 No 2 (2023): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v19i2.488

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, guru SD dituntut menjadi guru kelas dan harus menguasai semua mata pelajaran untuk diajarkan di kelas bagi peserta didik. Guru kelas, dengan perubahan kurikulum 2013, terutama guru kelas 1 dituntut untuk harus aktif dan kreatif. Namun, di SD NEGERI 3 BALETURI masih banyak siswa yang mendapatkan nilai di bawah standar KKM yang sudah ditetapkan oleh guru terutama pada KD. 3.3 terutama pada pelajaran matematika, dalam KD 3.3 materi yang dipelajari adalah membadingkan dua angka dengan istilah atau artinya kurang dari dan lebih dari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika melalui pendekatan alat peraga konkrit pada Tema 7 Sub Tema 2 pada pelajaran matematika siswa kelas 1 SD NEGERI 3 BALETURI Kecamatan Prambon.Penelitian Tindakan Kelas ini merupakan penelitian kualitatif, yang berlangsung selama 2 siklus yang melibatkan seluruh siswa kelas I SD Negeri 3 Baleturi Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk yang berjumlah 20 siswa. Dengan tahapan pada setiap siklusnya yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, pada nilai pengetahuan jumlah keseluruhan pada siklus satu sebesar 1160 hasil tersebut naik sebesar 400 menjadi 1560, sedangkan rata-rata pada siklus 1 mendapatkan 58 naik menjadi 78 pada siklus 2, , yang mencapai KKM pada siklus 1 sebanyak 5 anak atau sebesar 25% naik menjadi 19 anak pada siklus 2 atau sebesar 95%. Pada nilai keterampilan juga mengalami kenaikan, pada kategori sangat baik di siklus 1 tidak ada anak yang mendapatkan, namun pada siklus 2 ada 2 anak yang mendapatkan kategori “sangat baik”, pada kategori “baik” siklus 1 ada 9 anak kemudian naik menjadi 18 anak pada siklus 2, pada kategori “kurang” siklus 1 ada 11 anak namun pada siklus 2 tidak ada anak yang mendapatkan kategori “kurang”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar selama proses pembelajaran matematika pada siswa kelas I SD NEGERI 3 BALETURI dengan menggunakan alat peraga konkrit. As time goes by, elementary school teachers are required to become class teachers and must master all subjects to be taught in class to students. Class teachers, with the 2013 curriculum changes, especially class 1 teachers, are required to be active and creative. However, at SD NEGERI 3 BALETURI there are still many students who get grades below the KKM standards set by the teacher, especially in KD. 3.3, especially in mathematics lessons, in KD 3.3 the material studied is comparing two numbers with terms or meanings less than and more than. The aim of this research is to determine the improvement in mathematics learning outcomes through the concrete teaching aids approach in Theme 7 Sub Theme 2 in mathematics lessons for grade 1 students at SD NEGERI 3 BALETURI, Prambon District. This Classroom Action Research is qualitative research, which took place over 2 cycles involving all class I students at SD Negeri 3 Baleturi, Prambon District, Nganjuk Regency, totaling 20 students. The stages in each cycle are planning, implementation, observation and reflection. Based on the research results, the total knowledge value in cycle one was 1160, this result increased by 400 to 1560, while the average in cycle 1 was 58, rising to 78 in cycle 2, which reached the KKM in cycle 1 as many as 5 children or equal to 25% increased to 19 children in cycle 2 or 95%. The skill scores also increased, in the very good category in cycle 1 there were no children who got it, but in cycle 2 there were 2 children who got the "very good" category, in the "good" category in cycle 1 there were 9 children then it rose to 18 children In cycle 2, in the "less" category in cycle 1 there were 11 children but in cycle 2 there were no children in the "less" category. So it can be concluded that there is an increase in learning outcomes during the mathematics learning process for class I students at SD NEGERI 3 BALETURI by using concrete teaching aids.  
KEEFEKTIFAN ALAT PERAGAMEMORIZE TRIGONOMETRI FINGERS TERHADAPMOTIVASI DAN HASIL BELAJARSISWA SMA NEGERI 1 NGRONGGOT Dwi Wahyuni
Dharma Pendidikan Vol 18 No 2 (2023): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v19i2.489

Abstract

Alat peraga “Memorize Trigonometri Fingers” adalah alat peraga yang memanfaatkan jari tangan manusia yang dihiasi atau dilukis dengan hena, alat tulis, aeliner, atau cat. Rumus sinus dan cosinus dengan sudut istimewa di kuadran I disisipkan dalam hiasan tersebut sehingga memudahkan siswa dalam menghafal. Penelitian ini bertujuan melihat keefektifan alat peraga Memorize Trigonometri Fingers terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa SMA Negeri 1 Ngronggot.     Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji homogennitas, uji t, uji Mann Whitney, korelasi dan determinasi. Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Ngronggot kelas X. Sedangkan sampel yang digunakan siswa kelas X-3 dan siswa kelas X-2. Materi pelajaran yang digunakan dalam penelitian adalah Trigonometri sudut-sudut istimewa di kuadaran satu. Hasil penelitian hipotesis 1: untuk motivasi belajar siswa, AsySig(2-tailed) = 0,084 > 0,05 berdistribusi normal, data homogen karena nilai signifikan dari Based on Mean sebesar 0,794 > 0,05. Karena nilai sig 0,325 > 0,05 pada uji-t maka H0 diterima artinya tidak ada perbedaan rata-rata motivasi belajar matematika antara siswa yang menggunakan alat peraga Memorize Trigonometri Fingers dengan siswa yang menggunakan alat peraga Roda Pintar Trigonometri.            Berdasarkan Output SPSS for Windows versi 20.0 diperoleh nilai t = 0,993, selanjutnya r = 0,126 dan rtabel = 0,242 untuk menghitung koefisien determinasi. Ada keefektifan penggunaan alat peraga Memorize Trigonometri Fingers terhadap motivasi belajar walaupun sangat lemah sebesar 1,6%. Hasil penelitian hipotesis 2: untuk hasil belajar siswa, uji normalitas: nilai Asymp Sigtailed) = 0,000 untuk kelas ekperimen dan kelas kontrol Asymp Sig (2-tailed) = 0,018 ˂ α = 0,05 maka H0 ditolak, nilai hasil belajar matematika tidak berdistribusi normal. uji homogenitas sebesar 0,022 ˂ 0,05 maka H0 ditolak. Kedua kelas bersifat tidak homogen, karena data tidak normal dan tidak homogen, maka menggunakan uji nonparametric Mann-Whitney Test. Sig (2 tailet) = 0,383 dan Z= - 0,871hal ini berarti nilai sig 0,383 > 0,05 maka H0 diterima artinya tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar matematika antara siswa yang menggunakan alat peraga Memorize Trigonometri Fingers dengan siswa yang menggunakan alat peraga Roda Pintar Trigonometri. Nilai z = - 0,871, nilai dan rtabel = 0,242, nilai koefisien determinasi sebesar 1,2%. Artinya besarnya pengaruh alat peraga Memorize Trigonometri Fingers terhadap hasil belajar matematika siswa sebesar 1,2% termasuk sangat lemah. The "Memorize Trigonometry Fingers" prop is a prop that uses human fingers decorated or painted with henna, stationery, aliner or paint. The sine and cosine formulas with special angles in quadrant I are inserted in the decoration to make it easier for students to memorize. This research aims to see the effectiveness of the Memorize Trigonometry Fingers teaching aid on the motivation and mathematics learning outcomes of students at SMA Negeri 1 Ngronggot. This research is quantitative research. This research uses the normality test, homogeneity test, t test, Mann Whitney test, correlation and determination. The research population was students of SMA Negeri 1 Ngronggot class X. Meanwhile, the sample used was students of class X-3 and students of class X-2. The subject matter used in the research is Trigonometry of special angles in the first quadrant. Hypothesis 1 research results: for student learning motivation, AsySig(2-tailed) = 0.084 > 0.05 with normal distribution, homogeneous data because the significant value of Based on Mean is 0.794 > 0.05. Because the sig value is 0.325 > 0.05 in the t-test, H0 is accepted, meaning there is no difference in the average motivation to learn mathematics between students who use the Memorize Trigonometry Fingers teaching aid and students who use the Trigonometry Smart Wheel teaching aid. Based on the SPSS for Windows version 20.0 output, the value obtained is t = 0.993, then r = 0.126 and rtable = 0.242 to calculate the coefficient of determination. There is effectiveness of using the Memorize Trigonometry Fingers teaching aid on learning motivation, although it is very weak at 1.6%. Hypothesis 2 research results: for student learning outcomes, normality test: Asymp Sigtailed value) = 0.000 for the experimental class and control class Asymp Sig (2-tailed) = 0.018 ˂ α = 0.05 then H0 is rejected, the mathematics learning outcome scores are not distributed normal. homogeneity test is 0.022 ˂ 0.05 then H0 is rejected. The two classes are not homogeneous, because the data is not normal and not homogeneous, so the nonparametric Mann-Whitney Test is used. Sig (2 tails) = 0.383 and Z = - 0.871, this means that the sig value is 0.383 > 0.05, so H0 is accepted, meaning there is no difference in the average mathematics learning outcomes between students who use the Memorize Trigonometry Fingers teaching aids and students who use the learning aids Trigonometry Smart Wheel. The z value = - 0.871, the calculated r_value = 0.109 and rtable = 0.242, the coefficient of determination value is 1.2%. This means that the magnitude of the influence of the Memorize Trigonometry Fingers teaching aid on students' mathematics learning outcomes is 1.2%, which is very weak.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PONDOK PESANTREN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN) TERHADAP NILAI DEMOKRATIS SISWA Mohamad Fahrurrozi; Vera Septi Andrini; Erdyna Dwi Etika
Dharma Pendidikan Vol 18 No 2 (2023): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v19i2.490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter demokratis di MA AZ-ZAIN Lengkong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan langkahlangkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan cross check, triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan karakter demokratis di MA AZ-ZAIN dilakukan melalui (1) program pengembangan diri meliputi kegiatan rutin berupa siswa bergiliran memimpin berbaris di depan kelas sebelum masuk kelas, memimpin berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran dan membaca surat pendek, setiap hari siswa berdiskusi, presentasi dan tanya jawab; kegiatan spontan dengan memberikan peringatan, dan himbauan jika perilaku siswa kurang baik; keteladanan guru dengan bersikap demokratis; pengkondisian berupa pembentukan kelompok serta posisi duduk dibuat perkelompok (2) pembelajaran meliputi guru mencantumkan nilai karakter demokratis dalam silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yaitu disiplin dan percaya diri, menggunakan metodologi yang memungkinkan siswa menginternalisasi nilai karakter demokratis berupa diskusi, ceramah, tanya jawab, karya wisata, penugasan dan permainan; siswa diberi kesempatan menyajikan hasil pekerjaannya dengan presentasi dan evaluasi dilakukan dua arah; (3) budaya kelas dengan menciptakan iklim kelas yang mencerminkan karakter demokratis dengan membiasakan siswa bermusyawarah, mengangkat tangan sebelum berpendapat dan melatih siswa berdiskusi; (4) kendala yang dialami adalah kondisi kelas kurang kondusif karena siswa terlalu banyak, serta ruang kelas kurang begitu luas sehingga terkadang siswa ramai. This study aims to describe the implementation of democratic character education at MA AZ-ZAIN Lengkong.This research is a qualitative descriptive study. The research subjects were teachers and students. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity checking techniques use cross check, technique triangulation and source triangulation.The results of the study show that democratic character education in MA AZ-ZAIN is carried out through (1) self-development programs including routine activities in the form of students taking turns leading the class before entering class, leading prayers before and after learning and reading short letters, every day students discuss, presentations and questions and answers; spontaneous activities by giving warnings, and appeals if student behavior is not good; exemplary teacher by being democratic; conditioning in the form of forming groups and sitting positions are made in groups (2) learning includes the teacher including democratic character values in the syllabus and Learning Implementation Plan namely discipline and self-confidence, using a methodology that allows students to internalize democratic character values in the form of discussions, lectures, question and answer, field trips , assignments and games; students are given the opportunity to present the results of their work with a two-way presentation and evaluation; (3) class culture by creating a classroom climate that reflects democratic character by accustoming students to deliberations, raising their hands before giving opinions and training students to discuss; (4) the obstacles experienced were that the class conditions were not conducive because there were too many students, and the classrooms were not so wide that sometimes students were crowded.