cover
Contact Name
Miftah Alfidyah
Contact Email
pustakabangsaindonesia21@gmail.com
Phone
+62895619158302
Journal Mail Official
pustakabangsaindonesia21@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya, Jl. Lolo Gn. Sarik Lubuk Minturun Blok A/2, Kec. Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat 25158
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi dan Konseling
ISSN : 31241026     EISSN : 31241026     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Psikologi dan Konseling (JPK) merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian empiris, kajian konseptual, dan studi aplikatif di bidang psikologi dan konseling. Jurnal ini bertujuan menjadi media diseminasi pengetahuan bagi akademisi, peneliti, praktisi psikologi, konselor, serta pemerhati kesehatan mental dalam rangka pengembangan teori dan praktik psikologi yang beretika dan berbasis bukti ilmiah. Ruang lingkup jurnal meliputi psikologi pendidikan, psikologi klinis, psikologi perkembangan, psikologi sosial, psikologi industri dan organisasi, psikologi kesehatan, serta layanan bimbingan dan konseling di berbagai setting. Jurnal ini mendorong pendekatan penelitian kuantitatif, kualitatif, maupun metode campuran yang relevan dengan isu-isu psikologis dan konseling pada tingkat individu, kelompok, maupun masyarakat.
Articles 27 Documents
Analisis Pola Asuh Authoritative terhadap Kecerdasan Emosional Remaja Madya di Kota Tasikmalaya Nazwar Hasan; Silvi Aprilliani; Uhti Alawiyah; Siti Zulfa; Sugih Nurhidayat
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pola asuh authoritative terhadap kecerdasan emosional remaja madya di Kota Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian terdiri atas orang tua dan remaja madya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua menerapkan pola asuh authoritative melalui komunikasi terbuka, penetapan batasan yang jelas, serta pemberian kehangatan dan dukungan emosional. Pola asuh tersebut berkontribusi positif terhadap perkembangan kecerdasan emosional remaja, terutama dalam kemampuan mengelola emosi, menghadapi tantangan sosial, serta membangun empati, pengendalian diri, kesadaran diri, dan keterampilan sosial. Dengan demikian, pola asuh authoritative berperan penting dalam mendukung perkembangan emosional dan pembentukan karakter remaja madya di Kota Tasikmalaya.
Hubungan Fear of Missing Out dengan Tingkat Kecemasan Sosial Siswa SMA Muhammadiyah Tasikmalaya Nova Zulfa; Ade Samrotul; Muhammad Dzikri; Tasya Nur; Ziyad Fawwaz
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan remaja. Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memunculkan Fear of Missing Out (FoMO), yaitu kecemasan karena merasa tertinggal informasi atau pengalaman orang lain, yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental, termasuk kecemasan sosial. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan memahami hubungan antara FoMO dan kecemasan sosial pada siswa SMA Muhammadiyah Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur terhadap lima siswa yang aktif menggunakan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden menghabiskan waktu 4–8 jam per hari di media sosial, sering merasa khawatir tertinggal informasi, memeriksa akun tanpa notifikasi, dan lebih nyaman berkomunikasi secara daring. Beberapa responden juga mengalami kecemasan sosial, seperti takut berbicara di depan umum, khawatir terhadap penilaian negatif, serta kecewa ketika unggahan tidak memperoleh perhatian. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan antara FoMO dan kecemasan sosial, sehingga diperlukan layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa mengelola penggunaan media sosial serta meningkatkan keterampilan sosial secara langsung.
Peran Bimbingan Dan Konseling Dalam Menangani Kecemasan Akademik Siswa MAN 1 Kota Tasikmalaya Mutiara Hardini; Bunga Rosa Pitriyani; Mohammad Algi Firdaus; Naura Sava Amelia Irawan
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran bimbingan dan konseling dalam menangani kecemasan akademik pada siswa di MAN 1 Kota Tasikmalaya. Kecemasan akademik ditandai oleh rasa takut, kekhawatiran berlebihan, rendahnya kepercayaan diri, kesulitan berkonsentrasi, serta perasaan tidak mampu memenuhi tuntutan akademik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data diperoleh dari guru bimbingan dan konseling serta siswa yang mengalami kecemasan akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan akademik banyak dialami siswa yang mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan tuntutan belajar. Faktor penyebab meliputi faktor internal berupa rendahnya kemampuan mengelola diri serta faktor eksternal berupa pengaruh teman sebaya, keluarga, dan perbandingan prestasi. Layanan konseling individu, konseling kelompok, motivasi belajar, dan pendampingan berkelanjutan terbukti membantu meningkatkan kepercayaan diri siswa serta mengurangi tekanan akademik.
Hubungan Self-Compassion dengan Tingkat Kepercayaan Diri Mahasiswa yang Sudah Berwirausaha Aqila Caesara Meisyalinda; Graciella Hasibuan; Hasna Khalillah; Benny Rahim; Jelpa Periantaloe; Muhammad Ilham; Dinda Agraiza
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self-compassion dan kepercayaan diri dalam berwirausaha pada mahasiswa Universitas Jambi yang menjalankan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel terdiri atas 50 mahasiswa yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan Self-Compassion Scale (SCS) yang diadaptasi dari Neff (2003) dan skala kepercayaan diri dalam berwirausaha berdasarkan aspek kepercayaan diri menurut Lauster (2002). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji linearitas, dan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan JASP. Hasil menunjukkan data berdistribusi normal (W = 0,9708; p = 0,218) dan terdapat hubungan linear yang signifikan antara variabel (F = 1635; p < 0,001). Uji korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara self-compassion dan kepercayaan diri dalam berwirausaha (r = 0,4158; p = 0,003). Temuan ini menunjukkan bahwa self-compassion berhubungan dengan peningkatan kepercayaan diri dalam berwirausaha pada mahasiswa.
Kesulitan Belajar pada Mahasiswa Baru dan Faktor Penyebabnya dalam Kajian Psikologi Belajar Aulia Rahma Rizkiani; Khalida Ulfa Wahyu Hidayah; Olyvia Agustin; Zahra Fahma Faqihatun Nisa’; Syarifan Nurjan
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa baru sering mengalami kesulitan belajar karena harus beradaptasi dengan lingkungan dan sistem pembelajaran perguruan tinggi yang lebih mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kesulitan belajar yang dialami mahasiswa baru serta faktor-faktor penyebabnya dalam perspektif psikologi belajar. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara terhadap seorang mahasiswa baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami kesulitan fokus, lambat memahami materi, mudah lupa, dan lambat merespons dalam diskusi. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal, seperti rendahnya motivasi belajar, kecemasan akademik, stres, kurangnya kemampuan manajemen waktu, dan kesiapan mental yang belum optimal. Selain itu, faktor eksternal berupa dukungan keluarga, pengaruh teman sebaya, metode pembelajaran dosen, tuntutan akademik, serta penggunaan teknologi dan media sosial turut memengaruhi proses belajar. Dalam kajian psikologi belajar, kesulitan belajar muncul akibat hambatan dalam menerima, mengolah, dan memahami informasi. Oleh karena itu, diperlukan dukungan akademik, sosial, dan psikologis untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dan mencapai hasil belajar yang optimal.
Analisis Layanan Bimbingan Kelompok dalam Mencegah Bullying pada Siswa di Indonesia Dika Apriliansyah; Nazwa Noer Afni; Desyifa Indianti; Dinda Fatimah Azzahra; Alykha Mauliddia
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan permasalahan serius dalam dunia pendidikan Indonesia yang berdampak pada perkembangan psikologis, sosial, dan akademik peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis layanan bimbingan kelompok sebagai strategi pencegahan bullying bagi siswa di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, menelaah sumber data sekunder berupa artikel jurnal, prosiding, dan buku terbitan sepuluh tahun terakhir, yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai teknik bimbingan kelompok, seperti diskusi kelompok, sosiodrama, assertive training, cognitive behavior therapy, permainan kelompok, dan integrasi pendidikan karakter, efektif menurunkan perilaku bullying. Faktor penyebab bullying meliputi aspek individu, keluarga, sekolah, teman sebaya, media sosial, dan sosial-budaya. Layanan bimbingan kelompok terbukti mampu meningkatkan kesadaran diri, empati, pengelolaan emosi, dan keterampilan sosial siswa, sehingga berperan sebagai strategi preventif yang efektif dan berkelanjutan dalam membangun budaya sekolah anti-bullying di Indonesia.
Upaya Guru BK dalam Mengatasi Penurunan Motivasi Belajar Siswa SMA di Tasikmalaya Syaila Putri Maharani; Naufelya Panca Pradana; Novita Purnamasari; Finuala Nugraha; Haerul Lutfi Abdilah
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya motivasi belajar siswa SMA di Tasikmalaya yang berdampak pada pencapaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Guru BK mengoptimalkan layanan konseling individu dan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kesadaran diri, dukungan sosial, serta partisipasi belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya motivasi belajar siswa SMA di Tasikmalaya yang berdampak pada pencapaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Guru BK mengoptimalkan layanan konseling individu dan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kesadaran diri, dukungan sosial, serta partisipasi belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.  

Page 3 of 3 | Total Record : 27