cover
Contact Name
Miftah Alfidyah
Contact Email
pustakabangsaindonesia21@gmail.com
Phone
+62895619158302
Journal Mail Official
pustakabangsaindonesia21@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya, Jl. Lolo Gn. Sarik Lubuk Minturun Blok A/2, Kec. Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat 25158
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi dan Konseling
ISSN : 31241026     EISSN : 31241026     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Psikologi dan Konseling (JPK) merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian empiris, kajian konseptual, dan studi aplikatif di bidang psikologi dan konseling. Jurnal ini bertujuan menjadi media diseminasi pengetahuan bagi akademisi, peneliti, praktisi psikologi, konselor, serta pemerhati kesehatan mental dalam rangka pengembangan teori dan praktik psikologi yang beretika dan berbasis bukti ilmiah. Ruang lingkup jurnal meliputi psikologi pendidikan, psikologi klinis, psikologi perkembangan, psikologi sosial, psikologi industri dan organisasi, psikologi kesehatan, serta layanan bimbingan dan konseling di berbagai setting. Jurnal ini mendorong pendekatan penelitian kuantitatif, kualitatif, maupun metode campuran yang relevan dengan isu-isu psikologis dan konseling pada tingkat individu, kelompok, maupun masyarakat.
Articles 27 Documents
Mindfulness-Based Counseling for College Student Anxiety: A Literature Review Sabrina Livera Aura Bismiko; Tristiadi Ardi Ardani
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji relevansi dan efektivitas konseling berbasis mindfulness dalam menurunkan kecemasan pada mahasiswa melalui pendekatan tinjauan literatur naratif terstruktur. Sumber diperoleh dari berbagai basis data ilmiah dengan fokus publikasi tahun 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi mindfulness secara konsisten mampu mengurangi kecemasan, stres, ruminasi, dan gejala depresi pada mahasiswa, terutama dalam format kelompok singkat, daring, maupun blended. Program tatap muka tetap efektif, namun format digital meningkatkan aksesibilitas dan menjawab hambatan pencarian bantuan psikologis. Mekanisme utama yang berkontribusi terhadap efektivitas meliputi peningkatan regulasi perhatian, penurunan ruminasi, penerimaan emosi, dan kesadaran diri. Meski demikian, variasi format intervensi, durasi tindak lanjut yang singkat, serta dominasi pengukuran self-report menjadi keterbatasan utama. Konseling berbasis mindfulness lebih tepat sebagai intervensi preventif dan dini di layanan kampus, bukan solusi tunggal untuk kasus klinis berat.
Pengaruh Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Keterlibatan Kerja pada Guru SMA Rini Quroyzhin Kartika; Aprilian Hedi
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlibatan kerja (work engagement) merupakan kondisi psikologis pekerja yang tercermin melalui aspek fisik, kognitif, dan emosional. Kondisi ini berhubungan dengan kinerja sehingga menumbuhkan rasa bangga terhadap pekerjaan serta kepentingan bagi diri dan organisasi. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kepuasan kerja dan motivasi kerja terhadap keterlibatan kerja guru SMA. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data primer berupa kuesioner yang disebarkan secara acak melalui WhatsApp dan Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh terhadap keterlibatan kerja. Namun, secara parsial kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan kerja. Kontribusi kedua variabel tersebut sebesar 53,9% terhadap keterlibatan kerja. Selain itu, keterlibatan kerja guru tergolong tinggi, kepuasan kerja sedang, dan motivasi kerja tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya motivasi dalam meningkatkan keterlibatan kerja guru secara berkelanjutan. Implikasi praktis penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan kebijakan sekolah dalam meningkatkan kualitas kinerja guru melalui strategi motivasional yang tepat.
Gambaran Self-Acceptance pada Penyintas Kekerasan Seksual Incest Aisyah Putri Rawe Mahardika; Tya Apriani
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami proses penerimaan diri (self-acceptance) pada penyintas kekerasan seksual incest. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan dua perempuan dewasa awal sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua partisipan memiliki dinamika penerimaan diri yang berbeda. Satu partisipan masih mengalami trauma, rendah diri, dan kesulitan menerima masa lalu, sedangkan partisipan lainnya menunjukkan penerimaan diri lebih matang melalui dukungan sosial, coping adaptif, dan pemaknaan positif. Faktor utama yang memengaruhi proses penerimaan diri meliputi dukungan sosial, pemahaman diri, pengelolaan emosi, dan pengalaman relasi pascatrauma. Penelitian ini menegaskan bahwa penerimaan diri merupakan proses dinamis yang penting dalam pemulihan psikologis penyintas incest.
Tinjauan Sistematis: Faktor Risiko Bullying pada Anak Sekolah Dasar Usia 10-15 Tahun Angelina Sofie Armidika; Sasya Gaby Rizka; Zellina Ai’nur Rahmah; Revalina Wahyudi; Rosidah Gita Firdaus
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko terjadinya bullying pada anak usia sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Artikel yang dianalisis berasal dari database ilmiah dengan kriteria inklusi tertentu dan mencakup 15 studi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko bullying bersifat multidimensional, meliputi faktor individu, keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Faktor individu seperti perilaku agresif, emosi negatif, dan regulasi emosi menjadi faktor dominan. Faktor keluarga meliputi pengalaman buruk masa kecil dan pola asuh, sedangkan faktor sekolah berkaitan dengan iklim sekolah dan dukungan pendidikan. Faktor lingkungan sosial seperti kemiskinan, diskriminasi, dan keterbatasan akses layanan kesehatan mental juga berkontribusi. Temuan ini menunjukkan perlunya pendekatan komprehensif dalampencegahan bullying yang melibatkan berbagai pihak.
Komunikasi Vertikal dan Kepuasan Kerja Karyawan Generasi Z: Systematic Literature Review Adinda Rikhadatul Aisy; Zellina Ai’nur Rahma; Ahmad Fahrezi Fadhil Anam; Lely Nur Azizah; Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis hubungan antara komunikasi vertikal dan kepuasan kerja karyawan Generasi Z. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA, terpilih 15 artikel relevan dari database ilmiah untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi vertikal yang positif, seperti kepemimpinan transformasional dan kepercayaan pada atasan, secara signifikan meningkatkan kepuasan kerja. Sebaliknya, komunikasi negatif seperti pengawasan kasar memicu stres kerja dan keinginan untuk keluar. Di industri, Generasi Z membutuhkan pola komunikasi dua arah yang terbuka dan partisipatif agar merasa terlibat dalam pengambilan keputusan.
Body Image, Kepercayaan Diri, dan Quarter Life Crisis pada Mahasiswi Perguruan Tinggi Rindi Astika Yuliana; Kristina Samca Susi
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara body image, kepercayaan diri, dan quarter life crisis pada mahasiswa perempuan. Perkembangan media sosial dan standar kecantikan modern berpengaruh signifikan terhadap persepsi mahasiswa terhadap penampilan fisik. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kepercayaan diri, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental serta memicu quarter life crisis pada masa dewasa awal. Quarter life crisis ditandai dengan kecemasan masa depan, tekanan sosial, ketidakpastian karier, dan rendahnya kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap 30 mahasiswi LP3I College Yogyakarta pada Desember 2025 hingga Februari 2026. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar informan mengalami ketidakpuasan terhadap penampilan fisik akibat standar kecantikan media sosial dan lingkungan kampus. Hal ini memengaruhi kepercayaan diri dalam interaksi sosial, akademik, dan relasi. Selain itu, rendahnya kepercayaan diri turut berkontribusi terhadap quarter life crisis. Penelitian ini menyimpulkan adanya keterkaitan erat antarvariabel tersebut.
Ketika Warna Berbicara: Psikologi di Balik Desain Visual dan Emosi Audiens Attaullah Muhammad Dzaki; Raisa Nadra Aqila Purnomo; Syerlie Annisa
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warna merupakan elemen penting dalam desain visual yang memengaruhi respons emosional, kognitif, dan perilaku audiens. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemilihan warna terhadap kondisi emosional audiens melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak 45 artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2014–2024 dianalisis untuk mengidentifikasi mekanisme utama psikologi warna. Hasil kajian menunjukkan tiga mekanisme utama, yaitu respons afektif yang dipengaruhi karakteristik fisik warna, asosiasi kognitif yang terbentuk melalui pengalaman budaya dan personal, serta pengaruh konteks desain terhadap interpretasi warna. Temuan menunjukkan bahwa warna hangat, seperti merah, oranye, dan kuning, cenderung meningkatkan tingkat arousal, sedangkan warna dingin, seperti biru dan hijau, meningkatkan persepsi kepercayaan dan ketenangan. Kajian ini juga mengidentifikasi keterbatasan penelitian pada konteks lintas budaya berbasis digital dan pengukuran fisiologis yang objektif. Sebagai implikasi, penelitian ini mengusulkan kerangka Color–Emotion–Behavior (CEB) untuk mendukung praktik desain visual dan penelitian lanjutan.
Menghafal Al-Qur’an sebagai Sarana Pembentukan Karakter Peserta Didik: Kajian Literatur Berbasis Neurosains Bagus Aditya Nugroho; Labib Abdul Wahhab
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan karakter pada peserta didik penghafal Al-Qur’an masih menjadi isu penting dalam berbagai kajian, sementara penelitian terintegrasi antara tahfizh dan mekanisme biologis otak masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka konseptual yang menghubungkan aktivitas tahfizh, neurosains kognitif, dan pembentukan karakter. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan narrative literature review berbasis data sekunder (2020–2026) yang diperoleh melalui Publish or Perish. Berdasarkan kriteria inklusi, diperoleh 10 artikel utama yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengulangan dalam menghafal Al-Qur’an dapat menstimulasi neuroplastisitas otak melalui penguatan koneksi sinaptik (prinsip Hebbian) serta sinkronisasi gelombang otak. Proses ini berdampak pada peningkatan memori jangka panjang dan regulasi emosi, yang berkontribusi pada pembentukan karakter disiplin, tekun, dan memiliki kontrol diri. Kesimpulannya, menghafal Al-Qur’an tidak hanya ibadah spiritual, tetapi juga stimulus neurologis pembentuk karakter.
Pengalaman Psikologis dan Spiritual Pasien Ginjal Kronis pada Hemodialisis Jangka Panjang: Studi Fenomenologis Dewi Asyikhah Supini; Aldilla Dyas Nurfitri
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis jangka panjang sering menghadapi tantangan fisik, psikologis, dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman psikologis dan spiritual pasien selama menjalani hemodialisis jangka panjang, serta makna yang dibangun pasien dalam menghadapi kondisi sakitnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan melibatkan pasien perempuan berusia 60 tahun yang telah menjalani hemodialisis selama empat tahun. Data diperoleh melalui wawancara mendalam untuk menggali pengalaman emosional, bentuk penerimaan diri, serta upaya coping yang dilakukan pasien dalam menjalani pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mengalami berbagai dinamika emosional seperti kelelahan, kejenuhan, dan kecemasan, namun mampu membangun penerimaan diri melalui kedekatan spiritual dengan Tuhan, dukungan keluarga, serta pemaknaan positif terhadap penyakit yang dialami. Spiritualitas menjadi sumber kekuatan utama yang membantu pasien bertahan dan menjalani terapi dengan lebih tenang dan ikhlas. Penelitian ini menunjukkan pengalaman psikospiritual dengan pendekatan yang humanis memiliki peran penting dalam proses adaptasi pasien.
Confession Anonim sebagai Bentuk Katarsis di Platform X: Tinjauan Online Disinhibition Effect dan Self-Disclosure Najma Selima El Hasna; Ellen Prima
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena confession anonim sebagai media katarsis digital bagi Generasi Z di platform X melalui sudut pandang Online Disinhibition Effect (ODE) dan pengungkapan diri. Menggunakan metode studi kepustakaan (library research), artikel ini menganalisis bagaimana melonggarnya hambatan psikologis di lingkungan daring memengaruhi intensitas pengungkapan diri. Hasil analisis menunjukkan bahwa enam faktor disinhibisi online terutama anonimitas disosiatif dan ketidakterlihatan memfasilitasi pengguna untuk melakukan pengungkapan diri secara lebih bebas dibandingkan dalam interaksi di dunia nyata. Ketika pengungkapan diri ini mendapatkan respons positif, terjadi proses katarsis (benign disinhibition) yang memberikan kelegaan emosional melalui fenomena yang dikenal sebagai ‘nyambat’. Namun, dinamika ini bersifat ambivalen (saling bertentangan). Jika terjebak dalam toxic disinhibition, aktivitas ini justru memicu oversharing, overthinking, dan kerentanan terhadap cyberbullying yang memperburuk kesejahteraan emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun ruang anonim di platform X dapat berfungsi sebagai media pelepasan emosi yang efektif, keberhasilannya sangat bergantung pada literasi digital pengguna dan kesadaran akan batasan dalam mengelola privasi.

Page 2 of 3 | Total Record : 27