cover
Contact Name
asran
Contact Email
asran@tritunas.ac.id
Phone
+6285299629686
Journal Mail Official
asran@tritunas.ac.id
Editorial Address
JL. Tamangapa Raya No.168 Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
ISSN : 28284771     EISSN : 28284771     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Teknik Lingkungan dan Keselamatan (JESE) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional sejak Februari 2022 dengan e-ISSN 2828-4771. JESE menerima makalah ilmiah dalam bentuk laporan penelitian (makalah penelitian asli) dan tinjauan pustaka dengan fokus pada bidang prinsip-prinsip teknik lingkungan dan keselamatan.
Articles 39 Documents
Pengaruh Kebisingan Terhadap Status Pendengaran Pekerja Di Pt. Mata Bondu Sultra Muh. Ikhzal Rambu; A. Jusriadi; Asmiana Saputri Ilyas
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 4 No. 2 (2025): Juny - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63916/jese.v4i2.347

Abstract

Pendahuluan: Pekerja industri pertambangan merupakan populasi yang berisiko mengalami ketulian akibat bising karena proses produksi menggunakan berbagai mesin yang menghasilkan bising. Paparan kebisingan secara terus menerus dapat mempengaruhi status pendengaran dan menyebabkan gangguan pendengaran yaitu ketulian. Tujuan: dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kebisingan terhadap status pendengaran pekerja di PT. Mata Bondu Sultra. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dan analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 17 orang sebagai kelompok terpapar dan 17 orang kelompok tidak terpapar. Pengambilan data melalui pengukuran secara langsung dan kuesioner. Data dianalisis pengaruh kebisingan, umur, masa kerja dan penggunaan Alat Pelindung Telinga (APT) terhadap status pendengaran pekerja dengan uji regresi logistik dan uji regresi logistik ganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas kebisingan pada bagian material preparation sebesar 88,5 dB dan pada bagian kantor sebesar 53 dB. Rata-rata Nilai Ambang Dengar (NAD) kelompok terpapar 31,3 dB pada telinga kiri dan 31,5 dB pada telinga kanan. Pada kelompok tidak terpapar, 22,8 dB pada telinga kiri dan 24,1 dB pada telinga kanan. Kebisingan, umur, masa kerja dan penggunaan Alat Pelindung Telinga (APT) berpengaruh terhadap status pendengaran pekerja. Secara bersamaan, kebisingan berpengaruh lebih kuat terhadap status pendengaran pekerja daripada umur, masa kerja dan penggunaan Alat Pelindung Telinga (APT) dan secara statistik bermakna (p=0,008) dengan koefisien β tertinggi (β=3,485). Saran: adapun saran yang diberikan pada PT. Mata Bondu Sultra adalah mengoptimalkan pengawasan terhadap penggunaan dan perawatan Alat Pelindung Telinga (APT) pada pekerja sehingga dapat efektif mengurangi paparan kebisingan yang diterima.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemampuan Organisasi Melalui Penerapan MRM (Mineral Resource Management) Studi Kasus Pada Department Of Mines Dan Exploration PT. Vale Indonesia.Tbk Suleman Palayu; Adi Hermawan; Ririn Sabriadi
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 4 No. 2 (2025): Juny - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63916/jese.v4i2.353

Abstract

Pendahuluan: Dalam era globalisasi dan perkembangan industri pertambangan yang pesat, perusahaan-perusahaan di sektor ini dituntut untuk terus meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasionalnya. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan menerapkan sistem manajemen yang dapat mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam, khususnya mineral, melalui pendekatan Mineral Resource Management (MRM). MRM mengintegrasikan berbagai faktor teknis, ekonomi, dan lingkungan dalam pengelolaan sumber daya mineral yang berkelanjutan. Penerapan MRM yang efektif dapat membantu perusahaan meningkatkan kapabilitas organisasi dalam menghadapi tantangan terkait pengelolaan cadangan mineral, pengoptimalan produksi, serta pemenuhan regulasi lingkungan. Tujuan: untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan MRM dan dampaknya terhadap kapabilitas organisasi PT Vale Indonesia Tbk. Metode: Dengan menggunakan metode survei dan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan karyawan dari departemen Mines and Exploration dengan pengalaman lebih dari lima tahun. Hasil: berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan manajerial, praktik manajemen strategis, dan kapasitas untuk beradaptasi dengan perubahan memiliki pengaruh signifikan terhadap implementasi MRM. Selain itu, kinerja MRM yang baik juga berkontribusi positif terhadap peningkatan kapabilitas organisasi. Kesimpulan: praktik manajemen strategis, dan kapasitas untuk beradaptasi dengan perubahan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pelaksanaan MRM. Saran: yang diberikan untuk meningkatkan penerapan MRM adalah peningkatan kepemimpinan manajerial, penguatan praktik manajemen strategis, serta peningkatan kapasitas untuk perubahan
Hubungan Pelaksanaan Prosedur K3 Dengan Pencapaian Waktu Kerja Produktif Pada Lkps Mandiri Sorowako Kabupaten Luwuk Timur Musafir; Basri; Sri Hariati Mustari
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 4 No. 2 (2025): Juny - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63916/jese.v4i2.354

Abstract

Pendahuluan: pelaksanaan keselamatan dan kesehatan Kerja, waktu kerja produktif, serta penerapan oleh pihak-pihak yang terkait untuk pencegahan keselamatan kerja sangat rendah, hal ini menjadi salah satu kendala pada semua jenis pelatihan alat berat yang di lakukan pada perusahaan, karena masih banyaknya paradigma yang mengatakan bahwa safety sangat mahal dan hanya membuang uang. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hubungan pelaksanaan prosedur K3 dengan pencapaian waktu kerja produktif Pada LKPS Mandiri Sorowako. Metode: penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik pendekatan Cross Sectional dengan teknik penarikan sampel purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 63. Analisis statistik yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat. Hasil: berdasarkan hasil uji Chi-square untuk melihat hubungan dua variabel menunjukan nilai X2 hitung (18,046)>X2tabel (3,841) dan nilai p value(0,001) < α (0,05). Kesimpulan: terdapat hubungan antara pelaksanaan prosedur K3 dengan pencapaian waktu kerja karyawan di di LKPS Mandiri Sorowako Tahun 2025 Saran: Perusahaan harus lebih meningkatkan komitmennya dalam pelaksanaan prosedur K3 seperti membuat kebijakan K3, perusahaan juga harus lebih sering aktif dalam mensosialisasikan K3 baik dalam komunikasi maupun pelatihan dengan maksimal.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Di Unit Main Office Plant Site, PT. X. , Kabupaten Luwu Timur Eri Sakti Nugroho; Yusrianto; Nunik Sulistyaningtyas
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 4 No. 2 (2025): Juny - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63916/jese.v4i2.356

Abstract

Latar Belakang: Kecelakaan timbul sebagai hasil gabungan dari beberapa faktor, faktor yang paling utama adalah faktor peralatan teknis, lingkungan kerja, danpekerja itu sendiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja di Unit Main Office Plant Site, PT. X, Kabupaten Luwu Timur pada tahun 2025. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan rancangan Cross Sectional Study, melibatkan 54 tenaga kerja. Faktor-faktor yang diteliti meliputi umur, masa kerja, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), dan kelelahan kerja. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara umur dan penggunaan APD dengan kejadian kecelakaan kerja, dengan nilai p masing-masing 0,037 dan 0,000. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara masa kerja dan kelelahan kerja dengan kecelakaan kerja. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan kesadaran akan pentingnya penggunaan APD serta perhatian khusus terhadap kelompok umur tertentu untuk mencegah kecelakaan kerja. Saran yang diajukan adalah peningkatan pengawasan, pelatihan keselamatan kerja, dan pengendalian penggunaan APD untuk meminimalisir risiko kecelakaan di tempat kerja.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI KERJA PADA KARYAWAN PT TRAKINDO UTAMA SOROWAKO, KAB. LUWU TIMUR TAHUN 2026 Gapur; Adi Hermawan; Asmiana Saputri Ilyas
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 5 No. 1 (2026): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Menurut As’ad motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja. Dengan demikian, motivasi yang ada pada seseorag merupakan kekuatan pendorong yang akan mewujudkan suatu perilaku guna mencapai tujuan kepuasan dirinya. Sedangkan Amalia (Wibowo, 2008) menjelaskan bahwa motivasi kerja adalah dorongan upaya dan keinginan yang di dalam diri manusia yang mengaktifkan, memberi daya serta mengarahkan perilakunya untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam lingkungan pekerjaannya, Banyak ditemukan kendala dalam penyelenggaraan pelayanan, dalam memberikan pelayanan seperti rendahnya tingkat kinerja atau produktifitas kerja bagi tenaga kerja. Metode: Penelitian ini dilaksanakan di PT. Trakindo Utama Sorowako, Kab. Luwu Timur selama 30 hari mulai pada tanggal 1 juni sampai dengan 30 Juni 2024 dengan mengambil sampel sebanyak 98 karyawan dengan jenis panarikan sampel secara Accidental sampling, yaitu sampel diambil pada saat penelitian sedang belangsung . Data diolah dan dianalisis disesuaikan dengan tujuan penelitian. Hasil analisis data disajikan dalam bentuk tabel yang dilengkapi dengan penjelasan. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa insentif, pelatihan dan anugrah masa kerja merupakan daya tarik orang datang dan tinggal dalam suatu organisasi yang artinya sistem pengkajian dan pelaksanaannya perlu dikembangkan sedemikian rupa agar sistem perangsang adil dan berbuat lebih baik atau lebih banyak bukan sekedar upah atas pekerjaan yang dilakukan. Kesimpulan: Dorongan insentif, pelatihan dan anugrah masa kerja yang diberikan bagi karyawan yang tentunya akan memacu semangat kerja dan memberikan dorongan untuk melaksanakan setiap tugas dan fungsinya. insentif, pelatihan dan anugrah masa kerja penting diberikan karena sebagai salah satu upaya yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi kerja dan keinginan untuk berprestasi.
PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TEKNIK KONSTRUKSI DAN PROPERTI DI PT A TAHUN 2026 Irwan Amar; Anggun Permata Arfah M
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 5 No. 1 (2026): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63916/jese.v5i1.397

Abstract

Latar Belakang: Industri konstruksi merupakan salah satu industri yang paling beresiko terhadap keselamatan pekerja. Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menyatakan bahwa satu dari enam kecelakaan fatal di tempat kerja terjadi di lokasi konstruksi. Menurut perkiraan terbaru yang dikeluarkan oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), 2,78 juta pekerja meninggal setiap tahun karena kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Tujuan penelitian ini untuk Untuk mengetahui gambaran Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Teknik Konstruksi Dan Properti. Metode penelitian: yang digunakan penelitian deskriptif pendekatan survey kuantitatif dengan teknik penarikan sampel purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 191. Analisis statistik yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat. Pada analisis bivariat menggunakan uji Mann Whitney untuk melihat gambaran variabel. Hasil: penelitian bahwa Nilai Sig atau nilai P Value variabel penetapan K3 (0,005),Perencanaan K3 (0,001),Pelaksanaan K3 (0,001) dan evaluasi K3(0.01), terdapat pengaruh penetapan K3 Perencanaan K3,Pelaksanaan K3) dan evaluasi K3 terhadap Penerapan K3 pada Pekerja Kontruksi Teknik Konstruksi Dan Properti Di PT A Tahun 2024. Kesimpulan: Pada setiap kebijakan perusahaan harus diselarasikan dengan kebijakan K3 yang dibuat dengan berkomitmen oleh pihak perusahaan
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA KARYAWAN DI UNIT KERJA ENVIRONMENT, PERMIT MANAGEMENT MAIN OFFICE PALNT PT. X , KAB. LUWU TIMUR TAHUN 2026 Irwan Amar; Edy Tangkelayu
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 5 No. 1 (2026): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asti m.s. Hubungan Penggunaan Alat Pelindung Diri dan masa Kerja Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pengumpul Sampah Pasar Kota Yogyakarta, jurnal Kesmas tahun 2017, http//www.fkm undip.ac.id Askes tanggal 30 April 2026 Bayer cropscience indonesia, 2007. Personal protective equiepment. Surabaya :Bayer Indonesia. Cara Pemeliharaan Alat Pelindung Diri, http:xa.yimg.compemeliharaan askes tanggal tanggal 30 April 2026 Cipta Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor : per.01/men/1981 Tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja Direktorat Pengawas Norma Keselamatan dan Kesehatan kerja (DPK3). 2007.Himpunan Peraturan Perundang-Undangan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja. Jakarta : departemen tenaga kerja R I. Erna.2005.Utudi Tentang Stres Kerja Terhadap Petugas Pemadam Kebakaran Pada Dinas Pelayanan Darurat dan Pemadam Kebakaran Kota Makassar tahun 2005, FKM, Unhas Nedved, m dan imamkhasani s. 1991. Dasar-dasar keselamatan kerja bidang kimia dan pengendalian bahaya besar. Jakarta : ILO (internationallabourorganization).notoatmojo, Perwitasari, Tingkat Resiko Pemakaian Alat Pelindung Diri dan Higiene Petugas di Laboratorium klinik rsupn ciptomangkusumo. Jakarta. Prasetijo, r dan j . Perilaku konsumen.Yogyakarta : Andi.2004 Soekidjo. 2002. Metode Menelitian Kesehatan. Jakarta : Putri rineka Sahab, syukri.1997. Tehnik Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta : PT Bina Sumber Daya Manusia. Suma’mur p. K,1996. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan. Jakarta :CV Haji Massagung., Tarwaka. 2008. Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Manajemen dan Implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Tempat Kerja. Surakarta : harapan press. Suma`mur,pk.2009.Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (hiperkes).Sagung seto,Jakarta. Walgino b. 1995. Bimbingan dan Penyuluhan Disekolah,Fakultas Psikologi UGM Yogyakarta
HUBUNGAN WAKTU KERJA DAN PELATIHAN DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA BAGIAN FURNACE PLANT SITE PT. VALE INDONESIA TBK. TAHUN 2026 Abdul Jabbar; Andi Jusriadi; Sahdan Mustari
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 5 No. 1 (2026): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Jumlah kecelakan kerja di Indonesia menurut jenis keanggotaan BPJS ketenagakerjaan dilaporkan sebanyak 159.127 kasus dari Pekerja Penerima Upah, 7.845 kasus dari Pekerja Bukan Penerima Upah dan 1.363 kasus dari Pekerja Jasa Konstruksi. Sedangkan untuk Penyakit Akibat Kerja tercatat sebanyak 91 kasus. Tujuan: penelitian ini mengetahui Hubungan masa Kerja dan pelatihan Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja di Area Furnace Plant Site PT. Vale indonesia Tbk Tahun 2024. Metode: penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik pendekatan Cross Sectional dengan teknik penarikan sampel purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 67. Analisis statistik yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat. Pada analisis bivariat menggunakan uji Chi-square untuk melihat hubungan dua variabel. Hasil: penelitian bahwa terdapat hubungan masa kerja dengan nilai X2= 14,370 p= 0,001, Pelatihan K3 (X2= 11,417 p= 0,001) terhadap Kecelakaan Kerja di Area Furnace Plant Site PT. Vale indonesia Tbk. Kesimpulan: Saran bahwa Program pelatihan K3 kepada karyawan harus lebih ditingkatkan agar pekerja tidak hanya semakin berperilaku aman dalam bekerja namun juga dapat meningkatkan keterampilan pekerja yang nantinya dapat meningkatkan produktivitas
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK KONSTRUKSI DI PT. VALE INDONESIA KABUPATEN LUWU TIMUR Ika Widijaswati; Andi Jusriadi; Karlyna Bte Muhammad; Nunik Sulistyaningtyas
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 5 No. 1 (2026): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi di PT. Vale Indonesia Tbk. dengan fokus pada identifikasi kendala penerapan K3. Penelitian menggunakan metode observasional deskriptif dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 32 responden dari 10 proyek konstruksi yang sedang berlangsung. Analisis data melibatkan perhitungan nilai mean dan simpangan baku untuk mengukur tingkat implementasi K3. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa program K3 yang paling diutamakan adalah perlindungan terhadap publik, seperti pemasangan rambu keselamatan dan jalur evakuasi. Namun, kendala terbesar berasal dari sisi pekerja, termasuk kurangnya kesadaran tentang pentingnya K3 dan ketidaknyamanan dalam menggunakan alat pelindung diri (APD). Dari sisi perusahaan, hambatan meliputi pengawasan pemerintah yang lemah dan kurangnya alokasi anggaran untuk pelaksanaan K3. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun pelaksanaan program K3 di PT. Vale Indonesia telah dilakukan, masih terdapat kekurangan dalam kesadaran pekerja dan dukungan perusahaan terhadap penerapan K3. Disarankan agar perusahaan meningkatkan pendekatan edukatif terhadap pekerja dan memperkuat pengawasan serta dukungan anggaran untuk program K3.

Page 4 of 4 | Total Record : 39