cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+6285241067888
Journal Mail Official
lppmstikmakassar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
ISSN : 26218364     EISSN : 26231972     DOI : 10.51171
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 83 Documents
GIZI SEIMBANG DAN CEGAH STUNTING SEJAK DINI (GIZI CERIA) Andi Alfiya Fakhira; Nurleli; Renaldi M; Jufri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.772

Abstract

Latar belakang: Pemerintah Indonesia memiliki ambisi dengan beberapa target yaitu mengakhiri segala bentuk pravelensi stunting dibawah 14% di tahun 2025 dan menurunkan prevelensi wasting atau kurang gizi menjadi 7% di tahun 2025. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan data pada tahun 2021 kasus stunting tercatat sebanyak 24,4%, dan pada tahun 2024 menurun menjadi 14%. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan dalam memberikan gizi seimbang kepada anak untuk mencegah stunting dan meningkatkan kesehatan anak. Metode: Dalam kegiatan ini, digunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode ini digunakan untuk menggambarkan secara langsung proses pelaksanaan penyuluhan, mulai dari penyampaian materi, interaksi dengan peserta, hingga respon ibu baduta selama kegiatan berlangsung. Hasil: Hasil pre-test menunjukaan rata-rata sebesar 11 orang tua menjawab benar dengan total 33 orang tua, sedangkan setelah dilakukan edukasi penyampaian materi hasil dan dilanjutkan melakukan post-test mendapatkan 28 orang tua menjawab benar dengan total 33 orang tua. Kesimpulan: Pemahaman terkait gizi seimbang orang tua pada wilayah kerja Puskesmas Cakkuridi meningkat dalam kategori sedang. Pemberian pemahaman terkain pencegahan stunting dengan menekankan pada gizi seimbang juda daptat dikatakan berjalan dengan sangat baik sehingga kedepannya para orang tua dapat menerapkan gizi seimbang
"MAMAH CERDAS GIZI" UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN GIZI IBU BADUTA Diandarmayanti; Esse Puji Pawenrusi; Renaldi M
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.773

Abstract

Latar belakang: Kurangnya pemahaman ibu balita tentang cara penyajian tekstur dan frekuensi MP-ASI masih menjadi tantangan yang berdampak pada risiko kekurangan gizi, terhambatnya pertumbuhan, serta pola makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan anak usia 6–24 bulan Tujuan:Kegiatan “MAMAH CERDAS GIZI” bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu balita dalam penyajian MP-ASI yang tepat Metode: Metode: Program ini dilaksanakan melalui penyuluhan dengan pendekatan ceramah interaktif, dilengkapi dengan pre-test dan post-test kepada 12 ibu balita untuk mengukur perubahan pemahaman Hasil:Sebelum penyuluhan, 75% ibu berada dalam kategori pemahaman rendah dan hanya 25% yang berada dalam kategori cukup. Setelah intervensi, proporsi pemahaman yang cukup meningkat menjadi 83%, sementara yang dalam kategori rendah berkurang menjadi 17%. Rata-rata skor pemahaman naik dari 64,3 pada pre-test menjadi 74,2 pada post-test, menunjukkan peningkatan sebesar 15,4%. Kesimpulan: Penyuluhan “MAMAH CERDAS GIZI” terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu balita mengenai penyajian tekstur dan frekuensi MP-ASI, sehingga program ini direkomendasikan sebagai langkah promotif untuk mendukung pemenuhan gizi pada anak di bawah dua tahun.
MENINGKATKAN LITERASI KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK MENCEGAH PERNIKAHAN DINI DI KELURAHAN CABENGE Ilham Syam; Hardianti; Esse Puji Pawenrusi; Rifkah Aulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.780

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan dini masih menjadi isu yang berdampak pada kesehatan reproduksi remaja, terutama karena kurangnya pemahaman mengenai risiko kesehatan, psikologis, dan sosial yang dapat ditimbulkannya. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya edukasi yang terarah untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja sebagai langkah pencegahan pernikahan dini di Kelurahan Cabenge. Metode: Pengabdian masyarakat dilakukan pada 31 siswa MTs As’ Adiyah 04 Cabenge menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif. Intervensi meliputi pre-test, penyuluhan interaktif menggunakan poster dan PowerPoint, sesi diskusi untuk memperjelas materi, serta post-test untuk menilai perubahan pengetahuan. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat peningkatan pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan. Sebelum intervensi, sebagian besar peserta berada dalam kategori pengetahuan kurang (74,2%), namun setelah edukasi angka tersebut menurun menjadi 12,9%. Sebaliknya, kategori pengetahuan cukup meningkat dari 25,8% menjadi 87,1%. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan berperan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja terkait risiko pernikahan dini. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan angka pernikahan dini di Kelurahan Cabenge melalui peningkatan kesadaran dan pengambilan keputusan yang lebih bijak di kalangan remaja.