cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+6285241067888
Journal Mail Official
lppmstikmakassar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
ISSN : 26218364     EISSN : 26231972     DOI : 10.51171
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 83 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DENGAN PENYULUHAN DAN PENCEGAHAN INFARK MIOKARD AKUT DI KELURAHAN SAWAH LAMA Zaikar Faisal; Novitasari; Shinta Trimulya; Dian mentari putri; Dinda Aldila; Juliati; Rini Susanti; Ratnasari; Meri Padila; Devi Andriani; Annisa Nurul Islami; Fareza Januwarti; Irwan Mariyadi; Nabila Syafira; Desi Apriyanti; Dwi Koernia Putri; Sirlia Salsabila Bren; Yunita Adriani; Nira Andayani; Melisa Fitri; Wahyu Perdana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i1.643

Abstract

Latar belakang: Infark Miokard Akut (IMA) merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, yang banyak dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko dan deteksi dini. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Sawah Lama bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan IMA melalui penyuluhan interaktif dan pemeriksaan kesehatan dasar. Metode: Metode pelaksanaan menggunakan desain One Group Pretest–Posttest dengan melibatkan 20 peserta. Kegiatan meliputi penyuluhan menggunakan leaflet, diskusi, sesi tanya jawab, serta pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah. Hasil: Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan masyarakat dari 65,5 menjadi 97, dengan peningkatan sebesar 50,7% (p < 0,001). Rata-rata kepuasan peserta mencapai 4,77 (kategori sangat puas), menunjukkan efektivitas metode penyuluhan interaktif. Sebagian besar peserta memiliki hasil pemeriksaan kesehatan dalam batas normal, meskipun beberapa perlu pemantauan lanjutan. Kesimpulan: Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan IMA, serta memperkuat peran pemberdayaan komunitas sebagai model pengabdian masyarakat berkelanjutan dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular.
GERAKAN PEDULI GIZI IBU: PENYULUHAN DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BAGI IBU HAMIL KEK DI DESA BONTO Chitra Dewi; Muhammad Syahrir; Nurfitri; Muti Sahida; Nadin Citra Mulya; Andi Tilka Muftiah Ridjal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i1.651

Abstract

Latar belakang: Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan ibu dan perkembangan janin. Ibu hamil yang mengalami KEK lebih rentan mengalami gangguan selama kehamilan serta berpotensi melahirkan bayi dengan berat badan rendah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya PMT dalam mendukung status gizi selama kehamilan melalui kegiatan penyuluhan dan pemberian makanan. Metode: Penyuluhan dilakukan dengan media poster, pembuatan dan pemberian PMT, serta pengukuran pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Selain itu, dilakukan pengukuran LILA dan berat badan. Hasil: Meskipun perubahan status gizi belum terlihat dalam waktu singkat, diharapkan bahwa ibu hamil dan masyarakat dapat mengolah dan mengonsumsi bahan makanan yang sesuai untuk meningkatkan kecukupan gizi. Setelah pelaksanaan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai PMT. Hasil pre-test menunjukkan 15% responden memiliki pengetahuan cukup, dan 85% kurang. Pada post-test, 100% responden memiliki pengetahuan yang cukup. Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan dan PMT bagi ibu hamil di Desa Bonto meningkatkan berhasil pengetahuan sebesar 85% dan mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal bergizi. Diharapkan program ini berlanjut melalui pendampingan Puskesmas dan dukungan pemerintah desa agar berdampak lebih luas dalam pencegahan KEK dan stunting.
SIGAP DBD DENGAN 3M PLUS SEBAGAI PENCEGAHAN DBD DI RW 015 PARAKANYASAG, INDIHIANG, KOTA TASIKMALAYA Adinda Aulia; Amanda Salmaa Zakiyyah; Chaerunisa Nur Fitrya; Adnan Habib; Muhammad Rusydi Murtadho; Muhamad Vadhiel Faiz Hawari; Andy Muharry
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i1.656

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tingginya risiko penularan dipengaruhi rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan pengendalian perindukan nyamuk. Sehingga perlu ada upaya peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat untuk mengurangi risiko terkena DDB. Tujuan: Kegiatan “SIGAP DBD dengan 3M Plus” dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi warga, serta mendorong penerapan strategi pencegahan berbasis komunitas secara berkelanjutan. Metode: Kegiatan sosialisasi DBD dilaksanakan edukatif dan partisipatif di Perumahan Wijaya Regency, meliputi pre-test, penyuluhan, diskusi interaktif, post-test, dan aksi bersih untuk pengendalian sarang nyamuk. Hasil: Peserta berpartisipasi aktif dalam penyuluhan dan aksi bersih lingkungan, menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran terhadap pencegahan DBD. Kesimpulan: Pemberdayaan masyarakat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi pencegahan DBD.
CEGAH STUNTING MELALUI PERMAINAN TEBAK GAMBAR CTPS PADA ANAK DI SD NEGERI 171 LOMPO BARU Andi Ayumar; Suarni; Jufri; Andi Yulia Kasma; Aulia Aryani Purnama Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.732

Abstract

Latar belakang: Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan perilaku hidup bersih yang sangat penting dalam mencegah penularan penyakit seperti diare, ISPA, dan infeksi lainnya. Namun, masih banyak siswa sekolah dasar yang belum memahami langkah CTPS yang benar dan waktu-waktu penting melakukannya, sehingga diperlukan edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran dan keterampilan mereka. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan edukasi CTPS serta melihat peningkatan pengetahuan dan praktik siswa mengenai cuci tangan yang benar sebagai upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Metode: Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi tujuh langkah CTPS, permainan edukatif tebak gambar, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil: Pengetahuan siswa meningkat setelah penyuluhan, di mana sebelum kegiatan 64,5% berada pada kategori cukup dan 35,5% kurang, sedangkan setelah penyuluhan seluruh siswa (100%) berada pada kategori cukup. Kesimpulan: Edukasi CTPS terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku cuci tangan siswa sekolah dasar. Kegiatan ini dapat digunakan sebagai strategi promotif untuk mendukung kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
CACING SIRNA: MODEL EDUKASI INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PRAKTIK PENCEGAHAN KECACINGAN PADA SISWA SDN 63 TOMBOLO Chitra Dewi; Nurfitri; Muhammad Syahrir; Andi Tilka Muftiah Ridjal; Renaldi. M; Husnul Arbma Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.750

Abstract

Latar belakang: Infeksi Soil-Transmitted Helminths (STH) atau kecacingan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang banyak terjadi pada anak usia sekolah akibat rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi kesehatan yang interaktif diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan kecacingan sejak dini. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan kecacingan pada siswa sekolah dasar melalui model edukasi interaktif CACING SIRNA (Cacing Hilang, Anak Sehat dan Gembira). Metode: Pengabdian dilaksanakan di SDN 63 Tombolo dengan melibatkan 10 siswa menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif. Kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi, permainan edukatif, demonstrasi cuci tangan pakai sabun, simulasi perilaku hidup bersih dan sehat, kuis interaktif, serta post-test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan peserta. Hasil: Program menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa, ditandai dengan meningkatnya kategori pengetahuan baik dari 30% pada pre-test menjadi 70% pada post-test, sedangkan kategori pengetahuan rendah menurun dari 20% menjadi 10%. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan kuku, menggunakan alas kaki, dan mengonsumsi obat cacing secara berkala. Kesimpulan: Model edukasi interaktif CACING SIRNA efektif meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan kecacingan pada siswa sekolah dasar serta berpotensi direplikasi sebagai inovasi edukasi kesehatan berbasis sekolah.
SKRINING KESEHATAN DAN EDUKASI PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA LANSIA Muhammad Sahlan Zamaa; Andi Aridhasari Sudirman; Sitti Zakiyyah Putri; Rahmawati; Sitti Maryam Bachtiar; Fitria Hasanuddin; Abdul Halim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.762

Abstract

Latar belakang: Lansia merupakan individu dengan umur minimal 60 tahun. Saat ini, negara Indonesia mengalami perubahan demografi dimana jumlah lansia melebihi jumlah penduduk usia anak-anak (balita). Seiring bertambahnya usia, lansia mengalami berbagai penurunan fungsi fisiologis tubuh yang menyebabkan lansia rentan terkena berbagai penyakit. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan dan meningkatkan pengetahuan lansia melalu edukasi penyakit tidak menular. Metode: Kegiatan ini dilakukan di Pustu Puskesmas Mamajang, dimulai dengan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, asam urat, serta tinggi dan berat badan. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian edukasi penyakit tidak menular. Hasil: Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta, dimana sebagian peserta terdeteksi menderita penyakit hipertensi, mengalami masalah gizi (kurus, overweight dan obesitas), peningkatan kolesterol dan asam urat. Kesimpulan: Kegiatan skrining kesehatan harus dilakukan secara rutin dalam mendeteksi secara dini berbagai masalah kesehatan potensial yang dapat terjadi pada lansia. Pemberian edukasi diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi lansia dalam rangka mencapai derajat kesehatan maksimal.
PROGRAM SEKOLAH SIAGA BENCANA GEMPA BUMI DI SD NEGERI 208 LEMBANG Sri Syatriani; Jufri; Novia Dwi Aprillia; Mustamin; Aprianus Yoal; Sri Musfira Septi; Aliya Damayanti; Calvina Alsadila Parma; Nur Annisha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.764

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, khususnya gempa bumi, sehingga diperlukan upaya mitigasi sejak dini melalui pendidikan kebencanaan di lingkungan sekolah. Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kesiapsiagaan siswa terhadap potensi bencana. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang Sekolah Siaga Bencana Gempa Bumi melalui penyuluhan dan simulasi di SDN No. 208 Lembang. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan 45 siswa. Intervensi dilakukan melalui pemberian pre-test, penyampaian materi menggunakan media power point dan video edukasi, pengenalan rambu evakuasi, simulasi penyelamatan diri dengan metode Drop, Cover, and Hold On, serta pemberian post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil: Hasil pre-test menunjukkan 28 siswa (62,2%) berada pada kategori pengetahuan cukup dan 17 siswa (37,8%) pada kategori kurang. Setelah intervensi, hasil post-test menunjukkan peningkatan menjadi 43 siswa (95,6%) pada kategori cukup dan hanya 2 siswa (4,4%) pada kategori kurang. Terjadi peningkatan sebesar 33,4% atau sebanyak 15 siswa. Kesimpulan: Penyuluhan Program Sekolah Siaga Bencana Gempa Bumi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa. Kegiatan ini berpotensi menjadi strategi berkelanjutan dalam upaya mitigasi bencana di lingkungan sekolah dasar.
PENYULUHAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK DAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Suarni; Hardianti; Ikbal Syukroni; Muhammad Dzulkifli; Kesy Yosinta Masbaitubun; Zakia Nurqoriah Ocsidale
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.765

Abstract

Latar belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan anemia pada ibu hamil merupakan masalah gizi utama yang berdampak serius pada kesehatan ibu serta janin, termasuk risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan stunting. Pemberdayaan masyarakat melalui edukasi kepada kelompok ibu-ibu PKK merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan preventif di tingkat keluarga. Tujuan: Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan ibu-ibu PKK di Desa Jene Mandinging mengenai pencegahan, dampak, serta tata laksana pemenuhan nutrisi untuk mengatasi KEK dan anemia pada ibu hamil. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui metode penyuluhan interaktif, serta evaluasi pemahaman peserta melalui tanya jawab dan kuesioner umpan balik kepada 10 partisipan anggota PKK Desa Jene Mandinging. Hasil: Evaluasi setelah penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Seluruh peserta (100%) menyatakan materi yang dibawakan sangat jelas dan bermanfaat, serta berkomitmen untuk membagikan informasi tersebut kepada warga di dusun masing-masing. Tanggapan positif diperoleh mengenai kemudahan memahami tanda gejala KEK dan anemia serta pentingnya konsumsi tablet tambah darah (TTD). Kesimpulan: : Kegiatan penyuluhan ini berhasil meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK Desa Jene Mandinging secara optimal. Keterlibatan aktif kader dan PKK sangat potensial dalam menekan angka kejadian KEK dan anemia pada ibu hamil guna mewujudkan generasi bebas stunting secara berkelanjutan.
EDUKASI ANEMIA PADA REMAJA PUTRI WUJUD GENERASI SEHAT DAN CERDAS Aminullah; Irwan; Iskandar Zulkarnaen; Helsyah Dharma Wicaksana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.766

Abstract

Latar belakang: Anemia masih menjadi masalah kesehatan dominan pada remaja putri dan berdampak pada kemampuan belajar, kebugaran, serta risiko komplikasi kehamilan di masa depan. Rendahnya pengetahuan dan perilaku pencegahan berkontribusi pada tingginya kasus anemia di kelompok ini. Tujuan: Menilai efektivitas penyuluhan tentang anemia dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri di Mts DDI Tengapadange. Metode: Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dengan desain pre dan post-test. Sebanyak 12 siswi mengikuti intervensi dan mengisi kuesioner sebelum serta setelah penyuluhan. Data dianalisis untuk melihat perubahan pengetahuan. Hasil: Sebelum penyuluhan, 75% peserta memiliki pengetahuan cukup dan 25% berada pada kategori kurang. Setelah intervensi, seluruh peserta (100%) mencapai kategori pengetahuan cukup-baik. Peningkatan ini menunjukkan intervensi edukasi berjalan efektif. Kesimpulan: Penyuluhan tentang anemia terbukti efektif menambah pengetahuan remaja perempuan terkait bahaya anemia dan cara pencegahannya. Intervensi serupa perlu dilanjutkan secara berkelanjutan untuk memperkuat perubahan perilaku sehat
EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI MELALUI MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA Wahyudi; Dewi Purnama Windasari; Marisna Eka Yulianita; Esse Puji Pawenrusi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.771

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah gizi yang berdampak pada kesehatan remaja putri, terutama di usia produktif. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 1,62 miliar orang di dunia menderita anemia, dengan prevalensi tinggi pada anak-anak prasekolah (47,4%) dan wanita usia reproduktif (41,8%). Kurangnya pengetahuan gizi menjadi faktor utama yang menyebabkan rendahnya kesadaran remaja dalam mencegah anemia. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi yang menarik, seperti penggunaan media permainan ular tangga. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi melalui media ular tangga dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia dan gizi seimbang. Metode: Penelitian dilakukan pada 29 santriwati Pesantren Yasrib Watansoppeng. Kegiatan terdiri dari sesi penyuluhan dan permainan ular tangga yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai penyebab, pencegahan, serta makanan sumber zat besi. Hasil: Peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan mengenai anemia setelah sesi edukasi. Metode ini juga berhasil meningkatkan interaksi dan keterlibatan santriwati dalam kegiatan pembelajaran. Kesimpulan: Edukasi melalui media ular tangga terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia dan gizi seimbang. Oleh karena itu, metode ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam program pendidikan kesehatan remaja.