cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+6285241067888
Journal Mail Official
lppmstikmakassar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
ISSN : 26218364     EISSN : 26231972     DOI : 10.51171
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 73 Documents
CEGAH ISPA MELALUI PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA BANNER DAN LEAFLET Suarni; Sulaiman; Gebi Adisti; Andi Ayumar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i1.596

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Salah satu faktor utama tingginya kasus ISPA adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat. Penyuluhan dengan menggunakan media edukatif seperti banner dan leaflet dinilai efektif dalam membantu meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini.
PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DI MA AL-KHAERAT DESA BIJI NANGKA KECAMATAN SINJAI BORONG Fitria Handayani; Nurleli; Renaldi M; Esse Puji Pawenrusi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.597

Abstract

Latar belakang: Remaja putri rentan untuk mengalami anemia karena kebutuhan akan nutrisi terkait dengan percepatan pertumbuhan, kehilangan darah menstruasi, malnutrisi dan asupan zat besi yang buruk. Anemia menurut WHO terjadi pada anak bila kadar Haemoglobin dalam darah kurang dari normal (<12 gr/dl). Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia terutama negara berkembang yang diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia. Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri mengenai anemia Metode: Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan seluruh siswi MA Al-Khaerat sebagai populasi. Sampel diambil dengan cara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan Kuesioner Pre dan Post test untuk menilai tingkat pengetahuan tentang anemia. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan disajikan dalam tabel. Hasil: Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan remaja putri setelah menerima intervensi. Pengetahuan Awal yang Rendah Pada tahap pre-test, skor rata-rata pengetahuan remaja putri menunjukkan bahwa pemahaman mereka mengenai anemia masih sangat rendah. Kesimpulan: Investasi dalam program edukasi kesehatan, khususnya mengenai anemia, pada kelompok remaja putri merupakan langkah krusial yang dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesehatan individu dan masyarakat secara keseluruhan.
PENYULUHAN DIABETES DAN PEMERIKSAAN GULA DARAH PADA KOMUNITAS PROLANIS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN Iskandar Zulkarnaen; Andi Sani Silwanah; Renaldi M; Sonya Anggraeni Nompo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.598

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang bersifat degenerative dan ditandai dengan tingginya konsetrasi glukosa dalam darah. Tujuan: Untuk menjaga kesehatan, yang meliputi pemeriksaan rutin tingkat gula darah, mendapatkan bimbingan tenanga kesehatan, serta mendorong lansia untuk memanfaatkan layanan Kesehatan dan berpartisipasi dalam program pendampingan untuk mengelola diabetes. Metode: Penyuluhan dilakukan di ruangan pertemuan puskesmas borong kompleks, dengan metode pre-test, post-test dan pemeriksaan gula darah. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia setelah dilakukan penyuluhan diabetes melitus. Kesimpulan: Penyuluhan terbuktif sangat efektif dalam peningkatan pengetahuan lansia terhadap diabetes melitus.
PENCEGAHAN DEMAN BERDARAH DENGUE (DBD) MELALUI EDUKASI DAN PEMBAGIAN ABATE DI KELURAHAN LAPPA KABUPATEN SINJAI Andi Yulia Kasma; Andi Arnoli; Andi Ayumar; Novitasari Ramadhani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.599

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di berbagai wilayah Indonesia. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat menjadi faktor utama tingginya kasus DBD. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui edukasi dan pengendalian lingkungan, termasuk pemanfaatan abate. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya sanitasi lingkungan dan penerapan gerakan 3M Plus sebagai langkah preventif terhadap penyebaran DBD. Metode: Kegiatan dilakukan di Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, yang dihadiri 7 kepala lingkungan dan 7 ibu kader dari perwakilan masing-masing lingkungan, dengan pendekatan penyuluhan menggunakan media proyektor, diskusi interaktif, dan pembagian abate kepada masyarakat melalui kepala lingkungan dan kader kesehatan. Hasil: Peserta penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan, mengenal bahaya DBD, serta mengetahui cara penggunaan abate. Kegiatan ini juga membantu mendeteksi dan menanggulangi potensi berkembangnya jentik nyamuk di lingkungan tempat tinggal warga. Kesimpulan: Penyuluhan yang dikombinasikan dengan pembagian abate secara langsung terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD serta mendorong partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk pencegahan yang berkelanjutan. Kata kunci: Sanitasi lingkungan, abate, DBD, penyuluhan, gerakan 3M Plus
PELATIHAN TANGGAP DARURAT DAN PERTOLONGAN PERTAMA KEBAKARAN DI UPT SMA NEGERI 7 SINJAI Sri Syatriani; Halmina Ilyas; Andi Ayumar; Nurul Mutmainnah; Eka Tristiawati; Siti Humairah; Yosina Naomi Leterulu; Sarifa Ulang Sari; Agung Pratama Afandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.601

Abstract

Latar belakang: Peristiwa kebakaran termasuk dalam kategori situasi darurat yang kerap terjadi dan berpotensi menyebabkan dampak kerugian yang signifikan., terutama di lingkungan sekolah. Minimnya pengetahuan siswa mengenai penanggulangan kebakaran menuntut perlunya edukasi dan pelatihan kesiapsiagaan. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat pemahaman dan kemampuan siswa dalam merespons situasi darurat kebakaran melalui pelatihan kesiapsiagaan serta pemberian pertolongan pertama terhadap luka bakar. Metode: Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan, demonstrasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), simulasi evakuasi kebakaran, serta praktik penanganan luka bakar menggunakan media molase. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test dari 22 siswa yang menjadi anggota Palang Merah Remaja (PMR) di UPT SMA Negeri 7 Sinjai. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa setelah mengikuti pelatihan. Pada seluruh indikator, seperti penyebab kebakaran, unsur api, cara pemadaman, jenis luka bakar, dan penanganannya, skor jawaban benar meningkat secara signifikan pada post-test dibandingkan pre-test. Kesimpulan: Pelatihan tanggap darurat terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa menghadapi kebakaran serta memberikan keterampilan dasar pertolongan pertama yang penting diterapkan dalam situasi darurat.
PERI (PEMBERIAN EDUKASI REMAJA TENTANG ANEMIA DAN TABLET FE) DI SMPN 33 SINJAI Dewi Purnama Windasari; Marisna Eka Yulianita; Esse Puji Pawenrusi; Suciawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.605

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang serius, disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, kebiasaan makan yang tidak sehat, serta kurangnya edukasi gizi. Kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi belajar, kesehatan reproduksi, dan produktivitas. Tujuan: Edukasi tentang anemia dan pentingnya konsumsi tablet Fe menjadi upaya strategis dalam pencegahan. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di SMPN 33 Sinjai pada Mei 2025 dengan melibatkan 37 siswi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan setelah penyuluhan. Metode ceramah digunakan dengan bantuan media PowerPoint, dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebelum penyuluhan, sebanyak 69,2% siswi memiliki pengetahuan kurang tentang Anemia. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan: 86,5% responden menunjukkan pengetahuan cukup. Dengan demikian, terdapat peningkatan sebesar sekitar 51,35% dalam jumlah siswa yang memahami materi dengan lebih baik setelah intervensi dilakukan. Hal ini menunjukkan efektivitas metode penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai anemia dan konsumsi tablet Fe. Kesimpulan: Penyuluhan gizi secara langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai Anemia. Edukasi yang berkelanjutan dan terstruktur sangat diperlukan sebagai langkah preventif jangka panjang untuk menurunkan angka anemia di kalangan remaja.
PENYULUHAN DAMPAK PERNIKAHAN DINI PADA MASYARAKAT DAN REMAJA PUTRI DI KELURAHAN LEMBANG GANTARANGKEKE Esse Puji Pawenrusi; Nurfadillah; Kamariana; Yasinta Mau; Andi Rizky Amaliah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.609

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data primer yang sudah kami kumpulkan sebelumnya di kelurahan Lembang Gantaran Keke, masih tingginya angka pernikahan dini sebanyak 119 orang dengan presentase 56,9% dikarenakan tradisi,pergaulan bebas dan perjodohan yang sudah ada serta keterbatasan dari segi ekonomi dan kurangnya pengetahuan tentang dampak negatif dari pernikahan dini seperti risiko kesehatan,mental dan keterbatasan peluang pendidikan. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan remaja putri tentang pentingnya dampak negatif dari pernikahan dini seperti risiko kesehatan,mental dan keterbatasan peluang pendidikan. Metode: :Menilai pengetahuan tentang dampak pernikahan dini pada masyarakat dan remaja putri. Pengetahuan diukur dengan menggunakan pre-test sebelum kegiatan edukasi dan post-test setelah diberikan penyuluhan. Hasil: Diperoleh hasil sebelum dilakukan penyuluhan Tingkat pengatahuan Remaja dan Masyarakat yang kategori cukup 10 orang (40%), sedangkan remaja dan masyarakat yang memiliki pengetahuan yang katagori kurang sebanyak 15 orang (60%). Setelah dilakukan penyuluhan tentang dampak pernikahan dini pada remaja dan masyarakat ,dilakukan post tes dan didapatkan hasil pengetahuan remaja putri yang kategori cukup sebanyak 20 orang (80%) dan 5 orang (20%) yang memiliki pengetahuan yang kurang. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan dampak pernikahan dini terhadap masyarakat dan remaja putri adanya peningkatan pengetahuan.
INTERVENSI EDUKASI ANEMIA PADA ANAK REMAJA PUTRI DI SMPN 4 MALILI KABUPATEN LUWU TIMUR Musriadi; Zamli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.616

Abstract

Latar belakang: Permasalahan sampah akibat perilaku membuang sampah sembarangan masih menjadi isu lingkungan yang krusial di berbagai wilayah, termasuk di pedesaan. Rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya fasilitas pengelolaan sampah, serta minimnya edukasi menjadi tantangan utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku peduli lingkungan melalui pendekatan edukatif dan aplikatif. Metode: Pendekatan partisipatif melalui observasi, penyuluhan, praktik langsung pembuatan pagar tanaman dari limbah kayu, serta pemanfaatan sekam padi sebagai media tanam. Kegiatan ini melibatkan ibu rumah tangga, pemuda, dan tokoh masyarakat setempat. Hasil: Menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pengetahuan warga mengenai prinsip pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta keterlibatan aktif dalam aksi kebersihan lingkungan. Warga mulai memilah sampah, melakukan daur ulang sederhana, dan mengusulkan sarana pendukung seperti tempat sampah terpilah. Meskipun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan fasilitas dan kebiasaan lama, antusiasme warga menjadi indikator keberhasilan pendekatan yang diterapkan. Kesimpulan: Program DAMSA PALI berhasil menjadi model edukasi lingkungan berbasis komunitas yang efektif dan berkelanjutan serta dapat direplikasi di wilayah lain yang menghadapi permasalahan serupa.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN ACUTE MYOCARDIAL INFARCTION MELALUI EDUKASI FAKTOR RISIKO DAN PERTOLONGAN PERTAMA Dian Arif Wahyudi; Anwar Hadi; Hilda Sari; Lailatul Isna; Indira Syafaah Putri; Agus Falindra; Yogi Prayoga; Rezza Hafidh Arnanditya; Fitri Handayani; Eka Dewi Nawati; Yulla Supra Sesvita; Fadya Aprilia Rahma; Nurfita Juniarti; Yuliyanti; Fitriyani Lawrasari; Hera Setiawati; Fitri Melanie Ramadhina; Eliva Indriani; Yulia Antika Sari; Wike Yulispa; Hendi Marwazi; Agung Setiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i1.637

Abstract

Latar belakang: Acute Myocardial Infarction (AMI) atau serangan jantung akut merupakan penyebab kematian tertinggi secara global dan nasional. WHO mencatat 17,9 juta kematian akibat penyakit kardiovaskular pada 2019. Faktor risiko utama AMI meliputi hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, merokok, dan kurang aktivitas fisik. Di Indonesia, prevalensi penyakit jantung mencapai 1,5%, dan di Lampung meningkat hingga 1,2%. Data Puskesmas Negara Batin menunjukkan kenaikan kasus AMI, sebagian besar terjadi pada pasien hipertensi yang tidak terkontrol akibat kurangnya pengetahuan. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang risiko terjadinya Acute Myocardial Infarction (AMI). Metode: Metode Ceramah & Diskusi tanya jawab. Pemaparan materi menggunakan Power Point yang di tampilkan di layar LCD Hasil: Kegiatan pengabdian masyarakat melalui edukasi tentang Acute Myocardial Infarction (AMI) berhasil meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat di wilayah Puskesmas Negara Batin. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan nilai post-test dibandingkan pre-test, yang menunjukkan bahwa materi penyuluhan efektif dalam membantu masyarakat memahami risiko, gejala, pencegahan, hingga pertolongan pertama pada serangan jantung. Kesimpulan: Pemanfaatan media edukasi yang sudah di publikasi di media sosial dan poster, dan materi edukasi yang sudah diberikan ke kader kesehatan turut mendukung keberlanjutan program setelah kegiatan selesai dilaksanakan.
PEMBERDAYAAN KEPADA MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN STROKE MELALUI EDUKASI FAKTOR RISIKO DAN PERTOLONGAN PERTAMA Sulistia Nur; Cucum Nurasih; Elin Tamaya; Fadillatun Nissa; Selvi; Firman Surya Sumardi; Devi Purnamasari; Mairoh; Wahyudhi Ariestian; Fifi Nanda Sari; Maraditha Aulia P.M; Rosa Aulia; Heni Wijaya; Ayu Indry Miranda; Sartika Noor Izzaty; Beni Pirnando; M. Ardiansyah; Yudhi Atna Jaya; Mustika Rahmi; Rian Pramana; Tia Puspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i1.642

Abstract

Latar belakang: Stroke merupakan masalah kesehatan global dan nasional. Peningkatan kasus stroke yang sebagian besar dipicu oleh gaya hidup modern didukung oleh data tingginya prevalensi di Indonesia. Hal ini sejalan dengan peningkatan kasus pasien Hipertensi berkomplikasi menjadi stroke di Puskesmas Rawat Inap Tanjung Sari, Lampung Selatan. Data hingga Oktober 2025 menunjukkan adanya 8 kasus baru stroke di UGD Puskesmas tersebut, meningkat dari tahun sebelumnya, dengan mayoritas pasien memiliki riwayat hipertensi yang tidak terkontrol karena minimnya pengetahuan. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan komprehensif masyarakat tentang stroke dan memotivasi perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih sehat dan proaktif. Metode: Pemaparan materi menggunakan Power Point yang di tampilkan di layar LCD Serta Pemberian Leaflet Edukasi. Hasil: Kegiatan penyuluhan ini sangat efektif dan signifikan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Hal ini dibuktikan oleh perbandingan skor Pre-test dan Post-test dari 35 partisipan, di mana nilai rata-rata pengetahuan melonjak drastis dari 45,14 (kategori rendah) menjadi 88,57 (kategori sangat baik). Peningkatan sebesar 43,43 poin ini diperkuat oleh fakta bahwa 100% peserta menunjukkan kenaikan skor, menegaskan bahwa materi dan metode penyuluhan yang disampaikan telah berhasil mentransfer pemahaman secara merata. Kesimpulan: Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat setempat terkait risiko Stroke.