cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+6285241067888
Journal Mail Official
lppmstikmakassar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
ISSN : 26218364     EISSN : 26231972     DOI : 10.51171
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 73 Documents
EDUKASI MENGENAI TIMBANG (TINGKATKAN GIZI SEIMBANG ) PADA SISWA SD 74 BIRA-BIRA KECAMATAN BISSAPU Esse Puji Pawenrusi; Dewi Purnama Windasari; Nour Sriyanah; Jufri; A. Tenri Batari Candrayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.459

Abstract

Latar belakang: Prevalensi masalah gizi anak usia sekolah masih tinggi, padahal Indonesia memiliki Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Sosialisasi PGS dalam bentuk pendidikan gizi dan praktik gizi untuk mengaplikasikannya sangat penting dilakukan pada anak usia sekolah.Dinkes Sulawesi Selatan mencatat pada tahun 2015 prevalensi gizi kurang di daerah Kabupaten Bantaeng adalah sebanyak 10,3%. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian pendidikan gizi terhadap pengetahuan gizi, praktik gizi, dan status gizi pada anak Sekolah Dasar. Hasil Pendidikan gizi meningkatkan pengetahuan gizi dari kategori kurang menjadi cukup. Pendidikan gizi yang diberikan belum dapat meningkatkan praktik membawa makanan gizi seimbang secara signifikan. Status gizi setelah pendidikan gizi menunjukkan perubahan jumlah untuk setiap kategori. Sebagian besar subjek berstatus gizi normal. Hasil uji beda menunjukkan pendidikan gizi memberikan perbedaan nyata antara: pengetahuan gizi pre test dan post test 1 (p=0,000; p0,05), pengetahuan gizi dengan status gizi dan praktik membawa makanan gizi seimbang (p>0,05), kecuali pengetahuan gizi post test II dengan praktik membawa makanan gizi seimbang observasi ke-4 (p=0,001; p<0,05). Kesimpulan: Terjadi perubahan pengetahuan gizi dari kategori kurang menjadi cukup setelah diberikan intervensi. Terjadi peningkatan kemudian penurunan subjek yang membawa makanan gizi seimbang setelah intervensi. Tidak terjadi perbedaan signifikan status gizi subjek sebelum dan setelah intervensi. Sebaiknyapihaksekolahmelakukanpenyuluhansetiapbulanyaataumelakukan program makananseimbang
PRAKTEK PEMBUATAN NUGGET IKAN DALAM MENDUKUNG UPAYA PENANGANAN STUNTING DI POSKESDES BUKIT PANJANG DESA LABBO Hardianti; Chitra Dewi; Bella Merry Jannah; Esse Puji Pawenrusi; Andi Ayumar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.462

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia dibawah 5 tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang terlihat dari panjang badan atau tinggi badan di bawah anak seumurannya. Salah satu cara untuk atasi stunting dapat dilakukan dengan meningkatkan jumlah konsumsi ikan. Ikan merupakan bahan pangan hewani yang memiliki kandungan gizi yang sangat baik seperti protein tinggi, asam lemak esensial tak jenuh, mineral, dan vitamin. Berdasarkan kandungan yang dimiliki ikan, ikan dapat dijadikan makanan yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dan anak-anak sebagai upaya pencegahan stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang gizi yang baik, terutama pentingnya mengkonsumsi ikan pada anak dengan olahan yang unik sebagai upaya meningkatkan meningkatkan minat anak dalam mengkonsumsi ikan dan upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah audio visual dan praktek pembuatan nugget ikan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdiaan yaitu adanya peningkatan skor pengetahuan peserta sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dan pelatihan Nugget Ikan Sebagai mengatasi Stunting, dari rata-rata 57% menjadi 100%. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan terkait pembuatan nugget ikan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dan pelatihan. Kata kunci: Stunting, ikan, ibu anak usia sekolah
CETING DELOR “CEGAH STUNTING DENGAN DAUN KELOR” Iskandar Zulkarnaen; Andi Sani Silwanah; Rania Ngaja
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.463

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam1000 hari kehidupan serta infeksi berulang, ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar dimana menjadi permasalahan yang harus segera di tuntaskan di Indonesia agar menghasilkan generasi cerdas dan berkualitas. Indonesia masuk dalam kategori wilayah dengan masalah stunting yang tinggi karena memiliki angka stunting lebih 30- 39%. Penting untuk memahami seberapa banyak gizi yang terkandung dalam makanan yang diberikan ibu kepada balitanya. Kelor mengandung sangat banyak khasiat karena kandungan dan manfaatnya ada disetiap bagian tanamannya baik untuk kesehatan. Tujuan: Tujuan dari pegabdian dalam bentuk program kuliah kerja nyata. Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengetahuan tentang pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu cara pencegahan stunting di desa Bajiminasa. Metode: Metode yang dilakukan adalah tentang pemanfaatan daun kelor untuk pencegahan stunting bagi anak-anak di desa Bajiminasa. Pengetahuan diukur dengan menggunakan pre-test sebelum kegiatan edukasi dan post-test setelah diberikan penyuluhan. Hasil: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang di ikuti oleh 10 responden dapat di nyatakan bahwa hasil pengukuran tentangstunting dan pemanfaatan daun kelor sebelum penyuluhan dilakukan diketahui sebanyak 2 ( 20%) ibu tingkat pengetahuannya dikategorikan baik dan kategori cukup 8 (80%). Dan setelah melakukan penyuluhan diketahui sebanyak 10 (100%) ibu tingkat pengetahuannya baik dan cukup tidak ada/nol (0%). Kesimpulan: Berdasarkan presentase tersebut dapat disimpulkan bahwa penyuluhan yang dilakukan terindikasi berhasil terhadap ibu terkait stunting dan pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu pencegahan stunting.
PERLOMBAAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERBAHAN PANGAN LOKAL Aminullah; Nurleli; Esse Puji Pawenrusi; Yonarti Sulu Padang Ipang; Sri Eka Putri; ST.Nur Nadya yulianti; Melki Husain; Sarafia Inggrit Djeujana; Alvhina Damayanti; Yulinar Zaiful
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.464

Abstract

Latar belakang: Stunting dan wasting merupakan permasalahan gizi yang menjadi perhatian khusus pemerintah Indonesia. Posyandu sebagai salah satu wadah skrining awal kesehatan menjadi titik penting dalam memotong rantai pemahaman yang kurang terkait kesehatan. Kader posyandu merupakan salah satu penyambung informasi yang efektif pada masyarakat agar rantai kebiasaan yang mengakibatkan stunting bisa dihilangkan. Penelitian Sari 2021 menjelaskan bahwa peningkatan keterampilan kader posyandu dan melakukan KIE mengenai stunting dapat meningkatkan upaya pencegahan stunting (Sari, Angraini, & Oktaria, 2021). Tujuan: Adanya pembekalan pemberian PMT ini agar para kader posyandu dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mengenai pentingnya memperhatikan gizi makanan pada ibu hamil dan anak balita dalam mencegah stunting pada anak. Metode:. Mitra dalam kegiatan ini adalah ibu kader posyandu yang berada di wilayah Puskesmas Dampang,Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng dengan tahap awal. Tahap pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan. Hasil: Dalam penerapan pembuatan menu PMT, dari 5 posyandu yang mengikuti kegiatan demonstrasi masak yang menerapkan pembuatan menu PMT dengan menggunakan bahan pangan lokal yang mudah didapatkan didaerah masing-masing dengan alasan kenapa kelompok kami memliki panggan lokal ini karena optimalisasi pemanfaatan pangan lokal atau pangan yang ada di sekitar masyarakat merupakan salah satu alternatif dalam mengatasi terbatasnya akses pangan keluarga. Dengan adanya upaya pemanfaatan pangan lokal, masyarakat desa khususnya kelas ekonomi menengah ke bawah dapat meminimalisir alokasi pendapatan keluarga untuk membeli pangan. Kesimpulan: Edukasi pembuatan PMT pangan lokal dapat diterapkan kader posyandu di wilayah masing-masing dengan membuat menu yang beragam. PMT dapat dibuat dengan bahan baku yang banyak tersedia di wilayah masing-masing. Pemanfaatan makanan lokal memberikan manfaat penting dalam pencegahan stunting dengan pemenuhan gizi pada anak. Intervensi penggunaan maknan lokal sebagai MPASI memberikan hasil positif dalam pencegahan stunting pada anak
PENYULUHAN HIPERTENSI DAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DAN KELUARGA DI KELURAHAN KARUWISI KOTA MAKASSAR Suarni; Hardianti; Elni Putri Olifia Kumape; Afini Nugrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.465

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian utama pada manusia di dunia. Penyakit ini juga disebut sebagai silent killer. Hipertensi juga merupakan penyakit degeneratif yang cenderung dialami oleh lansia. Prevalensi hipertensi telah mencapai 31,7% dari seluruh penduduk. Peningkatan tersebut disebabkan oleh perubahan gaya hidup dan usia lanjut. Hipertensi khsususnya pada lansia merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan memberikan pemahaman kepada pasien tentang penyebab hipertensi dan cara pencegahannya. Pasien hipertensi juga dapat tetap sehat jika tekanan darahnya dapat dikontrol tetap dalam batas normal dengan rutin melakukan pemeriksaan dan pemantauan tekanan darah. Tujuan : kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada lansia dan keluarga tentang penyakit hipertensi dan pencegahannya. Kegiatan pemeriksaan tekanan darah bertujuan untuk mengetahui tekanan darah lansia agar tekanan darah tetap terpantau dan terkontrol berada dalam batas normal. Metode : Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan dan diskusi dengan menggunakan media Banner dan Leaflet. Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 20 orang peserta yang terdiri atas lansia dan keluarga warga Kelurahan Karuwisi Kota Makassar. Hasil : Kegiatan ini diawali dengan pengisian angket pengetahuan pre-test tentang hipertensi yang kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan oleh narasumber. Setelah kegiatan penyuluhan dilakukan kegiatan pengisian angket post-test serta dilakukan pemeriksaan tekanan darah. Angket post test setelah penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebanyak 100 % Kesimpulan : Kegiatan penyuluhan memberikan tambahan dan peningkatan pengetahuan kepada lansia dan keluarga tentang hipertensi dan pencegahannya agar lansia dan keluarga dapat mencegah terjadinya hipertensi. Pengukuran tekanan darah dilakukan agar lansia sadar akan pentingnya tetap mengontrol tekanan darah secara rutin.
PENYULUHAN CEGAH STUNTING SEJAK DINI PADA BALITA DI PUSTU SAPANANG Sulaiman; Muhammad Hatta; Nur Amaliah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.466

Abstract

Latar Belakang : Kurang gizi dan stunting merupakan dua masalah yang saling berhubungan. Stunting pada anak merupakan dampak dari defisiensi nutrient selama seribu hari pertama kehidupan. Hal ini menimbulkan gangguan perkembangan fisik anak yang irreversible, sehingga menyebabkan penurunan performa kerja. Anak stunting memiliki rerata skor Intelligence Quotient (IQ) sebelas poin lebih rendah dibandingkan rerata skor IQ pada anak normal. Gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi bila tidak mendapatkan intervensi sejak dini akan berlanjut hingga dewasa. Tujuan : Untuk memberikan pengetahuan terkait stunting pada balita Metode : Metode penelitian yang digunakan ialah pemberian penyuluhan dan edukasi pada ibu yang memiliki anak stunting, sumber data dari UPTD Puskesmas Bungoro Hasil: . Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan ahli gizi dan petugas kesehatan lingkungan (kesling), serta dilakukan pula observasi kepada dua anak stunting juga wawancara kepada orangtua, ditemukan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi stunting ialah sebagai berikut: pola makan yang tidak memenuhi gizi seimbang selama proses kehamilan dan setelah bayi lahir, pola makan anak sejak lahir sampai usia dua tahun, pemberian ASI eksklusif yang kurang dari 6 bulan, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) terlalu dini (kurang dari enam bulan), pengasuhan orangtua yang kurang tepat (sering membentak anak, kurang dekat dengan anak, melakukan tindakan yang membuat anak menjauh dari orangtua), sanitasi lingkungan yang kurang baik, tidak mengenalkan toilet training kepada anak sejak dini, dan genetic tidak memiliki peran signifikan terhadap kejadian stunting Kesimpulan: setelah dilakukan penyuluhan pemahaman terkait stunting pada balita dan dapat menyadari pentingnya hal tersebut.
HELP CARD : EDUKASI PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS YPAC MAKASSAR Gerardus Gun Bora Lamunde; Nurul Mutmainnah; Nurhayati; Muhammad Rifki Septian Hamba; Muhammad Taufiqqurahman; Iskandar Zulkarnaen
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.468

Abstract

Latar belakang: Pelecehan seksual pada anak berkebutuhan khusus adalah masalah yang sangat serius dan memerlukan pendekatan yang berbeda dalam pencegahan dan perlindungannya. Anak berkebutuhan khusus sering kali rentan terhadap pelecehan karena mereka mungkin memiliki kesulitan dalam berkomunikasi atau memahami apa yang terjadi, sehingga membuat mereka lebih mudah menjadi korban. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi terkait cara mencegah pelecehan seksual dengan menggunakan media seperti help card. Tujuan: Untuk meningkatkan pemahaman anak berkebutuhan khusus terhadap bahayanya pelecehan seksual serta pentingnya upaya pencegahan untuk melindungi diri dari pelecehan seksual. Metode: Pengamatan (observasi), sosialisasi, penyuluhan, dan Monev (monitoring dan evaluasi). Hasil: Melalui penggunaan help card dan metode pembelajaran interaktif, anak-anak menunjukkan kemajuan dalam pemahaman mereka terkait pencegahan pelecehan seksual. Kesimpulan: Edukasi mencegah pelecehan seksual pada anak berkebutuhan khusus menggunakan help card telah berhasil meningkatkan pemahaman anak-anak terkait bahayanya pelecehan seksual serta pentingnya upaya pencegahan untuk melindungi diri dari pelecehan seksual. Anak-anak berkebutuhan khusus telah mampu membedakan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh dan bagian tubuh yang boleh disentuh setelah mendapatkan edukasi tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilanjutkan secara berkelanjutan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak berkebutuhan khusus terhadap pelecehan seksual
PENGETAHUAN MASYARAKAT TERKAIT MIOMA UTERI Pri Hastuti; Sohimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.493

Abstract

Latar belakang: Kesehatan Reproduksi ialah Kesehatan fisik, mental kehidupan sosial yang berkaitan dengan alat, fungsi serta proses reproduksi. Salah satu penyakit sistem reproduksi wanita sejenis tumor yang paling sering ditemukan adalah mioma uteri. Mioma uteri memang bukan masalah yang sangat serius, tetapi jika dibiarkan dan seseorang kurang paham tentang mioma uteri, hal ini dapat menyebabkan problem yang menakutkan Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan terhadap sikap serta menimbulkan motivasi masyarakat dalam menjaga kesehatan reproduksi Metode: kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakanan Pretest posttes, penyuluhan dan diskusi Hasil: Dari tabel hasil dijelaskan bahwa sebelumnya Ibu PKK Di Glugo mengerjakan soal pretest untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mengenai deteksi dini dan pemeriksaan mioma uteri dengan hasil sebagian besar mempunyai pengetahuan yang kurang (46%). Kemudian setelah pretest diberikan informasi kepada Ibu PKK Di Glugo mengenai mioma uteri. Pada saat diberikan informasi anggota merespon dengan baik apa yang disampaikan Dilanjutkan dengan mengerjakan soal posttest dengan hasil terdapat peningkatan yaitu sebagian besar anggota memiliki pengetahuan yang baik mengenai mioma uteri (88%) Kesimpulan: Adanya peningkatan Pengetahuan tentang mioma uteri dan sikap positif yang ditunjukkan saat pemaparan materi serta peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan memeriksakan diri ke tenaga kesehatan apabila mengalami tanda gejala mioma uteri
PENERAPAN SENAM REMATIK TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI RHEUMATOID ARTHRITIS DI JALAN BAHAGIA, KARUWISI, KOTA MAKASSAR Nurul Mutmainnah; Iskandar Zulkarnaen; Fransiskus Faldi Nura; Citra Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i1.495

Abstract

Latar belakang: Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun yang sering menyebabkan rasa sakit dan gangguan pada fungsi sendi. Senam rematik telah diidentifikasi sebagai salah satu metode non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan fungsi pada orang dengan RA. Tujuan: Untuk mengevaluasi pengaruh senam rematik terhadap penurunan skala nyeri pada penderita RA. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus dengan 10 responden RA yang mengikuti program senam rematik selama 3 hari berturut-turut. Skala nyeri diukur menggunakan metode PQRST dan format pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan skala nyeri yang signifikan setelah intervensi senam rematik. Pada awal penelitian, skala nyeri berada pada skala 4-6. Setelah intervensi, skala nyeri menurun menjadi 3-1. Senam rematik efektif dalam menurunkan skala nyeri pada orang dengan RA. Kesimpulan: Program senam rematik dapat direkomendasikan sebagai salah satu metode non- farmakologis yang dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidup penderita RA.
TRANSFORMASI KESEHATAN SEKOLAH: IMPLEMENTASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI MI DARUL HIKMAH MAKASSAR Chitra Dewi; Sri Syatriani; Renaldi M; Irfan; Sulaiman; Muhammad Syahrir; Andi Tilka Muftiah Ridjal; Agustina Melisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i1.522

Abstract

Latar belakang: Komunitas rentan dalam konteks anak Sekolah Dasar (SD) merujuk pada kelompok yang menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi perkembangan fisik, kognitif, sosial maupun emosional. Mereka sering kali belum menyadari pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sehingga diperlukan upaya edukasi yang sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan praktik kebersihan mereka. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan PHBS pada anak SD, untuk menciptakan kebiasaan hidup sehat yang mencegah penyebaran penyakit di MI Darul Hikmah Makassar. Metode: Penyuluhan dilakukan menggunakan media video edukasi tentang PHBS, mempraktikkan cara Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), dan pemasangan poster di lingkungan sekolah. Hasil: Terjadi peningkatan pemahaman anak sekolah dasar kelas 1-3 mengenai kebersihan tangan, adopsi perilaku hidup bersih melalui kegiatan interaktif dan informasi visual (poster), serta dukungan pihak sekolah dan keterlibatan aktif siswa menunjukkan keberhasilan pendekatan edukasi berbasis partisipasi aktif. Kesimpulan: Program penyuluhan PHBS di MI Darul Hikmah sukses meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa kelas 1-3 tentang pentingnya kebersihan tangan. Penyuluhan yang disampaikan secara interaktif, praktek langsung, dan pemasangan poster edukasi, berhasil menciptakan perubahan pemahaman tentang cara pencegahan penyebaran penyakit menular di kalangan anak sekolah dasar. Saran, keterlibatan kontribusi guru, staf sekolah, serta orang tua sangat penting untuk menjaga keberlanjutan program ini.