cover
Contact Name
Edi Ilham
Contact Email
asianpublisher.id@gmail.com
Phone
+6285117254463
Journal Mail Official
asianpublisher.id@gmail.com
Editorial Address
Jl. R.H. Umar No.6C RT. 004/018 Kampung Ceger Kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan, Jawa Barat 17147
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Compass: Journal of Education and Counselling
Published by Asian Publisher
ISSN : -     EISSN : 29877121     DOI : 10.58738/compass
Core Subject : Education,
Compass: Journal of Education and Counselling (E-ISSN 2987-7121) is a high quality peer-reviewed scientific journal with open access published three times a year (June, October, February) by Asian Publishers. Compass: Journal of Education and Counselling focuses on research articles, thoughts, and scientific studies or critical-analytical studies in the fields of Citizenship education, Geography education, History Education, Biology Education, English Education, Indonesian Language and Literature Education, Mathematics Education, Elementary School Teacher Education, and Early Childhood Education; who contributed to the understanding, development of theory and its application to the condition of education in Indonesia both on a national and local scale.
Articles 92 Documents
THE EFFECT OF PLATFORM-BASED E-LEARNING ON JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS’ LEARNING OUTCOMES IN LAMPUNG PROVINCE Mudayat Mudayat; Ahmad Syaikhu; Mualimin Mualimin; Sariyani Sariyani; Imam Syafi’i
COMPASS: Journal of Education and Counselling Vol. 4 No. 1 (2026): Compass: Journal of Education and Counselling, Juni 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/compass.v4i1.1520

Abstract

This study aims to analyze the effect of e-learning on junior high school students’ learning outcomes in Lampung Province and identify experiences and challenges in digital learning. The study employed a mixed-methods approach with a sequential explanatory design. Quantitative data were collected from 300 students using Likert-scale questionnaires and analyzed through multiple linear regression, while qualitative data were obtained through in-depth interviews with teachers and students and analyzed using thematic analysis. The research results indicate that the intensity of digital learning use and the quality of interaction have a significant impact on student learning outcomes, accounting for 62% of the variation. Qualitative findings suggest that digital learning offers flexibility in learning; however, challenges remain in the form of limited direct interaction and variations in students’ digital literacy. The integrated results indicate that the effectiveness of digital learning is determined not only by technological aspects but also by the quality of pedagogical interactions and user readiness. In conclusion, digital learning has proven effective in improving student learning outcomes, but its effectiveness is highly dependent on interaction and digital literacy factors; therefore, continuous strengthening of learning strategies and the development of digital competencies are necessary.
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Numerasi Asesmen Kompetensi Minimum (Akm) Berdasarkan Teori Newman ajijah
COMPASS: Journal of Education and Counselling Vol. 2 No. 1 (2024): Compass: Journal of Education and Counselling, Juni 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/compass.v2i1.1549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal numerasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) berdasarkan perspektif Teori Newman. Teori Newman mengklasifikasikan kesalahan menjadi lima tahap: membaca (reading), memahami (comprehension), transformasi (transformation), keterampilan proses (process skills), dan penulisan jawaban akhir (encoding). Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 32 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Samarinda yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi tes soal numerasi AKM berbasis konteks budaya lokal dan pedoman wawancara berbasis Newman Error Analysis (NEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 128 lembar jawaban, kesalahan tertinggi terjadi pada tahap transformasi (37,5%), di mana siswa gagal mengubah informasi dari soal ke dalam model matematika yang tepat. Kesalahan berikutnya adalah pada tahap keterampilan proses (28,1%), terutama dalam melakukan operasi hitung pecahan dan persentase. Kesalahan memahami masalah (18,8%) disebabkan oleh ketidakmampuan menangkap makna numerasi dalam soal cerita panjang. Kesalahan membaca (9,4%) dan encoding (6,2%) tergolong rendah, namun tetap berkontribusi pada rendahnya literasi numerasi siswa. Faktor penyebab kesalahan meliputi kebiasaan belajar yang kurang reflektif, pemahaman konsep yang parsial, serta kelemahan dalam koneksi matematika dengan dunia nyata. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pendekatan Newman efektif dalam melacak letak kesalahan sistematis siswa pada soal AKM. Implikasi pedagogisnya mendorong perlunya desain pembelajaran berbasis diagnostic feedback dan penguatan literasi numerasi bertahap sesuai hierarki kesalahan Newman.
Pendekatan Konseling Humanistik Dalam Mengembangkan Self-Esteem Remaja Anwar Mustajib
COMPASS: Journal of Education and Counselling Vol. 2 No. 1 (2024): Compass: Journal of Education and Counselling, Juni 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/compass.v2i1.1551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pendekatan konseling humanistik dalam mengembangkan self-esteem remaja. Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan pencarian identitas diri, kebutuhan akan penerimaan sosial, serta perubahan emosional yang dapat memengaruhi cara individu menilai dirinya sendiri. Rendahnya self-esteem pada remaja dapat berdampak pada kurangnya kepercayaan diri, kesulitan menjalin relasi sosial, kecemasan, serta rendahnya motivasi dalam mencapai tujuan pribadi maupun akademik. Konseling humanistik menjadi salah satu pendekatan yang relevan karena menempatkan individu sebagai pribadi yang memiliki potensi, kebebasan, tanggung jawab, dan kemampuan untuk berkembang secara positif.Pendekatan konseling humanistik menekankan hubungan konseling yang empatik, hangat, tulus, serta bebas dari penilaian negatif. Melalui prinsip unconditional positive regard, empati, dan keaslian konselor, remaja didorong untuk memahami perasaan, menerima diri, mengenali potensi, serta membangun konsep diri yang lebih positif. Dalam konteks pengembangan self-esteem, konseling humanistik membantu remaja menyadari nilai dirinya, meningkatkan penerimaan diri, dan mengembangkan keberanian dalam mengambil keputusan. Dengan demikian, pendekatan ini dapat menjadi strategi konseling yang efektif untuk mendukung perkembangan psikologis remaja, khususnya dalam membentuk penghargaan diri yang sehat dan stabil. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling di sekolah maupun lingkungan pendidikan lainnya.
Kontribusi Growth Mindset Dan Kemandirian Belajar Terhadap Prestasi Matematika Di Era Pasca Pandemi Edi Ilham
COMPASS: Journal of Education and Counselling Vol. 2 No. 2 (2024): Compass: Journal of Education and Counselling, Oktober 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/compass.v2i2.1552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi growth mindset dan kemandirian belajar terhadap prestasi matematika siswa pada era pasca pandemi, di mana pembelajaran hybrid telah mengubah secara signifikan pola interaksi dan tanggung jawab belajar. Pandemi COVID-19 memaksa percepatan digitalisasi pembelajaran, namun juga meninggalkan tantangan berupa learning loss dan menurunnya motivasi belajar mandiri. Mengingat prestasi matematika sangat ditentukan oleh faktor afektif dan metakognitif, identifikasi variabel prediktor menjadi krusial. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan desain regresi berganda. Subjek penelitian sebanyak 210 siswa kelas VIII dari tiga SMP negeri di Kota Yogyakarta yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen meliputi skala growth mindset (α = 0,87) yang diadaptasi dari Dweck (2006), skala kemandirian belajar (α = 0,89), serta tes prestasi matematika berbasis kompetensi minimum. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) growth mindset berkontribusi secara signifikan terhadap prestasi matematika (β = 0,42; p < 0,01); (2) kemandirian belajar berkontribusi signifikan (β = 0,38; p < 0,01); dan (3) secara simultan kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 52,4% (R² = 0,524) terhadap prestasi matematika. Temuan ini menegaskan bahwa siswa yang meyakini kemampuan matematika dapat berkembang melalui usaha (growth mindset) serta memiliki kemandirian belajar tinggi cenderung memperoleh prestasi lebih baik di era pasca pandemi. Implikasi praktisnya adalah perlunya intervensi psikoedukatif untuk menumbuhkan growth mindset dan pelatihan kemandirian belajar secara terintegrasi dalam pembelajaran matematika, tidak hanya fokus pada remediasi kognitif. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk menguji efektivitas program intervensi berbasis mindset.
Implementasi Pembelajaran Kolaboratif Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Peserta Didik Lulu Juhriyatul Muluk
COMPASS: Journal of Education and Counselling Vol. 2 No. 2 (2024): Compass: Journal of Education and Counselling, Oktober 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/compass.v2i2.1553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran kolaboratif dalam meningkatkan aktivitas belajar peserta didik di lingkungan sekolah. Pembelajaran kolaboratif merupakan salah satu model pembelajaran yang menekankan kerja sama antar peserta didik dalam proses belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran secara bersama. Model pembelajaran ini dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik. Melalui pembelajaran kolaboratif, peserta didik didorong untuk berdiskusi, bertukar pendapat, memecahkan masalah, serta bekerja sama dalam kelompok sehingga aktivitas belajar menjadi lebih optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai pelaksanaan pembelajaran kolaboratif dan pengaruhnya terhadap aktivitas belajar peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran kolaboratif mampu meningkatkan aktivitas belajar peserta didik secara signifikan. Peserta didik menjadi lebih aktif dalam bertanya, berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok. Selain itu, pembelajaran kolaboratif juga meningkatkan motivasi belajar, rasa tanggung jawab, kemampuan komunikasi, serta keterampilan sosial peserta didik. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing jalannya diskusi dan menciptakan suasana belajar yang kondusif. Namun demikian, pelaksanaan pembelajaran kolaboratif masih menghadapi beberapa kendala seperti perbedaan kemampuan peserta didik, kurangnya partisipasi sebagian anggota kelompok, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Dengan demikian, implementasi pembelajaran kolaboratif memiliki peranan penting dalam meningkatkan aktivitas belajar peserta didik dan menciptakan pembelajaran yang lebih aktif serta bermakna. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran inovatif yang berpusat pada peserta didik.
Pendidikan Masyarakat sebagai Upaya Pengembangan Sumber Daya Manusia Berkelanjutan mabruri
COMPASS: Journal of Education and Counselling Vol. 2 No. 2 (2024): Compass: Journal of Education and Counselling, Oktober 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/compass.v2i2.1555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan masyarakat sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia berkelanjutan. Pendidikan masyarakat merupakan proses pembelajaran yang berlangsung di luar pendidikan formal dan berorientasi pada pemberdayaan individu, keluarga, serta komunitas agar mampu meningkatkan kualitas hidup secara mandiri. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, pendidikan masyarakat memiliki posisi strategis karena dapat memperluas akses belajar, meningkatkan literasi, mengembangkan keterampilan hidup, memperkuat partisipasi sosial, serta mendorong masyarakat untuk beradaptasi terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai literatur akademik yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, laporan pendidikan, dan dokumen kebijakan yang membahas pendidikan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, dan pembangunan berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan masyarakat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program literasi, pelatihan keterampilan, pendidikan kecakapan hidup, pendidikan kewirausahaan, serta penguatan kesadaran sosial dan lingkungan. Pendidikan masyarakat juga berperan dalam menciptakan masyarakat pembelajar yang mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Dengan demikian, pendidikan masyarakat dapat dipandang sebagai instrumen penting dalam pengembangan sumber daya manusia berkelanjutan. Melalui pendidikan yang inklusif, partisipatif, dan berbasis kebutuhan lokal, masyarakat dapat meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kemandirian ekonomi, serta membangun kesadaran terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan. Oleh karena itu, penguatan pendidikan masyarakat perlu menjadi bagian integral dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang berorientasi pada keberlanjutan.
Peran Guru BK dalam Pencegahan Perundungan di Lingkungan Sekolah Muhammad Misbah
COMPASS: Journal of Education and Counselling Vol. 2 No. 2 (2024): Compass: Journal of Education and Counselling, Oktober 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/compass.v2i2.1566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam pencegahan perundungan di lingkungan sekolah. Perundungan merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering terjadi di lingkungan pendidikan dan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, serta akademik peserta didik. Tindakan perundungan dapat berupa kekerasan verbal, fisik, sosial, maupun perundungan melalui media digital yang menyebabkan korban mengalami rasa takut, rendah diri, stres, hingga penurunan prestasi belajar. Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, guru BK memiliki peranan penting sebagai pendidik, konselor, mediator, dan fasilitator dalam membantu peserta didik memahami dampak perundungan serta membangun hubungan sosial yang positif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai peran guru BK dalam pencegahan perundungan di sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru BK, peserta didik, serta pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK berperan aktif dalam memberikan layanan konseling individu dan kelompok, sosialisasi tentang bahaya perundungan, pembinaan karakter, serta kerja sama dengan guru dan orang tua dalam menangani kasus perundungan. Selain itu, guru BK juga berperan dalam membangun budaya sekolah yang positif melalui kegiatan edukatif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya sikap saling menghormati dan empati. Dengan demikian, peran guru BK sangat penting dalam mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah dalam mengoptimalkan layanan Bimbingan dan Konseling guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.
Peran Pendidikan Masyarakat dalam Meningkatkan Literasi Digital di Era Transformasi Teknologi Muhammad Rizki Afif
COMPASS: Journal of Education and Counselling Vol. 2 No. 2 (2024): Compass: Journal of Education and Counselling, Oktober 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/compass.v2i2.1567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan masyarakat dalam meningkatkan literasi digital di era transformasi teknologi. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan budaya. Kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan mengakses, memahami, mengevaluasi, serta memanfaatkan informasi digital secara efektif dan aman. Pendidikan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun kemampuan literasi digital melalui berbagai program edukasi, pelatihan, dan pendampingan berbasis teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh gambaran mengenai kontribusi pendidikan masyarakat dalam meningkatkan literasi digital di era transformasi teknologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap penyelenggara pendidikan masyarakat, peserta program, serta tokoh masyarakat. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan masyarakat berperan signifikan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi digital secara produktif dan bertanggung jawab. Program pendidikan masyarakat mampu membantu masyarakat memahami penggunaan media digital, meningkatkan kemampuan mencari dan menyaring informasi, serta meningkatkan kesadaran terhadap keamanan digital dan etika penggunaan media sosial. Selain itu, pendidikan masyarakat juga membantu mengurangi kesenjangan digital melalui pelatihan keterampilan teknologi bagi berbagai kelompok usia. Namun demikian, pelaksanaan pendidikan literasi digital masih menghadapi kendala seperti keterbatasan fasilitas teknologi, rendahnya akses internet, dan kurangnya tenaga pendidik yang kompeten di bidang digital. Dengan demikian, pendidikan masyarakat memiliki peranan strategis dalam meningkatkan literasi digital di era transformasi teknologi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mengembangkan program literasi digital yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Pengaruh Kesehatan Mental terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Menengah Nur Adzhim
COMPASS: Journal of Education and Counselling Vol. 2 No. 3 (2025): Compass: Journal of Education and Counselling, February 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/compass.v2i3.1568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesehatan mental terhadap hasil belajar siswa sekolah menengah. Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam perkembangan peserta didik karena berkaitan dengan kemampuan mengelola emosi, menghadapi tekanan akademik, membangun hubungan sosial, serta mempertahankan motivasi belajar. Siswa sekolah menengah berada pada fase perkembangan remaja yang rentan mengalami stres, kecemasan, tekanan sosial, perubahan emosi, dan tuntutan akademik. Kondisi kesehatan mental yang kurang baik dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan motivasi, menghambat keterlibatan dalam pembelajaran, serta berdampak pada pencapaian hasil belajar.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner kesehatan mental dan dokumentasi nilai hasil belajar siswa. Subjek penelitian adalah siswa sekolah menengah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh kesehatan mental terhadap hasil belajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesehatan mental memiliki pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Siswa dengan kondisi kesehatan mental yang baik cenderung memiliki konsentrasi belajar yang lebih tinggi, motivasi akademik yang lebih stabil, kemampuan mengelola stres yang lebih baik, serta keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Sebaliknya, siswa yang mengalami gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan berlebih, stres akademik, atau rendahnya kepercayaan diri, cenderung mengalami penurunan prestasi belajar.Dengan demikian, kesehatan mental perlu menjadi perhatian penting dalam lingkungan pendidikan. Sekolah tidak hanya berperan dalam meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga perlu menciptakan lingkungan belajar yang aman, suportif, dan peduli terhadap kondisi psikologis peserta didik. Dukungan guru, konselor sekolah, orang tua, dan teman sebaya sangat diperlukan untuk membantu siswa menjaga kesehatan mental agar dapat mencapai hasil belajar yang optimal
Pengaruh Self-Efficacy terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa pada Pembelajaran Daring Nur Hidayah
COMPASS: Journal of Education and Counselling Vol. 2 No. 3 (2025): Compass: Journal of Education and Counselling, February 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/compass.v2i3.1575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap prestasi akademik mahasiswa dalam pembelajaran daring. Perkembangan teknologi pendidikan yang semakin pesat telah mendorong perguruan tinggi untuk mengimplementasikan sistem pembelajaran daring secara luas. Namun, keberhasilan pembelajaran daring tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknologi, melainkan juga faktor psikologis mahasiswa, salah satunya adalah self-efficacy. Self-efficacy merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya dalam menyelesaikan tugas dan mencapai tujuan tertentu. Mahasiswa dengan self-efficacy tinggi cenderung memiliki motivasi belajar, kemampuan adaptasi, serta ketekunan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa perguruan tinggi yang mengikuti pembelajaran daring. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa pada pembelajaran daring. Mahasiswa yang memiliki tingkat self-efficacy tinggi menunjukkan capaian akademik yang lebih baik dibandingkan mahasiswa dengan self-efficacy rendah. Selain itu, self-efficacy juga berkontribusi dalam meningkatkan kemandirian belajar, manajemen waktu, dan kemampuan pemecahan masalah selama proses pembelajaran daring berlangsung. Oleh karena itu, pengembangan self-efficacy perlu menjadi perhatian penting bagi dosen dan institusi pendidikan melalui strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan model pembelajaran daring yang lebih efektif dan berorientasi pada peningkatan prestasi akademik mahasiswa.

Page 9 of 10 | Total Record : 92