cover
Contact Name
Sarwinda Intan Putri
Contact Email
sarwindaintan96@uho.ac.id
Phone
+6281245849917
Journal Mail Official
journalcelebica@uho.ac.id
Editorial Address
https://celebica.uho.ac.id/index.php/journal/about/editorialTeam
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27231909     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jc.v2i2
Core Subject : Agriculture, Social,
Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia merupakan jurnal online open akses enam bulanan yang diterbitkan oleh Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo. Jurnal ini fokus untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dan pemikiran di bidang Kehutanan. Hasil Penelitian kehutanan yang dipublikasikan dalam jurnal ini mencakup bidang Manajemen Hutan, Sosial Ekonomi Kehutanan, Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Teknologi Pemanfaatan Hasil Hutan, Silvikultur dan Konservasi Sumberdaya Hutan
Articles 92 Documents
Pengaruh Komposisi Bahan Penggorengan Terhadap Berat Jenis Dan Kadar Air Pada Rotan Di Desa Lebo Jaya Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Niken Pujirahayu; Nurhayati Hadjar; Zakiah Uslinawaty; Muji Kurnianto
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023):
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i1.21

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi campuran bahan penggorengan rotan yang terbaik serta pengaruh terhadap berat jenis dan kadar air pada rotan. Komposisi campuran minyak penggorengan ada empat jenis rasio minyak tanah dan kelapa sawit yaitu 4: 0, 4: 1, 4: 2 dan 4: 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi minyak penggorengan minyak tanah dan minyak kelapa memberikan pengaruh terhadap berat jenis dan kadar air pada setiap jenis rotan, dari hasil percobaan juga diperoleh bahwa berat jenis rotan batang (0,51) lebih tinggi dibandingkan dengan rotan lambang (0,38), rotan tohiti (0,36), rotan cacing (0,38), dan rotan noko (0,50). Sedangkan untuk kadar air rotan lambang (22,65%) lebih tinggi dibandingkan rotan batang (17,11%), rotan tohiti (13,76%), rotan cacing (11,37%), dan rotan noko (10,65%).
PENGELOLAAN PERSEMAIAN TANAMAN RAKYAT UNTUK MENINGKATKAN KEANEKARAGAMAN JENIS TANAMAN DI LAHAN PEKARANGAN Faldo Titus Nugroho; Gunardi Djoko Winarno; Rahmat Safe'I; Afif Bintoro
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4, No 2 (2023): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i2.28

Abstract

Persemaian adalah tempat yang dalam memproses benih atau bahan lain dari tanaman menjadi bibit yang siap ditanam di lapangan. Di Desa Tegalyoso, Lampung Timur, khususnya dusun IV, terdapat dua fasilitas penting yang berkontribusi dalam penyediaan bibit tanaman, yaitu Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan komposisi benih/bibit, menganlisis pengelolaan persemaian, menganalisis pemanfaatan persemaian. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara mendalam. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, artikel, dan sumber lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persemaian KBR di Desa Tegalyoso memiliki tiga jenis tanaman utama, yaitu Alpukat, Pinang, dan Nangka. Sementara itu, persemaian KWT menanam berbagai jenis tanaman seperti Daun Bawang, Pakcoy, Sawi, Bayam, Terong, Pepaya, Kacang Panjang, Kangkung, dan Timun. Pengelolaan persemaian meliputi beberapa tahapan, seperti pemilihan lokasi, persiapan lahan, penyediaan media tanam, penyemaian benih, penyiraman, pemberian pupuk, pengendalian hama dan penyakit, perawatan rutin. Terdapat perbedaan dalam media tanam, ukuran polybag, dan bahan tiang paranet yang digunakan antara persemaian KBR dan KWT. kesimpulannya, pengelolaan persemaian yang baik dan pemilihan jenis tanaman yang tepat akan memastikan pertumbuhan bibit yang optimal, kuat, dan siap untuk dipindahkan ke area yang lebih luas.
ANALISIS SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA PAPAN LAMINASI KOMBINASI KAYU SENGON BAMBU PETUNG DAN KEMIRI BAMBU PETUNG Febriana Tri Wulandari; Dini Lestari; Ridjali Amin
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4, No 2 (2023): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i2.29

Abstract

Bambu memiliki berbagai kelebihan seperti harga yang relative murah, cepat tumbuh, memiliki sifat fisika dan mekanika sebanding dengan kayu, dan cocok diaplikasikan dengan teknologi pengolahan yang telah ada. Papan laminasi kombinasi dari kayu dan bambu menjadi pilihan yang menarik dalam pengolahan kayu dan bambu. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengujian sifat fisika dan mekanika telah dilakukan pada papan laminasi berbahan baku kayu atau atau bambu saja. Informasi mengenai papan laminasi dengan kombinasi kayu dan non kayu masih sangat terbatas. Papan laminasi dibuat dari kombinasi kayu sengon-bambu petung dan kayu kemiri-bambu petung. Pemilihan kayu sengon dan kemiri sebagai bahan baku karena memiliki berat jenis ringan yaitu 0,4 dan 0,33-0. Kayu dengan berat jenis ringan sampai sedang sangat cocok digunakan sebagai bahan baku papan laminasi terkait penetrasi perekat lebih mudah ke permukaan kayu. Penelitian bertujuan untuk pengaruh kombinasi kayu sengon bambu petung dan kayu kemiri bambu petung terhadap sifat fisika dan mekanika papan laminasi. Metode yang digunakan metode eksperimen dengan rancangan non faktorial dengan 2 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan jenis kombinasi berpengaruh tidak nyata pada pengujian kerapatan, pengembangan tebal, penyusutan tebal dan MoR sedangkan pada pengujian MoE dan kadar air berpengaruh nyata. Pengujian sifat fisika dan mekanika maka papan laminasi kombinasi kayu kemiri dan bambu petung (J2) memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan papan laminasi kombinasi kayu sengon dan bambu petung (J1). Berdasarkan hasil pengujian papan laminasi kombinasi kayu kemiri bambu petung dan kayu sengon bambu petung masuk dalam kelas kuat III yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan konstruksi berat yang terlindungi.
Penentuan Daur Optimal Jati Unggul Nusantara (JUN) di BDH Paliyan KPH Yogyakarta Tatik Suhartati; Sugeng Wahyudiono; Nugroho Cahyo Wicaksono; Purwadi Purwadi
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4, No 2 (2023): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i2.31

Abstract

Sustainable forest management requires planning forest management strategies that are based on growth and yield information. This information can be provided, among other things, through growth modeling. Therefore, the management of Jati Unggul Nusantara (JUN), which is the result of breeding Jati Plus Perhutani (JPP) trees, requires information about growth, yield and optimal cycles. The research aims to obtain a diameter growth model, free branch height, estimated volume and optimal volume cycle of JUN. Sampling was carried out using the systematic sampling method with random start. A total of 5 measuring plots were taken in each plot representing ages 3, 5 and 7 years. The parameters observed were diameter at breast height and free branch height. The models used are the Logarithmic Model, Inverse Model, and S Model. Model selection is carried out through model acceptance tests and validation tests. The model chosen to estimate the diameter at chest height of JUN is Model S with the equation Dbh = e(3.358 - 4.270/u). The model chosen to estimate the free branch height of JUN is Model S with the equation Tbc = e( 1,727 +( -3,100) /u. The optimal cycle of JUN in KPH Yogyakarta occurs at the age of 12 years and the volume obtained is 76,648 m3/ha. Key words : optimal cutting cycle, jati unggul nusantara, growth model
Regenerasi Tanaman Aren Pada Berbagai Kondisi Ekologis Tempat Tumbuhnya di Areal Garapan Kelompok Tani Hutan Karya Makmur III Meyzia Ulfa; Indriyanto; Ceng Asmarahman
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4, No 2 (2023): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i2.32

Abstract

Abstract : Sugar palm plants are one of the non-timber forest products that are widespread throughout Indonesia. This study aims to determine the regeneration of sugar palm and study the ecological conditions where the sugar palm grows in the area cultivated by the Karya Makmur III Forest Farmers Group in Tahura Wan Abdul Rachman. The research method used is the checkered line method with a sampling intensity of 1.5% or as many as 12 measuring plots of a land area of 31.61 ha. The sub-plots were 20 m x 20 m for the old phase, the sub-plots were 10 m x 10 productive for the phase, the sub-plots were 5 m x 5 m for the young phase and the sub-plots were 2 m x 2 m for the seedling and understorey phases. The results showed that the growth rate of sugar palm in the seedling phase (44 individuals/12 plots) was more dominant than the young phases of sugar palm (10 individuals/12 plots), the productive phase (1 individual/12 plots), and the old phase (8 individuals/12 plots). The development of sugar palms in arable areas has generally not been cultivated en masse and farmers still rely on plants that grow naturally. The conclusion in this study is that the sugar palm plants are spread over the growing area with natural rejuvenation as evidenced by the many sugar palm seedlings found around the palm trees and the ecological conditions in the field affect plant sugar plam plants. Keywords : sugar palm plantations, natural regeneration, ecological conditions
Densitas dan Penyebaran Ficus Spp. di Blok Koleksi Tahura Wan Abdul Rachman, Provinsi Lampung Indah Rofifah; indriyanto indriyanto; Ceng Asmarahman
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v5i1.36

Abstract

Tumbuhan jenis-jenis Ficus (Ficus spp.) merupakan tetumbuhan anggota famili Moraceae yang mempunyai banyak manfaat, baik manfaat ekonomis maupun ekologis. Di Blok Koleksi Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman belum ada data secara pasti tentang kondisi populasi Ficus spp. di dalamnya. Oleh karena itu, diperlukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis Ficus, densitas populasi, luas penyebaran, dan pola penyebarannya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode jalur dengan intensitas sampling 2%. Jumlah jalur pengamatan sebanyak 3 buah yang dirancang secara sistematik dengan jarak antarjalur 500 m. Ukuran setiap jalur pengamatan adalah 20 m x 500 m. Data dianalisis dengan rumus densitas (K), frekuensi (F), dan koefisien penyebaran (CD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam Blok Koleksi Tahura Wan Abdul Rachman terdapat 6 jenis tumbuhan genus Ficus, yaitu Ficus ampelas, Ficus septica, Ficus benjamina, Ficus variegata, Ficus hispida, dan Ficus annulata. Total densitas Ficus spp. tersebut adalah 63 individu/ha. Tumbuhan Ficus yang paling banyak adalah Ficus ampelas dengan densitas 35,333 individu/ha, sedangkan yang paling sedikit adalah Ficus variegata dengan densitas 0,667 individu/ha. Luas penyebaran Ficus ini pada umumnya sempit dengan rata-rata nilai F= 0,025 dan pola penyebarannya mengelompok dengan nilai CD antara 1,354 dan 6,094. Dapat disimpulkan bahwa kondisi populasi dan pola penyebaran Ficus spp. di Blok Koleksi Tahura Wan Abdul Rachman, Resor Sumber Agung cukup jarang dan mengelompok karena dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yaitu pola reproduksi baik secara vegetatif maupun generatif serta kondisi habitat tempat tumbuhnya.
POTENSI DAUN WARU (Hibiscus tiliaceus) SEBAGAI TUMBUHAN OBAT DI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) GANTARA KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA Nurnaningsih Hamzah; Wa Ode Hastiani Fahidu; Abigael Kabe
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4, No 2 (2023): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i2.37

Abstract

Tumbuhan obat merupakan tumbuhan berkhasiat obat yang dapat menghilangkan rasa sakit, meningkatkan daya tahan tubuh, membunuh bibit penyakit, dan memperbaiki organ yang sakit. Waru (Hibiscus tiliaceus) merupakan salah satu tumbuhan herbal yang telah digunakan dalam pengobatan oleh masyarakat sekitar KPH Gantara, Waru (Hibiscus tiliaceus) sebagai obat penurun demam dan mengurangi ketombe pada rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa (fitokimia) daun waru (Hibiscus tiliaceus) di KPH Gantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daun Waru mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan terpenoid, sehingga efektif digunakan sebagai obat bagi masyarakat. Kata Kunci : tumbuhan obat, Waru, KPH Gantara
ANALISIS SIFAT FISIKA MEKANIKA PAPAN LAMINASI KOMBINASI KAYU RAJUMAS BAMBU PETUNG DAN KAYU KEMIRI BAMBU PETUNG Febriana Tri Wulandari; Dini Lestari; Radjali Amin
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4, No 2 (2023): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i2.38

Abstract

Pemilihan spesies kayu rajumas, kemiri, dan bambu petung memiliki alasan yang khusus. Rajumas merupakan salah satu kayu lokal NTB yang merupakan kayu dengan berat jenis 0,31- 0,33 sehingga masuk ke kelas kuat IV. Selanjutnya untuk kayu kemiri memiliki berat jenis yang rendah yatu 0,33-0.39. Kayu dengan berat jenis ringan hingga sedang adalah pilihan yang sangat tepat untuk digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan papan laminasi karena memungkinkan penetrasi perekat ke permukaan kayu menjadi lebih mudah terbentuk. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merancang kontruksi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di masa yang akan datang. Rancangan penelitian yang digunakan rancangan non faktorial dengan 2 perlakuan kombinasi dengan 3 ulangan. Sifat fisika dan mekanika kombinasi kayu rajumas dan bambu petung: kerapatan 0,54 gr/cm3 ; kadar air 14,65%; pengembangan tebal 1,93%; penyusutan tebal 2,72%; MoE 10753,59 kgf/cm2 ; MoR 326,28 kgf/cm2 . Sifat fisika dan mekanika kombinasi kayu kemiri dan bambu petung: kerapatan 0,45% ; kadar air 14,50% ; pengembangan tebal 4,15% ; penyusutan tebal 2,34% ; MoE 10953,46 kgf/cm2 ; MoR 209,01 kgf/cm2 .Hasil pengujian papan laminasi kombinasi kayu rajumas bambu petung dan kayu kemiri bambu petung tidak berpengaruh nyata terhadap sifat fisika dan mekanika kecuali pada pengujian pengembangan tebal dan Modulus of Rupture (MoR). Peningkatan kelas kuat IV menjadi kelas kuat III setelah dikombinasikan dengan bambu petung menjadi papan lamianasi. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisika dan mekanika maka papan laminasi kombinasi kayu rajumas bambu petung dan kayu kemiri bambu petung masuk dalam kelas kuat III dapat digunakan untuk bahan baku konstruksi berat yang terlindungi.
Efektivitas Lama Penyimpanan Dan Beberapa Media Simpan Organik Terhadap Viabilitas Benih Mahoni (Swietenia macrophylla King) Odilia Barek Goran Tokan Tokan; Wilhelmina Seran; Norman P.L.B Riwu Kaho
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v5i1.41

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan dan media simpan organikterhadap viabilitas benih mahoni serta interaksi perlakuan yang menunjukan hasil terbaik terhadap viabilitas benih mahoni. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 sampai Februari 2023 dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 2 faktor yaitu lama penyimpanan dan media simpan organik. Hasil penelitian menunjukan bahwa lama penyimpanan dan media simpan organik menunjukan pengaruh yang nyata pada parameter persentase perkecambahan, laju perkecambahan, berat basah dan berat kering terhadap viabilitas benih mahoni namun menunjukan pengaruh tidak nyata terhadap kadar air benih mahoni, serta interaksi kedua perlakuan menunjukan pengaruh sangat nyata yaitu perlakuan A5M3 (lama penyimpanan 5 minggu dengan media simpan serbuk gergaji) pada parameter berat basah dan berat kering tanaman mahoni. This research was conducted to determine the effect of storage time and organic storage media on mahogany seed viability as well as treatment interactions that showed the best results on mahogany seed viability. The research was carried out from October 2022 to February 2023 using a factorial Completely Randomized Design method with 2 factors, namely storage time and organic storage media. The results of the research showed that storage time and organic storage media showed a significant influence on the parameters of germination percentage, germination rate, wet weight and dry weight on the viability of mahogany seeds but showed no real influence on the water content of mahogany seeds, and the interaction of the two treatments showed a very real influence. namely treatment A5M3 (storage time 5 weeks with sawdust storage media) on the parameters of wet weight and dry weight of mahogany plants.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN GAMAL (GLIRICIDIA SEPIUM) DENGAN PELARUT ETANOL DAN METANOL SEBAGAI INSEKTISIDA ALAMI Lalu Busyairi Muhsin; Baiq Yulia Hasni Pratiwi
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4, No 2 (2023): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i2.42

Abstract

Abstrak: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 3 juta orang yang bekerja di bidang pertanian keracunan pestisida dan 18.000 di antaranya meninggal setiap tahun. Permasalahan ini tidak lepas dari penggunaan pestisida sintetik dan pada lahan pertanian dan rumah tangga. Mengingat hal tersebut, Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman tumbuhan. Salah satu jenis keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia adalah pohon gamal atau Gliricidiasepium. Salah satu hama yang sering menjadi musuh para petani dan masyarakat adalah rayap (Coptotermes curvignathus) karena merupakan hama yang merusak pohon bahkan furnitur. Keuntungan menggunakan pestisida alami adalah penggunaannya cukup mudah dan risikonya lebih kecil dibandingkan menggunakan pestisida berbahan kimia beracun dan korosif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektifitas ekstrak daun gamal sebagai insektisida. Jenis desain penelitian ini adalah post-test only control group design, yaitu penelitian eksperimen sejati dimana setelah sekelompok rayap diberi perlakuan, dalam hal ini pengujian dilakukan dengan cara menyemprotkan ekstrak daun gamal dengan berbagai konsentrasi dan pelarut. Data dianalisis menggunakan analisis probit IBM SPSS versi 22 untuk mendapatkan nilai LC50. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pelarut metanol lebih efektif dalam penggunaannya sebagai pelarut dalam ekstraksi daun gamal sebagai insektisida alami

Page 2 of 10 | Total Record : 92