cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 142 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2026)" : 142 Documents clear
Efektivitas Breast Care Pada Ibu Post Sectio Caesarea Terhadap Produksi ASI Di Ruang Mawar RSUD Kardinah Tegal Nabila Nasywa Nanda Trisula; Tin Utami; Elok Faola
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.373

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) pada ibu postpartum dengan persalinan sectio caesarea sering mengalami hambatan akibat nyeri luka operasi, gangguan keseimbangan hormon oksitosin dan prolaktin, serta kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyusui dan perawatan payudara. Kondisi ini dapat mengganggu proses laktasi dan menurunkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas breast care dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum post sectio caesarea. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada satu subjek, yaitu Ny. E, ibu postpartum yang mengalami ketidakefektifan menyusui. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi selama 2 × 24 jam, mengikuti tahapan proses keperawatan mulai dari pengkajian hingga evaluasi. Hasil studi menunjukkan bahwa pada hari pertama ASI belum keluar secara optimal, dengan tanda bendungan payudara dan aliran ASI yang belum tampak. Setelah dilakukan breast care secara teratur, terjadi peningkatan produksi ASI yang ditandai dengan keluarnya tetesan ASI pada hari kedua, hingga munculnya pancaran ASI pada kedua payudara. Intervensi ini juga meningkatkan kenyamanan serta kepercayaan diri ibu dalam menyusui. Kesimpulannya, breast care terbukti efektif dalam meningkatkan produksi dan kelancaran ASI pada ibu postpartum dengan persalinan sectio caesarea, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang mendukung keberhasilan menyusui.
Pengaruh Terapi Seni Mandala Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Pasien Skizofrenia Di Wilayah Puskesmas Limboto Barat Mohamad Jufri Mahmud; Rona Febriyona; Firmawati; Nur Uyuun I. Biahimo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.460

Abstract

Seni Mandala Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Pasien Skizofrenia di wilayah Puskesmas Limboto Barat. Desain penelitian: desain penelitian kuantitatif Quasi-Eksperimen dengan rancangan One grup pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang terdiagnosa skizofrenia di puskesmas limboto barat yang tercatat sebanyak 63 orang. Pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 27 orang. Hasil Penelitian: menunjukan bahwa ada pengaruh 100% terapi seni mandala terhadap penurunan kecemasan pada pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Barat. Saran: Hasil penelitian ini bisa menjadi salah satu media pembelajaran, sumber informasi, pertimbangan tentang Pengaruh terapi seni mandala terhadap penurunan kecemasan pada pasien skizofrenia serta menjadi informasi untuk keluarga dan orang tua tentang pengaruh terapi seni mandala untuk penurunan kecemasan.
Hubungan Self-Efficacy Dan Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Lansia Di Desa Ranuyoso Yudhi Anggara Kurniawan; Dodik Hartono; Ainul Yaqin Salam; Suhari Suhari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.462

Abstract

Menjadi lansia merupakan salah satu tahap alami dalam siklus kehidupan manusia. Penurunan daya tahan tubuh merupakan salah satu dampak dari penuaan yang dapat meningkatkan kemungkinan munculnya masalah kesehatan pada lansia. Posyandu lansia merupakan program yang bertujuan untuk memantau kesehatan lansia secara efektif, sehingga dapat meminimalisir risiko kesehatan yang mungkin timbul. Dukungan dari keluarga juga sangat penting dalam meningkatkan motivasi lansia untuk rutin menghadiri posyandu lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan dukungan keluarga terhadap keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia di Desa Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia sebanyak 62 responden, sedangkan penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 54 responden. Instrumen yang digunakan meliputi lembar kuesioner General Self-efficacy Scale (GSES) untuk mengukur self-efficacy, kuesioner modifikasi berdasarkan Nursalam (2019) dan Firdaus (2021) untuk mengukur dukungan keluarga, serta observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Spearman rho-test. Hasil uji Spearman rho-test menunjukkan nilai ρ-value = 0,000 sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan dukungan keluarga dengan keaktifan lansia dalam kegiatan posyandu di Desa Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi kepada lansia dan keluarga tentang pentingnya kegiatan posyandu lansia dalam memantau kesehatan lansia. Selain itu perlu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit pada lansia dalam kegiatan posyandu lansia.
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Distres Psikologis Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Sindy Eva Yanti; Hellena Deli; Safri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.471

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga menimbulkan distres psikologis. Dukungan sosial dari keluarga maupun lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam membantu pasien mengatasi beban psikologis dan meningkatkan kualitas hidup. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan sosial dengan distres psikologis pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 95 responden penderita DM tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan sosial dan skala distres psikologis. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman rho. Hasil: Sebagian besar responden memiliki dukungan sosial kategori sedang (48,4%), sementara mayoritas mengalami distres psikologis kategori tinggi (42,1%). Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan sosial dengan distres psikologis (r = -0,525; p = 0,000), yang berarti semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah distres psikologis penderita DM tipe 2. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan distres psikologis pada penderita DM tipe 2. Dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif yang dapat menurunkan tekanan psikologis pasien. 
Hubungan Kelekatan Orang Tua dan Kelekatan Teman Sebaya dengan Perilaku Bullying pada Remaja M. Diffa Oktavian; Jumaini Jumaini; Anisa Yulvi Azni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.473

Abstract

Pendahuluan: Bullying merupakan masalah yang banyak terjadi pada remaja di lingkungan pendidikan dan berdampak pada kesehatan mental. Fenomena ini memerlukan pemahaman lebih mendalam terkait perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kelekatan orang tua dan teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 289 siswa dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Inventory Parent-Peer Attachment (IPPA) untuk mengukur kelekatan orang tua dan teman sebaya, serta Olweus Bullying/Victim Questionnaire (OBVQ) untuk mengukur perilaku bullying. Semua kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil: Sebagian besar responden berusia 16 tahun (52,6%), perempuan (66,8%), dan merupakan anak bungsu (33,6%). Sebagian besar ibu bekerja sebagai IRT (70,2%) dan ayah wiraswasta (56,7%), dengan pendidikan terakhir ibu dan ayah SMA (49,5%). Sebagian besar responden memiliki kelekatan ibu kategori sedang (65,7%), kelekatan ayah kategori sedang (69,6%), dan kelekatan teman sebaya kategori sedang (70,2%), sedangkan perilaku bullying berada pada kategori rendah (70,9%). Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kelekatan ibu dengan perilaku bullying (p = 0,002) serta kelekatan teman sebaya dengan perilaku bullying (p = 0,007). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara kelekatan ayah dengan perilaku bullying (p = 0,744). Kesimpulan: Kelekatan ibu dan teman sebaya memiliki peran dalam menurunkan perilaku bullying pada remaja, sehingga kualitas hubungan tersebut perlu diperkuat sebagai upaya pencegahan.
Hubungan Stigma dan Resiliensi Keluarga dengan Kekambuhan pada Pasien Skizofrenia Fina Oktavia; Fathra Annis Nauli; Tesha Hestyana Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.475

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang. Kekambuhan pada pasien sering dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk stigma keluarga dan tingkat resiliensi keluarga. Stigma yang tinggi dapat menghambat dukungan, sedangkan resiliensi yang baik dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan stigma dan resiliensi keluarga dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh keluarga pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Rawat Jalan Sidomulyo Kota Pekanbaru sebanyak 136 orang dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner Schedule for Clinical Assessment in Neuropsychiatry (SCAN) untuk mengukur stigma keluarga, Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) untuk menilai resiliensi keluarga, serta kuesioner frekuensi kekambuhan. Ketiga instrumen telah melalui uji validitas dan reliabilitas sehingga layak digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga memiliki stigma rendah (40,2%) dan resiliensi cukup (57,4%). Sebagian besar pasien skizofrenia tidak mengalami kekambuhan (52,5%). Uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test menunjukkan adanya hubungan signifikan antara stigma dan resiliensi keluarga dengan kekambuhan dengan p-value < 0,05. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kepada keluarga terkait pengurangan stigma dan penguatan resiliensi untuk mencegah kekambuhan pasien skizofrenia.
Pengaruh Pemberian Terapi Reminiscence Terhadap Penurunan Ansietas Pada Lansia Di Desa Satria Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo Rahma Wahyunensi Hamzah; Ibrahim Paneo; Andi Nur Aina Sudirman; Inne Ariane Gobel
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.476

Abstract

Ansietas merupakan gangguan psikologis yang umum terjadi pada lansia akibat perubahan fisik, sosial, dan emosional seiring bertambahnya usia. Salah satu intervensi non farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan tingkat ansietas adalah terapi reminiscence, yaitu terapi psikologis yang mengajak individu untuk mengingat kembali pengalaman hidup yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi reminiscence terhadap penurunan ansietas pada lansia di Desa Satria, Kecamatan Mootilango. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental One Group Pretest-Posttest Design. Sampel terdiri dari 20 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Terapi diberikan dalam tiga sesi selama dua minggu, mencakup tahap kehidupan masa anak-anak, remaja, dan dewasa. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat ansietas setelah pemberian terapi reminiscence, dengan nilai p = 0,000 (p<0,05), sehingga hipotesis alternatif diterima. Hal ini membuktikan bahwa terapi reminiscence dapat secara efektif menurunkan ansietas pada lansia. Kesimpulannya, terapi reminiscence memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan ansietas dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif intervensi keperawatan non farmakologis yang efektif dalam meningkatkan kesehatan mental lansia.
Gambaran Kondisi Hubungan Sosial Siswa Korban Bullying Verbal Dan Fisik Ringan Di SMP Hasanuddin 10 Semarang (Studi Kasus Siswa Korban Bullying di SMP Hasanuddin 10 Semarang) Isyroqul Mubarok; Rini Sugiarti; Erwin Erlangga
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika kondisi hubungan sosial siswa yang menjadi korban bullying verbal dan fisik ringan di SMP Hasanuddin 10 Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan lima responden yang mengalami bullying serta sembilan informan pendukung yang terdiri dari guru, wali kelas, serta teman sebaya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban bullying mengalami gangguan pada aspek fisik, psikis, dan sosial yang saling berkaitan. Pada aspek fisik, korban sering merasakan ketegangan, kelelahan, serta keluhan psikosomatis. Pada aspek psikis, muncul kecemasan, penurunan rasa percaya diri, serta sensitivitas emosional. Sementara itu, pada aspek sosial, korban cenderung menarik diri, membatasi interaksi, dan kesulitan membangun relasi yang lebih luas. Penelitian ini juga menemukan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor individu, lingkungan sosial, situasional, dan kontekstual yang membentuk pola hubungan sosial korban. Temuan ini menegaskan perlunya pendampingan menyeluruh dari pihak sekolah, teman sebaya, dan keluarga agar siswa korban bullying dapat kembali memiliki rasa aman serta kemampuan berinteraksi yang sehat.
Hubungan Penggunaan Media Sosial Dengan Perilaku Agresif Pada Anak Sekolah Dasar Leyra Firnawati; Musthika Wida Mashitah; Maulana Arif Murtadho
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.485

Abstract

Meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan anak-anak sekolah dasar telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi dampaknya terhadap perkembangan perilaku. Penggunaan yang berlebihan dan tanpa pengawasan dapat membuat anak-anak terpapar konten agresif yang memengaruhi regulasi emosi dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dan perilaku agresif pada anak SDIT Al-Ikhlas dan SDN Ampel 2 Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif cross-sectional. Sampel penelitian ini sejumlah 60 siswa sekolah dasar yang dipilih secara purposive sampling. Penggunaan media sosial diukur menggunakan Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial (SIPMS), dan perilaku agresif dinilai menggunakan Kuesioner Agresi Buss–Perry (BPAQ). Data dianalisis menggunakan uji korelasi peringkat Spearman (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar dengan penggunaan media sosial tinggi (67%) dan perilaku agresif tinggi (62%). Ditemukan hubungan positif yang signifikan antara penggunaan media sosial dan perilaku agresif (p = 0,003). Penggunaan media sosial yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan perilaku agresif di kalangan anak-anak sekolah dasar, yang menyoroti perlunya pengawasan orang tua, pendidikan literasi digital.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Prokrastinasi Akademik dalam Pengerjaan Skripsi pada Mahasiswa Keperawatan Dhea Annisa Savitri; Tesha Hestyana Sari; Jumaini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.486

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda tugas, termasuk penyusunan skripsi, dan banyak dialami mahasiswa tingkat akhir. Survei awal di Fakultas Keperawatan Universitas Riau memperlihatkansebagian besar responden berpotensi mengalami prokrastinasi. Beberapa faktor yang diduga berperan adalah kontrol diri, self efficacy, serta kemampuan mengatur waktu. Penelitian ini mempergunakan pendekatan kuantitatif melalui desainnya berupa deskriptif korelasional dan metode cross-sectional.Sebanyak 168 mahasiswa dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian mempergunakan kuesioner prokrastinasi akademik, kuesioner kontrol diri, kuesioner self efficacy dan kuesioner manajemen waktu yang sudah diujikanvaliditas dan reliabilitasnya. Data dianalisis mempergunakan pengujian chi square. Penelitian ini menemukan bahwa kebanyakan mahasiswa mengalami prokrastinasi pada kategori sedang (54,2%), kontrol diri sedang (48,8%), self efficacy rendah (42,3%) dan manajemen waktu rendah (35,7%). Hasil penelitian memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara kontrol diri dengan prokrastinasi akademik (0,000), self efficacy dengan prokrastinasi akademik (0,023), manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik (0,017). Makin rendah kontrol diri, self efficacy dan manajemen waktu, maka tingkat prokrastinasi akademikdalam pengerjaan skripsi makin tinggi. Disarankan  mahasiswa dapat meningkatkan keteraturan dalamkegiatan akademik dengan menerapkan pengelolaanwaktu yang lebih efektif serta penerapan disiplinbelajar, sehingga kecenderungan prokrastinasi dalampenyelesaian skripsi dapat berkurang.

Page 1 of 15 | Total Record : 142