cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 365 Documents
Search results for , issue "vol. 8 no. 2 (2026)" : 365 Documents clear
Deteksi Dini Depresi Berbasis Rumah Sakit Virtual Pada Ibu Postpartum Systematic Literature Review Lili Anggraini; Lidya Nofita Sirait; Wulan Anjani; Lisa Trina Arlym; Vivi Silawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan rumah sakit virtual dalam deteksi dini depresi pada ibu postpartum. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber data dari PubMed, ProQuest, ScienceDirect, dan Google Scholar tahun 2021–2026 yang dianalisis menggunakan pedoman PRISMA. Hasil menunjukkan bahwa layanan rumah sakit virtual, seperti telehealth dan skrining digital, efektif membantu identifikasi dini gejala depresi postpartum. Faktor akses teknologi, dukungan keluarga, dan keterlibatan tenaga kesehatan memengaruhi keberhasilan deteksi dini. Disimpulkan bahwa rumah sakit virtual berpotensi meningkatkan akses dan efektivitas deteksi dini depresi pada ibu postpartum.
Efektivitas Mobile health (mHealth) dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil Systematic Literature Review Haziza Hasada; Ratnasari Ratnasari; Margareta Noviani Ayu Dalis; Lisa Trina Arlym
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis menganalisis efektivitas mHealth pada Kesehatan ibu hamil. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber data dari Pubmed, ScienceDirect, Springer Links, Tailor & Francis, dan Arxiv (2020-2025), yang diseleksi menggunakan kriteria PICOS serta dianalisis berdasarkan pedoman PRISMA dan penilaian kualitas CEBM. Sebanyak empat studi Randomized Controlled Trial (RCT) diikut sertakan dalam sintesis akhir. Hasil menunjukkan bahwa intervensi mHealth meliputi edukasi digital berbasis robot, edukasi antenatal berbasis film, aplikasi persiapan persalinan dan video mobile berbasis komunitas yang terbukti efektif dalam meningkatkan literasi Kesehatan, menurunkan kecemasan, mengurangi ketakutan terhadap persalinan, serta setara dengan konseling tatap muka dalam mendukung pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil. Disimpulkan bahwa mHealth memiliki peran penting dalam mendukung Kesehatan ibu selama masa kehamilan, sehingga diperlukan inovasi berkelanjutan dalam Kesehatan digital untuk menjangkau populasi yang lebih luas.
Analisis Masalah Pernikahan Dini Pada Remaja Di Wilayah Kerja Puskesmas Dulupi Kabupaten Boalemo Dwi Rahayu Usman; Ani Retni; Harismayanti Harismayanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.829

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi fenomena sosial yang terjadi pada remaja dan dapat menimbulkan dampak terhadap pendidikan, kesehatan reproduksi, serta kondisi psikologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah pernikahan dini pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Dulupi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap 10 partisipan utama dan 2 partisipan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat tema utama yaitu faktor penyebab pernikahan dini, dampak terhadap pendidikan, kesehatan reproduksi, serta psikologis dan sosial. Faktor penyebab utama meliputi hubungan pacaran sejak usia muda, tekanan sosial lingkungan, kehamilan sebelum menikah, dan keputusan keluarga. Dampak yang dirasakan remaja yaitu terhentinya pendidikan formal, terbatasnya peluang kerja, pengalaman kehamilan pertama yang lebih berat, serta tekanan psikologis dan perubahan hubungan sosial dengan teman sebaya. Sebagian partisipan mampu beradaptasi secara bertahap dengan dukungan keluarga. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pernikahan dini merupakan masalah kompleks sehingga diperlukan peran keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi, konseling, dan pendampingan bagi remaja untuk mencegah pernikahan dini serta meminimalkan dampaknya.
Analisis Kepatuhan Implementasi Program Kesehatan Kerja terhadap Regulasi Kesehatan Kerja Indonesia di PT XYZ Fazha Radistya Gibran; Keishabrina Fatiya Madu Azzahra; Nico Linggi Pomangsangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.847

Abstract

Kondisi dunia industri di Indonesia menunjukkan bahwa implementasi program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya kesehatan kerja, masih belum sepenuhnya menjadi prioritas dalam operasional perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat kepatuhan implementasi program kesehatan kerja di PT XYZ terhadap regulasi kesehatan kerja Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara terstruktur. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT XYZ telah melaksanakan program kesehatan kerja meliputi aspek promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan Return to Work (RTW) melalui seminar kesehatan, pemeriksaan kesehatan berkala, pengawasan lingkungan kerja, pelayanan kesehatan kerja, serta pemantauan pekerja pasca kecelakaan kerja. Implementasi program kesehatan kerja secara umum telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, dan Permenaker Nomor 2 Tahun 1980. Namun, perusahaan masih perlu meningkatkan evaluasi efektivitas program, pengembangan program kesehatan berbasis risiko kerja, serta penguatan monitoring faktor risiko kesehatan kerja secara berkelanjutan agar tercipta lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif.
Makna Dan Praktik Tradisi Tontholo Dalam Perawatan Ibu Postpartum (Studi Fenomenologi Di Desa Taluduyunu Utara Kabupaten Pohuwato) Finriati Latip; Zuriati Muhamad; Ani Retni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.858

Abstract

Latar Belakang : Meskipun akses layanan kesehatan modern tersedia, keterikatan masyarakat Gorontalo terhadap tradisi Tontholo cukup tinggi karena diyakini sebagai bentuk ritual adat pemulihan fisik dan batin ibu postpartum. Kepercayaan yang kuat ini menunjukkan perlunya eksplorasi mendalam terhadap makna dan praktik tersebut guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang peka terhadap budaya lokal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna, pengalaman, dan praktik tradisi Tontholo dalam perawatan ibu postpartum. Metode : Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini menggunakan teknik snowball sampling untuk memilih 3 orang informan utama (ibu postpartum) dan  6 orang informan kunci di Di Desa Taluduyunu Utara Kabupaten Pohuwato. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik tematik. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa Tontholo dimaknai subjektif sebagai warisan leluhur yang wajib dijalankan karena bermanfaat secara fisik, dan pelaksanaannya diniatkan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan tidak melanggar syariat. Dari perspektif kesehatan, Tontholo dimaknai sebagai metode pemulihan fisik alami yang berfungsi mempercepat involusi uterus, melancarkan sirkulasi darah melalui terapi uap/panas, dan sebagai relaksasi otot pascapersalinan. Pengalaman informan menunjukkan bahwa penggunaan ramuan herbal dalam Tontholo memberikan efek relaksasi yang meningkatkan pemulihan dan menurunkan kecemasan, sehingga berperan dalam pencegahan postpartum blues. Kesimpulan : Tradisi Tontholo merupakan praktik perawatan masa nifas yang mengintegrasikan aspek budaya, spiritualitas, dan kesehatan fisik dan secara klinis, terbukti mendukung pemulihan fisik  yang efektif Saran : Perlu adanya sinergi antara tenaga kesehatan dan praktisi tradisional untuk memastikan keamanan bahan ramuan tanpa menghilangkan unsur budaya dan tradisi adat Gorontalo.
Hubungan Antara Jenis Agen Anestesi Dengan Waktu Pulih Sadar Pasien Pasca General Anestesi Di RSU Siaga Medika Purbalingga Ardiansyah Putra Supriyadi; Rully Annisa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.874

Abstract

General anestesi merupakan prosedur pembiusan yang bertujuan menghilangkan kesadaran sementara selama tindakan operasi melalui penggunaan agen anestesi tertentu. Waktu pemulihan sadar menjadi indikator penting dalam evaluasi keberhasilan anestesi karena berkaitan dengan keselamatan pasien, efektivitas pelayanan di ruang pemulihan, serta komplikasi risiko pascaoperasi. Perbedaan karakteristik farmakokinetik dan farmakodinamik antara agen anestesi inhalasi dan Total Intravenous Anesthesia (TIVA) diduga mempengaruhi kecepatan pemulihan pasien pasca anestesi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara jenis agen anestesi dengan waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum di RSU Siaga Medika Purbalingga. Penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional . Sampel penelitian berjumlah 92 responden yang dipilih menggunakan teknik konsekutif sampling . Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan penilaian Modified Aldrete Score , kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden menggunakan agen anestesi inhalasi sebanyak 48 responden (52,2%), sedangkan waktu pulih sadar cepat ditemukan pada 48 responden (52,2%). Responden dengan teknik TIVA lebih banyak mengalami waktu pulih sadar cepat sebanyak 31 responden (64,6%), sementara pada anestesi inhalasi lebih banyak mengalami waktu pulih sadar lambat sebanyak 31 responden (70,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (<0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara jenis agen anestesi dengan waktu pulihnya pasien pasca anestesi umum. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan jenis agen anestesi berperan penting dalam mempercepat proses pemulihan pasien pascaoperasi dan dapat menjadi pertimbangan klinis dalam meningkatkan mutu pelayanan anestesi.
Perbedaan Pengaruh Core Stability Exercise dan Brain Gym terhadap Peningkatan Keseimbangan pada Lansia Tasya Alya Azmi; Razany Fauzia Albonch; Rizky Wulandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.883

Abstract

Gangguan keseimbangan merupakan masalah yang sering terjadi pada lansia akibat proses penuaan dan dapat meningkatkan risiko ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Core Stability Exercise berperan dalam meningkatkan stabilitas postural melalui penguatan otot inti tubuh, sedangkan Brain Gym membantu meningkatkan respons sensorik dan motorik yang berhubungan dengan keseimbangan. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh Core Stability Exercise dan Brain Gym terhadap peningkatan keseimbanganpada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain pre-test and post-test two comparative group design. Subjek penelitian berjumlah 38 lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dibagi menjadi dua kelompok intervensi yaitu kelompok Core Stability Exercise dan Brain Gym dengan masing-masing kelompok berjumlah 19 orang menggunakan teknik total sampling. Pengukuran keseimbangan dilakukan menggunakan Berg Balance Scale (BBS) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi diberikan tiga kali per minggu selama empat minggu. Analisis data menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil: Analisis data menggunakan paired sample t-test menunjukkan kedua kelompok mengalami peningkatankeseimbangan yang signifikan (p=0,000; p&lt;0,05). Analisis data menggunakan independent sample t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua intervensi (p=0,327; p&gt;0,05). Kesimpulan: Core Stability Exercise dan Brain Gym sama-sama efektif dalam meningkatkan keseimbangan pada lansia, namun tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara keduanya.
Perbedaan Pengaruh Pelvic Rocking Exercise Dan Mckenzie Exercise Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Bawah Pada Lansia Di Posyandu Pasekan Kidul Amaliah Indah Pratiwi; Lailatuz Zaidah; Siti Khotimah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.891

Abstract

Penuaan menyebabkan terjadinya penurunan fungsi tubuh, terutama pada sistem muskuloskeletal, sehingga lansia lebih rentan mengalami nyeri punggung bawah. Kondisi ini menimbulkan keterbatasan gerak, menurunkan kemandirian, serta berdampak pada kualitas hidup lansia. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang efektif untuk mengurangi nyeri serta meningkatkan kemampuan fungsional, salah satunya melalui pemberian pelvic rocking exercise dan mckenzie exercise. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh pelvic rocking exercise dan mckenzie exercise terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada lansia. Metode penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan desain pre and post test two group design. Sampel berjumlah 29 lansia yang dibagi menjadi dua kelompok perlakuan dengan pertemuan 2 kali perminggu selama 4 minggu. Pengukuran nyeri menggunakan visual analog scale (VAS). Analisis data menggunakan uji paired samples t-test untuk kelompok I dan II digunakan untuk melihat perubahan sebelum dan sesudah intervensi. Uji independent sample t-test digunakan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara kedua kelompok dengan tingkat signifikasi p=0,05. Hasil Penelitian menunjukkan uji paired samples t-test untukkelompok I dan II dengan hasil p=0,000 (&lt;0,05) yang dimana setiap perlakuan berpengaruh terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada lansia. Untuk perbedaan kelompok perlakuan I dan II menggunakan independent sample t-test dengan nilai p= 0.985 (p &gt;0,05), sehingga tidak ada perbedaan pengaruh pelvic rocking exercise dan mckenzie exercise terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada lansia. Kesimpulannya tidak ada perbedaan pengaruh pelvic rocking exercise dan mckenzie exercise terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada lansia di Posyandu Pasekan Kidul.
Perbedaan Pengaruh Brisk Walking Exercise Dan Mindfulness Walking Exercise Terhadap Tingkat Kelelahan Lansia Yunia Kinanti Prastika; Abdillah Choirul Chisholi; Muhammad Ali Jafar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.913

Abstract

Kelelahan merupakan salah satu masalah yang sering dialami lansia akibat proses penuaan yang menyebabkan penurunan fungsi fisiologis, psikologis, dan sosial sehingga dapat menurunkan kemampuan aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Salah satu upaya untuk mengurangi kelelahan pada lansia adalah melalui latihan fisik berupa Brisk Walking Exercise dan Mindfulness Walking Exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brisk Walking Exercise dan Mindfulness Walking Exercise serta perbedaan pengaruh keduanya terhadap tingkat kelelahan pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan desain pre-test and post-test two group design. Sampel penelitian berjumlah 22 lansia yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Brisk Walking Exercise dan kelompok Mindfulness Walking Exercise. Intervensi diberikan selama 4 minggu dengan frekuensi 2 kali per minggu dan durasi 30 menit setiap sesi. Tingkat kelelahan diukur menggunakan Fatigue Severity Scale (FSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok Brisk Walking Exercise terjadi penurunan skor kelelahan dari 5,59±0,64 menjadi 4,57±0,63 dengan selisih rata-rata 1,02 dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,002). Pada kelompok Mindfulness Walking Exercise terjadi penurunan skor kelelahan dari 5,93±0,46 menjadi 4,20±0,52 dengan selisih rata-rata 1,73 dan hasil uji Paired Samples T-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p&lt;0,001). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok (p=0,049), dimana Mindfulness Walking Exercise memberikan penurunan tingkat kelelahan yang lebih besar dibandingkan Brisk Walking Exercise. Disimpulkan bahwa Brisk Walking Exercise dan Mindfulness Walking Exercise efektif dalam menurunkan tingkat kelelahan pada lansia, namun Mindfulness Walking Exercise lebih efektif dibandingkan Brisk Walking Exercise.
Efektivitas Latihan Low Impact dan High Impact terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Total pada Penderita Hipertensi Najla Iffathiya; Ummy A'isyah Nurhayati; Rizky fis Wulandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.944

Abstract

Hypertension is a major cardiovascular risk factor often associated with hypercholesterolemia. Aerobic exercise is recommended as a non-pharmacological intervention to improve lipid profiles. Objective: To determine and compare the effectiveness of low-impact and high-impact exercise in reducing total cholesterol levels among patients with hypertension. Methods: A quasi-experimental study with a pretest–posttest two-group design was conducted on 28 hypertensive patients aged 50–70 years at Mlati 2 Community Health Center. Participants were assigned to a low-impact group (n = 14; brisk walking) and a high-impact group (n = 14; High-Intensity Interval Training [HIIT] running in place) for four weeks, three sessions per week. Data were analyzed using the Paired Sample t-test and Mann–Whitney test (α = 0.05). Results: The low-impact group showed a non-significant reduction in total cholesterol levels from 213.93 ± 8.66 mg/dL to 210.93 ± 13.88 mg/dL (p = 0.503). In contrast, the high-impact group demonstrated a significant reduction from224.93 ± 20.13 mg/dL to 201.86 ± 22.66 mg/dL (p = 0.011). However, no significant difference in effectiveness was found between the two exercise modalities (p = 0.077). Conclusion: High-impact exercise effectively reduced total cholesterol levels, while low-impact exercise showed only a slight reduction. Nevertheless, both interventions demonstrated comparable effectiveness statistically.

Page 1 of 37 | Total Record : 365