cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Efektivitas Inovasi PEKAT CERMIN (Pengetahuan Singkat Cegah Dismenore) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pencegahan Dismenore Nuari Andolina; Erika Fariningsih; Indah Ronauli H.
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1211

Abstract

Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga diperlukan upaya edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahannya. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah PEKAT CERMIN (Pengetahuan Singkat Cegah Dismenore) sebagai media edukasi berbasis digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Inovasi PEKAT CERMIN terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan dismenore. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest- posttest design. Sampel penelitian berjumlah 62 remaja putri usia 10–12 tahun di Posyandu Remaja Kasih Bunda yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas sebelum dan sesudah pemberian edukasi melalui Inovasi PEKAT CERMIN. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori baik (53,2%), sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 95,2%. Nilai rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 73,77 ± 14,14 menjadi 89,77 ± 7,26, dengan peningkatan sebesar 16 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah pemberian edukasi menggunakan Inovasi PEKAT CERMIN. Dengan demikian, Inovasi PEKAT CERMIN terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan dismenore dan berpotensi diterapkan sebagai media edukasi kesehatan reproduksi di sekolah maupun Posyandu Remaja.
Hubungan Penggunaan Generative Artificial Intelligence (Gen AI) Dengan Tingkat Stres Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Duta Bangsa Surakarta Rifky Amar Saputra; Irba Tartila Amtiyaz; Totok Wahyudi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1212

Abstract

Latar Belakang : Stres sering dialami oleh siswa tingkat akhir karena tuntutan akademik dalam menyelesaikan skripsi. Stres tersebut perlu dikelola dengan baik. Banyak siswa tingkat akhir yang memanfaatkan Gen AI sebagai salah satu teknologi yang digunakan dalam membantu menyusun skripsi. Pemanfaatan Gen AI dapat membantu mengurangi beban akademik sehingga dapat mempengaruhi tingkat stres. Tujuan : Mengetahui hubungan penggunaan Generative Artificial Intelligence (Gen AI) dengan tingkat stres mahasiswa tingkat akhir Universitas Duta Bangsa Surakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 140 responden dari 4 Fakultas Universitas Duta Bangsa Surakarta, yang dipilih menggunakan teknik konsekutif sampling . Data dikumpulkan menggunakan kuesioner penggunaan Gen AI yang diterapkan dari penelitian terdahulu dan Lakaev Academic Stress Response Scale -2 (LASRS-2). Data responden diolah menggunakan uji Spearman Rank. Hasil : Sebagian besar responden berada pada tingkat penggunaan Gen AI rendah (35,7%) dan tingkat stres juga berada pada kategori rendah (35%) tetapi tidak jauh berbeda dengan kategori lainnya. Hasil uji spearman rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan Gen AI dengan tingkat stres siswa tingkat akhir (p = 0,008 , r = -0,222). Nilai koefisien korelasi menunjukkan hubungan negatif yang lemah. Yang artinya semakin tinggi penggunaan Gen AI, maka semakin rendah tingkat stres siswa. Kesimpulan : Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara penggunaan Generative Artificial Intelligence dengan tingkat stres mahasiswa tingkat akhir Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Determinasi Faktor yang Berkaitan dengan Perilaku Merokok pada Anak Remaja di Kabupaten Poso Juliana Novly Ratuanik; Alma Alma
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1213

Abstract

Pendahuluan: Merokok merupakan masalah yang belum bisa diselesaikan hingga saat ini. Merokok sudah melanda berbagai kalangan, dari anak-anak sampai orang tua, laki-laki maupun perempuan. Data World Health Organization (WHO) mengurutkan Indonesia ke peringkat tiga dunia setelah Cina dengan 390 juta perokok dan India dengan 144 juta perokok. Rokok sudah menjalar di kalangan masyarakat baik anak kecil, remaja bahkan orang dewasa. Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada remaja di Kab. Poso. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif noneksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 296 remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara faktor orang tua dengan perilaku merokok pada remaja di Kab. Poso (p < 0,05), ada hubungan yang signifikan antara faktor teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja di Kab. Poso (p < 0,05) dan ada hubungan yang signifikan antara faktor-faktor kepribadian dengan perilaku merokok pada remaja di Kab. Poso (p < 0,05). Kesimpulan: Beberapa faktor yang dapat meningkatkan perilaku merokok pada remaja dapat terlihat dari hasil penenlitian, perilaku merokok pada remaja yang dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal, di mana faktor internal yaitu dari kepribadian remaja sendiri dan faktor eksternal yaitu dari orang tua dan teman sebaya.
Factors Associated with Blood Glucose Levels in Neonates at Aura Syifa Hospital Kartika Dyah Bestari; Sumy Dwi Antono; Susanti Pratamaningtyas; Dwi Estuning Rahayu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1214

Abstract

In the neonatal period, hypoglycemia is the most common metabolic disorder that carries a risk of long-term neurological impairment. The purpose of this study was to analyze factors associated with blood glucose levels in neonates at Aura Syifa Hospital, including maternal obesity, history of gestational diabetes mellitus, maternal age ≥35 years, and neonatal hypothermia. This study was an observational analytic study with a retrospective case-control design using 36 respondents (18 cases, 18 controls) through purposive sampling technique. Univariate analysis and bivariate analysis with Chi-Square and Fisher's Exact Test were applied. Maternal obesity was found in the majority of respondents at 58.3%, hypothermia was experienced by most neonates at 63.9%, and blood glucose distribution showed equal proportions of hypoglycemia and normal at 50% each. Based on the statistical test results, there was no significant relationship between maternal obesity (p = 0.310; OR = 2.000) and maternal age ≥35 years (p = 0.298; OR = 0.481) with neonatal blood glucose levels. There was a significant relationship between history of gestational diabetes mellitus (p = 0.001; OR = 21.250) and hypothermia (p = 0.000; OR = 4.600) with neonatal blood glucose levels. Mothers who experienced gestational diabetes mellitus during pregnancy is the most dominant factor associated with neonatal blood glucose levels, followed by hypothermia. It is expected that healthcare providers will optimize blood glucose screening in neonates born to at-risk mothers and consistently implement hypothermia prevention measures from the time of delivery
Hubungan Berat Badan Lahir Dengan Kejadian Balita Gizi Kurang Di Desa Kadipaten Andong Ika Pratamawati; Triani Yuliastanti; Titik Wijayanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1218

Abstract

Berat badan lahir merupakan faktor risiko penting yang memengaruhi gizi balita, dengan 32 balita gizi kurang di Desa Kadipaten, Andong, pada 2025 yang menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 28 hari.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan berat badan lahir dengan kejadian balita gizi kurang di Desa Kadipaten, Andong. Penelitian kuantitatif analitik ini menggunakan desain case-control secara retrospektif pada 492 populasi balita Januari–Desember 2025, dengan sampel 32 balita gizi kurang dan 32 balita normal yang dianalisis pakai uji chi-square guna mengetahui hubungan berat badan lahir terhadap gizi kurang. Hasil penelitian Sebagian besar berat bayi lahir di Desa Kadipaten, Andong tergolong normal (81,3%), dengan proporsi ibu berstatus gizi kurang dan normal yang seimbang masing-masing 50%. Terdapat hubungan bermakna antara berat badan lahir dan kejadian gizi kurang pada balita (\(p = 0,010\)), sehingga ibu disarankan memperhatikan pemenuhan gizi sejak hamil guna mencegah masalah gizi anak.
Pengaruh Senam Hamil Terhadap Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester III Di Wilayah Kerja Puskesmas Lolo Dessy Ariyani; Frani Mariana; Novalia Widiya Ningrum; Siti Noor Hasanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1220

Abstract

Latar Belakang: Gangguan pola tidur pada ibu hamil sering dirasakan saat kehamilan trimester II dan III, hal tersebut terjadi karena perubahan adaptasi fisiologis dan psikologis. Perubahan yang dialami ibu hamil, dikarenakan bertambahnya usia kehamilan seperti perubahan anatomis dan perubahan hormonal. Dampak terganggunya tidur ibu hamil adalah saat beradaptasi sistem pernafasan akan mempengaruhi pasokan oksigen di otak. Tujuan: Mengetahui pengaruh senam hamil terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Lolo. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan Quasy Experimental Design (Eksperimen Semu) dalam satu kelompok (one group pre test post test). Maka populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III sebanyak 38 orang dan Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III dengan jumlah 10 orang. Dalam penelitian ini menggunakan uji analisis wilcoxon dan Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu sebelum diberikan intervensi senam hamil, memiliki kualitas tidur yang buruk sebanyak 7 orang (70%), setelah diberikan perlakuan senam hamil, kualitas tidur yang baik sebanyak 9 orang (90%) dan dilakukan uji menggunakan uji analisis wilcoxon didapatkan hasil p value 0,014 < 0,05. Simpulan: Ada pengaruh senam hamil terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Lolo. Petugas kesehatan lebih aktif dalam memberikan edukasi mengenai manfaat dari senam hamil, dan rutin melaksanakan senam hamil untuk menurunkan keluhan ketidaknyamanan ibu hamil selama kehamilan.
Perbedaan Pengaruh Penambahan Breathing Exercise Pada Senam Lansia Terhadap Penurunan Tekanan Darah Dan Peningkatan VO2Max Pada Lansia Hipertensi Annisa Shafa Atika Sari; Ummy A’isyah Nurhayati; Lailatuz Zaidah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1223

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang paling banyak dialami oleh lansia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Kondisi hipertensi pada lansia dapat menyebabkan penurunan fungsi kardiovaskular dan kapasitas aerobik yang ditandai dengan menurunnya nilai VO₂Max. Upaya penanganan hipertensi tidak hanya melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat dilakukan dengan intervensi nonfarmakologis seperti breathing exercise dan senam lansia. Kombinasi kedua latihan tersebut diduga mampu memberikan efek yang lebih optimal dalam menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kapasitas aerobik pada lansia hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh penambahan breathing exercise pada senam lansia terhadap penurunan tekanan darah dan peningkatan VO₂Max pada lansia hipertensi. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental pre-test and post-test two group design. Sampel penelitian adalah lansia hipertensi yang dibagi menjadi kelompok senam lansia dan kelompok kombinasi breathing exercise dengan senam lansia. Pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer dan VO₂Max menggunakan Six Minute Walk Test (6MWT). Analisis data dilakukan untuk mengetahui pengaruh intervensi pada masing-masing kelompok serta perbedaan pengaruh antar kelompok. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok senam lansia terdapat penurunan tekanan darah dan peningkatan VO₂Max yang signifikan dengan nilai p < 0,05. Pada kelompok kombinasi breathing exercise dan senam lansia juga diperoleh nilai p < 0,05 yang menunjukkan adanya pengaruh intervensi terhadap penurunan tekanan darah dan peningkatan VO₂Max. Selanjutnya, hasil uji perbedaan antar kelompok menggunakan Independent Sample t-test menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kelompok senam lansia dan kelompok kombinasi breathing exercise dengan senam lansia terhadap penurunan tekanan darah dan peningkatan VO₂Max pada lansia hipertensi. Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah mengenai efektivitas penambahan breathing exercise pada senam lansia sebagai intervensi fisioterapi nonfarmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan VO₂Max pada lansia hipertensi.
Hubungan Body Image Dengan Status Gizi Pada Remaja Putri Di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Kristen 2 Tomohon Wasti Katerina Rapar; Ilham Salam; Deviana Pratiwi Munthe; Theo Welly Everd Mautang; Adi Yeremia Mamahit; Beatrix J. Podung
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1224

Abstract

Body image merupakan salah satu faktor psikologis yang dapat memengaruhi perilaku makan dan status gizi remaja putri. Ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh dapat mendorong remaja melakukan perilaku makan yang tidak sehat sehingga berisiko mengalami status gizi tidak normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body image dengan status gizi pada remaja putri di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Kristen 2 Tomohon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional melalui rancangan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 136 siswi, dengan sampel sebanyak 102 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Data body image diperoleh menggunakan instrumen Multidimensional Body Self-Relation Questionnaire–Appearance Scale (MBSRQ-AS), sedangkan status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki body image negatif (55,9%) dan status gizi normal (74,5%). Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara body image dan status gizi (r = -0,545; p = 0,000), yang menunjukkan bahwa semakin positif body image remaja putri, maka status gizinya cenderung semakin baik atau normal. Temuan ini menunjukkan bahwa body image berperan terhadap status gizi remaja putri sehingga diperlukan upaya edukasi mengenai penerimaan diri, gizi seimbang, dan pola hidup sehat untuk mendukung terbentuknya body image positif serta mempertahankan status gizi yang optimal.
Pengaruh Media Edukasi SEHATI Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Seks Edukasi Di SMPN 3 Kota Kediri Nur Hidayati; Rahajeng Siti Nur Rahmawati; Finta Isti Kundarti; Ira Titisari; Ririn Indriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1229

Abstract

Adolescents' knowledge regarding sex education remains low, posing a risk of misunderstandings and behaviors that could impact reproductive health. One effort to improve adolescents' knowledge is through the SEHATI / Sex Education: Adolescents' Hope to Avoid Risks) educational medium, presented in the form of an educational video. Objective: To determine the effect of the SEHATI educational medium on adolescents' knowledge levels regarding sex education at SMPN 3 Kediri City in 2026. Methods: This study employed a quantitative method with a pre-experimental design, specifically the One-Group Pretest-Posttest design. The study sample consisted of 78 seventh-grade students from SMPN 3 Kediri City. Data were collected using a knowledge questionnaire administered before and after the SEHATI educational intervention. Data analysis was performed using the Shapiro-Wilk normality test and the Wilcoxon Signed-Rank Test, with a significance level of 0.05. Results: Prior to the SEHATI intervention, the majority of respondents fell into the "poor" knowledge category (47.4%). After the intervention, the majority fell into the "good" knowledge category (82.1%). The Wilcoxon Signed-Rank Test results showed a Z-value of -7.717 with an Asymp. Sig. (2-tailed) value of <0.001, indicating a significant effect of the SEHATI educational medium on adolescents' knowledge regarding sex education at SMPN 3 Kediri City. Conclusion: The SEHATI educational medium has a significant effect on improving adolescents' knowledge regarding sex education at SMPN 3 Kediri City. This medium can be utilized as an alternative tool for implementing reproductive health education within the school environment.
Hubungan Caring Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Payung Sekaki Izza Tunnisa; Yulia Irvani Dewi; Riri Novayelinda
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1231

Abstract

Pelayanan kesehatan di tingkat primer seperti puskesmas menuntut kualitas interaksi perawat yang baik. Perilaku caring perawat merupakan fondasi utama dalam memberikan asuhan keperawatan yang dapat memengaruhi persepsi kepuasan pasien.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku caring perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Payung Sekaki, Pekanbaru. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 85 responden pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur mengenai caring perawat dan tingkat kepuasan pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden menilai perilaku caring perawat berada pada kategori baik yaitu sebanyak 69 orang (81,2%). Namun, dari segi kepuasan secara umum, sebagian besar responden menyatakan kurang puas yaitu sebanyak 46 orang (54,1%) dan responden yang merasa puas sebanyak 39 orang (45,9%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan (p-value = 0,016 < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan. Meskipun caring perawat tergolong baik, tingkat kepuasan pasien juga dipengaruhi oleh faktor sistemik pendukung pelayanan kesehatan lainnya.