cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Hubungan Status Fisik Asa Dengan Waktu Pulih Sadar Pasien Pasca Anestesi Umum Di Rumah Sakit Jatiwinangun Purwokerto Salsabilla Regina Putri Ummayah; Roro Lintang Suryani; Madyo Maryoto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1232

Abstract

Tindakan pembedahan dengan anestesi umum dapat menimbulkan perubahan fisiologis pada tubuh pasien, terutama pada fase pasca operasi. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah keterlambatan waktu pulih sadar setelah anestesi umum. Kondisi ini dapat mempengaruhi stabilitas hemodinamik, fungsi pernapasan, dan keselamatan pasien. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan waktu pulih sadar adalah status fisik American Society of Anesthesiologists (ASA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status fisik ASA dengan waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum di RS Jatiwinangun Purwokerto. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 44 responden. Data karakteristik responden (usia, jenis kelamin, dan lama operasi) diperoleh dari rekam medis, sedangkan status fisik ASA dinilai menggunakan lembar observasi preoperatif. Waktu pulih sadar diukur menggunakan lembar observasi Aldrete Score yang meliputi aktivitas, pernapasan, sirkulasi, kesadaran, dan warna kulit. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Kendall’s tau-b. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki status fisik ASA II sebanyak 18 responden (40,9%) dan waktu pulih sadar kategori cepat sebanyak 27 responden (61,4%). Hasil uji Kendall’s tau-b menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,973 yang berarti terdapat hubungan sangat kuat dan positif antara status fisik ASA dengan waktu pulih sadar. Semakin tinggi status fisik ASA pasien, maka waktu pulih sadar cenderung semakin lama. Penelitian ini menunjukkan bahwa status fisik ASA berhubungan signifikan dengan waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum di RS Jatiwinangun Purwokerto.
Pengaruh Terapi Bermain Tradisional Congklak Terhadap Tingkat Kecemasan Pre Operasi Pada Pasien Anak Di RSUD Kanjuruhan Malang Nike Andriyanti; Arief Bachtiar; Kissa Bahari; Kasiati Kasiati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1238

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan pre operasi sering dialami oleh anak akibat rasa takut terhadap tindakan pembedahan dan lingkungan rumah sakit yang asing. Kondisi ini dapat menghambat kerja sama anak selama prosedur medis. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah terapi bermain tradisional congklak yang menyenangkan dan mudah dilakukan. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh terapi bermain tradisional congklak terhadap tingkat kecemasan pre operasi pada pasien anak di RSUD Kanjuruhan Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan two group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 54 anak dengan usia 6–12 tahun yang akan menjalani operasi, terdiri dari 27 anak kelompok perlakuan dan 27 anak kelompok kontrol, dipilih dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu modified Yale Preoperative Anxiety Scale (mYPAS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann–Whitney Test. Hasil Penelitian: Terdapat penurunan tingkat kecemasan yang signifikan pada kelompok perlakuan setelah diberikan terapi bermain congklak dengan nilai p = 0,001, sedangkan pada kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan p = 0,871. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan signifikan tingkat kecemasan antar kelompok dengan nilai p = 0,001. Kesimpulan: Terapi bermain tradisional congklak berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan pre operasi pada anak. Aktivitas bermain ini dapat membantu anak merasa lebih tenang dan nyaman sebelum menjalani tindakan pembedahan.
Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Lokpaikat Kabupaten Tapin Tahun 2026 Reny Normaulida; Mahfuzhah Deswita Puteri; Siti Fatimah; Shelly Rodliah Rosyad
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1239

Abstract

Komplikasi kehamilan seringkali masih disebabkan oleh tingginya kasus anemia pada masa kehamilan. Pencegahan dilakukan melalui pemberian tablet Fe, tetapi kepatuhan konsumsi masih rendah, meningkatkanya keperluan Fe (zat besi) pada trimester akhir. Tujuan penelitianini adalan menganalisis korelasi tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe terhadap kasus/kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lokpaikat, Kabupaten Tapin. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jenis penelitian kuantitatif. Populasi mencakup ibu hamil trimester III yang tercatat pada periode Januari hingga Maret 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden, ditentukan dengan rumus Slovin dan dipilih melalui purposive sampling. Kepatuhan diukur dari konsumsi minimal 90 tablet Fe selama kehamilan, sedangkan anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin menggunakan alat ukur Hb terstandar. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji korelasi Spearman rho dengan taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 responden, sebanyak 23 orang (57,5%) mengalami anemia dan 17 orang (42,5%) tidak anemia, sedangkan responden yang patuh dan tidak patuh mengonsumsi tablet Fe masing-masing berjumlah 20 orang (50,0%). Hasil uji Spearman rho menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil (r = 0,759; p = 0,000; p<0,05), yang berarti semakin rendah kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe maka semakin tinggi kecenderungan terjadinya anemia.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Di RA EL - FARIHAH Desa Karang Setia Tahun 2026 Afifah Nur Sabilah; Triseu Setianingsih; Beatrix Elizabeth; Previarsi Rahayu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1240

Abstract

Latar Belakang: Kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia prasekolah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pola asuh orang tua. Pola asuh yang tepat dapat membantu anak mengembangkan kemampuan melakukan aktivitas secara mandiri sesuai tahap perkembangannya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 responden yang merupakan anak usia prasekolah beserta orang tuanya. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pola asuh orang tua yang dikategorikan menjadi pola asuh otoriter dan demokratis serta kuesioner kemandirian anak yang diklasifikasikan menjadi ketergantungan sedang, kemandirian sebagian, dan kemandirian penuh. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 54 responden (77,1%). Mayoritas anak memiliki tingkat kemandirian penuh yaitu 39 anak (55,7%). Pada pola asuh otoriter, sebagian besar anak berada pada kategori kemandirian sebagian (62,5%), sedangkan pada pola asuh demokratis sebagian besar anak berada pada kategori kemandirian penuh (64,8%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,015 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak prasekolah. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh demokratis cenderung meningkatkan tingkat kemandirian anak prasekolah dibandingkan pola asuh otoriter. Oleh karena itu, orang tua diharapkan dapat menerapkan pola asuh yang mendukung perkembangan kemandirian anak sejak usia dini.
Hubungan Antara Adverse Childhood Experience Dengan Perilaku Seksual Berisiko Pada Pasien ODHA Di Poliklinik VCT Rumkit TK.II R.W. Mongisidi Manado Apriodita Susilawati; Alfunafi Fahrul Rizal
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1243

Abstract

Latar Belakang: Pengalaman Masa Kecil yang Merugikan (Adverse Childhood Experiences/ACEs) telah terbukti memengaruhi kesehatan mental dan memicu adopsi mekanisme koping maladaptif pada masa dewasa. Pada Orang yang Hidup dengan HIV (People Living with HIV/AIDS/PLHIV), riwayat trauma ini seringkali bermanifestasi dalam bentuk perilaku seksual berisiko yang mempersulit upaya untuk memutus rantai penularan dan meningkatkan risiko reinfeksi virus. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ACEs dan perilaku seksual berisiko pada pasien PLHIV di Poliklinik VCT Rumkit Tk.II R.W Mongisidi. Metode: Desain studi korelatif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi total adalah 236 pasien PLHIV, dengan fokus sampel analisis pada 134 pasien yang aktif menjalani Terapi Antiretroviral (ARV). Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur (skrining ACEs dan kuesioner perilaku seksual) dan rekam medis pasien. Analisis bivariat menggunakan Uji Eksak Fisher (α = 0,05). Hasil: Dari 134 pasien ODHA yang menjalani terapi ARV, distribusi kelompok risiko penularan terdiri dari 66 pasien Pria yang Berhubungan Seks dengan Pria (MSM) (49,2%), 54 pasien heteroseksual (40,3%), 7 pasien PMTCT (5,2%), dan 3 pengguna narkoba suntik (2,2%). Hasil skrining menemukan bahwa 15 pasien mengalami trauma masa kanak-kanak, yang semuanya (100%) adalah laki-laki. Distribusi dari 15 pasien ini berada dalam kelompok MSM (9 pasien), heteroseksual (5 pasien), dan pengguna narkoba (1 pasien). Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang sangat signifikan antara riwayat trauma masa kanak-kanak pada pasien laki-laki dengan peningkatan perilaku seksual berisiko (nilai p = 0,002). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara riwayat ACEs pada pasien laki-laki dengan perilaku seksual berisiko tinggi pada pasien ODHA yang menjalani terapi ARV di Poliklinik VCT Rumkit Tk.II R.W Mongisidi.
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Lokpaikat Kabupaten Tapin Suprapti Suprapti; Mahfuzhah Deswita Puteri; Siti Fatimah; Bardiati Ulfah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1245

Abstract

Masalah gizi yang berdampak langsung pada risiko bayi berat lahir rendah (BBLR), stunting, dan komplikasi kehamilan adalah Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil. Kasus KEK di wilayah kerja Puskesmas Lokpaikat Kabupaten Tapin masih ditemukan dan cenderung fluktuatif setiap tahun sehingga diperlukan kajian khusus mengenai pola makan ibu hamil. Tujuan studi ini adalah menganalisis hubungan pola makan dengan kejadian KEK ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lokpaikat Kabupaten Tapin tahun 2026. Jenis studi adalah kuantitatif dengan desain observasional analitik pendekatan cross sectional. Studi melibatkan populasi sebanyak 93 ibu hamil. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, yang mengambil 42 ibu hamil di trimester I. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola makan dan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), kemudian diuji menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki pola makan baik (69,0%) dan sebagian besar tidak mengalami KEK (61,9%). Hasil uji statistik (p-value = 0,005; r = 0,429) menunjukkan hubungan yang signifikan dan bernilai positif antara pola makan dan insiden KEK pada ibu hamil. Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk evaluasi dan penguatan program pencegahan KEK pada ibu hamil, khususnya melalui konseling gizi dan pemantauan pola makan sejak trimester pertama kehamilan.
Jenjang Karir, Interaksi Antar Kolega Dan Stres Kerja Perawat Viona Adelia Rosa; Kissa Bahari; Erlina Suci Astuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1251

Abstract

Latar Belakang: Stres kerja merupakan masalah utama yang dialami perawat akibat tuntutan tugas, beban kerja yang berat, dan tekanan lingkungan rumah sakit. Kondisi ini berdampak pada kesejahteraan psikologis perawat, mengurangi kualitas layanan, dan berpotensi membahayakan keselamatan pasien. Tujuan: Menganalisis hubungan antara tingkat karir, interaksi antar kolega, dan tingkat stres kerja terhadap kinerja perawat. Metode: Desain korelasional kuantitatif, studi potong lintang, melibatkan 168 perawat yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel bertujuan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hampir setengah dari responden berada dalam kategori perawat klinis III (42,9%), sebagian besar responden memiliki tingkat interaksi antar kolega yang tinggi (62,5%), dan sebagian besar responden berada dalam kategori stres kerja sedang (53,6%). Uji korelasi peringkat Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan dan negatif antara tingkat karier dan stres kerja (p < 0,001; r = -0,686), serta antara interaksi antar kolega dan stres kerja (p < 0,001; r = -0,525). Kesimpulan: Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi tingkat karir dan semakin baik kualitas interaksi antar kolega, semakin rendah stres kerja yang dialami perawat. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit perlu memperhatikan pengembangan tingkat karier dan membangun budaya kerja kolaboratif untuk menjaga kualitas layanan perlindungan dan meningkatkan keselamatan pasien.
Pengaruh Buku Cerita Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Menggosok Gigi Pada Anak Tunagrahita Di SLBN Pembina Provinsi Kalimantan Timur Sitti Munawwarah; Yona Palin T; Bernadetha; Sri Hazanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1255

Abstract

Prevalensi karies gigi di Indonesia cukup tinggi yaitu 82,8%, sedangkan Kalimantan Timur menempatiperingkat ke-12 tertinggi di Indonesia dengan prevalensi karies sekitar 48%. Permasalahan kesehatangigi dan mulut masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi, terutama pada anak berkebutuhankhusus seperti anak tunagrahita. Keterbatasan fungsi intelektual dan motorik menyebabkan anaktunagrahita mengalami kesulitan dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut secara mandiri. Salah satuupaya pendidikan kesehatan yang dapat dilakukan adalah melalui penggunaan media buku ceritabergambar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media buku cerita terhadappengetahuan dan keterampilan menggosok gigi pada anak tunagrahita di SLBN Pembina ProvinsiKalimantan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan desain one grouppre-test dan post-test. Populasi penelitian adalah seluruh siswa tunagrahita tingkat SDLB di SLBNPembina Provinsi Kalimantan Timur. Teknik pengambilan sampel menggunakan total samplingdengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesionerpengetahuan dan lembar observasi keterampilan menggosok gigi. Analisis data menggunakan ujiWilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuandan keterampilan menggosok gigi setelah diberikan intervensi media buku cerita. Hasil uji Wilcoxonmenunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (&lt;0,05) pada variabel pengetahuan dan keterampilan.Terdapat pengaruh media buku cerita terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan menggosokgigi pada anak tunagrahita di SLBN Pembina Provinsi Kalimantan Timur. Media buku cerita dapatdigunakan sebagai salah satu media promosi kesehatan dan pembelajaran yang efektif dalammeningkatkan pengetahuan dan keterampilan menggosok gigi pada anak tunagrahita.
Pengaruh Media Dart Game Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap Dan Motivasi Mengenai Pencegahan HIV Di SMKN 14 Samarinda Muhammad Faruq; Dian Ardyanti; Desie Rahmawati; Hilda
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1256

Abstract

Human Immunodeficiency Virus masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukanperhatian serius, terutama pada kelompok remaja. Kurangnya pengetahuan, sikap yang kurangmendukung, serta motivasi yang rendah dalam pencegahan HIV dapat meningkatkan risiko penularandan munculnya stigma terhadap orang dengan HIV. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yangmenarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik remaja, salah satunya melalui Dart Game, untukmeningkatkan efektivitas penyampaian informasi kesehatan. Menganalisis pengaruh media Dart Gameterhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan motivasi siswa mengenai pencegahan HIV di SMKN 14Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan One GroupPretest-Posttest. Sampel berjumlah 32 siswa kelas XII yang dipilih menggunakan teknik clustersampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan motivasi sebelum dansesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Terjadi peningkatan pada seluruhvariabel setelah pemberian intervensi. Proporsi responden dengan pengetahuan kategori baikmeningkat dari 69,2% menjadi 87,5%, sikap positif meningkat dari 62,5% menjadi 100%, danmotivasi kategori tinggi meningkat dari 53,1% menjadi 93,8%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkanbahwa media Dart Game berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,001),dan motivasi (p=0,000) mengenai pencegahan HIV. Media Dart Game efektif meningkatkanpengetahuan, sikap, dan motivasi siswa dalam pencegahan HIV serta berpotensi menjadi alternatifmedia edukasi kesehatan yang inovatif, menyenangkan, dan mudah diterapkan di lingkungan sekolahuntuk mendukung upaya promotif dan preventif.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Ibu Bersalin Kala I Fase Laten Dengan Induksi Di Rumah Sakit Islam Banjarmasin Gina Kurnia Izhati; Nelly Mariati; Hiryadi; Noor Anisa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1260

Abstract

Induksi pada kala I fase laten dapat meningkatkan kecemasan akibat kontraksi, ketidakpastian kemajuan pembukaan, serta kekhawatiran terhadap ibu dan janin. Faktor yang dikaji meliputi usia, pendamping persalinan, dan komunikasi tenaga kesehatan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara usia ibu bersalin kala I fase laten dengan induksi, pendamping persalinan, dan komunikasi tenaga kesehatan dengan tingkat kecemasan ibu bersalin. Metode penelitian yang diterapkan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi studi mencakup ibu bersalin kala I fase laten yang menerima induksi, dan melalui teknik total sampling diperoleh sampel akhir sebanyak 30 responden. Pengumpulan data berlangsung dalam rentang waktu Mei sampai Juni 2026. Data penelitian dikumpulkan melalui dua sumber, yakni rekam medis dan kuesioner. Instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kecemasan (p = 0,004), pendamping persalinan dengan kecemasan (p < 0,001), serta komunikasi tenaga kesehatan dengan kecemasan (p < 0,001). Secara spesifik, ibu yang termasuk dalam kategori usia berisiko, ibu yang tidak memperoleh pendampingan selama persalinan, dan ibu yang mempersepsikan komunikasi tenaga kesehatan sebagai kurang memadai menunjukkan proporsi kecemasan berat yang lebih tinggi. Pendampingan persalinan dan komunikasi terapeutik terbukti berkontribusi dalam meningkatkan rasa aman serta kapasitas ibu dalam menghadapi prosedur induksi. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa usia, pendamping persalinan, dan komunikasi tenaga kesehatan merupakan faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan dengan tingkat kecemasan ibu bersalin kala I fase laten yang menjalani induksi.