cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Gambaran Perubahan Suhu Tubuh Pada Pasien Pasca Kraniotomi Dengan General Anestesi Di RSUD Prof. DR. Margono Soekarjo Purwokerto Siti Noer Ambarwati; Magenda Bisma Yudha; Rahmaya Nova Handayani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.285

Abstract

Kraniotomi merupakan prosedur bedah saraf mayor yang dapat memengaruhi regulasi suhu tubuh akibat respons inflamasi, efek anestesi, dan perubahan fisiologis lainnya. Perubahan suhu pascaoperasi menjadi indikator penting untuk mendeteksi komplikasi awal, seperti infeksi maupun gangguan termoregulasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perubahan suhu tubuh pasien setelah kraniotomi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel sebanyak 70 pasien pasca kraniotomi yang menjalani anestesi umum di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi. Pengukuran suhu dilakukan sebelum dan setelah anestesi, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada pada kelompok usia dewasa 31 orang (44,3%), dengan IMT normal 47 orang (67,1%), perdarahan kelas I 51 orang (72,9%), lama operasi 30 menit–2 jam sebanyak 26 orang (37,1%), dan mayoritas berjenis kelamin perempuan 41 orang (58,6%). Diagnosis terbanyak adalah tumor otak 42 orang (60%). Sebanyak 49 pasien (70%) mengalami hipotermia ringan dengan suhu 32,0°C–36°C. Secara keseluruhan, pasien pasca kraniotomi cenderung mengalami penurunan suhu tubuh pada kategori hipotermia ringan. Oleh karena itu, pemantauan suhu tubuh secara berkala sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi yang mungkin timbul.
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. T Umur 37 Tahun Dengan Letak Sungsang Di Puskesmas Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun 2024 Sumargiyanti; Hafsah; Nur Hidayah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.287

Abstract

Latar Belakang : Kehamilan dengan letak sungsang merupakan salah satu faktor penyebab angka kematian ibu (AKI) seperti pendarahan karena trauma jalan lahir, atonia uteri, sisa plasenta dan juga infeksi dan dari faktor bayi bisa menyebabkan perdarahan intrakranial dan edema intrakranial, perdarahan alat-alat vital intraabdominal dan trauma langsung alat vital serta infeksi karena manipulasi asfiksia sampai lahir mati yang diakibatkan terlilitnya tali pusat. Tujuan : Mengetahui bagaimana Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.Tumur 37 Tahun dengan Letak Sungsang di Puskesmas Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun 2024. Metode Penelitian : Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Deskriptif Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dimana peneliti melakukan eksplorasi secara mendalam, pengumpulan data dilakukan oleh peneliti kepada responden dan keluarga melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil : Kehamilan Ny.T telah mengikuti standar ANC. Persalinan dengan Sectio Caesarea sesuai riwayat, berbeda dengan standar kelahiran normal. Penatalaksanaan bayi dan nifas sesuai dengan teori dan praktik namun penatalaksanaan KB tidak sepenuhnya sesuai dengan pedoman. Secara keseluruhan, pengelolaan kehamilan, persalinan, dan masa nifas umumnya sesuai standar. Kesimpulan : Asuhan Kebidanan pada Ny.T dilakukan secara menyeluruh dari kehamilan sampai KB, dengan Ny.T sangat kooperatif. Asuhan Kebidanan pada Ny.T umur 37 tahun dari kehamilan sampai KB terdapat kesenjangan antara teori dan praktik.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Kefarmasian Terhadap Loyalitas Pelanggan Di Apotek Asli Manjur Kabupaten Cilacap Ronald Vanness Valentino; Khamdiyah Indah K; Siti Setianingsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.288

Abstract

Kualitas pelayanan (service quality) kefarmasian yang diberikan serta rasa kepuasan yang didapat oleh pelanggan akan memengaruhi minat pembelian ulang pelanggan dan menciptakan loyalitas. Urgensi penelitian ini menunjukkan masih minimnya standarisasi pelayanan di Apotek Daerah dan untuk menunjang kualitas pelayanan kefarmasian sebagai penentu keselamatan pelanggan dan keberlanjutan Apotek Asli Manjur Kabupaten Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan kefarmasian dengan loyalitas pelanggan di Apotek Asli Manjur Kabupaten Cilacap. Merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasional menggunakan kuesioner dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 83 responden. Data dikumpulkan menggunakan dua kuesioner, kuesioner kualitas layanan dan kuesioner loyalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan pada Apotek Asli Manjur Kabupaten Cilacap termasuk dalam kategori kualitas layanan yang sangat baik dengan presentase rata-rata dari 5 dimensi yaitu 81,77%. Loyalitas pelanggan Apotek Asli Manjur termasuk dalam kategori yang tinggi dengan ditunjang hasil kualitas layanan yang diberikan termasuk dalam kategori sangat baik. Kualitas layanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan dengan uji statistik menunjukkan nilai signifikansi 0,036 (< 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap peningkatan dalam kualitas pelayanan berkontribusi pada peningkatan loyalitas pelanggan atau semakin baik kualitas layanan maka semakin tinggi loyalitas pelanggan.
Hubungan Kebutuhan Yang Belum Terpenuhi Dengan Kualitas Hidup Dan Faktor Yang Memengaruhinya Pada Pasien Kanker Serviks Rawat Jalan RSUD Ulin Banjarmasin Aditya chandra; Yati Afiyanti; Yustan Azidin
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.289

Abstract

Latar belakang: Kanker serviks dianggap sebagai tantangan yang signifikan bagi perempuan, dengan potensi efek jangka panjang terhadap kehidupan dan psikologi pasien, bahkan setelah perawatan sehingga banyak yang dibutuhkan penderita kanker serviks untuk bertahan hidup. Pemahaman mengenai dampak kompleks kanker serviks dari berbagai aspek ini penting untuk pengembangan intervensi yang komprehensif guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan: Mengidentifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi dengan Kualitas Hidup dan mengidentifikasi faktor yang memengaruhinya pada pasien kanker serviks RSUD Ulin Rawat Jalan Banjarmasin. Metode: Rancangan menggunakan korelasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi semua pasien kanker serviks Rawat Jalan RSUD Ulin Banjarmasin. Metode sampel yang digunakan adalah Rumus Cochran dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling hingga didapatkan jumlah sampel 120 responden. Kebutuhan yang belum terpenuhi menggunakan kuesioner The CaSUN (Cancer Survivors Unmet Needs Survey) dan kualitas hidup menggunakan kuesioner EORTC QLQ C-30. Hasil: Hasil uji spearman’s rank menemukan adanya hubungan kebutuhan yang belum terpenuhi dengan kualitas hidup pasien kanker serviks Rawat Jalan RSUD Ulin Banjarmasin dengan nilai ρ-value kurang dari 0,05 yaitu sebesar 0,000. Hasil uji regresi berganda, faktor yang paling memengaruhi kualitas hidup pasien kanker serviks Rawat Jalan RSUD Ulin Banjarmasin adalah unmet needs Domain Perawatan Komprehensif dengan nilai OR 53.935. Sedangkan Jenis Terapi menjadi variabel perancu (counfounding) yang paling berpengaruh signifikan secara statistik terhadap kualitas hidup pasien kanker serviks dengan nilai OR 35.389.
Hubungan Tingkat Pengetahauan Remaja Putri Tentang Keputihan Dengan Perilaku Personal Hygiene Di SMAN 1 Pengasih Kulon Progo Nova Trianadewi; Sholaikhah Sulistyoningtyas; Yekti Satriyandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.290

Abstract

Keputihan merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang umum dialami oleh remaja putri. Kurangnya pengetahuan tentang keputihan dapat menyebabkan perilaku personal hygiene yang kurang tepat, sehingga meningkatkan risiko infeksi dan gangguan kesehatan reproduksi lainnya. Menjaga kebersihan organ reproduksi merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan penyakit. SMAN 1 Pengasih menjadi lokasi penting karena belum pernah dilakukan penelitian sejenis di sekolah ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan keputihan dengan perilaku personal hygiene pada remaja putri. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei analitik. Sampel dalam penelitian ini yaitu remaja putri kelas X A-F (149 siswi) SMAN 1 Pengasih Kulon Progo yang berjumlah 66 responden diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner mengadop dari penelitian sebelumnya dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang keputihan dalam kategori cukup (78,8%), sedangkan perilaku personal hygiene paling banyak berada dalam kategori cukup (51,5%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan tentang keputihan dengan perilaku personal hygiene (p = 0,042), dengan kekuatan korelasi lemah (r = -0,251). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang keputihan dengan perilaku personal hygiene. Peningkatan edukasi mengenai keputihan dan kebersihan diri sangat diperlukan dalam program kesehatan remaja di sekolah untuk mendorongpembentukan perilaku yang sehat sejak dini.
Hubungan Posisi Pasien Dengan Keberhasilan Spinal Anestesi Pada Pasien Bedah Urologi Di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Ita Oktaviana; Tophan Heri Wibowo; Ita Apriliyani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.291

Abstract

Keberhasilan spinal anestesi penting untuk mengurangi risiko penyuntikan berulang dan komplikasi. Hal ini dipengaruhi oleh kemampuan menentukan titik acuan, pengalaman penyedia layanan, serta posisi punggung pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keberhasilan spinal anestesi dengan posisi pasien. Penelitian menggunakan desain observasional potong lintang dengan 41 responden melalui total sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan koefisien kontigensi. Hasil menunjukkan 51% pasien berada pada Hamstring Stretch Position (HSP) dan 49% pada Crossed Leg Sitting Position (CLSP), dengan sebagian besar memerlukan satu kali penyuntikan. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara posisi HSP dan CLSP terkait keberhasilan spinal anestesi. Keberhasilan dipengaruhi kemampuan pasien melakukan fleksi tulang belakang sehingga mempermudah palpasi prosesus spinosus dan penetrasi jarum ke ruang subaraknoid.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Demonstrasi Terhadap Keterampilan Menggosok Gigi Pada Anak Usia 8-9 Tahun Di SDN 2 Petuk Katimpun Palangka Raya Sindi; Meilitha Carolina; Nia Pristina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.292

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan, terutama pada anak-anak yang sedang berada dalam masa pertumbuhan dan pembentukan kebiasaan. namun, masih banyak anak usia sekolah dasar yang belum keterampilan menggosok gigi dengan benar. salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan tersebut melalui pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap keterampilan menggosok gigi pada anak usia 8-9 tahun di SDN 2 Petuk Ketimpun Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain pra eksperimental dan pendekatan one group pre dan post test design. sampel terdiri dari 27 responden penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap keterampilan menggosok gigi pada anak usia 8-9 tahun di SDN 2 Petuk Ketimpun Palangka Raya. Hasil: Berdasarkan hasil analisis data dari hasil penelitian menggunakan uji Wilcoxon Rank Test diperoleh Sig. (2-tailed) 0,000 yang berarti lebih kecil dari p value 0,05 yaitu (0,000 < 0,05), maka Ho ditolak dan H1 diterima yang menunjukan bahwa ada Efektivitas Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Demonstrasi Terhadap Keterampilan Menggosok Gigi Pada Anak Usia 8-9 Tahun Di SDN 2 Petuk Ketimpun Palangka Raya. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menggosok gigi pada anak usia 8–9 tahun. Setelah diberikan intervensi, terjadi peningkatan jumlah anak yang memiliki keterampilan menggosok gigi dengan benar, Metode demonstrasi mempermudah anak memahami mempraktikkan teknik sikat gigi yang baik dan benar
Hubungan Pola Konsumsi Junk Food Dengan Kejadian Gastritis Di SMK Karsa Mulya Palangka Raya Maulida Permatasari; Hermanto; Ferry Ronaldo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.293

Abstract

Latar Belakang: Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami remaja, terutama akibat pola konsumsi makanan yang tidak sehat. Salah satu faktor risiko utama adalah kebiasaan mengonsumsi junk food yang tinggi lemak, kalori, garam, dan gula, namun rendah serat serta miskin nutrisi. Kondisi ini dapat memicu gejala seperti nyeri ulu hati, mual, muntah, dan perut kembung. Fenomena tersebut juga ditemukan pada siswa SMK Karsa Mulya Palangka Raya, di mana banyak remaja terbiasa mengonsumsi junk food sehingga meningkatkan risiko gastritis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi junk food dengan kejadian gastritis pada siswa di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional crosssectional. Sampel berjumlah 93 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pola konsumsi junk food dan kuesioner kejadian gastritis. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden sering mengonsumsi junk food sebanyak 63 siswa (68%), sedangkan 30 siswa (32%) jarang mengonsumsi. Sebanyak 47 siswa (50%) mengalami gastritis dan 46 siswa (50%) tidak mengalami gastritis. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,017 (<0,05), sehingga terdapat hubungan signifikan antara pola konsumsi junk food dengan kejadian gastritis. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pola konsumsi junk food dengan kejadian gastritis pada siswa SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Diperlukan edukasi gizi dan intervensi pola makan sehat guna mencegah gastritis sejak usia remaja.
Pengaruh Media Video Animasi Terhadap Pengetahuan Tentang SADARI Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Kasihan Bantul Pinkan Dyah Wardani; Nurul Soimah; Evi Wahyuntari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.294

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan angka kejadian dan kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu angka kejadian kanker payudara yang masih tinggi sehingga perlu dilakukan deteksi dini dimulai dari remaja melalui SADARI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan tentang SADARI pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kasihan Bantul. Desain penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini 123 responden remaja putri di SMA Negeri 1 Kasihan Bantul. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum penyuluhan kemudian 3 hari berikutnya dilakukan posttest penyuluhan menggunakan video animasi, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi seluruh responden (100%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, sedangkan setelah intervensi sebanyak 55% responden memiliki pengetahuan baik, 39% cukup, dan hanya 6% masih kurang. Uji statistik menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media video animasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kasihan II Bantul Uswatun Hasanah; Nurul Soimah; Evi Wahyuntari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.295

Abstract

Anemia merupakan salah satu penyebab kematian ibu dan bayi di indonesia dan berdampak signifikan terhadap kesehatan, seperti peningkatan resiko perdarahan, kelahiran prematur, bayi berat lahir rendah (BBLR), hingga kematian ibu dan bayi. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan studi korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu di Puskesmas Kasihan II Bantul, yang berjumlah sebanyak 296 ibu hamil. Sampel penelitian ini 55 orang ibu hamil diambil secara Accidental Sempling yang datang memeriksa kehamilannya pada saat dilakukan penelitian. Didapatkan 23  ibu hamil yang mengalami anemia dan 32 ibu hamil yang tidak mengalami anemia. terdapat 23. Data primer dikumpulka menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari penelitian Mita Rojulani Harapan (2022) dengan pengukuran tingkat pengetahuan dan status anemia ibu hamil. Data skunder tentang kejadian anemia di ambil dari buku KIA. Rentang waktu pengambilan data dimulai pada tanggal 31 Mei s/d 18 Juni 2025. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil dengan kejadian anemia, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Ibu hamil yang memiliki tingkat pengetahuan rendah cenderung memiliki risiko anemia yang lebih tinggi dibandingkan dengan ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil berperan penting dalam pencegahan anemia selama kehamilan.