cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Orang Tua Tentang Stimulasi Perkembangan Bahasa Anak Usia Toddler Di UPTD Puskemas Kayon Kota Palangka Raya Sonia Purnamasari; Septian Mugi Rahayu; Dina Rawan G. Rana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.360

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak, khususnya pada usia toddler (1–3 tahun). Pada masa ini, anak berada dalam periode emas perkembangan, di mana stimulasi yang tepat sangat dibutuhkan untuk mendukung kemampuan bicara, memahami kata, dan berinteraksi sosial. Orang tua memiliki peran utama dalam memberikan stimulasi tersebut, karena lingkungan keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi anak belajar berkomunikasi. Namun, tidak semua orang tua memiliki pengetahuan dan sikap yang baik mengenai pentingnya stimulasi bahasa. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman dapat menyebabkan anak tidak mendapatkan stimulasi yang memadai, yang pada akhirnya dapat menghambat perkembangan bahasa dan berdampak pada kemampuan sosialisasi serta kepercayaan diri anak. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan sikap orang tua dalam memberikan stimulasi bahasa, guna mencegah keterlambatan perkembangan dan mendukung pertumbuhan anak secara optimal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap orang tua tentang stimulasi perkembangan bahasa anak usia toddler di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Metode: menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 orang tua yang memiliki anak usia toddler yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan sikap, dan data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil dan analisis: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik dan sikap yang positif dalam memberikan stimulasi perkembangan bahasa. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap orang tua tentang stimulasi perkembangan bahasa anak (r = 0.352, p = 0.002 <  0.05). Kesimpulan: Hubungan tingkat pengetahun dengan sikap orang tua tentang stimulasi perkembangan bahasa anak usia toddler di UPTD Puskemas Kayon Kota Palangka Raya. Saran untuk tempat penelitian yaitu senantiasa melakukan edukasi berkelanjutan kepada keluarga muda mengenai pemberian stimulasi perkembangan bahasa dan bentuk dukungan yang sehat dalam pengasuhan anak.
Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Kebiasaan Makan Terhadap Anemia Pada Remaja Putri Di SMP Negeri 1 Godean Indah Sari Kurnia; Siti Fadhilatun Nashriyah; Ririn Wahyu Hidayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.361

Abstract

Berdasarkan Dinas Kesehatan DI Yogyakarta prevalensi anemia pada remaja putri sebesar 48,9% di tahun 2018 (Profil Kesehatan Kota Yogyakarta, 2022). Prevalensi anemia remaja putri di Kabupaten Sleman dari tahun 2022 sebesar 12,60% meningkat menjadi 22,86% pada tahun 2023. Secara umum, anemia pada remaja putri dapat berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi. Pengetahuan sebagai salah satu yang dapat membantu remaja dalam menciptakan kebiasaan makan yang sehat. Remaja yang memiliki pemahaman pengetahuan yang baik terkait anemia akan membentuk kebiasaan makan yang sehat sehingga dapat mengurangi anemia. Salah satu faktor resiko penyebab anemia meliputi kekurangan zat gizi (vitamin A, vitamin B12, folat dan zat besi), perdarahan, peradangan kronis, infeksi parasit dan kondisi bawaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan kebiasaan makan terhadap anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Godean. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu Pengetahuan gizi dan kebiasaan makan, sedangkan variabel dependen anemia. Sampel penelitian sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan gizi terkait anemia dan kuesioner kebiasaan makan yang berisikan jenis, jumlah dan frekuensi makan serta alat GCU Hb untuk mendeteksi kadar Hb. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji Fisher’s Exact. Berdasarkan hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan kejadian anemia (p=1,000) dan juga menunjukkan bahwa kebiasaan makan tidak ada hubungan secara signifikan dengan kejadian anemia (p=0,165).
Analisis Peran Status Gizi Terhadap Anemia Dengan Menilai Hubungan Antara IMT Dan Kadar Hb Pada Wanita Usia Subur Dengan Anemia Ringan Ririn Lestari; Vera Nurviana; Arifah Septiane
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.362

Abstract

Anemia pada wanita usia subur masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tinggi dan berdampak pada kualitas hidup serta kesehatan reproduksi. Status gizi yang digambarkan melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) berperan penting dalam ketersediaan zat gizi yang menunjang pembentukan hemoglobin (Hb). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara IMT dengan kadar Hb pada wanita usia subur dengan anemia ringan. Desain penelitian adalah potong lintang dengan 30 responden berusia 18–35 tahun, Hb &lt;12 g/dL. Data IMT dihitung dari berat badan dan tinggi badan, sedangkan Hb diperiksa menggunakan POCT Easy Touch. Uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data Hb (p=0,003) dan IMT (p=0,039) tidak berdistribusi normal, sehingga analisis menggunakan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan adanya korelasi positif lemah antara IMT dan Hb (r=0,337; p=0,069), namun tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa responden dengan status gizi lebih baik cenderung memiliki Hb lebih tinggi, tetapi hubungan ini tidak dapat disimpulkan secara kuat karena ukuran sampel kecil dan variasi data sempit. Penelitian ini menekankan pentingnya pemantauan status gizi pada wanita usia subur sebagai upaya promotif dan preventif anemia. Disarankan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar, variabel biomarker gizi tambahan, dan desain longitudinal agar keterkaitan status gizi dan anemia dapat dipahami lebih mendalam.
Implementasi Video Edukasi Komunikasi Situation, Background Assessment, Recommendation (SBAR) Terhadap Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Dhea Wulandary; Emiliani Elsi Jerau; Danang Tri Yudono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.363

Abstract

Komunikasi efektif mempunyai pengaruh yang besar terhadap keselamatan pasien untuk mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan. Salah satu metode komunikasi efektif untuk meminimalisir insiden keselamatan pasien yaitu komunikasi SBAR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi video edukasi komunikasi Situation, Background Assessment, Recommendation (SBAR) terhadap tingkat pengetahuan Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment dengan pre-test post-test control group dimana intervensi edukasi pada kelompok intervensi melalui video dan kelompok kontrol melalui leaflet. Sample pada penelitian ini sejumlah 70 responden Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa tingkat III. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan pada kelompok kontrol mean sebelum intervensi 63,37 dan setelah intervensi 66,74 dengan p-value 0,566. Pada kelompok intevensi mean sebelum intervensi 62,54 dan setelah intervensi 96,06 dengan p-value 0,000. Hasil uji menggunakan mann whitney menunjukkan mean rank pada kelompok kontrol 19,27 dan kelompok intervensi 51,73 dengan p-value 0,000. Dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi, sehingga terdapat pengaruh video edukasi terhadap peningkatan pengetahuan mahasiswa.
Pengaruh Audiovisual Persiapan Saddle Block Regional Anestesi Terhadap Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Tingkat II Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa Wahyu Dwi Prakoso; Tophan Heri Wibowo; Septian Mixrova Sebayang
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.364

Abstract

Media audiovisual memberikan pesan pembelajaran baik secara audio dan visual yang mencakup konsep, prinsip, persiapan, dan teori aplikasi pengetahuan untuk membantu pemahaman materi pelajaran seperti persiapan saddle block regional anestesi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh audiovisual persiapan saddle block regional anestesi terhadap tingkat pengetahuan mahasiswa tingkat II keperawatan anestesiologi  universitas harapan bangsa. Metode penelitian ini menggunakan quasi-eksperimen, di mana grup kontrol pre-test dan post-test digunakan. Cluster random sampling digunakan untuk memilih 68 mahasiswa dari universitas harapan nasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Kelompok intervensi sebelum intervensi mean pre test tingkat pengetahuan yaitu 74,15 dan setelah diberikan intervensi mean post test tingkat pengetahuan yaitu 93,91. Kelompok kontrol sebelum diberikan intervensi mean pre test tingkat pengetahuan yaitu 68,82 dan setelah diberikan inervensi, Rata-rata tingkat pengetahuan setelah ujian adalah 76,03. Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa kelompok intervensi memiliki p-value 0.000 kurang dari 0,05 membuktikan ada perbedaan antara sebelum dan sesudah penggunaan lalu lintas audiovisual; sebaliknya, kelompok kontrol memiliki p-value 0,06 lebih dari 0,05, yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan sebelum dan sesudah penggunaan lembaran. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan bahwa p-value 0,000 kurang dari 0,05 membuktikan bahwa ada perbedaan antara kelompok intervensi dan kontrol. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada peningkatan pengetahuan mahasiswa. Oleh sebab itu, media audiovisual termasuk dalam jenis media yang memiliki kapasitas untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa.
Pengaruh Konsumsi Jus Buah Bit Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Di SMA N 1 Minggir Windia Putri; Herlin Fitriana Kurniawati; Sri Lestari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.365

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat berdampak pada penurunan daya tahan tubuh, konsentrasi belajar, serta risiko komplikasi kehamilan di masa depan. Upaya pencegahan dan penanganan anemia sejak remaja sangat penting dilakukan salah satu alternatif komplementer untuk mengatasi anemia adalah konsumsi jus buah bit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi jus buah bit terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA N 1 Minggir. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre-experiment one group pre-test and post-test. Sampel penelitian sebanyak 80 responden remaja putri di SMA N 1 Minggir. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi / lembar pengamatan selama 14 hari. Analisis data dilakukan dengan uji paired sample t-test. Hasil uji paired sampel t-test, disimpulkan bahwa intervensi konsumsi jus buah bit selama 14 hari pada 80 remaja putri di SMA N 1 Minggir menunjukkan peningkatan signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin rata-rata dari 11,440 g/dL (SD=0,484) menjadi 12,435 g/dL (SD=0,556), dengan peningkatan sebesar 0,995 g/dL. Analisis menunjukkan pengaruh yang sangat kuat antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi (r=0,863, p<0,001).
Hubungan Gender Dan Indeks Massa Tubuh Dengan Kadar Gula Darah Pada Lansia Yang Menderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja BLUD UPT Puskesmas Pahandut Palangka Raya Michael Valentino; Hermanto; Ferry Ronaldo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.366

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang meningkat secara global, terutama pada lanjut usia. Gender dan IMT diduga mempengaruhi kadar gula darah, namun pengaruhnya masih perlu diteliti lebih lanjut, terutama di wilayah kerja Puskesmas Pahandut Palangka Raya. Tujuan: Mengetahui hubungan antara Gender dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kadar gula darah pada lansia di wilayah kerja BLUD UPT Puskesmas Pahandut, Palangkaraya. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 48 responden yang dipilih melalui Quota Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan Regresi Linear Berganda. Hasil : Hasil analisis menunjukkan pengaruh yang signifikan dan bermakna antara gender dan indeks massa tubuh dengan kadar gula darah lansia ditunjukkan oleh hasil perhitungan X1 dan X2 terhadap Y adalah sebesar 0,001<0,05 dan nilai F hitung 8.561 > F table 2.014, H1 diterima. Artinya, terdapat hubungan gender (X1) dan indeks massa tubuh (IMT) (X2) secara stimultan terhadap kadar gula darah (Y). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna dan signifikan antara Gender dan IMT Dengan Kadar Gula Darah. Artinya gender salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya kadar gula darah dan ketika semakin meningkatnya IMT dapat meningkatkan resiko kadar gula darah.
Efektivitas Aplikasi Red Alarm Sebagai Sarana Pendidikan Kesehatan Dan Pengingat Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Puteri Di Samarinda Riska Yasmin; Claudia Banowati Subarto; Hemmy Kusumaningtyas Cholis; Nabila Irwani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.367

Abstract

Remaja putri yang nantinya akan menjadi seorang ibu kelak akan mengandung dan melahirkan seorang generasi penerus. Kebutuhan nutrisi untuk masa pertumbuhan, hilangnya darah saat menstruasi, keadaan malnutrisi, dan asupan zat besi yang buruk menjadikan remaja putri rentan untuk mengalami anemia. Anemia dikaitkan dengan buruknya perkembangan kognitif dan motoric, serta kerugian pada hasill reproduksi, seperti kelahiran bayi premature, berat bayi lahir rendah, dan anemia pada bayi yang menyebabkan gangguan tumbuh kembang. Aplikasi Red Alarm merupakan aplikasi berbasis android yang dapat digunakan oleh remaja putri untuk mencari informasi mengenai anemia dan sebagai pengingat dan penanda dalam mengkonsumsi tablet tambah darah. Tujuan Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan perubahan kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet tambah darah sehingga berpengaruh terhadap peningkatan kadar Haemoglobin pada remaja, dan dapat meningkatkan pengetahuan yang dapat meningkatkan kesadaran remaja mengenai Anemia dan kepatuhan menkonsumsi Tablet tambah darah. Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain Pretest- posttest Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dan ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan (p < 0,001), kepatuhan konsumsi TTD (p < 0,001), dan kadar Hb baik pada responden anemia (+2,45 g/dL) maupun tidak anemia (+0,44 g/dL). Pada kelompok kontrol, peningkatan kadar Hb lebih kecil dan tidak signifikan pada remaja tidak anemia (p = 0,168).
Permasalahan Kesehatan Mental Selama Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Di Kota Samarinda Dwi Riyan Ariestantia
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.368

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan mental sering muncul selama menstruasi pada remaja putri. Kondisi ini memengaruhi prestasi akademik, kehidupan pribadi, dan sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menilai dampak siklus menstruasi terhadap kesehatan mental remaja putri di Kota Samarinda, meliputi pengetahuan, sikap, kesejahteraan psikologis, serta hubungannya dengan faktor sosiodemografi. Metode: Studi potong lintang deskriptif dilakukan pada remaja putri usia 15–19 tahun di Kota Samarinda. Jumlah subjek sebanyak 364 orang dipilih secara acak. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner demografi, Menstrual Distress Questionnaire (MEDI-Q), dan Hamilton Depression Rating Scale (HDRS). Analisis data menggunakan SPSS 24.0 dengan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar subjek melaporkan mengalami stres, perubahan mood, dan kegelisahan saat menstruasi. Sekitar 25% merasa malu dan bersalah terhadap perubahan pubertas. Pada hari pertama menstruasi, masalah psikologis yang dominan adalah kecemasan, sulit konsentrasi, kesedihan, dan mudah marah. Kesimpulan: Masalah psikologis yang muncul selama siklus menstruasi cukup tinggi pada remaja putri di Kota Samarinda. Perlu adanya edukasi, konseling, dan dukungan sosial untuk meningkatkan kesiapan remaja menghadapi menstruasi.
Intervensi Smarter Hypnobirthing Untuk Menurunkan Kecemasan Dan Meningkatkan Hasil Persalinan Pada Ibu Primigravida Di Samarinda, Indonesia Besse Lidia; Nuuva Yusuf; Nur Aisyah; Jesika Marselia Tuko
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.369

Abstract

Kecemasan pada ibu primigravida merupakan masalah serius yang dapat memengaruhi kesehatan mental ibu, memperpanjang proses persalinan, meningkatkan intensitas nyeri, serta memicu komplikasi obstetri. Intervensi nonfarmakologis seperti Smarter Hypnobirthing menawarkan pendekatan integratif yang menggabungkan teknik relaksasi, afirmasi positif, edukasi, dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Smarter Hypnobirthing dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil dan ibu postpartum primigravida di Samarinda, Indonesia. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan pre–posttest with control group design. Sebanyak 40 responden dibagi secara merata ke dalam kelompok intervensi (n = 20) dan kelompok kontrol (n = 20). Kelompok intervensi memperoleh program Smarter Hypnobirthing, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima konseling kebidanan dasar. Tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi dengan instrumen standar. Hasil menunjukkan kelompok intervensi mengalami penurunan skor kecemasan yang signifikan (Δ = –8,15; p < 0,001), sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami penurunan kecil dan tidak signifikan (Δ = –1,15; p = 0,082). Perbandingan skor posttest antar kelompok juga menunjukkan perbedaan bermakna (14,20 vs. 20,75; p < 0,001). Dengan demikian, Smarter Hypnobirthing terbukti efektif menurunkan kecemasan pada ibu hamil dan ibu postpartum primigravida. Pendekatan ini berpotensi menjadi intervensi nonfarmakologis inovatif yang mendukung kesejahteraan ibu, sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs).