cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan WUS Tentang Skrining IVA Dengan Perilaku Mengikuti IVA Di Puskesmas Paliyan, Gunung Kidul Riska Arinanda; Fathiyatur Rohmah; Enny Fitriahadi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.340

Abstract

Skrining IVA merupakan metode sederhana, murah, dan efektif untuk deteksi dini kanker serviks dengan sensitivitas tinggi (94,6%), hasil cepat, serta dapat dilakukan di fasilitas kesehatan primer. Kesadaran WUS untuk melakukan skrining IVA masih sangat rendah, hal ini dilihat dari cakupan IVA di Puskesmas Paliyan tahun 2024 sebanyak 52 orang. Desa Grogol memiliki cakupan IVA paling rendah sebanyak 3 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan WUS tentang skrining IVA dengan perilaku mengikuti IVA di Puskesmas Paliyan, Gunung Kidul. Metode yang di gunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode korelasional, menggunakan desain analitik observasional dan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 148 WUS dan sampel yang di gunakan sebanyak 60 WUS yang di pilih secara Stratified Random Sampling dan Simple random sampling di 6 Dusun yang ada di Desa Grogol diantaranya Grogol, Gerjo, Karangmojo A, Karangmojo B, Senedi dan Tungu yang telah memenuhi kriteria Inklusi dan Eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji korelasi Chi-Square. Dari hasil penelitian di dapatkan tingkat pengetahuan WUS tentang skrining IVA mayoritas kurang yaitu 27 (45,0%) dan perilaku pemeriksaan IVA mayoritas tidak melakukan yaitu sejumlah 49 (68,3%). Hasil uji Chi-square diperoleh nilai p velue = 0,000 (<0,05), dan Nilai Cramer's V sebesar 0,900. Dapat di simpulkan terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan WUS tentang skrining IVA dengan perilaku mengikuti IVA di Puskesmas Paliyan, Gunung Kidul.
Hubungan Asupan Makan Sumber Fe dan Konsumsi Tablet Tambah Darah Terhadap Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Pondok Pesantren Madania Yogyakarta Az Zahra Az Zahra; Ibtidau Niamilah; Khoirun Nisa Alfitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.341

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan suatu  keadaan dimana penurunan kadar hemoglobin (Hb), hematokrit, dan jumlah sel darah merah dibawah nilai normal. Dampak anemia yaitu menyebabkan mudah lelah, konsentrasi belajar menurun, daya tahan tubuh menurun sehingga tubuh dapat lebih mudah terkena infeksi. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan makan sumber Fe dan konsumsi tablet tambah darah terhadap kejadian anemia pada remaja putri Pondok Pesantren Madania di Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari santri putri Pondok Pesantren Madania Yogyakarta. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner SQ-FFQ selama 1 bulan terakhir untuk mengukur asupan makan sumber Fe pada remaja putri. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis korelasi untuk menentukan hubungan antara asupan makan sumber Fe dan tablet tambah darah dengan kejadian anemia. Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling dengan kriteria inklusi yaitu sudah mengalami menstruasi, tinggal di asrama, merupakan santri pondok pesantren Madania. Hasil: Angka anemia pada santri putri pondok pesantren Madania Yogyakarta adalah sebanyak (18,75%). Pola konsumsi makanan sumber Fe santri putri pondok pesantren Madania Yogyakarta sebagian besar adalah kurang yaitu sebanyak 62,50%. Pola konsumsi tablet tambah darah pada santri putri sebagian besar adalah masuk kategori tidak patuh sebanyak (54,17%). Kesimpulan: Hasil penelitian menggunakan uji Fisher Exact Test diperoleh p value sebesar 0,009 dan 0,002, menunjukan ada hubungan asupan makan sumber Fe dan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri pondok pesantren Madania.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Jajanan Sehat Pada Siswa Kelas VII & VIII Di SMP Guppi Palangka Raya Samudra; Karmitasari; Dessy Hertati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.342

Abstract

Latar Belakang: Jajanan merupakan makanan yang digemari masyarakat luas terutama dikalangan remaja. Sumber energi terbesar pada kelompok remaja yang menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah terdapat pada makanan ringan yang di perjualbelikan di lingkungan sekolah. Remaja seringkali membeli jajanan sesuai dengan kesukaan mereka tanpa memikirkan bahan-bahan atau kandungan yang terdapat didalamnya. Makanan jajanan biasanya mengandung banyak zat gizi seperti gula, garam dan lemak daripada zat gizi lainnya Pendidikan kesehatan merupakan bentuk intervensi terhadap perilaku. Pendekatan pendidikan didasarkan pada asumsi tentang hubungan pengetahuan dan perilaku.di lakukan juga pendidikan kesehatan. Tujuan: Mengetahui “Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Jajanan Sehat Pada Siswa SMP Guppi Palangka Raya”. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Pre-Eksperimental dengan pendekatan cross sectional . sampel 41 responden yang di ambil secara total sampling . instrumen yang digunakan berupa kuisioner untuk mengukur tentang pengetahuan pendidikan tentang jajanan sehat .Analisa data yang di gunakan Wilxocon. Hasil : Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi P=0,000 (P<0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan terhadap pengaruh pengetahuan tentang jajanan sehat. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai jajanan sehat di SMP Guppi Palangka Raya. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji statistik Wilcoxon dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian, pemberian pendidikan kesehatan dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa dalam memilih jajanan yang sehat.
Hubungan Penggunaan Game Online Dengan Kualitas Tidur Dan Konsentrasi Belajar Pada Siswa Di SMPN 9 Palangka Raya Elia; Hermanto; Ferry Ronaldo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.343

Abstract

Latar Belakang: Remaja rentan mengalami gangguan kualitas tidur dan penurunan konsentrasi belajar akibat penggunaan game online yang berlebihan. Bermain hingga larut malam dapat mengganggu pola tidur, menimbulkan kantuk, dan menurunkan prestasi akademik. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan penggunaan game online dengan kualitas tidur dan konsentrasi belajar pada siswa SMPN 9 Palangka Raya. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi 270 siswa kelas VIII, sampel 73 responden dipilih secara purposive sampling. Instrumen meliputi kuesioner penggunaan game online, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan Grid Concentration Test. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Tidak terdapat hubungan signifikan antara penggunaan game online dengan kualitas tidur (p = 0,512) maupun konsentrasi belajar (p = 0,445), dengan arah korelasi negatif sangat lemah. Mayoritas responden berada pada kategori penggunaan game online tidak normal (>2 jam/hari), kualitas tidur terganggu sedang, dan konsentrasi belajar sedang. Kesimpulan: Penggunaan game online tidak berhubungan signifikan dengan kualitas tidur maupun konsentrasi belajar. Disarankan siswa, guru, dan orang tua memperhatikan durasi bermain serta menjaga pola tidur yang sehat.
Gambaran Tekanan Darah Pada Pasien Sectio Caesarea Pasca Spinal Anestesi Di RSUD Dr. Soedirman Kebumen Quratul Yuqa Nabila; Danang Tri Yudono; Amin Susanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.344

Abstract

Sectio caesarea merupakan tindakan obstetri yang banyak menggunakan anestesi spinal. Pemberian anestesi spinal dapat menyebabkan perubahan hemodinamik, salah satunya penurunan tekanan darah yang berisiko menimbulkan komplikasi pada ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tekanan darah pada pasien yang menjalani operasi sectio caesarea pasca anestesi spinal di RSUD dr. Soedirman Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 51 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Karakteristik responden mencakup usia, status kehamilan, dan riwayat penyakit, dengan mayoritas berusia 26–35 tahun, berstatus multigravida, serta tidak memiliki riwayat penyakit. Pengukuran tekanan darah dilakukan setiap 5 menit selama 30 menit pertama setelah pemberian anestesi spinal. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik setelah anestesi spinal. Rata-rata sistolik tertinggi pada menit ke-5 (114,82 mmHg), kemudian menurun hingga menit ke-20, dan stabil pada menit ke-30 (108,08 mmHg). Tekanan darah diastolik juga menurun dari 72,22 mmHg menjadi 64,86 mmHg pada akhir pengamatan. Hipotensi paling banyak terjadi pada awal observasi, sedangkan pada sebagian pasien di menit akhir pengamatan terjadi peningkatan hingga kategori hipertensi.
Efektivitas ROM Pasif Ekstremitas Bawah Dan Kompres Hangat Femoralis Terhadap Percepatan Pencapaian Bromage Score 2 Pasien Post Sectio Caesarea Naailah Fadiyah; Marsaid
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.345

Abstract

Pasien post sectio caesarea umumnya mengalami keterbatasan mobilisasi akibat efek anestesi spinal. Salah satu indikator penting untuk menilai pemulihan fungsi motorik adalah Bromage Score. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intervensi mana yang lebih efektif antara ROM pasif ekstremitas bawah dan kompres hangat femoralis dalam percepatan pencapaian Bromage Score 2. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan three group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 30 responden yang dipilih melalui teknik non-probability purposive sampling, lalu dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi pasien post sectio caesarea. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ROM pasif ekstremitas bawah dan kompres hangat femoralis, sementara variabel terikatnya adalah waktu pencapaian Bromage Score 2. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk didapatkan (p > 0,05), dilanjutkan dengan uji Independent T-Test. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok ROM pasif ekstremitas bawah dan kompres hangat femoralis (p = 0,773). Namun, berdasarkan nilai rata-rata, kelompok kompres hangat femoralis mencapai Bromage Score 2 lebih cepat (84 menit) dibanding kelompok ROM pasif (87 menit) dan kelompok kontrol (126 menit). Efektivitas kompres hangat femoralis disebabkan oleh efek vasodilatasi yang meningkatkan aliran darah dan mempercepat eliminasi anestesi, sedangkan ROM pasif ekstremitas bawah bekerja melalui aktivasi neuromuskular. Dengan demikian, tidak ada perbedaan efektivitas antara ROM pasif ekstremitas bawah dan kompres hangat femoralis, namun kedua intervensi memiliki pengaruh yang sama dalam mempercepat pencapaian Bromage Score 2.
Pengaruh Media Leaflet Dan Video Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Di Puskesmas Minggir Hiyang Maheswari; Enny Fitriahadi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.346

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia yang berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media leaflet dan video terhadap peningkatan pengetahuan ibu mengenai stunting di wilayah kerja Puskesmas Minggir. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest without control group. Jumlah responden sebanyak 58 ibu balita yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi media leaflet saja dan kelompok intervensi kombinasi leaflet dan video. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan tentang stunting. Kelompok leaflet, 62,1% ibu mencapai kategori cukup dan 37,9% kategori baik. Sementara itu, pada kelompok kombinasi leaflet dan video, 89,7% ibu masuk kategori baik dan 10,3% kategori cukup. Uji Wilcoxon menunjukkan hasil signifikan pada kedua kelompok, masing-masing dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang membuktikan bahwa kedua media efektif meningkatkan pengetahuan ibu, dengan hasil lebih optimal pada kelompok kombinasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan media edukasi, terutama dalam bentuk kombinasi leaflet dan video, terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu tentang stunting dan layak untuk diimplementasikan dalam program edukasi di fasilitas kesehatan.
Hubungan Stigma Dengan Dukungan Keluarga Dalam Perawatan Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kasongan 2 Meilitha Carolina; Eva Priskila; Kries Prawinto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.347

Abstract

Stigma merupakan sikap negatif yang muncul akibat kurangnya pemahaman masyarakat terhadap permasalahan kesehatan jiwa. Stigma dapat mengurangi dukungan yang diberikan keluarga dalam proses perawatan orang dengan gangguan jiwa di rumah. Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kasongan 2, orang dengan gangguan jiwa sering mendapatkan label sebagai orang gila, dijauhi oleh lingkungan sekitarnya, kurangnya dukungan keluarga dan penelantaran pada penderita gangguan jiwa. Tujuan penelitian ini Menganalisis hubungan stigma dengan dukungan keluarga dalam perawatan orang dengan gangguan jiwa di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kasongan 2. Metode penelitian ini menggunakan desain analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa, jumlah sampel sebanyak 35 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner stigma dan dukungan keluarga. Analisa data menggunakan uji statistik Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma pada orang dengan gangguan jiwa berada pada kategori positif dan dukungan keluarga dalam perawatan orang dengan gangguan jiwa berada pada kategori baik sebanyak 29 orang (89,2%). Ada hubungan kuat, stigma dengan dukungan keluarga, p value 0,000 < 0,05 dan r value 0,789. Stigma memiliki hubungan kuat dengan dukungan keluarga dalam perawatan pasien dengan gangguan jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Kasongan 2, semakin positif stigma pada orang dengan gangguan jiwa maka akan semakin dukungan yang diberikan oleh keluarga. Pendidikan kesehatan jiwa bagi pasien dan keluarga untuk mengurangi dampak stigma dan meningkatkan dukungan keluarga.
Penerapan Slow Deep Breathing Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Dengan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbang I Afifah Rohmanita; Wasis Eko Kurniawan; Madyo Maryoto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.348

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami lansia dan berisiko menjadi faktor  utama  terjadinya  komplikasi  kardiovaskular, seperti  stroke, penyakit  jantung, dan  gagal  ginjal  apabila  tidak  ditangani  dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana asuhan keperawatan  gerontic  terapi  penerapan  Slow Deep Breathing terhadap penurunan tekanan darah pada Ny. R dengan hipertensi di wilayah kerja  Puskesmas  Sumbang  1. Metode  yang  digunakan  adalah  metode  kualitatif  melalui  pendekatan  studi  kasus  melalui  proses  pengkajian, penetapan diagnosa, perencanaan, implementasi, dan  evaluasi. Intervensi  utama  berupa latihan  Slow  Deep Breathing  yang  dilakukan  secara  rutin  selama  tiga  hari  dengan  pendampingan  keluarga. Hasil  penelitian  menunjukkan  adanya  penurunan  tekanan  darah  secara  bertahap  setelah  pasien  melakukan  latihan  tersebut. Pada hari pertama tekanan  darah  pasien  masih  relatif  tinggi, namun  setelah  dilakukan  Slow Deep  Breathing  tampak  adanya penurunan  meskipun  belum  signifikan. Pada  hari  kedua, terjadi  penurunan  yang lebih nyata baik pada tekanan  darah  sistolik  mapupun  diastolik, disertai  dengan  laporan  pasien merasa lebih rileks, nyaman, dan  berkurangnya keluhan  sakit  kepala. Pada  hari ketiga, tekanan darah pasien berada pada kisaran yang mendekati target normal yaitu 140/80  mmHg, yang  menunjukan bahwa latihan Slow Deep Breathing memberikan efek relaksasi dan membantu menurunkan  tekanan  darah  secara  konsisten. Kesimpulannya, Slow Deep Breathing efektif membantu menurunkan tekanan darah pada pasien  hipertensi  dan  dapat  dijadikan  terapi  nonfarmakologis  sederhana  dalam  praktik  keperawatan. Keterbatasan penelitian ini adalah jumlah subjek yang terbatas pada  sau  pasien, waktu pelaksanaan  yang  dingat, serta  adanya kemungkinan subjektivitas pasien dalam melakukan latihan, sehingga diperlukan penelitian  lanjutan  dengan  responden lebih banyak dan waktu intervensi yang lebih panjang.
Status Stunting Anak Prasekolah Di Kelurahan Alalak Selatan, Kota Banjarmasin Baidah Baidah; Ahmad Rasyid Ridha Ramadhan; Mutia Putri; Revina Demayanti; Hariya Hariya
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.349

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak, termasuk pada kelompok prasekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sebaran stunting pada anak prasekolah di Kelurahan Alalak Selatan, Kota Banjarmasin tahun 2023. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan populasi seluruh anak prasekolah sebanyak 3.547 anak. Sampel ditentukan secara accidental sampling pada wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi, sehingga diperoleh 302 anak. Data primer dikumpulkan pada Juli 2025 melalui pengukuran antropometri tinggi badan menggunakan stadiometer dan ditentukan berdasarkan height-for-age z-score (HAZ) standar WHO. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 49–68 bulan (61,92%) dengan jenis kelamin seimbang antara laki-laki (52,32%) dan perempuan (49,01%). Berdasarkan status gizi, sebagian besar anak dalam kondisi normal (73,18%), namun 26,82% teridentifikasi mengalami stunting. Temuan ini menunjukkan prevalensi stunting di Kelurahan Alalak Selatan lebih tinggi dibandingkan angka nasional (21,6%), sehingga wilayah ini dapat dikategorikan sebagai daerah kantong stunting yang memerlukan intervensi gizi berkelanjutan.