cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Hubungan Usia Saat Menikah Dan Status Sosial Ekonomi Terhadap Kejadian Stunting Di Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Dwi Oktavia Anggraini; Agrina; Ari Pristiana Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.380

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat serius karena berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Dua faktor yang sering dikaitkan dengan kejadian stunting adalah usia saat menikah dan status sosial ekonomi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia saat menikah dan status sosial ekonomi terhadap kejadian stunting pada balita di Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross- sectional. Sampel sebanyak 98 ibu yang memiliki balita dipilih dengan teknik insidental. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Fisher’s exact test karena uji Chi- square tidak memenuhi syarat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang menikah pada usia < 19 tahun sebanyak 24 orang (24,5%), dengan 13 anak (52,2%) mengalami stunting dan 11 anak (47,8%) tidak mengalami stunting. Responden dengan status sosial ekonomi rendah berjumlah 34 orang (34,7%), dengan 17 anak (50,0%) mengalami stunting dan 17 anak (50,0%) tidak mengalami stunting. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara usia saat menikah dengan kejadian stunting pada balita (p-value < 0,05) dan terdapat hubungan antara status sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada balita (p-value < 0,05). usia saat menikah dan status sosial ekonomi yang rendah berkontribusi terhadap peningkatan risiko stunting pada balita.
Profil Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Pada Pasien Yang Mengkonsumsi Jus Apel Rome Beauty Di Wilayah Kerja Puskesmas Janti Hilmia Maula Dewi; Rudi Hamarno; Joko Wiyono; Maria Diah Ciptaningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.381

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan pendekatan manajemen holistik, termasuk intervensi non-farmakologis. Apel varietas Rome Beauty, kaya akan pektin dan flavonoid, diyakini berpotensi membantu mengendalikan kadar glukosa darah. Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional ini bertujuan untuk mengetahui profil kadar gula darah sewaktu pada 24 pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Janti yang mengonsumsi jus apel Rome Beauty pada Mei 2025. Hasil pengukuran menunjukkan adanya penurunan rata-rata kadar gula darah sewaktu dari 229,58 mg/dL menjadi 212,42 mg/dL setelah tujuh hari konsumsi. Temuan ini mengindikasikan bahwa konsumsi jus apel Rome Beauty berpotensi memberikan dampak positif terhadap kestabilan glukosa darah. Disimpulkan bahwa terdapat perubahan kadar glukosa darah yang dapat diamati selama periode konsumsi. Untuk memastikan hubungan kausal, penelitian lanjutan dengan desain eksperimental dan kontrol yang ketat sangat direkomendasikan.
Pengaruh Meremas Squishy Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Dengan General Anestesi Di Instalasi Bedah Rumah Sakit Wava Husada Karmelia Dwi Maharani; Rudi Hamarno; Imam Subekti; Erlina Suci Astuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.382

Abstract

Kecemasan pra operasi merupakan masalah psikologis yang umum dialami pasien, khususnya pada tindakan dengan general anestesi, yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi fisiologis pasien selama operasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang sederhana untuk mengurangi kecemasan adalah teknik relaksasi meremas squishy yang memberikan efek menenangkan melalui stimulasi sensorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi meremas squishy terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi dengan general anestesi di Instalasi Bedah RS Wava Husada. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan Non-Equivalent Group Pre-test dan Post-test pada 36 responden yang mengalami kecemasan sedang hingga berat. Kelompok perlakuan diberikan intervensi meremas squishy selama 2–5 menit pada 30–60 menit sebelum operasi, sedangkan tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Hasil analisis Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor kecemasan pre-test dan post-test dengan nilai p = 0,000 (<0,05). Hasil ini membuktikan bahwa teknik meremas squishy efektif dalam menurunkan kecemasan pra operasi. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif sederhana dalam asuhan keperawatan untuk meningkatkan kenyamanan pasien sebelum tindakan pembedahan.
Pengaruh Edukasi Permainan Dadu Terhadap Tingkat Pengetahuan Label Kemasan Siswa Kelas VIII SMP N 3 Gamping Demida; Ibtidau Niamilah; Kurnia Mar’atus Solichah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.383

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan hasil analisis Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 prevalensi overweight 11,20% untuk usia 13-15 tahun, salah satu  pemicu overweight pada remaja adalah konsumsi jajan berlebihan. Pengetahuan yang baik dapat membantu remaja dalam memilih makanan atau jajanan yang sehat dan bergizi, sehingga dapat mencegah berbagai masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi status gizi. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh permainan dadu terhadap pengetahuan label kemasan siswa kelas VIII SMP N 3 Gamping. Metode: penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain one group pretest-postest. Jumlah populasi pada sekolah SMP N 3 Gamping yaitu 573, teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling untuk menentukan kelas yang akan bermain, sehingga didapatkan kelas VIII E dengan jumlah sampel yang digunakan yaitu 24 siswa. Instrumen yang digunakan untuk menguji pengetahuan label kemasan siswa yaitu kuesioner pretest-postest dan menggunakan permainan dadu sambil menjawab kuesioner ketika bermain. Hasil: penelitian pada siswa setelah di uji menggunakan uji paired sample t-test didapatkan 0,0010 (p<0,05) yaitu terdapat pengaruh permainan dadu terhadap tingkat pengetahuan siswa. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah bermain permainan dadu.
Edukasi Dan Penerapan Relaksasi Genggam Jari Dengan Terapi Musik Klasik Beethoven Terhadap Penurunan Kecemasan Pre Operasi Pasien Sectio Caesarea Christin J. Purimahua; Emiliani Elsi Jerau; Ikit Netra Wirakhmi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.384

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi yang ditandai dengan rasa tidak nyaman, gelisah, takut, khawatir, dan tidak tentram. Salah satu teknik non farmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah relaksasi genggam jari yang dikombinasikan dengan terapi musik klasik. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tingkat kecemasan pasien pra operasi sectio caesarea. Peserta kegiatan berjumlah 25 pasien yang akan menjalani operasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemberian edukasi secara verbal menggunakan buku saku. Edukasi meliputi penjelasan tentang teknik relaksasi genggam jari, manfaat terapi musik klasik, serta dampak kecemasan jika tidak ditangani. Edukasi berlangsung selama 10 menit, kemudian dilanjutkan dengan intervensi relaksasi genggam jari disertai terapi musik klasik Beethoven selama 15 menit. Untuk mengukur kecemasan digunakan kuesioner STAI-S melalui pre test dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum intervensi mayoritas peserta berada pada kategori kecemasan sedang 11 peserta (44%) dan kecemasan berat 11 peserta (44%). Setelah intervensi, mayoritas peserta mengalami penurunan kecemasan dengan 12 orang (68%) berada pada kategori kecemasan ringan. Hal ini membuktikan bahwa kombinasi edukasi, relaksasi, dan musik klasik dapat menjadi strategi efektif dalam manajemen kecemasan pra operasi. Luaran kegiatan ini mencakup peningkatan pengetahuan pasien tentang relaksasi genggam jari dengan terapi musik klasik, penurunan kecemasan pra operasi berdasarkan hasil kuesioner STAI-S, penyusunan buku saku edukasi, dokumentasi kegiatan, serta data pendukung untuk publikasi artikel ilmiah di jurnal pengabdian masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi relaksasi genggam jari dan terapi musik klasik terbukti efektif menurunkan kecemasan pasien pra operasi.
Penerapan Telenursing Pada Ny. H Dengan Kasus Stroke Hemoragik Dengan Masalah Intoleransi Aktivitas Di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara Gita Indah Saputri; Etika Dewi Cahyaningrum; Ema Wahyu Ningrum
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.385

Abstract

Stroke hemoragik merupakan kondisi gawat darurat yang sering menimbulkan intoleransi aktivitas akibat gangguan fungsi saraf. Perkembangan teknologi kesehatan menghadirkan telenursing sebagai alternatif pelayanan melalui edukasi, pemantauan, dan dukungan jarak jauh oleh perawat kepada pasien serta keluarga. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan telenursing pada pasien stroke hemoragik dengan masalah intoleransi aktivitas. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada seorang pasien perempuan dengan diagnosa stroke hemoragik yang mengalami kebas pada ekstremitas kiri atas. Intervensi dilakukan selama tiga hari dengan pendekatan manajemen energi melalui komunikasi daring, berupa edukasi manajemen aktivitas, pemantauan kondisi fisik, serta dukungan psikologis. Hasil menunjukkan adanya peningkatan toleransi aktivitas setelah 3x24 jam intervensi. Disimpulkan bahwa telenursing efektif dalam membantu mengatasi intoleransi aktivitas pada pasien stroke hemoragik. Pasien disarankan untuk melanjutkan latihan gerak aktif (Range of Motion/ROM) secara mandiri guna mempertahankan fungsi otot.
Gambaran Kualitas Fisik Air Minum Dan Kejadian Diare Pada Keluarga Dengan Anak Stunting Di Wilayah Pesisir Pekanbaru Shaffa Mardinah; Agrina; Aminatul Fitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.386

Abstract

Buruknya kualitas fisik air minum umumnya dipengaruhi oleh kurangnya pengelolaan air bersih, pembuangan limbah rumah tangga yang tidak tepat, serta kondisi sanitasi lingkungan yang tidak memadai, sehingga menyebabkan kontaminasi bakteri escherichia coli dan berisiko diare. Diare berulang menjadi faktor risiko penting terjadinya stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas fisik air minum dan kejadian diare pada keluarga dengan anak stunting di wilayah pesisir Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan langsung. Responden dipilih dengan metode total sampling yang berjumlah 74 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan pekerjaan ibu terbanyak IRT, 40 responden (54.1%), berpendidikan terakhir SMP, 31 responden (41.9%), usia anak terbanyak berada di rentang 25-36 bulan, 26 anak (35.1%), lebih dari separuh anak berjenis kelamin perempuan, 39 anak (52.7%), status gizi anak lebih banyak gizi kurang, 41 anak (55.4%), sebagian besar kualitas fisik air minum keluarga memenuhi syarat ditandai dengan tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa sebesar (63.5%), lebih dari separuh anak pernah mengalami diare dalam 3 bulan terakhir sebanyak 38 anak (51.4%) dengan frekuensi 4-6 kali per hari, 23 anak (31.1%). Kualitas fisik air minum pada keluarga dengan anak stunting sebagian besar memenuhi syarat (tidak berwarna, berbau, dan berasa), namun lebih dari separuh anak masih mengalami diare, sehingga faktor lain seperti sanitasi lingkungan tetap perlu diperhatikan untuk mencegah diare dan stunting.
Hubungan Antara Lama Hari Hospitalisasi Anak Dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Di Ruang Topaz RS IHC Lavalette Malang Tahun 2025 Nur Aini Isma; Erlina Suci Astuti; Nurul Pujiastuti; Supono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.387

Abstract

Hospitalisasi pada anak tidak hanya memengaruhi kondisi fisik dan psikologis anak, tetapi juga berdampak pada kondisi emosional orang tua, salah satunya berupa kecemasan yang dapat dipengaruhi oleh lama rawat inap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama hospitalisasi anak usia 6–12 tahun dengan tingkat kecemasan orang tua di Ruang Rawat Inap Anak Topaz IHC RS Lavalette Malang. Desain penelitian menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional, teknik pengambilan sampel non-probability sampling dengan metode purposive, dan jumlah sampel 30 responden sesuai perhitungan rumus Slovin. Variabel independen adalah lama hospitalisasi anak, sedangkan variabel dependen adalah tingkat kecemasan orang tua. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,809 yang berarti hubungan sangat kuat dengan p value = 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara lama hospitalisasi anak dengan tingkat kecemasan orang tua. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan kecemasan adalah pemberian edukasi oleh tim medis, gizi, dan keperawatan terkait kondisi, perawatan, serta kebutuhan nutrisi anak selama dirawat.
Hubungan Penggunaan Patient Transfer Board Pada Tahap Pra Operasi Dengan Tingkat Nyeri Dan Kenyamanan Pasien Di Ruang IB RS Wava Husada Anjas Sitares; Nurul Hidayah; Supono; Naya Ernawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.388

Abstract

Nyeri dan ketidaknyamanan merupakan masalah yang sering dialami pasien saat proses pemindahan atau transfer bed di ruang bedah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan patient transfer board pada tahap pra operasi dengan tingkat nyeri dan kenyamanan pasien di ruang IB RS Wava Husada Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional, menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang pasien pra operasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi langsung, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antara penggunaan patient transfer board dengan tingkat nyeri pasien dengan nilai koefisien korelasi -0,600 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), serta hubungan yang kuat antara penggunaan patient transfer board dengan tingkat kenyamanan pasien dengan nilai korelasi 0,614 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan patient transfer board berperan penting dalam mengurangi tingkat nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien selama proses pemindahan pra operasi. Oleh karena itu, penggunaan alat bantu pemindahan pasien seperti patient transfer board direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin dalam pelayanan keperawatan di ruang bedah guna mendukung keselamatan dan kenyamanan pasien.
Kejadian Depresi Pada Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas Surya Citra Juliana Putri; Suci Khasanah; Indah Susanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.389

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit metabolik kronis yang dapat menimbulkan komplikasi, termasuk depresi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kejadian depresi pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Purwokerto Selatan. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 92 responden yang ditentukan dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner demografi dan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9), kemudian dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian memperoleh bahwa mayoritas responden berusia 56–65 tahun (41,3%), berjenis kelamin perempuan (78,2%), memiliki riwayat keluarga diabetes (62,0%), dan telah menderita selama 5–10 tahun (54,3%). Berdasarkan tingkat depresi, sebagian besar responden mengalami depresi ringan (39,1%), diikuti depresi sedang (29,3%), depresi berat (29,3%), dan depresi non-klinis (2,2%). Depresi ringan paling banyak dialami oleh lansia awal usia 46–55 tahun (41,7%), perempuan (66,7%), pasien tanpa riwayat keluarga diabetes (86,1%), dan mereka yang baru menderita <5 tahun (83,3%). Temuan ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap aspek psikologis dalam penatalaksanaan pasien diabetes melitus.