cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Asuhan Keperawatan Keluarga Tn R Dengan Post Partum Usia Pernikahan Dini Pada Tahap Perkembangan Child Bearing Di Puskesmas Sumbang 1 Pingkan Indah Saputri; Mariah Ulfah; Madyo Maryoto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.370

Abstract

Kehamilan pada usia remaja masih menjadi permasalahan kesehatan serius di Indonesia karena berhubungan dengan meningkatnya risiko komplikasi medis, psikologis, dan sosial yang berdampak pada ibu maupun bayi. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan keluarga dengan ibu post partum remaja pada fase childbearing. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada seorang ibu post partum berusia 17 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sumbang 1, Banyumas. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan tahapan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga menghadapi tiga masalah utama, yaitu gangguan proses keluarga, ketidakmampuan koping, dan risiko gangguan perlekatan ibu-anak, yang dipengaruhi oleh dominasi mertua, kurangnya komunikasi terbuka, serta minimnya dukungan emosional dari suami. Intervensi yang diberikan berupa edukasi, komunikasi terapeutik, serta pelibatan anggota keluarga terbukti mampu meningkatkan kepercayaan diri ibu, memperbaiki komunikasi, dan memperkuat keterlibatan keluarga dalam pengasuhan bayi. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa pendekatan keperawatan berbasis keluarga efektif dalam memperkuat fungsi keluarga, meningkatkan dukungan emosional, serta memfasilitasi peran ibu remaja dalam masa nifas, sehingga dapat membangun ketahanan keluarga dan mencegah dampak negatif kehamilan usia remaja.
Pemberian Nebulizer Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen Pada Pasien Gangguan Pernapasan Di Ruang Instalasi Rawat Inap RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe Kota Gorontalo Yolanda R. Yusuf; Haslinda Damansyah; Rini Asnawati; Pipin Yunus
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.371

Abstract

Pemberian nebulizer merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien dengan gangguan pernapasan. Nebulizer bekerja dengan mengubah obat cair menjadi aerosol, sehingga memudahkan penghirupan langsung ke saluran pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian nebulizer terhadap peningkatan saturasi oksigen di RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Metode yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain one group pre-test dan post-test, melibatkan 16 responden yang mengalami gangguan pernapasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian nebulizer, seluruh responden memiliki saturasi oksigen di bawah 94%. Setelah intervensi nebulizer, 75% responden mengalami peningkatan saturasi oksigen menjadi di atas 95%. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,000, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test saturasi oksigen 3.544. Penelitian ini membuktikan bahwa pemberian nebulizer secara efektif dapat meningkatkan saturasi oksigen pada pasien dengan gangguan pernapasan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai terapi tambahan dalam perawatan pasien dengan kondisi serupa.
Efektivitas Penatalaksanaan Massage Effleurage Terhadap Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi 2025 Nabela Aulia Fitriyani Anggara; Neneng Julianti; Rohani Siregar; Musmundiroh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.372

Abstract

Latar Belakang : Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan dismenore dapat dilakukan dengan metode farmakologis maupun non farmakologis, salah satunya massage effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penatalaksanaan massage effleurage terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Metode Penelitian : menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 remaja putri yang mengalami dismenore, diperoleh dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala numerik (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil : penelitian menunjukkan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan penatalaksanaan massage effleurage terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Kesimpulan : massage effleurage terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu metode non farmakologis yang aman, mudah, dan tanpa efek samping untuk mengatasi dismenore.
Efektivitas Breast Care Pada Ibu Post Sectio Caesarea Terhadap Produksi ASI Di Ruang Mawar RSUD Kardinah Tegal Nabila Nasywa Nanda Trisula; Tin Utami; Elok Faola
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.373

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) pada ibu postpartum dengan persalinan sectio caesarea sering mengalami hambatan akibat nyeri luka operasi, gangguan keseimbangan hormon oksitosin dan prolaktin, serta kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyusui dan perawatan payudara. Kondisi ini dapat mengganggu proses laktasi dan menurunkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas breast care dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum post sectio caesarea. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada satu subjek, yaitu Ny. E, ibu postpartum yang mengalami ketidakefektifan menyusui. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi selama 2 × 24 jam, mengikuti tahapan proses keperawatan mulai dari pengkajian hingga evaluasi. Hasil studi menunjukkan bahwa pada hari pertama ASI belum keluar secara optimal, dengan tanda bendungan payudara dan aliran ASI yang belum tampak. Setelah dilakukan breast care secara teratur, terjadi peningkatan produksi ASI yang ditandai dengan keluarnya tetesan ASI pada hari kedua, hingga munculnya pancaran ASI pada kedua payudara. Intervensi ini juga meningkatkan kenyamanan serta kepercayaan diri ibu dalam menyusui. Kesimpulannya, breast care terbukti efektif dalam meningkatkan produksi dan kelancaran ASI pada ibu postpartum dengan persalinan sectio caesarea, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang mendukung keberhasilan menyusui.
Efektivitas Susu Kedelai Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester I Dengan Anemia Erika Utami; Hajar Nur Fathur Rohmah; Ika kania Fatdo Wardani; Ida Widaningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.374

Abstract

Anemia pada ibu hamil, khususnya pada trimester pertama, merupakan salah satu masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Susu kedelai merupakan sumber zat besi nabati yang mudah diperoleh dan berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester I dengan anemia di TPMB Erika Utami. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan kadar hemoglobin <11 gr/dL di TPMB Erika Utami sebanyak 30 orang, yang sekaligus menjadi sampel dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Hasil Penelitian rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 8,660 gr/dL meningkat menjadi 11,717 gr/dL setelah intervensi pemberian susu kedelai dengan takaran 200 ml selama 7 hari. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan setelah intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di TPMB Erika Utami Tahun 2025. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan alternatif pemberian intervensi gizi alami bagi ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan edukasi mengenai pangan lokal, khususnya kedelai, sebagai upaya pencegahan dan penanganan anemia sejak dini.
Perbedaan Pemberian Aromaterapi Lemon Dan Lavender Untuk Mengurangi Mual Muntah Akibat Kemoterapi Di RS Lavalette Kota Malang Leni Kurniasari; Maria Diah Ciptaningtyas; Marsaid
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.375

Abstract

Mual dan muntah akibat kemoterapi merupakan efek samping yang sering dialami pasien kanker dan dapat ditangani secara farmakologis dengan antiemetik maupun nonfarmakologis sebagai terapi pelengkap, salah satunya melalui aromaterapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh aromaterapi lemon dan lavender terhadap penurunan mual muntah pada pasien kemoterapi. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental dengan pendekatan three group pretest-posttest pada 57 responden yang dipilih melalui purposive sampling dan dibagi menjadi tiga kelompok sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel bebas adalah aromaterapi lemon dan aromaterapi lavender, sedangkan variabel terikat adalah mual muntah akibat kemoterapi yang diukur menggunakan kuesioner INVR. Analisis data dilakukan dengan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas, dilanjutkan dengan uji Wilcoxon signed-rank dan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kelompok aromaterapi lemon (p=0,001) dan kelompok aromaterapi lavender (p=0,001), yang menandakan keduanya efektif menurunkan mual muntah, dengan aromaterapi lemon lebih efektif dibandingkan lavender. Temuan ini merekomendasikan penggunaan aromaterapi sebagai intervensi nonfarmakologis yang dapat melengkapi terapi farmakologis dalam mengurangi efek samping kemoterapi.
Pengaruh Meremas Plastisin Terhadap Nyeri Pasca Operasi Laparatomi Di RS Lavalette Malang Dwi Savira Agustin; Arief Bachtiar; Nurul Pujiastuti; Kissa Bahari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.376

Abstract

Nyeri pasca operasi merupakan masalah umum yang dapat mengganggu proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup, dengan sekitar 70% kasus terjadi pada pasien yang menjalani operasi laparatomi. Diperlukan intervensi keperawatan mandiri yang sederhana untuk manajemen nyeri, salah satunya dengan teknik relaksasi meremas plastisin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh meremas plastisin terhadap nyeri pasca operasi laparatomi. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental dengan rancangan pre–post-test dua kelompok, melibatkan 40 responden yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), dengan analisis data uji Wilcoxon untuk membandingkan pre- dan post-test, serta uji Mann-Whitney untuk membandingkan perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok (p = 0,000; p < 0,05), serta perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kontrol setelah intervensi. Kesimpulannya, meremas plastisin terbukti efektif menurunkan nyeri pasca operasi laparatomi. Terapi nonfarmakologis ini mudah, praktis, dan dapat diterapkan secara luas sebagai strategi pendukung manajemen nyeri.  
Hubungan Eustress Distress Dan Mekanisme Koping Perawat Dengan Kepatuhan Pengisian Surgical Safety Checklist Di Instalasi Bedah Sentral RSUD Ngudi Waluyo Laily Salsabila; Imam Subekti; Tri Anjaswarni; Naya Ernawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara eustress, distress, dan mekanisme koping perawat dengan kepatuhan pengisian Surgical Safety Checklist (SSC) di Instalasi Bedah Sentral RSUD Ngudi Waluyo. Desain penelitian menggunakan kuantitatif cross-sectional dengan total sampling 34 perawat. Data dikumpulkan melalui Di-Eu-Stress State Scale (DESS), Ways of Coping Questionnaire (WCQ), dan lembar observasi SSC, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara distress dan kepatuhan SSC (r = 0,428; p = 0,012) serta mekanisme koping dan kepatuhan SSC (r = 0,388; p = 0,024), sedangkan eustress tidak berhubungan signifikan (r = 0,077; p = 0,665). Disarankan penelitian selanjutnya mengeksplorasi lebih lanjut peran eustress dan distress serta pengamatan kepatuhan SSC dalam jangka waktu lebih panjang.
Asuhan Keperawatan Pada Ny.S Dengan Intervensi Terapi Brandt Daroff Terhadap Nyeri Akut Akibat Vertigo Di RSUD Dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Tutur Setiawati; Siti Haniyah; Mariah Ulfah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.378

Abstract

Vertigo merupakan gangguan keseimbangan yang ditandai dengan sensasi berputar, pusing, mual, hingga risiko jatuh yang berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Penatalaksanaan vertigo dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya melalui terapi Brandt Daroff, yaitu latihan vestibuler yang dapat membantu mengurangi gejala, memperbaiki fungsi keseimbangan, dan dapat dilakukan secara mandiri. Tujuan kegiatan ini adalah mengetahui efektivitas teknik Brandt Daroff dalam mengatasi nyeri akut pada pasien vertigo di RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif pada pasien vertigo dengan nyeri akut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi rekam medis, dan pemeriksaan fisik menggunakan kuesioner VSS-SF dan Wong-Baker Pain Scale, kemudian disajikan dalam bentuk tabulasi dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik Brandt-Daroff selama 3 hari pada pasien vertigo dengan nyeri akut menurunkan skala nyeri dari 6 menjadi lebih ringan, mengurangi gelisah dan meringis, serta memperbaiki frekuensi nadi (102x/menit) dan tanda vital lainnya, menunjukkan efektivitas asuhan keperawatan dalam mengatasi nyeri akut. Kesimpulannya, penerapan asuhan keperawatan dengan teknik Brandt-Daroff efektif dalam mengurangi nyeri akut, menurunkan gelisah dan meringis, serta memperbaiki tanda vital pada pasien vertigo, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien.
Penerapan Teknik Buteyko Pada Pasien Asma Bronkial Dengan Masalah Pola Nafas Tidak Efektif Di RSI Banjarnegara Muhaimimul Azizah; Etika Dewi Cahyaningrum; Atun Raudotul Ma’rifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.379

Abstract

Asma bronkial merupakan kondisi pernapasan jangka panjang yang dapat mengganggu ventilasi dan menurunkan kualitas hidup seseorang. Masalah utama yang sering dihadapi penderita asma adalah pola pernapasan yang tidak efisien. Meskipun terapi farmakologis sering digunakan, efek samping merupakan bahaya pengobatan jangka panjang. Pendekatan Buteyko adalah pengobatan non-farmakologis yang dapat membantu orang bernapas lebih baik dan mengurangi episode asma. Untuk lebih memahami bagaimana metode Buteyko digunakan di RSI Banjarnegara untuk pasien asma bronkial dengan pola pernapasan yang buruk, penelitian ini dilakukan. Metodologi studi kasus yang dikombinasikan dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi digunakan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa pola pernapasan pasien membaik setelah tiga hari penerapan metode Buteyko. Perbaikan ini ditandai dengan penurunan frekuensi pernapasan, penurunan penggunaan otot bantu pernapasan, dan peningkatan saturasi oksigen. Teknik Buteyko terbukti efektif sebagai intervensi tambahan dalam menangani pasien asma bronkial. Diharapkan teknik ini dapat diterapkan secara luas dalam praktik keperawatan sebagai alternatif intervensi nonfarmakologis.