cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Efektivitas Risma-Edu Berbasis Sistem Manajemen Risiko dalam Peningkatan Keselamatan Pasien pada Asuhan Kebidanan Rahmawati Rahmawati; Irfan Irfan; Nurhasanah Nurhasanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.400

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kematian ibu dan insiden keselamatan pasien di Samarinda yang sebagian besar dapat dicegah melalui penerapan manajemen risiko. Tujuan penelitian adalah menguji efektivitas media edukasi digital Risma-Edu dalam meningkatkan pengetahuan dan penerapan manajemen risiko oleh bidan guna mendukung keselamatan pasien. Penelitian dilaksanakan Juni–September 2024 dengan desain quasi-eksperimen pretest–posttest control group pada bidan di Kota Samarinda. Tahapan meliputi pengembangan modul dan uji coba Risma-Edu, pengukuran pretest, pemberian intervensi selama empat minggu, serta posttest yang dianalisis menggunakan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan manajemen risiko pada kelompok intervensi dari rata-rata 56,3 menjadi 82,7, serta penerapan manajemen risiko dari 52,8 menjadi 79,4 (p<0,001). Skor keselamatan pasien juga lebih tinggi pada kelompok intervensi (85,6) dibandingkan kontrol (69,2) dengan p<0,001, disertai penurunan rata-rata insiden near-miss sebesar 56%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Risma-Edu terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan penerapan manajemen risiko bidan serta berdampak signifikan pada peningkatan keselamatan pasien dalam asuhan kebidanan di Kota Samarinda.
Studi Fenomenologi Eksplorasi Pengalaman Keluarga Dalam Merawat Anggota Keluarga Dengan Penyakit Hipertensi Lailatul Alfi Syari; Tri Nataliswati; Nurul Hidayah; Fitriana Kurnia Sari; Dyah Widodo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.401

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang berdampak tidak hanya pada individu tetapi juga pada keluarga yang terlibat dalam perawatannya. Sebagai unit terdekat, keluarga memiliki peran penting dalam memberikan dukungan fisik, emosional, sosial, dan spiritual kepada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari lima keluarga yang telah merawat anggota keluarga hipertensi selama 1–3 tahun dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur yang direkam dan didokumentasikan, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan enam tema utama, yaitu pengalaman keluarga, dukungan keluarga, cara perawatan, tingkat pengetahuan, strategi yang digunakan, dan kendala yang dihadapi. Keluarga mengalami tantangan berupa keterbatasan informasi medis dan masalah finansial, tetapi tetap berupaya menunjukkan kepedulian melalui pengawasan tekanan darah dan pengingat pengobatan. Kesimpulan penelitian ini adalah perawatan hipertensi dalam keluarga merupakan proses dinamis yang membutuhkan empati, keterlibatan aktif, serta strategi adaptif berkelanjutan. Dukungan tenaga kesehatan berbasis keluarga diperlukan untuk memperkuat peran keluarga dalam perawatan hipertensi secara menyeluruh.
Analisis Dan Pengembangan Strategi Pengawasan BPOM Dalam Peredaran Kosmetik Yang Mengandung Pewarna Merah K10 (Rhodamin B) Nur Aliyah Husna; Embriana Dinar Pramestyani; Salma Hilmy Rusydi Hashim; Ulyati Ulfah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.402

Abstract

Kosmetik telah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat modern. Namun demikian, produk ilegal maupun yang mengandung zat berbahaya seperti pewarna Merah K10 (Rhodamin B) masih beredar di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk meluncurkan dan merancang strategi pengawasan BPOM yang lebih efektif dalam menekan peredaran kosmetik yang mengandung Rhodamin B. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dipadukan dengan analisis kuantitatif melalui teknik SWOT dan Matriks QSPM. Berdasarkan analisis SWOT, posisi strategi pengawasan BPOM berada pada Kuadran I (Strategi Agresif) dengan titik koordinat (0,15; 0,12), yang mengindikasikan bahwa kekuatan internal dapat dioptimalkan untuk meraih peluang eksternal. Namun, hasil perhitungan QSPM menunjukkan perbedaan, dimana strategi WT memperoleh skor tertinggi. Tiga strategi prioritas yang dipilih adalah Strategi 1 (TAS 11,32), Strategi 2 (TAS 11,15), dan Strategi 10 (TAS 10,90). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi strategi SO dan WT sebaiknya diterapkan secara terpadu, tidak hanya untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang BPOM, tetapi juga untuk menutupi kelemahan internal serta menghadapi ancaman eksternal. Implementasi strategi prioritas tersebut diharapkan mampu memperkuat efektivitas pengawasan dan meningkatkan perlindungan konsumen terhadap paparan kosmetik berbahaya di wilayah Balai POM Bogor.
Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Sectio Caesarea (SC) Dengan Masalah Menyusui Tidak Efektif Menggunakan Edukasi Menyusui Dan Pijat Oksitosin Di Ruang Bougenville RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Naeli Salsa Echo Laudya; Atun Raudotul Ma’rifah; Tin Utami
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.403

Abstract

Tingginya angka persalinan melalui operasi Sectio Caesarea (SC) di Indonesia memunculkan tantangan signifikan dalam keberhasilan proses menyusui. Persalinan SC sering kali menimbulkan masalah menyusui tidak efektif akibat nyeri pasca operasi yang menghambat inisiasi menyusui dini dan ketidaknyamanan ibu. Penelitian ini menggambarkan asuhan keperawatan pada ibu post partum sectio caesarea dengan masalah menyusui tidak efektif di Ruang Bougenvile RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Tujuannya menganalisis penerapan edukasi menyusui dan pijat oksitosin sebagai intervensi untuk mengatasi masalah tersebut dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Pengkajian menunjukkan adanya masalah menyusui tidak efektif, yang ditegakkan dengan diagnosis keperawatan yang relevan. Implementasi asuhan keperawatan difokuskan pada pengajaran teknik menyusui yang benar dan aplikasi pijat oksitosin untuk merangsang produksi ASI. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan pada status menyusui pasien, di mana ASI mulai keluar dan keluhan nyeri pasca operasi berkurang. Studi ini menyimpulkan bahwa kombinasi edukasi menyusui dan pijat oksitosin merupakan intervensi keperawatan yang efektif untuk meningkatkan keberhasilan menyusui pada ibu pasca operasi SC.
Asuhan Keperawatan Menyusui Tidak Efektif Pada Ibu Post Partum Sectio Caesarea Di Ruang Bougenvile RSUD Dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Ina Nur Apriliani; Atun Raudotul Ma’rifah; Tin Utami
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.404

Abstract

Menyusui penting bagi pertumbuhan bayi, namun ibu post partum sectio caesarea sering mengalami hambatan. Studi kasus ini menggambarkan asuhan keperawatan pada ibu dengan masalah menyusui tidak efektif di ruang Bougenvile RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga menggunakan pendekatan studi kasus melalui tahap pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi dengan data dari wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan keluhan ASI kurang lancar, payudara bengkak, dan bayi sulit melekat. Intervensi berupa edukasi perawatan payudara, konseling menyusui, serta pijat Woolwich. Setelah tiga hari, produksi ASI meningkat dari 10 ml menjadi 30 ml, pembengkakan berkurang, dan perlekatan bayi membaik. Evaluasi menunjukkan masalah menyusui tidak efektif pada pasien berhasil teratasi.
Pengaruh Pemberian Hot Pack Terhadap PONV (Post Operative Nausea and Vomitus) Pada Pasien Post Operasi Dengan General Anestesi Di IHC Rumah Sakit Lavalette Malang Fadghom Febrian Dharma Rodansyah; Rudi Hamarno; Nurul Hidayah; Erlina Suci Astuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.405

Abstract

Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan salah satu efek samping yang sering muncul setelah tindakan pembedahan dengan anestesi umum dan dapat memperlambat proses pemulihan pasien. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang berpotensi menurunkan PONV adalah pemberian hot pack, yang diharapkan mampu menstimulasi kembali gerak peristaltik usus yang menurun pasca operasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian hot pack terhadap tingkat PONV pada pasien pasca operasi dengan anestesi umum di RS IHC Lavalette Kota Malang. Desain penelitian menggunakan quasi experimental dengan pendekatan pre-test post-test control group. Sebanyak 68 responden dipilih menggunakan rumus Slovin dan dibagi menjadi kelompok intervensi serta kontrol sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi dilakukan dengan pemberian hot pack pada area abdomen region 7–9 selama 15 menit pada suhu 40°C. Intensitas PONV diukur menggunakan Nausea Vomiting Scale (NVS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan penurunan tingkat PONV yang signifikan pada kelompok intervensi, dari rata-rata 2,53 menjadi 1,59 (penurunan sebesar 0,94; p<0,05), sedangkan hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol setelah perlakuan (p=0,321). Hal ini mengindikasikan bahwa hot pack berpengaruh terhadap penurunan PONV dalam kelompok intervensi, namun belum menunjukkan perbedaan nyata dibandingkan kelompok kontrol. Intervensi hot pack dapat dipertimbangkan sebagai alternatif non-farmakologis untuk mendukung pemulihan pasien pasca operasi, meskipun penelitian lanjutan dengan kontrol variabel lebih ketat disarankan.
Determinan Faktor Yang Berhubungan Post Anesthesia Shivering (PAS) Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Dengan Spinal Anestesi Di IBS RSUD Ngudi Waluyo Tsaniyah Septi Ahillah; Fitriana Kurniasari Solikhah; Naya Ernawati; Taufan Arif; Tri Johan Agus Yuswanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.406

Abstract

Post Anesthesia Shivering (PAS) merupakan komplikasi umum pasca anestesi spinal pada pasien sectio caesarea yang dapat meningkatkan konsumsi oksigen, risiko hipoksemia, dan memperpanjang masa pemulihan. Penelitian analitik cross-sectional ini bertujuan menganalisis faktor determinan PAS di IBS RSUD Ngudi Waluyo. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi dari sampel pasien post sectio caesarea, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda metode backward likelihood ratio. Hasil analisis bivariat menunjukkan empat variabel memenuhi kriteria untuk analisis multivariat: suhu lingkungan (p=0,080), status fisik ASA (p=0,005), komorbid (p=0,004), dan lama pembedahan (p=0,014). Analisis regresi logistik multivariat mengungkapkan komorbiditas sebagai faktor dominan dengan p=0,001 dan Exp(B)=12,065 (95% CI: 1,980-75,602), menunjukkan pasien dengan komorbid memiliki risiko 12 kali lebih besar mengalami PAS. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa suhu lingkungan, status ASA, komorbid, dan lama operasi merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian PAS, dengan komorbiditas sebagai determinan paling dominan. Temuan ini merekomendasikan perlunya skrining komprehensif dan intervensi preventif khusus pada pasien dengan komorbiditas untuk menurunkan insidensi PAS pasca anestesi spinal.
Peran Tenaga Kesehatan Dalam Asuhan Keperawatan Penerapan Range Of Motion (ROM) Pada Klien Dengan Stroke Di Desa Bawan Kabupaten Pulang Pisau Prinawati; Angelia Katme
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.407

Abstract

Stroke terjalin akibat pecahnya pembuluh darah, sehingga kendala neurologis yang bisa menimbulkan kematian, paralisis anggota gerak, keburukan, kendala bicara atau bicara cadel, kendala cara fikir ataupun daya ingat. Menurut statistik dari World Stroke Organization( World Health Organization, 2022), tiap tahun ada permasalahan terkini stroke sebesar 12. 224. 551 orang serta 101. 474. 558 orang yang hidup dikala ini sempat hadapi stroke. Kendala mobilitas fisik pada stroke bisa berbentuk kesusahan berjalan, kesusahan mengangkut ataupun memindahkan barang, kesusahan berpakaian, serta kesusahan melaksanakan kegiatan tiap hari yang lain yang menginginkan aksi yang terkoordinasi ialah membagikan latihan gerak Range Of Motion( ROM). Tujuan: Membagikan ajaran keperawatn menyeluruh pada konsumen stroke dengan aplikasi Range Of Motion( ROM) buat membantu meningkatakan daya otot Metode: Metode pengkajian riset permasalahan ini merupakan dengan cara deskriptif. Hasil: Pengakjian yang di miliki konsumen mengeluh sakit kepala, pandangan sedikit buram, susah tidur saat malam, susah melaksanakan kegiatan secara mandiri. Analisis keperawatan yang di tegakan merupakan nyeri kronis, serta kendala pergerakan fisik. Intervensi yang dicoba berbentuk dukungan aktivasi dengan aplikasi Range Of Motion( ROM) kepada Daya Otot Pada Pengidap Stroke. Tidak hanya itu ROM pula tingkatkan bentang aksi sendi pada pengidap stroke sepanjang 3 hari. Kesimpulan: Permasalahan kendala pergerakan raga terkendali beberapa sebaliknya permasalahan nyeri kronis sedang belum terkendali. Aplikasi Range Of Motion( ROM) efisien membantu aktivasi konsumen stroke.
Menggali Perspektif Stakeholder: Pengembangan Partograf Digital Untuk Meningkatkan Kompetensi Bidan Widya Maya Ningrum; Soetrisno Soetrisno; Sri Mulyani; Siti Rohmah; Ratna Suminar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.409

Abstract

Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Ciamis, masih tinggi, sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam mendeteksi komplikasi persalinan. Partograf manual yang digunakan oleh bidan sering kali dianggap tidak efisien karena memerlukan waktu lama dan sering diisi dengan tidak lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menggali perspektif stakeholder terkait pengembangan partograf digital sebagai alat untuk meningkatkan kompetensi bidan dalam mendeteksi komplikasi persalinan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam dengan 11 stakeholder kunci, termasuk kepala dinas kesehatan, direktur rumah sakit, dan bidan. Analisis data dilakukan menggunakan NVivo untuk mengidentifikasi tema-tema utama seperti kendala penggunaan partograf manual dan potensi partograf digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partograf digital dapat meningkatkan akurasi pencatatan dan mendukung deteksi dini komplikasi persalinan. Integrasi dengan sistem kesehatan dianggap penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Tekanan Darah Pre Operasi General Anestesi Di Rumah Sakit Islam Banjarnegara Amandha Christiani Hasyim; Amin Susanto; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.410

Abstract

Prosedur operasi dapat menimbulkan rasa takut dan cemas yang memicu kecemasan preoperatif. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan darah dan berisiko menimbulkan komplikasi selama maupun setelah operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dan tekanan darah pada pasien preoperatif. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 70 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data tekanan darah diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan sphygmomanometer, sedangkan tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner standar. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan analisis univariat kecemasan pada pasien pre operasi sebagian besar cemas ringan berjumlah 44 orang (62,9%). Tekanan darah pasien pre operasi dengan tekanan darah hipertensi stage 2 berjumlah 25 orang (35,7%). Ada hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara tekanan darah dan tingkat kecemasan (r = 0,716; p = 0,001). Korelasi positif ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin tinggi pula tekanan darah pasien pre operasi. Korelasi positif menunjukkan bahwa peningkatan tingkat kecemasan sejalan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien preoperatif.