cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Dengan Motivasi Menolong Kecelakaan Lalu Lintas Pada Mahasiswa Keperawatan Erlina Febrianti; Mokhtar Jamil; Ratna Roesardhyati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.560

Abstract

Latar Belakang: Kecelakaan lalu lintas memerlukan pertolongan pertama yang cepat dan tepat untuk mencegah kematian dan keparahan cedera. Pengetahuan mahasiswa keperawatan tentang pertolongan pertama berpengaruh terhadap motivasi mereka dalam menolong korban kecelakaan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan pengetahuan pertolongan pertama dengan motivasi menolong korban kecelakaan pada mahasiswa keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross- sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 156 mahasiswa. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian diuji dengan uji Spearman rank dengan signifikansi α = <0,05 dengan program SPSS 23. Instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner pengetahuan yang terdiri dari 12 pertanyaan dengan menggunakan skala guttman dan kuesioner motivasi yang terdiri dari 20 pertanyaan ordinal. Penelitian ini dilakukan di Kampus ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Hasil: hasil analisis uji korelasi Spearman’s rho menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi (r) antara tingkat pengetahuan tentang pertolongan pertama dan motivasi menolong kecelakaan lalu lintas adalah sebesar 0,178 dengan nilai signifikansi (p-value) = 0,027. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan dengan motivasi menolong kecelakaan lalu lintas pada mahasiswa keperawatan.
Implementasi Terapi Hipnosis 5 Jari sebagai Intervensi Non-Farmakologis untuk Mengurangi Nyeri Fraktur Mandibula di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Aprilia Sukma Prameswari; Tri Sumarni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.561

Abstract

Fraktur adalah patah tulang kontinuitas karena trauma atau patologi, dengan patah tulang mandibula sering disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas di negara berkembang. Penelitian deskriptif studi kasus ini mengkaji penerapan perawatan keperawatan nyeri akut pada Tn. D dengan fraktur mandibula di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo menggunakan intervensi hipnosis nonfarmakologis lima jari. Diagnosis utama: nyeri akut berdasarkan SDKI. Skala nyeri awal 5 menurun menjadi 2 setelah intervensi 3 × 24 jam. Teknik ini secara efektif menurunkan rasa sakit dan kecemasan melalui relaksasi. Kesimpulan: Intervensi nonfarmakologis keperawatan berbasis bukti sangat penting untuk pemulihan pasien fraktur mandibula.
Hubungan Kadar Kolesterol Dan Tekanan Darah Dengan Kualitas Hidup Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Posyandu Anggrek Puskesmas Bululawang Vika Apria Michelle Tadubun; Ratna Roesardhyati; Ardhiles Wahyu Kurniawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.562

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan tantangan kesehatan global yang kompleks dan sering kali disertai dengan gangguan metabolisme lipid seperti hiperkolesterolemia. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup lansia secara signifikan melalui berbagai mekanisme fisik, psikologis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kadar kolesterol dan tekanan darah dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi di Posyandu Anggrek Puskesmas Bululawang. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan teknik total sampling terhadap 54 responden lansia. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran kadar kolesterol total menggunakan alat tes digital EasyTouch, pengukuran tekanan darah dengan tensimeter digital, dan penilaian kualitas hidup menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40,7% responden memiliki kadar kolesterol risiko tinggi, 48,1% mengalami hipertensi stadium 1, dan 63,0% memiliki kualitas hidup rendah. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar kolesterol dengan kualitas hidup (p-value = 0,809), namun terdapat hubungan signifikan antara tekanan darah dengan kualitas hidup (p-value = 0,013). Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa pengendalian tekanan darah merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia penderita hipertensi, sehingga diperlukan penguatan program deteksi dini dan penatalaksanaan hipertensi yang komprehensif di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Determinan Yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Cihara Lebak Banten Susi Dewiasih Kusumawati; Agus Dwi Pranata; Liza Puspa Dewi; Pebriyanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.563

Abstract

Penyakit Kardiovaskular (PKV) menjadi permasalahan penyebab kematian, salah satu penyakit sistem kardiovaskular yaitu hipertensi. Hipertensi merupakan penyakit yang timbul karena adanya pengaruh peningkatan tekanan darah diatas normal yang umumnya tidak mengalami gejala apapun hingga tekanan darah yang tinggi akhirnya dapat menyebabkan kematian tertinggi didunia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas cihara lebak banten. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel diambil menggunakan Teknik Total sampling dengan 129 responden. Pengumpulan data dlakukan melalui kuesioner. Data dianalisis dengan Uji Chi-square. Hasil Penelitian menunjukan terdapat 3 variabel yang berhubungan signifikan dan 1 variabel tidak berhubungan secara signifikan dengan determinan kualitas hidup penderita hipertensi pada lansia. Aktifitas Fisik (p=0,0450), Dukungan Keluarga (p=0,00), Motivasi (p=0,00), dan Kepatuhan Minum Obat (p=0,008). Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa Aktifitas Fisik tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup sedangkan Motivasi, Dukungan Keluarga, dan Kepatuhan Minum Obat memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Cihara. 
Hubungan Picky Eater Dengan Status Gizi Pada Anak Usia Pra Sekolah Di Posyandu Apel 2 Puskesmas Rampal Celaket Hatifa Nia Yusinta; Heny Nurmayunita; Shinta Wahyusari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.564

Abstract

Perilaku picky eater merupakan salah satu permasalahan makan yang sering ditemukan pada anak usia prasekolah dan dapat memengaruhi kecukupan asupan zat gizi. Perilaku ini ditandai dengan kebiasaan memilih-milih makanan, menolak jenis makanan tertentu, serta kurangnya minat untuk mencoba makanan baru, sehingga berpotensi berdampak pada status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku picky eater dengan status gizi pada anak usia prasekolah. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 44 anak usia prasekolah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data perilaku picky eater dikumpulkan menggunakan kuesioner Child Eating Behavior Questionnare (CEBQ), sedangkan status gizi anak ditentukan berdasarkan indikator berat badan berdasarkann tinggi badan (BB/TB). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi anak dengan status gizi kurus lebih banyak ditemukan pada kelompok anak dengan perilaku picky eater dibandingkan dengan anak yang tidak picky eater. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku picky eater dengan status gizi anak usia prasekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku picky eater berhubungan dengan status gizi anak usia prasekolah. Oleh karena itu, perilaku makan anak perlu mendapatkan perhatian sebagai salah satu faktor dalam pemantauan dan upaya pencegahan masalah gizi pada anak usia prasekolah.
Gambaran Tingkat Stres Pada Remaja Dalam Menghadapi Tes Kompentensi Akademik (TKA) Di SMA Negeri 1 Kepanjen Tahun 2025 Audrey Rama Ivana Wijaya; Tien Aminah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.565

Abstract

Masa remaja diartikan sebagai proses tumbuh menjadi dewasa. Ketika remaja gagal menemukan identitas dirinya, akan mengalami krisis identitas sehingga mungkin saja akan terbentuk sistem kepribadian yang bukan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Reaksi-reaksi dan ekspresi emosional yang tidak terkendali pada remaja, dapat berdampak pada kehidupan pribadi maupun sosial dan dapat memicu terjadinya stres. Tekanan ini tidak jarang menyebabkan kecemasan, stres, dan bahkan penurunan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Tingkat Stres Pada Remaja Dalam Mengahadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) Di SMA Negeri 1 Kepanjen Tahun 2025. Desain penelitian adalah kuantitatif. Populasinya, siswa kelas XII tahun pelajaran 2025/2026 di SMA Negeri 1 Kepanjen sebanyak 405 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel 201 responden. Variabel yang diteliti adalah tingkat stres pada remaja dalam menghadapi tes kompetensi akademik (TKA). Instrumen yang digunakan kuesioner DASS. Hasil penelitian dianalisis dengan analisis univariat, dengan teknik distribusi frekuensi (persentase). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 143 responden (67%) terindikasi mengalami stres (kategori ringan, sedang, parah dan sangat parah), dan 71 responden (33%) dalam kategori stres normal. Dan penyebab stres remaja terhadap TKA adalah karena adanya anggapan atau pemikiran subyektif dari remaja itu sendiri yang merasa takut gagal, kurang persiapan, waktu pelaksanaan yang sudah dekat, khawatir nilai akan berbeda jauh dengan rapot, harapan dan tekanan yang terlalu besar yang tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Penelitian ini diharapkan dapat membantu remaja yang mengalami stres agar mampu mengontrol dan mengoptimalkan pola pikir, keyakinan, dan kepribadian, untuk menghilangkan atau mengurangi stres yang dirasakan.
Asuhan Keperawatan Gerontik Berbasis Keluarga Pada Lansia Dengan Osteoartritis Dengan Penerapan Intervensi Nonfarmakologis Senam Lansia, Kompres Hangat, Dan Edukasi Kesehatan Di Griya Lansia Hanim Mufarokhah; Maulana Arif Murtadho; Novia Ananda Purwandani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.566

Abstract

Osteoartritis merupakan penyakit degeneratif sendi yang sering dialami lansia dan berdampak pada nyeri serta penurunan kemampuan mobilitas, sehingga memengaruhi kemandirian dan kualitas hidup. Pendekatan nonfarmakologis berbasis keluarga diperlukan sebagai upaya pengelolaan osteoartritis yang aman dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan gerontik berbasis keluarga pada lansia dengan osteoartritis melalui intervensi nonfarmakologis di Griya Lansia. Metode penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan subjek dua orang lansia berusia ≥60 tahun yang mengalami osteoartritis. Asuhan keperawatan dilaksanakan melalui tahapan proses keperawatan berdasarkan SDKI, SIKI, dan SLKI, dengan intervensi berupa senam lansia, kompres hangat, dan edukasi kesehatan kepada lansia serta keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan tingkat nyeri dari kategori sedang menjadi ringan pada seluruh responden, peningkatan kemampuan mobilitas, serta peningkatan tingkat pengetahuan lansia dan keluarga setelah edukasi kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan gerontik berbasis keluarga dengan intervensi nonfarmakologis efektif dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan mobilitas lansia dengan osteoartritis. Pendekatan ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif intervensi keperawatan untuk mendukung kemandirian dan kualitas hidup lansia.
Efektivitas Terapi Relaksasi Nafas Dalam Dengan Genggam Jari Terhadap Penurunan Nyeri Abdomen Pada Pasien Abnormal Uterine Bleeding (AUB): Studi Kasus Di Ruang Teratai Lantai 2 RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Aninda Novra Amalia; Siti Haniyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.567

Abstract

Abnormal Uterine Bleeding (AUB) sering kali disertai dengan keluhan nyeri abdomen yang mengganggu kenyamanan pasien. Terapi bukan farmakologi seperti teknik relaksasi nafas dalam dan genggam jari adalah intervensi mandiri keperawatan yang potensial untuk menurunkan intensitas nyeri. Tujuan: Mengetahui efektivitas kombinasi terapi relaksasi nafas dalam dan genggam jari terhadap penurunan skala nyeri abdomen pada pasien AUB. Metode: Desain penelitian berupa studi kasus deskriptif pada seorang pasien AUB di Ruang Teratai RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Intervensi dilakukan selama 30 menit dengan mengombinasikan teknik nafas dalam dan genggam jari. Pengukuran nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil: Sebelum diberikan intervensi, pasien melaporkan nyeri pada skala 6 (nyeri sedang). Setelah dilakukan terapi selama 10 menit perhari selama 3 hari, skala nyeri menurun menjadi skala 3 (nyeri ringan). Kesimpulan: Terapi relaksasi nafas dalam dan genggam jari efektif digunakan untuk menurunkan intensitas nyeri abdomen pada pasien dengan AUB.
Meconium Aspiration Syndrome (MAS) Sebagai Faktor Resiko Respiratory Distress Syndrome (RDS) Pada Neonatus Di Ruang Neonatus Intensive Care Unit (NICU) Rany Wahyuli Tunaya; Juliati Koesrini; Bayu Budi Laksono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.568

Abstract

Sindrom aspirasi mekonium (Meconium Aspiration Syndrome/MAS) merupakan salah satu penyebab gangguan pernapasan neonatal yang berpotensi berkembang menjadi Respiratory Distress Syndrome (RDS) dan membutuhkan perawatan intensif di Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Meskipun secara patofisiologis aspirasi mekonium diduga berperan dalam terjadinya RDS, bukti empiris mengenai hubungan keduanya masih bervariasi, khususnya pada populasi neonatal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kejadian MAS dengan kejadian RDS pada bayi yang dirawat di ruang NICU. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian melibatkan seluruh bayi yang dirawat di ruang NICU RS Ir. Soekarno Kepulauan Morotai pada periode Oktober–November 2025, dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis menggunakan case report form yang disusun oleh peneliti. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Contingency Coefficient. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar bayi tidak mengalami aspirasi mekonium (90,8%) dan tidak mengalami RDS (59,2%). Uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian aspirasi mekonium dengan kejadian RDS (p = 0,083), dengan kekuatan korelasi lemah (r = 0,195). Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara kejadian MAS dan RDS pada bayi yang dirawat di ruang NICU. Temuan ini mengindikasikan bahwa RDS pada neonatus merupakan kondisi multifaktorial dan tidak semata-mata dipengaruhi oleh aspirasi mekonium.
Apgar Score Dan Respiratory Distress Syndrome (RDS): Relevansi Klinis Dalam Praktik Di Neonatus Intensive Care Unit (NICU) Nur Akmi Popa; Ardhiles Wahyu Kurniawan; Bayu Budi Laksono Laksono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.569

Abstract

Skor APGAR merupakan indikator klinis awal untuk menilai adaptasi neonatus segera setelah lahir dan sering dikaitkan dengan luaran pernapasan. Respiratory Distress Syndrome (RDS) masih menjadi penyebab utama morbiditas neonatal, khususnya pada bayi yang dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Namun, bukti mengenai hubungan antara skor APGAR dan kejadian RDS masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara skor APGAR dan kejadian RDS pada bayi yang dirawat di ruang NICU. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian melibatkan seluruh bayi yang dirawat di ruang NICU RS Ir. Soekarno Kepulauan Morotai pada periode Oktober–November 2025, dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden yang diperoleh melalui teknik total sampling. Data sekunder dikumpulkan menggunakan case report form yang disusun oleh peneliti. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Contingency Coefficient. Sebagian besar bayi memiliki skor APGAR abnormal (<7) dan tidak mengalami RDS. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara skor APGAR dan kejadian RDS (p = 0,293), dengan kekuatan korelasi yang sangat lemah (r = 0,120).  Skor APGAR tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian RDS pada bayi yang dirawat di ruang NICU. Temuan ini menunjukkan bahwa skor APGAR bukan merupakan prediktor independen RDS, sehingga penilaian risiko RDS perlu mempertimbangkan faktor klinis lain secara komprehensif.