cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Analisis Bibliometrik: Pengalaman Perawat Dalam Penanganan Kegawatdaruratan Psikiatri Rokhmat Purwanto; Shanti Wardaningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.540

Abstract

Perawat memiliki peran yang sangat penting dalam penanganan kegawatdaruratan kesehatan mental, termasuk krisis psikiatri, agitasi, dan gangguan psikologis akut, khususnya di layanan gawat darurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman perawat dalam penanganan kegawatdaruratan psikiatri. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan analisis bibliometri dengan mengumpulkan data dari basis data Scopus. Proses pencarian menggunakan query yang mencakup istilah "case study" dan "qualitative study" terkait dengan "nurse experiences" dalam konteks "emergency psychiatry" serta isu-isu seperti kesehatan mental dan agitasi, dibatasi oleh tahun publikasi 2020 hingga 2025 dan meliputi artikel berbahasa Inggris. Prosedur pemilihan artikel dilakukan sesuai dengan pedoman PRISMA, yang menghasilkan 109 dokumen akhir. Diagram alur PRISMA menggambarkan tahapan seleksi, termasuk jumlah artikel yang diidentifikasi, disaring, dihapus, dan akhirnya dipilih untuk analisis lebih lanjut. Data yang terakumulasi dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memvisualisasikan jaringan dan keterkaitan antar penulis, institusi, dan area penelitian. Hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai tantangan dan respons perawat dalam menghadapi situasi darurat psikiatri, yang pada akhirnya berguna bagi pengembangan kebijakan dan praktik di bidang kesehatan mental.
Pengaruh Warm Blanket Terhadap Kejadian Shivering Pada Pasien Sectio Caesarea Di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Krakatau Medika Praefisien Budi Asih; Nana Andriana; Henny Fitriani; Diana Rhismawati Djupri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.541

Abstract

Sectio caesarea merupakan tindakan pembedahan obstetri yang berisiko menimbulkan shivering akibat gangguan termoregulasi selama pembedahan dan efek anestesi spinal. Shivering dapat meningkatkan kebutuhan oksigen, memperberat nyeri pascaoperasi, serta memperlambat proses pemulihan. Warm blanket merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang digunakan untuk mempertahankan suhu tubuh pasien dan mencegah hipotermia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian warm blanket terhadap kejadian shivering pada pasien sectio caesarea. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 17 pasien sectio caesarea dengan anestesi spinal yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengukuran shivering dilakukan sebelum dan sesudah pemberian warm blanket menggunakan observasi suhu tubuh dan derajat shivering. Analisis data menggunakan uji Paired T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi kejadian shivering didominasi kategori sedang (47,1%), sedangkan setelah intervensi didominasi kategori ringan (76,5%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh signifikan pemberian warm blanket terhadap kejadian shivering dengan nilai p = 0,001. Disimpulkan bahwa warm blanket efektif menurunkan kejadian shivering pada pasien sectio caesarea dan direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan perioperatif.
Pengaruh Terapi Bermain Baling Baling Kertas Terhadap Saturasi Oksigen Pada Anak Dengan Gangguan Sistem Pernapasan Inaya Putri Nashira; Ganis Indriati; Juniar Ernawaty
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.542

Abstract

Gangguan sistem pernapasan pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas, terutama pada anak usia rentan yang rentan mengalami pneumonia, bronkitis, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), asma, dan tuberkulosis paru yang dapat menurunkan saturasi oksigen. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah latihan pernapasan melalui terapi bermain, salah satunya dengan bermain baling-baling kertas yang melibatkan aktivitas meniup untuk meningkatkan ventilasi paru. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi bermain baling-baling kertas terhadap saturasi oksigen pada anak dengan gangguan sistem pernapasan. Penelitian menggunakan desain quasy eksperimen dengan one group pretest-posttest design pada 31 anak usia 3–6 tahun yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling . Intervensi dilakukan selama tiga hari dengan durasi 15 menit per sesi, dan pengukuran saturasi oksigen dilakukan sebelum dan sesudah terapi. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test . Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 5 tahun (38,7%), berjenis kelamin laki-laki (54,8%), dengan diagnosis medis terbanyak pneumonia (32,3%). Terapi meniup baling-baling kertas terbukti meningkatkan saturasi oksigen secara signifikan pada setiap hari intervensi dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), dimana rata-rata saturasi oksigen meningkat dari 92,94% sebelum intervensi menjadi 95,74% setelah intervensi. Dengan demikian, terapi bermain baling-baling kertas efektif sebagai terapi pelengkap untuk meningkatkan saturasi oksigen pada anak dengan gangguan sistem pernapasan.
The Relationship Between Family Support And Anxiety Levels In ACS (Acute Coronary Syndrome) Patients At Lavalette Hospital Malang Yulinda Citra Noviana; Bayu Budi Laksono; Heny Nurmayunita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.543

Abstract

Acute Coronary Syndrome (ACS) is a cardiovascular emergency condition that can have physical and psychological impacts, one of which is anxiety. High levels of anxiety in ACS patients can affect the healing process and the patient's quality of life. Family support is seen as one of the important factors that play a role in helping patients overcome anxiety during treatment. This study aims to determine the relationship between family support and anxiety levels in ACS patients at Lavalette Hospital Malang. This study uses an analytical descriptive research design with a cross sectional approach. The study sample was ACS patients treated at Lavalette Hospital Malang with a total of 39 respondents, which were taken using purposive sampling techniques. The research instruments used were family support questionnaires which included emotional, rewarding, instrumental, and informational support, as well as the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire to measure anxiety levels. The results showed that most of the respondents had family support in the high category, namely as many as 20 respondents (51%). Meanwhile, the level of anxiety of respondents showed that almost half did not experience anxiety as many as 17 respondents (44%), a small number experienced moderate anxiety as many as 8 respondents (21%), and some others experienced severe anxiety as many as 14 respondents (36%). It was found that there was a relationship between family support and anxiety levels (p=0.p. 2).Family support has an important role in lowering anxiety levels in ACS patients. Therefore, family involvement in nursing care needs to be increased as part of a holistic care approach to support optimal patient recovery.
Hubungan Tingkat Spiritual Dengan Kualitas Hidup Pada Lansia Penderita Diabetes Mellitus Komplikasi Di Puskesmas Trangkil Pati Haris Husnul Hakam; Edy Soesanto; Ashri Maulida Rahmawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.544

Abstract

Diabetes Melitus (DM) pada lansia menjadi salah satu ancaman kesehatan global, di seluruh dunia hampir setengah miliar orang hidup dengan diabetes melitus. Diabetes Mellitus dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang dalam melakukan aktivitas kehidupan. Lansia penderita diabetes melitus yang sehat secara spiritual (tingkat spirirtual tinggi) dapat menggunakan keyakinan mereka untuk melakukan koping terhadap penyakit, nyeri, dan tekanan hidup yang dialami. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil sebagian dari populasi penelitian dengan pengambilan sampel sebanyak 50 responden dengan total sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitas yaitu kuesioner DSES (Daily Spiritual Experience Scale) dan kuesioner DQoL (Diabetes Quality of Life). Analisis data yang digunakan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji korelasi spearman rank dengan nilai signifikan a=0,05, yang apabila nilai P < 0,05 maka Ha diterima yang mana terdapat korelasi yang bermakna antara dua variabel. Dan apabila P > 0,05 maka Ha ditolak yang mana tidak ada korelasi yang bermakna antara dua variabel tersebut. Hasil penelitian menggambarkan bahwa mayoritas responden dengan tingkat spiritualitas tinggi sebanyak 24 (48%) dan responden dengan kualitas hidup tinggi sebanyak 30 (60%). Hasil uji statistik Rank Spearman diperoleh p value=0,010 (p value < 0,05) yang berarti ada hubungan tingkat spritual dengan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes melitus komplikasi di Pukesmas Trangkil.
Hubungan Intensitas Bermedia Sosial Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja SMK Islam Donomulyo Larasati Sukma Nirmala Rumalily; Hanim Mufarakhah; Alloysia Ispirantari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.545

Abstract

Latar belakang: Pola penggunaan media sosial pada kelompok usia remaja menunjukkan kecenderungan meningkat seiring dengan kemajuan teknologi digital dan berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan, terutama kualitas tidur. Penggunaan media sosial yang dilakukan secara intens, khususnya menjelang waktu tidur, dapat mengganggu regulasi tidur fisiologis, mengurangi durasi tidur efektif, serta berdampak pada fungsi kognitif, kondisi fisik, dan stabilitas emosional. Tujuan: Studi ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara pola intensitas penggunaan media sosial dan kualitas tidur pada remaja SMK Islam Donomulyo.. Metode: Studi ini dilakukan dengan metode kuantitatif dan menggunakan desain potong lintang sebagai kerangka penelitian.. Seluruh siswa kelas XI SMK Islam Donomulyo dilibatkan sebagai responden melalui teknik total sampling. Tingkat keterlibatan responden dalam penggunaan media sosial diukur menggunakan instrumen Social Media Intensity Scale (SMIS), sementara kualitas tidur dievaluasi melalui Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hubungan antara kedua variabel dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada tingkat intensitas bermedia sosial tinggi serta memiliki kualitas tidur yang tergolong kurang baik. Analisis statistic memperlihatkan adanya asosuasi yang sangat kuat dan bermakna antara tingkat intensitas penggunaan media sosial dan kualitas tidur. (r = 0,996; p = 0,001), yang mengindikasikan bahwa Semakin meningkat intensitas keterlibatan remaja dalam media sosial, semakin besar kecenderungan terjadinya penurunan kualitas tidur.. Simpulan: Pola penggunaan media sosial memiliki hubungan secara signifikan dengan kualitas tidur remaja di SMK Islam Donomulyo. Penguatan pengendalian penggunaan media sosial serta edukasi mengenai perilaku tidur sehat (sleep hygiene) diperlukan sebagai upaya promotif dan preventif untuk mendukung kualitas tidur remaja.
Implementasi Bridging Exercise Terhadap Keseimbangan Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Amalia Rahmawati; Misbah Nurjannah; Siti Khoiroh M.
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.546

Abstract

Pendahuluan: Stroke merupakan gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami penyumbatan atau pecah. Salah satu gangguan pada pasien stroke adalah hemiparesis atau kelemahan salah satu sisi tubuh sehingga menyebabkan pasien stroke mengalami gangguan mobilitas fisik. Hal ini mengakibatkan pasien stroke sulit untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti duduk, berdiri dan berjalan. Bridging Exercise merupakan salah satu intervensi yang dapat diberikan untuk meningkatkan keseimbangan tubuh pada masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Bridging Exercise adalah latihan untuk penguatan otot terutama pada otot gluteus, hip dan punggung bawah. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan pada pasien stroke dengan intervensi keperawatan Bridging Exercise untuk meningkatkan keseimbangan tubuh. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan jumlah 1 orang pasien dan proses asuhan keperawatan dilakukan selama tiga hari. Hasil: Implementasi yang diberikan selama tiga hari didapatkan evaluasi terjadi peningkatan keseimbangan tubuh setelah dilakukan intervensi keperawatan Bridging Exercise yang diukur dengan Berg Balance Scale. Kesimpulan: Bridging Exercise dapat dilakukan sebagai salah satu pilihan intervensi keperawatan untuk meningkatkan keseimbangan tubuh.
Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Rantau Tingkat Akhir S1 Keperawatan Di ITSK RS Dr. Soepraoen Malang Eko Hadisaputra; Tien Aminah; Aloysia Ispriantari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.547

Abstract

Mahasiswa rantau tingkat akhir rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik dan adaptasi lingkungan, sehingga dukungan sosial teman sebaya dipandang penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat stres pada mahasiswa rantau tingkat akhir S1 Keperawatan di ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 114 responden yang dipilih secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan sosial teman sebaya dan kuesioner tingkat stres, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,882 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,014 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat stres mahasiswa rantau. Sebagian besar responden memiliki dukungan sosial kategori baik dan cukup, namun tetap berada pada tingkat stres sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa stres mahasiswa rantau tidak semata-mata dipengaruhi oleh dukungan sosial teman sebaya, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti beban akademik, strategi koping, dan kemampuan adaptasi. Keterbatasan penelitian ini adalah penggunaan desain potong lintang sehingga tidak dapat menggambarkan hubungan kausal. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel psikologis lain dan menggunakan desain longitudinal. Simpulan penelitian ini adalah dukungan sosial teman sebaya tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat stres pada mahasiswa rantau tingkat akhir S1 Keperawatan di ITSK RS dr. Soepraoen Malang.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Dan Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang Denanda Nur Rahma; Hanim Mufarokhah; Ardhiles Wahyu Kurniawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.548

Abstract

Latar Belakang Hipertensi merupakan penyakit kronis yang berpotensi menurunkan kualitas hidup penderitanya. Kepatuhan minum obat dan aktivitas fisik merupakan faktor penting dalam pengendalian tekanan darah serta mencegah komplikasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi dan tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional dan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner  kepatuhan minum (Morisky Medication Adherence Scale/ MMAS-8), tingkat aktivitas fisik (International Physical Activity Questionnaire/ IPAQ) serta kualitas hidup (World Health Organization Quality of Life/ WHOQOL-BREF). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Spearman`s rho untuk mengetahui hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil Didapatkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup (p= 0,197) serta adanya hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup (p = 0,018 r = 0,260).Simpulan Temuan ini menekankan pentingknya kepatuhan minum obat dan aktivitas fisik teratur bagi penderita hipertensi untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Pengetahuan Perawat Tentang Kesiapsiagaan Pada Saat Bencana Kebakaran Di RS TK. III Dr. R. Soeharosono Banjarmasin Yuhansyah Yuhansyah; Sri Purwanti Ariani; Mira Mira; Rasdiana R; Helda Sapitri; Andini Ika Safitri; Melliana Melliana; Puspita Wulandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.549

Abstract

Kebakaran rumah sakit merupakan ancaman serius terhadap keselamatan pasien dan keberlangsungan pelayanan kesehatan. Peran perawat dalam respons dan evakuasi kebakaran sangat penting, tetapi pengetahuan kesiapsiagaan belum diketahui secara jelas. Penelitian mengenai pengetahuan kesiapsiagaan dalam bencana kebakaran pada perawat, khususnya di rumah sakit wilayah Kalimantan Selatan, masih terbatas. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan pengetahuan perawat mengenai kesiapsiagaan pada saat bencana kebakaran di RS TK. III Dr. R. Soeharasono Banjarmasin. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan kesiapsiagaan bencana kebakaran, terdiri dari 9 pertanyaan. Populasi penelitian adalah perawat di RS TK. III Dr. R. Soeharasono Banjarmasin dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi pengetahuan perawat mengenai kesiapsiagaan kebakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perawat memiliki tingkat pengetahuan yang baik hingga sangat baik mengenai kesiapsiagaan kebakaran di rumah sakit, khususnya terkait penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), prosedur pengaktifan sistem alarm kebakaran, pengetahuan tentang lokasi titik kumpul (assembly point) dan keberadaan peta jalur evakuasi di unit kerja. Kesiapsiagaan perawat belum sepenuhnya merata, terutama pada aspek keterampilan praktis penggunaan selang kebakaran (fire hose reel) serta keterlibatan dalam pelatihan dan simulasi kebakaran. Diperlukan upaya peningkatan kesiapsiagaan melalui pelatihan dan simulasi kebakaran yang dilakukan secara rutin, terstruktur, dan berkelanjutan bagi seluruh perawat.