cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 780 Documents
Hubungan Pola Komunikasi Orang Tua dengan Masalah Perilaku dan Emosional Anak Usia Sekolah Fani Hidayah Putri; Syeptri Agiani Putri; Aminatul Fitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.735

Abstract

Anak usia sekolah (6-12 tahun) berada pada tahap perkembangan membentuk kemampuan berprestasi dan berkarya. Namun, masalah perilaku dan emosional dapat menjadi hambatan dalam proses ini. Pola komunikasi orang tua merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dalam mendukung perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola komunikasi orang tua dengan masalah perilaku dan emosional anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah orang tua yang mempunyai anak usia sekolah, yaitu sebanyak 368 responden yang diambil menggunakan teknik cluster sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan univariat menggunakan deskriptif sederhana dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil analisis menunjukkan mayoritas responden berusia 19-40 tahun 207 (56,3%) dan berjenis kelamin perempuan 262 (71,2%). Mayoritas responden berpendidikan SMA 201 (54,6%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga 224 (60,9%). Sebagian besar responden berasal dari suku Batak 125 (34%). Anak responden, sebagian besar berjenis kelamin laki-laki 187 (50,8%) dan berusia 9 tahun 139 (37,8%). Pola komunikasi orang tua yang paling banyak ditemukan adalah pola pluralistik 121 (32,9%), sedangkan masalah perilaku dan emosional anak mayoritas dalam kategori normal 288 (78,3%). Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pola komunikasi orang tua dengan masalah perilaku dan emosional anak (p-value = 0,001). Terdapat hubungan antara pola komunikasi orang tua dengan masalah perilaku dan emosional anak usia sekolah. Orang tua dapat menyediakan komunikasi dengan pola pluralistik yang bersifat terbuka dan melibatkan anak dalam memutuskan hal-hal yang sederhana untuk mendukung perkembangan perilaku dan emosi pada anak usia sekolah.
Sinergi Yoga Prenatal dan Aromaterapi Lavender dalam Mereduksi Kecemasan Ibu Hamil Trimester 3 di Rumah Sakit Primaya Ai Endang; Nana Andriana; Diana Rhismawati Djupri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.737

Abstract

Masalah kecemasan pada ibu hamil adalah perasaan khawatir atau gelisah akibat perubahan hormon dan ketakutan proses persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi yoga prenatal dan pemberian aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Primaya Hospital. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain one group pretest-PostTest. Sampel berjumlah 18 responden yang dipilih menggunakan rumus Gay & Dhiel. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Pregnancy-Related Anxiety Questionnaire–Revised 2 (PRAQ-R2). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kecemasan sebelum intervensi adalah 34,44 dan setelah intervensi menjadi 23,89. Uji statistik Wilcoxon memperoleh nilai p-value = 0,001 (α < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari kombinasi yoga prenatal dan pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan kecemasan ibu hamil trimester III.
Gambaran Perilaku Kesehatan Remaja Pada Siswa Sekolah Menengah Atas Sayang Maulad Tika; Syeptri Agiani Putri; Ririn Muthia Zukhra
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.739

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang berada dalam tahap transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa, di mana terjadi banyak perubahan fisik, emosional, dan sosial. Masa ini juga menjadi periode krusial dalam pembentukan kebiasaan hidup, termasuk perilaku kesehatan. Sayangnya, remaja sering kali kurang memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup dalam menjaga kesehatannya, yang dapat berdampak pada munculnya berbagai masalah kesehatan, seperti anemia, malnutrisi, dan gaya hidup tidak sehat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gambaran perilaku kesehatan remaja sebagai langkah awal dalam upaya promosi dan pencegahan masalah kesehatan sejak dini. Penelitian ini menggunakan metode desain deskriptif sederhana. Sampel penelitian ini berjumlah 92 responden yang diambil menggunakan teknik Proportionate stratified random sampling. Analisis yang digunakan yaitu dengan uji statistik univariat. Hasil analisis didapatkan bahwa gambaran perilaku kesehatan remaja dikategorikan kurang baik dengan melihat pengetahuan kesehatan remaja kurang baik dalam pengetahuan etiologi kesehatan dan pencegahan dalam kesehatan sebanyak 47 remaja (51,1%), sikap kesehatan remaja kurang baik dalam sikap kognitif dan sikap konatif sebanyak 56 remaja (60,9%), dan tindakan kesehatan remaja negative dalam memberi dukungan sebanyak 53 remaja (57,6%). Berdasarkan gambaran perilaku kesehatan remaja dikategorikan kurang baik yaitu dengan hasil pengetahuan kesehatan remaja yang kurang baik, sikap kesehatan remaja yang kurang baik dan tindakan remaja terhadap kesehatan dikategorikan kurang baik.
Analisis Faktor Risiko Keterlambatan Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Anak Usia Balita Systematic Literature Review Iponi Saraswati; Dini Liani; Karen Fitriya Ahmad; Lisa Trina Arlym; Vivi Silawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia balita di negara berkembang. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber data dari ProQuest, PubMed, SpringerLink, dan ScienceDirect tahun 2021–2026, yang diseleksi menggunakan kriteria PICOS serta dianalisis berdasarkan pedoman PRISMA dan penilaian kualitas CEBM. Hasil menunjukkan bahwa status gizi yang buruk, rendahnya asupan protein, kurangnya keragaman pangan, sanitasi lingkungan yang tidak memadai, status sosial ekonomi rendah, serta kurangnya stimulasi dan peran caregiver berkontribusi terhadap keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan anak balita. Intervensi gizi berbasis keluarga, edukasi gizi, program nutrisi Multi domain, serta pemberian makanan tambahan berbasis protein terbukti efektif dalam meningkatkan pertumbuhan linear, perkembangan kognitif, dan status gizi anak. Disimpulkan bahwa faktor gizi, lingkungan, dan pola pengasuhan memiliki peran penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita sehingga diperlukan intervensi komprehensif dan berkelanjutan.
Efektivitas Latihan Genggam Bola terhadap Peningkatan Kekuatan Motorik Ekstremitas Atas Pada Pasien Stroke Naomi Nurmawan; Ricky Riyanto Iksan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.746

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama disfungsi motorik pada ekstremitas atas, yang berdampak pada kemampuan fungsional pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kekuatan motorik ekstremitas atas pasien stroke yang diberikan intervensi latihan genggam bola dengan pasien yang tidak mendapatkan intervensi. Metode: EBN ini menggunakan asuhan keperawatan dan pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari pasien stroke yang dirawat di Rumah Sakit Royal X, yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kekuatan motorik ekstremitas atas diukur menggunakan skala standar pada kedua kelompok sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik komparatif untuk menilai perbedaan antara kelompok intervensi dan kontrol. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kelompok intervensi memiliki rata-rata kekuatan motorik ekstremitas atas sebesar 1,41 (SD = 0,401), sedangkan kelompok kontrol sebesar 1,00 (SD = 0,000). Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p = 0,020; p < 0,05), yang menandakan bahwa intervensi latihan genggam bola efektif meningkatkan kekuatan motorik ekstremitas atas pada pasien stroke dibandingkan dengan pasien yang tidak mendapatkan intervensi. Kesimpulan: Latihan genggam bola terbukti meningkatkan kekuatan motorik ekstremitas atas pasien stroke secara signifikan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai bagian dari rehabilitasi fungsional untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam aktivitas sehari-hari.
Efektivitas Cool Pack (Kompres Dingin) Terhadap Nyeri Saat Pemasangan Infus Pada Anak Di Rumah Sakit X Suhartilah; Roza Indra Yeni; Maria Susila Sumartiningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.747

Abstract

Abstract Pain during IV insertion is a common experience for children and can cause anxiety, fear, and procedural trauma. Non-pharmacological interventions, such as the use of cool packs, are an effective strategy for reducing pain in pediatric patients. The purpose of this EBN was to analyze the effectiveness of cool packs in reducing pain in children during IV insertion at Royal X Hospital. Methods: This EBN used an experimental design with a pretest-posttest approach and a control group. The sample consisted of four preschool children undergoing IV insertion, divided into an intervention group and a control group. Pain levels were measured using cool packs before and after the cool pack intervention. Data were analyzed descriptively and bivariately using a comparison of means test. Results: Before the intervention, the average pain score in the intervention group was 1.41 (SD 0.401), higher than the control group's 1.00 (SD 0.000), with p = 0.020 (<0.05), indicating a significant difference. After the intervention, the majority of children in the intervention group experienced mild pain (75%), while 25% experienced moderate pain. No children experienced severe pain. These results indicate that administering a cool pack effectively reduced pain levels in children during IV insertion, although baseline pain levels differed slightly between groups. Conclusion: The cool pack intervention proved effective as a non-pharmacological strategy to reduce pain during IV insertion in children, thereby improving the comfort and procedural experience of pediatric patients.
Pengaruh Terapi Bicara Sederhana Terhadap Kemampuan Komunikasi Pasien Stroke Afasia Rumah Sakit X Desy Anggrainingsih; Maria Susila Sumartiningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.748

Abstract

Stroke aphasia is a common language disorder in post-stroke patients and is characterized by difficulties in speaking, understanding, reading, and writing. Improving communication skills is an important focus in nursing practice to support the recovery of language function and quality of life of patients. This EBN aims to analyze nursing practices related to the effect of simple speech therapy on the communication skills of stroke aphasia patients at Hospital X. The EBN used a quasi-experimental design with a pretest–posttest control design. Respondents were divided into an intervention group that received simple speech therapy and a control group that received standard care. Communication skills were measured before and after the intervention using a verbal communication assessment scale. The results showed that the intervention group experienced a higher increase in communication skills (mean = 1.40; SD = 0.400) compared to the control group (mean = 1.03; SD = 0.106). An independent t-test showed a significant difference between the two groups (p-value = 0.004). These findings indicate that the implementation of simple speech therapy as part of nursing practice is effective in improving the communication skills of stroke aphasia patients. EBN emphasized the importance of integrating simple speech training-based interventions into rehabilitation programs to accelerate the recovery of patients' language function in health care facilities.
Penerapan Breastfeeding Dan Baby Massage Terhadap Penurunan Kadar Bilirubin Pada Neonatus Dengan Hiperbilirubinemia Sania Nurrahmi; Ferika Indarwati; Sri Sustieni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.749

Abstract

Hiperbilirubinemia merupakan kondisi peningkatan kadar bilirubin pada neonatus yang memerlukan penatalaksanaan untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus komparatif dengan pendekatan deskriptif pada dua neonatus dengan hiperbilirubinemia di RSUD Tidar Magelang. Kedua subjek mendapatkan terapi standar berupa fototerapi dan breastfeeding, sedangkan satu subjek mendapat tambahan intervensi baby massage selama tiga hari. Kadar bilirubin diukur sebelum dan sesudah intervensi. Kedua subjek mengalami penurunan kadar bilirubin. Pada subjek dengan kombinasi breastfeeding dan baby massage, kadar bilirubin total menurun dari 27,79 mg/dL menjadi 3,78 mg/dL, sedangkan pada subjek dengan breastfeeding saja menurun dari 23,64 mg/dL menjadi 7,28 mg/dL. Penerapan breastfeeding dan baby massage menunjukkan penurunan kadar bilirubin yang lebih besar dibandingkan breastfeeding saja
Analisis Faktor Risiko Kejadian Dengue Shock Syndrome pada Pasien Demam Berdarah Dengue di RSUD Bandung Kiwari Tahun 2020–2024 Rizka Panji Hidayaty; Novie E. Mauliku; Dyan Kunthi Nugrahaeni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.750

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit tular vektor yang ditularkan oleh nyamuk betina Aedes Aegypty dan Aedes Albopictus yang terinfeksi virus dengue. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian DSS di RSUD Bandung Kiwari tahun 2020-2024. Desain penelitian menggunakan kasus kontrol dengan perbandingan sampel 1:1 jumlah sampel kasus sebanyak 189 dan sampel kontrol sebanyak 189 pasien. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa usia, jenis kelamin, status gizi, proses rujukan, lama sakit sebelum dirawat di RS tidak memiliki hubungan dengan kejadian DSS. Berdasarkan hasi pemodelan multivariat ditemukan variable yang berhubungan dengan kejadian DSS adalah lama dirawat di RS (p < 0,001; OR = 2,155; 95% CI: 1,046 – 4,440), penurunan trombosit (p < 0,001; OR = 22,877; 95% CI: 5,012–104,419), penurunan leukosit (p < 0,05; OR = 0,35; 95% CI: 0.177–0.692). Kesimpulan pada penelitian ini adalah faktor utama yang berhubungan terhadap kejadian DSS adalah lama dirawat, penurunan trombosit, dan penurunan leukosit. Upaya peningkatan tatalaksana pada pasien dengue perlu memperhatikan pemeriksaan trombosit dan leukosit secara berulang agar DSS dapat diketahui secara dini dan tertangani dengan baik.
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Siswa/i terhadap Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Banjir di SMP Meureubo Kabupaten Aceh Barat Roza Aryani; Sirajul Muna; Siti Hasanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.751

Abstract

Aceh Barat adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Aceh. Letak Kabupaten ini terletak di bagian barat Provinsi Aceh di pulau Sumatera, menghadap ke Samudra Hindia. Ibu kota Aceh Barat adalah Meulaboh. SMP Meureubo adalah salah satu SMP di Aceh Barat yang memiliki rawan akan bencana banjir karena memiliki daerah daratan yang rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap siswa terhadap kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir di SMP Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Metode Penelitian adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini sudah dilakukan pada bulan Februari 2025. Populasi dalam penelitian adalah siswa SMP kelas IX sebanyak 3 lokal berjumlah 47 orang. Uji analisis yang dipakai adalah uji Chi Square . Hasil penelitian ini menggunakan analisis bivariat frekuensi pengetahuan dengan kesiapsiagaan siswa/i dalam menghadapi bencana banjir menunjukkan p-value 0,002 < 0,005, dan untuk analisis sikap dengan kesiapsiagaan siswa/i dalam menghadapi bencana banjir diperoleh p-value 0,000 < 0,005.