cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 780 Documents
Hubungan Konsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Bantul Zahra Ainun Nabilla; Evi Wahyuntari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.708

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok rentan mengalami anemia, terutama akibat kekurangan zat besi. Menurut World Health Organization (WHO), prevalensi anemia pada remaja putri di dunia berkisar 40–88%, sedangkan di negara berkembang mencapai 53,7%. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul tahun 2024 menunjukkan angka kejadian anemia tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta berada di Kabupaten Bantul sebesar 54,8%. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Bantul. Penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional ini melibatkan 81 responden dari 448 populasi pada Januari 2026. Data primer diperoleh melalui pengukuran kadar hemoglobin (Hb) menggunakan Easy Touch GCHb serta kuesioner kepatuhan konsumsi tablet Fe. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil menunjukkan p-value 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada remaja putri, di mana remaja putri dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe kategori cukup patuh lebih banyak mengalami anemia (37%) dibandingkan dengan kategori patuh (2,5%). Disarankan edukasi kesehatan mengenai konsumsi tablet Fe saat menstruasi melalui tenaga kesehatan maupun media edukasi untuk meningkatkan pemahaman remaja putri dalam pencegahan anemia.
Identifikasi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Puskesmas Pekauman Umi Syifa; Fitri Yuliana; Hairiana Kusvitasari; Desilestia Dwi Salmarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.712

Abstract

Masalah balita pendek atau Stunting menggambarkan adanya masalah gizi kronis. Berdasarkan Pemantauan Status Gizi (PSG) pada tahun 2022 Stunting di Indonesia dengan prevalensi 29%. Dampak diakibatkan stunting akan terhambat perkembangan kognitif dan motorik. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor dari Ibu atau faktor dari balita. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kejadian Stunting pada balita usia 2-5 Tahun di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Deskriptif. Sampel diambil dengan menggunakan metode Probability Sampling dengan teknik Total Sampling. Sampel pada penelitian ini Balita usia 2-5 tahun di Wilayah Puskesmas Pekauman dengan jumlah sampel 20 sampel. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dengan analisis univariat. Hasil penelitian ini menyatakan Kejadian stunting balita usia 2-5 tahun kategori pendek sebanyak 18 responden (90%), Usia ibu kategori Tidak Berisiko, yaitu usia 20-35 tahun sebanyak 15 responden (75%), kategori pendidikan Menengah (SMP-SMA) dan Pendidikan Atas (D3-S1) sebanyak 8 responden (40%), Paritas Ibu multipara 11 responden (55%), Riwayat tidak memberikan ASI Eksklusif 18 responden (90%), kategori BBLR < 2500 gram 17 responden (85%), kategori tidak memberikan Imunisasi 11 responden (55%). Kejadian Stunting pada balita usia 2-5 Tahun diwilayah kerja Puskesmas Pekauman paling tinggi dengan kategori Pendek sebanyak 18 responden (90%). Penelitian selanjutnya dapat diharapkan agar penelitian mengenai mencari hubungan dan faktor faktor stunting
Gambaran Kualitas Hidup Pasien TB di RSUD Dr. M.M. Dunda Limboto Siti Rahmatia Yusuf; Madania Madania; Faradila Ratu Cindana Mo’o
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.715

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama yang mempengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kualitas hidup pasien TB di RSUD Dr. M.M. Dunda Limboto menggunakan EQ-5D-5L. Penelitian cross-sectional dilakukan pada 110 pasien, dengan data dikumpulkan menggunakan EQ-5D-5L dan EQ-VAS serta dianalisis secara deskriptif. Sebagian besar pasien melaporkan tidak memiliki masalah pada mobilitas (61%) dan perawatan diri (69%), sementara masalah banyak ditemukan pada nyeri/ketidaknyamanan (83%), aktivitas sehari-hari (60%), dan kecemasan/depresi (61%). Nilai rata-rata utilitas adalah 0,714 (SD = 0,133), dan nilai rata-rata EQ-VAS adalah 67,17 (SD = 20,27), yang menunjukkan kualitas hidup pada tingkat sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa TB berdampak pada aspek fisik dan psikologis. Kesimpulannya, diperlukan penatalaksanaan yang komprehensif dengan mempertimbangkan faktor klinis dan psikososial untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Gambaran Persepsi Pasien Hemodialisis Dalam Penerapan Prosedur Continuity of Care Pada Penyakit Ginjal Kronis Dona Armelia Putri; Bayhakki Bayhakki; Rismadefi Woferst
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.718

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan kondisi progresif yang memerlukan terapi hemodialisis jangka panjang sehingga penerapan Continuity of Care penting untuk menjamin kesinambungan pelayanan, meningkatkan manajemen diri, dan mencegah komplikasi, yang tercermin dari persepsi pasien terhadap pelayanan yang terkoordinasi dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi pasien dalam penerapan prosedur Continuity of Care pada penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 53 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Patient Continuity of Care Questionnaire (PCCQ) digunakan untuk mengukur variabel Continuity of Care. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi baik terhadap penerapan prosedur Continuity of Care yaitu sebanyak 36 responden (67,9%), sedangkan 17 responden (32,1%) memiliki persepsi yang buruk. Kesimpulannya, gambaran persepsi pasien dalam penerapan prosedur Continuity of Care pada pasien penyakit ginjal kronis di RSUD Arifin Achmad tergolong baik.
Improving Knowledge And Breastfeeding Skills In A Primiparous Mother After Spontaneous Delivery Through Demonstration Based Education: An Evidence-Based Case Report Karina Nailus Sa’adah; Dewi Puspita; Arniati Widianingsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.723

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, namun keberhasilan menyusui sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menerapkan teknik menyusui yang benar. Ibu primipara sering mengalami kesulitan dalam posisi menyusui dan perlekatan bayi karena kurangnya pengalaman dan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi berbasis demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknik menyusui pada ibu primipara postpartum spontan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan evidence-based case report pada dua ibu primipara di Bangsal Sakinah RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada Januari 2026. Intervensi disusun berdasarkan penelusuran literatur terkini dan dilakukan selama tiga hari menggunakan media poster, demonstrasi dan redemonstrasi menggunakan phantom, serta praktek langsung menyusui. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pretest-posttest, sedangkan keterampilan dinilai menggunakan lembar observasi Skala Guttman dengan 9 indikator. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada responden pertama dari skor 7 menjadi 10 dan responden kedua dari 6 menjadi 9. Keterampilan menyusui juga meningkat pada kedua responden dari skor 4 menjadi 8. Peningkatan terlihat pada kemampuan posisi menyusui, perlekatan bayi, dan pola hisapan bayi. Edukasi berbasis demonstrasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menyusui pada ibu primipara. Intervensi ini dapat menjadi strategi edukasi keperawatan maternitas dalam mendukung keberhasilan menyusui pada ibu postpartum, khususnya primipara.
Upaya Peningkatan Keterlibatan Ayah dalam Pencegahan Stunting Pada Balita Fadhila Nur Rohmah; Titih Huriah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.724

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia dan berdampak terhadap pertumbuhan serta perkembangan anak. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting adalah rendahnya keterlibatan orang tua dalam pemenuhan gizi dan pengasuhan anak, termasuk peran ayah. Dalam praktiknya, pengasuhan anak masih sering dianggap sebagai tanggung jawab utama ibu sehingga keterlibatan ayah dalam pemenuhan gizi balita masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan keterlibatan ayah melalui edukasi kesehatan sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting berbasis keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterlibatan ayah dalam pencegahan stunting pada balita melalui asuhan keperawatan komunitas. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan komunitas berdasarkan teori Community as Partner. Penelitian dilaksanakan selama tiga minggu di Padukuhan Kalipakis, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta dengan melibatkan 11 orang ayah yang memiliki anak usia 0–60 bulan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Intervensi yang diberikan berupa edukasi kesehatan mengenai peran ayah dalam pemenuhan gizi balita. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner keterlibatan ayah melalui metode pretest dan posttest. Analisis data menggunakan Wilcoxon test. Skor keterlibatan ayah dalam pencegahan stunting meningkat dari rata-rata 20,45 sebelum intervensi menjadi 26 setelah intervensi. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p < 0,001. Kesimpulannya, edukasi kesehatan melalui asuhan keperawatan komunitas efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan ayah dalam pemenuhan gizi serta pengasuhan balita sebagai upaya pencegahan stunting. Edukasi kesehatan melalui asuhan keperawatan komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan ayah dalam pemenuhan gizi dan pengasuhan balita sebagai upaya pencegahan stunting.
Analisis Implementasi Periksa Payudara Sendiri (SADARI) Pasca Penyuluhan di SMA Negeri 1 Kasihan Bantul Nurul Soimah; Ririn Wahyu Hidayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.726

Abstract

Penyakit kanker payudara masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Upaya deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan metode sederhana, dapat dilakukan oleh setiap perempuan untuk mengenali adanya kelainan sejak dini. Pengetahuan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kesadaran dan perilaku untuk melakukan SADARI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan implementasi SADARI. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain pendekatan waktu cross-sectional. Total populasi sejumlah 123 Siswi yang telah menjadi sampel penelitian sebelumnya, teknik sampling yang digunakan yaitu Total sampling yang memenuhi kriteria Inklusi yaitu bersedia menjadi responden, didapatkan sejumlah 97 Responden, Pengumpulan data pengetahuan dilakukan menggunakan data sekunder hasil penelitianperimen 2 bulan sebelumnya, dengan hasil uji statistik menunjukan terdapat pengaruh yang ditujukkan dengan nilai 0,000 (p < 0,05), data Implemetasi dengan menggunakan kuesioner terkait praktik sadari serta frekuensi pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan responden dengan implementasi SADARI dengan kriteria sedang, sehingga bermakna bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan, semakin besar kemungkinan melakukan SADARI secara rutin dan benar, Adapun prediksi lain dimungkinkan pengetahuan baik belum tentu akan menghasilkan perilaku positif secara utuh, tingkat kesadaran merupakan faktor yang penting terhadap perilaku melakukan deteksi dini, Peran UKS sebagai fasilitas Kesehatan tingkat sekolah diperlukan adanya upaya membangun dan memantau perilaku deteksi dini kanker payudara dengan memanfaatkan media sosial Whatsapp grup di setiap kelas khusus remaja putri, sehingga diharapkan dapat menurunkan angka keterlambatan diagnosis dan meningkatkan peluang kesembuhan.
Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau dan Susu Kedelai Terhadap Anemia Sedang pada Remaja Putri Systematic Literature Review Adi Elviana Baunsele; Ardila Ardila; Nova Putri Agustin; Lisa Trina Arlym
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.727

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup tinggi di dunia maupun di Indonesia. Remaja putri lebih rentan mengalami anemia akibat menstruasi, pola makan yang kurang baik, serta rendahnya asupan zat besi. Penatalaksanaan anemia dapat dilakukan secara farmakologis maupun non farmakologis. Salah satu intervensi non farmakologis yang banyak dikaji adalah pemberian sari kacang hijau dan susu kedelai karena kandungan zat besi, protein, vitamin, dan mineral yang berperan dalam pembentukan hemoglobin. Mengetahui pengaruh pemberian sari kacang hijau dan susu kedelai terhadap anemia sedang pada remaja putri berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan ProQuest menggunakan kata kunci terkait anemia, remaja putri, sari kacang hijau, dan susu kedelai. Artikel yang dipilih dipublikasikan tahun 2021–2026, tersedia full text, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan menggunakan desain experimental maupun quasi experimental. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kerangka PICOS dan dinilai menggunakan Critical Appraisal CEBM. Sebanyak 660 artikel ditemukan dari tiga database. Setelah proses screening, penghapusan duplikasi, dan penilaian kelayakan, diperoleh 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa sari kacang hijau dan susu kedelai memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri. Kandungan zat besi, protein, vitamin C, vitamin A, dan vitamin B kompleks berperan dalam proses eritropoiesis dan sintesis hemoglobin. Pemberian sari kacang hijau dan susu kedelai efektif sebagai terapi non farmakologis dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia sedang. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif pendukung program pencegahan dan penanganan anemia pada remaja.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan tentang Personal Hygiene terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Anak Sekolah Menengah Pertama: Systematic Literature Review Marlin Agustina; Ummy Fadilah Fatmawati; Bernadete D.M.P De Fatimah; Lisa Trina Arlym
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.729

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu indikator penting dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok usia sekolah. Anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) berada pada fase remaja awal yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan akibat kurangnya pengetahuan dan perilaku Personal Hygiene yang baik. Pendidikan kesehatan menjadi salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa mengenai pentingnya kebersihan diri serta penerapan PHBS di lingkungan sekolah maupun rumah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan tentang Personal Hygiene terhadap perilaku hidup bersih dan sehat pada anak sekolah menengah pertama melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Pencarian artikel dilakukan melalui database ProQuest, PubMed, SpringerLink, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan rentang tahun publikasi 2021–2025. Kata kunci yang digunakan meliputi Personal Hygiene, Health Education, Clean and Healthy Behavior, Adolescent, serta Junior High School Students. Berdasarkan hasil pencarian awal diperoleh 1.076 artikel. Setelah dilakukan proses screening, seleksi duplikasi, peninjauan judul, abstrak, dan full text sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 10 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan siswa mengenai Personal Hygiene, memperbaiki sikap terhadap kebersihan diri, serta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan tubuh, kebersihan gigi dan mulut, serta kebersihan lingkungan sekolah. Metode pendidikan kesehatan yang paling efektif adalah media audiovisual, e-health, video animasi, ceramah interaktif, dan pendekatan berbasis teori perilaku. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendidikan kesehatan tentang Personal Hygiene terbukti efektif meningkatkan PHBS pada siswa SMP dan perlu diterapkan secara berkelanjutan melalui program UKS dan promosi kesehatan sekolah.
Gambaran Kualitas Hidup Pasien Tuberculosis di Puskesmas Hulonthalangi dan Puskesmas Kota Selatan Faizha Putri Delia; Madania Madania; Faramita Hiola; Karunita Ika Astuti; Mohamad Reski Manno
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.733

Abstract

Prevalensi tuberkulosis masih menjadi tantangan kesehatan global yang signifikan, terutama terkait dampaknya terhadap kualitas hidup pasien selama terapi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas hidup terkait kesehatan pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Hulonthalangi dan Puskesmas Kota Selatan, Kota Gorontalo. Penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang ini melibatkan 105 pasien yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner EuroQol Five Dimensions Five Levels dan Visual Analogue Scale. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien tidak melaporkan masalah pada lima dimensi, meskipun nyeri dan kecemasan merupakan keluhan yang paling umum. Skor rata-rata utilitas adalah 0,80 dan skor rata-rata Visual Analogue Scale adalah 87,28, yang mengindikasikan kualitas hidup pasien terkategori baik. Kualitas hidup yang tinggi ini dikaitkan dengan kepatuhan pengobatan yang efektif dan dukungan sosial yang kuat. Kesimpulannya, pasien tuberkulosis di wilayah penelitian mempertahankan persepsi positif terhadap status kesehatan mereka. Tenaga kesehatan direkomendasikan untuk terus memberikan konseling intensif guna mengelola efek samping obat dan tekanan psikologis.