cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 780 Documents
Pengaruh Suctioning Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen Pada Pasien ICU Di Rumah Sakit X Sari Nasip Sianturi; Ricky Riyanto Iksan; Roza Indra Yeni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.775

Abstract

Impaired airway clearance is a common problem in intensive care unit (ICU) patients that can lead to decreased oxygen saturation. Evidence-based nursing practices, such as suctioning, are essential to ensure the effectiveness of interventions in improving patient oxygenation. Objective: EBN examines the effect of suctioning on increasing oxygen saturation in ICU patients based on an evidence-based nursing practice approach. Methods: This nursing care study used a quasi-experimental design with a pretest–posttest approach. Data were collected using an airway clearance and oxygen saturation (SpO₂) observation sheet. Data were analyzed using a paired t-test to determine differences in pre- and post-intervention values. Results: The airway clearance score decreased from 1.40 to 1.00 after the intervention with a p-value of 0.021, indicating a significant improvement. Conclusion: Suctioning has been shown to be effective in improving airway clearance and oxygen saturation in ICU patients. This evidence-based nursing practice can be used as a guideline for interventions to improve the quality of intensive care nursing services.
Efektivitas Resusitasi Jantung Paru Terhadap Return Of Spontaneous Circulation Pada Pasien Henti Jantung Di IGD Rumah Sakit X Aldila Setyari Lestari; Ricky Riyanto Iksan; Rima Berlian Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.776

Abstract

Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) is a critical step that determines the success of rescuing cardiac arrest patients, especially in achieving Return of Spontaneous Circulation (ROSC). Purpose: This National CPR (National CPR) study aims to determine the effectiveness of training interventions on improving nurses' skills in performing CPR according to SOPs for cardiac arrest patients in the Emergency Department (ER). Method: The National CPR study used a quasi-experimental approach with a pre-test and post-test with a control group design. The study sample consisted of an intervention group and a control group, each of which had their CPR skills assessed using an observation sheet. Data analysis was performed using an Independent Sample t-test to determine differences in effectiveness between groups. Results: The effectiveness test showed a significant difference between the intervention and control groups with a p-value of 0.022 (<0.05). The mean score of the intervention group was 1.00, better than the control group at 1.75, indicating that the intervention was effective in improving nurses' skills in performing CPR according to SOPs. Conclusion: CPR has been proven effective in improving nurses' skills in the ER in performing CPR appropriately and according to standards.
Pengaruh Intradialytic Leg Exercise dan Kompres Hangat Menggunakan Warm Water Zak (WWZ) Terhadap Penurunan Kram Otot Pada Pasien Hemodialisis Sely Sulistyorini; Dyah Rivani; Esti Haryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.777

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan fungsi ginjal kronis yang menjadi masalah kesehatan global. Salah satu terapi utama pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) adalah hemodialisis, namun prosedur ini sering menimbulkan keluhan, salah satunya kram otot yang dapat mengganggu kenyamanan pasien. Kram otot pada pasien hemodialisis umumnya terjadi akibat perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit, serta penurunan perfusi jaringan otot selama proses dialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intradialytic leg exercise dan kompres hangat menggunakan Warm Water Zak (WWZ) dalam menurunkan kram otot pada pasien hemodialisis. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan dua responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Cramp Questionnaire Chart untuk menilai tingkat kram otot sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas kram otot pada kedua responden setelah pemberian intervensi, meskipun respons yang ditunjukkan berbeda. Intradialytic leg exercise membantu meningkatkan sirkulasi dan fungsi otot, sedangkan kompres hangat memberikan efek relaksasi dan meningkatkan kenyamanan. Selain itu, kondisi hemodinamik responden tetap stabil selama intervensi berlangsung. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi intradialytic leg exercise dan kompres hangat menggunakan Warm Water Zak (WWZ)efektif dalam menurunkan kram otot dan aman diterapkan sebagai intervensi nonfarmakologis pada pasien hemodialisis.
Analisis Kesesuaian Diagnosis, Intervensi, Dan Luaran Keperawatan Berbasis SDKI/SIKI/SLKI Dalam Simrs Dengan Kondisi Klinis Pasien Rawat Inap RSU Yarsi Pontianak: Scoping Review Rinanda Adi Hardika; Cau Kim Jiu; Haryanto Haryanto; Wida Kuswida Bhakti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.780

Abstract

Latar Belakang: Integrasi standar keperawatan Indonesia (SDKI/SIKI/SLKI) ke dalam Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan langkah penting menuju praktik keperawatan yang terstandar dan berbasis bukti. Namun, pembangkitan otomatis diagnosis, intervensi, dan luaran keperawatan oleh SIMRS tidak selalu mencerminkan kondisi klinis aktual pasien rawat inap, sehingga menciptakan risiko ketidaksesuaian dokumentasi secara klinis. Sejauh mana dokumentasi keperawatan yang dihasilkan SIMRS sesuai dengan kondisi klinis pasien aktual di rumah sakit Indonesia masih belum terpetakan secara komprehensif. Tujuan: Scoping review ini bertujuan memetakan bukti mengenai kesesuaian diagnosis, intervensi, dan luaran keperawatan berbasis SDKI/SIKI/SLKI dalam SIMRS dengan kondisi klinis pasien rawat inap, mengidentifikasi determinan ketidaksesuaian, serta mendeskripsikan strategi perbaikan. Metode: Review ini menggunakan kerangka Arksey dan O'Malley (2005), diperkuat oleh Levac dkk. (2010), serta dilaporkan mengacu pada PRISMA-ScR (Tricco dkk., 2018). Sumber awal literatur berasal dari matriks kerja peneliti yang memuat 100 artikel. Setelah penghapusan duplikasi dan proses seleksi kelayakan, terpilih 20 studi terbitan tahun 2020–2025 untuk disintesis. Hasil: Empat tema utama teridentifikasi: (1) kualitas dan akurasi dokumentasi diagnosis keperawatan berbasis SDKI sangat tidak optimal, dengan tingkat akurasi di bawah 50% di beberapa konteks; (2) kesesuaian antara intervensi keperawatan (SIKI) dengan kondisi klinis masih inkonsisten, khususnya dalam hal keterkaitan dengan diagnosis; (3) luaran keperawatan (SLKI) merupakan komponen yang paling jarang dievaluasi dengan bukti kualitas dokumentasi yang terbatas; dan (4) faktor yang berkontribusi pada ketidaksesuaian meliputi kesenjangan kompetensi perawat, pengkajian klinis yang tidak lengkap, keterbatasan desain template SIMRS, beban kerja, dan kurangnya supervisi. Kesimpulan: Kesesuaian dokumentasi SIMRS berbasis SDKI/SIKI/SLKI dengan kondisi klinis pasien rawat inap merupakan kesenjangan mutu yang signifikan dalam praktik keperawatan Indonesia. Penguatan kompetensi klinis, desain ulang template SIMRS, dan implementasi sistem audit serta supervisi terstruktur merupakan strategi esensial untuk meningkatkan kesesuaian dokumentasi.
Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dalam Upaya Pencegahan Gizi Kurang Pada Balita Di Desa Tanoyan Kabupaten Bolaang Mongondow Christy Puspitasari Paputungan; Jilly Toar; Adi Yeremia Mamahit; Rakhmawati Agustina; Theo Welly Everd Mautang; Fredrik Alfrets Makadada
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.788

Abstract

Gizi kurang pada balita merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat memengaruhipertumbuhan, perkembangan, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu dalam upaya pencegahan gizikurang pada balita di Desa Tanoyan Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini menggunakanmetode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitianberjumlah 36 ibu yang memiliki balita dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakankuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibumemiliki pengetahuan baik sebanyak 19 responden (52,8%) dan pengetahuan cukup sebanyak 17responden (47,2%). Sikap ibu dalam upaya pencegahan gizi kurang sebagian besar berada padakategori baik sebanyak 22 responden (61,1%) dan kategori cukup sebanyak 14 responden (38,9%).Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu telah memiliki pengetahuan dan sikap yang baikdalam upaya pencegahan gizi kurang pada balita.Kata kunci: Nursing, Artikel, Jurnal (akurasi katakunci sangat penting dalam membantu akses sebuah penelitian)
Evaluasi Program Kesehatan Jiwa di Puskesmas: Scoping Review Imam Hakam; Cau Kim Jiu; Haryanto Haryanto; Wida Kuswida Bhakti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.790

Abstract

Evaluasi program kesehatan jiwa di Puskesmas merupakan sarana reflektif untuk peningkatan capaian program di Tahun berikutnya, sehingga membentuk siklus plan, do, check/study, action dan peningkatan mutu layanan kesehatan jiwa. Scoping Review ini bertujuan memetakan bukti tentang evaluasi program kesehatan jiwa di puskesmas. Metode: Review ini menggunakan kerangka Arksey dan O'Malley, diperkuat oleh Levac dkk., serta dilaporkan mengacu pada prinsip PRISMA-ScR. Sumber awal literatur berasal dari matriks kerja peneliti yang memuat 575 artikel. Setelah penghapusan duplikasi dan proses seleksi kelayakan, terpilih 13 studi terbitan Tahun 2020–2026. Studi yang diikutkan terdiri atas 7 studi kualitatif deskriptif, 3 studi kualitatif: case study 2 mixed method, 1 cross-sectional. Terdapat empat tema utama, yaitu: (1) Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM); (2) Keterbatasan Sarana, Prasarana, dan Pembiayaan; (3) Implementasi Program dan Pelaksanaan Layanan Belum Optimal; (4) Pentingnya Koordinasi dan Kolaborasi Lintas Sektor; (5) Adanya Stigma dan Hambatan Sosial; dan (6) Perlunya Penguatan Sistem Surveilans dan Digitalisasi. Program kesehatan jiwa perlu ditingkatkan di variabel Input, yaitu sumber daya kesehatan, karena pada variabel proses dalam hal konteks pemanfaatan sumber daya kesehatan dengan tantangan indikator kinerja dapat dicapai sehingga tercapai target kinerja yang akan dievaluasi kembali dalam proses Output.
Manajemen Fisioterapi pada Pasien dengan Kondisi Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD): Case Report Dian Lestari; Wahyu Tri Sudaryanto; Fatonah Sulistyowati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.791

Abstract

Secara global, COPD menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Data epidemiologi terbaru menunjukkan bahwa COPD mempengaruhi lebih dari 400 juta orang di seluruh dunia dan tetap menjadi penyebab kematian ketiga secara global. berdasarkan laporan WHO tahun 2024, COPD menyebabkan sekitar 3,5 juta kematian pada tahun 2021, yang setara dengan sekitar 5% dari seluruh kematian global. Studi terbaru menunjukkan bahwa pasien dengan COPD berat mengalami penurunan signifikan pada status fungsional yang dipengaruhi oleh kapasitas fisik, tingkat aktivitas, serta faktor psikologis. Penurunan status fungsional ini juga berkaitan dengan peningkatan perilaku sedentari dan rendahnya aktivitas fisik, yang selanjutnya memperburuk kapasitas fungsional serta meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Studi ini didesain sebagai single-patient case report yang mendeskripsikan proses fisioterapi yang runtut dan hasil assessment pada pasien dengan kondisi COPD. Laporan disusun berdasarkan panduan CARE (CAse REport) untuk memastikan transparansi dalam metodologi serta kelengkapan dalam laporan. Hasil: Perbaikan tersebut meliputi peningkatan kapasitas paru berdasarkan SBCT dari 15 menjadi 21, peningkatan kemampuan mobilitas berdasarkan IMS dari 1 menjadi 3, serta peningkatan ekspansi Thoraxs pada tiga titik pengukuran (axilla +2 cm, ICS 4 +1 cm, dan Xyphoid +1 cm). Kesimpulan: Pada pasien COPD dan berada dalam kondisi hemodinamik stabil, Manajemen fisioterapi yang meliputi latihan pernapasan, thoracic expansion exercise, latihan ekstremitas, dan mobilisasi bertahap selama empat sesi dapat dilakukan dengan aman dan menunjukkan perbaikan luaran fungsional.
Effectiveness of Discharge Planning Interventions on Hospital Readmission Among Patients with Pulmonary Tuberculosis: A Scoping Review Risma Amalia Safitri; Suriadi Jais; Haryanto Haryanto; Wida Kuswida Bhakti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.792

Abstract

Pulmonary tuberculosis remains a major cause of morbidity and health-system burden, particularly in low- and middle-income countries. Despite advances in antituberculosis therapy, the transition from hospital to community is often fragmented, increasing the risk of complications, treatment interruption, and hospital readmission. Discharge planning is increasingly recognized as a peri-discharge intervention that may reduce readmission by supporting treatment continuity, complication monitoring, patient understanding, family involvement, and post-discharge follow-up. This literature review was conducted as part of a scoping review framework following the PRISMA extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR) and Joanna Briggs Institute methodological guidance. Literature searches were performed in PubMed, Scopus, Web of Science, and CINAHL. Out of 500 identified articles, 11 studies were included after screening and eligibility assessment. Discharge planning for pulmonary tuberculosis is implemented through nurse-led education, counseling, medication guidance, readiness assessment, family engagement, and continuity of care arrangements. Available evidence indicates that structured nursing interventions are associated with improved knowledge, self-care, adherence, discharge readiness, and lower short-term readmission risk. Five thematic domains were identified: nurse-led interventions, core components, discharge readiness, continuity of care, and socioeconomic/psychosocial barriers. Discharge planning may contribute to lowering readmission among pulmonary tuberculosis patients, but current evidence remains indirect and heterogeneous. Rigorous TB-specific studies with readmission as the primary outcome are urgently needed.
Kebutuhan Informasi Orang Tua tentang Leukemia Anak dan Dampak Terapi: A Scoping Review Tika Desvicasari Hustra; Ramadhaniyati Ramadhaniyati; Haryanto Haryanto; Wida Kuswida Bhakti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.793

Abstract

Leukemia merupakan kanker anak yang paling sering ditemukan dan menimbulkan dampak besar bagi anak maupun orang tua sebagai pengasuh utama. Kebutuhan informasi yang tepat sangat penting untuk membantu orang tua memahami penyakit, menjalani terapi, serta merawat anak selama proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan memetakan kebutuhan informasi orang tua terkait leukemia anak dan dampak terapinya melalui scoping review. Penelusuran literatur dilakukan pada database PubMed, Scopus, dan CINAHL, dengan 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa kebutuhan informasi utama meliputi diagnosis, terapi, efek samping, perawatan dirumah, dan dampak terapi jangka panjang, dengan kebutuhan yang paling sering belum terpenuhi adalah informasi terkait efek samping jangka panjang. Disimpulkan bahwa pemberian informasi yang berkelanjutan dan berpusat pada keluarga penting untuk meningkatkan kualitas perawatan dan kualitas hidup anak dengan leukemia.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Pada Pasien di Ruangan ICU di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Fatmawati Bukoi; Pipin Yunus; Haslinda Damansyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.794

Abstract

Dukungan keluarga merupakan aspek penting dalam asuhan keperawatan holistik, khususnya pada pasien yang dirawat di ruang (ICU) yang rentan mengalami krisis fisik, psikologis, dan spiritual. Kondisi kritis, keterbatasan komunikasi, serta lingkungan ICU yang penuh tekanan dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan spiritual pasien. Oleh karena itu, peran keluarga menjadi sangat penting dalam membantu pasien mencapai ketenangan batin dan makna hidup selama menjalani perawatan intensif. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pemenuhan kebutuhan spiritual pada pasien di ruang ICU RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang merupakan keluarga pasien ICU, dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner pemenuhan kebutuhan spiritual, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga kategori baik sebanyak 25 responden (83,3%) dan kategori cukup sebanyak 5 responden (16,7%). Pemenuhan kebutuhan spiritual kategori terpenuhi sebanyak 22 responden (73,3%) dan cukup terpenuhi sebanyak 8 responden (26,7%). Hasil uji bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value < 0,05, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan pemenuhan kebutuhan spiritual pada pasien ICU. Kesimpulan: Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pasien di ruang ICU. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar tenaga kesehatan untuk lebih melibatkan keluarga dalam perawatan pasien secara holistik, khususnya dalam aspek spiritual.