cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 780 Documents
Pengaruh Perawatan Metode Kangguru Terhadap Peningkatan Suhu Tubuh Pada Bayi BBLR Di Ruangan NICU RSIA Sitti Khadijah Gorontalo Rosna Bakari; Dewi Modjo; Harismayanti Harismayanti; Setiawan Setiawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.716

Abstract

Ketidakstabilan suhu terutama hipotermia merupakan salah satu masalah kritis pada bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dikarenakan bayi tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk meregulasi suhu tubuh seperti bayi normal sehingga dibutuhkan upaya penanganan awal hipotermia yang cepat dan tepat dengan intervensi perawatan metode kangguru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Pengaruh Perawatan Metode Kangguru Terhadap Peningkatan Suhu Tubuh Pada Bayi BBLR di Ruangan NICU RSIA Sitti Khadijah Gorontalo. Metode penelitian menggunakan kuantitaif quasi eksperimen dengan desain pre - post test design. Pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik total purposive sampling. Sampel dalam penelitian sejumlah 30 orang yang terbagi 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol. Hasil penelitian dengan menggunakan uji statistik t - test (x2) menunjukkan terdapat Pengaruh Perawatan Metode Kangguru Terhadap Peningkatan Suhu Tubuh Pada Bayi BBLR di Ruangan NICU RSIA Sitti Khadijah Gorontalo dibuktikan dengan hasil p. value (0.001 < 0.05), serta tidak terdapat peningkatan suhu tubuh pada kelompok kontrol dibuktikan dengan hasil p. value (0.070 > 0.05), Saran yaitu perlunya meningkatkan evaluasi dan tindak lanjut tentang dukungan pelaksanaan perawatan metode kangguru pada ibu nifas dan bayi BBLR.
Keefektifan Forced Air Warming Untuk Pencegahan Hipotermia Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea: Systematic Review Dian Nur Faizah; Vanessa Febri Meliana; Martyarini Budi Setyawati; Rahmaya Nova Handayani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.725

Abstract

Studi Systematic Review ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka operasi caesarean secara global, yang mencapai 21% dari total kelahiran menurut data WHO, dan di Indonesia sekitar 17–17,6%. Pasien yang menjalani operasi caesarean berisiko mengalami hipotermia, yang didefinisikan sebagai penurunan suhu inti tubuh di bawah 36°C. Faktor utama yang menyebabkan hipotermia meliputi efek anestesi, cairan infus yang tidak dipanaskan, paparan ruang operasi yang dingin, dan terbukanya rongga tubuh selama prosedur bedah. Hipotermia ini meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular, perdarahan, infeksi, serta menurunkan kenyamanan dan kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas Forced Air Warming (FAW) dalam mencegah dan mengatasi hipotermia pada pasien post operasi sectio caesarea. Metode yang digunakan adalah systematic review berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan menggunakan basis data PubMed, Scopus, dan ProQuest, dengan batasan tahun publikasi 2019–2024 dan hanya studi berbahasa Inggris. Setelah proses screening dan penilaian kelayakan metodologi, diperoleh 7 artikel yang memenuhi kriteria untuk disertakan dalam sintesis data. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Forced Air Warming (FAW) secara signifikan meningkatkan suhu inti maternal, mengurangi frekuensi shivering, dan meningkatkan kenyamanan termal. Mayoritas studi yang dianalisis merupakan Randomized Controlled Trials (RCT) yang memberikan bukti kausal yang kuat, sementara beberapa studi menggunakan desain kohort retrospektif untuk memberikan perspektif real-world. Analisis statistik yang digunakan meliputi uji t, Chi-kuadrat, ANOVA, dan model mixed-effects, dengan hasil yang menunjukkan p < 0,05 sebagai bukti perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulannya, Forced Air Warming terbukti efektif dalam manajemen hipotermia perioperatif pasien caesarean, dan dapat diintegrasikan sebagai bagian dari protokol standar untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pasien.
Analisis Faktor Gizi dan Perilaku Remaja Putri dalam Pencegahan Anemia: Systematic Literature Review Nurjana Al Idrus; Eka Wahyuni; Kusmiyati Kusmiyati; Lisa Trina Arlym; Vivi Silawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor gizi dan perilaku remaja putri dalam pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber data dari ProQuest, PubMed, SpringerLink, dan ScienceDirect tahun 2021–2026, yang diseleksi menggunakan kriteria PICOS serta dianalisis berdasarkan pedoman PRISMA dan penilaian kualitas CEBM. Hasil menunjukkan bahwa rendahnya asupan zat besi serta perilaku tidak sehat, seperti pola makan tidak seimbang dan rendahnya kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD), berkontribusi terhadap kejadian anemia. Edukasi gizi dan suplementasi zat besi terbukti efektif dalam meningkatkan perilaku pencegahan anemia. Disimpulkan bahwa faktor gizi dan perilaku memiliki peran penting dalam pencegahan anemia pada remaja putri, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Pengaruh Aromatherapy Lavender dan Pijat Oksitosin terhadap Peningkatan ASI Pada Ibu Nifas Eneng Yuyun Yunita; Hita Sri Oktaviani; Wanti Wanti; Lisa Trina Arlym
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.736

Abstract

Masalah produksi ASI yang tidak cukup mASIh sering dialami ibu nifas di Indonesia. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasinya adalah aromaterapi lavender dan pijat oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedua intervensi tersebut terhadap peningkatan produksi ASI. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature review (SLR) dengan pencarian artikel melalui database Google Scholar, PubMed, Semantic Scholar, dan ResearchGate. Kriteria inklusi meliputi artikel terbit tahun 2022–2026, tersedia teks penuh, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta menggunakan desain eksperimen atau kuASI-eksperimen. Seleksi dilakukan berdasarkan kerangka PICOS dan dinilai menggunakan Critical Appraisal dari CEBM. Dari 143.403 artikel yang ditemukan, diperoleh 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa aromaterapi lavender dan pijat oksitosin berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan produksi ASI. Kandungan minyak lavender dapat mengurangi stres dan meningkatkan pelepasan hormon oksitosin dan prolaktin, sedangkan pijat oksitosin merangsang kelenjar susu dan melancarkan aliran darah ke payudara. Kombinasi kedua intervensi terbukti lebih efektif dibandingkan penggunaan tunggal. Aromaterapi lavender dan pijat oksitosin merupakan intervensi non-farmakologis yang aman, efektif, dan terjangkau. Kedua metode ini dapat dijadikan alternatif pendukung program pencegahan dan penanganan masalah produksi ASI serta bagian dari asuhan kebidanan komprehensif untuk keberhasilan ASI eksklusif.
Hubungan Status Gizi dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani Vivi Nila Sari; Riska Subhianti Putri; Yulta Kadang; Yulidian Nurpratiwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.738

Abstract

Anemia merupakan kondisi ketika tubuh mengalami penurunan jumlah sel darah merah hingga berada di bawah batas normal. Anemia termasuk salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kekurangan asupan zat gizi dan kehilangan darah akibat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 81 responden yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan Stature Meter, timbangan berat badan, dan juga menggunakan Medline. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia remaja tengah. Selain itu terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia (p-value = 0,000) serta terdapat hubungan antara kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia (p-value = 0,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri.
Deteksi Dini Depresi Berbasis Rumah Sakit Virtual Pada Ibu Postpartum Systematic Literature Review Lili Anggraini; Lidya Nofita Sirait; Wulan Anjani; Lisa Trina Arlym; Vivi Silawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan rumah sakit virtual dalam deteksi dini depresi pada ibu postpartum. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber data dari PubMed, ProQuest, ScienceDirect, dan Google Scholar tahun 2021–2026 yang dianalisis menggunakan pedoman PRISMA. Hasil menunjukkan bahwa layanan rumah sakit virtual, seperti telehealth dan skrining digital, efektif membantu identifikasi dini gejala depresi postpartum. Faktor akses teknologi, dukungan keluarga, dan keterlibatan tenaga kesehatan memengaruhi keberhasilan deteksi dini. Disimpulkan bahwa rumah sakit virtual berpotensi meningkatkan akses dan efektivitas deteksi dini depresi pada ibu postpartum.
Hubungan Status Sosial Ekonomi Dan Perilaku Merokok Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Cibarusah Kabupaten Bekasi Restu Syifa Meliyana; Riska Subhianti Putri; Tri Wahyuni Ismoyowati; Hana Pricilla Frudence Sohilait
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.757

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masihmenjadi masalah kesehatan global. Tingginya angka kejadian tuberkolosis dipengaruhi oleh berbagai faktor,diantaranya status sosial ekonomi dan perilaku merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganantara status sosial ekonomi dan perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas CibarusahKabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain descriptive correlation danpendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 120 pasien TB paru dengan sampel sebanyak 92responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesionerstatus sosial ekonomi dan GN-SBQ (Glover Nilson Smoking Behavioral Questionnaire). Analisis datamenggunakan uji korelasi spearmen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara statussosial ekonomi dengan kejadian tuberkulosis paru (p-Value 0,000; r = -0,607) serta terdapat hubungan antaraperilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru (p-Value 0,031; r = 0,225). Disimpulkan bahwa statussosial ekonomi dan perilaku merokok berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru.
Efektivitas Mobile health (mHealth) dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil Systematic Literature Review Haziza Hasada; Ratnasari Ratnasari; Margareta Noviani Ayu Dalis; Lisa Trina Arlym
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis menganalisis efektivitas mHealth pada Kesehatan ibu hamil. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber data dari Pubmed, ScienceDirect, Springer Links, Tailor & Francis, dan Arxiv (2020-2025), yang diseleksi menggunakan kriteria PICOS serta dianalisis berdasarkan pedoman PRISMA dan penilaian kualitas CEBM. Sebanyak empat studi Randomized Controlled Trial (RCT) diikut sertakan dalam sintesis akhir. Hasil menunjukkan bahwa intervensi mHealth meliputi edukasi digital berbasis robot, edukasi antenatal berbasis film, aplikasi persiapan persalinan dan video mobile berbasis komunitas yang terbukti efektif dalam meningkatkan literasi Kesehatan, menurunkan kecemasan, mengurangi ketakutan terhadap persalinan, serta setara dengan konseling tatap muka dalam mendukung pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil. Disimpulkan bahwa mHealth memiliki peran penting dalam mendukung Kesehatan ibu selama masa kehamilan, sehingga diperlukan inovasi berkelanjutan dalam Kesehatan digital untuk menjangkau populasi yang lebih luas.
Peningkatan Etos Kerja Perawat Pelaksana melalui Pelatihan Self-Leadership di Rumah Sakit X Rohina Wahyuning; Maria Susila Sumartiningsih; Rima Berlian Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.760

Abstract

Etos kerja perawat pelaksana dalam menjaga kualitas pelayanan keperawatan. Rendahnya motivasi, disiplin, dan komitmen dapat mempengaruhi kinerja profesional dan keselamatan pasien. Salah satu strategi yang dianggap efektif untuk meningkatkan etos kerja adalah pelatihan Self-leadership, yang bertujuan mengembangkan kemampuan kepemimpinan diri, pengendalian emosi, dan kesadaran profesional. Keberhasilan pelayanan keperawatan tidak hanya diukur dari keterampilan teknis, melainkan juga dari etos kerja yang dimiliki oleh perawat. Tujuan: EBN ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan Self-leadership terhadap tingkat etos kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit X. Metode: desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test pada dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang mengikuti pelatihan dan kelompok kontrol yang tidak mengikuti pelatihan. Sampel terdiri dari perawat pelaksana yang dipilih secara purposive dan dibagi secara seimbang ke dalam kedua kelompok. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner etos kerja yang valid dan reliabel, dianalisis dengan perhitungan rata-rata (Mean), standar deviasi (SD), dan uji perbedaan signifikan antar kelompok. Hasil: menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi memperoleh Mean 1.03 (SD 0.004), sedangkan kelompok kontrol Mean 1.77 (SD 0.502) dengan P-Value = 0.000 (p < 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan Self-leadership secara nyata meningkatkan motivasi, tanggung jawab, kedisiplinan, dan komitmen perawat. Sebaliknya, kelompok kontrol tidak mengalami perubahan berarti. Kesimpulan: pelatihan Self-leadership efektif dalam meningkatkan etos kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit X, karena mendukung pengembangan kepemimpinan diri, pengendalian emosi profesionalisme.
Media-based Versus Hands-on Breastfeeding education and Early breastfeeding success After Cesarean Section: A Comparative Case Report Retno Sekar Arum Tridinanti; Dewi Puspita; Yuningsih W Utami
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.762

Abstract

Ibu Post sectio caesarea (SC) sering mengalami hambatan menyusui seperti adanya luka operasi, keterbatasan mobilisasi, serta kesalahan teknik menyusui terutama pada aspek pelekatan dan posisi. Edukasi menyusui menjadi intervensi penting, namun efektivitas metode berbasis media dibandingkan dengan hands-on education masih perlu dikaji. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan efektivitas edukasi berbasis media dengan edukasi kombinasi media dan praktik langsung terhadap keberhasilan menyusui dini pada ibu Post SC. Penelitian ini menggunakan desain comparative case report pada dua ibu Post SC dengan masalah menyusui tidak efektif. Intervensi dilakukan selama 2 hari. Pengukuran keberhasilan menyusui menggunakan skor LATCH (Latch, Audible swallowing, Type of nipple, Comfort, Hold/positioning) sebelum dan sesudah intervensi. Skor LATCH meningkat lebih besar pada kelompok hands-on (dari 5 menjadi 9) dibandingkan kelompok media-based (dari 6 menjadi 8). Peningkatan terbesar terjadi pada aspek pelekatan dan posisi menyusui, di mana ibu yang mendapatkan demonstrasi langsung lebih mampu merasakan dan mempraktikkan teknik yang benar secara mandiri. Edukasi menyusui dengan pendekatan hands-on lebih efektif dibandingkan edukasi berbasis media saja. Pendekatan ini direkomendasikan dalam praktik keperawatan maternitas untuk meningkatkan keberhasilan menyusui dini pada ibu Post SC.