cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 780 Documents
Analisis Kesesuaian Upaya Preventif Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di PT. XYZ Terhadap Regulasi Yang Berlaku Di Indonesia Kayyisa Aufa Zhafira; Putri Handayani; Ria Kezia; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.810

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan program kesehatan kerja dan upaya pencegahan PenyakitAkibat Kerja (PAK) di PT. XYZ. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi,wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi di perusahaanmemiliki potensi bahaya fisika, kimia, biologi, ergonomi, dan psikososial yang berisiko menimbulkan gangguankesehatan pada pekerja. Perusahaan telah melaksanakan beberapa program kesehatan kerja, seperti penggunaanalat pelindung diri (APD), pemeriksaan kesehatan tenaga kerja, pengukuran lingkungan kerja, penyediaanjaminan kesehatan melalui BPJS, serta kegiatan promotif berupa program olahraga dan penyediaan katering.Namun, pelaksanaan program pencegahan Penyakit Akibat Kerja (PAK) masih belum terstruktur secara khususdan belum sepenuhnya berbasis risiko kerja. Selain itu, perusahaan belum memiliki program Return to Work(RTW) dan layanan konseling psikologis secara formal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan programkesehatan kerja melalui pengendalian risiko yang lebih optimal, pemeriksaan kesehatan berbasis risiko,peningkatan edukasi kesehatan kerja, serta pengembangan program rehabilitatif yang lebih terintegrasi danberkelanjutan.
Hubungan Riwayat ASI Ekslusif, Pemberian MP-ASI Dan Pendidikan Ibu Dengan Kejadian Stunting Pad Anak 24-59 Bulan Di TPMB Bd.Vita Siska S.Tr. Keb Citayam Depok Tahun 2025 Stephani Manroe; Agnomelsya Bangaran; Nurhandayani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.814

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2018 menunjukkan persentase stunting di Indonesia 30,8%.ibformasi menunjukkan 60% dari anak usia 0-6 bulan tidak mendapat ASI eksklusif. Dan anak 2 dari 3 usia 0-24bulan tidak menerima MP-ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Riwayat ASI eksklusifdan pemberian MP-ASI dengan kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 bulan di TPMB Vita Siska pada tahun2025. penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasidalam penelitian ini balita usia 24-59 bulan, pengambilan sampel dengan teknik simple random samplingsebanyak 20 balita. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan diolah menggunakan uji Chi-Square. Hasilpenelitian terdapat sebagian besar balita dengan gizi stunting, sebagian besar balita tidak ASI eksklusif,pemberian MP-ASI tidak tepat. Hasil analisis bivarat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antarariwayat pemberian ASI eksklusif (p=0,001). pemberian MP-ASI (p=0,000) dengan kejadian stunting pada balitausia 24-59 bulan. Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara riwayat pemberianASI Eksklusif dan pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di TPMB Bd. VitaSiska, S.Tr. Keb. pada tahun 2025.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Pasangan Usia Subur Tentang Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Dengan Minat Untuk Melakukan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat Di RW I RT 2 Kelurahan Sumurrejo, Gunungpati Kota Semarang Sri Mularsih; Rizky Muji Lestari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.815

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu gangguan reproduksi yang menyerang perempuan, dengan urutanke dua dari penyakit kanker, biasanya tidak melakukan skrining test atau tidak melakukan tindak lanjut setelahditemukan adanya hasil yang abnormal, metode skrining yang digunakan untuk deteksi dini kanker serviksberupa pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat (IVA).Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan dan tingkatpengetahuan ibu pasangan usia subur tentang Inspeksi Visual Asam Asetat /IVA dengan minat untuk melakukanpemeriksaan inspeksi visual asam asetat di RW 1 RT2 Kelurahan Sumurrejo kota Semarang. PemeriksaanIspeksi Visual Asam Asetat (IVA) adalah pemeriksaan skrining kanker serviks dengan melihat secara langsungperubahan pada serviks setelah dipulas dengan asam asetat 3-5%, dapat diidentifikasi lesi prakanker serviks.Penelitian ini termasuk kompetensi bidan dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada gangguan sistemreproduksi. Jenis penelitian Korelasi, menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ibupasangan usia subur (PUS) berusia 20-35 tahun yang ada di RW 1 RT2 kelurahan Sumurrejo kota Semarang dansampelnya sebanyak 48 ibu PUS.Tehnik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Sampling..Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara dan tingkat pengetahuan ibupasangan usia subur tentang inspeksi visual asam asetat dengan minat untuk melakukan pemeriksaan inspeksivisual asam asetat di RW 1 RT 2 Kelurahan Sumurrejo kota Semarang dengan nilai p-value 0,000 < 0,05.Saran yang dapat disampaikan ibu-ibu usia reproduktif, diharapkan meningkatkan pengetahuan dengancara mencari informasi-informasi yang berkaitan dengan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA),sehingga angka kematian ibu akibat kanker serviks dapat dicegah.
Persepsi Pasien Tentang Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Pembantu (PUSTU) Kelurahan Pinaras Kecamatan Tomohon Selatan Tesalonika J Dien; Jilly Toar; Prycilia Pingkan Mamuaja; Anita Tengker; Nancy Bawiling; Freedrik Makadada
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.818

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kepuasan pasien, termasukpada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas Pembantu (PUSTU). Penelitian inibertujuan untuk mengeksplorasi persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pada dimensibukti fisik (tangible), di Puskesmas Pembantu Kelurahan Pinaras Kecamatan Tomohon Selatan. Penelitianmenggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih melalui teknik purposivesampling yang melibatkan lima pasien. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dandokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikankesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum pasien menilai kualitas pelayanan pada aspekbukti fisik berada dalam kategori cukup baik, ditandai dengan kondisi bangunan yang layak, kebersihanlingkungan yang terjaga, serta penampilan petugas kesehatan yang rapi ramah dan sopan. Namun, demikian,masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan ruang tunggu dan jumlah tempat duduk,sistem penyerahanobat yang belum optimal, serta kondisi timbangan yang sudah tidak akurat. Berdasarkan hasil tersebut, dapatdisimpulkan bahwa kualitas pelayanan pada aspek bukti fisik belum sepenuhnya optimal, sehingga perlu adanyapeningkatan dan perbaikan fasilitas guna menunjang kenyamanan dan mutu pelayanan kesehatan bagimasyarakat.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Anak Di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo Ade Tria Ahmad; Ani Retni; Wiwi Susanti Piola
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.824

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan pada anak di Indonesia, termasuk di Kota Gorontalo. Berbagai faktor diduga berhubungan dengan kejadian DBD, seperti tingkat pengetahuan orang tua, perilaku pencegahan, dan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD pada anak di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo.Penelitian menggunakan desain case control dengan pendekatan retrospektif. Sampel berjumlah 60 responden, terdiri dari 30 kasus (anak dengan DBD) dan 30 kontrol (anak tidak DBD), yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis dengan uji chi-square pada tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anak (p > 0,05). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku orang tua dalam upaya pencegahan DBD dengan kejadian DBD pada anak (p < 0,05). Orang tua yang memiliki perilaku pencegahan DBD yang kurang baik berisiko lebih besar memiliki anak yang mengalami DBD dibandingkan dengan orang tua yang menerapkan perilaku pencegahan yang baik. Selain itu, variabel lain yang diteliti juga menunjukkan hubungan dengan kejadian DBD.Kesimpulan penelitian ini adalah perilaku orang tua berhubungan dengan kejadian DBD pada anak, sedangkan tingkat pengetahuan orang tua tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian DBD pada anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan perilaku pencegahan melalui edukasi dan promosi kesehatan yang berkelanjutan guna menurunkan kejadian DBD pada anak.
Analisis Masalah Pernikahan Dini Pada Remaja Di Wilayah Kerja Puskesmas Dulupi Kabupaten Boalemo Dwi Rahayu Usman; Ani Retni; Harismayanti Harismayanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.829

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi fenomena sosial yang terjadi pada remaja dan dapat menimbulkan dampak terhadap pendidikan, kesehatan reproduksi, serta kondisi psikologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah pernikahan dini pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Dulupi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap 10 partisipan utama dan 2 partisipan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat tema utama yaitu faktor penyebab pernikahan dini, dampak terhadap pendidikan, kesehatan reproduksi, serta psikologis dan sosial. Faktor penyebab utama meliputi hubungan pacaran sejak usia muda, tekanan sosial lingkungan, kehamilan sebelum menikah, dan keputusan keluarga. Dampak yang dirasakan remaja yaitu terhentinya pendidikan formal, terbatasnya peluang kerja, pengalaman kehamilan pertama yang lebih berat, serta tekanan psikologis dan perubahan hubungan sosial dengan teman sebaya. Sebagian partisipan mampu beradaptasi secara bertahap dengan dukungan keluarga. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pernikahan dini merupakan masalah kompleks sehingga diperlukan peran keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi, konseling, dan pendampingan bagi remaja untuk mencegah pernikahan dini serta meminimalkan dampaknya.
Penerapan Teknik Menghardik Dalam Mengontrol Halusinasi Pendengaran Pada Sd.G Dengan Skizofrenia Di Ruang Anggrek RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Ameliya Sari; Ita Apriliyani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.832

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai dengan gangguan proses pikir, persepsi, emosi, dan perilaku, salah satunya berupa halusinasi. Halusinasi dapat menyebabkan pasien mengalami gangguan orientasi realita, menarik diri, hingga kesulitan dalam berinteraksi sosial sehingga membutuhkan asuhan keperawatan jiwa yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan jiwa pada pasien skizofrenia dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi di Ruang Anggrek RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode penelitian menggunakan studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan pada satu pasien laki-laki berusia 23 tahun dengan diagnosis medis skizofrenia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan status mental, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami halusinasi pendengaran dan penglihatan, waham, serta isolasi sosial. Intervensi yang diberikan meliputi strategi pelaksanaan halusinasi dengan teknik menghardik, komunikasi terapeutik, promosi sosialisasi, manajemen waham, distraksi aktivitas, serta kolaborasi terapi farmakologi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan gejala halusinasi, berkurangnya isi pikir waham, meningkatnya kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi, serta meningkatnya interaksi sosial pasien dengan lingkungan sekitar. Dengan demikian, penerapan asuhan keperawatan jiwa secara komprehensif mampu membantu meningkatkan kondisi psikologis dan fungsi sosial pasien skizofrenia secara bertahap.
Hubungan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Dengan Persalinan Prematur Di RSUD Dr M.M Dunda Limboto Tiaraputri S. Lasimpala; Zuriati Muhamad; Ani Retni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.842

Abstract

Persalinan prematur merupakan masalah kesehatan maternal yang menjadi penyebab utama morbiditas danmortalitas neonatal. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan persalinan prematur adalah kadarhemoglobin pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar hemoglobin ibu hamil dengankejadian persalinan prematur di RSUD Dr. M.M. Dunda Limboto. Metode penelitian menggunakan desainobservasional analitik dengan pendekatan case control. Data diperoleh dari rekam medis dengan jumlah sampel54 responden yang terdiri dari 27 ibu dengan persalinan prematur dan 27 ibu tidak prematur. Analisis datadilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar respondenmemiliki kadar hemoglobin normal sebanyak 30 orang (55,6%), sedangkan kadar hemoglobin rendah sebanyak24 orang (44,4%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value 0,006 (p&lt;0,05) dan Odds Ratio (OR) 4,857, sehinggaterdapat hubungan signifikan antara kadar hemoglobin ibu hamil dengan kejadian persalinan prematur.Kesimpulan penelitian ini adalah kadar hemoglobin rendah pada ibu hamil berhubungan dengan meningkatnyarisiko persalinan prematur.
Analisis Kepatuhan Implementasi Program Kesehatan Kerja terhadap Regulasi Kesehatan Kerja Indonesia di PT XYZ Fazha Radistya Gibran; Keishabrina Fatiya Madu Azzahra; Nico Linggi Pomangsangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.847

Abstract

Kondisi dunia industri di Indonesia menunjukkan bahwa implementasi program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya kesehatan kerja, masih belum sepenuhnya menjadi prioritas dalam operasional perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat kepatuhan implementasi program kesehatan kerja di PT XYZ terhadap regulasi kesehatan kerja Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara terstruktur. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT XYZ telah melaksanakan program kesehatan kerja meliputi aspek promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan Return to Work (RTW) melalui seminar kesehatan, pemeriksaan kesehatan berkala, pengawasan lingkungan kerja, pelayanan kesehatan kerja, serta pemantauan pekerja pasca kecelakaan kerja. Implementasi program kesehatan kerja secara umum telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, dan Permenaker Nomor 2 Tahun 1980. Namun, perusahaan masih perlu meningkatkan evaluasi efektivitas program, pengembangan program kesehatan berbasis risiko kerja, serta penguatan monitoring faktor risiko kesehatan kerja secara berkelanjutan agar tercipta lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif.
Hubungan Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Obstructive Sleep Apnea (OSA) Pada Penderita Tuberkulosis (TB) Paru Zahra Nursabrina El Tsalis; Siti Rahmalia Hairani Damanik; Yesi Hasneli N
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.851

Abstract

Pendahuluan: Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan gangguan tidur akibat obstruksi saluran napas atas yang dapat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup seperti merokok dan kondisi penyakit paru kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian Obstructive Sleep Apnea (OSA) pada penderita tuberkulosis (TB) paru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 55 orang penderita TB paru yang seluruhnya merupakan perokok aktif. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan menggunakan kuesioner berlin untuk mengukur tingkat keparahan OSA sedangkan untuk kebiasaan merokok diukur dengan melihat jumlah rokok yang dikonsumsi dan frekuensi nya, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat kebiasaan merokok dan derajat OSA. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kebiasaan merokok dan kejadian OSA (p = 0,003; p < 0,05). Responden tergolong perokok berat (32.7%), perokok sedang (34.6%) dan ringan (32.7%), dengan sebagian besar mengalami OSA kategori sedang (30.9%), normal (36.4%) hingga berat (32.7%). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin buruk kebiasaan merokok, semakin besar kemungkinan seseorang mengalami gangguan tidur obstruktif yang lebih berat. Kesimpulan: Orang yang memiliki kebiasaan merokok yang buruk akan mengalami kejadian OSA akan semakin berat.