cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 780 Documents
Perbandingan Pemberian Konsumsi Madu terhadap Kualitas Tidur pada Lansia di Desa Pangkalaseang Nurfahmi Nurfahmi; Ibrahim Paneo; Inne Ariane Gobel
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.796

Abstract

Kualitas tidur adalah suatu keadaan tidur yang dialami seseorang individu bisa dapat menghasilkan kesegaran dan kebugaran saat terbangun, Kualitas tidur merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan derajat kesehatan pada lansia, dimana lansia sering mengalami gangguan tidur seperti insomnia, sering terbangun di malam hari, serta tidak merasa segar saat bangun pagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemberian konsumsi madu terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Pangkalaseang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment dengan rancangan Pretest-Posttest with control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Desa Pangkalaseang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling metode purposive sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang diberikan konsumsi madu dan kelompok kontrol tanpa intervensi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dengan analisis data menggunakan uji Mann Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi memiliki Mean Rank sebesar 32,50 dan Sum of Ranks 715,00, sedangkan kelompok kontrol memiliki Mean Rank sebesar 12,50 dan Sum of Ranks 275,00, dengan nilai Z sebesar -5,961 dan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulan penelitian ini adalah konsumsi madu lebih efektif dalam meningkatkan kualitas tidur lansia dibandingkan tanpa intervensi, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif terapi non-farmakologis. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi alternatif terapi non-farmakologis dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia.
Hubungan Status Gizi saat Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro Ika Ari Purwandari; Luluk Khusnul Dwihestie; Sri Handayani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.802

Abstract

Stunting terjadi karena dua faktor penyebab yaitu penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Data Puskesmas Wonosamudro penimbangan bulan Januari 2026 sejumlah 1.642 balita dimana balita yang stunting pada penimbangan bulan Januari 2026 sejumlah 238. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan status gizi saat hamil dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro Jenis penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik, Desain yang digunakan adalah case-control study, kemudian data ditelusuri secara retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita 24-59 bulan di Puskesmas Wonosamudro pada bulan Januari 2026 sejumlah 1.139 balita. Sampel dalam penelitian ini adalah balita yang stunting 24-59 bulan pada penimbangan bulan Januari 2026 sejumlah 191 ditambah dengan 191 balita yang tidak stunting pada penimbangan bulan Januari 2026. Sampel dalam penelitian ini adalah balita yang stunting 24-59 bulan pada penimbangan bulan Januari 2026 sejumlah 191 ditambah dengan 191 balita yang tidak stunting pada penimbangan bulan Januari 2026. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medik. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Analisis data dengan chi square. Hasil penelitian status gizi saat hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro mayoritas normal yaitu 288 responden (75,4%). Ada status gizi saat hamil dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro (nilai p-value 0,000). Simpulan penelitian ada hubungan status gizi saat hamil dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan ibu melakukan pemantauan status gizi dari sebelum hamil dan selama kehamilan meliputi LILA, HB dan memantau kenaikan berat badan. Ibu juga diharapkan memakan makanan yang bergizi.
Hubungan Pengetahuan Dan Budaya Dalam Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi Di Puskesmas Limboto Prisilia Husain; Zuriati Muhamad; Wiwi Susanti Piola
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.805

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatandan tumbuh kembang bayi. Namun, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia, khususnya di wilayah kerjaPuskesmas Limboto, masih belum optimal. Rendahnya praktik pemberian ASI eksklusif dipengaruhi olehberbagai faktor, di antaranya pengetahuan ibu dan budaya yang berkembang di masyarakat. Tujuan Penelitian :untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan budaya dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi di PuskesmasLimboto. Metode Penelitian : penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 3–6 bulan di wilayah kerja PuskesmasLimboto sebanyak 42 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakankuesioner pengetahuan, budaya, dan pemberian ASI eksklusif. Analisis data dilakukan secara univariat danbivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian : Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki budaya yang mendukung pemberian ASIeksklusif sebanyak 23 orang (54,8%), sedangkan ibu yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 19 orang(45,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu denganpemberian ASI eksklusif dan terdapat hubungan yang signifikan antara budaya dengan pemberian ASI eksklusifdengan nilai p-value = 0,000 (p &lt; 0,05). Kesimpulan : penelitian ini adalah pengetahuan dan budaya memilikihubungan yang signifikan terhadap pemberian ASI eksklusif pada bayi di Puskesmas Limboto.
Peningkatan Kesadaran Remaja Putri terhadap Pencegahan Stunting melalui Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan di Pondok Pesantren Istiqomah Muhammadiyah Samarinda Giena Tiara Werdhianti; Ikhsan Ali; Abdul Haris; Almira Fahrinda; Annisa Raihanah Putri Dhanny; Salsabella Agis Suhana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.806

Abstract

Angka stunting di Indonesia pada tahun 2023 masih berada di angka 21,6%, sementara wilayah Kalimantan Timur dan Kota Samarinda mencatat prevalensi yang lebih tinggi, masing-masing sebesar 22,9% dan 24,4%. Mengingat dampak buruk malnutrisi yang dimulai sejak gestasi hingga anak berumur dua tahun, periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) krusial untuk diintervensi. Remaja putri memegang andil besar dalam memutus rantai stunting masa depan melalui pemahaman yang baik tentang gizi seimbang, anemia, kesehatan reproduksi, serta pemenuhan 1000 HPK. Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi dampak pemberian edukasi 1000 HPK terhadap tingkat pemahaman remaja putri di Pondok Pesantren Istiqomah Muhammadiyah Samarinda dalam upaya preventif stunting. Menggunakan metode pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest, intervensi dilakukan lewat ceramah serta diskusi interaktif mengenai stunting dan gizi. Sesi edukasi ini diikuti oleh 68 remaja putri, di mana tingkat pengetahuan mereka diukur menggunakan instrumen kuesioner yang telah divalidasi ahli sebelum dan sesudah kegiatan. Data awal menunjukkan rerata skor pengetahuan sebesar 36,68 ± 5,83 (dominan kategori sedang) dan melonjak menjadi 43,68 ± 5,11 (dominan kategori tinggi) pasca-intervensi. Karena hasil uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan sebaran data tidak normal baik pada tahap pretest (p = 0,010) maupun posttest (p < 0,001), analisis dilanjutkan dengan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai p = 1,10 x 10-8 (p < 0,05), mengindikasikan adanya pergeseran skor pengetahuan yang bermakna. Dapat disimpulkan bahwa edukasi 1000 HPK terbukti sukses mendongkrak pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan stunting. Implementasi edukasi di lingkungan institusi pendidikan keagamaan seperti pesantren layak dipertimbangkan sebagai langkah promotif-preventif yang strategis guna mempercepat reduksi kasus stunting nasional.
Hubungan Antara Kehamilan Beresiko Tinggi dengan Berat Badan Lahir Rendah dan Asfiksia Neonatorum Desy Kusuma Wardana; Retno Dumilah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.808

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan kehamilan berisiko tinggi dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) dan asfiksia neonatorum. Kehamilan berisiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan komplikasi pada ibu dan bayi, seperti BBLR dan asfiksia neonatorum yang masih menjadi penyebab utama kematian neonatus. Deteksi dini menggunakan Skor Poedji Rochjati penting dilakukan untuk mengidentifikasi kehamilan berisiko. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder diperoleh dari rekam medis menggunakan teknik total sampling dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kehamilan berisiko tinggi dengan kejadian BBLR dan asfiksia neonatorum (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara kehamilan berisiko tinggi dengan kejadian BBLR dan asfiksia neonatorum, sehingga deteksi dini melalui skrining kehamilan berisiko penting dilakukan untuk mencegah luaran neonatal yang tidak optimal.
Perbedaan Pengaruh Mckenzie Neck Exercise Dan Posture Correction Exercise Terhadap Perubahan Sudut Craniovertebra Angle Latifa Aini An Nur; Fitri Yani; Muhammad Irfan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.809

Abstract

Perkembangan teknologi pada masa kini menyebabkan peningkatan penggunaan smartphone pada remaja.Penggunaan smartphone yang berlebihan dengan posisi menunduk dalam waktu lama dapat menyebabkangangguan muskuloskeletal berupa forward head posture, yaitu perubahan alignment cervical yang dapatmenurunkan sudut Craniovertebra Angle (CVA) dan memengaruhi fungsi postural. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui perbedaan pengaruh McKenzie Neck Exercise dan Posture Correction Exercise terhadapperubahan sudut CVA. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain pre test and post testtwo grup design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi,dengan jumlah 42 siswa sebagai subjek penelitian. Pengukuran sudut CVA dilakukan menggunakanPhysioMaster sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi diberikan 3 kali per minggu selama 4 minggu. Datadianalisis menggunakan paired sample t-test untuk mengetahui pengaruh pada masing-masing kelompok, sertaindependent sample t-test untuk menganalisis perbedaan pengaruh antara kedua kelompok dengan tingkatsignifikansi p=0,05. Hasil penelitian menunjukan uji paired sample t-test pada kelompok perlakuan I dan II nilaip=0,000 (p&lt;0,05). yang berarti kedua intervensi berpengaruh signifikan terhadap perubahan sudut CVA. Ujiindependent sample t-test menunjukkan nilai p=0,820 (p&gt;0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan pengaruhyang signifikan antara McKenzie Neck Exercise dan Posture Correction Exercise. Kesimpulannya, McKenzieNeck Exercise dan Posture Correction Exercise sama-sama efektif meningkatkan sudut CVA, namun tidakterdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua intervensi pada siswa MAN 1 Sleman.
Hubungan Riwayat Penyakit Ibu Dan Keluarga Dengan Kejadian Preeklampsia Rohmawati; Sri Handayani; Triani Yuliastanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.811

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah ≥140/90 mmHg setelah usia kehamilan 20 minggu disertai proteinuria atau tanda gangguan organ lainnya. Ibu hamil dengan riwayat hipertensi memeliki resiko lebih tinggi mengalami preeklampsia dibandingkan dengan ibu tanpa riwayat. Selain itu, kondisi metabolik dan gangguan vascular yang telah ada sebelumnya dapat memperberat respon tubuh terhadap perubahan fisiologis selama kehamilan. Selain riwayat penyakit ibu, faktor genetik atau riwayat keluarga juga memiliki peranan penting. Ibu hamil yang memiliki ibu atau saudara perempuan dengan riwayat preeklampsia diketahui memiliki resiko lebih besar mengalami kondisi yang sama. Tujuan: untuk Mengetahui hubungan riwayat penyakit ibu dan keluarga dengan kejadian preeklampsia di Kabupaten Boyolali. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 202 responden.. Analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Responden ibu hamil dengan 41 (40,6%) dengan ibu memiliki riwayat penyakit mengalami preeklampsia dan sebanyak 36 (35,6%) mengalami preeklampsia pada ibu yang memiliki riwayat penyakit di keluargnya. Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara riwayat penyakit ibu dan keluarga dengan kejadian preeklampsia. Kata Kunci : Preeklampsia, Riwayat Penyakit Ibu , Riwayat Penyakit Keluarga
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media E-Booklet Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Risiko Pernikahan Dini Di SMK Diponegoro Tumpang Ayun Dastri Nurrizka; Jupriyono Jupriyono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media e-booklet terhadap pengetahuan remaja putri mengenai risiko pernikahan dini. Pernikahan dini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi, dengan rendahnya tingkat pengetahuan sebagai salah satu faktor penyebab utama. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan two-group pretest–posttest yang melibatkan 60 responden yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan pendidikan kesehatan menggunakan e-booklet, sedangkan kelompok kontrol diberikan metode ceramah konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, seluruh responden memiliki tingkat pengetahuan rendah (100%). Setelah intervensi, kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan sebagian besar responden berada pada kategori cukup (73,33%) dan baik (13,33%), serta nilai rata-rata meningkat dari 9,73 menjadi 23,00 (p = 0,000). Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (p = 0,455). Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok setelah intervensi (p = 0,000). Oleh karena itu, e-booklet merupakan media yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri dan dapat digunakan sebagai alternatif strategi pendidikan kesehatan.
Hubungan Perilaku Makan Orang Tua Terhadap Perilaku Food Neophobia Anak Usia 2-5 Tahun Siti Zahrullah Azizah; Duhita Dyah Apsari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku makan orang tua terhadap perilaku food neophobia pada anak usia 2–5 tahun di Posyandu Anggrek Kelurahan Ketawanggede Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Perilaku makan pada anak usia dini merupakan salah satu aspek penting dalam menentukan status gizi dan kesehatan jangka panjang. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 49 anak dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Adult Eating Behaviour Questionnaire (AEBQ). Hasil penelitian menunjukkan uji statistik Pearson Chi-Square dengan nilai p value = 0,000. Karena nilai p < 0,05, maka Hipotesis Nol (H0) ditolak dan Hipotesis Kerja (Ha) diterima, sehingga terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara perilaku makan orang tua dengan perilaku food neophobia pada anak usia 2–5 tahun. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku makan orang tua dengan perilaku food neophobia pada anak usia 2–5 tahun (p = 0,000).
Hubungan Pola Asuh Orang Tua di Era Digital dengan Risiko Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas pada Anak Prasekolah Syalatifah Dinda Berliani; Ibnu Fajar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua di era digital dengan risiko Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) pada anak prasekolah di POS PAUD Nurul Huda Kota Malang. Munculnya kecenderungan gangguan perilaku berupa kesulitan konsentrasi dan hiperaktivitas pada anak usia dini menjadi isu kesehatan mental yang semakin mengkhawatirkan bagi praktisi kesehatan maupun pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 48 anak usia 3–6 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner ACTRS (Abbreviated Conners’ Teacher Rating Scale) dalam buku SDIDTK dan kuesioner pola asuh orang tua di era digital berdasarkan Parental Mediation Theory. Analisis data menggunakan Uji Korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua di era digital dengan risiko Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) pada anak prasekolah dengan nilai p value = 0,00 < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pola asuh orang tua di era digital dengan risiko Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) pada anak prasekolah.